cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
staialhikmahjakarta10@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Hikmah : Journal of Islamic Studies
ISSN : 20882629     EISSN : 25810146     DOI : -
Core Subject : Education,
HIKMAH (ISSN. 2088-2629) is a journal of Islamic Studies which published by ALHIKMAH Islamic Studies Institute Jakarta. This journal is published each semester. It is publication media for research results and the thoughts of lectures, intelectuals, and the observer of Islamic studies. By upholding the spirit of multi disciplinary studies, the HIKMAH journal is providing various research report and articles which related to the f eld of education, social, culture, law, politics, economy, and science. T ey are seriously studied in terms of islamic perspective. the substance of the writings is the responsibility of the writers and doesn’t necessarily ref ected the oppinion of the redaction.
Arjuna Subject : -
Articles 158 Documents
GANGGUAN NARCISSISTIC PERSONALITY DISORDER (NPD) DAN SOLUSINYA DALAM AL-QUR’AN Ruzni, Sahula; Zamimah, Iffaty
Hikmah: Journal of Islamic Studies Vol 20, No 2 (2024): Hikmah Journal of Islamic Studies
Publisher : STAI ALHIKMAH Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47466/hikmah.v20i2.300

Abstract

AbstractNarcissistic Personality Disorder (NPD) is a personality disorder marked by feelings of superiority, a strong desire for admiration, and a lack of empathy. This condition has become an interesting topic in psychology and social studies, especially regarding how narcissistic behavior affects individuals and society. This study aims to analyze the concept of NPD from an Islamic perspective, using Tafsir Al-Munir by Wahbah az-Zuhaili as the main reference. The research employs a qualitative approach with a thematic interpretation (tafsir maudhu'i) to explore Qur'anic verses relevant to narcissistic traits. The study concludes that Wahbah az-Zuhaili’s approach to treating Narcissistic Personality Disorder emphasizes drawing closer to Allah, improving one’s mindset, creating a positive environment, and adopting healthier, positive behavior. Narcissistic traits are similar to arrogance and pride, which are discouraged in Islam. The Qur’an offers psychological and spiritual solutions to counter these behaviors through principles of humility and empathy toward others. AbstrakNarcissistic Personality Disorder (NPD) adalah gangguan kepribadian yang ditandai oleh rasa superioritas, keinginan kuat akan pujian, dan kurangnya empati. Penyakit ini telah menjadi topik menarik dalam kajian psikologi dan sosial, terutama terkait dengan dampak perilaku narsistik pada kehidupan individu dan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep NPD dalam perspektif Al-Qur’an dengan menggunakan kitab Tafsir Al-Munir karya Wahbah az-Zuhaili sebagai rujukan utama. Metodologi yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik tafsir maudhu’i untuk memahami ayat-ayat Al-Qur'an yang relevan dengan karakteristik narsistik. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa psikoterapi Narcissictic Personality Disorder yang ditawarkan oleh Wahbah Az-Zuhaili sebagai solusi yaitu mendekatkan diri kepada Allah dan memperbaiki pola pikir, mengubah lingkungan ke arah yang lebih positif, serta perilaku menjadi lebih sehat dan baik. Sifat narsistik serupa dengan perilaku sombong, angkuh, dan membanggakan diri yang dilarang dalam agama Islam. Al-Qur’an menawarkan solusi psikologis dan spiritual untuk mengatasi perilaku ini melalui prinsip-prinsip rendah hati dan empati terhadap sesama. 
MANAJEMEN PENDIDIKAN DALAM KAJIAN ULUMUL QURAN (STUDI TENTANG PROFESIONALISME PENDIDIK DALAM QS. AL-TAUBAH/09: 105) Alam, Mufassirul
Hikmah: Journal of Islamic Studies Vol 20, No 2 (2024): Hikmah Journal of Islamic Studies
Publisher : STAI ALHIKMAH Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47466/hikmah.v20i2.301

