cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota tangerang,
Banten
INDONESIA
Journal of Government and Civil Society
ISSN : 25794396     EISSN : 2579440X     DOI : -
The Journal of Government and Civil Society (JGCS) (p-ISSN 2579-4396, e-ISSN 2579-440X) is an academic journal published by Government Science Study Program, Faculty of Social and Political Sciences, Universitas Muhammadiyah Tangerang, Indonesia in collaboration with Asosiasi Ilmu Pemerintahan Perguruan Tinggi Muhammadiyah (AIPPTM). Journal of Government and Civil Society (JGCS) published twice in a year. The focus and scope of Journal of Government and Civil Society (JGCS) are about local and regional government, governance, public services, politics, democracy and elections, civil society, and public policy.
Arjuna Subject : -
Articles 278 Documents
Collaborative Governance in Prevention and Control of Sexual Abuse in Local Level Hendra Gunawan; Wiwi Widiastuti; Riska Sarofah; Vidia Lestari
Journal of Government and Civil Society Vol 8 No 2 (2024): Journal of Government and Civil Society (October)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/jgcs.v8i2.9752

Abstract

The rising incidence of sexual violence against children and women in Tasikmalaya City has become a pressing concern, with reported cases increasing from 58 in 2021 to 73 in 2022. In response, the Tasikmalaya City Government has initiated collaborative efforts involving local non-governmental organizations (Puspa), psychologists, and law enforcement agencies to combat this alarming trend. This study aims to critically analyze the effectiveness of these multi-stakeholder collaborations in preventing and addressing sexual violence in the region. Grounded in the collaborative governance theory articulated by Ansell and Gash, the research employs qualitative methods, including in-depth interviews with key stakeholders and data analysis facilitated by NVivo 12+. An initial bibliometric review of relevant literature through the Scopus database, supplemented by VOSViewer, helped identify research gaps in the domain of sexual violence prevention. The findings reveal significant shortcomings in the collaborative framework currently employed, notably in areas such as stakeholder dialogue, mutual trust, commitment levels, role clarity, and overall outcomes. These deficiencies underscore the necessity for a more structured approach to collaboration that encompasses all stages of program planning and implementation. The study provides actionable recommendations aimed at enhancing stakeholder collaboration, ultimately striving to reduce the prevalence of sexual violence and improve protective measures for vulnerable populations in Tasikmalaya City. This research not only contributes to the academic discourse on collaborative governance but also holds significant implications for policy-making and community interventions aimed at safeguarding children and women.Peningkatan kasus kekerasan seksual terhadap anak-anak dan perempuan di Kota Tasikmalaya menjadi perhatian serius, dengan jumlah kasus yang dilaporkan meningkat dari 58 pada tahun 2021 menjadi 73 pada tahun 2022. Menanggapi hal ini, Pemerintah Kota Tasikmalaya telah memulai upaya kolaboratif yang melibatkan organisasi non-pemerintah lokal (Puspa), psikolog, dan lembaga penegak hukum untuk mengatasi tren yang mengkhawatirkan ini. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara kritis efektivitas kolaborasi multi-pemangku kepentingan dalam pencegahan dan penanganan kekerasan seksual di daerah tersebut. Berdasarkan teori tata kelola kolaboratif yang diungkapkan oleh Ansell dan Gash, penelitian ini menggunakan metode kualitatif, termasuk wawancara mendalam dengan pemangku kepentingan kunci dan analisis data yang difasilitasi oleh NVivo 12+. Tinjauan bibliometrik awal terhadap literatur yang relevan melalui basis data Scopus, dilengkapi dengan VOSViewer, membantu mengidentifikasi celah penelitian dalam domain pencegahan kekerasan seksual. Temuan menunjukkan adanya kekurangan yang signifikan dalam kerangka kolaborasi yang saat ini diterapkan, terutama dalam aspek dialog antar pemangku kepentingan, kepercayaan timbal balik, tingkat komitmen, kejelasan peran, dan hasil secara keseluruhan. Defisiensi ini menyoroti perlunya pendekatan kolaborasi yang lebih terstruktur yang mencakup semua tahapan perencanaan dan pelaksanaan program. Penelitian ini memberikan rekomendasi yang dapat ditindaklanjuti yang bertujuan untuk meningkatkan kolaborasi antar pemangku kepentingan, yang pada akhirnya berusaha mengurangi prevalensi kekerasan seksual dan meningkatkan langkah-langkah perlindungan bagi populasi rentan di Kota Tasikmalaya. Penelitian ini tidak hanya berkontribusi pada wacana akademik tentang tata kelola kolaboratif, tetapi juga memiliki implikasi signifikan bagi pembuatan kebijakan dan intervensi komunitas yang bertujuan untuk melindungi anak-anak dan perempuan.
The Phenomenon of Ambivalence in Policy Implementation: How Muhammadiyah Universities Protect Women against Sexual Violence Ria Angin; Fauziah Fauziah; Kahar Haerah
Journal of Government and Civil Society Vol 8 No 1 (2024): Journal of Government and Civil Society (April)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/jgcs.v8i1.10056

