cover
Contact Name
Mahmudi Siwi
Contact Email
Mahmudi Siwi
Phone
-
Journal Mail Official
mahmudisiwi@apps.ipb.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM]
ISSN : 23388021     EISSN : 23388269     DOI : -
JURNAL SAINS KOMUNIKASI DAN PENGEMBANGAN MASYARAKAT [JSKPM] merupakan jurnal ilmiah nasional yang menyajikan artikel-artikel hasil penelitian, review dan editorial dalam ilmu sosiologi, antropologi, politik, komunikasi, ekologi manusia, psikologi sosial, agraria, kependudukan, pendidikan, penyuluhan, tatakelola sumberdaya alam, pengembangan masyarakat dan corporate social responsibility.
Arjuna Subject : -
Articles 514 Documents
Kemampuan Aparat Pemerintah Desa dan Efektivitas Pengelolaan Keuangan Desa Yunianingrum, Yunianingrum; Kolopaking, Lala M
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol 2, No 4 (2018)
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (66.407 KB) | DOI: 10.29244/jskpm.2.4.495-508

Abstract

The capability of rural government officials has an important role in the effectiveness of village financial management. This research’s objectives are to analyze the capability of rural government officials, to analyze the effectiveness of village financial management and to analyze the relationship between rural government officials' capability to the effectiveness of village financial management in two villages, Bringinwareng village and Guyangan village. The results show that there is a diversity of capabilities of rural government officials. Bringinwareng village (good financial management) has a good officials capability compared to Guyangan village (poor financial management) that has the capability of officials at a moderate level. The level of effectiveness of the financial management of Bringinwareng village is better because transparency, accountability, participation, and ratios of village financial effectiveness tend to be high. In contrast to Guyangan village which has moderate effectiveness due to low transparency, moderate accountability and participation, but has a high ratio of village financial effectiveness. Based on the results of research that has been tested statistically shows that there is a correlation between the capability of rural government officials with the effectiveness of village financial management, both in Bringinwareng village and Guyangan village.Keywords: rural government officials, capability, village financial management ABSTRAKKemampuan aparat pemerintah desa memiliki perananan penting dalam keefektifan pengelolaan keuangan desa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan aparat pemerintah desa, menganalisis keefektifan pengelolaan keuangan desa dan menganalisis hubungan kemampuan aparat pemerintah desa terhadap efektivitas pengelolaan keuangan desa di dua desa, yaitu Desa Bringinwareng dan Desa Guyangan. Hasil penelitian menunjukkan ada keragaman kemampuan aparat pemerintah desa. Desa Bringinwareng (pengelolaan keuangan baik) memiliki kemampuan aparat yang baik dibandingkan Desa Guyangan (pengelolaan keuangan kurang baik) yang memiliki kemampuan aparat pada tingkat sedang. Tingkat efektivitas pengelolaan keuangan Desa Bringinwareng lebih baik, karena transparansi, akuntabilitas, partisipatif, dan rasio efektivitas keuangan desa cenderung tinggi. Berbeda dengan Desa Guyangan yang memiliki efektivitas sedang karena transparansi yang rendah, akuntabilitas dan partisipatif yang sedang, tetapi memiliki rasio efektivitas keuangan desa yang tinggi. Berdasarkan hasil penelitian yang telah diuji secara statistik menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara kemampuan aparat pemerintah dengan efektivitas pengelolaan keuangan desa, baik di Desa Bringinwareng maupun di Desa Guyangan.Kata kunci: aparat pemerintah desa, kemampuan, pengelolaan keuangan desa
E-Voting Kepala Desa dan Modal Sosial Afifah, Khaulah; Kolopaking, Lala M; Barlan, Zessy Ardinal
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol 2, No 6 (2018)
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (186.368 KB) | DOI: 10.29244/jskpm.2.6.759-772

