cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. gowa,
Sulawesi selatan
INDONESIA
MaPan : Jurnal Matematika dan Pembelajaran
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 249 Documents
AKTIVITAS MATEMATIKA BERBASIS BUDAYA PADA MASYARAKAT PESISIR DI PASAR IKAN GEBANG KABUPATEN CIREBON Herri Sulaiman
MaPan : Jurnal Matematika dan Pembelajaran Vol 7 No 1 (2019): JUNE
Publisher : Department of Mathematics Education Faculty of Tarbiyah and Teacher Training Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (350.22 KB) | DOI: 10.24252/mapan.2019v7n1a5

Abstract

Abstrak :Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan aktivitas etnomatematika pada budaya lokal masyarakat pesisir di pasar ikan Gebang kabupaten Cirebon. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik sampel dengan pertimbangan tertentu (purposive sampling), adapun sampelnya yaitu 2 tokoh adat, 3 pegawai pasar, 3 tokoh masyarakat, 3 nelayan, dan 2 pedagang ikan. Peneliti menggunakan tiga teknik pengumpulan data yaitu dengan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan menggunakan analisis domain. Adapun untuk memeriksa keabsahan data digunakan triangulasi sumber data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat aktivitas matematika berbasis budaya di pasar ikan Gebang Cirebon. Hal ini dapat dilihat dari aktivitas menghitung, membilang, mengukur dan membuat rancang bangun.Abstract:The purpose of this study was to describe the ethnomatematic activities in the local culture of coastal communities in pasar ikan Gebang Cirebon. This research used qualitative approach. The samples were 2 traditional leaders, 3 market employees, 3 community leaders, 3 fishermen, and 2 fish traders who were choosed by using purposive sampling. The researcher used three data collection techniques, namely observation, interview, and documentation then data were analyzed using domain analysis. Triangulation of data sources was used to check the validity of the data. The results indicated that there were cultural-based mathematical activities in pasar ikan Gebang Cirebon which was showed by the activity of counting, measuring and making design.
PENGARUH MODEL PROBLEM BASED LEARNING TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS DAN KEYAKINAN MATEMATIS SISWA Helda Monica; Nila Kesumawati; Ety Septiati
MaPan : Jurnal Matematika dan Pembelajaran Vol 7 No 1 (2019): JUNE
Publisher : Department of Mathematics Education Faculty of Tarbiyah and Teacher Training Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (224.662 KB) | DOI: 10.24252/mapan.2019v7n1a12

Abstract

Abstrak:Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model Problem Based Learning (PBL) terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis dan keyakinan matematis siswa SMP. Penelitian ini dilaksanakan di SMPN 6 Gelumbang Sumatera Selatan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen Postest-Only Control Design. Sampel penelitian ini adalah 62 siswa. Instrumen yang di gunakan adalah tes kemampuan pemecahan masalah matematis dan angket keyakinan matematis. Teknik analisis data yang digunakan adalah uji t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh model Problem Based Learning (PBL) terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis dan keyakinan siswa di SMPN 6 Gelumbang Sumatera Selatan.Abstract:This study aims to know whether there is influence of Problem Based Learning (PBL) approach to the ability of solving mathematical problem, mathematical belief of students of SMP. This study did at SMPN 6 Gelumbang, South Sumatera. The method used in this study is the Postest-Only Control Design experiment method. The sample in this study was 62 students. The instrument of this study was the ability of solving mathematical problem test and mathematical belief questionnaire. Data analysis technique used is t test. The result of the study was there is influence of Problem Based Learning (PBL) approach to the ability of solving mathematical problem the belief of students of students SMPN 6 Gelumbang, South Sumatera.
A COMPARISON OF MANTEL-HAENSZEL AND STANDARDIZATION METHODS: DETECTING DIFFERENTIAL ITEM FUNCTIONING Ahmad Rustam; Dali Santun Naga; Yetti Supriyati
MaPan : Jurnal Matematika dan Pembelajaran Vol 7 No 1 (2019): JUNE
Publisher : Department of Mathematics Education Faculty of Tarbiyah and Teacher Training Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (297.226 KB) | DOI: 10.24252/mapan.2019v7n1a2

