cover
Contact Name
Mahmudi Siwi
Contact Email
Mahmudi Siwi
Phone
-
Journal Mail Official
mahmudisiwi@apps.ipb.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM]
ISSN : 23388021     EISSN : 23388269     DOI : -
JURNAL SAINS KOMUNIKASI DAN PENGEMBANGAN MASYARAKAT [JSKPM] merupakan jurnal ilmiah nasional yang menyajikan artikel-artikel hasil penelitian, review dan editorial dalam ilmu sosiologi, antropologi, politik, komunikasi, ekologi manusia, psikologi sosial, agraria, kependudukan, pendidikan, penyuluhan, tatakelola sumberdaya alam, pengembangan masyarakat dan corporate social responsibility.
Arjuna Subject : -
Articles 514 Documents
Analisis Jaringan Komunikasi Tingkat Kelompok dalam Gapoktan Asri Sulistiawati
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol. 2 No. 2 (2018)
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jskpm.2.2.155-168

Abstract

This study aims to: (1) identify the structure of communication within the gapoktan and farmer gropus, (2) identify the role of the individual in the communication structure This study is quantitative research support by qualitative data. This study is descriptive correlational  with the analysis unit consisting of individual analysis units totaling 102 people, as well as the unit of analysis group consisting of four groups of farmers who are members of the Gapoktan in the Laladon Village, Ciomas subdistrict, Bogor regency. For identifying the communication networks, this study use UCINET VI software. The result showed that the density of group depend on the numbers of member in the group. KWT Sejahtera is one of the group which is has highest centrality and the Mandiri II farmer group has the lowest centrality because this group has many isolate members.Keywords: centralization, communication network, farmer group---------------------------- ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi struktur komunikasi antar anggota kelompok tani yang tergabung dalam gabungan kelompok tani (gapoktan) Tani Berkah. Lebih lanjut, penelitian ini juga bertujuan untuk mengidentifikasi peranan individu di dalam jaringan komunikasi kelompok tani. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif melalui metode sensus dengan jumlah keseluruhan responden sebanyak 102 orang yang terdistribusi ke dalam empat kelompok tani. Dalam menganalisis jaringa komunikasi, penelitian ini menggunakan analisis sosiometri melalui perangkat UCINET VI. Penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat kepadatan dalam jaringan komunikasi kelompok bergantung pada jumlah anggota kelompok itu sendiri. Adapun Kelompok Wanita Tani Sejahtera merupakan kelompok dengan derajat sentralitas paling tinggi yang ditunjukkan dengan diagram sosiometri yang paling memusat dan paling sedikit memiliki anggota yang menjadi isolate.Kata Kunci: jaringan, sentralisasi, sosiometri
Halaman Cover Ivanovich Agusta
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol. 1 No. 4 (2017)
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jskpm.1.4.i-iii

Abstract

http://ejournal.skpm.ipb.ac.id/index.php/jskpm/article/view/269
Hubungan Strategi Komunikasi Corporate Social Responsibility dengan Pembentukan Citra Perusahaan Fathimah Zahra Karballa; Sarwititi Sarwoprasodjo
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol. 2 No. 6 (2018)
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jskpm.2.6.773-782

Abstract

Corporate image is an important thing for a company that always needs to be built and maintained in the community. One of the important things in the effort of forming corporate image is the communication of company activity especially CSR activity. CSR activities are important because in this case, companies can engage directly with the community around the factory. Communicating the company's CSR activities by applying the chosen communication strategy by the company that adapts to the condition of the community The purpose of this research is to identify the communication strategy of CSR and corporate characteristic as message source with corporate image. The subject of this research is the community around PTPN VIII in Patengan Village, Rancabali Sub District, Bandung District. This research used a quantitative approach supported by qualitative data. The technique analysis using correlation test. The result shows a relation between the communication strategy of CSR and corporate characteristic as message source with corporate image. Keywords : Communication Strategy, Corporate Image, Corporate Social Responsibility. ABSTRAK Citra perusahaan merupakan suatu hal penting bagi perusahaan yang senantiasa perlu dibangun dan dipertahankan di masyarakat. Salah satu hal yang penting dalam upaya pembentukan citra perusahaan ialah pelaporan aktifitas perusahaan terutama aktifitas CSR. Aktifitas CSR menjadi penting karena dalam hal inilah perusahaan dapat terlibat secara langsung dengan masyarakat sekitar. Pelaporan aktifitas CSR perusahaan dilakukan dengan menerapkan strategi komunikasi yang dipilih oleh perusahaan yang menyesuaikan dengan kondisi masyarakat sekitarnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi hubungan strategi komunikasi CSR dan karakteristik perusahaan sebagai pengirim pesan dengan citra perusahaan. Subjek penelitian ini merupakan masyarakat sekitar Pabrik PTPN VIII di Desa Patengan, Kecamatan Rancabali, Kabupaten Bandung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif yang didukung oleh data kualitatif. Teknik yang digunakan adalah uji korelasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara strategi komunikasi CSR dan karakteristik pengirim pesan dengan citra perusahaan. Kata Kunci : Citra Perusahaan, Corporate Social Responsibility, Strategi Komunikasi.
Pengaruh Perubahan Status dalam Karir Rumah Tangga Pasca Perceraian/Perpisahan terhadap Karir Migrasi: Suatu Tinjauan Lifecourse Dina Nurdinawati
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol. 2 No. 2 (2018)
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jskpm.2.2.271-278

