cover
Contact Name
Kurniawati
Contact Email
kurniawati204@gmail.com
Phone
+628179143181
Journal Mail Official
jps@unj.ac.id
Editorial Address
Jl Rawamangun Muka Kampus A Universitas Negeri Jakarta, Gedung K Lantai 2 Fakultas Ilmu Sosial
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Sejarah
ISSN : 2301461X     EISSN : 25809180     DOI : https://doi.org/10.21009/JPS
Core Subject : Education, Social,
Arjuna Subject : -
Articles 132 Documents
Penemuan Prasasti Sapit sebagai Bukti Kemajuan Peradaban Literasi Masyarakat Lombok Jannata; Lisa Amrina; Resi Alpionita; Sri Harmonika; Asbur Hidayat; M. Gunawan Supiarmo
Jurnal Pendidikan Sejarah Vol 11 No 1 (2022): JPS - Jurnal Pendidikan Sejarah, Volume 11 Nomor 1 Tahun 2022
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah Pascasarjana UNJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/JPS.111.01

Abstract

In the province of West Nusa Tenggara, no ancient objects in the form of inscriptions have been found. This is also supported by most research results stating that no inscriptions have been found in Lombok, but can only be found in Bali and Java. But in fact, the discovery of the Sapit inscription is evidence to refute these theories, and confirms that there is an inscription found in Lombok. The inscription is proof of the civilization of the people of Sapit Village before knowing writing to people who already knew writing. The purpose of this study is to reveal the discovery of the sapit inscription as evidence of the progress of the literacy civilization of the Lombok people. This research method uses a qualitative method to reveal the information found related to the Sapit Inscription. In general, the study of the inscription was carried out in three stages, namely data collection, data analysis, and data interpretation/interpretation. The results showed that the Sapit Inscription became a symbol of the evidence of literacy progress that had occurred in Lombok. In addition, the discovery of the Sapit inscription explains that the Lombok people has known writing since the 8th century, even long before that when referring to the discovery of the inscription. Pada daerah Provinsi NTB belum pernah ditemukan benda kuno berupa prasasti. Hal ini juga didukung oleh sebagian besar hasil penelitian menyatakan bahwa belum ada prasasti yang ditemukan di Lombok, tetapi hanya dapat ditemukan di daerah Bali dan Jawa. Namun kenyataannya, penemuan prasasti Sapit menjadi bukti untuk menepis teori-teori tersebut, dan menegaskan bahwa ada sebuah prasasti yang ditemukan di Lombok. Prasasti tersebut menjadi bukti peradaban masyarakat Desa Sapit sebelum mengenal tulisan menuju masyarakat yang sudah mengenal tulisan. Tujuan penelitian ini untuk mengungkap tentang penemuan prasasti sapit sebagai bukti kemajuan peradaban literasi masyarakat lombok. Metode penelitian ini menggunakan metode kulitatif untuk mengungkapkan mengenai informasi yang ditemukan terkait dengan Prasasti Sapit. Secara umum, kajian terhadap Prasasti dilakukan melalui tiga tahap, yaitu pengumpulan data, tahap analisis data, dan tahap penafsiran/interpretasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Prasasti Sapit menjadi simbol adanya bukti kemajuan literasi yang pernah terjadi di Lombok. Selain itu, dengan ditemukannya prasasti Sapit menjelaskan bahwa masyarakat Lombok mengenal tulisan sejak abad ke-8 bahkan jauh sebelum itu jika merujuk kepada penemuan prasasti tersebut.
Kebangkitan Tiongkok Sebagai Raksasa Baru Dunia Tahun 1976-2013 Nur Fajar Absor; Wahyudin; Arief Hidayat; Rahayu Permana
Jurnal Pendidikan Sejarah Vol 11 No 1 (2022): JPS - Jurnal Pendidikan Sejarah, Volume 11 Nomor 1 Tahun 2022
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah Pascasarjana UNJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/JPS.111.02