Abstract

AbstractThis study examines educational management within the framework of Ulumul Quran, focusing on the professionalism of educators as emphasized in QS. Al-Taubah/09: 105. Utilizing a qualitative research method with a literature review approach, the study aims to provide an in-depth understanding of phenomena rather than relying on numerical data. The literature review involves analyzing various written sources, including books, scientific journals, official documents, and other relevant references. Data collection is conducted through coding, a systematic process involving reading, identifying, labeling, and analyzing key patterns or themes aligned with the research topic. This process is further refined by identifying variables, defining fundamental concepts, and exploring relevant material. The analysis of QS. Al-Taubah/09: 105 highlights the centrality of Allah’s oversight in every educational activity. The verse underscores that all actions and efforts in teaching are subject to divine supervision and accountability, whether conducted openly or discreetly. Furthermore, it stresses that educators bear a significant responsibility in ensuring that their teaching aligns with the values and expectations set by Allah SWT. This accountability reinforces the importance of professionalism in every aspect of the educational process, emphasizing sincerity and dedication as core attributes of an educator  AbstrakPenelitian ini mengkaji manajemen pendidikan dalam kerangka Ulumul Quran, dengan fokus pada profesionalisme pendidik sebagaimana diuraikan dalam QS. Al-Taubah/09: 105. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan tinjauan pustaka, yang bertujuan untuk memberikan pemahaman mendalam terhadap fenomena dibandingkan data kuantitatif. Tinjauan pustaka dilakukan dengan menganalisis berbagai sumber tertulis, seperti buku, jurnal ilmiah, dokumen resmi, dan referensi terkait lainnya. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui proses coding, yaitu proses sistematis yang meliputi membaca, mengidentifikasi, memberi kode, dan menganalisis pola atau tema yang relevan dengan topik penelitian. Proses ini diperkuat dengan identifikasi variabel, pendefinisian konsep dasar, dan eksplorasi materi penelitian.Analisis QS. Al-Taubah/09: 105 menekankan pentingnya pengawasan Allah dalam setiap aktivitas pendidikan. Ayat ini menunjukkan bahwa semua tindakan dan upaya dalam pembelajaran berada di bawah pengawasan dan tanggung jawab kepada Allah SWT, baik dilakukan secara terbuka maupun tersembunyi. Selain itu, ayat ini menegaskan bahwa pendidik memiliki tanggung jawab besar untuk memastikan pengajaran mereka sesuai dengan nilai-nilai dan harapan yang ditetapkan oleh Allah SWT. Tanggung jawab ini menekankan pentingnya profesionalisme dalam setiap aspek proses pendidikan, dengan ketulusan dan dedikasi sebagai atribut utama seorang pendidik. 
ANALYSIS OF ISLAMIC EDUCATIONAL VALUES AND THEIR INTERNALIZATION IN THE NOVEL ‘TENGGELAMNYA KAPAL VAN DER WIJCK’ BY BUYA HAMKA Jannataini, Zahira
Hikmah: Journal of Islamic Studies Vol 21, No 1 (2025): Hikmah Journal of Islamic Studies
Publisher : STAI ALHIKMAH Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47466/hikmah.v21i1.307

