cover
Contact Name
Mahmudi Siwi
Contact Email
Mahmudi Siwi
Phone
-
Journal Mail Official
mahmudisiwi@apps.ipb.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM]
ISSN : 23388021     EISSN : 23388269     DOI : -
JURNAL SAINS KOMUNIKASI DAN PENGEMBANGAN MASYARAKAT [JSKPM] merupakan jurnal ilmiah nasional yang menyajikan artikel-artikel hasil penelitian, review dan editorial dalam ilmu sosiologi, antropologi, politik, komunikasi, ekologi manusia, psikologi sosial, agraria, kependudukan, pendidikan, penyuluhan, tatakelola sumberdaya alam, pengembangan masyarakat dan corporate social responsibility.
Arjuna Subject : -
Articles 514 Documents
Strategi, Kerentanan, dan Resiliensi Nafkah Rumahtangga Petani di Daerah Rawan Bencana Banjir Stevani Brigita; Martua Sihaloho
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol. 2 No. 2 (2018)
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jskpm.2.2.239-254

Abstract

Flooding is a natural disaster that provides various impacts on life, especially for the survival of farm households. Farmers in doing the farming certainly depends on the nature and weather. Floods certainly have an impact because it can make the crops decline even to the occurrence of crop failure. Facing such circumstances requires farmers' households to determine the livelihood structures undertaken and demand that farm households determine how to conduct livelihood strategies in order to maintain and improve existing livelihoods. A livelihood strategy is a person's or a group's way of meeting their needs or achieving an improvement in life. The livelihood strategies undertaken will affect the vulnerability of a household and have a relationship with the resilience of the farm household in the event of a flood disaster. Livelihood structures and livelihood strategies of farm households living in flooded areas may be different from those in other areas not experiencing crisis or flood disaster. The purpose of this research is to analyze the strategy, vulnerability and resilience of household livelihoods of farmers in flood-prone areas.Keywords : farm household, livelihood strategy, resilience, vulnerability---------------------- ABSTRAK Banjir merupakan suatu bencana alam yang memberikan berbagai dampak terhadap kehidupan, khususnya bagi keberlangsungan hidup rumahtangga petani. Petani dalam melakukan usahataninya tentunya sangat bergantung dengan keadaan alam dan cuaca sekitar. Bencana banjir tentunya memberi dampak karena dapat membuat hasil panen menurun bahkan sampai terjadinya gagal panen. Menghadapi keadaan tersebut menuntut rumahtangga petani untuk menentukan struktur nafkah yang dilakukan dan menuntut rumahtangga petani menentukan bagaimana melakukan strategi nafkah dalam upaya mempertahankan dan meningkatkan sumber nafkah yang ada. Strategi nafkah adalah cara seseorang atau kelompok untuk memenuhi kebutuhan mereka atau mencapai peningkatan hidup. Strategi nafkah yang dilakukan akan berpengaruh terhadap kerentanan suatu rumahtangga dan memiliki hubungan dengan ketahanan (resiliensi) rumahtangga petani dalam menghadapi situasi bencana banjir. Struktur nafkah dan strategi nafkah rumahtangga petani yang tinggal di kawasan terpapar banjir dapat saja berbeda dengan wilayah lain yang tidak mengalami situasi krisis atau bencana banjir. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis strategi, kerentanan dan resiliensi nafkah rumahtangga petani di wilayah rawan bencana banjir.Kata Kunci : kerentanan, resiliensi, rumahtangga petani, strategi nafkah
Pengaruh Partisipasi Masyarakat dalam Pemanfaatan Teknologi Biogas Berliany, Julianita; Fatchiya, Anna
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol. 3 No. 2 (2019)
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jskpm.3.2.%p