Abstract

This study aims to analyze the policies that carried out from the early days of Deng Xiaoping's leadership (1976) to the end of Hu Jintao's leadership (2013) which raised China to become one of the world's giants. The method used is a historical research method which consists of four steps, namely: (1) heuristic; (2) critic; (3) interpretation; and (4) historiography. The results obtained show that the rise of China as a new giant of the world was achieved through a long and ups and downs process, until finally the 'Four Modernizations' policies of Deng Xiaoping’s era and the 'Science Development Concepts' of Hu Jintao's era made China one of the world's giants today. The Four Modernizations were carried out on aspects: (1) agriculture; (2) industry; (3) science and technology; and (4) national defense with the breakthrough made by Deng Xiaoping at that time, namely implementing 'Open Door Policy' to attract foreign investment and implementing the 'One Country, Two Systems’, namely in the political field using socialism, but in the economic field using capitalism which aims to prosper the people. Meanwhile, the Science Development Concept launched by Hu Jintao views that innovation is the core of a country's competitiveness. The positive impact was that China's economic growth reached double digits and China also succeeded in launching its own rocket into space and was able to send its astronaut, Yang Liwei into earth orbit in 2002.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebijakan-kebijakan yang dilakukan mulai dari masa awal Deng Xiaoping memimpin (1976) hingga akhir kepemimpinan Hu Jintao (2013) yang membangkitkan Tiongkok menjadi salah satu raksasa dunia. Metode yang digunakan adalah metode penelitian sejarah yang terdiri dari empat langkah, yakni: (1) heuristik; (2) kritik; (3) interpretasi; dan (4) historiografi. Hasil yang didapatkan menunjukkan bahwa bangkitnya Tiongkok sebagai raksasa baru dunia dicapai melalui proses yang panjang dan naik-turun, hingga akhirnya kebijakan ‘Empat Modernisasi’ era Deng Xiaoping dan ‘Konsep Pengembangan Ilmu Pengetahuan’ era Hu Jintao menjadikan Tiongkok sebagai salah satu raksasa dunia saat ini. Empat Modernisasi dilakukan pada aspek: (1) pertanian; (2) industri; (3) ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek); dan (4) pertahanan nasional dengan gebrakan yang dilakukan Deng Xiaoping saat itu adalah melaksanakan ‘Politik Pintu Terbuka’ untuk menarik investasi asing dan memberlakukan sistem ‘Satu Negara, Dua Sistem’, yakni di bidang politik menggunakan sosialisme, namun di bidang ekonomi menggunakan kapitalisme yang bertujuan untuk memakmurkan dan menyejahterakan rakyat. Sementara itu, Konsep Pengembangan Ilmu Pengetahuan yang dicanangkan Hu Jintao berpandangan bahwa inovasi adalah inti dari daya saing sebuah negara. Dampak positifnya, pertumbuhan ekonomi Tiongkok mencapai dua digit dan juga Tiongkok berhasil meluncurkan roketnya sendiri ke angkasa dan mampu mengirimkan astronotnya, Yang Liwei ke orbit bumi pada 2002.
FILM SEJARAH DALAM PEMBELAJARAN SEJARAH DI SMA Pamela Ayesma; Kurniawati; Nurzengky Ibrahim
Jurnal Pendidikan Sejarah Vol 10 No 2 (2021): JPS - Jurnal Pendidikan Sejarah, Volume 10 Nomor 2 Tahun 2021
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah Pascasarjana UNJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/JPS.102.03