Abstract

Abstrak:Tujuan penelitian ini untuk meninjau sensitivitas dua metode yaitu metode Mantel-Haenszel (MH) dan metode Standarisasi dalam deteksi perbedaan fungsi butir atau Differential item functioning (DIF). Sensitivitas ditinjau dari banyaknya butir DIF. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data generasi dengan menggunakan program Wingen3 yang berbentuk respons dikotomi sebanyak 3054. Ukuran sampel (200 and 1000) respons untuk kelompok referensi dan (200 and 1000) respons untuk kelompok fokus. Sampel diambil secara acak sebanyak 35 replikasi. Distribusi kemampuan kedua kelompok adalah distribusi normal dengan rata-rata dan varians yaitu 0 dan 1. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode MH lebih sensitif dari pada metode standarisasi dalam deteksi DIF untuk sampel 400 maupun sampel 2000. Dari hasil penelitian ini ditemukan bahwa ada kemungkinan metode standarisasi lebih unggul ketika menggunakan sampel yang kecil atau jumlah anggota populasi kelompok fokus dan referensi tidak seimbang, dimana kelompok fokus lebih sedikit dibandingkan kelompok referensi.Abstract:The purpose of this study was to review the sensitivity of the two methods, the Mantel-Haenszel (MH and the Standardization methods to detect differences in function items (DIF). Sensitivity was based on the number of DIF grains. The data used in this study were generation data using the Wingen3 program in the form of a response dichotomy of 3054. Sample size was (200 and 1000) responses for the reference group and (200 and 1000) responses for the focus group. Samples were taken randomly as many as 35 replications. The distribution of the ability of the two groups was normal with average and variance, 0 and 1 respectively. The results of the study indicated that MH method were more sensitive than standardization method in DIF detection for samples of 400 and 2000. The finding also assumed there were possibility that standardization method was supreme when using a small sample or the number of population members of the focus group and reference was not balanced, while the focus group was less than the reference group. 
PROFIL FLEKSIBILITAS SISWA SD DALAM MEMECAHKAN MASALAH GEOMETRI DITINJAU DARI GENDER Agus Subaidi; Harfin Lanya
MaPan : Jurnal Matematika dan Pembelajaran Vol 7 No 1 (2019): JUNE
Publisher : Department of Mathematics Education Faculty of Tarbiyah and Teacher Training Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (285.576 KB) | DOI: 10.24252/mapan.2019v7n1a9

Abstract

Abstrak:Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan profil fleksibilitas siswa SD dalam memecahkan masalah geometri. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif eksploratif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan datanya dilakukan dengan pemberian tugas dan wawancara. Analisis data menggunakan metode triangulasi. Hasil penelitian yang diperoleh yakni subjek laki-laki menyebutkan informasi yang diketahui dan mengungkapkan pertanyaan dalam soal dengan tepat, dan dapat menyelesaikan masalah geometri dengan menggunakan lima cara, sedangkan subjek perempuan menyebutkan informasi yang diketahui dan mengungkapkan pertanyaan dalam soal dengan tepat dan dapat menyelesaikan masalah geometri dengan menggunakan tujuh cara. Abstract: The study aimed at describing the flexibility profile of the elementary students in solving the geometry tests. The research method used in this study was explorative descriptive research with a qualitative approach. Giving assignments and the interview were used as the data collection technique. Furthermore, the data obtained used triangulation method. The findings showed that the male students mentioned the known information and answered the questions correctly, while the female students mentioned the known information and answered the questions correctly as well as able to solve the geometry tests by using seven ways.
PENILAIAN SELF EFFICACY DAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA BERDASARKAN PERSPEKTIF GENDER Winda Yuliana; Widodo Winarso
MaPan : Jurnal Matematika dan Pembelajaran Vol 7 No 1 (2019): JUNE
Publisher : Department of Mathematics Education Faculty of Tarbiyah and Teacher Training Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (336.227 KB) | DOI: 10.24252/mapan.2019v7n1a4