Abstract

This article discusses "The phenomenon of ambivalence in policy implementation: How Muhammadiyah / Aisyiyah Universities protect women from sexual violence". This phenomenon began when the Ministry refused to change the statement by the Council for Higher Education, Research and Development regarding the revision of article 5 (paragraph 2). ).Due to the Minister's rejection, the Rectors of Muhammadiyah/Aisyiyah as street level bureaucracy, only adopted clauses in the articles of the ministerial regulations that were in line with Islamic values and principles, and integrated them with interpretive clauses related to Article 5 (paragraph 2). ) becomes a new policy. This research uses qualitative research. The informant were the Rectors of Muhamamdiyah/Aisyiyah Universities in the Eastern part of East Java. Qualitative descriptive techniques are used to analyze the data. Each Muhamamdiyah/Aisyiyah University is currently implementing this new policy internally. Presumably because it is enforced internally, the Ministry has not banned this practice. These findings highlight the flexibility of implementing policies to protect women against sexual violence, allowing for changes in line with the internal norms and principles of street-level bureaucracy.Artikel ini membahas tentang “Fenomena ambivalensi dalam implementasi kebijakan: Bagaimana Perguruan Tinggi Muhammadiyah /Aisyiyah melindungi perempuan dari kekerasan seksual”. Fenomena ini bermula ketika Kementerian menolak mengubah pernyataan Majelis Pendidikan Tinggi, Penelitian dan Pengembangan terkait revisi pasal 5 (ayat 2). Atas penolakan Menteri tersebut, maka para Rektor Muhammadiyah/Aisyiyah sebagai street level birokrasi, hanya mengadopsi klausul dalam pasal-pasal peraturan menteri yang sejalan dengan nilai-nilai dan prinsip-prinsip Islam, serta mengintegrasikan dengan klausul penafsiran terkait dengan Pasal 5 (ayat 2). ) menjadi kebijakan baru. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif.Informannya adalah Rektor Universitas Muhamamdiyah/Aisyiyah di Jawa Timur bagian Timur.Teknik deskriptif kualitatif digunakan untuk menganalisis data. Masing-masing Universitas Muhamamdiyah/Aisyiyah saat ini sedang melaksanakan kebijakan baru secara internal. Agaknya karena diberlakukan internal, Kementerian belum melarang praktik ini. Temuan- temuan ini menyoroti fleksibilitas penerapan kebijakan perlindungan perempuan terhadap kekerasan seksual, yang memungkinkan perubahan sejalan dengan norma dan prinsip internal birokrasi tingkat jalanan.
Exploring Global Research Trends in Sports Tourism Policy: Formulating Indonesia's future policies Kisman Karinda; Tawakkal Baharuddin; Kittisak Jermsittiparsert
Journal of Government and Civil Society Vol 8 No 1 (2024): Journal of Government and Civil Society (April)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/jgcs.v8i1.10123

