cover
Contact Name
Kurniawati
Contact Email
kurniawati204@gmail.com
Phone
+628179143181
Journal Mail Official
jps@unj.ac.id
Editorial Address
Jl Rawamangun Muka Kampus A Universitas Negeri Jakarta, Gedung K Lantai 2 Fakultas Ilmu Sosial
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Sejarah
ISSN : 2301461X     EISSN : 25809180     DOI : https://doi.org/10.21009/JPS
Core Subject : Education, Social,
Arjuna Subject : -
Articles 132 Documents
Integrasi Nilai-Nilai Kearifan Lokal Kalosara dalam Pembelajaran Sejarah di SMA sebagai Penguatan Karakter Siswa Rispan Rispan; Ajat Sudrajat
Jurnal Pendidikan Sejarah Vol 8 No 2 (2019): JPS - Jurnal Pendidikan Sejarah, Volume 8 Nomor 2 Tahun 2019
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah Pascasarjana UNJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (618.043 KB) | DOI: 10.21009/JPS.082.04

Abstract

This study aims to examine the values ​​contained in kalosara local wisdom, so that these values ​​can be integrated into historical learning as a reinforcement of student character. The method used in this research is descriptive qualitative method. This is based on the problem being studied in a qualitative descriptive manner which requires observation, interviews, reviewing documents, testing the validity of the data through the stages of triangulation, in revealing interpretative significance as answers in solving research problems. The results showed that kalosara is a guide that affects the lives of the Tolaki people from ancient times to the present. The existence of empowerment if reflected in the form of behavior in various sectors of life, thus making if as a guide as well as controlling the behavior in creating a harmonious social environment. As for the values ​​contained in the Kalosara local wisdom, among others: the value of leadership which consists of unity and unity (medulu mepoko'aso), harmony of harmony, purity, justice (ate pute penao moroha), security, peace, justice, welfare (morini mbu'umbundi) monapa mbu'undawaro), shame (kohanu), mutual cooperation (samaturu), and manners (meiro'u) which include mutual respect (mombekapona-pona'ako), and mutual love (mombekamei-meiri'ako). Integrating Kalosara local wisdom values ​​in history learning is very important, in addition to making history learning more interesting and meaningful, it can also function as a tool for strengthening students' character in facing current and future challenges. So students have moral knowledge, moral feelings, and moral actions in understanding the noble values ​​in their culture. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji nilai-nilai yang terkandung dalam kearifan lokal kalosara, sehingga nilai tersebut dapat di integrasikan kedalam pembelajaran sejarah sebagai penguatan karakter siswa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif desktiftif. Hal tersebut didasari oleh masalah yang diteliti bersifat deskriftif kualitatif yang membutuhkan observasi, wawancara, mengkaji dokumen, menguji keabsahan data melalui tahapan triangulasi, dalam mengungkap kebermaknaan secara interpretatif sebagai jawaban dalam pemecahan masalah penelitian. Hasil penelitian menunjukan bahwa kalosara merupakan suatu pedoman yang mempengaruhi kehidupan masyarakat Tolaki dari zaman dahulu hingga sekarang. Eksistensi keberdayaan kalo terefleksikan dalam wujud perilaku pada berbagai sektor kehidupan, sehingga menjadikan kalo sebagai pedoman sekaligus pengontrol perilaku dalam menciptakan lingkungan sosial yang harmonis. Adapun nilai yang terkandung dalam kearifan lokal kalosara antara lain: nilai kepemimpinan yang berintikan persatuan dan kesatuan (medulu mepoko’aso), keserasian keharmonisan, kesucian, keadilan (ate pute penao moroha), keamanan, kedamaian, keadilan, kesejahteraan (morini mbu’umbundi monapa mbu’undawaro), rasa malu (kohanu), gotong royong (samaturu), dan sopan santun (meiro’u) yang meliputi saling menghormati (mombekapona-pona’ako), dan saling mengasihi (mombekamei-meiri’ako). Pengintegrasian nilai-nilai kearifan lokal kalosara dalam pembelajaran sejarah sangat penting, selain menjadikan pembelajaran sejarah semakin menarik dan bermakna, juga dapat berfungsi sebagai alat bagi penguatan karakter peserta didik dalam menghadapi tantangan masa kini dan masa depan. Sehingga peserta didik memiliki pengetahuan moral, perasaan moral, dan tindakan moral dalam memahami nilai luhur dalam kebudayaannya.
Akses Pendidikan bagi Pribumi pada Periode Etis (1901-1930) Muhammad Fakhriansyah; Intan Ranti Permatasari Patoni
Jurnal Pendidikan Sejarah Vol 8 No 2 (2019): JPS - Jurnal Pendidikan Sejarah, Volume 8 Nomor 2 Tahun 2019
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah Pascasarjana UNJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (638.219 KB) | DOI: 10.21009/JPS.082.03