Abstract

AbstractIn the modern era, literature has the potential to serve as an effective medium for education, including Islamic teachings. One such literary work is Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck by Buya Hamka. This study aims to contribute to the field of Islamic education by illustrating how novels can facilitate the internalization of Islamic values. The research objectives include (1) identifying the values of Islamic religious education, (2) analyzing how these values are depicted in Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck, and (3) examining how the novel’s narrative incorporates and conveys Islamic educational principles. This study adopts a qualitative approach with thematic analysis to explore the educational values embedded within the novel. The findings reveal that Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck integrates Islamic values through character development and narrative conflicts. These values fall into three categories: (1) faith-based education, which encompasses religious devotion and repentance, (2) sharia-related education, including obedience, inheritance laws, marriage, and acts of charity, and (3) moral education, which involves ethical and behavioral aspects such as honesty, patience, humility, arrogance, forgiveness, and trustworthiness. This study underscores the novel’s role in imparting Islamic teachings, reinforcing its significance as a literary source for moral and religious instruction. AbstrakDi era modern ini, karya sastra memiliki potensi sebagai media pendidikan yang efektif, termasuk dalam penyampaian ajaran Islam. Salah satu karya sastra yang mencerminkan hal ini adalah Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck karya Buya Hamka. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan kontribusi dalam bidang pendidikan Islam dengan menunjukkan bagaimana novel dapat menjadi sarana internalisasi nilai-nilai Islam. Adapun tujuan penelitian ini meliputi (1) mengidentifikasi nilai-nilai pendidikan agama Islam, (2) menganalisis bagaimana nilai-nilai tersebut digambarkan dalam Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck, dan (3) mengkaji bagaimana narasi dalam novel ini menginternalisasikan serta menyampaikan prinsip-prinsip pendidikan Islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis tematik untuk menggali nilai-nilai pendidikan yang terkandung dalam novel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck menginternalisasikan nilai-nilai Islam melalui perkembangan karakter dan konflik dalam alur ceritanya. Nilai-nilai tersebut dikategorikan ke dalam tiga aspek utama: (1) pendidikan keimanan, yang mencakup pengabdian kepada agama dan tobat, (2) pendidikan syariah, meliputi ketaatan, hukum waris, pernikahan, dan amal, serta (3) pendidikan akhlak, yang mencakup aspek etika dan perilaku seperti kejujuran, kesabaran, kerendahan hati, kesombongan, pengampunan, dan sikap amanah. Penelitian ini menegaskan peran novel dalam menyampaikan ajaran Islam, sehingga memperkuat signifikansinya sebagai sumber literasi moral dan keagamaan.
WASATIYYAT ISLAM IN MUHAMMADIYAH’S MOVEMENT FOR STRENGTHENING CIVIL SOCIETY IN INDONESIA Krisnawati, Nofi Maria; Hady, Yazid
Hikmah: Journal of Islamic Studies Vol 21, No 1 (2025): Hikmah Journal of Islamic Studies
Publisher : STAI ALHIKMAH Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47466/hikmah.v21i1.327

Abstract

AbstractThis study is the concept of wasatiyyat and its application in civil society through the lens of Muhammadiyah. The main objective of this research is to see how Muhammadiyah uses wasatiyyat principles to create social attraction, encourage interfaith conversations, and strengthen democratic principles in a pluralist society. The study used a library research approach, which evaluated various sources, including journals, scholarly articles and relevant literature. The results show that Muhammadiyah has successfully incorporated wasatiyyat principles into multiple fields, including education, health, and social advocacy. These efforts show that Islamic moderation can help social harmony and democracy and contribute to developing an inclusive civil society. The results of this study confirm that the wasatiyyat approach through Muhammadiyah has a broader impact, offering a practical framework for dealing with challenges in a multicultural society. This contribution can enrich the discourse on Islam and civil society and highlight the potential of wasatiyyat values in promoting sustainable social development and peace efforts globally.AbstrakPenelitian ini membahas konsep wasatiyyah dan penerapannya dalam masyarakat sipil melalui perspektif organisasi Muhammadiyah. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk melihat bagaimana Muhammadiyah menerapkan prinsip wasatiyyah dalam menciptakan daya tarik sosial, mendorong dialog antaragama, serta memperkuat prinsip demokrasi dalam masyarakat yang plural. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kepustakaan dengan menganalisis berbagai sumber, termasuk jurnal, artikel ilmiah, dan literatur yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Muhammadiyah telah berhasil mengintegrasikan prinsip wasatiyyah ke dalam berbagai bidang, seperti pendidikan, kesehatan, dan advokasi sosial. Upaya-upaya ini membuktikan bahwa moderasi Islam dapat mendukung harmoni sosial dan demokrasi, sekaligus berkontribusi pada pengembangan masyarakat sipil yang inklusif. Temuan penelitian ini memperkuat bukti bahwa pendekatan wasatiyyah melalui Muhammadiyah memiliki dampak yang luas, menawarkan kerangka kerja praktis untuk menghadapi tantangan di masyarakat multikultural. Kontribusi ini dapat memperkaya wacana tentang Islam dan masyarakat sipil, serta menegaskan potensi nilai-nilai wasatiyyah dalam mendorong pembangunan sosial berkelanjutan dan upaya perdamaian global. 
ISBAT NIKAH DALAM PERSPEKTIF MAQASID SYARIAH: STUDI KASUS PENGADILAN AGAMA PANGKALAN BUN Azim, Abdul; Khair, Abdul; Soeradji, Elvi
Hikmah: Journal of Islamic Studies Vol 21, No 1 (2025): Hikmah Journal of Islamic Studies
Publisher : STAI ALHIKMAH Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47466/hikmah.v21i1.321