Abstract

Issues regarding tourism have been integrated with aspects of sport and are now known as sport tourism. This research aims to evaluate published documents available globally to serve as a guide in understanding this context correctly and initiating policies needed by the Indonesian government. The method used is a bibliometric analysis approach with data sources from the Scopus database. Analysis tools use Vosviewer and Nvivo 12 Plus. This study finds that global research trends on sport tourism policy have influenced the interests of researchers worldwide. This is proven by the high number of recently published documents. Several research themes require further exploration, including tourist destinations and tourist industry. This can be a basis for future research in building perspectives and unravelling other complexities. The implications of these findings also contribute to Indonesia in formulating future policies. Several vital aspects that can be a stepping stone for the Indonesian government are promoting tourism destinations, organizing international sporting events, developing infrastructure, and empowering local communities as essential elements in creating a sustainable sports tourism ecosystem. Responsiveness to global changes is also a critical point that needs to be considered.Isu tentang pariwisata telah diintegrasikan dengan aspek olahraga dan saat ini dikenal dengan istilah sport tourism. Tujuan penelitian ini untuk mengevaluasi dokumen publikasi yang tersedia secara global untuk dijadikan pedoman dalam memahami konteks ini secara baik, sekaligus menginisiasi kebijakan yang diperlukan pemerintah Indonesia. Metode yang digunakan yaitu dengan pendekatan analisis bibliometrik dengan sumberdata dari database Scopus. Alat analisis menggunakan Vosviewer dan Nvivo 12 Plus. Studi ini menemukan bahwa tren penelitian global tentang kebijakan sport tourism telah memengaruhi minat peneliti di seluruh dunia. Itu dibuktikan dengan tingginya jumlah dokumen publikasi baru-baru ini. Terdapat beberapa tema penelitian yang memerlukan eksplorasi lanjutan di antaranya yaitu tourist destination dan tourist industry. Hal itu dapat menjadi dasar bagi penelitian masa depan dalam mebangun perspektif dan mengurai kompleksitas lainnya. Implikasi dari temuan ini juga berkontribusi bagi Indonesia dalam merumuskan kebijakan masa depan. Beberapa aspek kunci yang dapat menjadi pijakan untuk pemerintah Indonesia yaitu mempertimbangkan promosi destinasi pariwisata, penyelenggaraan acara olahraga internasional, pengembangan infrastruktur, dan pemberdayaan masyarakat lokal menjadi elemen penting dalam menciptakan ekosistem sport tourism yang berkelanjutan. Responsif terhadap perubahan global juga menjadi poin kritis yang perlu diperhatikan.
Comparison of Website Maturity in e-Government Implementation at the City Level in Indonesia Reksi Anggara; Eko Priyo Purnomo; Tiara Khairunnisa
Journal of Government and Civil Society Vol 8 No 2 (2024): Journal of Government and Civil Society (October)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/jgcs.v8i2.10691

Abstract

This study examines the e-government implementation in Indonesia, focusing on the comparative digital maturity of Bandung and Malang City. Employing a qualitative descriptive research methodology, this analysis primarily utilizes data from the official government websites, Bandung.go.id and Malangkota.go.id, both recognized for achieving high levels of digital maturity. The research aligns with the United Nations’ digital maturity evaluation criteria, scrutinizing key dimensions of e-government deployment. The findings reveal that both cities have established an integrated digital ecosystem that facilitates online services across various sectors. However, the arrangement of online services on the Malang City website lacks user intuitiveness, which may hinder public engagement. In terms of telecommunications infrastructure, Bandung City demonstrates superior performance, showcasing exceptional internet speeds, network coverage, and the availability of advanced technologies such as 4G+ and 5G. Both cities are committed to enhancing community internet access by providing free Wi-Fi initiatives. Furthermore, the study highlights substantial efforts by the local governments to improve human resource quality, evidenced by notable achievements in human resource management within their respective administrations. This research underscores the critical importance of digital maturity in enhancing public service delivery and promoting inclusive access to information technology in urban settings. Studi ini mengkaji implementasi e-government di Indonesia dengan fokus pada perbandingan kematangan digital Kota Bandung dan Malang. Menggunakan metodologi penelitian kualitatif deskriptif, analisis ini terutama memanfaatkan data dari situs web resmi pemerintah, Bandung.go.id dan Malangkota.go.id, yang keduanya diakui telah mencapai tingkat kematangan digital yang tinggi. Penelitian ini sejalan dengan kriteria evaluasi kematangan digital Perserikatan Bangsa-Bangsa, dengan memeriksa dimensi kunci dari penerapan e-government. Temuan menunjukkan bahwa kedua kota telah membangun ekosistem digital terintegrasi yang memfasilitasi layanan daring di berbagai sektor. Namun, pengaturan layanan daring di situs web Kota Malang kurang intuitif, yang dapat menghambat keterlibatan publik. Dalam hal infrastruktur telekomunikasi, Kota Bandung menunjukkan kinerja yang lebih baik, dengan kecepatan internet yang luar biasa, cakupan jaringan, dan ketersediaan teknologi canggih seperti 4G+ dan 5G. Kedua kota juga berkomitmen untuk meningkatkan akses internet masyarakat melalui inisiatif penyediaan Wi-Fi gratis. Selain itu, studi ini menyoroti upaya signifikan oleh pemerintah daerah untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia, yang dibuktikan dengan pencapaian penting dalam manajemen sumber daya manusia di masing-masing pemerintahan. Penelitian ini menekankan pentingnya kematangan digital dalam meningkatkan pelayanan publik dan mempromosikan akses informasi teknologi yang inklusif di lingkungan perkotaan
Digitalization: Innovation in public services (Case Study Implementation of the Complaints Service Unit in Surakarta (ULAS) and Klaten Regency Industry and Manpower Office) Heka Jalu Seta; Didik Gunawan Suharto; Kristina Setyowati
Journal of Government and Civil Society Vol 8 No 2 (2024): Journal of Government and Civil Society (October)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/jgcs.v8i2.10884

