cover
Contact Name
Mahmudi Siwi
Contact Email
Mahmudi Siwi
Phone
-
Journal Mail Official
mahmudisiwi@apps.ipb.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM]
ISSN : 23388021     EISSN : 23388269     DOI : -
JURNAL SAINS KOMUNIKASI DAN PENGEMBANGAN MASYARAKAT [JSKPM] merupakan jurnal ilmiah nasional yang menyajikan artikel-artikel hasil penelitian, review dan editorial dalam ilmu sosiologi, antropologi, politik, komunikasi, ekologi manusia, psikologi sosial, agraria, kependudukan, pendidikan, penyuluhan, tatakelola sumberdaya alam, pengembangan masyarakat dan corporate social responsibility.
Arjuna Subject : -
Articles 514 Documents
Partisipasi dan Efektivitas Pengembangan Ekonomi Mikro Pinjaman Bergulir BUMDES di Desa Cilebut Barat Kabupaten Bogor Satia, Siti Ramlah; Sadono, Dwi
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol 2, No 6 (2018)
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jskpm.2.6.783-792

Abstract

Village Owned Enterprise is an economic institution established in rural Indonesia and aims to develop the economy of rural communities. Rural economic development through BUMDes is inseparable from community participation. The purpose of this study is to analyze the relationship of internal and external factors with the participation of service business unit of revolving BUMDes program; and the relationship of participation with the level of effectiveness of micro economic development of BUMDes in West Cilebut Village. This research uses a quantitative approach supported by qualitative data. The number of respondents in this study were 45 respondents. The results showed that community participation in the revolving business unit of BUMDes program had low participation rate. Internal factors that have a relationship with participation is the level of income. External factors with the level of participation have a strong relationship that is the level of availability of facilities and infrastructure. This study also found that the effectiveness of the program is low. The level of participation with the effectiveness of the program that has a relationship is the goal of the program.Keywords: BUMDes, Participation Level, Program Effectiveness,  Revolving Loans ABSTRAKBadan Usaha Milik Desa adalah  sebuah lembaga ekonomi yang dibentuk di pedesaan Indonesia dan bertujuan  mengembangkan ekonomi masyarakat desa. Pembangunan ekonomi masyarakat melalui BUMDes tidak terlepas dari partisipasi masyarakat. Tujuan  penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan faktor internal dan eksternal dengan partisipasi penerima layanan unit usaha pinjaman bergulir program BUMDes; serta hubungan partisipasi dengan tingkat efektivitas pengembangan ekonomi kelompok kecil BUMDes di Desa Cilebut Barat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif yang didukung oleh data kualitatif. Jumlah responden pada penelitian ini sebanyak 45 orang responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa partisipasi masyarakat dalam unit usaha pinjaman bergulir program BUMDes memiliki tingkat partisipasi rendah. Faktor internal yang  memiliki hubungan dengan partisipasi adalah tingkat pendapatan. Faktor eksternal dengan tingkat partisipasi memiliki  hubungan yang kuat yaitu tingkat ketersediaan sarana dan prasarana. Penelitian ini pun menemukan bahwa tingkat efektivitas program tergolong rendah. Tingkat partisipasi dengan tingkat efektivitas program yang memiliki hubungan adalah tujuan program.Kata Kunci: BUMDes, Pinjaman Bergulir, Tingkat Partisipasi, Efektivitas  Program
Gaya Kepemimpinan Tokoh Informal dan Tingkat Partisipasi Masyarakat dalam Program Desa Mandiri Pangan Fitriadi, Mochammad Yunus Gerry; Sumardjo, Sumardjo; Hamzah, Hamzah
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol 2, No 4 (2018)
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (290.866 KB) | DOI: 10.29244/jskpm.2.4.455-464