Abstract

This article examines the dynamics of the indigenous people of the Dutch East Indies' access to education during the Dutch Etichal Policy period. Considering that, the Netherlands was the longest-running country exploiting the Indies, the country was obliged to bear the burden of reciprocation on their colony. The burden of reciprocity was realised through an Ethical Policy that has three programs. They are irrigation, transmigration, and education. Of the three, Education was the program that had major impacts on the Indonesian national movement. This research used historical method. The result of this research showed us that although education had succeeded in undermining the Dutch colonial domination, the education during the Dutch Etichal Policy period was not fully given as a whole by the colonial government. Instead, it was very limited. The Dutch colonial policies, especially the one concerning education were driven by their interest of economic benefits for themselves over the improvement of the indigenous people of the Dutch East Indies' welfare. Artikel ini membahas mengenai dinamika akses pendidikan bagi pribumi saat berlangsungya Politik Etis. Seperti yang diketahui, Belanda sebagai negara yang terlama mengeksploitasi Hindia Belanda membuat negara tersebut menanggung beban balas budi terhadap koloninya. Beban balas budi tersebut terwujud melalui program Politik Etis yang memiliki tiga program, yakni irigasi, transmigrasi, dan edukasi. Dari ketiga itu, pendidikan merupakan salah satu program Politik Etis dan salah satu program yang memiliki dampak besar bagi pergerakan nasional. Penelitian ini menggunakan metode historis dengan analisis studi kepustakaan. Hasil penelitian menunjukan meskipun pendidikan berhasil meruntuhkan dominasi kolonial, pendidikan saat periode Etis pun tidak serta merta langsung diberikan begitu saja oleh pemerintah kolonial meskipun tujuan Politik Etis adalah balas budi, pemberian pendidikan diberikan secara serba terbatas. Kebijakan-kebijakan pemerintah kolonial, khususnya di bidang pendidikan didorong oleh kepentingan keuntungan ekonomi bagi mereka sendiri alih-alih oleh motif untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat setempat.
Evaluasi Program Pembelajaran Sejarah Indonesia di SMKN 57 Jakarta Nur Fajar Absor; Kurniawati; Umasih
Jurnal Pendidikan Sejarah Vol 8 No 2 (2019): JPS - Jurnal Pendidikan Sejarah, Volume 8 Nomor 2 Tahun 2019
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah Pascasarjana UNJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (671.698 KB) | DOI: 10.21009/JPS.082.05