Abstract

This study aims to find out about (1) the use of historical films as a source and alternative media in learning history (2) the responses of teachers and students when using film media in learning history. (3) Obstacles faced by teachers in utilizing historical films in learning activities. This research was conducted at SMA Negeri 12 Tangerang Selatan. This study uses descriptive qualitative methods, observation data collection techniques, and interviewing informants, namely students who follow history learning with historical film media and subject teachers who use historical film media. The results of this study indicate that: The implementation of history learning with film media at SMA Negeri 12 Tangerang Selatan has been well utilized by history teachers. (1) The use of films helps students understand historical stories, do assignments, foster students' interest in history lessons, and build students' imaginations with the art created by films. But the use of historical films as media must also be considered by the teacher because not all students have high imaginations, a deeper explanation is needed and the creativity of the teacher in creating learning media including films. (2) In the use of film media as learning media, some obstacles are felt by teachers when teaching, namely the adjustment of historical films with historical material, the duration of historical films that are not by the learning time, and the state of school infrastructure. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tentang (1) Penggunaan film sejarah sebagai sumber dan media alternatif dalam pembelajaran sejarah (2) tanggapan guru dan siswa ketika menggunakan media film dalam pembelajaran sejarah. (3) Kendala yang di hadapi oleh guru dalam memanfaatkan film sejarah dalam kegiatan pembelajaran. Penelitian ini di lakukan di SMA Negeri 12 Tangerang Selatan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, teknik pengumpulan data observasi, wawancara informan yaitu siswa yang mengikuti pembelajaran sejarah dengan media film sejarah dan guru mata pelajaran yang menggunakan media film sejarah. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: Pelaksanaan pembelajaran sejarah dengan media film di SMA Negeri 12 Tangerang Selatan telah dimanfaatkan baik oleh guru sejarah. (1) Penggunaan film sangat membantu siswa memahami cerita sejarah, mengerjakan tugas, menumbuhkan ketertarikan siswa dengan pelajaran sejarah, dan membangun imajinasi siswa dengan seni yang diciptakan film. Tetapi penggunaan film sejarah sebagai media juga harus diperhatikan oleh guru, karena tidak semua siswa memiliki imajinasi yang tinggi maka diperlukan Penjelasan lebih dalam dan kreativitas guru menciptakan media pembelajaran termasuk film. (2) Dalam pemanfaatan media film sebagai media pembelajaran, juga terdapat kendala yang dirasakan oleh guru saat mengajar yaitu penyesuaian film sejarah dengan materi sejarah, durasi film sejarah yang tidak sesuai dengan waktu pembelajaran, dan keadaan sarana prasarana sekolah.
Merayakan Anekarasa: Membangun Multikulturalisme melalui Pembelajaran Sejarah Kuliner di Kota Medan Septiansyah Tanjung; Wawan Darmawan
Jurnal Pendidikan Sejarah Vol 11 No 2 (2022): JPS - Jurnal Pendidikan Sejarah, Volume 11 Nomor 2 Tahun 2022
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah Pascasarjana UNJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/JPS.112.03

Abstract

The writing of this paper derives from multicultural life in Indonesia, especially Medan, and how to develop the values of multiculturalism among students through history learning. The concept of multicultural education in history learning is then integrated by elaborating local historical studies in the form of culinary development from students’ surroundings. The method used in writing this paper is by developing conceptual ideas through the analysis of literary sources and also oral sources using the historical method. Historical learning that applies multicultural education as a learning goal to instill the values of multiculturalism needs to develop content based on curriculum documents. Core Competencies and Basic Competencies in Indonesian History lessons are the main subjects developed for the aspects of local historical events. This learning management should pay attention to well-formulated planning, organizing, implementation, and evaluation so that the learning objectives can be achieved. The values of multiculturalism formed in students such as recognition, appreciation, and respect, and also learning different cultures through the learning process is believed to be a social capital that can create a harmonization in Indonesia with Bhinneka Tunggal Ika.
Revolusi Indonesia Dalam Perspektif Pro Dan Kontra Pers Nasional Periode Pasca Proklamasi Hingga Tercapainya Pengakuan Kedaulatan Puspita Dewi Anggraeini; Henry Susanto; Rinaldo Adi Pratama
Jurnal Pendidikan Sejarah Vol 11 No 1 (2022): JPS - Jurnal Pendidikan Sejarah, Volume 11 Nomor 1 Tahun 2022
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah Pascasarjana UNJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

