cover
Contact Name
Mahmudi Siwi
Contact Email
Mahmudi Siwi
Phone
-
Journal Mail Official
mahmudisiwi@apps.ipb.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM]
ISSN : 23388021     EISSN : 23388269     DOI : -
JURNAL SAINS KOMUNIKASI DAN PENGEMBANGAN MASYARAKAT [JSKPM] merupakan jurnal ilmiah nasional yang menyajikan artikel-artikel hasil penelitian, review dan editorial dalam ilmu sosiologi, antropologi, politik, komunikasi, ekologi manusia, psikologi sosial, agraria, kependudukan, pendidikan, penyuluhan, tatakelola sumberdaya alam, pengembangan masyarakat dan corporate social responsibility.
Arjuna Subject : -
Articles 514 Documents
PENGARUH STEREOTIP GENDER DAN KONFLIK PERAN GENDER LAKI-LAKI TERHADAP MOTIVASI KERJA PEMUDA DESA PUTUS SEKOLAH Rahmadhani, Ghania Ahsani; Virianita, Ratri
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol 4, No 2 (2020): Article in Press
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jskpm.4.2.217-234

Abstract

Problem with dropping out are still common in Indonesia, especially in rural areas. Village youth prefer to work and not continue school. The decision was made because of the notion that men are the main breadwinners of the family. This assumption affects the psychological state of men called male gender role conflict. With the existence of gender stereotypes and conflicting male gender roles can trigger the motivation to work. The purpose of this study was to determine the direct influence of male gender stereotypes on the work motivation of youth dropping out of school and the indirect influence between them through men?s gender role conflict. This research uses a quantitative approach with a questionnaire and is supported by a qualitative approach through interviews. The results showed that there was direct and indirect influence between male gender stereotypes to work motivation of youth drop out. Indirect effects are mediated by men?s gender role conflict with partial mediation.Key words: drop out, gender role conflict, gender stereotypes, men, village youth, work motivationABSTRAKPermasalahan putus sekolah masih sering terjadi di Indonesia, terutama di daerah pedesaan. Pemuda desa lebih memilih bekerja dan tidak melajutkan sekolah. Keputusan tersebut dilakukan karena anggapan bahwa laki-laki sebagai pencari nafkah utama keluarga. Anggapan tersebut memengaruhi keadaan psikologis laki-laki yang disebut konflik peran gender laki-laki. Dengan adanya stereotip gender dan konflik peran gender laki-laki dapat memicu adanya motivasi bekerja. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh langsung stereotip gender laki-laki terhadap motivasi kerja pemuda desa putus sekolah serta pengaruh tidak langsung di antara keduanya melalui konflik peran gender laki-laki. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan kuesioner dan didukung pendekatan kualitatif melalui wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh langsung dan tidak langsung antara stereotip gender laki-laki terhadap motivasi kerja pemuda desa putus sekolah. Pengaruh tidak langsung dimediasi oleh konflik peran gender laki-laki dengan mediasi bersifat parsial.Kata kunci: konflik peran gender, laki-laki, motivasi kerja, pemuda desa, putus sekolah, stereotip gender
Kepemimpinan Lokal dan Tingkat Partisipasi Masyarakat dalam Pemeliharaan Jaringan Irigasi (Kasus : Desa Sukawangi, Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Bogor) Wulandari, Wulandari; Sumardjo, Sumardjo
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jskpm.3.2.%p