Abstract

Some studies show that community participation in the Demapan program is relatively low. This study aims to analyze the relationship between informal leader?s leadership style with the level of community participation in the Demapan program and to analyze what factors are related to the level of community participation in the Demapan program. This research method is surveyed by cluster random sampling technique. This research relies on the analysis of theory about the informal leader?s leadership style that effectively increases the community participation in Demapan program is democratic. Factors that related positivity to community participation are the age of program participants, government support and suitability of facilities and infrastructure especially business equipment and capital support. To increase the effectiveness of community participation in the Demapan program is to change the style of leadership of informal leaders who tend laissez-faire into a style of democratic leadership.Keywords: Rural, Leadership Style, Participation Level of Community, Informal Leader ABSTRAKBeberapa penelitian menunjukkan partisipasi masyarakat dalam program Demapan relatif rendah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan gaya kepemimpinan tokoh informal dengan tingkat partisipasi masyarakat dalam program Demapan dan menganalisis faktor apa saja yang berhubungan dengan tingkat partisipasi masyarakat dalam program Demapan. Metode penelitian ini adalah survey dengan teknik cluster random sampling. Penelitian ini bertumpu pada analisis teori tentang gaya kepemimpinan tokoh informal yang efektif meningkatkan partisipasi masyarakat dalam program Demapan adalah demokratis. Faktor yang berhubungan positif dengan partisipasi masyarakat adalah usia peserta program, dukungan pemerintah dan kesesuaian sarana dan prasarana terutama peralatan usaha dan dukungan modal. Untuk meningkatkan keefektifan partisipasi masyarakat dalam program Demapan yaitu merubah gaya kepemimpinan tokoh informal yang cenderung laissez faire menjadi gaya kepemimpinan demokratis.Kata kunci: Desa, Gaya Kepemimpinan, Partisipasi Masyarakat, Tokoh Informal
Peran Pengelolaan Hutan Berbasis Masyarakat (PHBM) dengan Strategi Nafkah Rumahtangga Desa Sekitar Hutan Yuliasih, Yuliasih; Sihaloho, Martua
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol 2, No 6 (2018)
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (86.538 KB) | DOI: 10.29244/jskpm.2.6.717-730

Abstract

Community-Based Forest Management is designed as a livelihood system for participating in CBFM villages. This study aims to analyze the relationship between direct and indirect utilization to livelihood structures, and livelihood structures to livelihood strategies. The research method used is quantitative approach with survey method on 40 respondents and supported by the qualitative approach to obtain qualitative data derived from the role of community-based forest management. Quantitative data analysis was done by Rank Spearman correlation test. Livelihood structures show the utilization of forest from PHBM agriculture sector has an impact for pesanggem who has low-income amount of 47 percent, for pesanggem has high and medium income amount of 35 percent.  The result correlation between the direct and indirect utilization with livelihood structure there are no correlations, while the livelihood structure of the pesanggem household has a relationship to the livelihood strategy. Keywords: livelihood strategy, livelihood structures, PHBM, utilization ABSTRAKPengelolaan Hutan Berbasis Masyarakat dirancang sebagai sistem nafkah bagi desa peserta PHBM. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pemanfaatan langsung dan tidak langsung terhadap struktur nafkah, serta struktur nafkah dengan strategi nafkah.  Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan metode survei pada 40 responden dan didukung pendekatan kualitatif sehingga diperoleh data kualitatif yang berasal dari peran PHBM. Analisis data kuantitatif dilakukan dengan uji korelasi Rank Spearman. Struktur nafkah menunjukan pemanfaatan hasil sumberdaya hutan dari sektor pertanian PHBM memiliki pengaruh untuk pesanggem yang bergolongan pendapatan rendah sebesar  47 persen sedangkan golongan tinggi dan sedang sebesar 35 persen. Hasil korelasi hubungan antara pemanfaatan langsung dan tidak langsung dengan struktur nafkah tidak terjadi hubungan, sedangkan struktur nafkah rumahtangga pesanggem memiliki hubungan terhadap strategi nafkah.Kata Kunci : pemanfaatan, PHBM, strategi nafkah, struktur nafkah
Keragaan Praktik Kearifan Lokal dan Keberlanjutan Hutan Nagari Muhammad, Aditya; Saharuddin, Saharuddin
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol 2, No 5 (2018)
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (298.443 KB) | DOI: 10.29244/jskpm.2.5.667-680