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak positif dan negatif dari program pembelajaran sejarah di SMKN 57 Jakarta. Desain penelitian yang digunakan adalah evaluasi yang terdiri dari proses pemilihan model evaluasi dan selanjutnya memilih metode penelitian yang digunakan. Model penelitiannya sendiri, peneliti menggunakan Model Evaluasi Bebas Tujuan (Goal Free Evaluation Model) yang dikembangkan oleh Michael Scriven, sedangkan untuk metode penelitiannya, peneliti menggunakan metode penelitian kualitatif. Sampel yang digunakan adalah wakil kepala sekolah bidang kurikulum, guru, dan peserta didik. Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data triangulasi, yakni observasi, wawancara, informan kunci dan informan spesialis, serta dokumentasi. Hasilnya ditemukan bahwa terdapat: (1) Dampak positif yang sesuai dengan harapan pembuat program seputar tujuan program yang dipahami dari aspek kognitif, peserta didik berminat untuk mempelajari Sejarah Indonesia, dan pelaksanaan pembelajaran sudah berlangsung dengan baik; (2) Dampak positif yang tidak termasuk tujuan pembuat program seputar peserta didik menjadi aktif, kreatif, dan kritis dalam pembelajaran, penggunaan metode dan media pembelajaran yang kreatif dan inovatif, serta penanaman pendidikan karakter; (3) Dampak sampingan negatif akibat dari program yang dilaksanakan seputar munculnya ketidakpastian hukum di Indonesia, tujuan program dipahami hanya sebatas pada aspek kognitif, kesulitan dalam membuat perangkat pembelajaran, materi pembelajaran banyak dan padat, serta kegiatan pembelajaran tergantung kepada profesionalitas guru.
Pengembangan E-Modul Interaktif Berbasis Android pada Mata Kuliah Strategi Belajar Mengajar Ricu Sidiq; Najuah
Jurnal Pendidikan Sejarah Vol 9 No 1 (2020): JPS - Jurnal Pendidikan Sejarah, Volume 9 Nomor 1 Tahun 2020
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah Pascasarjana UNJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (885.152 KB) | DOI: 10.21009/JPS.091.01

Abstract

This research aims to develop an interactive e-module for Android based on the Teaching and Learning Strategy Course. The subject of this research were students of History Education Department 2017, State University of Medan. The method used in this research was R&D. Using the Borg and Gall development model which included the first steps; Preliminary research (preparation, deepening survey, need analysis), second; Product development Planning (data collecting, product identification development), third; Product validation and revision (expert study, small group trials, large group trials), fourth; Product implementation (planning, preparation, implementation, observation, evaluation). This development research resulted in a product that meets the validation by material experts reaching 93% with a highly valid category, learning design experts reach 82% by valid categories, media experts reach 86% with valid categories and 86% for effectiveness media usage. The implications of the results of this research is that it can improve, trigger, strengthen students interest to study independently and the process of learning more effective, efficiency so that can improve the learning quality. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan e-modul interaktif berbasis Android pada mata kuliah Strategi Belajar Mengajar. Subjek penelitian ini angkatan 2017 jurusan pendidikan sejarah unimed. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah R&D. dengan menggunakan model pengembangan Borg and Gall yang meliputi langkah-langkah pertama; penelitian pendahuluan (persiapan, survey pendalaman, analisis kebutuhan), kedua; perencanaan pengembangan produk (pengumpulan data, identifikasi produk yang dikembangkan), ketiga; validasi dan revisi produk (telaah pakar, uji coba kelompok kecil, uji coba kelompok besar), keempat; implementasi produk (perencanaan, persiapan, pelaksanaan, observasi, evaluasi). Penelitian pengembangan ini menghasilkan produk yang memenuhi validasi oleh ahli materi mencapai 93% dengan kategori sangat valid, ahli desain pembelajaran mencapai 82% dengan kategori valid, ahli media mencapai 86% dengan kategori valid dan 86% persentase untuk efektifitas penggunaan media. Implikasi dari hasil penelitian ini adalah dapat membangun, memicu, memperkuat minat mahasiswa untuk belajar secara mandiri dan proses pembelajaran lebih efektivitas, efesiensi sehingga terjadi peningkatan kualitas pembelajaran.
Sejarah Penyebaran Islam di Konfederasi Turatea Abad XVII (Tinjauan Sistem Pemerintahan dan Religi) Eka Yuliana Rahman
Jurnal Pendidikan Sejarah Vol 9 No 1 (2020): JPS - Jurnal Pendidikan Sejarah, Volume 9 Nomor 1 Tahun 2020
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah Pascasarjana UNJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (859.072 KB) | DOI: 10.21009/JPS.091.02