Abstract

Head of a village election with e-voting system is a new thing for community The success level of e-voting system can be reached by fulfil several principles in order to the implementation going effective and the result of the election can be accepted by all. The objectives of this research is to analyze the relation between the success level of e-voting system with social capital of the community. This research is carried out with the quantitative approach and supported by qualitative data. This research takes 60 respondents using simple random sampling technique. The results showed that the success level of e-voting has a correlation with the level of social capital of the community. Based on the field study, the social capital of the community is classified as high. The high social capital makes the implementation of e-voting successful and the success level is also high, because in the election ten years ago occurred a conflict. The community considers e-voting easier and more practical, cost effective and time-saving, and the results of e-voting are also reliable. A practical and fast of e-voting system can be a solution especially for “rural-urban” community who are busy or work outside the village.Keywords: E-voting, the success level of the system, social capital Pemilihan kepala desa dengan sistem e-voting merupakan hal yang baru bagi masyarakat. Keberhasilan penerapan sistem e-voting dilihat dari terpenuhinya beberapa prinsip agar penerapannya berlangsung efektif dan hasilnya dapat diterima oleh seluruh masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan tingkat keberhasilan sistem e-voting dalam pemilihan kepala desa dengan tingkat modal sosial masyarakat. Bentuk penelitian ini adalah penelitian kuantitatif yang didukung oleh analisis data kualitatif. Penelitian ini mengambil enam puluh responden dengan teknik simple random sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat keberhasilan e-voting memiliki hubungan dengan tingkat modal sosial masyarakat. Berdasarkan kajian di lapang, modal sosial masyarakat tergolong tinggi. Tingginya modal sosial tersebut membuat pelaksanaan e-voting berhasil dan tingkat keberhasilannya juga tergolong tinggi karena pada pemilihan sepuluh tahun silam sempat terjadi konflik. Masyarakat menganggap sistem evoting lebih mudah dan praktis, hemat dalam segi biaya dan waktu, serta hasil dari pemilihan juga dapat dipertanggungjawabkan. Sistem e-voting yang praktis dan cepat dapat menjadi solusi khususnya bagi masyarakat daerah “desa-kota” yang memiliki kesibukan atau pekerjaan di luar desa.Kata Kunci: E-voting, keberhasilan sistem, modal sosial. 
Ketahanan Pangan di Kampung Adat dan Non-Kampung Adat Perdanaputra, Fauzi; Prasodjo, Nuraini Wahyuning
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol 2, No 5 (2018)
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (284.67 KB) | DOI: 10.29244/jskpm.2.5.567-580

Abstract

The aims of this research are to analyze the differences of local wisdom and food security household in an indigenous village and non-indigenous village and to analyze the correlation between local wisdom and food security. Research respondents are housewives or housewives who also act as head of household. The research method used a quantitative approach with questionnaire instruments supported by qualitative data with in-depth interview. The results show that there are the difference of food security in Ciptagelar Village and Tonjong II Village which the level of household local wisdom and food security in Kampung Ciptagelar is higher than in Kampung Tonjong II. In addition, from the three dimensions of local wisdom tested, there are two dimensions that have a positive and quite strong relationship with food security, that is the dimensions of local knowledge and community solidarity and compliance with rules and leaders.Keywords: Food Security, Indigenous Village, Local Wisdom, Non-Indigenouse VillageABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan kearifan lokal dan ketahanan pangan rumah tangga di Kampung adat dan non-kampung adat serta menganalisis hubungan antara kearifan lokal dengan ketahanan pangan. Responden penelitian merupakan ibu rumah tangga atau ibu rumah tangga yang juga berperan sebagai kepala rumah tangga. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan instrumen kuesioner yang didukung dengan data kualitatif dengan metode wawancara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan tingkat ketahanan pangan di Kampung Ciptagelar dan Kampung Tonjong II yang mana tingkat kearifan lokal dan tingkat ketahanan pangan rumah tangga di Kampung Ciptagelar lebih tinggi dibandingkan dengan Kampung Tonjong II. Selain itu, dari tiga dimensi kearifan lokal yang diuji, terdapat dua dimensi yang memiliki hubungan positif dan cukup kuat dengan ketahanan pangan yakni dimensi pengetahuan lokal dan solidaritas masyarakat dan kepatuhan pada aturan serta pemimpin. Kata kunci: Kampung Adat, Kearifan Lokal, Ketahanan Pangan, Non-kampung Adat
Hubungan Partisipasi Masyarakat dengan Keberlanjutan Ekologi, Sosial-Budaya dan Ekonomi dalam Ekowisata Religi Rachman, Mohammad Irfan; Mardiana, Rina
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol 2, No 4 (2018)
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (201.728 KB) | DOI: 10.29244/jskpm.2.4.509-524