Abstract

This study examines the impact of digital transformation on public service innovation through a comparative analysis of the Surakarta Complaints Service Unit (ULAS) and the Industry and Manpower Office in Klaten Regency. As digitalization becomes a cornerstone of modern governance, it offers critical pathways to enhancing efficiency, responsiveness, and transparency within public administration. By investigating digitalized complaint management and service processes, this research highlights how digital platforms can streamline responses to community needs and foster improved administrative practices. Through a qualitative approach, utilizing both literature review and in-depth interviews, findings reveal that digitalization not only addresses public grievances effectively but also plays a vital role in establishing principles of good governance. This study underscores the significance of digital transformation in elevating public sector responsiveness and accountability, providing valuable insights for other regions aiming to leverage technology in public service reforms.Penelitian ini mengkaji dampak transformasi digital terhadap inovasi layanan publik melalui analisis komparatif pada Unit Layanan Aduan Surakarta (ULAS) dan Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kabupaten Klaten. Digitalisasi telah menjadi landasan dalam tata kelola modern, menawarkan jalur penting untuk meningkatkan efisiensi, responsivitas, dan transparansi dalam administrasi publik. Dengan meneliti manajemen pengaduan dan proses layanan yang terdigitalisasi, penelitian ini menyoroti bagaimana platform digital dapat menyederhanakan respons terhadap kebutuhan masyarakat dan mendorong praktik administratif yang lebih baik. Melalui pendekatan kualitatif, menggunakan tinjauan pustaka dan wawancara mendalam, temuan menunjukkan bahwa digitalisasi tidak hanya secara efektif menangani keluhan publik tetapi juga berperan penting dalam penerapan prinsip tata kelola yang baik. Studi ini menegaskan pentingnya transformasi digital dalam meningkatkan responsivitas dan akuntabilitas sektor publik, serta memberikan wawasan berharga bagi daerah lain yang ingin memanfaatkan teknologi dalam reformasi layanan publik. 
Investigating E-Government Adoption: The Intention to Use MyASN Application by Indonesian National Civil Service Agency (NCSA) Silfa Kurnia Aditya; Husna Alfiani; Dana Indra Sensuse; Sofian Lusa; Prasetyo Adi Wibowo Putro; Sofianti Indriasari
Journal of Government and Civil Society Vol 8 No 1 (2024): Journal of Government and Civil Society (April)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/jgcs.v8i1.10890