Abstract

The low level of community participation in the maintenance of village irrigation structures is inseparable from the role of local leadership. Community participation is made by the condition of society and strong relationship of the leaders with the community in building a village. The purpose of this paper is to analyze the relationship of internal factors, external factors of society, local leadership with the prerequisite of participation and the relationship between the prerequisite of participation with the level of community participation in the maintenance of irrigation structures in Sukawangi Village. This research uses survey method using quantitative approach supported with relevant qualitative data. The results of this research indicate that is the internal factors of society did not appear to be related to the prerequisite of community participation. External factors of society have important role in fulfillment of the prerequisite of participation. Local leadership plays a significant role in fulfillment of the prerequisite of participation. The prerequisite of participation is significantly related to the level of community participation in the maintenance of irrigation structures.Keywords: Local Leadership, Maintenance of irrigation structures, ParticipationABSTRAKRendahnya tingkat partisipasi masyarakat dalam pemeliharaan jaringan irigasi desa tidak terlepas dari peran pemimpin lokal. Partisipasi masyarakat terbentuk oleh kondisi masyarakat dan kuatnya hubungan pemimpin dengan masyarakat dalam membangun suatu desa. Tujuan penulisan ini adalah untuk menganalisis hubungan faktor internal, faktor eksternal masyarakat, kepemimpinan lokal dengan prasyarat partisipasi dan hubungan antara prasyarat partisipasi dengan tingkat partisipasi masyarakat dalam pemeliharaan jaringan irigasi di Desa Sukawangi. Penelitian ini menggunakan metode survei dengan menggunakan pendekatan kuantitatif didukung dengan data kualitatif yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa antara faktor internal masyarakat tidak tampak berhubungan dengan prasyarat partisipasi masyarakat. Faktor eksternal masyarakat berperan penting dalam terpenuhinya prasyarat partisipasi. Kepemimpinan lokal berperan nyata terhadap terpenuhinya prasyarat partisipasi. Prasyarat partisipasi berhubungan nyata dengan tingkat partisipasi masyarakat dalam pemeliharaan jaringan irigasi.Kata kunci : Kepemimpinan lokal, Partisipasi, Pemeliharaan jaringan irigasi
DAMPAK INDUSTRIALISASI PEDESAAN TERHADAP KESEJAHTERAAN RUMAH TANGGA Adianty, Meliza Eka; Murdianto, Murdianto
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol 2, No 5 (2018)
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (311.043 KB) | DOI: 10.29244/jskpm.2.5.627-638

Abstract

Rural industrialization is one of the development steps to increase economic growth. Indonesia has a huge opportunity in the development of industrialization. Nowadays, industrial activity has grown in rural areas. The entry of industry into the rural area is expected to create employment and business opportunities for the local community. Then it is expected to increase incomes and affect household welfare level. This study uses a quantitative approach with survey method supported by qualitative data. The result of this research will show how the impact of rural industrialization which characterized by employment and business opportunity towards community welfare between them who have a livelihood in industrial and non-industrial sectors.Keywords: job opportunities, business opportunities, industrial group, non-industrial group ABSTRAKIndustrialiasasi pedesaan merupakan salah satu langkah pembangunan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Indonesia memiliki peluang besar dalam perkembangan industrialisasi. Kegiatan industri pada masa kini telah merambah wilayah pedesaan. Masuknya industri ke pedesaan diharapkan mampu menciptakan kesempatan bekerja dan kesempatan berusaha bagi warga sekitar. Hal tersebut kemudian diharapkan mampu meningkatkan pendapatan warga dan pada akhirnya berpengaruh terhadap kesejahteraan tingkat rumah tangga. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei di dukung dengan data kualitatif. Hasil penelitian ini akan menunjukan bagaimana dampak industrialisasi pedesaan yang dicirikan dengan peluang bekerja dan peluang berusaha terhadap kesejahteraan masyarakat antara kelompok industri dan non industri.Kata Kunci : peluang bekerja, peluang berusaha, kelompok industri, kelompok non industri
ANALISIS GENDER DALAM UPAYA ADAPTASI DAN MITIGASI PERUBAHAN IKLIM Ramadhani, Fadhilla Putri; Hubeis, Aida Vitayala S
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol 4, No 2 (2020): Article in Press
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (476.83 KB) | DOI: 10.29244/jskpm.4.2.155-166