Abstract

Community-based ecotourism is a rural development through a tourism sector that not only sell natural resources but also contributes to environmental conservation and the active participation of communities as managers. The religious ecotourism of Kampung Batusuhunan is tourism that prioritizes the conservation of the environment by combining religious culture and the community's participation. The objective of this reseach is to analyze the relationship of community participation with the sustainability of ecology, socio-cultural and economic used quantitative research methods supported by qualitative data. The results of the research showed there is a strong and significant relationship between community participation with socio-cultural sustainability, while community participation with ecology and economic sustainability shows a moderate and significant correlation. Keywords : community’s empowerment, co-management, ecotourism, sustainability ABSTRAKEkowisata berbasis masyarakat merupakan pengembangan pedesaan melalui sektor pariwisata yang tidak hanya menjual sumberdaya wisata yang masih alami, namun juga berkontribusi terhadap upaya konservasi lingkungan serta peningkatan partisipasi aktif masyarakat sebagai pengelola. Ekowisata religi Kampung Batusuhunan merupakan pariwisata yang mengedepankan konservasi lingkungan dengan memadukan kebudayaan agama serta partisipasi masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan partisipasi masyarakat dengan keberlanjutan ekologi, sosial-budaya dan ekonomi masyarakat dengan menggunakan metode penelitian kuantitatif yang didukung dengan data kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang kuat dan signifikan antara partisipasi masyarakat dengan keberlanjutan sosial-budaya, sedangkan partisipasi masyarakat dengan keberlanjutan ekologi dan keberlanjutan ekonomi menunjukkan hubungan yang cukup dan signifikan.Kata Kunci : ekowisata, keberlanjutan, pengelolaan, pemberdayaan masyarakat
Hubungan Strategi Komunikasi Corporate Social Responsibility dengan Pembentukan Citra Perusahaan Karballa, Fathimah Zahra; Sarwoprasodjo, Sarwititi
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol 2, No 6 (2018)
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (586.316 KB) | DOI: 10.29244/jskpm.2.6.773-782

Abstract

Corporate image is an important thing for a company that always needs to be built and maintained in the community. One of the important things in the effort of forming corporate image is the communication of company activity especially CSR activity. CSR activities are important because in this case, companies can engage directly with the community around the factory. Communicating the company's CSR activities by applying the chosen communication strategy by the company that adapts to the condition of the community The purpose of this research is to identify the communication strategy of CSR and corporate characteristic as message source with corporate image. The subject of this research is the community around PTPN VIII in Patengan Village, Rancabali Sub District, Bandung District. This research used a quantitative approach supported by qualitative data. The technique analysis using correlation test. The result shows a relation between the communication strategy of CSR and corporate characteristic as message source with corporate image. Keywords : Communication Strategy, Corporate Image, Corporate Social Responsibility. ABSTRAK Citra perusahaan merupakan suatu hal penting bagi perusahaan yang senantiasa perlu dibangun dan dipertahankan di masyarakat. Salah satu hal yang penting dalam upaya pembentukan citra perusahaan ialah pelaporan aktifitas perusahaan terutama aktifitas CSR. Aktifitas CSR menjadi penting karena dalam hal inilah perusahaan dapat terlibat secara langsung dengan masyarakat sekitar. Pelaporan aktifitas CSR perusahaan dilakukan dengan menerapkan strategi komunikasi yang dipilih oleh perusahaan yang menyesuaikan dengan kondisi masyarakat sekitarnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi hubungan strategi komunikasi CSR dan karakteristik perusahaan sebagai pengirim pesan dengan citra perusahaan. Subjek penelitian ini merupakan masyarakat sekitar Pabrik PTPN VIII di Desa Patengan, Kecamatan Rancabali, Kabupaten Bandung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif yang didukung oleh data kualitatif. Teknik yang digunakan adalah uji korelasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara strategi komunikasi CSR dan karakteristik pengirim pesan dengan citra perusahaan. Kata Kunci : Citra Perusahaan, Corporate Social Responsibility, Strategi Komunikasi.
Hubungan Gaya Kepemimpinan Ketua dan Efektivitas Kelompok Wanita Tani TOGA Syahroni, Iqbal; Amanah, Siti
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol 2, No 4 (2018)
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (305.211 KB) | DOI: 10.29244/jskpm.2.4.441-454

