cover
Contact Name
Mahmudi Siwi
Contact Email
Mahmudi Siwi
Phone
-
Journal Mail Official
mahmudisiwi@apps.ipb.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM]
ISSN : 23388021     EISSN : 23388269     DOI : -
JURNAL SAINS KOMUNIKASI DAN PENGEMBANGAN MASYARAKAT [JSKPM] merupakan jurnal ilmiah nasional yang menyajikan artikel-artikel hasil penelitian, review dan editorial dalam ilmu sosiologi, antropologi, politik, komunikasi, ekologi manusia, psikologi sosial, agraria, kependudukan, pendidikan, penyuluhan, tatakelola sumberdaya alam, pengembangan masyarakat dan corporate social responsibility.
Arjuna Subject : -
Articles 514 Documents
Analisis Gender Rumah Tangga Tenaga Kerja Perempuan dalam Sektor Industri Garmen dengan Sistem Putting Out Sumilat, Dimas Erik; Wahyuni, Ekawati Sri
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol 4, No 2 (2020)
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (130.884 KB) | DOI: 10.29244/jskpm.4.2.167-180

Abstract

Double burden is a situation where a woman works both on reproductive and productive activity for long hours. One of the working systems that allow women to do productive activities at the same time as reproductive is a putting-out system. However, this system may disadvantaged women in terms of wages, which will affect the income and welfare of the household. The objective of this research is to analyze the relationship between the level of gender equality to the household’s income and to the welfare of the household. This research is using a quantitative approach with survey method and supported by qualitative data. The analysis’ unit of this research is the female labours’ household with a putting-out system. This research indicated that woman experiences double burden and inequality in the access and control of resources and benefits. A household with high access and control of benefits have a higher income. A household with high access to resources and control of benefits have higher household’s welfare.Keywords: female workers, gender analysis, putting out system ABSTRAKBeban ganda merupakan situasi di mana perempuan bekerja dalam kegiatan reproduktif dan produktif dengan curahan waktu yang lama. Salah satu sistem pekerjaan yang membuat perempuan melakukan pekerjaan reproduktif dan produktif secara bersamaan adalah sistem putting out. Akan tetapi, sistem ini merugikan perempuan terutama dalam hal pengupahan, yang berakibat juga pada pendapatan dan kesejahteraan rumah tangga tenaga kerja. Tujuan umum dari penelitian ini adalah menganalisis hubungan kesetaraan gender dalam rumah tangga dengan pendapatan rumah tangga dan kesejahteraan rumah tangga. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei dan didukung data kualitatif. Unit analisis penelitian ini adalah rumah tangga tenaga kerja perempuan dengan sistem putting out. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perempuan memiliki beban ganda pada pembagian kerja dan didapati adanya ketidaksetaraan gender pada akses dan kontrol terhadap sumber daya dan manfaat. Semakin tinggi tingkat akses dan kontrol terhadap manfaat dalam rumah tangga, maka semakin tinggi juga pendapatan rumah tangga. Selain itu, semakin tinggi tingkat kontrol terhadap sumber daya dan kontrol terhadap manfaat dalam rumah tangga, semakin tinggi juga kesejahteraan rumah tangganya.Kata Kunci: tenaga kerja perempuan, analisis gender, sistem putting out
HUBUNGAN PARTISIPASI MASYARAKAT DENGAN KEBERLANJUTAN EKOLOGI, SOSIAL-BUDAYA, DAN EKONOMI DALAM EKOWISATA DESA ADAT (The Relationship of Community’s Participation With The Sustainability of Ecology, Sosio-Culture, and Economic in Customs Village Ecotourism) Febriana, Happy; Mardiana, Rina
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jskpm.2.4.%p