Abstract

Biogas is one of the renewable energy that can be used as an alternative energy to replace un-renewable energy. The development of biogas management could be success because of the participation of the community in every phases so the community could continue to produce biogas and feel the sustainable benefits. This research aims to collect information about the participation of rural community in biogas management. The location for this research is at Cisondari Village, Pasir Jambu District, Bandung Regency, West Java Province. The method used in the research is quantitative approach through survey method with questionnaires and complemented with qualitative approach. This research proved that utilizer characteristics, government subvention, and characteristic of biogas as an innovation can influence the rural community participation in biogas’ utilization. Beside that those impacts that made by biogas utilization can influence the socio-economic condition of the community.Keywords : Biogas, energy, participation, communityABSTRAKBiogas merupakan salah satu energi terbarukan yang dapat dijadikan bahan bakar alternatif untuk menggantikan bahan bakar seperti minyak tanah dan gas alam. Keberhasilan pengembangan pemanfaatan energi biogas di pedesaan tidak lepas dari keterlibatan masyarakat dalam setiap tahapan pengambilan keputusan hingga tahap menikmati hasil sehingga masyarakat dapat terus melakukan pengelolaan energi biogas dan merasakan manfaatnya secara berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis partisipasi masyarakat dalam pengelolaan energi biogas. Lokasi penelitian ini yaitu di Desa Cisondari, Kecamatan Pasir Jambu, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat.Metode yang digunakan dalam penelitian adalah pendekatan kuantitatif melalui metode survei dengan kuesioner yang didukung oleh data kualtitatif melalui wawancara dan studi literatur. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa secara keseluruhan karakteristik pengguna biogas, bantuan pemerintah, serta karakteristik inovasi biogas mempengaruhi partisipasi masyarakat dalam pemanfaatan biogas. Dampak yang ditimbulkan dari pemanfaatan tersebut pun berpengaruh terhadap kondisi sosial ekonomi masyarakat.Kata Kunci : Biogas, energi, masyarakat, partisipasi
Pengaruh Bank Sampah terhadap Perilaku Pengelolaan Sampah Rumah Tangga dan Pendapatan Nasabah Dary Farah Fikriyyah; Soeryo Adiwibowo
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol. 2 No. 6 (2018)
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jskpm.2.6.703-716

Abstract

The purpose of this study is to describe the waste bank system particularly in two waste bank at Bogor, to analyze the influence of waste bank to daily behaviour of the waste bank’s member, and to analyze the effect of the waste bank to the respondent’s household income. This study was conducted on two different waste banks. The study interviewed 60 respondents that consist of 30 respondents of Bank Sampah Melati and 30 respondents of Bank Sampah Cilung in Bogor, West Java. The result of the research shows that, first, transaction and non-transaction activity of waste bank significantly affect the behaviour of household waste management. Second, the results of the study indicate that the waste bank does not significantly affect household income. The income of respondent’s household increase around only 0.34% to 0.68% per month per household depending on the saving intensity, type of waste as well as the amount of waste to be saving.Keywords: waste bank, behaviour, waste management, household income  ABSTRAKTujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripikan sistem kegiatan bank sampah pada dua bank sampah di Bogor, Jawa Barat. Selain itu penelitian juga bertujuan untuk menganalisis pengaruh bank sampah terhadap perilaku pengelolaan sampah rumah tangga nasabah dan menganalisis pengaruh bank sampah terhadap pendapatan rumah tangga nasabah. Penelitian dilakukan dengan 60 orang responden, yakni 30 orang responden Bank Sampah Melati dan 30 orang responden Bank Sampah Cilung yang keduanya berada di Bogor, Jawa Barat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, pertama, kegiatan transaksi dan kegiatan non transaksi bank sampah dapat berpengaruh signifikan terhadap perilaku pengelolaan sampah rumah tangga pada responden kedua bank sampah. Kedua, hasil penelitian menunjukkan bahwa bank sampah tidak mempengaruhi pendapatan rumah tangga secara signifikan namun dapat memberikan tambahan pendapatan bagi rumah tangga responden. Pendapatan rumah tangga responden bertambah sekitar 0.34% sampai 0.68% dari pendapatan rata-rata rumah tangga per bulannya. Besar pendapatan hasil tabungan sampah terebut bergantung pada intensitas menabung, jenis sampah, dan jumlah sampah yang ditabung. Kata Kunci : bank sampah, perilaku, pengelolaan sampah, pendapatan rumah tangga
Peran Pengelolaan Hutan Berbasis Masyarakat (PHBM) dengan Strategi Nafkah Rumahtangga Desa Sekitar Hutan Yuliasih Yuliasih; Martua Sihaloho
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol. 2 No. 6 (2018)
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jskpm.2.6.717-730