Abstract

Not all marriages or cohabitation (walking together without marriage bonds) runs lasting. Some of them end in divorce or separation. The aspect of a post-divorce household career is an interesting thing to be noticed. Their current status which is no longer with their partner, but not as free as the unmarried individual makes them have unique migration characteristics. The aim this literature study is intended to study the state of the art on relaltioship between migration and life-Course, especially in migration careers (trend patterns, frequency, distance, and direction) that change as a result of changes in household career status after divorce. This literature study yields three important findings. First, people who experience separation or divorce have frequencies moving more frequently than other marital statuses. Secondly, the average distance of migration to persons who are divorced or separated is shorter than those with single status and first marriage. Where, the shortest distance experienced by men who are divorced and have children. Third, in terms of direction, people who are divorced or separated will tend to stay in the city, while people who are married or paired back tend to live in sub-urban or rural areas.Keywords: divorc , lifecourse, migration career.---------------------------ABSTRAKTidak semua pernikahan ataupun cohabitation (hidup bersama tanpa ikatan prnikahan) berjalan langgeng. Beberapa diantaranya berkahir dengan perceraian atau perpisahan. Aspek karir rumah tangga pasca perceraian merupakan hal yang menarik untuk menjadi perhatian. Statusnya yang kini tak lagi bersama pasangannya, namun tak sebebas individu yang belum menikah menjadikannya memiliki karakteristik migrasi yang unik. Penulisan studi literatur ini dimaksudkan untuk mempelajari “state of the art” (penelitian-penelitian terkini) tentang kaitan Migrasi dan Life-Course, khususnya mempelajari karir migrasi (kecenderungan pola, frekuensi, jarak, dan arah) yang berubah sebagai akibat dari perubahan status dalam karir rumah tangga pasca perceraian/perpisahan. Studi literatur ini menghasilkan tiga temuan penting. Pertama, orang yang mengalami perpisahan atau perceraian memiliki frekuensi berpindah yang lebih sering dari status perkawinan lainnya. Kedua, rata-rata jarak migrasi pada orang-orang yang berstatus bercerai atau berpisah lebih pendek dari mereka yang berstatus lajang dan pernikahan pertama. Dimana, jarak terpendek dialami oleh laki-laki yang berstatus bercerai dan memiliki anak. Ketiga, dari segi arah, orang yang berstatus bercerai atau berpisah akan cenderung untuk tinggal di kota, sedangkan orang yang berstatus menikah atau berpasangan kembali cenderung untuk tinggal di daerah sub urban atau perdesaan.Kata kunci: karir migrasi, life course , perceraian.
Hubungan Modal Sosial dengan Partisipasi Kelompok Tani dalam Koperasi Pondok Pesantren (Kopontren) Irfan Fadhlurrahman; Saharuddin Saharuddin
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol. 2 No. 3 (2018)
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jskpm.2.3.347-362