Abstract

Participation is one of the important components in development, especially in rural development. Public participation is also an important factor for the sustainability of the ecological, socio-cultural, economic customs village ecotourism. This research aims to analyze the relationship of community participation with ecological sustainability in customs village ecotourism, analyze the relationship of community participation with a socio-cultural sustainability in customs village ecotourism, and analyze the relationship of the community with the participation of the economic sustainability in customs village ecotourism. This type of research is supported by quantitative research qualitative data by questionnaire and interview guide instruments are profound. Community’s participation level has medium correlation and significant relation with sustainability’s of socio-culture level. Then, community’s participation level shhas mediumcorrelation and significant relation to sustainability’s of economic level.Keywords: Complicity, correlation, customs village, sustainability  ABSTRAKPartisipasi merupakan salah satu komponen penting dalam pembangunan, terutama dalam pembangunan pedesaan. Partisipasi masyarakat juga menjadi faktor penting bagi keberlanjutan ekologi, sosial-budaya, dan ekonomi dalam ekowisata desa adat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan partisipasi masyarakat dengan keberlanjutan ekologi dalam ekowisata desa adat, menganalisis hubungan partisipasi masyarakat dengan keberlanjutan sosial-budaya dalam ekowisata desa adat, dan menganalisis hubungan partisipasi masyarakat dengan keberlanjutan ekonomi dalam ekowisata desa adat. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif didukung oleh data kualitatif dengan instrumen kuesioner dan panduan wawancara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan tingkat partisipasi masyarakat memiliki hubungan sedang dan signifikan terhadap tingkat keberlanjutan ekologi. Tingkat partisipasi masyarakat memiliki hubungan sedang dan signifikan terhadap tingkat keberlanjutan sosial-budaya. Kemudian, tingkat partisipasi masyarakat memiliki hubungan sedang dan signifikan terhadap tingkat keberlanjutan ekonomi.Kata kunci: Desa adat, keberlanjutan, keterlibatan, korelasi
Peran Lembaga Adat dalam Pelestarian Budaya Masyarakat Adat Kampung Naga, Desa Neglasari, Kecamatan Salawu, Tasikmalaya Sonia, Tya; Sarwoprasodjo, Sarwititi
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol 4, No 1 (2020)
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jskpm.4.1.113-124

Abstract

Preserving culture is an important aspect of the lives of indigenous people because indigenous people are synonymous with lifestyles that are still guided by local customs. The process of cultural preservation of indigenous peoples is inseparable from the important role of traditional institutions. The role of customary institutions has the potential to determine the behaviour of indigenous peoples in carrying out their traditional traditions or not. The purpose of this study was to analyze the influence of the role of traditional institutions on cultural preservation by using individual characteristics, namely the age of the respondent as a control variable. This study used a survey method with 60 respondents from Kampung Naga community. Qualitative data was obtained through in-depth interviews with indigenous elders, tour guides, and RT heads of Kampung Naga. Analysis of research data using Mann-Whitney tests. The results showed that with individual characteristics, namely the age of the respondent as a control variable, customary institutions had a significant effect on the cultural preservation of the Kampung Naga indigenous people in terms of behaviour patterns, behaviour patterns, and material patterns. Keywords: cultural preservation, cultural form, customary institutions, indigenous people, communication function  ABSTRAKMelestarikan budaya menjadi aspek penting dalam kehidupan masyarakat adat karena masyarakat adat identik dengan gaya hidup yang masih berpedoman pada adat istiadat setempat. Proses pelestarian budaya pada masyarakat adat tidak terlepas dari peran penting lembaga adat. Peran lembaga adat tersebut berpotensi untuk menentukan perilaku masyarakat adat dalam melakukan tradisi adatnya atau tidak. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pengaruh peran lembaga adat terhadap pelestarian budaya dengan menggunakan karakteristik individu yaitu usia responden sebagai variabel kontrol. Penelitian ini menggunakan metode survei dengan responden sebanyak 60 orang masyarakat Kampung Naga. Data kualitatif diperoleh melalui wawancara mendalam kepada sesepuh adat, pemandu wisata, dan ketua RT Kampung Naga. Analisis data penelitian menggunakan uji Mann-Whitney. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan karakteristik individu yaitu usia responden sebagai variabel kontrol, lembaga adat berpengaruh signifikan terhadap pelestarian budaya masyarakat adat Kampung Naga yang ditinjau dari segi pola bersikap, pola kelakuan, dan pola kebendaan. Kata kunci: lembaga adat, masyarakat adat, pelestarian budaya, wujud budaya, fungsi komunikasi
ANALISIS HUBUNGAN GAYA KEPEMIMPINAN KEPALA DESA DENGAN PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PROGRAM INFRASTRUKTUR JALAN (Desa Pasir Jaya dan Desa Cisalada, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor) Aulia, Veny Putri; Sarwoprasodjo, Sariwititi
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jskpm.3.6.%p