Abstract

Gekbrong Village is the only village in West Java designated as a pilot village in adaptation and mitigation of climate change programme called ?Program kampung Iklim? by the Ministry of Environment and Forestry in 2013. Adaptation and mitigation to climate change are not gender-neutral as women and men have the capacity, role, and contribution in adaptation and mitigation to climate change differently. However, gender bias in the activities leads to an imbalance in the capacity of adaptation and mitigation across gender to deal with climate change effects. The overall objective of the study was to analyze the role of gender in agricultural households and to analyze the relationship between gender roles in agricultural households with gender equality in adaptation and mitigation of climate change in agricultural households. This research uses quantitative data by survey method by using simple random sampling technique analyzed by cross-tabulation and Rank Spearman supported by qualitative data with an in-depth interview.Keywords : climate change, gender role, Program Kampung IklimABSTRAK Desa Gekbrong merupakan satu-satunya desa di Jawa Barat yang ditunjuk sebagai desa percontohan dalam kegiatan upaya adaptasi dan mitigasi perubahan iklim pada Program Kampung Iklim oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan di tahun 2013.  Pada dasarnya, adaptasi dan mitigasi perubahan iklim tidak netral gender karena perempuan dan laki-laki memiliki kapasitas, peran, dan berkontribusi secara berbeda. Namun adanya bias gender dalam penerapannya, upaya adaptasi dan mitigasi perubahan iklim menimbulkan ketidakadilan, salah satunya beban kerja ganda pada perempuan. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menganalisis hubungan antara karakteristik dan pembagian peran gender dalam rumah tangga pertanian dengan tingkat kesetaraan gender dalam upaya adaptasi dan mitigasi perubahan iklim. Penelitian ini menggunakan data kuantitatif metode survey, diolah dengan menggunakan teknik simple random sampling, dianalisis menggunakan tabulasi silang dan Rank Spearman, serta didukung data kualitatif dengan wawancara mendalam.Kata Kunci : peran gender, perubahan iklim, Program Kampung Iklim
Pengaruh Jenis Perubahan Fungsi Rumah terhadap Taraf Hidup dan Kondisi Sosial Budaya Masyarakat Maulida, Qonita Ayu; Sunito, Melani Abdulkadir
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jskpm.3.1.%p

Abstract

The growth of Bogor Agricultural University marked by the increasing number of students has an impact on student settlements. This causes the community around the campus to change the function of their houses from private dwellings into rental housings. The purpose of this study was to: (1) analyze the regional changes due to the increase of student settlements (2) analyze the influence of type of change in house function the living standard of the owners; and (3) analyze the influence of type of change in house function to the socio-cultural conditions of the community. This research interviewed 30 local house owners. The regional changes due to the increasing number of student settlements were decreasing area for wet-rice and dry-land agricultural. Type of change in house function affects owners’ living standard. Further, the condition socio-cultural of the change in aspects of increasing criminalities, economic competition among locals and between locals to migrants, changes in traditions and change of lifestyle.Keywords: the type function change, living standard, socio cultural conditions.ABSTRAKPerkembangan kampus Institut Pertanian Bogor yang ditandai pertambahan jumlah mahasiswa berdampak pada meningkatnya jumlah permukiman mahasiswa. Hal ini membuat masyarakat sekitar kampus mengubah fungsi rumah dari hunian pribadi menjadi hunian mahasiswa. Tujuan penelitian ini adalah untuk: (1) menganalisis perubahan wilayah yang terjadi akibat berkembangnya permukiman mahasiswa, (2) menganalisis pengaruh jenis perubahan fungsi rumah terhadap perubahan taraf hidup masyarakat; dan (3) menganalisis pengaruh jenis perubahan fungsi rumah terhadap perubahan kondisi sosial-budaya dalam masyarakat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei didukung dengan data kualitatif. Lokasi penelitian dilaksanakan di Kelurahan Balumbang Jaya dengan sempel berjumlah 30 masyarakat asli pemilik permukiman mahasiswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perubahan wilayah di Kelurahan Balumbang Jaya akibat pertumbuhan permukiman mahasiswa membuat semakin sempitnya wilayah persawahan dan tegalan. Jenis perubahan fungsi rumah yang berbeda membuat perbedaan perubahan taraf hidup masyarakat. Selain itu masuknya pendatang membawa perubahan pada kehidupan sosial-budaya dalam hal peningkatan kejadian kriminalitas, persaingan ekonomi, perubahan tradisi serta perubahan gaya hidup.Kata kunci: jenis fungsi rumah, taraf hidup, kondisi sosial budaya
HUBUNGAN ANTARA DINAMIKA KELOMPOK DENGAN KEBERLANJUTAN KELEMBAGAAN Aprillia, Rafa; Barlan, Zessy Ardinal
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol 4, No 1 (2020)
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jskpm.4.1.99-112

