cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
staialhikmahjakarta10@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Hikmah : Journal of Islamic Studies
ISSN : 20882629     EISSN : 25810146     DOI : -
Core Subject : Education,
HIKMAH (ISSN. 2088-2629) is a journal of Islamic Studies which published by ALHIKMAH Islamic Studies Institute Jakarta. This journal is published each semester. It is publication media for research results and the thoughts of lectures, intelectuals, and the observer of Islamic studies. By upholding the spirit of multi disciplinary studies, the HIKMAH journal is providing various research report and articles which related to the f eld of education, social, culture, law, politics, economy, and science. T ey are seriously studied in terms of islamic perspective. the substance of the writings is the responsibility of the writers and doesn’t necessarily ref ected the oppinion of the redaction.
Arjuna Subject : -
Articles 158 Documents
ANALISIS TERMINOLOGI PENDIDIK DAN PESERTA DIDIK DALAM AL-QUR’AN Sayuti Hamdani; Ahmad Zain Sarnoto; Samsuri Samsuri
Hikmah: Journal of Islamic Studies Vol 20, No 1 (2024): Hikmah Journal of Islamic Studies
Publisher : STAI ALHIKMAH Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47466/hikmah.v20i1.263

Abstract

AbstractThis article aims to analyze the terms in the Qur'an related to educators and students. With the literature study method used in this study, it was revealed that educational and learning activities are essentially an interaction between educators and students; educators are the party that conveys knowledge, experience and values, while students are the party who seeks and receives that knowledge, experience and values. A number of signs must be maintained in the interaction process, so that education and learning activities are well created. Students in this context are not only as objects, but subjects of education. The Qur'an as a guide for human life regulates life from various aspects ranging from social, economic, worship, educational aspects and so on. In the aspect of education, the Qur'an emphasizes the importance of studying and the degree of knowledgeable people, educational objectives, teaching methods, to the importance of students in the world of education. Education is guidance carried out by an adult to the educated in growth so that he has personality which is Islamic. Students formally are people who are in the phase of growth and development both physically and psychologically, growth and development are characteristics of students who need guidance from an educator. In this case, educators have an important role for the continuity of education, whether or not educators have a major influence on educational outcomes for students who are the most important objects in education. AbstrakArtikel ini bertujuan untuk menganalisis istilah-istilah dalam al-Qur’an yang terkait dengan pendidik dan peserta didik. Dengan metode studi pustaka yang digunakan dalam penelitian ini terungkap bahwa aktivitas pendidikan dan pembelajaran hakikatnya merupakan interaksi antara pendidik dan peserta didik; pendidik sebagai pihak yang menyampaikan pengetahuan, pengalaman dan nilai, sedangkan peserta didik pihak yang mencari dan menerima pengetahuan, pengalaman dan nilai itu. Sejumlah rambu-rambu harus dipelihara dalam proses interaksi tersebut, sehingga aktivitas pendidikan dan pembelajaran tercipta dengan baik. Peserta didik dalam konteks ini bukan hanya sebagai objek, tetapi subjek pendidikan. Al-Qur’an  sebagai pedoman hidup manusia mengatur kehidupan dari berbagai aspek mulai dari aspek sosial, ekonomi, ibadah, pendidikan dan lain sebagainya. Dalam aspek pendidikan, al-Qur’an menegaskan tentang pentingnya menuntut ilmu, Tingginya derajat orang yang berilmu, tujuan pendidikan, metode pengajaran, sampai dengan pentingnya peserta didik dalam dunia pendidikan.Pendidikan merupakan bimbingan yang dilakukan oleh seorang dewasa kepada terdidik dalam masa pertumbuhan agar ia memiliki kepribadian yang Islami. Peserta didik secara formal adalah orang yang sedang berada pada fase pertumbuhan dan perkembangan baik secara fisik maupun psikis, pertumbuhan dan perkembangan merupakan ciri dari peserta didik yang perlu bimbingan dari seorang pendidik. Dalam hal ini pendidik mempunyai peranan penting untuk berlangsungnya pendidikan, baik atau tidaknya pendidik berpengaruh besar terhadap hasil pendidikan bagi peserta didik yang merupakan obyek terpenting dalam pendidikan. 
PEMBUATAN MEDIA PEMBELAJARAN BAHASA ARAB BERBASIS ANDROID DI MADRASAH KABUPATEN SERANG Dina Indriana; Ubaidillah Ubaidillah
Hikmah: Journal of Islamic Studies Vol 19, No 2 (2023): Hikmah: Journal of Islamic Studies
Publisher : STAI ALHIKMAH Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47466/hikmah.v19i2.247