Abstract

The most dominant leadership style is owned by the village head can affect the functioning of government, one of which is participation in the development program. Leadership style is divided into four, namely leadership style Directing, Coaching, Supporting and Delegating. This study uses a quantitative method that is supported by qualitative data using Spearman Rank test analysis. The purpose of this study was to analyze the dominant leadership style village head and internal factors with community participation in road infrastructure program. These results indicate that public participation is led by the head of the village women were higher than on community participation led by the village men, it is also due to the leadership style of the heads of different villages. Leadership style which is owned by the village head women are more likely Supporting, while the leadership style village head men tend Delegating. Internal factors associated significant is the age and length of stay of a person in the two villages that affect community participation in rural development programs. Suggestions from this study is the leader of the village head must have the appropriate leadership style to increase community participation in rural development.Key words: Leadership Style, Participation, road infrastructure program----------------------------------------------------------------------------------------ABSTRAK                                             Gaya kepemimpinan yang paling dominan dimiliki oleh kepala desa dapat mempengaruhi fungsi pemerintahannya, salah satunya partisipasi dalam program pembangunan. Gaya Kepemimpinan terbagi menjadi empat, yaitu gaya kepemimpinan Directing, Coaching, Supporting dan Delegating. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif yang didukung dengan data kualitatif dengan menggunakan analisis uji Rank Spearman. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis gaya kepemimpinan kepala desa dominan dan faktor internal dengan partisipasi masyarakat dalam program infrastruktur jalan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa partisipasi masyarakat yang dipimpin oleh kepala desa perempuan lebih tinggi dari pada partisipasi masyarakat yang dipimpin oleh desa laki-laki, hal ini juga disebabkan karena gaya kepemimpinan dari kepala desa yang berbeda. Gaya kepemimpinan yang dimiliki oleh kepala desa perempuan lebih cenderung Supporting, sedangkan gaya kepemimpinan kepala desa laki-laki cenderung Delegating. Faktor internal yang berhubungan signifikan ialah usia dan lama tinggal dari seseorang pada kedua desa yang mempengaruhi partisipasi masyarakat dalam program pembangunan desa. Saran dari penelitian ini adalah pemimpin kepala desa harus mempunyai gaya kepemimpinan yang sesuai untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pembangunan desa.Kata kunci: Gaya Kepemimpinan, Partisipasi, program Infrastruktur jalan
Manfaat Badan Usaha Milik Desa dan Kesejahteraan Masyarakat Lapisan Bawah Izzah, Kholilah Dzati; Kolopaking, Lala M
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol 4, No 1 (2020)
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jskpm.4.1.37-54

Abstract

The shifting of paradigmn village development pushed the government to establish the village economy through the Village-owned Enterprise (BUMDes). BUMDes has two main functions, namely as an economic institution and social institution.  The existence of BUMDes in Ponggok Village is expected to increase the community’s welfare and to reduce poverty by utilizing local resources in the village. Objectives of this research are 1) to identify household’s welfare level of Ponggok Village; 2) to identify benefits of BUMDes Tirta Mandiri, and 3) to analyze the correlation between benefits of BUMDes to household’s welfare level. This research used a quantitative approach supported with qualitative data. The result indicated a significant correlation between  benefits of BUMDes Tirta Mandiri to household’s welfare level.Keywords: BUMDes, economy, social, welfare, household ABSTRAK Pergeseran paradigma mengenai desa menjadi semangat pemerintah dalam menumbuhkan kembali perekonomian desa melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Badan usaha milik desa memiliki dua peran utama, yaitu sebagai institusi ekonomi sekaligus intitusi sosial. Kehadiran BUMDes Tirta Mandiri di Desa Ponggok diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mengurangi kemiskinan melalui pemanfaatan sumber daya lokal.  Tujuan dari penelitian ini adalah 1) mengidentifikasi tingkat kesejahteraan rumah tangga masyarakat Desa Ponggok berdasarkan mata pencaharian utama kepala keluarga; 2) mengidentifikasi bentuk-bentuk manfaat ekonomi dan sosial dari BUMDes Tirta Mandiri; dan 3) menganalisis hubungan tingkat manfaat ekonomi dan sosial BUMDes Tirta Mandiri dengan tingkat kesejahteraan rumah tangga. Penelitian ini dilakukan menggunakan pendekatan kuantitatif yang didukung oleh data kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara manfaat BUMDes Tirta Mandiri dengan tingkat kesejahteraan rumah tangga masyarakat Desa Ponggok. Kata Kunci : BUMDes, ekonomi, sosial, kesejahteraan, rumah tangga
Hubungan Partisipasin Perempuan dalam Pengembangan Desa Wisata Berbasis Masyarakat dengan Kontribusinya terhadap Pendapatan Rumah Tangga Hamid, Anggoro Wakhid Subkhan; Sumarti, Titik; Indriana, Hana
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol 4, No 2 (2020)
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jskpm.4.2.235-248