During the Indonesian revolution, newspapers have an important role because newspapers were able to express their views, attitudes, and positions in a firm and frontal manner. At this time, the Indonesian national press could be categorized into two groups, namely the revolutionary national press and the contra-revolutionary national press. The purpose of this research is to examine the pro and contra of the national press in maintaining independence during the Indonesian revolution. The research used historical method, data collection techniques using documentation techniques and literature techniques. The results showed that the revolutionary national press wanted to defend Indonesia's independence was carried out by means of fighting and the contra revolutionary national press wanted to defend Indonesia's independence was carried out by means of negotiations. The two presses competed with each other to gather public opinion in making decisions to defend Indonesia's independence. In the end, efforts to defend Indonesia's independence were carried out by negotiating/diplomacy.
Implementasi Nilai Toleransi dalam Pembelajaran Sejarah di SMA Firdaus Hadi Santosa; Hana Syafira; Devi Olivia; Siti Almaesaroh
Jurnal Pendidikan Sejarah Vol 11 No 1 (2022): JPS - Jurnal Pendidikan Sejarah, Volume 11 Nomor 1 Tahun 2022
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah Pascasarjana UNJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/JPS.111.05

Abstract

This article aims to reveal how the value of tolerance is implemented in learning history in high school. The research method used in this research is a qualitative research method with a case study approach. The core informants in this study were history teachers and students at Dharma Karya Jakarta High School which was conducted from April to September 2021. Based on the results of the study it was found that the value of tolerance in history learning was carried out by incorporating tolerance values as a form of multicultural education, values-Multicultural values help students understand controversial material so that they can take positive lessons from a historical event. The conclusion of this study is that the value of tolerance should be applied in learning history, related to the importance of the value of tolerance in strengthening the value of the unity of the multicultural Indonesian society. Artikel ini bertujuan untuk mengungkapkan bagaimana nilai toleransi diimplemetasikan dalam pembelajaran sejarah di SMA. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian adalah metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Informan inti dalam penelitian ini adalah guru mata pelajaran sejarah dan siswa di SMA Dharma Karya Jakarta yang dilakukan mulai bulan April-September 2021. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan bahwa nilai toleransi dalam pembelajaran sejarah dilakukan dengan cara memasukkan nilai-nilai toleransi sebagai wujud pendidikan multikultur, nilai-nilai multikultural membantu siswa dalam memahami materi kontroversial, sehingga dapat mengambil pembelajaran positif dari suatu peristiwa sejarah. Kesimpulannya dalam penelitian ini adalah nilai toleransi seharusnya diterapkan dalam pembelajaran sejarah, berkaitan dengan pentingnya nilai toleransi dalam memperkuat nilai persatuan masyarakat Indonesia yang multikultur.
Pembelajaran Sejarah dalam Perspektif Generasi Z: Studi Kasus Pembelajaran Sejarah di SMA Negeri 42 Jakarta Humar Sidik; Suswandari Suswandari
Jurnal Pendidikan Sejarah Vol 11 No 1 (2022): JPS - Jurnal Pendidikan Sejarah, Volume 11 Nomor 1 Tahun 2022