Abstract

AbstractThis article aims to uncover the effective use of Android-based Arabic learning media (Kahoot). It is intended to assist teachers in the use of Kahoot media in Arabic language learning. Because, many of them still need further introduction to digital-based media so that Arabic learning that is applied attracts the attention of students and is not boring. The method used in this article is Participatory Action Research (PAR), which is the implementation of a systematic program guided by three main pillars, namely research methodology, dimensional action, and participation dimensions. The findings in this article show that teachers in teaching must master learning tools well in order to achieve learning objectives. Improving the ability of a teacher can be done in various ways such as by attending training, seminars, and so on. With the awareness of teachers on their competencies, it is hoped that teacher competence can increase and become better and increase their scientific insight so as to get good results.  AbstrakArtikel ini bertujuan untuk mengungkap penggunaan media pembelajaran bahasa Arab yang efektif dengan berbasis Android (Kahoot). Hal ini dimaksudkan untuk membantu para guru dalam penggunaan media Kahoot pada pembelajaran bahasa Arab. Sebab, banyak dari mereka yang masih membutuhkan pengenalan lebih lanjut tentang media berbasis digital agar pembelajaran bahasa Arab yang diterapkan menjadi menarik perhatian siswa dan tidak membosankan. Metode yang digunakan0dalam artikel ini adalah Participatory Action Research (PAR), yaitu pengimplementasian program yang bersifat sistematis dengan bepedoman pada tiga pilar utama, yaitu metodologi0penelitian, aksi dimensi, dan dimensi partisipasi. Temuan dalam artikel ini menunjukkan bahwa guru dalam mengajar harus menguasai perangkat pembelajaran dengan baik guna mencapai tujuan pembelajaran. Peningkatan kemampuan seorang guru bisa dilakukan dengan bermacam cara seperti dengan mengikuti pelatihan, seminar, dan sebagainya. Dengan adanya kesadaran guru terhadap kompetensi yang dimiliki diharapkan kompetensi guru dapat meningkat dan menjadi lebih baik serta menambah wawasan keilmuannya sehingga mendapatkan hasil yang baik.
ISLAMIC BOARDING SCHOOLS AND THE THEORY OF SOCIAL CHANGE IN SOUTHEAST ASIA Mundzier Suparta
Hikmah: Journal of Islamic Studies Vol 20, No 1 (2024): Hikmah Journal of Islamic Studies
Publisher : STAI ALHIKMAH Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47466/hikmah.v20i1.260

Abstract

AbstractThis article wants to analyze the relationship between social change theory and Islamic boarding schools in Southeast Asia. With a qualitative analysis method, in this article it is revealed that the pattern of Islamic Boarding School Education is adopted in several countries in Southeast Asia, especially in Malaysia, Southern Thailand and the Southern Philippines. Some scholars in Southeast Asia studied a lot in Islamic boarding schools in Indonesia, and developed a similar pattern after graduating from Indonesia. Islamic boarding schools in Southern Thailand still maintain the tradition of reciting with pegon or Jawi letters in Pondok and Madrasah. They form Muslim leaders in Southern Thailand, Malaysia and the Philippines as well as Muslim communities in other Southeast Asian communities. In the case of changes in Islamic boarding schools in Southeast Asia, both changes due to elements from within and from outside, the role of kyai as an actor of change occupies a very central position.AbstrakArtikel ini ingin menganalisis keterkaitan teori perubahan sosial dengan pesantren di asia Tenggara. Dengan metode analisis kualitatif, dalam artikel ini terungkap bahwa pola Pendidikan Pesantren diadopsi di beberapa negara di Asia Tenggara, khususnya di Malaysia, Thailand Selatan dan Filipina Selatan. Beberapa Ulama di Asia Tenggara banyak belajar di pesantren-pesantren di Indonesia, dan membangun pola yang mirip setelah lulus dari Indonesia. Pesantren di Thailand Selatan hingga saat ini masih menjaga tradisi mengaji dengan huruf pegon atau huruf jawi di Pondok dan Madrasah. Mereka membentuk pemimpin Muslim di Thailand Selatan, Malaysia dan Filipina serta komunitas Muslim di Asia Tenggara lainnya. Dalam kasus perubahan di pondok pesantren di Asia Tenggara, baik perubahan karena unsur dari dalam maupun dari luar, peran kyai sebagai aktor perubahan menempati posisi yang sangat sentral.  
PERAN PROGRAM 'NGAJI ON THE STREET' DALAM MENINGKATKAN NILAI MORAL KEAGAMAAN DI MASYARAKAT PERKOTAAN Alya Muflihatud Dini; Adistya Eka Sis Ardiansyah; Edowardo Reyhan Rohmaddani; Erla Dwi Nanda Suryani Putri; Fiki Fauzuna; Silvaniar Firali Febriana Asyigah
Hikmah: Journal of Islamic Studies Vol 20, No 1 (2024): Hikmah Journal of Islamic Studies
Publisher : STAI ALHIKMAH Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47466/hikmah.v20i1.264