Abstract

Abstrak:Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada perbedaan penilaian self efficacy dan kemampuan pemecahan masalah matematika berdasarkan perspektif gender. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan desain kausal komparatif. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan subyek penelitian ini adalah kelas X IPA/MIA MAN 3 Cirebon dengan jumlah sampel 60 siswa dengan kategori gender yaitu siswa laki-laki sebanyak 30 siswa dan siswa perempuan sebanyak 30 siswa. Instrumen dalam penelitian ini adalah angket untuk mengukur self efficacy siswa dan tes untuk mengukur kemampuan pemecahan masalah matematika. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa angket self efficacy siswa dengan rata-rata sebesar 70,66 atau 71% dengan kategori baik dan kuat. Siswa laki-laki memperoleh nilai rata-rata 68,04 dengan persentase 67% dan siswa perempuan memperoleh nilai rata-rata 73,46 dengan persentase 73%. Terdapat perbedaan self efficacy siswa berdasarkan nilai rata-rata dengan nilai signifikan 0,023 < 0,05. Kemampuan pemecahan masalah matematika siswa MAN 3 Cirebon mempunyai rata-rata sebesar 61,30 dalam kategori sedang. Siswa laki-laki memperoleh kemampuan pemecahan masalah matematika dengan rata-rata 55,60 sedangkan siswa perempuan memperoleh rata-rata kemampuan pemecahan masalah matematika 67,00. Oleh karena itu perbedaan dari rata-rata yang diperoleh siswa dengan nilai signifikan 0,001 < 0,005. Hal ini dapat dikatakan adanya perbedaan  penilaian self efficacy dan kemampuan pemecahan masalah matematika berdasarkan perspektif gender yang signifikan (nyata).Abstract:This study intended to determine whether there were differences in self-efficacy and the ability in solving mathematical problems based on a gender perspective. This research was a quantitative study using a comparative causal design. The sampling technique used purposive sampling with the subjects of this study were class X IPA/MIA MAN 3 Cirebon with a sample of 60 students with gender categories namely 30 male students and 30 female students. The instrument in this study was a questionnaire to measure students' self-efficacy and tests to measure mathematical problem-solving abilities. The results of this study indicated that the self-efficacy questionnaire of students with an average of 70.66 or 71% in the category of good or strong. Male students obtained an average score of 68.04 with a percentage of 67% and female students obtained an average score of 73.46 with a percentage of 73%. There were differences in self-efficacy of students based on the average value with a significant value of 0.023 <0.05. Mathematical problem-solving abilities of students MAN 3 Cirebon has an average of 61.30 in the medium category. Male students obtain mathematical problem-solving abilities with an average of 55.60 while female students obtain an average mathematical problem-solving ability of 67.00. there are differences from the average obtained by students and with a significant value of 0.001 <0.005. It can be said that there is a difference in self-efficacy and the ability to solve mathematical problems based on a significant gender perspective.
MENGIDENTIFIKASI SIFAT-SIFAT BANGUN DATAR MELALUI “BERMAIN POLA” DAN EFEKTIVITASNYA TERHADAP KEMAMPUAN SPASIAL SISWA SEKOLAH DASAR Valeria Suryani Kurnila; Yohanes Kurniawan; Apolonia Hendrice Ramda
MaPan : Jurnal Matematika dan Pembelajaran Vol 7 No 1 (2019): JUNE
Publisher : Department of Mathematics Education Faculty of Tarbiyah and Teacher Training Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (176.94 KB) | DOI: 10.24252/mapan.2019v7n1a6