Abstract

AbstractThe government has made efforts to prevent nikah siri, but the government also provides a solution to legalize nikah siri through isbat nikah. This causes some marriage isbat applications to be granted and some to be rejected, including applications submitted to the Pangkalan Bun Religious Court. This research aims to analyze the maqasid sharia perspective on case number: 107/Pdt.P/2023/PA.PBun which was granted and case number: 102/Pdt.P/2023/PA.PBun which was rejected. These two cases have similarities where the marriage is religiously valid and has a child. This literature study normative research uses case and conceptual approaches by applying descriptive analysis techniques. The results of the study suggest that the granting of the application for isbat nikah case number: 107/Pdt.P/2023/PA.PBun is relevant to the concept of maqasid sharia. With the legalization of the marriage, the aspects of protecting religion, soul, children, property and reason which are included in the daruriyat category can be realized. The decision of case number: 102/Pdt.P/2023/PA.PBun was rejected for the benefit of the community to reduce the number of siri polygamy but could ignore the rights of wives and children which is contrary to maqasid sharia. Thus, judges are expected not only to focus on formal rules, but need to consider all the benefits. This is because the law is not limited to providing certainty, but also justice and benefits for society. AbstrakPemerintah telah berupaya untuk mencegah terjadinya nikah siri, namun pemerintah pula memberi solusi untuk mengesahkan nikah siri melalui jalan isbat nikah. Hal ini menyebabkan permohonan isbat nikah ada yang dikabulkan dan ada yang ditolak, termasuk permohonan yang diajukan ke Pengadilan Agama Pangkalan Bun. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perspektif maqasid syariah pada kasus nomor: 107/Pdt.P/2023/PA.PBun yang dikabulkan dan kasus nomor: 102/Pdt.P/2023/PA.PBun yang ditolak. Kedua kasus ini memiliki kemiripan dimana pernikahannya sah secara agama dan telah memiliki anak. Penelitian normatif studi pustaka ini menggunakan pendekatan kasus dan konseptual dengan menerapkan teknik analisis deskriptif. Hasil penelitian mengemukakan bahwa pengabulan permohonan isbat nikah perkara nomor: 107/Pdt.P/2023/PA.PBun relevan dengan konsep maqasid syariah. Dengan disahkannya perkawinan tersebut, aspek perlindungan agama, jiwa, anak, harta serta akal yang masuk pada kategori daruriyat dapat terwujudkan. Adapun putusan perkara nomor: 102/Pdt.P/2023/PA.PBun ditolak demi kemaslahatan masyarakat untuk menekan angka poligami siri namun dapat mengabaikan hak-hak istri dan anak yang bertentangan dengan maqasid syariah. Dengan demikian, hakim diharapkan tidak hanya berfokus pada aturan formal, namun perlu mempertimbangkan segala kemaslahatan, sebab hukum tidak sebatas memberikan kepastian, namun juga keadilan serta manfaat bagi masyarakat.
ADAPTASI BUDAYA DAN TEKNOLOGI PENDIDIKAN PADA KONSEP EKOLOGI DALAM AL-QIRÂ’AH AL-RASYÎDAH Nisa, Mauidlotun; Raziqy, Naufal Hanif; Suparno, Darsita; Shodiq, Muhammad
Hikmah: Journal of Islamic Studies Vol 21, No 1 (2025): Hikmah Journal of Islamic Studies
Publisher : STAI ALHIKMAH Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47466/hikmah.v21i1.293