Abstract

AbstractThis article aims to analyze the strategy of the KQS organization in reproducing habitus and social capital through the NGAOS program in the context of revitalizing religious moral values in Sudimoro Malang City. This research uses descriptive qualitative methods, data collection techniques through participant observation, in-depth interviews, documentation and study of relevant literature. The data analysis used miles and huberman interactive analysis. The results showed that the NGAOS program itself had an impact on the habits of the Sudimoro community which changed in a positive direction because it was closer to God Almighty. moral cultivation like this is very important to do in order to keep up with the development of a very pluralistic era. the implementation of the NGAOS program itself also formed a habitus or new habit for the people of Kampung Quran Sudimoro. The study indicates that the NGAOS program significantly enhances religious practices and moral values within the Sudimoro community.AbstrakArtikel ini bertujuan untuk menganalisis strategi organisasi KQS dalam mereproduksi habitus dan modal sosial melalui program NGAOS dalam rangka revitalisasi nilai moral keagamaan di Sudimoro Kota Malang. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif, teknik pengumpulan data melalui Observasi Partisipasi, wawancara mendalam, dokumentasi dan studi literatur yang relevan. Analisis datanya menggunakan analisis interaktif miles and huberman. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya program NGAOS sendiri berdampak pada kebiasaan masyarakat Sudimoro yang merubah ke arah positif karena lebih mendekatkan diri pada tuhan yang maha esa. penanaman moral seperti ini sangat penting dilakukan demi mengimbangi perkembangan zaman yang sangat majemuk. pelaksanaan program NGAOS sendiri juga membentuk habitus atau kebiasaan baru bagi masyarakat Kampung Quran Sudimoro. Studi ini menunjukkan bahwa program NGAOS secara signifikan meningkatkan praktik keagamaan dan nilai moral dalam komunitas Sudimoro.
PENDIDIKAN MODERAT: PENDEKATAN ISLAM WASATHIYAH DALAM MENANGKAL INTOLERANSI DAN RADIKALISME Mansur Mansur; Mohammad Hermanto; Maftuhah Maftuhah
Hikmah: Journal of Islamic Studies Vol 19, No 2 (2023): Hikmah: Journal of Islamic Studies
Publisher : STAI ALHIKMAH Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47466/hikmah.v19i2.248

Abstract

AbstractThis article aims to strengthen the educational discourse on counter-radicalization and intolerance that are threats to the world of education today. This phenomenon requires systematic efforts to inculcate the values of religious moderation or wasathiyah Islam through education. Using a critical discourse analysis approach, this study further explores how fundamentalism, radical, and intolerance ideas can be countered through the foundation of wasathiyah Islam and counter-radical education in the educational environment. The findings in this study suggest that Islamic wasathiyah values such as moderation (tawassuth), tolerance (tasamuh) and brotherhood (ukhuwah) need to be applied in education and included in the educational curriculum in conjunction with various subjects.AbstrakArtikel ini bertujuan untuk memperkuat wacana pendidikan mengenai kontra radikalisasi dan intoleransi yang menjadi ancaman dunia pendidikan saat ini. Fenomena ini memerlukan upaya yang sistematis untuk menanamkan nilai-nilai moderasi beragama atau Islam wasathiyah melalui pendidikan. Dengan menggunakan pendekatan analisis wacana kritis, penelitian ini mengeksplorasi lebih jauh bagaimana ide-ide fundamentalisme, radikal, dan intoleransi dapat dilawan melalui landasan Islam wasathiyah dan pendidikan kontra-radikal dalam lingkungan pendidikan. Temuan dalam penelitian ini menunjukkan bahwa nilai-nilai wasatiyah Islam seperti moderasi (tawassuth), toleransi (tasamuh) dan persaudaraan (ukhuwah) perlu diterapkan dalam pendidikan dan dimasukkan dalam kurikulum pendidikan dalam hubungannya dengan berbagai mata pelajaran.
QAWAID FIQHIYYAH SEBAGAI LANDASAN ETIKA PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL DALAM PERSPEKTIF HUKUM ISLAM Azhari, Muhammad Iqbal
Hikmah: Journal of Islamic Studies Vol 20, No 2 (2024): Hikmah Journal of Islamic Studies
Publisher : STAI ALHIKMAH Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47466/hikmah.v20i2.286