Abstract

Abstrak:Penelitian ini bertujuan mengembangkan permainan “Bermain Pola” yang layak, dan mengetahui efektivitas permainan tersebut dalam meningkatkan kemampuan spasial. Permainan "Bermain pola" ini dikembangkan untuk melatih siswa sekolah dasar  mengidentifikasi sifat-sifat bangun datar. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian dan pengembangan. Permainan yang dikembangkan harus layak ditinjau dari aspek pendefinisian, perancangan, bahasa, kesesuaian dengan indikator pembelajaran serta pemilihan gambar yang tepat. Uji coba terbatas dan luas  dilakukan di SDK (Sekolah Dasar Katolik) Kumba 1 dilengkapi dengan aturan permainannya serta perangkat pembelajaran berupa RPP, LKS, tes kemampuan spasial, lembar observasi aktivitas siswa, lembar pengamatan kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran, dan angket respons siswa terhadap permainan tersebut. Sedangkan media bantu pembelajaran yang diperlukan adalah pola-pola bangun datar, stopwatch dan peluit.  Data kemampuan spasial pada penelitian ini dikumpulkan menggunakan tes uraian. Efektivitas permainan terhadap kemampuan spasial diuji dengan menggunakan one sample t-test, dengan menggunakan kriteria ketuntasan minimal sebesar 65. Hasil penelitian ini menghasilkan permainan “Bermain Pola” serta penggunaannya yang efektif terhadap kemampuan spasial siswa Sekolah Dasar.Abstract:This study aimed to developing a decent "Playing Pattern" game, and knowing the effectiveness of the game in improving spatial abilities. This "Play pattern" game was developed to train elementary school students to identify 2-dimensional build properties. The research method used was Research and Development (R & D). The game developed must be feasible in terms of defining aspects, design, language, conformity with learning indicators and the selection of appropriate images. Limited and extensive trials conducted at SDK (Catholic Primary School) Kumba 1 with the rules of the game as well as learning tools in the form of RPP, LKS, spatial ability tests, observation sheets of student activities, observation sheet teacher's ability to manage learning, and student response questionnaires to the game. Whereas the needed learning aid media were flat, stopwatch and whistle wake patterns. Data on spatial ability in this study were collected using description tests. The effectiveness of the game on spatial ability was tested using one sample t-test, using minimum completeness criteria of 65. The results of this study slowed that in the game "Playing Pattern" and its effective use of spatial abilities of elementary school students.
PENGARUH SELF-REGULATED LEARNING TERHADAP KEMAMPUAN REPRESENTASI MATEMATIKA MAHASISWA DALAM PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH Ifada Novikasari; Fauzi Fauzi
MaPan : Jurnal Matematika dan Pembelajaran Vol 7 No 1 (2019): JUNE
Publisher : Department of Mathematics Education Faculty of Tarbiyah and Teacher Training Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (180.608 KB) | DOI: 10.24252/mapan.2019v7n1a10

Abstract

Abstrak:Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan dua kelompok dengan perlakuan yang berbeda. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan desain yang digunakan adalah desain perbandingan kelompok utuh. Penelitian ini dibagi menjadi dua kelompok, kelompok pertama diberikan pembelajaran berbasis masalah sebagai kelompok eksperimen dan kelompok kedua sebagai kelompok kontrol menggunakan pembelajaran ekspositori. Populasi dalam penelitian ini sama dengan sampel, yaitu sebanyak 30 mahasiswa tadris matematika yang mengambil mata kuliah geometri analitik. Data dianalisis menggunakan uji Mann Whitney dan Kendall. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum kemampuan representasi matematis dari kedua kelompok tidak berbeda secara signifikan, tetapi pada kelompok eksperimen memiliki self-regulated legulated lebih baik daripada kelompok kontrol.Abstract:This research was an experimental study with the design used was the intact-group comparison design. The research class in this design was only one but it was divided into two groups, half of the group was given treatment of problem-based as experimental group and another group using expository learning as control group. The population in this study was the same as the sample, 30 students who took analytical geometry course. Data analysis used Mann Whitney test and Kendall. The results showed that in general the ability of mathematical representation of the two groups did not different significantly, but in the self-regulated legulated score the experimental group was better than the control group.
PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN BRAIN BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI SISWA MTs Nilawati Nilawati; M. Duskri; Novi Trina Sari
MaPan : Jurnal Matematika dan Pembelajaran Vol 7 No 1 (2019): JUNE
Publisher : Department of Mathematics Education Faculty of Tarbiyah and Teacher Training Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (426.567 KB) | DOI: 10.24252/mapan.2019v7n1a7