Abstract

This study aims to examine the history of Islamization in the Turatea Confederation, a review of the government and religious systems, especially in the XIII Century. This research is based on a note from Christian Pelras, Anthropologist of the Bugis-Makassar, said that before the Gowa-Tallo kingdom made Islam a royal religion, the ruler (aristocrats) and the people of the Turatea Confederation had embraced Islam through the practice of power relations between the kingdom, religious leaders and the people . This study uses qualitative methods to find and describe in analysis and interpret the socio-cultural conditions of the people in the Turatea Confederation before and after Islam. The results show that the pattern of power distribution centered on figures as local authorities is the most effective means of spreading religious teachings. The development of Islamic religious symbols changed the system of government and belief by strengthening the Islamic tradition in the Turatea Confederation. Tulisan ini bertujuan untuk menelaah sejarah Islamisasi di Konfederasi Turatea dalam tinjuan sistem pemerintahan dan religi khususnya pada Abad XIII. Riset ini didasari oleh adanya catatan dari Christian Pelras, Antropolog kajian kebudayaan Bugis-Makassar menyebutkan, sebelum kerajaan Gowa-Tallo menjadikan Islam agama kerajaan, penguasa (bangsawan) dan rakyat Konfederasi Turatea telah menganut Islam melalui praktik relasi kekuasaan antara kerajaan, tokoh agama dan rakyat. Riset ini menggunakan metode kualitatif untuk menemukan dan mendeskripsikan secara analisis serta menginterpretasikan kondisi sosial budaya masyarakat di Konfederasi Turatea sebelum dan sesudah Islam. Hasilnya menunjukkan, pola distribusi kekuasaan yang berpusat pada figur sebagai penguasa lokal merupakan sarana paling ampuh menyebarkan ajaran agama. Perkembangan syiar agama Islam mengubah sistem pemerintahan dan kepercayaan dengan makin menguatnya tradisi Islam di Konfederasi Turatea.
Migrasi Orang Jawa di Kecamatan Lilirilau Kabupaten Soppeng (1998-2018) bahri bahri
Jurnal Pendidikan Sejarah Vol 9 No 1 (2020): JPS - Jurnal Pendidikan Sejarah, Volume 9 Nomor 1 Tahun 2020
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah Pascasarjana UNJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (585.978 KB) | DOI: 10.21009/JPS.091.03