Abstract

AbstractThis article discusses the application of qawaid fiqhiyyah as an ethical foundation for social media usage among Muslims, focusing on the understanding and implementation of Islamic law principles in digital contexts. The unique contribution of this research lies in emphasizing the importance of qawaid fiqhiyyah in guiding the behavior of social media users, as well as addressing the challenges and opportunities faced. The methodology employed is library research, which includes a literature analysis relevant to describing social media user behavior. The findings indicate that although there is awareness of the importance of ethics in social media use, many users still lack understanding and implementation of qawaid fiqhiyyah principles, such as tabayyun (information verification) and maslahah (general welfare). These findings highlight the need for better education regarding digital-based Islamic ethics, along with the active roles of families and communities in educating younger generations. By applying qawaid fiqhiyyah, it is hoped that social media users can contribute to creating a more positive and productive environment while strengthening their identity as Muslims in the digital age. This research provides practical implications by encouraging the development of clear ethical guidelines for social media use in accordance with Islamic values. AbstrakArtikel ini membahas penerapan qawaid fiqhiyyah sebagai landasan etika dalam penggunaan media sosial di kalangan umat Muslim, dengan fokus pada pemahaman dan implementasi prinsip-prinsip hukum Islam dalam konteks digital. Kontribusi unik penelitian ini terletak pada penekanan pentingnya qawaid fiqhiyyah dalam membimbing perilaku pengguna media sosial, serta tantangan dan peluang yang dihadapi. Metodologi yang digunakan adalah penelitian pustaka (library research) yang mencakup analisis literatur relevan untuk menggambarkan perilaku pengguna media sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun terdapat kesadaran akan pentingnya etika dalam penggunaan media sosial, banyak pengguna masih kurang memahami dan menerapkan prinsip-prinsip qawaid fiqhiyyah, seperti tabayyun (verifikasi informasi) dan maslahah (manfaat umum). Temuan ini menekankan perlunya pendidikan yang lebih baik mengenai etika digital berbasis Islam serta peran aktif keluarga dan masyarakat dalam mendidik generasi muda. Dengan menerapkan qawaid fiqhiyyah, diharapkan pengguna media sosial dapat berkontribusi pada lingkungan yang lebih positif dan produktif, sekaligus memperkuat identitas Muslim di era digital. Penelitian ini memberikan dampak praktis dengan mendorong pengembangan pedoman etika yang jelas dalam penggunaan media sosial sesuai dengan nilai-nilai Islam.
INTEGRASI TEORI ORGANISASI STRUKTURAL MODERN DAN PEMIKIRAN ISLAM KLASIK DALAM MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM Achmad, Achmad; Fitria, Lailatul
Hikmah: Journal of Islamic Studies Vol 20, No 2 (2024): Hikmah Journal of Islamic Studies
Publisher : STAI ALHIKMAH Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47466/hikmah.v20i2.302