Abstract

Abstrak:                                              Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan kemampuan komunikasi matematis siswa setelah diberikan pembelajaran Brain Based Learning pada siswa MTs, serta mengetahui perbedaan kemampuan komunikasi matematis setelah diberikan pembelajaran Brain Based Learning dan pembelajaran konvensional pada siswa MTs. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian quasi eksperimen dengan desain control group pretest-posttest design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII MTsN 2 Banda Aceh. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan simple random sampling, yang terdiri dari dua kelas yaitu kelas VIII4 sebagai kelas eksperimen dan kelas VIII2 sebagai kelas kontrol. Pengumpulan data digunakan dengan menggunakan lembar tes kemampuan komunikasi matematis. Teknik analisis data yang digunakan yaitu uji N-Gain, uji-t independen. Dari hasil penelitian diperoleh peningkatan kemampuan komunikasi yang diberikan pembelajaran Brain Based Learning dapat meningkatkan kemampuan komunikasi matematis siswa serta kemampuan komunikasi matematis yang diberikan pembelajaran Brain Based Learning lebih baik daripada kemampuan komunikasi matematis siswa yang memperoleh pembelajaran konvensional. Abstract:This study aimed at determining the improvement of students' mathematical communication skills after the Brain Based Learning model applied in MTs students, and the differences of the mathematical communication skills applied by the Brain Based Learning model and those applied in conventional learning of MTs students. The research method was quasi-experimental research with a pretest-posttest design group control design. The population in this study were all VIII students of MTsN 2 Banda Aceh. Sampling was done by using simple random sampling, which consisted of two classes namely class VIII4 as the experimental class and class VIII2 as the control class. The data collected used a mathematical communication ability test sheet. The data analysis techniques used in this research were N-Gain test, independent t-test. From the research results obtained (1) N-Gain Test with an average value obtained 0.54 with the category "Medium”. So it can be concluded that by applying the Brain Based Learning model can improve students' mathematical communication skills. (2) Based on independent t-test, obtained tcount = 4.32 and ttable = 1.67, then tcount > ttable, this means reject H0 accept H1, it can be concluded that students' mathematical communication skills applied to the Brain Based Learning learning model are more better than students' mathematical communication skills applied to conventional learning.
TEORI PIRIE-KIEREN: LAPISAN PEMAHAMAN SISWA SMP BERKEMAMPUAN MATEMATIKA TINGGI DALAM MENYELESAIKAN SOAL BANGUN RUANG Suindayati Suindayati; Dian Septi Nur Afifah; Imam Sukwatus Suja’i
MaPan : Jurnal Matematika dan Pembelajaran Vol 7 No 2 (2019): DECEMBER
Publisher : Department of Mathematics Education Faculty of Tarbiyah and Teacher Training Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (415.1 KB) | DOI: 10.24252/mapan.2019v7n2a4

