cover
Contact Name
Mahmudi Siwi
Contact Email
Mahmudi Siwi
Phone
-
Journal Mail Official
mahmudisiwi@apps.ipb.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM]
ISSN : 23388021     EISSN : 23388269     DOI : -
JURNAL SAINS KOMUNIKASI DAN PENGEMBANGAN MASYARAKAT [JSKPM] merupakan jurnal ilmiah nasional yang menyajikan artikel-artikel hasil penelitian, review dan editorial dalam ilmu sosiologi, antropologi, politik, komunikasi, ekologi manusia, psikologi sosial, agraria, kependudukan, pendidikan, penyuluhan, tatakelola sumberdaya alam, pengembangan masyarakat dan corporate social responsibility.
Arjuna Subject : -
Articles 514 Documents
Hubungan antara Karakteristik dan Peran Kerja Istri Nelayan dengan Kontribusinya dalam Pendapatan Rumah Tangga Yunicha Khairiyah; Melani Abdulkadir Sunito
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol. 2 No. 5 (2018)
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jskpm.2.5.653-666

Abstract

Fishermen’s work is characterized by low and fluctuating income due to weather and season factors. Therefore, the wife’s productive work and income is important contribution to household income. The objectives of this study are to (1) Describe the fisherman wife’s characteristics, working roles, and income contribution ; (2) Analyze the relationship between characteristics and working roles of fisherman’s wife; and (3) Analyze the relationship between characteristics and working role of fisherman’s wife with their contribution to the household income. The research was conducted in Cidadap Village in Sukabumi using survey method and supported by qualitative data, and using a Chi-Square analysis test. Forty respondents were chosen purposively. The statistic test indicated that there is no relation between the characteristic of fisherman’s wife with their working role, but both the type of wife’s work and the type of husband’s work were significantly related to the contribution of women’s income to the household.Key words: fisherman, fisherman wife’s working role ; wife’s contribution  to household incomeABSTRAKMasyarakat nelayan sampai saat ini identik dengan kemiskinan dan pendapatan tidak menentu karena faktor cuaca dan musim, sehingga istri perlu bekerja produktif dan memberi kontribusi pendapatan untuk mencukupi kebutuhan rumah tangga. Tujuan penelitian ini adalah untuk (1) Mendeskripsikan karakteristik, peran kerja, dan kontribusi pendapatan istri nelayan; (2) Menganalisis hubungan antara karakteristik dengan peran kerja istri nelayan; serta (3) Menganalisis hubungan antara karakteristik dan peran kerja istri nelayan dengan kontribusi pendapatan rumah tangga. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Cidadap dengan metode kuantitatif yaitu survei yang didukung data kualitatif, dan menggunakan uji analisis Chi Square. Responden sebanyak 40 orang dipilih secara purposive. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa karakteristik istri nelayan dengan peran kerja perempuan tidak memiliki hubungan, sedangkan karakteristik dan peran kerja istri nelayan yang berhubungan dengan kontribusi pendapatan perempuan adalah jenis pekerjaan perempuan dan pekerjaan suami.Kata kunci: Nelayan, Peran Kerja Istri Nelayan, Kontribusi Istri dalam Pendapatan Rumah Tangga
Strategi Nafkah Penduduk Desa Sekitar Hutan Hizbullah, Abdul Wafa; Sihaloho, Martua; Sunito, Satyawan
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol. 3 No. 1 (2019)
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jskpm.3.1.%p