Abstract

IDG Indonesia is at 70,68 in 2014. In terms of income contribution, women share just 35,64 percent than men 64,36 percent. Rural tourism program giving opportunities to women as a business actor. Women as business actors can contribute to household income. The purpose of this research is to: 1) identify internal and external factors of women participation as business actors in rural tourism; 2) identify the level of women participation as business actor in rural tourism; 3) analyze relation women participation as business actors in rural tourism with its contribution to household income on Kandri Rural Tourism. This research used a quantitative approach supported by qualitative data. The result showed that age, the level of education, length of business actors, and external factors have a correlation with women participation as business actors in rural tourism. The level of women participation as business actors classified in the high. Rank Spearman correlation test shows that there is a significant correlation between the level of women participation as business actors in rural tourism with its contribution to household income. It means, when women participation as business actors in rural tourism is high, its contribution to household income high too.Keywords: tourism, women as business actors, women empowermentABSTRAKPada tahun 2014 IDG Indonesia berada pada angka 70,68. Dalam hal sumbangan pendapatan, perempuan hanya 35,64 persen dibandingkan laki-laki 64,36 persen. Program desa wisata memberikan peluang untuk perempuan sebagai pelaku usaha. Perempuan sebagai pelaku usaha dapat memberikan sumbangan pendapatan bagi rumah tangga. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengidentifikasi faktor internal dan eksternal partisipasi perempuan sebagai pelaku usaha pada desa wisata; 2) mengidentifikasi tingkat partisipasi perempuan sebagai pelaku usaha pada desa wisata; 3) menganalisis hubungan partisipasi perempuan sebagai pelaku usaha pada desa wisata dengan kontribusinya terhadap pendapatan rumah tangga di Desa Wisata Kandri. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif yang didukung oleh data kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa umur, tingkat pendidikan, lamanya usaha, tingkat pengaruh aktor penggerak partisipasi, akses perempuan pada desa wisata, sumber dana usaha, dan tingkat penerimaan budaya patriarki memiliki hubungan yang signifikan dengan partisipasi perempuan sebagai pelaku usaha pada desa wisata. Tingkat partisipasi perempuan sebagai pelaku usaha tergolong tinggi. Uji korelasi rank spearman menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara partisipasi perempuan sebagai pelaku usaha pada desa wisata dengan kontribusinya terhadap pendapatan rumah tangga. Dengan demikian, semakin tinggi tingkat partisipasi perempuan sebagai pelaku usaha pada desa wisata maka semakin tinggi kontribusinya terhadap pendapatan rumah tangga.Kata Kunci: pariwisata, pemberdayaan perempuan, perempuan pelaku usaha
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI TINGKAT PARTISIPASI DALAM TRADISI SEDEKAH BUMI (Kasus: Kampung Adat Urug Lebak, Desa Urug, Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor) Putri, Luthfiah Qurrata A'yun Abdillah; Saharuddin, Saharuddin
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jskpm.3.2.%p