Abstract

Leadership in a group can be seen through its effectiveness in group productivity, and goal attainment rate. Leadership style is a factor that influencing group effectivity. there are four leadership style: directive, supportive, participative, and achievement-oriented. Group effectivity is parted into productivity rate and goal attainment rate. The research objective was to analyze the correlation between leadership style and group effectivity. A census was conducted at Benteng Village involving two KWTs, namely KWT Benteng  Sejahtera (14 members) and KWT Puring (17 members). Data were collected through questionnaires, direct observation, and in-depth interviews. Data were analyzed using Rank Spearman correlation. Research’s results showed that the leadership style of KWT Puring and KWT Benteng Sejahtera are not dominated by just one style, the KWT leaders are showing the effectiveness in a situational condition. KWT Puring and KWT Benteng Sejahtera’s Participative leadership style are correlated with productivity rate, while KWT Benteng Sejahtera’s achievement-oriented leadership style is correlated with goal attainment rate.Keywords: goal attainment rate, leadership style, productivity rate, women farmer groups ABSTRAK Kepemimpinan dalam kelompok berpengaruh terhadap perkembangan anggota dan pencapaian tujuan kelompok. Gaya kepemimpinan ketua merupakan faktor yang mempengaruhi efektivitas kelompok, termasuk kelompok wanita tani (KWT). Terdapat empat gaya kepemimpinan: direktif, suportif, partisipatif, dan achievement-oriented. Efektivitas kelompok dapat dilihat dari tingkat partisipasi anggota dan tingkat pencapaian  tujuan kelompok. Tujuan penelitan ini adalah menganalisis hubungan antara gaya kepemimpinan dan efektivitas kelompok. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Benteng, Ciampea, Kabupaten Bogor, dengan kasus KWT Benteng Sejahtera (14 anggota) dan KWT Puring (17 anggota). Data diperoleh secara sensus, didukung wawancara mendalam dan pengamatan langsung di lapangan. Data diolah menggunakan Rank Spearman untuk melihat hubungan antara gaya kepemimpinan, dukungan eksternal, kedinamisan kelompok dan efektivitas kelompok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada gaya kepemimpinan yang dominan dilakukan oleh ketua KWT Puring maupun KWT Benteng Sejahtera karena ketua lebih mengutamakan situasi yang akan dihadapi. Gaya kepemimpinan partisipatif ketua KWT Puring dan KWT Benteng Sejahtera menunjukkan hubungan positif dengan tingkat partisipasi, sedangkan gaya kepemimpinan achievement-oriented ketua KWT Benteng Sejahtera berhubungan positif dengan tingkat pencapaian tujuan kelompok.Kata kunci : gaya kepemimpinan, kelompok wanita tani, tingkat pencapaian tujuan, tingkat partisipasi.
Pengaruh Bank Sampah terhadap Perilaku Pengelolaan Sampah Rumah Tangga dan Pendapatan Nasabah Fikriyyah, Dary Farah; Adiwibowo, Soeryo
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol 2, No 6 (2018)
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (98.327 KB) | DOI: 10.29244/jskpm.2.6.703-716