Abstract

Forests become a resource that has more meaning to the forest villagers living in the vicinity. Provision of livelihoods by forest areas becomes an option for the population to meet the needs of life and make a living strategy for their households. Therefore, the purpose of this study is to analyze the role of forests as a source of livelihood and livelihood strategies used by Sukawangi villagers. This research uses quantitative approach supported by qualitative data by taking 45 respondents. The results of this study indicate that the characteristics of households that use the livelihoods of forest areas are the population with the characteristics of middle age, low education level, and land control. People who use livelihoods in forest areas are more dominant in livelihood strategies in livelihood engineering compared to livelihoods and migration strategies. Characteristics of households that use non-forest area livelihoods are those with middle-age characteristics, low education level, and no land ownership. People who use non-forest area livelihoods are more dominant in livelihood strategies in multiple livelihood strategies.Keywords: forest, livelihood strategy, villagersABSTRAKHutan menjadi sebuah sumber daya yang memiliki arti lebih pada penduduk desa hutan yang tinggal di sekitarnya. Penyediaan akan sumber nafkah oleh kawasan hutan menjadi pilihan bagi penduduk untuk memenuhi kebutuhan hidup dan melakukan strategi nafkah bagi rumahtangganya. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis peran hutan sebagai sumber nafkah dan strategi nafkah yang digunakan oleh penduduk Desa Sukawangi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif didukung dengan data kualitatif dengan mengambil 45 orang responden. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa karakteristik rumahtangga yang menggunakan sumber nafkah kawasan hutan adalah penduduk dengan karakteristik usia menengah, tingkat pendidikan rendah, dan menguasai lahan. Penduduk yang menggunakan sumber nafkah kawasan hutan lebih dominan melakukan strategi nafkah pada rekayasa sumber nafkah dibandingkan dengan strategi pola nafkah dan migrasi. Karakteristik rumahtangga yang menggunakan sumber nafkah kawasan non-hutan adalah penduduk dengan karakteristik usia menengah, tingkat pendidikan rendah, dan tidak menguasai lahan. Penduduk yang menggunakan sumber nafkah kawasan non-hutan lebih dominan melakukan strategi nafkah pada strategi pola nafkah ganda.Kata kunci: hutan, penduduk desa, strategi nafkah
Analisis Gender pada Rumah Tangga Nelayan terhadap Fenomena Perubahan Iklim Rohmah Mustaurida; Sriwulan Ferindian Falatehan
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol. 4 No. 2 (2020)
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jskpm.4.2.137-154

Abstract

Climate change now is not only society in global level problem, but also at communities level. Shapes of climate change was happened in Sukajaya Lempasing village were flood, coastline change, and fishes habitat change. In fishermen household there were women and men who had different needs, roles, and division of labor. The purpose of this study were to identify shapes of climate change, to analyze the relationship between individual and household characteristics with access, decision making of resources, control, participation in social activities, and benefits gained in gender perspective, also to know vulnerability of coastal household in Sukajaya Lempasing village. The respondes were household with man leader and woman leader. This study was used quantitative and qualitative metodes. Rank Spearman test result showed there were individual and household caracteristics had highly corelation between (a) eduation with division of labour in productive role, (b) age and motivation be a fishermen with control of productive role, (c) age, experience of fishing, and mount of member in household with control in social role, (d) age and experience of fishing with division of labour and control of benefits gained.Keywords : Climate change, gender, fishermen householdABSTRAK Perubahan iklim kini bukan hanya masalah masyarakat pada tingkat global saja, tapi juga pada tingkat komunitas. Dapak perubahan iklim yang terjadi di Desa Sukajaya Lempasing seperti banjir/rob, perubahan garis pantai, dan perubahan habitat ikan berdampak pada rumah tangga nelayan. Rumah tangga terdiri dari individu perempuan dan laki-laki yang memiliki kebutuhan, peran, dan pembagian kerja yang bebeda. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi dampak perubahan iklim, menganalisis hubungan karakter individu dan rumah tangga terhadap pembagian kerja, pengambilan keputusan terhadap sumberdaya, kontrol, partisipasi, dan manfaat yang diperoleh dalam perspektif gender pada anggota rumah tangga nelayan, dan mengetahui kerentanan pada rumah tangga nelayan. Responden merupakan rumah tangga dengan kepala rumah tangga laki-laki dan perempuan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dan kualitatif. Hasil uji korelasi menggunakan Rank Spearman menunjukkan adanya variabel karakteristik individu dan rumah tangga yang signifikan, yaitu antara (a) pendidikan terhadap pembagian kerja dalam kegiatan produktif, (b) umur dan motivasi menjadi nelayan terhadap kontrol terhadap kegiatan produktif, (c) umur, lama menjadi nelayan, dan jumlah anggota rumah tangga terhadap kontrol dalam mengikuti kegiatan sosial, (d) umur dan lama menjadi nelayan terhadap pembagian kerja dan kontrol terhadap manfaat yang diperoleh.Kata Kunci : Perubahan iklim, gender, rumah tangga nelayan
Pengaruh Penyuluhan Pertanian terhadap Tingkat Produktivitas Padi Sawah Lidwina Amanda Hernalius; Sumardjo Sumardjo; Hamzah Hamzah
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol. 2 No. 3 (2018)
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jskpm.2.3.279-288