Abstract

This study aims to find out about the migration life of Javanese people in Lilirilau Subdistrict, Soppeng Regency, by describing the background of their arrival, socio-economic life and the impact of their existence. This study uses historical research methods which include heuristics, namely the collection of data or sources, source criticism to assess and determine the original and false sources, interpretation or interpretation and historiographic stages or historical writing. The results showed that, the background of the arrival of Javanese in Lilirilau District was influenced by economic factors because of the opportunity to get a better job. Javanese interaction with the Lilirilau community, Javanese solidarity in the Lilirilau District is woven through the community that conducts social gathering and recitation activities. Javanese in Lilirilau Subdistrict work in the culinary field. The existence of the Javanese has an impact on the social, economic and cultural. Their existence received good response by the local community, so it did not cause social problems in Lilirilau District. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kehidupan migrasi orang Jawa di Kecamatan Lilirilau Kabupaten Soppeng, dengan menguraikan latar belakang kedatangan, kehidupan sosial-ekonomi dan dampak keberadaannya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian sejarah yang meliputi heuristik yaitu pengumpulan data atau sumber, kritik sumber untuk menilai dan menentukan sumber asli dan palsu, interpretasi atau penafsiran dan tahap historiografi atau penulisan sejarah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, latar belakang kedatangan orang Jawa di Kecamatan Lilirilau dipengaruhi faktor ekonomi karena kesempatan untuk mendapatkan pekerjaan yang lebih baik. Interaksi orang Jawa dengan masyarakat Lilirilau, solidaritas orang Jawa di Kecamatan Lilirilau dijalin melalui paguyuban yang melakukan kegiatan arisan dan pengajian. Orang Jawa di Kecamatan Lilirilau banyak berprofesi dibidang kuliner. Keberadaan orang Jawa memberikan dampak di bidang sosial,ekonomi dan budaya. Keberadaan mereka mendapat respon yang baik oleh masyarakat lokal, sehingga tidak menimbulkan masalah sosial di Kecamatan Lilirilau.
Relevansi Nilai-Nilai Sejarah Lokal dan Nasionalisme Generasi Muda Jumardi jumardi12
Jurnal Pendidikan Sejarah Vol 9 No 1 (2020): JPS - Jurnal Pendidikan Sejarah, Volume 9 Nomor 1 Tahun 2020
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah Pascasarjana UNJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Local history has a role in building and strengthening nationalism and character in students. Local historical values ​​conveyed through daily actions, starting from the role of a person (figure), social culture (art, language and clothing) or historical events with a small narrative that exists in the neighborhood or educational environment where students are located. This study aims to provide an overview of the relevance of local history in life, so that it can become a provision in the next process, both as a member of the community or in the world of work. Studying local history will prevent students from being blind to history. The research method uses the survey method. Data obtained using observations and interviews with Uhamka students. The results of the study illustrate that more than 50% of students state that there is no relevance between local historical values ​​and nationalism. Students have not been able to interpret the events and values ​​of local history and nationalism, as well as the importance of mastering local history and its relation to national history. Sejarah lokal memiliki andil dalam membangun dan menguatkan rasa nasionalisme dan karakter pada mahasiswa. Nilai nilai sejarah lokal tersampaikan melalui tindakan sehari-hari, mulai dari peran seorang (ketokohan), sosial budaya (seni, bahasa dan pakaian) atau peristiwa sejarah dengan narasi kecil yang ada pada lingkungan tempat tinggal atau lingkungan pendidikan dimana mahasiswa berada. Penelitian ini bertujuan memberikan gambaran relevansi sejarah lokal dalam kehidupan, sehingga dapat menjadi bekal dalam proses selanjutnya, baik sebagai anggota masyarakat ataupun dalam dunia pekerjaan. Mempelajari sejarah lokal akan menghindarkan mahasiswa dari buta sejarah. Metode penelitian menggunakan metode survey. Data diperoleh menggunakan observasi dan wawancara terhadap mahasiswa Uhamka. Hasil penelitian menggambarkan lebih dari 50% mahasiswa menyatakan bahwa tidak ada relevansi antara nilai-nilai sejarah lokal dan nasionalisme. Mahasiswa belum dapat memaknai peristiwa dan nilai-nilai sejarah lokal dan nasionalisme, serta pentingnya penguasaan sejarah lokal dan kaitannya dengan sejarah nasional.
Wacana Penguatan Pendidikan Karakter dalam Buku Teks Sejarah Indonesia Rica Filasari
Jurnal Pendidikan Sejarah Vol 9 No 2 (2020): JPS - Jurnal Pendidikan Sejarah, Volume 9 Nomor 2 Tahun 2020
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah Pascasarjana UNJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/JPS.092.01