Abstract

AbstractThis study aims to reveal the ecology in the book of Al-Qiraah Al-Rashidah contained in the topic of flaura and fauna. The relationship between flora and fauna seems to be discussed in order to introduce ecology and the relationship between humans and nature and vice versa. Kitab Al-Qiraah al-Rasyidah is an Arabic learning module in some Islamic boarding schools in Indonesia so that this becomes important in order to strengthen ecological education to the younger generation. This research is a descriptive qualitative research with an ecological approach. Kitab Al-Qirâ'ah Al-Rashîdah juz 1 and 2 by Abdul Fattah is the primary source. This article finds that adaptation can be used in literary works considering that many terms contain cultural elements such as the word Al-Khasyab which is translated as ‘anjang-anjang bamboo’ which is adapted into Indonesian in the form of bamboo sticks stuck into the ground as a support for the vine. Adjusting the dialogue to the local cultural context can also instill moral values and enrich children's understanding of the role of fauna and fauna in the natural ecosystem. The design of website-based educational media can provide an understanding of texts that contain ecological knowledge according to technological developments.AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengungkap pemaknaan adaptasi budaya dalam tema flora dan fauna dalam kitab Al-Qiraah Al-Rasyidah yang menjadi salah satu bahan ajar di Pesantren Indonesia. Materi flora dan fauna potensial menjadi matari Pendidikan ekologi bagi pelajar untuk mempelajari kembali  hubungan manusia dengan alam dan sebaliknya. Riset ini juga bertujuan untuk mengembangan Pendidikan ekologi dalam Al-Qiraah al-Rasyidah melalui Website sehingga semakin banyak pelajar non Pesantren dapat mengakses dan memanfaatkannya. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan ekologi. Kitab Al-Qirâ’ah Al-Rasyîdah juz 1 dan 2 karya Abdul Fattah adalah sumber primer. Artikel ini menemukan bahwa adaptasi bisa digunakan dalam kitab Al-Qiraah Al-Rasyidah yang dialogis dan dramatis. Ada beberapa istilah yang memuat unsur budaya seperti kata Al-Khasyab yang dimaknai dengan ‘anjang-anjang bambu’ yang diadaptasi ke dalam bahasa Indonesia berupa batang bambu yang ditancapkan ke tanah sebagai penopang pohon anggur. Penyesuaian dialog dengan konteks budaya lokal juga dapat menanamkan nilai moral dan memperkaya pemahaman anak-anak tentang peran fauna fauna dalam ekosistem alam. Pendidikan ekologi yang diajarkan dalam Al-Qiraah Al-Rasyidah di antaranya pendidikan pelestarian alam baik tumbuhan dan hewan; merawat tanaman, proses pertumbuhan pohon; penopangan tanaman dengan anjang-anjang; sistem irigasi tradisional; keselamatan bertani; melestarikan gajah dan menjaga gajah dari kepunahan; simbiosis mutualisme alam, proses produksi madu oleh lebah,; dan Pendidikan menjaga ekosistem bunga. Perancangan media pendidikan berbasis website dapat memberikan akses luas terhadap para pelajar di luar pesantren karena Al-Qiraah al-Rasyidah merupakan modul belajar Bahasa Arab para pelajar di beberapa pesantren di Indonesia.  
PERENCANAAN DAKWAH NAHDLATUL ULAMA (NU) DALAM MENANGKAL RADIKALISME DI KABUPATEN DELI SERDANG Marwansyah, Marwansyah; Soiman, Soiman
Hikmah: Journal of Islamic Studies Vol 21, No 1 (2025): Hikmah Journal of Islamic Studies
Publisher : STAI ALHIKMAH Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47466/hikmah.v21i1.323