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah Pascasarjana UNJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran sejarah sering dipandang sebelah mata dan menjadi sorotan tajam karena tidak memberikan manfaat secara langsung layaknya ilmu-ilmu pasti. Bahkan dalam beberapa literatur dipaparkan secara eksplisit bahwa sejarah itu membosankan, padahal di masa sekarang terjadi begitu banyak perubahan sehingga tidak dapat dipungkiri bahwa sudut pandang seseorang terhadap ilmu sejarah juga dapat berubah. Generasi Z yang lahir pada kisaran waktu antara tahun 1995 sampai dengan 2010 dan memiliki kedekatan tinggi dengan teknologi, sehingga membuat mereka lebih mudah dalam mengakses berbagai macam informasi, tidak terkecuali dalam permasalahan ini yaitu sejarah. Mengacu pada problematika tersebut, maka penelitian ini lahir untuk mengkaji lebih mendalam terkait dengan pandangan generasi Z terhadap pembelajaran sejarah. Dalam peneltian ini sampel yang diambil berupa siswa di SMA Negeri 42 Jakarta, dikarenakan siswa di sekolah ini memenuhi berbagai macam kriteria yang dibutuhkan untuk melaksanakan penelitian. Dengan menggunakan metode kualitatif pendekatan studi kasus dan mengambil model milik Robert K. Yin, penelitian ini dilaksanakan. Proses pengumpulan data menggunakan studi pustaka, observasi dan wawancara. Penelitian ini menghasilkan beberapa temuan, yaitu: (1) Generasi Z di SMA Negeri 42 Jakarta; (2) Problematika Pembelajaran Sejarah di SMA Negeri 42 Jakarta; (3) Model dan Media Pembelajaran Sejarah yang diterapkan di SMA Negeri 42 Jakarta; (4) Pandangan Generasi Z terhadap Pembelajaran Sejarah di SMA Negeri 42 Jakarta. Kesimpulannya, pembelajaran sejarah di kalangan generasi Z, khususnya SMA Negeri 42 Jakarta mengalami perkembangan yang baik, terbukti dari pandangan generasi ini yang sadar akan pentingnya nilai sejarah.
Perkembangan Obyek Wisata Benteng Marlborough Tahun 2013-2019 Febridho Jaya Kusuma; Syarifuddin Syarifuddin; Alian
Jurnal Pendidikan Sejarah Vol 11 No 2 (2022): JPS - Jurnal Pendidikan Sejarah, Volume 11 Nomor 2 Tahun 2022
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah Pascasarjana UNJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Marlborough at first the establishment was a fortress used as a defense place and save the results of spices. Fortress Marlborough was founded by a general named Josep Callet in 1712. In the development of the Fort Marlborough was made by the Indonesian police as headquarters and had been used as a place where the Army in 1980 Marlborough fortress was taken by the Ministry of Education and Culture to be processed into a cultural heritage. In 2004 the tourism object of the Fortress Marlborough was designated as a cultural heritage based on SK: KM.10 / PW.007 / MKP / 2004. In the present the Fort Marlborough is the purpose of historical attractions in the city of Bengkulu. The visit of the Fortress of Marlborough in 2013-2019 tends to be fluactive where it is up and down in its visit. Visitors are dominated by students and general with the age of children to adulthood. For facilities in the tourist attraction of Marlborough fortress there is an exhibition room and a library used by visitors to find out the history of the Fortress of Marlborough.
Nilai- Nilai Kampung Transmigrasi di Pringsewu sebagai Sumber Belajar Sejarah Sumargono; Aprilia Triaristina; Rinaldo Adi Pratama; Yusuf Perdana; Nur Indah Lestari
Jurnal Pendidikan Sejarah Vol 11 No 2 (2022): JPS - Jurnal Pendidikan Sejarah, Volume 11 Nomor 2 Tahun 2022
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah Pascasarjana UNJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/JPS.112.02