Abstract

The increasing of paddy productivity less significantly happened. This caused by the farmers limited abilities. The purpose of this research is to analyze the paddy productivity level happened. This research is using census approach and supported by qualitative data that is in-depth interview. The respondents consist of 60 people, splitted into two categories, the active farmers and the non-active farmers in the agricultural extension by using census method within the two groups of farmers. The results of this research shows that there is a real and positive influence of agricultural extension towards paddy productivity level.Keywords: agricultural extension, empowerment, paddy productivity level.---------------------------------ABSTRAKPeningkatan produktivitas padi kurang terjadi secara signifikan. Hal ini disebabkan oleh kemampuan petani yang masih terbatas. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis tingkat produktivitas padi yang terjadi. Penelitian ini menggunakan pendekatan sensus dan didukung oleh data kualitatif berupa wawancara mendalam. Responden terdiri atas 60 orang yang dibagi dua kategori yaitu petani aktif dan non aktif dalam kegiatan penyuluhan pertanian melalui metode sensus pada dua kelompok tani. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang nyata dan positif Penyuluhan pertanian terhadap peningkatan produktivitas padi sawah.Kata kunci: pemberdayaan, penyuluhan pertanian, tingkat produktivitas padi
The Influence of Group Leadership, Groupthink, and Tacit Knowledege in Group Decision Making: Case Groups Supervised by KSPPS Baytul Ikhtiar Aisyah Zahara; Sarwititi Sarwoprasodjo; Hamzah Hamzah
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol. 1 No. 4 (2017)
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jskpm.1.4.495-508

Abstract

Desicion making is the process of choosing alternative among several alternatives and can  be influence by many factors. Decision making can be happen on individual situation or group situation. The purposes of this research are: (1) to analyze the influence of group leadership on group decision making, (2) to analyze the influence of groupthink on group decision making, and (3) to analyze the influence of tacit knowledge on group decision making.  This is an explanatory research using quantitaive approach supported by qualitative data with the total of respondents 30 groups. The subject of this research are the groups under supervise BMT Koperasi Baytul Ikhtiar (BAIK) located in Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor. The technique analysis using regression test. The results of this research shows that there are a negative influence between groupthink on group decision making. Also there are a positive influence between tacit knowledge on group decision making.Keywords : groupthink, group leadership, group decision making, tacit knowledge===================================================ABSTRAKPengambilan keputusan adalah proses pemilihan alternatif dari berbagai alternatif-alternatif yang ada dan dipengaruhi berbagai faktor. Pengambilan keputusan dapat terjadi pada individu maupun kelompok. Tujuan penelitian ini adalah untuk: (1) menganalisis pengaruh kepemimpinan kelompok terhadap pengambilan keputusan, (2) menganalisis pengaruh groupthink terhadap pengambilan keputusan, dan (3) menganalisis pengaruh pengetahuan tacit terhadap pengambilan keputusan. Jenis penelitian ini adalah explanatory serta menggunakan pendekatan kuantitatif yang didukung oleh data kualitatif dengan responden sebanyak 30 kelompok. Subjek penelitian ini adalah kelompok-kelompok binaan BMT Koperasi Baytul Ikhtiar (BAIK) yang berlokasi di Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor. Teknik analisis yang digunakan adalah uji regresi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh negatif groupthink terhadap pengambilan keputusan. Lalu terdapat pengaruh positif pengetahuan tacit terhadap pengambilan keputusan.Kata Kunci : groupthink, kepemimpinan kelompok, pengambilan keputusan kelompok, pengetahuan tacit
Dampak Industrialisasi Pedesaan terhadap Modal Nafkah Rumah Tangga Sekitar Kawasan Industri Joko Hendra Saputra; Murdianto Murdianto
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol. 2 No. 1 (2018)
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jskpm.2.1.89-104