Abstract

AbstractRadicalism poses a significant threat to diversity and social stability, necessitating well-structured da'wah planning to mitigate its spread. This study aims to analyze the da'wah planning conducted by Nahdlatul Ulama (NU) in combating radicalism in Deli Serdang Regency. Employing a qualitative field research approach, data collection was conducted through observation, interviews, and document analysis. Primary data were gathered from interviews with key informants, including the Deputy Secretary and the Head of Religious Affairs of PCNU Deli Serdang Regency. Secondary data were sourced from relevant academic journals and books. The findings revealed NU's structured da'wah planning involves: (1) implementing PKPNU (Education for NU Cadres), (2) strengthening Ahlussunnah wal Jama'ah (Aswaja) values, (3) promoting Harokah Nahdiyah (NU movements), (4) conducting Aswaja-based da'wah, (5) organizing the Ramadan Safari team with Aswaja-oriented clerics, (6) facilitating Friday sermons with Aswaja scholars, and (7) adopting educational approaches to disseminate NU teachings. This research highlights the importance of comprehensive da'wah planning that integrates religious teachings with social and educational aspects, providing practical recommendations for religious organizations to foster inclusive community harmony against radicalism.AbstrakRadikalisme merupakan ancaman nyata terhadap keberagaman dan stabilitas sosial sehingga diperlukan perencanaan dakwah yang terstruktur untuk menanggulanginya. Penelitian ini bertujuan menganalisis perencanaan dakwah Nahdlatul Ulama (NU) dalam menangkal radikalisme di Kabupaten Deli Serdang. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode penelitian lapangan melalui observasi, wawancara, dan analisis dokumen. Data primer diperoleh dari wawancara informan kunci yaitu Wakil Sekretaris dan Ketua Bidang Keagamaan PCNU Kabupaten Deli Serdang, sementara data sekunder didapatkan dari jurnal dan buku relevan. Hasil penelitian menunjukkan perencanaan dakwah NU meliputi: (1) pelaksanaan Pendidikan Kader Penggerak Nahdlatul Ulama (PKPNU), (2) penguatan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jama'ah (Aswaja), (3) Harokah Nahdiyah, (4) penerapan dakwah berbasis Aswaja, (5) Tim Safari Ramadhan dengan ustadz berfaham Aswaja, (6) pengajian khatib Jumat oleh ulama Aswaja, dan (7) pendekatan pendidikan dalam penyebaran ajaran NU. Penelitian ini menegaskan bahwa perencanaan dakwah yang efektif tidak hanya terfokus pada aspek keagamaan semata, tetapi juga memperkuat dimensi sosial dan pendidikan untuk menjaga keharmonisan masyarakat secara berkelanjutan dalam menghadapi radikalisme.
ANALISIS KADERISASI DA’I MELALUI PRINSIP MANAJEMEN DAKWAH DI FORUM DA’I DAN USTADZ MUDA (FODIUM) KOTA MEDAN Habibi, Muhammad Abdillah; Ritonga, Elfi Yanti
Hikmah: Journal of Islamic Studies Vol 21, No 1 (2025): Hikmah Journal of Islamic Studies
Publisher : STAI ALHIKMAH Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47466/hikmah.v21i1.325

Abstract

AbstractThis study examines the application of da'wah management principles in the cadre program of the Young Da'i and Ustadz Forum (Fodium) in Medan City. Utilizing a descriptive qualitative approach, data were gathered through observation, interviews, and documentation to analyze the cadre process comprehensively. The findings indicate that Fodium’s cadre system is structured under organizational bylaws and consists of two main stages: 1) training, focusing on technical and ideological development, and 2) delivery of da'wah concepts, emphasizing practical application. Four core principles guide the program: Consolidation (strengthening organizational unity), Coordination (ensuring systematic teamwork), Tajdid (encouraging innovation in da'wah methods), and Ijtihad (promoting contextual interpretation of Islamic teachings). This research underscores the importance of integrating community-based regeneration with robust management standards to enhance the effectiveness of da'wah activities. Future studies are encouraged to explore the integration of digital tools and technology to further expand the reach and impact of da'wah efforts.AbstrakPenelitian ini mengkaji penerapan prinsip manajemen dakwah dalam program pengkaderan Forum Da’i dan Ustadz Muda (Fodium) Kota Medan. Dengan pendekatan kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi untuk menganalisis proses kaderisasi secara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem kaderisasi Fodium berlandaskan AD/ART organisasi dan terdiri dari dua tahap utama: 1) pelatihan, yang fokus pada pengembangan teknis dan ideologis, dan 2) penyampaian konsep dakwah, yang menekankan aplikasi praktis. Empat prinsip inti menjadi panduan program: Konsolidasi (memperkuat kesatuan organisasi), Koordinasi (memastikan kerjasama yang sistematis), Tajdid (mendorong inovasi metode dakwah), dan Ijtihad (mendorong interpretasi kontekstual ajaran Islam). Penelitian ini menegaskan pentingnya mengintegrasikan sistem kaderisasi berbasis komunitas dengan standar manajemen yang kuat untuk meningkatkan efektivitas kegiatan dakwah. Studi lanjutan disarankan untuk mengeksplorasi integrasi teknologi guna memperluas jangkauan dan dampak dakwah. 
RELIGIOUS MODERATION AS A RESPONSE TO RADICALISM: INSIGHTS FROM THE QUR’AN, HADITH, AND THE PROPHET’S CHARACTER Suparta, Mundzier; Hady, Yazid; Abusiri, Abusiri; Mubin, Fatkhul
Hikmah: Journal of Islamic Studies Vol 21, No 1 (2025): Hikmah Journal of Islamic Studies
Publisher : STAI ALHIKMAH Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47466/hikmah.v21i1.344