Abstract

Institutional agriculture in the village is one of the efforts to develop rural communities. One of the agricultural institutions that play a role is the Farmer Women Group. The purpose of this study is to look at the relationship between group dynamics and institutional sustainability. This research uses quantitative methods approach is carried out by survey using questionnaire instruments while qualitative data is obtained through in-depth interview and observation guidelines. The results of this research show that KWT Pelangi is superior to two elements compared to KWT Sekar Melati includes group structure and group atmosphere, while KWT Sekar Melati is just one element include group cohesiveness and the six other elements both of KWT Sekar Melati and KWT Pelangi are of moderate value. The three elements of institutional sustainability include the sustainability of production, the sustainability of partnership, economic sustainability both of KWT Sekar Melati dan KWT Pelangi are of moderate value. The relationship between group dynamics and institutional sustainability KWT Pelangi has two elements namely the sustainability of partnership and economic sustainability. However, there is one element in KWT Sekar Melati namely economic sustainability.Keywords: Group Dynamics, Farmer Women Group, Institutional Sustainability ABSTRAKKelembagaan pertanian di desa menjadi salah satu upaya pembangunan masyarakat perdesaan. Salah satu kelembagaan pertanian yang berperan adalah Kelompok Wanita Tani. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat hubungan antara dinamika kelompok dengan keberlanjutan kelembagaan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dilakukan dengan survei dengan menggunakan kuesioner sedangkan data kualitatif didapatkan melalui panduan wawancara mendalam dan observasi. Hasil penelitian ini menunjukkan KWT Pelangi lebih unggul dua unsur dinamika kelompok yakni struktur kelompok dan suasana kelompok, sedangkan KWT Sekar Melati hanya satu unsur yakni kekompakan kelompok, enam unsur lainnya baik KWT Sekar Melati maupun KWT Pelangi sama-sama bernilai sedang. Ketiga unsur keberlanjutan kelembagaan meliputi keberlanjutan produksi, keberlanjutan kemitraan, dan keberlanjutan ekonomi baik KWT Sekar Melati maupun KWT Pelangi sama-sama bernilai sedang. Adapun hubungan antara dinamika kelompok dengan keberlanjutan kelembagaan pada KWT Pelangi terdapat dua unsur yakni keberlanjutan kemitraan dan keberlanjutan ekonomi. Namun, pada KWT Sekar Melati hanya terdapat satu unsur yakni keberlanjutan ekonomiKata Kunci: Dinamika Kelompok, Kelompok Wanita Tani, Keberlanjutan Kelembagaan 
Strategi Adaptasi Rumah Tangga Petani dan Non Petani Terdampak Banjir Rob Raditasani, Muhammad Fathan; Wahyuni, Ekawati Sri
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol 4, No 1 (2020)
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (504.923 KB) | DOI: 10.29244/jskpm.4.1.25-36