Abstract

ABSTRACTIndustry in real has been succsess improving economic of Indonesia since Soeharto’s regim and keep this development until now. Various of  industrial expansion areas has entered into rural areas of origin is an agricultural area in Indonesia. As an agricultural country, villagers in Indonesia, many are farmers and relies heavily on the availability of land. There are five capital used by farm households to survive and improve their lives there are natural capital, human capital, physical capital, financial capital and social capital. This study aims to analyze the impact of industrialization on ivelihood of farm households. The impact can be seen by the industry non-farm employment opportunities and the buying and selling of land. While living through the fifth capital capital income. The method used is quantitative methods (questionnaire), which is supported by qualitative data.Keywords: business opprtunity, livelihood assets, social changes---------------------------------ABSTRAKIndustri secara nyata telah berhasil meningkatkan perekonomian di Indonesia sejak era pemerintahan Presiden Soeharto dan terus dikembangkan hingga saat ini. Berbagai perluasan kawasan industri telah masuk ke daerah pedesaan yang asalnya merupakan daerah pertanian di Indonesia. Sebagai negara agraris, masyarakat desa di Indonesia banyak berprofesi sebagai petani dan sangat bergantung pada ketersediaan lahan. Terdapat lima modal yang digunakan oleh rumah tangga petani untuk dapat bertahan hidup dan meningkatkan kehidupan mereka yaitu modal alam, modal manusia, modal fisik, modal finansial dan modal sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak industrialisasi terhadap modal nafkah (livelihood assets) rumah tangga petani. Dampak industri dapat dilihat berdasarkan kesempatan bekerja non pertanian dan jual-beli lahan. Sementara itu modal nafkah melalui kelima modal nafkah. Metode yang digunakan adalah metode kuantitatif (kuesioner) yang didukung dengan data kualitatif.Kata kunci: Kesempatan usaha, livelihood assets, perubahan sosial.
Analisis Partisipasi Masyarakat dalam Pengelolaan Sumberdaya Pesisir Berbasis Co-Management. Kasus: Kadie Liya, Kecamatan Wangi-Wangi Selatan, Kabupaten Wakatobi Wibowo, Mochammad Faizal Arief; Satria, Arif
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol. 3 No. 2 (2019)
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jskpm.3.2.%p

Abstract

Co-management is an alternative model of coastal resources management requires multi-stakeholder integration and collaboration to maintain the sustainability of resources. This research aims to analyze implementation of Wakatobi collaborative coastal resource management and influence of internal and external factors to participation level of Liya community. This research is taking place on Kadie Liya, Wangi-Wangi Selatan district, Wakatobi. Method that used in this research is mix methods, combining qualitative and quantitative approach. Quantitative data analysis used simple linear regression test that tested to 45 respondents. The result of this research showed that implementation of Wakatobi collaborative coastal resource management has instructive type, both in decision making, implementation, monitoring and evaluation.  Generally, internal factors have no influence to Liya community level of participation. External factors have influence to community level of participation, especially in PAAP Kadie Liya program.Keywords: co-management, community participation, resources management, stakeholderABSTRAKCo-management merupakan sebuah model alternatif dari pengelolaan sumberdaya pesisir yang mensyaratkan adanya integrasi dan kolaborasi multipihak untuk menjaga keberlanjutan sumberdaya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi pengelolaan kolaboratif sumberdaya pesisir Wakatobi dan pengaruh faktor internal dan eksternal terhadap tingkat partisipasi masyarakat Liya. Penelitian ini berlokasi di Kadie Liya, Kecamatan Wangi-Wangi Selatan, Kabupaten Wakatobi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah mix methods, menggabungkan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Analisis data kuantitatif menggunakan uji regresi linear sederhana yang diujikan pada 45 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi pengelolan kolaboratif sumberdaya pesisir Wakatobi memiliki tipe instructive baik dalam pengambilan keputusan, pelaksanaan, pengawasan dan evaluasi. Secara umum, faktor internal tidak memiliki pengaruh nyata terhadap tingkat partisipasi masyarakat Liya. Faktor eksternal berpengaruh nyata terhadap tingkat partisipasi masyarakat, khususnya dalam Program PAAP Kadie Liya.Kata kunci: co-management, pengelolaan sumberdaya, partisipasi masyarakat, stakeholder
Analisis Gender dalam Upaya Adaptasi dan Mitigasi Perubahan Iklim Fadhilla Putri Ramadhani; Aida Vitayala S Hubeis
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol. 4 No. 2 (2020)
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jskpm.4.2.155-166