Abstract

Community-Based Forest Management is designed as a livelihood system for participating in CBFM villages. This study aims to analyze the relationship between direct and indirect utilization to livelihood structures, and livelihood structures to livelihood strategies. The research method used is quantitative approach with survey method on 40 respondents and supported by the qualitative approach to obtain qualitative data derived from the role of community-based forest management. Quantitative data analysis was done by Rank Spearman correlation test. Livelihood structures show the utilization of forest from PHBM agriculture sector has an impact for pesanggem who has low-income amount of 47 percent, for pesanggem has high and medium income amount of 35 percent.  The result correlation between the direct and indirect utilization with livelihood structure there are no correlations, while the livelihood structure of the pesanggem household has a relationship to the livelihood strategy. Keywords: livelihood strategy, livelihood structures, PHBM, utilization ABSTRAKPengelolaan Hutan Berbasis Masyarakat dirancang sebagai sistem nafkah bagi desa peserta PHBM. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pemanfaatan langsung dan tidak langsung terhadap struktur nafkah, serta struktur nafkah dengan strategi nafkah.  Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan metode survei pada 40 responden dan didukung pendekatan kualitatif sehingga diperoleh data kualitatif yang berasal dari peran PHBM. Analisis data kuantitatif dilakukan dengan uji korelasi Rank Spearman. Struktur nafkah menunjukan pemanfaatan hasil sumberdaya hutan dari sektor pertanian PHBM memiliki pengaruh untuk pesanggem yang bergolongan pendapatan rendah sebesar  47 persen sedangkan golongan tinggi dan sedang sebesar 35 persen. Hasil korelasi hubungan antara pemanfaatan langsung dan tidak langsung dengan struktur nafkah tidak terjadi hubungan, sedangkan struktur nafkah rumahtangga pesanggem memiliki hubungan terhadap strategi nafkah.Kata Kunci : pemanfaatan, PHBM, strategi nafkah, struktur nafkah
Pengorganisasian Komunitas oleh Inovator Pertanian untuk Kesejahteraan Masyarakat Eka Prayoga Kusumawarta; Sofyan Sjaf
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol. 2 No. 6 (2018)
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jskpm.2.6.731-744

Abstract

Improving the welfare of rural communities is not only done by the government, but can be done by an agricultural innovator. One of the steps to improve the welfare of rural communities by agricultural innovator is through community organizing. The process involves the community since identifying and determining the priorities of a need. The purpose of this research is to identify organizing and analyze the relationship with community welfare. The research used quantitative support by qualitative data anlysis. The result of the research that the organizing of agricultural innovator is at the level of development of local communities with the level of community welfare classified as moderate. So these finding concluded that the level of organizing an agricultural innovator is related to the level of community welfare. The sustainability of organizing an agricultural innovator is recommended for empowerment activities in the form of social planning and social action.Keyword: organizing , community welfare, empowerment ABSTRAKMeningkatkan kesejahteraan masyarakat di pedesaan bukan hanya dilakukan pemerintah, melainkan dapat dilakukan oleh seorang inovator pertanian. Salah satu langkah seorang inovator pertanian meningkatkan kesejahteraan masyarakat di pedesaan melalui pengorganisasian masyarakat. Proses melibatkan masyarakat sejak mengidentifikasi dan menentukan prioritas dari sebuah kebutuhan. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi pengorganisasian dan menganalisis hubungan pengorganisasian seorang inovator pertanian dengan kesejahteraan masyarakat. Bentuk penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif yang didukung oleh analisis data kualitatif. Hasil penelitian menemukan bahwa pengorganisasian seorang inovator pertanian menunjukkan level pengembangan komunitas lokal dengan tingkat kesejahteraan masyarakat tergolong sedang. Jadi temuan ini disimpulkan level pengorganisasian seorang inovator pertanian berhubungan dengan tingkat kesejahteraan masyarakat. Keberlanjutan dari pengorganisasian seorang inovator pertanian disarankan untuk melakukan kegiatan pemberdayaan dalam bentuk perencanaan sosial dan aksi sosial.Kata Kunci: pengorganisasian, kesejahteraan masyarakat, pemberdayaan
Hubungan Industrialisasi Pedesaan dengan Tingkat Resiliensi Rumah Tangga Petani Satwika Destindira; Fredian Tonny Nasdian
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol. 2 No. 6 (2018)
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jskpm.2.6.745-758