Abstract

The tradition of the earth’s alms is important to be preserved as a great value and the identity of the agricultural community in Kampung Adat Urug Lebak. Participation is a key  for erath’s alms to survive, where the level of participation of the citizens influenced with internal factors or the individual characteristics of the society including age, education level, income level, gender and jobs, also the external factors including the head and organizer of kasepuhan. The purpose of this research is to analyse the factors that influenced the level of participation of the community Kampung Adat Urug Lebak. This research uses a quantitative approach to the method of survey through questionnaire and strengthened with qualitative data. The research shows that there is no significant relationship between individual characteristics with level of community participation in the alms of the Earth. Level of community participation is more influenced by the external factors.Keywords: Individual Characteristics, Level of Participation, The Earth’s Alm ABSTRAKTradisi sedekah bumi penting untuk dilestarikan sebagai nilail uhur dan identitas dari masyarakat pertanian di Kampung Adat Urug Lebak. Partisipasi menjadi kunci kebertahanan budaya sedekah bumi dimana tingkat partisipasi masyarakatnya berhubungan dengan faktor internal yaitu karakteristik individu dari masyarakat meliputi umur, tingkat pendidikan, tingkat pendapatan, jenis kelamin dan pekerjaan,  serta faktor eksternal yaitu ketua adat kasepuhan dan pengurus adat kasepuhan Kampung Urug Lebak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi tingkat partisipasi masyarakat Kampung Adat Urug Lebak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survey kuesioner dan dikuatkan dengan data kualitatif. Penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara faktor internal individu dengan tingkat partisipasi masyarakat dalam sedekah bumi. Tingkat partisipasi lebih dipengaruhi oleh faktor eksternal individu.Kata kunci: Karakteristik Individu, Sedekah Bumi, Tingkat Partisipasi
Dampak Penyaluran Zakat terhadap Pemberdayaan dan Peningkatan Taraf Hidup Masyarakat Pedesaan Kamelia, Dina Syaila; Siwi, Mahmudi
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jskpm.3.6.%p

Abstract

Empowerment is one of many ways to raise someone’s level to be more confident in applying the skills it possesses. The distribution of zakat maal in the form of business capital loan is one of many forms of sustainable empowerment. Empowerment, in this case, could affect the community’s participation and community’s living standard. The purpose of this research was to identify the impact of empowerment in the distribution of zakat maal in the form of a business capital loan to the community’s participation and living standard using a quantitative approach with survey method. The results of this research showed that empowerment through zakat maal distribution of the mosque succeeded to increase knowledge and awareness of the community about productive zakat so that improved the participation of the community to use business loan service from the baitul maal mosque. The majority of the people who participated in the distribution of zakat maal in this mosque can improve their living standards as income and residential facilities. Keywords: Community empowerment, living standards, zakat maal ABSTRAK Pemberdayaan merupakan salah satu cara untuk mengangkat derajat seseorang untuk lebih percaya diri dalam menerapkan keterampilan yang dimilikinya. Penyaluran zakat maal dengan bentuk pinjaman modal usaha merupakan salah satu bentuk pemberdayaan yang berkelanjutan. Pemberdayaan dalam hal ini dapat berpengaruh terhadap partisipasi dan tingkat taraf hidup masyarakat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dampak  pemberdayaan dalam penyaluran zakat maal berupa modal usaha terhadap partisipasi dan tingkat taraf hidup masyarakat melalui pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemberdayaan melalui penyaluran zakat maal masjid berhasil meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai zakat produktif sehingga memunculkan adanya partisipasi masyarakat untuk menggunakan pelayanan pinjaman modal usaha dari baitul maal masjid. Mayoritas masyarakat yang berpartisipasi dalam penyaluran zakat maal masjid ini dapat meningkatkan taraf hidupnya seperti pendapatan, dan fasilitas tempat tinggal.Kata Kunci : Pemberdayaan masyarakat, taraf hidup, zakat maal
Analisis Gender Keterlibatan Masyarakat dalam Program Dana Desa Nubzatsania, Nubzatsania; Siwi, Mahmudi
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol 4, No 2 (2020)
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jskpm.4.2.181-194