Abstract

Gekbrong Village is the only village in West Java designated as a pilot village in adaptation and mitigation of climate change programme called ‘Program kampung Iklim’ by the Ministry of Environment and Forestry in 2013. Adaptation and mitigation to climate change are not gender-neutral as women and men have the capacity, role, and contribution in adaptation and mitigation to climate change differently. However, gender bias in the activities leads to an imbalance in the capacity of adaptation and mitigation across gender to deal with climate change effects. The overall objective of the study was to analyze the role of gender in agricultural households and to analyze the relationship between gender roles in agricultural households with gender equality in adaptation and mitigation of climate change in agricultural households. This research uses quantitative data by survey method by using simple random sampling technique analyzed by cross-tabulation and Rank Spearman supported by qualitative data with an in-depth interview.Keywords : climate change, gender role, Program Kampung IklimABSTRAK Desa Gekbrong merupakan satu-satunya desa di Jawa Barat yang ditunjuk sebagai desa percontohan dalam kegiatan upaya adaptasi dan mitigasi perubahan iklim pada Program Kampung Iklim oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan di tahun 2013.  Pada dasarnya, adaptasi dan mitigasi perubahan iklim tidak netral gender karena perempuan dan laki-laki memiliki kapasitas, peran, dan berkontribusi secara berbeda. Namun adanya bias gender dalam penerapannya, upaya adaptasi dan mitigasi perubahan iklim menimbulkan ketidakadilan, salah satunya beban kerja ganda pada perempuan. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menganalisis hubungan antara karakteristik dan pembagian peran gender dalam rumah tangga pertanian dengan tingkat kesetaraan gender dalam upaya adaptasi dan mitigasi perubahan iklim. Penelitian ini menggunakan data kuantitatif metode survey, diolah dengan menggunakan teknik simple random sampling, dianalisis menggunakan tabulasi silang dan Rank Spearman, serta didukung data kualitatif dengan wawancara mendalam.Kata Kunci : peran gender, perubahan iklim, Program Kampung Iklim
Akses Masyarakat dalam Pemanfaatan Sumber Daya Air Amelia Ari Putri; Martua Sihaloho
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol. 2 No. 5 (2018)
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jskpm.2.5.681-692