Abstract

Rural industrialization has aim to create diversification in rural areas, so it’s expected to increase income of rural peoples. That concept of rural industrialization has modify agricultural land into industrial land that impact of rural people, especially farmer. Impact of industrialization has influence in economic, social, and culture sectors of farmer’s households. Negative impact of rural industrialization makes farmer’s households suffer from adversity. Facing such sircumstances requires farmer’s households determine livelihood strategies in order to reduce that situation. Livelihood strategies of farmer’s households is a resilience effort to return the circumstances into original state. Therefore, this research aims to analyze relation between implementation of rural industrialization with resilience of farmer’s households. The result of the statistic test show that there is a great relationship between rural indutrialization with livelihood strategies, livelihood strategies with resilience of farmer’s households, and also rural indutrialization with resilience of farmer’s households.Keywords: rural industrialization, resilience, livelihood strategies ABSTRAKIndustrialisasi pedesaan bertujuan dalam menciptakan diversifikasi ekonomi di pedesaan sehingga diharapkan dapat meningkatkan pendapatan masyarakat. Industrialisasi pedesaan telah mengubah lahan pertanian menjadi lahan industri yang berdampak pada perubahan pada masyarakat, khususnya petani. Dampak tersebut berpengaruh pada sektor ekonomi, sosial, dan budaya yang dialami oleh rumah tangga petani. Dampak negatif yang terjadi menyebabkan rumah tangga petani mengalami keterpurukan. Menghadapi keadaan tersebut menuntut rumah tangga petani melakukan strategi nafkah untuk mengurangi situasi tersebut. Strategi yang dilakukan rumah tangga tersebut sebagi salah satu bentuk upaya resiliensi untuk mengembalikan ke keadaan semula. Oleh karena itu, penulisan ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara implementasi industrialisasi pedesaan dengan resiliensi rumah tangga petani. Hasil uji statistik penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara industrialisasi pedesaan dengan strategi nafkah, strategi nafkah dengan resiliensi rumah tangga petani, dan industrialisasi pedesaan dengan resiliensi rumah tangga petani.Kata kunci: industrialisasi pedesaan, resiliensi, strategi nafkah 
E-Voting Kepala Desa dan Modal Sosial Khaulah Afifah; Lala M Kolopaking; Zessy Ardinal Barlan
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol. 2 No. 6 (2018)
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jskpm.2.6.759-772

Abstract

Head of a village election with e-voting system is a new thing for community The success level of e-voting system can be reached by fulfil several principles in order to the implementation going effective and the result of the election can be accepted by all. The objectives of this research is to analyze the relation between the success level of e-voting system with social capital of the community. This research is carried out with the quantitative approach and supported by qualitative data. This research takes 60 respondents using simple random sampling technique. The results showed that the success level of e-voting has a correlation with the level of social capital of the community. Based on the field study, the social capital of the community is classified as high. The high social capital makes the implementation of e-voting successful and the success level is also high, because in the election ten years ago occurred a conflict. The community considers e-voting easier and more practical, cost effective and time-saving, and the results of e-voting are also reliable. A practical and fast of e-voting system can be a solution especially for “rural-urban” community who are busy or work outside the village.Keywords: E-voting, the success level of the system, social capital Pemilihan kepala desa dengan sistem e-voting merupakan hal yang baru bagi masyarakat. Keberhasilan penerapan sistem e-voting dilihat dari terpenuhinya beberapa prinsip agar penerapannya berlangsung efektif dan hasilnya dapat diterima oleh seluruh masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan tingkat keberhasilan sistem e-voting dalam pemilihan kepala desa dengan tingkat modal sosial masyarakat. Bentuk penelitian ini adalah penelitian kuantitatif yang didukung oleh analisis data kualitatif. Penelitian ini mengambil enam puluh responden dengan teknik simple random sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat keberhasilan e-voting memiliki hubungan dengan tingkat modal sosial masyarakat. Berdasarkan kajian di lapang, modal sosial masyarakat tergolong tinggi. Tingginya modal sosial tersebut membuat pelaksanaan e-voting berhasil dan tingkat keberhasilannya juga tergolong tinggi karena pada pemilihan sepuluh tahun silam sempat terjadi konflik. Masyarakat menganggap sistem evoting lebih mudah dan praktis, hemat dalam segi biaya dan waktu, serta hasil dari pemilihan juga dapat dipertanggungjawabkan. Sistem e-voting yang praktis dan cepat dapat menjadi solusi khususnya bagi masyarakat daerah “desa-kota” yang memiliki kesibukan atau pekerjaan di luar desa.Kata Kunci: E-voting, keberhasilan sistem, modal sosial. 
Kepemimpinan Lokal dan Tingkat Partisipasi Masyarakat dalam Pemeliharaan Jaringan Irigasi (Kasus : Desa Sukawangi, Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Bogor) Wulandari, Wulandari; Sumardjo, Sumardjo
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol. 3 No. 2 (2019)
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jskpm.3.2.%p