Abstract

Local wisdom is very influential in forest conservation, for indigenous forest communities to have sustainable functions either from the environmental or ecological, economic and socio-cultural fields. The objectives of this study were to: (1) analyze the nagari forest management practices, (2) Analyze the values and practices of local wisdom on the management of nagari forests, (3) analyze the sustainability of nagari forests, (4) to analyze the relation of nagari forest management practices to the sustainability of forests nagari. Research methods used to explore facts, data, and information in this study used a quantitative approach with a questionnaire supported by in-depth interviews and observation. The results of this study indicate that there is a unidirectional relationship between the indicators of the characteristics of the Nagari forest and the sustainability of the Nagari forest consisting of ecological, socio-cultural and economic sustainability. On the other hand, the management practices of nagari forests are linked to the sustainability of nagari forests but not significant. Keywords: Forest sustainability, Local wisdom ABSTRAK Kearifan lokal sangat berpengaruh didalam pelestarian hutan, bagi masyarakat adat hutan memiliki fungsi yang berkelanjutan baik itu dari bidang lingkungan atau ekologi, ekonomi dan sosial-budaya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk : (1) menganalisis praktik pengelolaan hutan nagari, (2) Menganalisis nilai dan praktik kearifan lokal pada pengelolaan hutan nagari, (3) menganalisis keberlanjutan hutan nagari, (4) menganalisis hubungan praktik pengelolaan hutan nagari dengan keberlanjutan hutan nagari. Metode penelitian yang digunakan untuk menggali fakta, data, dan informasi dalam penelitian ini digunakan pendekatan kuantitatif dengan kuesioner yang didukung dengan wawancara mendalam dan observasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang tidak searah antara indikator-indikator karakteristik hutan nagari dengan keberlanjutan hutan nagari yang terdiri dari keberlanjutan ekologi, sosial-budaya dan ekonomi. Di sisi lain, praktik pengelolaan hutan nagari memiliki hubungan dengan keberlanjutan hutan nagari namun tidak signifikan.Kata Kunci : Kearifan lokal, Keberlanjutan hutan
Kapasitas Adaptasi dan Resiliensi Komunitas Menghadapi Bencana Erupsi Gunung Merapi Dillashandy, Nyimas Ayu; Panjaitan, Nurmala K
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol 2, No 5 (2018)
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (260.232 KB) | DOI: 10.29244/jskpm.2.5.617-626

Abstract

Mount Merapi eruption has occurred several times in Indonesia and the biggest eruption that last occurred in 2010. The community were suffered losses and were affected by eruptions. The purposes of this research are to analyze community resilience, to analyze the level of vulnerability, and to analize the community adaptive capacity. The research using a quantitative approach supported by qualitative data. Simple random sampling technique is used as the sampling method and the informant was taken purposively. The results of this research showed that when the eruption occurred the community has a high vulnerability. The adaptive capacity is also high with innovative learning based on institutional memory and supported by the connectedness. Communities achieve resilience and can adapt to changes with high adaptive capacity.  Keywords: adaptive capacity, community resilience, eruption, vulnerability ABSTRAK Erupsi Gunung Merapi sudah terjadi beberapa kali di Indonesia dan erupsi terbesar yang terjadi terakhir kalinya yaitu pada tahun 2010. Komunitas mengalami berbagai kerugian dan terkena dampak dari erupsi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis resiliensi komunitas, menganalisis tingkat kerentanan komunitas, dan menganalisis kapasitas adaptasi komunitas. Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan pendekatan kuantitatif yang didukung oleh data kualitatif. Pemilihan responden dilakukan dengan teknik sampel acak sederhana sedangkan pemilihan terhadap informan dilakukan secara sengaja. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa saat erupsi terjadi komunitas memiliki kerentanan yang tinggi. Kapasitas adaptasi komunitas tinggi dengan adanya innovative learning yang didasari oleh pengetahuan dan pengalaman dan didukung oleh jaringan yang dimiliki. Komunitas berhasil mencapai resiliensi dan dapat beradaptasi dengan perubahan-perubahan dengan kapasitas adaptasi yang tinggi.Kata kunci : kapasitas adaptasi, kerentanan, erupsi, resiliensi komunitas
Hubungan Tingkat Partisipasi Laki-Laki dengan Tingkat Keberdayaan Ekonomi Perempuan Taufiqurrahman, Fahmi; Sumarti, Titik; Falatehan, Sriwulan Ferindian
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol 2, No 4 (2018)
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (324.124 KB) | DOI: 10.29244/jskpm.2.4.539-550