Abstract

The existence of Constitution Number 7 the Year 2004 on Water Resources become the foundation of open opportunity for water commercialization and commodification. The private sector has opportunity in water concessions through the granting of entitlements that lead to changes in resource ownership regimes. The establishment of water company makes the abundance of water resources that can be utilized by the community to fulfil their socio-economic needs being reduced. Villagers often mean that the presence of the private sector will reduce water utilization in their area, thus feeling their access to water use will be limited. This study aims to analyze the influence of community access in utilizing water resources to socio-economic conditions of society. This research is located in Sukamantri Village, Tamansari District, Bogor Regency, West Java. The method used to extract facts, data, and information in the research is the quantitative approach through survey method with questionnaires and supported by qualitative data through interview and literature study until obtained by analysis result that access of water resources utilization by society influence their socioeconomic.Keywords: Access, regime property, socio-economic, water resources ABSTRAKAdanya UU Nomor 7 Tahun 2004 tentang Sumber Daya Air menjadikan landasan terbukanya kesempatan bagi upaya komersialisasi dan komodifikasi air. Sektor swasta berkesempatan dalam pengusahaan air lewat pemberian hak guna usaha yang menyebabkan terjadinya perubahan rezim kepemilikan sumber daya. Berdirinya Perusahaan air membuat kelimpahan sumber daya air yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat untuk memenuhi kebutuhan sosial ekonominya menjadi berkurang. Masyarakat desa sering memaknai bahwa kehadiran pihak swasta akan mengurangi pemanfaatan air di wilayah mereka, sehingga merasa akses mereka dalam pemanfaatan air akan terbatasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh akses masyarakat dalam memanfaatkan sumber daya air terhadap kondisi sosial ekonomi masyarakat. Penelitian ini berlokasi di Desa Sukamantri, Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Metode yang digunakan untuk menggali fakta, data, dan informasi dalam penelitian adalah pendekatan kuantitatif melalui metode survei dengan kuesioner, dan didukung oleh data kualtitatif melalui wawancara dan studi literatur hingga diperoleh hasil analisis bahwa akses pemanfaatan sumber daya air oleh masyarakat mempengaruhi kondisi sosial ekonomi masyarakat.Kata kunci: Akses, rezim kepemilikan, sumber daya air, sosial ekonomi
Hubungan Tingkat Partisipasi dengan Kemandirian Anggota Program Koperasi Pembiayaan Ekonomi Kelurahan Posdaya M Khoirun Najib; Rilus A Kinseng
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol. 2 No. 5 (2018)
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jskpm.2.5.693-702

Abstract

Village Economic Financing Cooperative (KPEK) is one of the Posdaya programs that aimed at empowerment in economic development through entrepreneurship training and savings-and-loans activities to members of the program. This research aims to analyze the relationship of internal and external support factors with the level of participation, also to analyze relationship between participation level with the level of independence KPEK Posdaya members. This research uses quantitative methods and supported by qualitative data. The results showed that internal factors such as age, education level, income level were the significantly negative relationship with the level of participation, but length became of a member of KPEK were a significantly positive relationship with the level of participation. The external factor; the quality of managerial interaction with members has a moderate relationship with the participation level of KPEK members, while service quality of manager to members has a weak relationship with participation level. The result of the statistical test also shows that the level of participation related to the level of independence KPEK Posdaya participant.Keywords: empowerment, independence, KPEK Program, participation, Posdaya ABSTRAK Koperasi Pembiayaan Ekonomi Kelurahan (KPEK) merupakan salah satu program Posdaya yang bertujuan untuk pemberdayaan dalam pengembangan di bidang ekonomi melalui kegiatan pelatihan kewirausahaan dan simpan pinjam kepada masyarakat anggota program. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan faktor pendukung internal dan eksternal dengan tingkat partisipasi serta hubungan tingkat partisipasi dengan tingkat kemandirian anggota KPEK Posdaya. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif yang didukung dengan data kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor internal yaitu usia, tingkat pendidikan, tingkat pendapatan berhubungan nyata negatif dengan tingkat partisipasi, namun lama menjadi anggota KPEK berhubungan nyata positif dengan tingkat partisipasi. Faktor eksternal, yaitu kualitas interaksi pengelola dengan anggota memiliki hubungan moderat dengan tingkat partisipasi anggota KPEK Posdaya, sedangkan pada kualitas pelayanan pengelola terhadap anggota memiliki hubungan yang lemah dengan tingkat partisipasi.  Hasil uji statistik juga menunjukkan tingkat partisipasi berhubungan dengan tingkat kemandirian anggota KPEK Posdaya.Kata Kunci : kemandirian, partisipasi, pemberdayaan, Posdaya, Program KPEK

Filter by Year

2017 2025