Abstract

AbstractThis research examines the relationship between modern structural organization theory and classical Islamic thought, with a focus on the integration of efficient management principles. Modern organizational theory, including Max Weber's bureaucratic theory, Henri Fayol's administrative management, Frederick Taylor's scientific management, and systems and network theory, has been widely applied to improve organizational efficiency and effectiveness in various sectors. This research aims to combine these principles with Islamic values contained in the thoughts of classical Muslim scholars such as Al-Mawardi, Al-Farabi, Ibn Khaldun, and Al-Ghazali, in order to produce a more holistic and applicable Islamic education management model. The method used is a literature study with a descriptive-analytic qualitative approach, which identifies similarities and synergies between the two perspectives. The research results show that the integration of modern organizational theory and Islamic values can create more inclusive, responsive and just management of Islamic educational institutions, as well as strengthen the sustainability and effectiveness of educational organizations in the future. This research provides practical implications for Islamic educational institutions in efforts to improve the quality of education and create a more meaningful learning environment. AbstrakPenelitian ini mengkaji hubungan antara teori organisasi struktural modern dan pemikiran klasik Islam, dengan fokus pada integrasi prinsip-prinsip manajemen yang efisien. Teori organisasi modern, termasuk teori birokrasi Max Weber, manajemen administratif Henri Fayol, manajemen ilmiah Frederick Taylor, serta teori sistem dan jaringan, telah diterapkan secara luas untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas organisasi di berbagai sektor. Penelitian ini bertujuan untuk menggabungkan prinsip-prinsip tersebut dengan nilai-nilai Islam yang terkandung dalam pemikiran cendekiawan Muslim klasik seperti Al-Mawardi, Al-Farabi, Ibn Khaldun, dan Al-Ghazali, guna menghasilkan model manajemen pendidikan Islam yang lebih holistik dan aplikatif. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan pendekatan kualitatif deskriptif-analitik, yang mengidentifikasi kesamaan dan sinergi antara kedua perspektif tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi teori organisasi modern dan nilai-nilai Islam dapat menciptakan pengelolaan lembaga pendidikan Islam yang lebih inklusif, responsif, dan berkeadilan, serta memperkuat keberlanjutan dan efektivitas organisasi pendidikan di masa depan. Penelitian ini memberikan implikasi praktis bagi lembaga pendidikan Islam dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan dan menciptakan lingkungan belajar yang lebih bermakna. 
FATWA DYNAMICS AND DOCTRINAL CONTROVERSIES: THE AHMADIYYA CASE IN INDONESIAN ISLAMIC DISCOURSE Nuraeni, Ulvah
Hikmah: Journal of Islamic Studies Vol 20, No 2 (2024): Hikmah Journal of Islamic Studies
Publisher : STAI ALHIKMAH Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47466/hikmah.v20i2.298

Abstract

 AbstractThis article examines the fatwas issued by the Indonesian Ulema Council (MUI) regarding the Ahmadiyah movement in Indonesia. The research is motivated by the issuance of two MUI fatwas, in 1980 and 2005, stating that Ahmadiyah is heretical and outside Islam. The 1980 fatwa specifically issued a fatwa related to Qadiyani, while the 2005 fatwa covered both Qadiyani and Lahore. MUI fatwas are based on Quranic verses, hadith, and decisions of international Islamic bodies. The emergence of these two MUI fatwas illustrates the rejection and intense monitoring of the Ahmadiyah religious movement in Indonesia. Therefore, this study concludes that the factors of the emergence of two fatwas on Ahmadiyah are based on the influence of Rabithah through the Indonesian Da'wah Islamiyah Council (DDII), the recommendation of the Indonesian Ministry of Religious Affairs in 1979 to supervise Ahmadiyah and other deviant religious sects, the government's indecisiveness in dealing with the Qadiyani Ahmadiyah heresy, the emergence of unrest in the community, and the doctrine of Ahmadiyah Lahore which is in fact similar to Qadiyani. This research uses a qualitative approach and descriptive analysis method that relies on literature review.AbstrakArtikel ini mengkaji fatwa-fatwa yang dikeluarkan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengenai gerakan Ahmadiyah di Indonesia. Adanya penelitian ini dilatarbelakangi oleh penetapan dua fatwa MUI , pada tahun 1980 dan 2005, yang menyatakan bahwa Ahmadiyah adalah sesat dan berada di luar Islam. Fatwa tahun 1980 secara khusus mengeluarkan fatwa terkait Qadiyani, sementara fatwa tahun 2005 mencakup paham Qadiyani dan Lahore. Fatwa-fatwa MUI didasarkan pada ayat-ayat Al-Quran, hadis, dan keputusan-keputusan dari badan-badan Islam internasional. Kemunculan dua fatwa MUI ini menggambarkan penolakan dan pengawasan yang cukup intens akan gerakan keagamaan Ahmadiyah di Indonesia. Oleh karena itu, penelitian ini menyimpulkan bahwa faktor kemunculan dua fatwa tentang Ahmadiyah didasarkan pada pengaruh Rabithah melalui Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII), adanya rekomendasi dari Kementerian Agama RI pada tahun 1979 untuk mengawasi aliran Ahmadiyah dan aliran keagamaan yang menyimpang lainnya, ketidaktegasan pemerintah dalam menghadapi aliran sesat Ahmadiyah Qadiyani, munculnya keresahan di masyarakat, dan doktrin Ahmadiyah Lahore yang nyatanya serupa dengan Qadiyani. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan metode analisis deskriptif yang bertumpu pada kajian pustaka. 
KEPEMIMPINAN PEREMPUAN DALAM HIKAYAT PUTI BALQIS : TELAAH FILOLOGI DAN ANALISIS NILAI Nofrizal, Nofrizal
Hikmah: Journal of Islamic Studies Vol 20, No 2 (2024): Hikmah Journal of Islamic Studies
Publisher : STAI ALHIKMAH Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47466/hikmah.v20i2.297