Abstract

World Bank Survey shows that 42,8% of formal SMEs are owned by women and 43% of formal SMEs in Indonesia also belong to women with a contribution of 9,1% to Indonesia?s GDP in 2013. Looking at the facts, the improvement of women?s economic empowerment becomes important in order to strengthen women?s bargaining position in the public sector. Although the program is aimed for women, in practice required the participation of men in supporting women?s economic empowerment in order to run balanced development. The purposes of this research are: (1) to identify factors affecting the level of men?s participation in supporting the economic activities of women, (2) to analyze the level of men?s participation, (3) to analyze the correlation between factors affecting the level of men?s participation with the level of men?s participation, (4) to analyze the economic empowerment level of women, (5) to analyze the correlation between the level of men?s participation with the economic empowerment level of women. The method used in this research is a survey method using a questionnaire to 35 respondents who are husbands of women Kharisma cooperative members who have a business. The results from this research shows: (1) the factors that affecting men?s participation are type of work, the income level, the education level, and the age of marriage, (2) the level of men?s participation at medium level (tokenism), (3) there isn?t significant correlation between factors that affecting level of participation with the level of men?s participation, (4) the level of women?s economic empowerment at the high level and, (5) there is a significant correlation between the level of men?s participation with the level of women?s economic empowerment.Keywords: Gender, participation, women?s empowerment ABSTRAK Survei yang dilakukan oleh Bank Dunia menunjukan sebanyak 42,8% UKM formal dimiliki oleh perempuan dan sebanyak 43% UKM formal di Indonesia juga milik perempuan dengan kontribusi sebesar 9,1% terhadap PDB Indonesia pada tahun 2013. Melihat fakta tersebut, peningkatan pemberdayaan ekonomi perempuan menjadi penting demi memperkuat bargaining position perempuan di sektor publik. Meskipun ditujukan untuk perempuan, dalam pelaksanaannya dibutuhkan partisipasi laki-laki dalam mendukung keberdayaan ekonomi perempuan agar pembangunan berjalan seimbang. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat partisipasi laki-laki, (2) mengidentifikasi tingkat partisipasi laki-laki, (3) menganalisis hubungan antara faktor-faktor yang mempengaruhi partisipasi laki-laki dengan tingkat partisipasi laki-laki, (4) mengidentifikasi tingkat keberdayaan ekonomi perempuan, (5) menganalisis hubungan antara tingkat partisipasi laki-laki dengan tingkat keberdayaan ekonomi perempuan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei dengan menggunakan kuesioner kepada 35 responden yang merupakan suami dari perempuan anggota koperasi Kharisma yang memiliki usaha. Hasil penelitian ini menunjukkan (1) faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat partisipasi laki-laki antara lain umur, jenis pekerjaan, tingkat pendapatan, tingkat pendidikan, dan lama perkawinan, (2) tingkat partisipasi laki-laki di Desa Sudajaya Girang termasuk ke dalam tingkat partisipasi sedang (tokenisme), (3) terdapat hubungan yang tidak signifikan antara faktor-faktor yang mempengaruhi partisipasi dengan tingkat partisipasi laki-laki, (4) tingkat keberdayaan ekonomi perempuan anggota koperasi tergolong tinggi, dan (5) terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat partisipasi laki-laki dengan tingkat keberdayaan ekonomi perempuan.Kata Kunci : Gender, partisipasi, pemberdayaan perempuan
Preferensi Penyuluh Pertanian dalam Menggunakan Media Komunikasi Derana, Putik Bunga; Hadiyanto, Hadiyanto
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol 2, No 6 (2018)
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (184.832 KB) | DOI: 10.29244/jskpm.2.6.803-812