Abstract

ABSTRACTCooperatives as one of the sectors of economic power that is considered the most suitable developed in Indonesia, because formed by members and aims for the welfare of its members. Pesantren as a grassroots Islamic educational institution also develops Koperasi Pondok Pesantren (Kopontren) by fostering farmer groups. The purpose of this study is to analyze the relationship of individual characteristics (age, education level, length of work, and income level), social capital, and participation of farmer group members in Kopontren Alif agribusiness activities. The result of the research shows that there is no significant correlation between individual characteristic with social capital and participation, except the age relation with participation, but the relation is negative. While social capital with participation has a significant and strong relationship. This is due to the high social capital with the participation of farmer group members in the activities of Kopontren Alif agribusiness.Keywords: farmer groups, individual characteristic, kopontren, social capital, participation. ABSTRAKKoperasi sebagai salah satu sektor kekuatan ekonomi yang dianggap paling cocok dikembangkan di Indonesia, karena dibentuk oleh anggota dan bertujuan untuk kesejahteraan anggotanya. Pesantren sebagai lembaga pendidikan Islam yang bersifat akar rumput turut mengembangkan koperasi pondok pesantren (Kopontren) dengan membina kelompok tani. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis hubungan karakteristik individu (usia, tingkat pendidikan, lama bekerja, dan tingkat pendapatan), modal sosial, dan partisipasi anggota kelompok tani binaan dalam kegiatan agribisnis Kopontren Alif. Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan signifikan antara karakteristik individu dengan modal sosial dan partisipasi, kecuali hubungan usia dengan partisipasi, namun hubungannya negatif. Sedangkan modal sosial dengan partisipasi memiliki hubungan yang signifikan dan kuat. Hal ini dikarenakan tingginya modal sosial dengan partisipasi anggota kelompok tani dalam kegiatan agribisnis Kopontren Alif.Kata kunci: karakteristik individu, kelompok tani, kopontren, modal sosial, partisipasi.
Partisipasi dan Efektivitas Pengembangan Ekonomi Mikro Pinjaman Bergulir BUMDES di Desa Cilebut Barat Kabupaten Bogor Siti Ramlah Satia; Dwi Sadono
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol. 2 No. 6 (2018)
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jskpm.2.6.783-792

Abstract

Village Owned Enterprise is an economic institution established in rural Indonesia and aims to develop the economy of rural communities. Rural economic development through BUMDes is inseparable from community participation. The purpose of this study is to analyze the relationship of internal and external factors with the participation of service business unit of revolving BUMDes program; and the relationship of participation with the level of effectiveness of micro economic development of BUMDes in West Cilebut Village. This research uses a quantitative approach supported by qualitative data. The number of respondents in this study were 45 respondents. The results showed that community participation in the revolving business unit of BUMDes program had low participation rate. Internal factors that have a relationship with participation is the level of income. External factors with the level of participation have a strong relationship that is the level of availability of facilities and infrastructure. This study also found that the effectiveness of the program is low. The level of participation with the effectiveness of the program that has a relationship is the goal of the program.Keywords: BUMDes, Participation Level, Program Effectiveness,  Revolving Loans ABSTRAKBadan Usaha Milik Desa adalah  sebuah lembaga ekonomi yang dibentuk di pedesaan Indonesia dan bertujuan  mengembangkan ekonomi masyarakat desa. Pembangunan ekonomi masyarakat melalui BUMDes tidak terlepas dari partisipasi masyarakat. Tujuan  penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan faktor internal dan eksternal dengan partisipasi penerima layanan unit usaha pinjaman bergulir program BUMDes; serta hubungan partisipasi dengan tingkat efektivitas pengembangan ekonomi kelompok kecil BUMDes di Desa Cilebut Barat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif yang didukung oleh data kualitatif. Jumlah responden pada penelitian ini sebanyak 45 orang responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa partisipasi masyarakat dalam unit usaha pinjaman bergulir program BUMDes memiliki tingkat partisipasi rendah. Faktor internal yang  memiliki hubungan dengan partisipasi adalah tingkat pendapatan. Faktor eksternal dengan tingkat partisipasi memiliki  hubungan yang kuat yaitu tingkat ketersediaan sarana dan prasarana. Penelitian ini pun menemukan bahwa tingkat efektivitas program tergolong rendah. Tingkat partisipasi dengan tingkat efektivitas program yang memiliki hubungan adalah tujuan program.Kata Kunci: BUMDes, Pinjaman Bergulir, Tingkat Partisipasi, Efektivitas  Program
Dampak Penyaluran Zakat terhadap Pemberdayaan dan Peningkatan Taraf Hidup Masyarakat Pedesaan Kamelia, Dina Syaila; Siwi, Mahmudi
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol. 3 No. 1 (2019)
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jskpm.3.6.%p