Abstract

AbstractReligious radicalism in Indonesia deviates from Islam’s core values of justice, mercy, and balance, often manifesting in exclusivism, intolerance, and violence. This article explores the normative principles of religious moderation (wasathiyyah) as expressed in the Qur’an, Hadith, and the Prophet Muhammad’s exemplary character, analysing their relevance in countering contemporary radicalism. Using a qualitative method, it examines primary Islamic texts and secondary scholarship, identifying key themes through socio-historical interpretation and maqāṣid al-sharī‘ah. The findings show that moderation understood as a balanced middle path between excess (ifrāṭ) and negligence (tafrīṭ) is a central Islamic tenet, affirmed in Q.S. Al-Baqarah: 143 and Q.S. Al-Hujurat: 13. The Prophet embodied moderation through gentleness, openness, and respect for diversity, providing a model for balanced thought and practice. Moderation also applies to theology, worship, ethics, and law, shaping an inclusive, peace-oriented Islamic framework. Integrating these values into education, preaching, and policy is vital to counter radicalism, strengthen tolerance, and maintain Islam’s role as rahmatan lil-‘ālamīn. Moderation thus emerges as both a normative imperative and an effective strategy for harmony in pluralistic societies.AbstrakRadikalisme agama di Indonesia menyimpang dari nilai inti Islam, yaitu keadilan, kasih sayang, dan keseimbangan, yang sering termanifestasi dalam sikap eksklusif, intoleran, dan kekerasan. Artikel ini mengkaji prinsip normatif moderasi beragama (wasathiyyah) sebagaimana tercermin dalam Al-Qur’an, Hadis, dan teladan Nabi Muhammad SAW, serta relevansinya dalam menghadapi radikalisme kontemporer. Dengan metode kualitatif, penelitian ini menelaah teks-teks Islam primer dan literatur akademik sekunder, mengidentifikasi tema utama melalui interpretasi sosio-historis dengan pertimbangan maqāṣid al-sharī‘ah. Temuan menunjukkan bahwa moderasi—jalan tengah yang seimbang antara ifrāṭ (berlebihan) dan tafrīṭ (meremehkan)—merupakan ajaran utama Islam, ditegaskan dalam Q.S. Al-Baqarah: 143 dan Q.S. Al-Hujurat: 13. Nabi meneladani moderasi melalui kelembutan, keterbukaan, dan penghormatan terhadap keragaman, menjadi model bagi keseimbangan pemikiran dan praktik. Moderasi juga mencakup akidah, ibadah, etika, dan hukum, membentuk kerangka Islam yang inklusif dan damai. Integrasi nilai-nilai ini dalam pendidikan, dakwah, dan kebijakan publik penting untuk melawan radikalisme, memperkuat toleransi, dan menjaga Islam sebagai rahmatan lil-‘ālamīn. Moderasi terbukti sebagai keharusan normatif dan strategi efektif membangun harmoni dalam masyarakat plural.
FENOMENA PERCERAIAN DI KALANGAN GENERASI MUDA MUSLIM: PERSPEKTIF HUKUM KELUARGA ISLAM Abdurahman, Abdurahman; Lutfi, Chairul; Ahmad, Lia Fauziyyah; Nurlia, Nurlia
Hikmah: Journal of Islamic Studies Vol 21, No 1 (2025): Hikmah Journal of Islamic Studies
Publisher : STAI ALHIKMAH Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47466/hikmah.v21i1.330