Abstract

The toponymy of the villages in Pringsewu is a memory that holds about past experiences. Toponymy brings a distinctive uniqueness about the names of villages, especially the names of villages that come from various aspects including physical aspects or embodiment aspects, hydrological aspects, geomorphological aspects, and biological-ecological aspects, thus changing the name of the village into an object of knowledge that can be explored and read. This research is qualitative research with a descriptive approach. Data collection techniques through observation, literature studies, and documentation. The data validity technique uses source triangulation. Furthermore, the method used in analysing the data is a qualitative method, which describes the uniqueness of the toponymy of transmigration villages in Pringsewu and their potential as a source of historical learning based on data that has been collected through literature studies, field studies and documentation. The toponymic values of village names have the potential to be integrated in history learning, as an effort to humanize the narrative (the humanizing narrative) that reveals the nuances of history, as well as to appreciate the previous communities in their struggle to open land in the form of forests to be turned into a village and empathize through lens observations from human life experiences. This shows that the local people are very instrumental in providing the names of the villages in accordance with the expectations for future progress, to create a safe, prosperous, happy village, and a beautiful village according to the name embedded in its name. Toponimi nama-nama kampung di Pringsewu merupakan sebuah memori yang menyimpan tentang pengalaman masa lalu. Toponimi membawa keunikan yang khas tentang nama-nama kampung, terutama nama-nama kampung yang berasal dari berbagai aspek antara lain aspek fisik atau aspek perwujudan, aspek hidrologi, aspek geomorfologi, serta aspek biologis-ekologis, sehingga mengubah nama kampung tersebut menjadi suatu objek pengetahuan yang dapat dieksplorasi dan dibaca. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data melalui obsevarsi, studi pustaka, dan dokumentasi. Teknik keahsahan data menggunakan trianggulasi sumber. Selanjutnya metode yang digunakan dalam menganalisis data adalah metode kualitatif, yaitu mendeskripsikan keunikan toponimi kampung-kampung transmigrasi di Pringsewu dan potensinya sebagai sumber belajar sejarah berdasarkan data yang telah dikumpulkan melalui studi pustaka, studi lapangan dan dokumentasi. Nilai-nilai toponimi nama-nama kampung memiliki potensi untuk diintegrasikan dalam pembelajaran sejarah, sebagai upaya untuk memanusiakan narasi (the humanizing narrative) yang mengungkap nuansa sejarah, serta menghargai para masyarakat terdahulu dalam perjuangannya untuk membuka lahan yang berupa hutan untuk diubah menjadi sebuah perkampungan, dan berempati melalui pengamatan lensa dari pengalaman hidup manusia. Hal ini menunjukkan bahwa para masyarakat lokal sangat berjasa untuk memberikan nama-nama perkampungan sesuai dengan harapan untuk kemajuan dimasa yang akan datang, sehingga tercipta sebuah perkampungan yang aman, sejahtera, bahagia, serta perkampungan yang indah sesuai dengan nama yang disematkan dalam namanya.
Analisis Perspektif Kolaborasi Najwa Shihab dan Gita Savitri Devi dalam Kebangkitan Wacana Feminisme Postmodern Jihan Jauhar Nafisah
Jurnal Pendidikan Sejarah Vol 11 No 2 (2022): JPS - Jurnal Pendidikan Sejarah, Volume 11 Nomor 2 Tahun 2022
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah Pascasarjana UNJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/JPS.112.04

Abstract

The issue of gender inequality is still widespread today in Indonesia. For this reason, this article aims to explain how women as gender survivors in their efforts to achieve equal rights and their role against patriarchy in the social order of society. Especially in historical studies, there are many figures who fought for the issue of emancipation, such as R.A Kartini, Dewi Sartika and several mobilizing organizations. The figures of Najwa Shihab and Gita Savitri Devi are important figures in today's digital era in the effort to develop the feminism movement in Indonesia. The thoughts of the two figures have succeeded in influencing the millennial generation to uphold gender equality in various aspects of social life. Isu ketimpangan gender masih merebak sampai saat ini di Indonesia. Untuk itu artikel ini bertujuan untuk memaparkan mengenai bagaimana cara perempuan sebagai gender penyintas dalam upayanya meraih persamaan hak dan peranannya melawan patriarki di tatanan sosial masyarakat. Khususnya pada kajian sejarah banyak sekali tokoh yang memperjuangkan isu emansipasi ini seperti R.A kartini, Dewi Sartika dan beberapa organisasi penggerak. Sosok Najwa Shihab dan Gita Savitri Devi menjadi tokoh penting di era digital saat ini dalam upaya perkembangan pergerakan feminisme di Indonesia. Pemikiran kedua tokoh tersebut berhasil mempengaruhi generasi milenial untuk menegakan kesetaraan gender pada berbagai aspek kehidupan bermasyarakat.