Abstract

The purpose of this study is to describe the waste bank system particularly in two waste bank at Bogor, to analyze the influence of waste bank to daily behaviour of the waste bank’s member, and to analyze the effect of the waste bank to the respondent’s household income. This study was conducted on two different waste banks. The study interviewed 60 respondents that consist of 30 respondents of Bank Sampah Melati and 30 respondents of Bank Sampah Cilung in Bogor, West Java. The result of the research shows that, first, transaction and non-transaction activity of waste bank significantly affect the behaviour of household waste management. Second, the results of the study indicate that the waste bank does not significantly affect household income. The income of respondent’s household increase around only 0.34% to 0.68% per month per household depending on the saving intensity, type of waste as well as the amount of waste to be saving.Keywords: waste bank, behaviour, waste management, household income  ABSTRAKTujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripikan sistem kegiatan bank sampah pada dua bank sampah di Bogor, Jawa Barat. Selain itu penelitian juga bertujuan untuk menganalisis pengaruh bank sampah terhadap perilaku pengelolaan sampah rumah tangga nasabah dan menganalisis pengaruh bank sampah terhadap pendapatan rumah tangga nasabah. Penelitian dilakukan dengan 60 orang responden, yakni 30 orang responden Bank Sampah Melati dan 30 orang responden Bank Sampah Cilung yang keduanya berada di Bogor, Jawa Barat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, pertama, kegiatan transaksi dan kegiatan non transaksi bank sampah dapat berpengaruh signifikan terhadap perilaku pengelolaan sampah rumah tangga pada responden kedua bank sampah. Kedua, hasil penelitian menunjukkan bahwa bank sampah tidak mempengaruhi pendapatan rumah tangga secara signifikan namun dapat memberikan tambahan pendapatan bagi rumah tangga responden. Pendapatan rumah tangga responden bertambah sekitar 0.34% sampai 0.68% dari pendapatan rata-rata rumah tangga per bulannya. Besar pendapatan hasil tabungan sampah terebut bergantung pada intensitas menabung, jenis sampah, dan jumlah sampah yang ditabung. Kata Kunci : bank sampah, perilaku, pengelolaan sampah, pendapatan rumah tangga
Hubungan Dinamika Kelompok dan Keberdayaan Peternak dengan Keberhasilan Program Kelompok Peternak Sapi Potong Romadhon, Muhammad; Saleh, Amiruddin
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol 2, No 5 (2018)
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (369.61 KB) | DOI: 10.29244/jskpm.2.5.603-616

Abstract

A group approach having an excess because its scope broader, and in accordance with communal culture of the people. Group dynamics and independency farmers become a yardstick to judge whether the programs the government (the course of development) involving group cattle farmers cut is sustainable or not, so that it can be evaluated for sustainability the next. The purpose of research are (1) analyze group dynamics formed in the group spr mega jaya, (2) analyzed levels of independency of farmers in the farmers spr mega jaya, (3) analyze relations group dynamics and independency of farmers with the success kejar farmers spr mega jaya. Data analysis of analysis descriptive statistics (a frequency, the percentage, on the average), and statistic analysis inferential by test a correlation coefficient rank the spearman. The research results show that group dynamics spr mega jaya tends in category high, and independency of farmers spr mega jaya tends in category enough, while test relations shows that there is a positive connection welfare between group dynamics the cattle farmer and independency of farmers with the success kejar cattle farmers cut. This means that the more dynamic group spr mega jaya and independency of felt farmers high, so the success of the program group farmers who reached the higher.Keywords: group dynamics, independency of groups, sekolah peternakan rakyatABSTRAKPendekatan kelompok memiliki kelebihan karena cakupannya yang lebih luas, dan sesuai dengan budaya masyarakat komunal. Dinamika kelompok dan keberdayaan peternak menjadi tolok ukur untuk menilai apakah program pemerintah (program pembangunan) yang melibatkan kelompok peternak sapi potong bersifat sustainable atau tidak, sehingga dapat dievaluasi untuk keberlanjutan program selanjutnya. Tujuan dari penelitian adalah (1) menganalisis dinamika kelompok yang terbentuk dalam kelompok SPR Mega Jaya, (2) menganalisis tingkat keberdayaan peternak pada kelompok peternak SPR Mega Jaya, (3) menganalisis hubungan dinamika kelompok dan keberdayaan peternak dengan keberhasilan program kelompok peternak SPR Mega Jaya. Analisis data berupa analisis statistik deskriptif (frekuensi, persentase, rata-rata), dan analisis statistik inferensial dengan uji koefisien korelasi rank Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dinamika kelompok SPR Mega Jaya cenderung pada kategori tinggi, dan keberdayaan peternak SPR Mega Jaya cenderung pada kategori cukup, sedangkan uji hubungan menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif signifikan antara dinamika kelompok peternak dan keberdayaan peternak dengan keberhasilan program kelompok peternak sapi potong. Hal ini berarti bahwa semakin dinamis kelompok SPR Mega Jaya dan keberdayaan yang dirasakan peternak tinggi, maka keberhasilan program kelompok peternak yang tercapai semakin tinggi.Kata kunci: dinamika kelompok, keberdayaan kelompok, sekolah peternakan rakyat
Hubungan antara Karakteristik dan Peran Kerja Istri Nelayan dengan Kontribusinya dalam Pendapatan Rumah Tangga Khairiyah, Yunicha; Sunito, Melani Abdulkadir
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol 2, No 5 (2018)
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (97.103 KB) | DOI: 10.29244/jskpm.2.5.653-666