Abstract

This study investigates the implementation of e-government initiatives in Indonesia, specifically focusing on the MyASN application designed for civil servants. Despite the introduction of MyASN, challenges persist in terms of user acceptance, and its complete utilization among civil servants throughout Indonesia is yet to be achieved. The primary goal of this research is to comprehensively identify the factors influencing the adoption of MyASN among civil servants using Unified Theory of Acceptance and Use of The Technology (UTAUT) conceptual model. The target population is respondents who use the MyASN application. The target population is respondents who use the MyASN application. This research obtained a total of 182 respondents who filled out the questionnaire via Google Forms, which were then analyzed using the Structural Equation Model (SEM) approach with SmartPLS software. The findings highlight that behavioral intention, performance expectation, and social influence are factors influencing users' intention to use the My-ASN application. On the other hand, effort expectancy and facilitating condition don’t affect users' intention and behavior in adopting MyASN. Furthermore, concerning moderating variables, only working experience and voluntariness of use influence user behavior, although their impacts are not very significant. Penelitian ini mengkaji terkait implementasi e-government di Indonesia, khususnya berfokus pada aplikasi MyASN yang dirancang untuk Aparatur Sipil Negara (ASN). Meskipun aplikasi MyASN ini telah disosialisasikan, namun pada implementasinya masih terdapat tantangan dalam penerimaan penggunanya dan pemanfaatannya yang belum maksimal di kalangan ASN di seluruh Indonesia. Tujuan utama dari penelitian ini adalah mengidentifikasi faktor apa saja yang mempengaruhi niat pengguna untuk menggunakan aplikasi MyASN menggunakan metode UTAUT (Unified Theory of Acceptance and Use of The Technology). Target populasi adalah responden yang menggunakan aplikasi MyASN. Penelitian ini memperoleh sebanyak 182 responden yang mengisi kuisioner melalui Google Forms, kemudian dilakukan analisis menggunakan pendekatan SEM (Structural Equation Model) dengan perangkat lunak SmartPLS. Temuan penelitian ini menjelaskan bahwa behavioral intention, performance expectation, dan social influence merupakan faktor yang mempengaruhi niat pengguna dalam menggunakan aplikasi My-ASN. Disisi lain, effort expectancy dan facilitating condition tidak mempengaruhi niat dan perilaku pengguna dalam mengadopsi MyASN. Selain itu, pada moderating varible, hanya working experience dan voluntariness of use yang mempengaruhi perilaku pengguna, meskipun dampaknya tidak terlalu signifikan.
Analysing the Urban Housing Challenge in Harare, Zimbabwe Through the Wicked Policy Problems Framework Leon Poshai; Alouis Chilunjika; Kudakwashe Intauno
Journal of Government and Civil Society Vol 8 No 1 (2024): Journal of Government and Civil Society (April)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/jgcs.v8i1.10976

Abstract

This article analyses how urban housing challenges in Harare, Zimbabwe have transformed into a wicked policy problem and further proposes some measures for managing this problem. The article uses a qualitative research approach in which an explanatory case study research design and key informant interviews are used to investigate how the provision of urban housing facilities has become a demanding task for the City of Harare in Zimbabwe. The study reveals how rapid population growth in Harare has escalated the demand for, and subsequent shortage of housing facilities leading to housing access complexities and persistently depreciating housing conditions in this city. The article argues that housing challenges in Harare are symptoms of other social problems such as unemployment, poverty, social inequalities, misgovernance and institutional corruption. This article proposes context-specific measures for harnessing a holistic approach that can be used for managing urban population explosions and sustainable housing provision in developing countries with Harare in Zimbabwe used as the social laboratory for analysis. This article has a practical and theoretical orientation as it proposes the measures that can be adopted to manage the wicked urban housing policy problem in Zimbabwe.Artikel ini menganalisis bagaimana tantangan perumahan perkotaan di Harare, Zimbabwe telah berubah menjadi masalah kebijakan yang buruk dan selanjutnya mengusulkan beberapa langkah untuk mengatasi masalah ini. Artikel ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif yang menggunakan desain penelitian studi kasus eksplanatori dan wawancara informan kunci untuk menyelidiki bagaimana penyediaan fasilitas perumahan perkotaan telah menjadi tugas berat bagi Kota Harare di Zimbabwe. Studi ini mengungkapkan betapa pesatnya pertumbuhan penduduk di Harare telah meningkatkan permintaan, dan kekurangan fasilitas perumahan yang menyebabkan kompleksitas akses terhadap perumahan dan terus-menerus memperburuk kondisi perumahan di kota ini. Artikel tersebut berpendapat bahwa tantangan perumahan di Harare adalah gejala dari masalah sosial lainnya seperti pengangguran, kemiskinan, kesenjangan sosial, kesalahan dalam pemerintahan dan korupsi institusional. Artikel ini mengusulkan langkah-langkah spesifik konteks untuk memanfaatkan pendekatan holistik yang dapat digunakan untuk mengelola ledakan populasi perkotaan dan penyediaan perumahan berkelanjutan di negara-negara berkembang dengan Harare di Zimbabwe digunakan sebagai laboratorium sosial untuk analisis. Artikel ini memiliki orientasi praktis dan teoretis karena mengusulkan langkah-langkah yang dapat diambil untuk menangani masalah kebijakan perumahan perkotaan yang buruk di Zimbabwe. 
Improving Quality of Land Data Towards Modern Land Administration in The Administrative City of West Jakarta Baskara Suprojo; M Nazir Salim; Arditya Wicaksono; Septina Marryanti Prihatin; Yudha Purbawa; Reza Amarta Prayoga; Purnama Alamsyah; Fatwa Nurul Hakim; Gustaf Wijaya; Eko Wahyono
Journal of Government and Civil Society Vol 8 No 2 (2024): Journal of Government and Civil Society (October)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/jgcs.v8i2.11104