Abstract

AbstractLeadership is a factual theme that is always interesting to discuss throughout the history of mankind. This research uses Hikayat Puti Balqis, a manuscript originating from Surau Simaung, Sijunjung Regency, West Sumatra Province, as the object and primary source. The focus of this research is to explore the leadership values possessed by the main character in the Hikayat Puti Balqis. This research aims to describe the physical condition of the manuscript codicologically, present text edits through the critical edition method, and reveal the content of the text related to women's leadership that is still relevant today. The philological approach is used to ensure the authenticity and accuracy of the text presentation, while content analysis is applied to interpret leadership values in cultural and religious contexts.  The results show that the Hikayat Puti Balqis contains four main leadership characteristics - a leader with great influence and charisma, a leader who is democratic and inclusive, a leader who is concerned about the safety of his people, and a leader who is intelligent and conscientious - and two key leadership values: wise, and diplomatic and peace-loving. This research offers a new perspective in understanding women's leadership values in the context of Islam and Malay culture. The findings not only enrich philological studies but also make a significant contribution to contemporary discussions on gender and leadership, particularly in the Islamic world and Southeast Asia. AbstrakKepemimpinan merupakan tema faktual yang selalu menarik untuk dibahas sepanjang sejarah umat manusia. Penelitian ini menggunakan Hikayat Puti Balqis, naskah yang berasal dari Surau Simaung, Kabupaten Sijunjung, Provinsi Sumatera Barat, sebagai objek dan sumber primer. Fokus penelitian ini adalah menggali nilai-nilai kepemimpinan yang dimiliki oleh tokoh utama dalam Hikayat Puti Balqis. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kondisi fisik naskah secara kodikologis, menyajikan suntingan teks melalui metode edisi kritis, serta mengungkap isi teks terkait kepemimpinan perempuan yang masih relevan hingga saat ini. Pendekatan filologi digunakan untuk memastikan otentisitas dan akurasi penyajian teks, sementara analisis isi diterapkan untuk menginterpretasikan nilai-nilai kepemimpinan dalam konteks budaya dan agama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Hikayat Puti Balqis memuat empat karakteristik kepemimpinan utama - yaitu pemimpin yang memiliki pengaruh besar dan kharisma, pemimpin yang demokratis dan inklusif, pemimpin yang memperhatikan keselamatan rakyatnya, serta pemimpin yang cerdas dan teliti - dan dua nilai kepemimpinan kunci: arif bijaksana, serta diplomatis dan cinta damai. Penelitian ini menawarkan perspektif baru dalam memahami nilai-nilai kepemimpinan perempuan dalam konteks Islam dan budaya Melayu. Temuan ini tidak hanya memperkaya kajian filologi tetapi juga memberikan kontribusi signifikan terhadap diskusi kontemporer tentang gender dan kepemimpinan, khususnya di dunia Islam dan Asia Tenggara.
PENGARUH GAYA KEPEMIMPINAN DISTRIBUTIF, BUDAYA SEKOLAH KOLABORATIF TERHADAP KINERJA GURU Mustolihudin, Mustolihudin; Prasetyowati, Riris Aishah; Muttaqin, Sabilil; SAM, Muarif
Hikmah: Journal of Islamic Studies Vol 20, No 2 (2024): Hikmah Journal of Islamic Studies
Publisher : STAI ALHIKMAH Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47466/hikmah.v20i2.299