Abstract

Textbooks are one of the sources used in history learning in class and have an important meaning in Strengthening Character Education (PPK). Although there are doubts about the extent to which the integration of the value of PPK in writing Indonesian History textbooks is because the textbooks were born earlier than PPK. This study aims to describe the PPK discourse in the Indonesian History textbook 2013 Curriculum of Senior High Schools (SMA). The research approach used is a qualitative type of critical discourse analysis model Roger Fowler et al. The main data source is in the revised edition of the High School Indonesia History textbook 2013. The research data was collected by means of documentation. While the data are analyzed with two levels, namely the micro-level which takes into account the composition of words and sentences in the text, and the macro-level that links with the history books and the value of character education. Data checking is carried out holistically, historically situated, and theoretically by observing PPK in Indonesian History textbooks. The results of this study present nationalism as the theme of character values ​​that most often appears in Indonesian History textbooks, followed by values ​​of independence, religion, integrity, and mutual cooperation. The discourse of nationalism is very dominant in almost every textbook, especially narratives about the spirit of nationalism in the process of nation and state formation.
Pembelajaran Sejarah pada Masa Kolonialisme Belanda Faizal Arifin
Jurnal Pendidikan Sejarah Vol 9 No 2 (2020): JPS - Jurnal Pendidikan Sejarah, Volume 9 Nomor 2 Tahun 2020
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah Pascasarjana UNJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/JPS.092.03

Abstract

This article aims to examine the development of historical learning during the Dutch Colonialism period, especially after the implementation of the Ethical Policy. In the field of education, indigenous elite students have access to Western (Dutch) education with the Colonial-Centrism curriculum, including history lessons. Historical learning in the early twentieth century characterized by learning materials oriented towards European superiority, Dutch legitimacy over Colonialism in the Dutch East Indies, delegitimation of rulers (kings/sultans) in Nusantara, and the indoctrination of colonized nations to accept Colonialism. This research used the historical method, namely heuristics, criticism, interpretation, and historiography. The results of this research showed us that historical learning during the Colonialism period was oriented to legitimize the political power of Dutch Colonialism and indoctrination for indigenous elites to accept Colonialism. That is because historical learning has a strategic role in influencing elite indigenous students to receive and support colonial domination and structure in society. On the other perspectives, history lessons produced indigenous students that increase the ability of critical thinking about Colonialism and Western Imperialism.
Pemanfaatan Museum Keprajuritan Indonesia sebagai Sumber Belajar Sejarah Evita Dwi Oktaviani
Jurnal Pendidikan Sejarah Vol 9 No 2 (2020): JPS - Jurnal Pendidikan Sejarah, Volume 9 Nomor 2 Tahun 2020
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah Pascasarjana UNJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/JPS.092.04

Abstract

This study aims to provide an overview of how the use of the Museum of the Indonesian Army as a source of history learning in history lesson. The research method used was qualitative with a descriptive approach, and the technique of collecting or collecting data through observation, interviews and documentation studies. The results of the research concluded that: (1) The Museum of the Indonesian Army can be used as a source of history learning because the museum has relevance to Indonesian history lesson in class X basic competencies 3.6 and 3.8, while class XI basic competency 3.2. (2) The obstacles faced in using the museum as a source of historical learning, namely the lack of human resources that affect the managerial aspects of service and management of the museum is less than the maximum. The lack of museum operational funds. The difficulty of the difficult permission from the school bureaucracy. There is no museum visit program. Lack of attention and socialization from the museum manager. (3) Educational programs carried out by the Museum of the Indonesian Army can help improve the existence of museums and optimize the function of museums as a source of historical learning. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran bagaimana pemanfaatan museum keprajuritan Indonesia sebagai sumber belajar sejarah pada mata pelajaran sejarah. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif, dan teknik pengambilan atau mengumpulkan data melalui observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa: (1) Museum Keprajuritan Indonesia dapat dimanfaatkan sebagai sumber belajar sejarah karena museum tersebut memiliki relevansi dengan mata pelajaran sejarah Indonesia kelas X kompetensi dasar 3.6 dan 3.8, sedangkan kelas XI kompetensi dasar 3.2. (2) kendala yang dihadapi dalam memanfaatkan museum sebagai sumber belajar sejarah, yaitu Kurangnya SDM yang mempengaruhi aspek manajerial pelayanan dan pengelolaan museum menjadi kurang maksimal. Minimnya dana operasional museum. Sulitnya perijinan yang sulit dari birokrasi sekolah. Tidak adanya program kunjungan ke museum. Kurangnya perhatian dan sosialiasasi dari pengelola museum. (3) Program edukasi yang dilaksanakan oleh Museum Keprajuritan Indonesia dapat membantu meningkatkan eksistensi museum dan mengoptimalkan fungsi museum sebagai sumber belajar sejarah.