Abstract

There have been positive impacts from the Village Fund Program so far, although an assessment of the relation between men and women in the program should be done. The purpose of this study is to analyze the relation of individual characteristics and division of labour in the household toward the level of involvement and to analyze the relationship between the level of involvement and the success rate of the program. The sampling technique in this study is non-probability sampling, which is purposive with quota sampling. The sample of this study is individuals who are adults, married and do not have a position in the village government. This study uses a quantitative approach with survey methods and is supported by a qualitative approach with document study methods and in-depth interviews. The result of this study shows that older age and higher the level of individual education leads to a higher level of involvement in the Village Fund program. Women have a lower level of involvement compared with men, particularly in the level of access and participation. This proves that community involvement in the Village Fund program has not yet achieved gender equity. The higher level of community involvement both men and women will lead to the higher success rate of the program.Keywords : gender, gender equity, Village Fund.ABSTRAKMeski telah terlihat dampak positif dari program Dana Desa selama ini, perlu diperhatikan pula relasi antara laki-laki dan perempuan di dalamnya. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis hubungan antara karakteristik individu dan pembagian kerja dalam rumah tangga dengan tingkat keterlibatan, serta menganalisis hubungan antara tingkat keterlibatan dengan tingkat keberhasilan program. Sampel penelitian ini adalah individu yang berusia dewasa, sudah berumah tangga, dan tidak memiliki posisi dalam pemerintahan desa. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah non probability sampling yaitu purposive dengan kouta sampling. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei dan didukung pendekatan kualitatif dengan metode studi dokumen dan wawancara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin tua umur dan semakin tingginya tingkat pendidikan individu, maka semakin tinggi tingkat keterlibatannya dalam program Dana Desa. Perempuan memiliki tingkat keterlibatan yang lebih rendah dibandingkan laki-laki terutama dalam tingkat akses dan partisipasi. Hal ini menjadi dasar bahwa keterlibatan masyarakat dalam program Dana Desa belum mencapai kesetaraan gender. Semakin tinggi tingkat keterlibatan masyarakat (laki-laki dan perempuan), semakin tinggi tingkat keberhasilan program.Kata Kunci : Dana Desa, gender, kesetaraan gender. 
Hubungan Antara Persepsi dan Tingkat Partisipasi Petani Padi Sawah dengan Tingkat Keberhasilan Program PHT Sandi, Luki; Virianita, Ratri
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jskpm.3.2.%p

Abstract

Pengendalian Hama Terpadu (PHT)is an attempt by the government to food self-sufficiency and improve the welfare of the farmer. Perception and participation is an important aspect that determines the success of PHT Program. This researchaims: (1) to describe the perception of field paddy farmer toward PHT Program inKarangwangi Village, (2) to describe the participation level of field paddy farmer in PHT Program in Karangwangi Village, (3) to describe the implementation andsuccess  rate  of  PHT   Program in Karangwangi  Village,  (4)  to  analyze  the relationship  between perception  and  participation  level  of  field  paddy  farmerin PHT Program in Karangwangi Village, and (5) to analyze the relationship between participation  level  of  field  paddy  farmer  and  success  rate  of PHT  Program inKarangwangi Village. The results of this study were: (1) the perception was in the neutral  category,  (2)  the  level of  participation in  the  medium  category,  (3)  PHT Program success rate was in the medium category, (4) there is relationship between perception and participation level (rs: 0,888; p < 0,01), and (5)there is a relationship between participation level and PHT Program success rate (rs: 0,869; p < 0,01).Keywords: participation, perception, PHTABSTRAKPengendalian Hama Terpadu (PHT) is an attempt by the government to food self-sufficiency and improve the welfare of the farmer. Perception and participation is an important aspect that determines the success of PHT Program. This research aims to analyze the relationship between perception with participation level of field paddy farmer in PHT Program in Karangwangi Village and to analyze the relationship between participation level of field paddy farmer with success rate of PHT Program in Karangwangi Village. This research are use survey metode with quantitative approach supported by qualitative data. For relationship analysis in this research used statistic test of rank spearman. Based on data result, the perception was in the neutral category. The level of participation in the medium category. PHT Program success rate was in the medium category. Statistic test result is explain there is relationship between perception and participation level (rs: 0,888; p < 0,01) and there is a relationship between participation level and PHT Program success rate (rs: 0,869; p < 0,01).Keyword: participation, perception, PHT

Filter by Year

2017 2025