Abstract

Agricultural extension is identical with the use of communication media either in searching for information or for delivering extension material. The objective of this research is to analyze the preferences of agricultural extension workers in using communication media, and how the relation of demographic and psychographic characteristics with the use of communication media. This research used a survey method to all agricultural extension workers of PNS and THL (42 respondents) residing in Balai Penyuluhan Pertanian I, VII, and X Kabupaten Bogor whose research location was chosen purposely. The result of this research shown that most agricultural extension workers have a preference for internet, books, leaflets, tabloids, magazines, and brochures as information media, and flipchart, photos and videos, slides, and leaflets as extension media. Then the demographic and psychographic characteristics tend not to have a correlation to the preferences of agricultural extension workers in using information and extension media.Keywords: agricultural extension workers, communication media, preferenceABSTRAK Penyuluhan pertanian identik dengan penggunaan media komunikasi baik dalam mencari informasi maupun untuk menyampaikan materi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis preferensi penyuluh pertanian dalam menggunakan media komunikasi, bagaimana hubungan karakteristik demografis dan psikografis dengan penggunaan media komunikasi. Penelitian ini menggunakan metode survei kepada seluruh penyuluh pertanian PNS dan THL (42 responden) yang berada di Balai Penyuluhan Pertanian I, VII, dan X Kabupaten Bogor yang lokasi penelitiannyanya dipilih secara sengaja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar penyuluh pertanian memiliki preferensi terhadap media internet, buku, leaflet, tabloid, majalah, dan brosur sebagai media informasi, sedangkan media flipchart, foto dan video, slide, dan leaflet sebagai media penyuluhan. Kemudian karakteristik demografis maupun psikografis cenderung tidak memiliki hubungan terhadap preferensi penyuluh pertanian dalam menggunakan media informasi dan penyuluhan. Kata Kunci: media komunikasi, penyuluh pertanian, preferensi.
Modal Sosial dan Partisipasi Masyarakat dalam Pembangunan Desa Wisata Tamansari di Kabupaten Banyuwangi Puspitaningrum, Eka; Lubis, Djuara P
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol 2, No 4 (2018)
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (483.84 KB) | DOI: 10.29244/jskpm.2.4.465-484

Abstract

Development can not be defined just only in terms of increasing access to resources or improving welfare, but also concerning how the benefits of the development are perceived by society as the main of development subject, especially in the tourism village development. In the implementation, the tourism village development requires social capital and active participation from the community. This research aims to identify the correlation of social capital and community participation in the tourism village development in Tamansari Village, Banyuwangi District. The results of research through the statistical tests showed that there is a strong correlation between the level of community participation with the level of tourism village development, and there is a sufficient correlation between the level of social capital with the level of community participation. This is due to the high driving factors of participation and social capital owned by the community so that the community has a good involvement in the implementation of the tourism village development in Tamansari Village.Keyword :driving participation factors, ocsial capital, participation, tourism village development ABSTRAKPembangunan tidak dapat didefinisikan hanya dalam arti peningkatan akses terhadap suatu sumber daya ataupun peningkatan kesejahteraan, tetapi juga menyangkut pada bagaimana manfaat itu dirasakan oleh masyarakat sebagai subjek pembangunan terutama dalam pembangunan desa wisata. Dalam pelaksanaannya, pembangunan desa wisata membutuhkan modal sosial dan partisipasi aktif dari masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan modal sosial dan partisipasi masyarakat dalam pembangunan desa wisata di Desa Tamansari Kabupaten Banyuwangi. Hasil penelitian yang diperoleh melalui uji statistik menunjukkan bahwa terdapat hubungan kuat antara tingkat partisipasi masyarakat dengan tingkat pembangunan desa wisata dan terdapat hubungan yang cukup antara tingkat modal sosial dengan tingkat partisipasi masyarakat. Hal ini dikarenakan tingginya faktor pendorong partisipasi serta modal sosial yang dimiliki masyarakat, sehingga masyarakat memiliki keterlibatan yang baik dalam pelaksanaan pembangunan desa wisata di Desa Tamansari.Kata kunci: faktor pendorong partisipasi, modal sosial, partisipasi, pembangunan desa wisata
Pengorganisasian Komunitas oleh Inovator Pertanian untuk Kesejahteraan Masyarakat Kusumawarta, Eka Prayoga; Sjaf, Sofyan
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol 2, No 6 (2018)
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (103.942 KB) | DOI: 10.29244/jskpm.2.6.731-744