Abstract

AbstractThis study aims to conduct a systematic review the impact of distributive leadership styles and collaborative school cultures on teacher performance. The leadership style of school principals and school culture are important factors influencing teacher performance. This review uses the Systematic Literature Review (SLR) method to collect, evaluate, and synthesize relevant research from 2019 to 2024. Results from 964 articles found show that 20 articles meet the inclusion and exclusion criteria. Data analysis was conducted through literature searches in the Google Scholar database, assisted by the Publish or Perish (PoP) software. This study finds that the articles overall use various methods, including regression analysis, path analysis, correlation analysis, t-tests, and qualitative phenomenological analysis. Distributive leadership involving the delegation of responsibilities and teamwork, as well as a collaborative school culture with open communication and peer support, positively impacts teacher performance. In conclusion, adopting a distributive leadership style and building a collaborative school culture are effective ways to improve teacher performance and the quality of education in schools.                                                      AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk melakukan tinjauan sistematis terhadap pengaruh gaya kepemimpinan distributif dan budaya sekolah kolaboratif terhadap kinerja guru. Gaya kepemimpinan kepala sekolah dan budaya sekolah merupakan faktor penting yang mempengaruhi kinerja guru. Tinjauan ini menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) untuk mengumpulkan, mengevaluasi, dan menggabungkan penelitian yang relevan dari tahun 2019 hingga 2024. Hasil dari 964 artikel yang ditemukan menunjukkan bahwa 20 artikel memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Analisis data dilakukan dengan penelusuran literatur di basis data google scholar yang dibantu oleh software Publish or Perish (PoP). Penelitian ini menemukan bahwa, keseluruhan artikel menggunakan metode yang beragam; analisis regresi, analisis jalur path, analisis korelasi, uji t dan analisis kualitatif fenomenologi. Gaya kepemimpinan distributif yang melibatkan pembagian tanggung jawab dan kerja sama tim serta budaya sekolah yang kolaboratif dengan komunikasi terbuka dan dukungan antar rekan kerja berdampak positif pada kinerja guru. Kesimpulannya, mengadopsi gaya kepemimpinan distributif dan membangun budaya sekolah kolaboratif adalah cara yang efektif untuk meningkatkan kinerja guru dan kualitas pendidikan di sekolah. 

Filter by Year

2011 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 21, No 2 (2025): Hikmah Journal of Islamic Studies Vol 21, No 1 (2025): Hikmah Journal of Islamic Studies Vol 20, No 2 (2024): Hikmah Journal of Islamic Studies Vol 20, No 1 (2024): Hikmah Journal of Islamic Studies Vol 19, No 2 (2023): Hikmah: Journal of Islamic Studies Vol 19, No 1 (2023): Hikmah: Journal of Islamic Studies Vol 18, No 2 (2022): Hikmah: Journal of Islamic Studies Vol 18, No 1 (2022): Hikmah: Journal of Islamic Studies Vol 17, No 2 (2021): Hikmah: Journal of Islamic Studies Vol 17, No 1 (2021): Hikmah: Journal of Islamic Studies Vol 16, No 2 (2020): Hikmah: Journal of Islamic Studies Vol 16, No 1 (2020): Hikmah: Journal of Islamic Studies Vol 15, No 2 (2019): Hikmah: Journal of Islamic Studies Vol 15, No 1 (2019): Studi Islam Kontemporer Vol 15, No 1 (2019): Hikmah: Journal of Islamic Studies Vol 14, No 2 (2018): Kontekstualisasi Pemahaman Hadis Vol 14, No 2 (2018): Kontekstualisasi Pemahaman Hadis Vol 14, No 1 (2018): Deradikalisasi Pemahaman Keagamaan Islam Vol 14, No 1 (2018): Deradikalisasi Pemahaman Keagamaan Islam Vol 13, No 2 (2017): Arah Baru Pendidikan Islam Vol 13, No 1 (2017): Ragam Model dan Metode Pembelajaran dalam Pendidikan Islam Vol 13, No 1 (2017): Ragam Model dan Metode Pembelajaran dalam Pendidikan Islam Vol 12, No 2 (2016): Al-Qur'an dan Fakta-fakta Ilmiah Vol 12, No 1 (2016): Memahami Islam: Pernak Pernik Kehidupan Keagamaan Nusantara Vol 11, No 2 (2015): Pendidikan Progresif Vol 11, No 1 (2011): Islam dan Kearifan Lokal More Issue