Page 8 of 14 | Total Record : 132


Filter by Year

2014 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 14 No. 2 (2025): JPS - Jurnal Pendidikan Sejarah, Volume 14, Nomor 2, Tahun 2025 Vol. 14 No. 1 (2025): JPS - Jurnal Pendidikan Sejarah, Volume 14, Nomor 1, Tahun 2025 Vol. 13 No. 2 (2024): JPS - Jurnal Pendidikan Sejarah, Volume 13, Nomor 2, Tahun 2024 Vol. 13 No. 1 (2024): JPS - Jurnal Pendidikan Sejarah, Volume 13, Nomor 1, Tahun 2024 Vol. 12 No. 2 (2023): JPS - Jurnal Pendidikan Sejarah, Volume 12 Nomor 2 Tahun 2023 Vol 12 No 1 (2023): JPS - Jurnal Pendidikan Sejarah, Volume 12 Nomor 1 Tahun 2023 Vol 11 No 2 (2022): JPS - Jurnal Pendidikan Sejarah, Volume 11 Nomor 2 Tahun 2022 Vol 11 No 1 (2022): JPS - Jurnal Pendidikan Sejarah, Volume 11 Nomor 1 Tahun 2022 Vol. 10 No. 2 (2021): JPS - Jurnal Pendidikan Sejarah, Volume 10 Nomor 2 Tahun 2021 Vol 10 No 2 (2021): JPS - Jurnal Pendidikan Sejarah, Volume 10 Nomor 2 Tahun 2021 Vol 10 No 1 (2021): JPS - Jurnal Pendidikan Sejarah, Volume 10 Nomor 1 Tahun 2021 Vol 9 No 2 (2020): JPS - Jurnal Pendidikan Sejarah, Volume 9 Nomor 2 Tahun 2020 Vol 9 No 1 (2020): JPS - Jurnal Pendidikan Sejarah, Volume 9 Nomor 1 Tahun 2020 Vol 8 No 2 (2019): JPS - Jurnal Pendidikan Sejarah, Volume 8 Nomor 2 Tahun 2019 Vol 8 No 1 (2019): JPS - Jurnal Pendidikan Sejarah, Volume 8 Nomor 1 Tahun 2019 Vol 7 No 2 (2018): JPS - Jurnal Pendidikan Sejarah, Volume 7 Nomor 2 Tahun 2018 Vol 7 No 1 (2018): JPS - Jurnal Pendidikan Sejarah, Volume 7 Nomor 1 Tahun 2018 Vol 6 No 2 (2017): JPS - Jurnal Pendidikan Sejarah, Volume 6 Nomor 2 Tahun 2017 Vol 6 No 1 (2017): JPS - Jurnal Pendidikan Sejarah, Volume 6 Nomor 1 Tahun 2017 Vol 5 No 2 (2016): JPS - Jurnal Pendidikan Sejarah, Volume 5 Nomor 2 Tahun 2016 Vol 5 No 1 (2016): JPS - Jurnal Pendidikan Sejarah, Volume 5 Nomor 1 Tahun 2016 Vol 4 No 2 (2015): JPS - Jurnal Pendidikan Sejarah, Volume 4 Nomor 2 Tahun 2015 Vol 4 No 1 (2015): JPS - Jurnal Pendidikan Sejarah, Volume 4 Nomor 1 Tahun 2015 Vol 3 No 2 (2014): JPS - Jurnal Pendidikan Sejarah, Volume 3 Nomor 2 Tahun 2014 Vol 3 No 1 (2014): JPS - Jurnal Pendidikan Sejarah, Volume 3 Nomor 1 Tahun 2014 More Issue