Page 10 of 14 | Total Record : 132


Filter by Year

2014 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 14 No. 2 (2025): JPS - Jurnal Pendidikan Sejarah, Volume 14, Nomor 2, Tahun 2025 Vol. 14 No. 1 (2025): JPS - Jurnal Pendidikan Sejarah, Volume 14, Nomor 1, Tahun 2025 Vol. 13 No. 2 (2024): JPS - Jurnal Pendidikan Sejarah, Volume 13, Nomor 2, Tahun 2024 Vol. 13 No. 1 (2024): JPS - Jurnal Pendidikan Sejarah, Volume 13, Nomor 1, Tahun 2024 Vol. 12 No. 2 (2023): JPS - Jurnal Pendidikan Sejarah, Volume 12 Nomor 2 Tahun 2023 Vol 12 No 1 (2023): JPS - Jurnal Pendidikan Sejarah, Volume 12 Nomor 1 Tahun 2023 Vol 11 No 2 (2022): JPS - Jurnal Pendidikan Sejarah, Volume 11 Nomor 2 Tahun 2022 Vol 11 No 1 (2022): JPS - Jurnal Pendidikan Sejarah, Volume 11 Nomor 1 Tahun 2022 Vol 10 No 2 (2021): JPS - Jurnal Pendidikan Sejarah, Volume 10 Nomor 2 Tahun 2021 Vol. 10 No. 2 (2021): JPS - Jurnal Pendidikan Sejarah, Volume 10 Nomor 2 Tahun 2021 Vol 10 No 1 (2021): JPS - Jurnal Pendidikan Sejarah, Volume 10 Nomor 1 Tahun 2021 Vol 9 No 2 (2020): JPS - Jurnal Pendidikan Sejarah, Volume 9 Nomor 2 Tahun 2020 Vol 9 No 1 (2020): JPS - Jurnal Pendidikan Sejarah, Volume 9 Nomor 1 Tahun 2020 Vol 8 No 2 (2019): JPS - Jurnal Pendidikan Sejarah, Volume 8 Nomor 2 Tahun 2019 Vol 8 No 1 (2019): JPS - Jurnal Pendidikan Sejarah, Volume 8 Nomor 1 Tahun 2019 Vol 7 No 2 (2018): JPS - Jurnal Pendidikan Sejarah, Volume 7 Nomor 2 Tahun 2018 Vol 7 No 1 (2018): JPS - Jurnal Pendidikan Sejarah, Volume 7 Nomor 1 Tahun 2018 Vol 6 No 2 (2017): JPS - Jurnal Pendidikan Sejarah, Volume 6 Nomor 2 Tahun 2017 Vol 6 No 1 (2017): JPS - Jurnal Pendidikan Sejarah, Volume 6 Nomor 1 Tahun 2017 Vol 5 No 2 (2016): JPS - Jurnal Pendidikan Sejarah, Volume 5 Nomor 2 Tahun 2016 Vol 5 No 1 (2016): JPS - Jurnal Pendidikan Sejarah, Volume 5 Nomor 1 Tahun 2016 Vol 4 No 2 (2015): JPS - Jurnal Pendidikan Sejarah, Volume 4 Nomor 2 Tahun 2015 Vol 4 No 1 (2015): JPS - Jurnal Pendidikan Sejarah, Volume 4 Nomor 1 Tahun 2015 Vol 3 No 2 (2014): JPS - Jurnal Pendidikan Sejarah, Volume 3 Nomor 2 Tahun 2014 Vol 3 No 1 (2014): JPS - Jurnal Pendidikan Sejarah, Volume 3 Nomor 1 Tahun 2014 More Issue