Abstract

The impact of climate change increasingly felt in every country including Indonesia. One of the forms of climate change that happened in Indonesia is a tidal flood in the coastal areas, so the households should have to adapt to the tidal flood. The purpose of this study is to explain how coastal households survive the tidal flood. The research data collected by a survey to farmer’s and non-farmer’s household in Timbulsloko Village, Sayung Regency, Demak District, Central Java. Farmer’s and non-farmer’s household adapt in physical strategies like rising the house floor and economic strategies like getting additional income from non-agricultural works. Non-agricultural works have become the primary choice of work by the head and other members of a household because the only agricultural works left in the village is becoming fisherman as almost all the agriculture land and fishpond submerged by tidal flood.Keywords: adaptation strategies, farmer’s and non farmer’s household, tidal flood ABSTRAK Dampak perubahan iklim semakin terasa di setiap negara di dunia, termasuk Indonesia. Salah satu bentuk perubahan iklim di Indonesia adalah banjir rob yang terjadi di pesisir Indonesia, sehingga penduduk yang terdampak harus melakukan adaptasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan upaya masyarakat pesisir dalam mengatasi banjir rob. Data penelitian dikumpulkan dengan survey pada rumah tangga petani dan non petani di Desa Timbulsloko, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak, Jawa Tengah. Hasil dari penelitian ini adalah tidak ada perbedaan strategi adaptasi yang dilakukan oleh rumah tangga petani dan non petani. Rumah tangga petani dan non petani beradaptasi dengan banjir rob dengan melakukan strategi fisik seperti mengurug lantai rumah dan strategi ekonomi dengan menambah pendapatan dari pekerjaan di bidang non pertanian. Pekerjaan non pertanian menjadi pilihan bagi kepala rumah tangga dan anggota keluarga lain karena pekerjaan pertanian yang tersisa hanya menjadi nelayan setelah tanah pertanian dan tambak terendam banjir rob.Kata Kunci: banjir rob, rumah tangga petani dan non petani, strategi adaptasi
Hubungan Keberhasilan Program Corporate Social Responsibility (CSR) PT Unilever dengan Keberdayaan Perempuan Pedesaan Rezeki, Sri; Nasdian, Fredian Tonny
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol 4, No 2 (2020)
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jskpm.4.2.261-274

Abstract

The progress of increasingly sophisticated science and technology has led to a lot of development that refers to industrialization, especially in the private sector. Development carried out in Indonesia, is still gender-biased and lacks consideration for the role of women. The amount of development including companies has an impact on the environment and society, so the government has obliged every company to carry out activities called Corporate Social Responsibility (CSR). The CSR program is one of the community empowerment programs and can also be applied as a women's empowerment program. The purpose of this research is to see the relationship between the success rate of CSR programs and the level of empowerment of rural women. This study uses a combination of quantitative approaches and qualitative approaches. The quantitative approach is done by the census method using questionnaire instruments while the qualitative approach uses the case study method and is obtained through in-depth interview guides. The results showed that there was no relationship between the success rate of the CSR program and the level of empowerment of rural women in Sumbermulyo Village. This is because the success of CSR programs and the empowerment of CSR programs is more to the social and not economic aspects.Keywords: Corporate Social Responsibility, Success, Women Empowerment ABSTRAK Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin canggih menyebabkan banyaknya pembangunan yang merujuk pada industrialisasi khususnya di sektor swasta. Pembangunan yang dilakukan di Indonesia, masih bias gender dan kurang mempertimbangkan peran perempuan. Banyaknya pembangunan termasuk perusahaan memiliki dampak bagi lingkungan dan masyarakat, maka pemerintah telah mewajibkan setiap perusahaan untuk melakukan kegiatan yang disebut dengan Corporate Social Responsibility (CSR).  Program CSR merupakan salah satu program pemberdayaan masyarakat dan dapat pula diterapkan sebagai program pemberdayaan perempuan. Tujuan penulisan penelitian ini adalah untuk melihat hubungan antara tingkat keberhasilan program CSR dengan tingkat keberdayaan perempuan pedesaan. Penelitian ini menggunakan kombinasi pendekatan kuantitatif dan pendekatan kualitatif. Pendekatan kuantitatif dilakukan dengan metode sensus menggunakan instrumen kuesioner sedangkan pendekatan kualitatif menggunakan metode studi kasus dan didapatkan melalui panduan wawancara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan antara tingkat keberhasilan program CSR dengan tingkat keberdayaan perempuan pedesaan di Desa Sumbermulyo. Hal ini karena keberhasilan program CSR dan keberdayaan program CSR lebih kepada aspek sosial bukan ekonomi.Kata kunci: Corporate Social Responsibility, Keberhasilan, Pemberdayaan Perempuan
Partisipasi dan Pelaksanaan Fungsi Tugas Kelompok Pos Pemberdayaan Keluarga Massaid, Gunung Aji; Lubis, Djuara P
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jskpm.3.2.%p