Abstract

Empowerment is one of many ways to raise someone’s level to be more confident in applying the skills it possesses. The distribution of zakat maal in the form of business capital loan is one of many forms of sustainable empowerment. Empowerment, in this case, could affect the community’s participation and community’s living standard. The purpose of this research was to identify the impact of empowerment in the distribution of zakat maal in the form of a business capital loan to the community’s participation and living standard using a quantitative approach with survey method. The results of this research showed that empowerment through zakat maal distribution of the mosque succeeded to increase knowledge and awareness of the community about productive zakat so that improved the participation of the community to use business loan service from the baitul maal mosque. The majority of the people who participated in the distribution of zakat maal in this mosque can improve their living standards as income and residential facilities. Keywords: Community empowerment, living standards, zakat maal ABSTRAK Pemberdayaan merupakan salah satu cara untuk mengangkat derajat seseorang untuk lebih percaya diri dalam menerapkan keterampilan yang dimilikinya. Penyaluran zakat maal dengan bentuk pinjaman modal usaha merupakan salah satu bentuk pemberdayaan yang berkelanjutan. Pemberdayaan dalam hal ini dapat berpengaruh terhadap partisipasi dan tingkat taraf hidup masyarakat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dampak  pemberdayaan dalam penyaluran zakat maal berupa modal usaha terhadap partisipasi dan tingkat taraf hidup masyarakat melalui pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemberdayaan melalui penyaluran zakat maal masjid berhasil meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai zakat produktif sehingga memunculkan adanya partisipasi masyarakat untuk menggunakan pelayanan pinjaman modal usaha dari baitul maal masjid. Mayoritas masyarakat yang berpartisipasi dalam penyaluran zakat maal masjid ini dapat meningkatkan taraf hidupnya seperti pendapatan, dan fasilitas tempat tinggal.Kata Kunci : Pemberdayaan masyarakat, taraf hidup, zakat maal
Analisis Gender pada Rumah Tangga Buruh Industri Konveksi Tas Sastia Ardianingtyas; Dina Nurdinawati
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol. 2 No. 6 (2018)
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jskpm.2.6.813-826

Abstract

Economic demands increase and low level of education makes woman involved making a living for survive. An example is become industrial labor. In reality, their household conditions are affected by the multiple workloads. Women’s involvement in the industrial sector is increase, both industrial labors with putting out system or not. The research aims to analyze the level of equality gender on female bag convection industrial labor household. This research uses quantitative research method supported by qualitative data. Respondents in this research are female bag convection industrial labor household in Loram Kulon village, Jati sub-district, Kudus district. The result shows there are relation between husband’s education level and number of family dependents industrial labor nonPOS with access equality’s level. The level of access, control, and gender equality of industrial labor nonPOS has significant relation with welfare level. The level of gender equality of industrial labor nonPOS more equal than industrial labor POS. The level of welfare of industrial labor nonPOS more equal than industrial labor POS.Keywords: gender analysis, bag convection labor, householdsABSTRAKTuntutan ekonomi yang semakin meningkat dan tingkat pendidikan yang rendah membuat perempuan terlibat dalam mencari nafkah untuk bertahan hidup. Salah satu contohnya sebagai buruh industri. Pada pelaksanaannya, kondisi rumah tangga perempuan yang ikut mencari nafkah mengalami pengaruh akibat beban kerja ganda yang diberikan. Keterlibatan perempuan di sektor industri semakin meningkat, baik buruh industri yang pekerjaannya dibawa pulang maupun tidak. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis tingkat kesetaraan gender pada rumah tangga perempuan buruh konveksi tas. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kuantitatif didukung dengan data kualitatif. Responden dari penelitian ini adalah rumah tangga buruh industri konveksi tas di Desa Loram Kulon, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan antara tingkat pendidikan suami dan jumlah tanggungan buruh konveksi tas nonPOS dengan tingkat kesetaraan akses. Tingkat kesetaraan akses, kontrol, dan gender buruh nonPOS memiliki hubungan yang signifikan dengan tingkat kesejahteraan. Tingkat kesetaraan gender buruh nonPOS lebih setara dibandingkan rumah tangga buruh POS. Tingkat kesejahteraan buruh nonPOS cenderung lebih setara dibandingkan rumah tangga buruh POS.Kata kunci: analisis gender, buruh konveksi tas, rumah tangga
Partisipasi dan Pelaksanaan Fungsi Tugas Kelompok Pos Pemberdayaan Keluarga Massaid, Gunung Aji; Lubis, Djuara P
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol. 3 No. 2 (2019)
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jskpm.3.2.%p