Abstract

Improving the welfare of rural communities is not only done by the government, but can be done by an agricultural innovator. One of the steps to improve the welfare of rural communities by agricultural innovator is through community organizing. The process involves the community since identifying and determining the priorities of a need. The purpose of this research is to identify organizing and analyze the relationship with community welfare. The research used quantitative support by qualitative data anlysis. The result of the research that the organizing of agricultural innovator is at the level of development of local communities with the level of community welfare classified as moderate. So these finding concluded that the level of organizing an agricultural innovator is related to the level of community welfare. The sustainability of organizing an agricultural innovator is recommended for empowerment activities in the form of social planning and social action.Keyword: organizing , community welfare, empowerment ABSTRAKMeningkatkan kesejahteraan masyarakat di pedesaan bukan hanya dilakukan pemerintah, melainkan dapat dilakukan oleh seorang inovator pertanian. Salah satu langkah seorang inovator pertanian meningkatkan kesejahteraan masyarakat di pedesaan melalui pengorganisasian masyarakat. Proses melibatkan masyarakat sejak mengidentifikasi dan menentukan prioritas dari sebuah kebutuhan. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi pengorganisasian dan menganalisis hubungan pengorganisasian seorang inovator pertanian dengan kesejahteraan masyarakat. Bentuk penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif yang didukung oleh analisis data kualitatif. Hasil penelitian menemukan bahwa pengorganisasian seorang inovator pertanian menunjukkan level pengembangan komunitas lokal dengan tingkat kesejahteraan masyarakat tergolong sedang. Jadi temuan ini disimpulkan level pengorganisasian seorang inovator pertanian berhubungan dengan tingkat kesejahteraan masyarakat. Keberlanjutan dari pengorganisasian seorang inovator pertanian disarankan untuk melakukan kegiatan pemberdayaan dalam bentuk perencanaan sosial dan aksi sosial.Kata Kunci: pengorganisasian, kesejahteraan masyarakat, pemberdayaan
Peran Gender dalam Perekonomian Rumah Tangga Petani pada Masyarakat Adat Nugrahayuningtyas, Alifa; Wahyuni, Ekawati Sri
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol 2, No 5 (2018)
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1291.783 KB) | DOI: 10.29244/jskpm.2.5.581-602

Abstract

Ethnic communities in Indonesia mostly live in rural areas by making use of natural resources and agriculture as the main livelihood. The typical ordinance determines the gender division of labour carried out ethnic communities on the farming system. One of the ethnic communities in Central Java who live in rural areas and make use of natural resources for agricultural activity is community Samin. The purpose of this research, in general, is to analyzing the pattern of the division of gender roles in the household economy of the farmers in the indigenous communities. The research uses quantitative methods supported by qualitative methods. The research shows the principle of the sareng-sareng (together) is used on the farmer households in sedulur sikep. Division of labor in farmers houseolds of communities sedulur sikep is more flexible compared to the division of labor in farmers household of non sedulur sikep because work is done mostly in agriculture that makes it easy to switch roles in the division of laborKeywords: Ethnic communities, farming households, gender ABSTRAK Komunitas etnis di Indonesia sebagian besar hidup di daerah pedesaan dengan memanfaatkan sumberdaya alam dan menjadikan pertanian sebagai mata pencaharian utama. Tata cara yang khas menentukan pembagian kerja gender yang dilakukan komunitas etnis pada sistem pertanian. Salah satu komunitas etnis di Jawa Tengah yang hidup di pedesaan serta memanfaatkan sumberdaya alam untuk aktivitas pertanian adalah komunitas Samin. Tujuan penelitian ini secara umum yaitu menganalisis pola pembagian peran gender dalam perekonomian rumah tangga petani di masyarakat adat. Penelitian dilakukan dengan metode kuantitatif didukung dengan metode kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prinsip sareng-sareng (bersama-sama) digunakan pada rumah tangga petani di sedulur sikep. Pekerjaan yang dilakukan sedulur sikep sebagian besar di bidang pertanian memudahkan untuk penggantian peran dalam pembagian kerja sehingga pembagian kerja rumah tangga petani di komunitas sedulur sikep  lebih fleksibel dibandingkan dengan pembagian kerja rumah tangga petani di non sedulur sikep.Kata Kunci : Gender, komunitas etnis, rumah tangga petani

Page 9 of 52 | Total Record : 514


Filter by Year

2017 2025