Abstract

Family resilience and welfare are the conditions that the government expected to fulfill family function. One out of the ways is creating a Family Empowerment Post (Posdaya). Posdaya Tunas Harapan has an important function in the family development process. Participation of its members is an important part in the sustainability of a program. Participation can be seen by the planning, implementation, enjoyment, and evaluation. Indeed, the Posdaya group has a task function directly related to participation. Indicators of the group task function are member satisfaction, information acceptance, and task coordination, which is used to motivate members to achieve group’s goals. This research was conducted in Sukawening Village, Dramaga District, Bogor Regency. The purpose of this research is to analyze participation in the Posdaya program, as well as its impact on the task function of the Posdaya group. This research used quantitative research method with survey method supported by qualitative data. The results showed that the function of group tasks on the posdaya program was significantly influenced by the implementation stage of the members in each participation in the program.Keywords: factors of participation, group duty functions, participation ratesABSTRAKKetahanan dan kesejahteraan keluarga adalah kondisi yang diharapkan pemerintah dalam memenuhi fungsi keluarga. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan dibuatnya program Pos Pemberdayaan Keluarga (Posdaya). Posdaya Tunas Harapan memiliki fungsi penting dalam proses pembangunan keluarga. Partisipasi anggotanya merupakan bagian penting dalam keberlangsungan suatu program. Partisipasi dilihat mulai pada tahap perencanaan, pelaksanaan, menikmati hasil, dan evaluasi. Sejatinya kelompok Posdaya mempunyai fungsi tugas yang berkaitan langsung dengan partisipasi. Indikator dari fungsi tugas kelompok tersebut adalah kepuasan anggota, penerimaan informasi, dan koordinasi tugas, yang digunakan untuk memotivasi anggota untuk mencapai tujuan kelompok. Penelitian ini dilakukan di Desa Sukawening, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis partisipasi dalam program posdaya, serta pengaruhnya terhadap fungsi tugas kelompok posdaya tersebut. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan metode survei yang didukung dengan data kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fungsi tugas kelompok pada program posdaya dipengaruhi secara signifikan oleh tahap pelaksanaan anggota dalam setiap keikutsertaannya pada program.Kata kunci: faktor-faktor partisipasi, fungsi tugas kelompok, partisipasi
Analisis Partisipasi Petani dalam Asuransi Pertanian Ardiana, Mega Nabilla; Agusta, Ivanovich
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol 2, No 6 (2018)
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (42.594 KB) | DOI: 10.29244/jskpm.2.6.793-802

Abstract

Farmers participation is crucial for succeeding in the implementation of agricultural insurance in Indonesia. The purposes of this research are analyzing farmers' form and level of participation and also identifying some factors affecting farmer’s participation in agricultural insurance. The research was conducted in Curug Bitung Village, District of Nanggung, Bogor Regency involving 40 respondents. Primary data includes farmers characteristics, farmers participation form and farmers participation level as program beneficiaries. The data were processed using multivariable linear regression test. The results showed that the intensity of communication, age, education level, income level and length of stay did not significantly affect the participation level of farmers whose majority were at the level of no participation. Non-compliance occurs during program implementation. The form of participation shown by farmers in the program is varied.Keywords:  agricultural insurance, internal and external factors, farmers' participation ABSTRAK Partisipasi petani menjadi hal yang penting dalam rangka menyukseskan penerapan asuransi pertanian di Indonesia. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis bentuk dan tingkat partisipasi petani dalam asuransi pertanian serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi partisipasi petani dalam program asuransi pertanian. Penelitian dilakukan di Desa Curug Bitung, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor dengan melibatkan 40 responden. Data primer meliputi karakteristik petani, bentuk partisipasi petani dan tingkat partisipasi petani penerima program. Data diolah menggunakan uji regresi linier multivariable. Hasil penelitian menunjukkan intensitas komunikasi, usia, tingkat pendidikan, tingkat pendapatan dan lama tinggal tidak berpengaruh secara signifikan terhadap tingkat partisipasi petani yang  mayoritas berada pada tingkatan tidak ada partisipasi. Ketidaksesuaian banyak terjadi selama penyelenggaraan program. Adapun bentuk partisipasi yang ditunjukkan petani dalam program bervariasi.Kata kunci: asuransi pertanian, faktor internal-eksternal, partisipasi petani

Page 11 of 52 | Total Record : 514


Filter by Year

2017 2025