Abstract

Family resilience and welfare are the conditions that the government expected to fulfill family function. One out of the ways is creating a Family Empowerment Post (Posdaya). Posdaya Tunas Harapan has an important function in the family development process. Participation of its members is an important part in the sustainability of a program. Participation can be seen by the planning, implementation, enjoyment, and evaluation. Indeed, the Posdaya group has a task function directly related to participation. Indicators of the group task function are member satisfaction, information acceptance, and task coordination, which is used to motivate members to achieve group’s goals. This research was conducted in Sukawening Village, Dramaga District, Bogor Regency. The purpose of this research is to analyze participation in the Posdaya program, as well as its impact on the task function of the Posdaya group. This research used quantitative research method with survey method supported by qualitative data. The results showed that the function of group tasks on the posdaya program was significantly influenced by the implementation stage of the members in each participation in the program.Keywords: factors of participation, group duty functions, participation ratesABSTRAKKetahanan dan kesejahteraan keluarga adalah kondisi yang diharapkan pemerintah dalam memenuhi fungsi keluarga. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan dibuatnya program Pos Pemberdayaan Keluarga (Posdaya). Posdaya Tunas Harapan memiliki fungsi penting dalam proses pembangunan keluarga. Partisipasi anggotanya merupakan bagian penting dalam keberlangsungan suatu program. Partisipasi dilihat mulai pada tahap perencanaan, pelaksanaan, menikmati hasil, dan evaluasi. Sejatinya kelompok Posdaya mempunyai fungsi tugas yang berkaitan langsung dengan partisipasi. Indikator dari fungsi tugas kelompok tersebut adalah kepuasan anggota, penerimaan informasi, dan koordinasi tugas, yang digunakan untuk memotivasi anggota untuk mencapai tujuan kelompok. Penelitian ini dilakukan di Desa Sukawening, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis partisipasi dalam program posdaya, serta pengaruhnya terhadap fungsi tugas kelompok posdaya tersebut. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan metode survei yang didukung dengan data kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fungsi tugas kelompok pada program posdaya dipengaruhi secara signifikan oleh tahap pelaksanaan anggota dalam setiap keikutsertaannya pada program.Kata kunci: faktor-faktor partisipasi, fungsi tugas kelompok, partisipasi
Analisis Partisipasi Petani dalam Asuransi Pertanian Mega Nabilla Ardiana; Ivanovich Agusta
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol. 2 No. 6 (2018)
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jskpm.2.6.793-802

Abstract

Farmers participation is crucial for succeeding in the implementation of agricultural insurance in Indonesia. The purposes of this research are analyzing farmers' form and level of participation and also identifying some factors affecting farmer’s participation in agricultural insurance. The research was conducted in Curug Bitung Village, District of Nanggung, Bogor Regency involving 40 respondents. Primary data includes farmers characteristics, farmers participation form and farmers participation level as program beneficiaries. The data were processed using multivariable linear regression test. The results showed that the intensity of communication, age, education level, income level and length of stay did not significantly affect the participation level of farmers whose majority were at the level of no participation. Non-compliance occurs during program implementation. The form of participation shown by farmers in the program is varied.Keywords:  agricultural insurance, internal and external factors, farmers' participation ABSTRAK Partisipasi petani menjadi hal yang penting dalam rangka menyukseskan penerapan asuransi pertanian di Indonesia. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis bentuk dan tingkat partisipasi petani dalam asuransi pertanian serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi partisipasi petani dalam program asuransi pertanian. Penelitian dilakukan di Desa Curug Bitung, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor dengan melibatkan 40 responden. Data primer meliputi karakteristik petani, bentuk partisipasi petani dan tingkat partisipasi petani penerima program. Data diolah menggunakan uji regresi linier multivariable. Hasil penelitian menunjukkan intensitas komunikasi, usia, tingkat pendidikan, tingkat pendapatan dan lama tinggal tidak berpengaruh secara signifikan terhadap tingkat partisipasi petani yang  mayoritas berada pada tingkatan tidak ada partisipasi. Ketidaksesuaian banyak terjadi selama penyelenggaraan program. Adapun bentuk partisipasi yang ditunjukkan petani dalam program bervariasi.Kata kunci: asuransi pertanian, faktor internal-eksternal, partisipasi petani

Filter by Year

2017 2025