Abstract

Land data quality plays a pivotal role in advancing modern land administration, impacting both national economic growth and Indonesia’s competitive position in the global property index, where it currently ranks 106th in Ease of Doing Business. This research focuses on the need for systematic quality improvements in both physical (spatial) and juridical (textual) land data within the West Jakarta City Administration to address existing data deficiencies. Applying the Driver-Pressures-States-Impacts-Responses (DPSIR) framework, this study investigates key challenges, causal factors, and strategic interventions aimed at enhancing land data quality. In-depth interviews with stakeholders were conducted to elucidate these dynamics and inform the proposed strategies. The findings highlight the successful digitization and validation of 94.52% of 423,189 Land Book records, 69.03% of 494,071 Ownership Rights Plans/Measurement Letters, and the spatial data of 94.68% across 427,569 land parcels, thereby improving the Data Quality Classification (KW) across categories 4–6. This study underscores the critical importance of robust data validation processes in modernizing Indonesia’s Land Administration System (LAS), offering valuable insights for enhancing the efficiency, transparency, and reliability of land data, thereby supporting economic development and improving Indonesia’s standing in the global property market.Kualitas data pertanahan memainkan peran penting dalam memajukan administrasi pertanahan modern, yang berdampak pada pertumbuhan ekonomi nasional dan posisi kompetitif Indonesia dalam indeks properti global, di mana saat ini menduduki peringkat ke-106 dalam kemudahan berbisnis. Penelitian ini berfokus pada kebutuhan peningkatan kualitas data secara sistematis, baik fisik (spasial) maupun yuridis (tekstual), di Administrasi Kota Jakarta Barat untuk mengatasi kekurangan data yang ada. Dengan menerapkan kerangka Driver-Pressures-States-Impacts-Responses (DPSIR), studi ini menginvestigasi tantangan utama, faktor penyebab, dan intervensi strategis untuk meningkatkan kualitas data pertanahan. Wawancara mendalam dengan pemangku kepentingan dilakukan untuk menguraikan dinamika ini dan mendukung strategi yang diusulkan. Temuan menunjukkan keberhasilan digitalisasi dan validasi 94,52% dari 423.189 dokumen Buku Tanah, 69,03% dari 494.071 dokumen Rencana Hak Milik/Surat Ukur, serta data spasial dari 94,68% di 427.569 bidang tanah, sehingga meningkatkan Klasifikasi Kualitas Data (KW) di kategori 4–6. Penelitian ini menekankan pentingnya proses validasi data yang kuat dalam memodernisasi Sistem Administrasi Pertanahan (LAS) Indonesia, menawarkan wawasan berharga untuk meningkatkan efisiensi, transparansi, dan keandalan data pertanahan yang mendukung pembangunan ekonomi dan memperbaiki posisi Indonesia di pasar properti global.
Participatory Budgeting in Surakarta, Indonesia: Pro-Poor Approach Akbarudin Arif; Agus Kristiyanto; Cahyo Seftyono; Sapja Anantanyu; Haryani Saptaningtyas; Bonn Juego; Tulus Widayat
Journal of Government and Civil Society Vol 8 No 2 (2024): Journal of Government and Civil Society (October)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/jgcs.v8i2.11155