Abstract

AbstractThe incidence of divorce among young Muslim couples in Indonesia has seen a significant rise in recent years, influenced by various factors such as economic instability, shifts in social values, and the impact of social media. This study aims to analyze the underlying causes of divorce among young Muslims and to examine the role of Islamic family law as a preventive measure. Employing a qualitative approach with a juridical-sociological design, the research utilizes in-depth interviews and document analysis involving divorced young couples, religious courts, and religious institutions. The findings reveal that economic pressures, changes in social values, emotional instability, and the influence of social media significantly contribute to the increasing divorce rates. While Islamic family law, emphasizing mediation and reconciliation, serves as a preventive tool, challenges arise from the limited understanding of Islamic legal principles among young couples. Consequently, this study recommends the enhancement of premarital education based on Islamic principles and the strengthening of mediation efforts within religious courts to reduce divorce rates. The research is expected to contribute to the development of more effective policies aimed at strengthening the institution of marriage among young Muslim couples.AbstrakFenomena perceraian di kalangan generasi muda Muslim di Indonesia menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir, dipengaruhi oleh faktor ekonomi, sosial, budaya, dan pengaruh media sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor penyebab perceraian dan memahami peran hukum keluarga Islam sebagai upaya pencegahan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain yuridis-sosiologis, melalui wawancara mendalam dan studi dokumentasi dengan pasangan muda yang bercerai, pengadilan agama, dan lembaga keagamaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor ekonomi, perubahan nilai sosial, ketidakstabilan emosional, dan media sosial berkontribusi besar terhadap meningkatnya angka perceraian. Meskipun hukum keluarga Islam yang menekankan pada mediasi dan rekonsiliasi berfungsi sebagai upaya pencegahan, tantangan besar muncul dari kurangnya pemahaman pasangan muda terhadap hukum Islam. Oleh karena itu, penelitian ini merekomendasikan peningkatan pendidikan pranikah berbasis syariah dan penguatan mediasi di pengadilan agama sebagai langkah strategis untuk mengurangi angka perceraian. Penelitian ini diharapkan memberikan kontribusi dalam pengembangan kebijakan yang lebih efektif untuk memperkuat institusi perkawinan di kalangan generasi muda Muslim.

Filter by Year

2011 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 21, No 2 (2025): Hikmah Journal of Islamic Studies Vol 21, No 1 (2025): Hikmah Journal of Islamic Studies Vol 20, No 2 (2024): Hikmah Journal of Islamic Studies Vol 20, No 1 (2024): Hikmah Journal of Islamic Studies Vol 19, No 2 (2023): Hikmah: Journal of Islamic Studies Vol 19, No 1 (2023): Hikmah: Journal of Islamic Studies Vol 18, No 2 (2022): Hikmah: Journal of Islamic Studies Vol 18, No 1 (2022): Hikmah: Journal of Islamic Studies Vol 17, No 2 (2021): Hikmah: Journal of Islamic Studies Vol 17, No 1 (2021): Hikmah: Journal of Islamic Studies Vol 16, No 2 (2020): Hikmah: Journal of Islamic Studies Vol 16, No 1 (2020): Hikmah: Journal of Islamic Studies Vol 15, No 2 (2019): Hikmah: Journal of Islamic Studies Vol 15, No 1 (2019): Studi Islam Kontemporer Vol 15, No 1 (2019): Hikmah: Journal of Islamic Studies Vol 14, No 2 (2018): Kontekstualisasi Pemahaman Hadis Vol 14, No 2 (2018): Kontekstualisasi Pemahaman Hadis Vol 14, No 1 (2018): Deradikalisasi Pemahaman Keagamaan Islam Vol 14, No 1 (2018): Deradikalisasi Pemahaman Keagamaan Islam Vol 13, No 2 (2017): Arah Baru Pendidikan Islam Vol 13, No 1 (2017): Ragam Model dan Metode Pembelajaran dalam Pendidikan Islam Vol 13, No 1 (2017): Ragam Model dan Metode Pembelajaran dalam Pendidikan Islam Vol 12, No 2 (2016): Al-Qur'an dan Fakta-fakta Ilmiah Vol 12, No 1 (2016): Memahami Islam: Pernak Pernik Kehidupan Keagamaan Nusantara Vol 11, No 2 (2015): Pendidikan Progresif Vol 11, No 1 (2011): Islam dan Kearifan Lokal More Issue