Abstract

The low level of community participation in the maintenance of village irrigation structures is inseparable from the role of local leadership. Community participation is made by the condition of society and strong relationship of the leaders with the community in building a village. The purpose of this paper is to analyze the relationship of internal factors, external factors of society, local leadership with the prerequisite of participation and the relationship between the prerequisite of participation with the level of community participation in the maintenance of irrigation structures in Sukawangi Village. This research uses survey method using quantitative approach supported with relevant qualitative data. The results of this research indicate that is the internal factors of society did not appear to be related to the prerequisite of community participation. External factors of society have important role in fulfillment of the prerequisite of participation. Local leadership plays a significant role in fulfillment of the prerequisite of participation. The prerequisite of participation is significantly related to the level of community participation in the maintenance of irrigation structures.Keywords: Local Leadership, Maintenance of irrigation structures, ParticipationABSTRAKRendahnya tingkat partisipasi masyarakat dalam pemeliharaan jaringan irigasi desa tidak terlepas dari peran pemimpin lokal. Partisipasi masyarakat terbentuk oleh kondisi masyarakat dan kuatnya hubungan pemimpin dengan masyarakat dalam membangun suatu desa. Tujuan penulisan ini adalah untuk menganalisis hubungan faktor internal, faktor eksternal masyarakat, kepemimpinan lokal dengan prasyarat partisipasi dan hubungan antara prasyarat partisipasi dengan tingkat partisipasi masyarakat dalam pemeliharaan jaringan irigasi di Desa Sukawangi. Penelitian ini menggunakan metode survei dengan menggunakan pendekatan kuantitatif didukung dengan data kualitatif yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa antara faktor internal masyarakat tidak tampak berhubungan dengan prasyarat partisipasi masyarakat. Faktor eksternal masyarakat berperan penting dalam terpenuhinya prasyarat partisipasi. Kepemimpinan lokal berperan nyata terhadap terpenuhinya prasyarat partisipasi. Prasyarat partisipasi berhubungan nyata dengan tingkat partisipasi masyarakat dalam pemeliharaan jaringan irigasi.Kata kunci : Kepemimpinan lokal, Partisipasi, Pemeliharaan jaringan irigasi
HUBUNGAN STRATEGI NAFKAH RUMAHTANGGA NELAYAN DAN TINGKAT KESEJAHTERAAN (Desa Air Rami, Kecamatan Air Rami, Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu) Ilarahmi, Kurnia; Sihaloho, Martua
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol. 3 No. 3 (2019)
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jskpm.3.3.%p

Abstract

Desa Air Rami merupakan desa yang terletak di bantaran Samudera Hindia, ini membuat mayoritas masyarakat bekerja sebagai nelayan. Tidak menentunya iklim saat ini dan kurangnya pengetahuan nelayan dalam pengolahan perikanan serta manajemen pendapatan membuat para nelayan merasa pendapatan yang dihasilkan selalu tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan rumahtangganya. Hal ini membuat mereka berupaya mencari sumber nafkah lain untuk memenuhi kebutuhan rumahtangganya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tipologi strategi nafkah dan tingkat kesejahteraan rumahtangga nelayan di Desa Air Rami, serta hubungan keduanya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif yang didukung dengan data kualitatif. Dalam hal ini, peneliti mengambil 35 responden yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji Rank Spearman dan analisis kualitatif untuk menunjang hasil data kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rumahtangga nelayan di Desa Air Rami memiliki tingkat kesejehateraan yang tinggi. Strategi nafkah yang dilakukan memiliki hubungan yang signifikan dalam meningkatkan kesejahteraan rumahtangga nelayan. Hal ini karena mereka memiliki kemampuan dalam memanfaatkan strategi ekonomi dan strategi sosial yang ada, seperti memiliki beberapa pekerjaan sampingan, mengoptimalisasikan anggota keluarga untuk membantu menambah penghasilan, migrasi sementara dan memanfaatkan jejaring sosial yang mereka miliki.Kata kunci: rumahtangga nelayan, strategi ekonomi, strategi nafkah, strategi sosial tingkat kesejahteraan=====ABSTRACTAir Rami village is one of the village located on the banks of the Indian Ocean, it makes the majority of the community working as a fisherman. The uncertainty of the current climate and the lack of knowledge of fisherman in fishery processing and income management make the fisherman felt there income is not enough to fullfill there needs of the household. This maked them looking for another sources of livelihood to fullfiil it. This research aims to analyze the typology of livelihood strategy and the level of livelihood strategy in Air Rami Village, and analyze their relationship. This research wed a quantitative approach supported by the qualitative data. This research took 35 respondents that selected by using simple random sampling. The analysis used in this research is Rank Spearman test and qualitative analysis to support the results of the quantitative data. The results showed that the welfare of fishermen household in the Air Rami village has a high level.The livelihood strategies that they do have a significant relationship to improve their level of welfare. This happen because they have the ability to take advantage of economic strategies and social strategies, such as having several jobs, optimize family members to help increase their household income, temporary migration and use the sosial networks that they have and trust.Keywords: economic strategy, fishermen, livelihood strategy, social strategy, walfare
Analisis Peran Kelembagaan Lokal terhadap Kondisi Ekonomi Masyarakat Pedesaan Multietnis di Kecamatan Bonegunu Kabupaten Buton Utara Zessy Ardinal Barlan
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol. 2 No. 2 (2018)
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jskpm.2.2.147-154