Abstract

This study explores the pro-poor orientation of Participatory Budgeting (PB) in Surakarta, Indonesia, with a focus on its effectiveness in enhancing socioeconomic conditions for impoverished and marginalized groups. Using a qualitative methodology involving observations, legal document analysis, and interviews with underprivileged citizens and key stakeholders, the research seeks to address two core questions: To what extent is PB in Surakarta truly pro-poor, and what key challenges hinder its role in poverty alleviation? Findings indicate that Surakarta’s PB system has made notable strides in inclusivity, prioritizing budget allocations that enhance access to essential services like healthcare and education for disadvantaged communities. Additionally, the village-delegated budget system empowers local residents to address specific needs, supporting efforts to improve quality of life. However, persistent challenges remain; despite PB’s inclusive design and community participation, poverty rates have seen limited reduction. This study underscores the need for an increased delegated budget alongside strengthened social accountability mechanisms and enhanced community empowerment programs to achieve sustainable poverty alleviation. These findings contribute valuable insights into the dynamics of pro-poor governance and highlight critical areas for strengthening participatory frameworks in Indonesia’s local governance. Studi ini mengeksplorasi pelaksanaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) di Surakarta, Indonesia, dengan fokus pada efektivitasnya dalam meningkatkan kondisi sosial-ekonomi bagi kelompok masyarakat miskin dan termarjinalkan. Dengan menggunakan metodologi kualitatif yang meliputi observasi, analisis dokumen hukum, dan wawancara dengan warga kurang mampu serta pemangku kepentingan utama, penelitian ini berupaya menjawab dua pertanyaan utama: Sejauh mana Musrenbang di Surakarta benar-benar berpihak pada kaum miskin, dan tantangan utama apa yang menghambat perannya dalam pengentasan kemiskinan? Temuan menunjukkan bahwa sistem Musrenbang di Surakarta telah mencapai kemajuan berarti dalam inklusivitas, memprioritaskan alokasi anggaran yang meningkatkan akses ke layanan penting seperti kesehatan dan pendidikan bagi komunitas yang kurang beruntung. Selain itu, sistem anggaran yang dilimpahkan ke tingkat desa memungkinkan penduduk lokal untuk memenuhi kebutuhan spesifik, yang mendukung upaya peningkatan kualitas hidup. Namun, tantangan yang berkelanjutan masih ada; meskipun desain Musrenbang yang inklusif dan partisipasi masyarakat, tingkat kemiskinan hanya mengalami sedikit penurunan. Studi ini menekankan perlunya peningkatan anggaran yang dilimpahkan, bersama dengan mekanisme akuntabilitas sosial yang lebih kuat serta program pemberdayaan komunitas yang ditingkatkan untuk mencapai pengentasan kemiskinan yang berkelanjutan. Temuan ini memberikan wawasan berharga mengenai dinamika tata kelola yang pro-kaum miskin dan menyoroti area penting untuk memperkuat kerangka kerja partisipatif dalam tata kelola lokal di Indonesia.
Community Empowerment Strategy In Developing Agrotourism Village In Kuningan Regency, West Java Rd. Ahmad Buchari; Sulaiman Zuhdi; Azlan Abas; Kadaruddin Aiyub; Entang Adhy Muhtar; Ahmad Zaini Miftah; Riki Satia Muharam; Darto Darto
Journal of Government and Civil Society Vol 8 No 2 (2024): Journal of Government and Civil Society (October)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/jgcs.v8i2.11550