Abstract

Fishermen’s work is characterized by low and fluctuating income due to weather and season factors. Therefore, the wife’s productive work and income is important contribution to household income. The objectives of this study are to (1) Describe the fisherman wife’s characteristics, working roles, and income contribution ; (2) Analyze the relationship between characteristics and working roles of fisherman’s wife; and (3) Analyze the relationship between characteristics and working role of fisherman’s wife with their contribution to the household income. The research was conducted in Cidadap Village in Sukabumi using survey method and supported by qualitative data, and using a Chi-Square analysis test. Forty respondents were chosen purposively. The statistic test indicated that there is no relation between the characteristic of fisherman’s wife with their working role, but both the type of wife’s work and the type of husband’s work were significantly related to the contribution of women’s income to the household.Key words: fisherman, fisherman wife’s working role ; wife’s contribution  to household incomeABSTRAKMasyarakat nelayan sampai saat ini identik dengan kemiskinan dan pendapatan tidak menentu karena faktor cuaca dan musim, sehingga istri perlu bekerja produktif dan memberi kontribusi pendapatan untuk mencukupi kebutuhan rumah tangga. Tujuan penelitian ini adalah untuk (1) Mendeskripsikan karakteristik, peran kerja, dan kontribusi pendapatan istri nelayan; (2) Menganalisis hubungan antara karakteristik dengan peran kerja istri nelayan; serta (3) Menganalisis hubungan antara karakteristik dan peran kerja istri nelayan dengan kontribusi pendapatan rumah tangga. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Cidadap dengan metode kuantitatif yaitu survei yang didukung data kualitatif, dan menggunakan uji analisis Chi Square. Responden sebanyak 40 orang dipilih secara purposive. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa karakteristik istri nelayan dengan peran kerja perempuan tidak memiliki hubungan, sedangkan karakteristik dan peran kerja istri nelayan yang berhubungan dengan kontribusi pendapatan perempuan adalah jenis pekerjaan perempuan dan pekerjaan suami.Kata kunci: Nelayan, Peran Kerja Istri Nelayan, Kontribusi Istri dalam Pendapatan Rumah Tangga
Pencapaian Program Keluarga Harapan (PKH) Wulandari, Wulandari; Muljono, Pudji
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol 2, No 4 (2018)
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (85.553 KB) | DOI: 10.29244/jskpm.2.4.525-538

Abstract

One of the main problems of development that experienced by Indonesia at this time is the high number of poor people. In order to accelerate poverty reduction and the development of policy in the field of social protection for families very poor households, the government issued a policy that is Family Hope Program. Family Hope Program is a social assistance that realized by cash, education and health are addressed to very poor households particularly who has a 0-15 years old and pregnant mother/ postpartum. The purpose of this research is to identify the achievement of the Family Hope Program in Tedunan, Kedung district, Jepara regency. This research was conducted with a quantitative approach that is supported by qualitative data. The method used in this research is survey method with 40 respondent.Key words: family hope program , policy, povertyABSTRAKSalah satu masalah utama pembangunan yang dialami oleh Indonesia saat ini adalah tingginya jumlah penduduk miskin. Dalam rangka percepatan penanggulangan kemiskinan sekaligus pengembangan kebijakan di bidang perlindungan sosial bagi keluarga Rumah Tangga Sangat Miskin (RTSM), pemerintah mengeluarkan sebuah kebijakan yaitu Program Keluarga Harapan (PKH). Program Keluarga Harapan adalah bantuan sosial yang diwujudkan dengan bantuan tunai, pendidikan dan kesehatan yang ditujukan kepada Rumah Tangga Sangat Miskin (RTSM) khususnya yang memiliki anak usia 0-15 tahun dan ibu hamil/nifas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi pencapaian Program Keluarga Harapan (PKH) di Desa Tedunan, Kecamatan Kedung, Kabupaten Jepara. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kuantitatif yang didukung dengan data kualitatif. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey dengan responden sebanyak 40 orang.Kata kunci: kebijakan, kemiskinan, PKH

Page 8 of 52 | Total Record : 514


Filter by Year

2017 2025