Abstract

Indonesia is famous for its diverse ethnicity. This ethnic diversity affects the diversity of community values in building interactions. People build interaction one of them to meet the needs of his life, so that people in general use institutional as a container to interact with each other in accordance with prevailing norms and values. The most primary needs of the community is to meet the needs of food and board clothing. Institutions that meet this need are economic institutions. The formulation of the problem of this research are (1) How is local institution developing in multiethnic rural community in Bonegunu Sub-district of North Buton Regency ? (2) What is the economic condition of multiethnic rural community in Bonegunu Sub-district of North Buton Regency ? and (3) How is the Institutional Role local in improving the economy of multiethnic rural communities in Bonegunu Sub-district of North Buton Regency ? This research is a qualitative research with purposive informant selection technique. The result of this research is the local institution that developed in Bonegunu Sub-district that is Customary Institution. Bonegunu Sub-district generally has high potential of rice fields. However, this potential has not been utilized properly due to the absence of adequate irrigation channels. Therefore, people use social capital and kinship relationships that exist between them. In addition, the consensus is built between ethnic groups also make multiethnic communities can together to solve economic problems without losing their identity.Keywords: Ethnicity, Poverty, Social Capital---------------------------------ABSTRAKIndonesia terkenal dengan keragaman etnisnya. Keragaman etnis ini mempengaruhi keragaman nilai-nilai masyarakat dalam membangun interaksi. Orang membangun interaksi salah satunya untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, sehingga orang pada umumnya menggunakan kelembagaan sebagai wadah untuk berinteraksi satu sama lain sesuai dengan norma dan nilai yang berlaku. Kebutuhan utama masyarakat adalah untuk memenuhi kebutuhan makanan, pakaian, dan papan. Lembaga yang memenuhi kebutuhan ini adalah lembaga ekonomi. Kabupaten Buton Utara merupakan kabupaten baru yang mekar dari kabupaten induknya yaitu kabupaten buton pada tahun 2007. Adanya kebijakan transmigrasi di Kabupaten Buton, membuat kabupaten ini memiliki masyarakat yang sangat heterogen. Terkait dengan keberagaman masyarakat Buton Utara akibat adanya kebijakan transmigrasi maka menarik untuk melihat bagaimana peran kelembagaan dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat? Merujuk hal tersebut, rumusan masalah dalam penelitian ini adalah (1) Bagaimana institusi lokal berkembang di masyarakat pedesaan multietnis di Bonegunu Kecamatan Kabupaten Buton Utara?, (2) Bagaimana kondisi ekonomi masyarakat pedesaan multietnis di Kecamatan Bonegunu Kabupaten Buton Utara ?, dan (3) Bagaimana Peran Kelembagaan dalam meningkatkan ekonomi masyarakat pedesaan multietnis di Bonegunu Kecamatan Kabupaten Buton Utara ?. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan teknik pemilihan informan purposive. Hasil dari penelitian ini adalah institusi lokal yang berkembang di Kecamatan Bonegunu yang merupakan Lembaga Adat. Kecamatan Bonegunu umumnya memiliki potensi sawah yang tinggi. Namun, potensi ini belum dimanfaatkan dengan baik karena tidak adanya saluran irigasi yang memadai. Karena itu, orang menggunakan modal sosial dan hubungan kekeluargaan yang ada di antara mereka. Selain itu, konsensus yang dibangun antar kelompok etnis juga membuat komunitas multietnis dapat bersama-sama memecahkan masalah ekonomi tanpa kehilangan identitasnya.Kata Kunci: Etnisitas, Kemiskinan, Modal Sosial

Filter by Year

2017 2025