Abstract

The enhancement of local resources through agrotourism presents significant opportunities for economic growth, social benefits, and environmental sustainability in rural communities. This study explores strategic approaches to community empowerment in the development of agrotourism villages within Kuningan Regency, West Java, an area rich in agricultural potential. A qualitative case study method was adopted, gathering data through observations, in-depth interviews, and focus group discussions (FGD). The findings underscore that agrotourism village development requires an integrated approach, focusing on robust governance, active community participation, innovation, and cross-sector collaboration to efficiently manage and promote tourism destinations. The study highlights the critical role of government policy and budgetary support in establishing programs that leverage local agricultural strengths, empowering communities to participate actively in sustainable tourism. By employing a comprehensive, long-term development model, agrotourism can be effectively harnessed to yield both economic and social value for local communities, while also prioritizing environmental conservation. This research provides valuable insights into how structured community empowerment and strategic collaboration can unlock the full potential of agrotourism as a sustainable development pathway for rural regions.Peningkatan sumber daya lokal melalui agrowisata menghadirkan peluang signifikan untuk pertumbuhan ekonomi, manfaat sosial, dan keberlanjutan lingkungan di komunitas pedesaan. Studi ini mengeksplorasi pendekatan strategis dalam pemberdayaan masyarakat untuk pengembangan desa agrowisata di Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, yang kaya akan potensi pertanian. Metode studi kasus kualitatif diterapkan, dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan diskusi kelompok terarah (FGD). Hasil penelitian menekankan bahwa pengembangan desa agrowisata membutuhkan pendekatan terintegrasi yang berfokus pada tata kelola yang kuat, partisipasi aktif masyarakat, inovasi, serta kolaborasi lintas sektor untuk mengelola dan mempromosikan destinasi wisata secara efisien. Studi ini menyoroti peran penting dukungan kebijakan dan anggaran pemerintah dalam membentuk program-program yang memanfaatkan kekuatan pertanian lokal, memberdayakan masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam pariwisata berkelanjutan. Dengan menerapkan model pengembangan yang menyeluruh dan jangka panjang, potensi agrowisata dapat dimanfaatkan secara efektif untuk memberikan nilai ekonomi dan sosial bagi masyarakat lokal, sambil tetap memprioritaskan pelestarian lingkungan. Penelitian ini memberikan wawasan berharga tentang bagaimana pemberdayaan masyarakat yang terstruktur dan kolaborasi strategis dapat membuka potensi penuh agrowisata sebagai jalur pembangunan berkelanjutan bagi wilayah pedesaan.

Filter by Year

2017 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 10 No 1 (2026): Journal of Government and Civil Society (April) Vol 9 No 2 (2025): Journal of Government and Civil Society (October) Vol 9, No 2 (2025): Journal of Government and Civil Society (October) Vol 9 No 1 (2025): Journal of Government and Civil Society (April) Vol 9, No 1 (2025): Journal of Government and Civil Society (April) Vol 8, No 2 (2024): Journal of Government and Civil Society (October) Vol 8 No 2 (2024): Journal of Government and Civil Society (October) Vol 8 No 1 (2024): Journal of Government and Civil Society (April) Vol 8, No 1 (2024): Journal of Government and Civil Society (April) Vol 7, No 2 (2023): Journal of Government and Civil Society (October) Vol 7 No 2 (2023): Journal of Government and Civil Society (October) Vol 7 No 1 (2023): Journal of Government and Civil Society (April) Vol 7, No 1 (2023): Journal of Government and Civil Society (April) Vol 6 No 2 (2022): Journal of Government and Civil Society (October) Vol 6, No 2 (2022): Journal of Government and Civil Society (October) Vol 6, No 1 (2022): Journal of Government and Civil Society (April) Vol 6 No 1 (2022): Journal of Government and Civil Society (April) Vol 5 No 2 (2021): Journal of Government and Civil Society (October) Vol 5, No 2 (2021): Journal of Government and Civil Society (October) Vol 5, No 1 (2021): Journal of Government and Civil Society (April) Vol 5 No 1 (2021): Journal of Government and Civil Society (April) Vol 4 No 2 (2020): Journal of Government and Civil Society (October) Vol 4, No 2 (2020): Journal of Government and Civil Society (October) Vol 4 No 1 (2020): Journal of Government and Civil Society (April) Vol 4, No 1 (2020): Journal of Government and Civil Society (April) Vol 3, No 2 (2019): Journal of Government and Civil Society (October) Vol 3 No 2 (2019): Journal of Government and Civil Society (October) Vol 3 No 1 (2019): Journal of Government and Civil Society (April) Vol 3, No 1 (2019): Journal of Government and Civil Society (April) Vol 2 No 2 (2018): Journal of Government and Civil Society (October) Vol 2, No 2 (2018): Journal of Government and Civil Society (October) Vol 2 No 1 (2018): Journal of Government and Civil Society (April) Vol 2, No 1 (2018): Journal of Government and Civil Society (April) Vol 1 No 2 (2017): Journal of Government and Civil Society (October) Vol 1, No 2 (2017): Journal of Government and Civil Society (October) Vol 1, No 1 (2017): Journal of Government and Civil Society (April) Vol 1 No 1 (2017): Journal of Government and Civil Society (April) More Issue