Abstract

Abstrak:Lapisan pemahaman memiliki peranan penting dalam mengukur tingkat pemahaman siswa dalam belajar dan berpikir, sedangkan tingkat kemampuan matematika memudahkan dalam pemahaman sehingga belajar dan berpikir dilakukan oleh siswa menjadi efektif dan efisien. Tujuan penelitian adalah untuk mendeskripsikan lapisan pemahaman siswa SMP yang berkemampuan matematika tinggi dalam menyelesaikan soal bangun ruang  berdasarkan teori Pirie Kieren. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Penelitian dilaksanakan di SMP Negeri 2 Bakung di kelas VIIIA dengan memilih subjek yang berkemampuan matematika tinggi. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah tes dan wawancara. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes dan pedoman wawancara. tes ada dua yaitu tes kemampuan matematika dan tes lapisan pemahaman. Analisis data  dilakukan dengan tiga tahapan yaitu reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa lapisan pemahaman subjek yang berkemampuan tinggi mampu memenuhi semua indikator lapisan pemahaman, yaitu lapisan primitive knowing, image making, image having, property noticing, formalizing, observing, structuring, dan inventising. Selanjutnya diharapkan dalam pembelajaran di kelas dapat menggunakan tutor sebaya untuk mengetahui pemahaman  siswa dalam pembelajaran di kelas.AbstractLevel of understanding has an important role in measuring the students’ understanding in learning and thinking, while the level of mathematical difficulties makes easier in understanding so that the students’ thinking and learning become effective and efficient. The purpose of this study was to describe the understanding level of junior high school students with high mathematical abilities in solving geometrical problems based on Pirie Kieren's theory. The method was descriptive qualitative research which was conducted in the 8th grade students of SMP Negeri 2 Bakung by selecting subjects with high mathematical ability. The instruments used in this study were tests and interview guidelines. There were two kind of tests, namely the mathematics ability test and the understanding level test. The data was analyzed in three stages, namely data reduction, data presentation, and conclusion. The results of this study indicated that the high levels of understanding of the students were able to fulfill all the indicators of the understanding levels, namely the primitive knowing, image making, image having, property noticing, formalizing, observing, structuring, and inventorying. Furthermore, it was expected that peer tutors to know the students’ understanding could be used in classroom learning
EFEKTIVITAS MEDIA ADAMMATH (APLIKASI DAM MATEMATIKA) TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIS SISWA MATERI PERSAMAAN GARIS LURUS Muchamad Adam Kurniyawan; Ciptianingsari Ayu Vitantri; Dian Novita Rohmatin
MaPan : Jurnal Matematika dan Pembelajaran Vol 7 No 2 (2019): DECEMBER
Publisher : Department of Mathematics Education Faculty of Tarbiyah and Teacher Training Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (506.661 KB) | DOI: 10.24252/mapan.2019v7n2a9

Abstract

Abstrak:Media pembelajaran berbentuk permainan sangatlah baik untuk membangun pemahaman konsep siswa karena media diberikan secara detail dan mudah dipahami oleh siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan media ADAMMATH (Aplikasi DAM Matematika) terhadap kemampuan pemahaman konsep matematis siswa pada pokok bahasan persamaan garis lurus. Metode penelitian yang digunakan adalah model penelitian deskriptif. Instrumen dalam penelitian ini adalah lembar angket respons siswa dan lembar pengamatan aktivitas siswa. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII MTs Umar Zahid Perak Jombang berjumlah 28 siswa. Jenis data yang diperoleh dalam penelitian ini adalah data kualitatif dan kuantitatif.  Hasil uji coba keefektifan dilihat dari angket respons siswa memenuhi kategori baik yaitu 3,01 dan lembar pengamatan aktivitas siswa untuk melihat kemampuan pemahaman konsep matematis siswa menggunakan media ADAMMATH memenuhi kriteria baik yaitu 0,62 . Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa media ADAMMATH terbukti efektif terhadap pemahaman konsep matematis siswa pada materi persamaan garis lurus.Abstract:Games as learning media are very good for building students' understanding of concepts because of presented in detail and easily captured by students. This research aimed to determine the effectiveness of ADAMMATH media (Mathematical DAM Application) to understand students' mathematical concepts on the subject matter of valid, effective and practical Straight Line Equations. This research used descriptive approach. The instruments used were questionnaire and observation sheets. The subject in this research was the 8th grade students of MTs Umar Zahid Perak Jombang which consisted of 28 students. The type of data obtained in this study were qualitative and quantitative data. The findings from the questionnaire was categorized good with 3.01 (Sm ≥2.5) and from the observation sheet of the students’ activities to know the ability of understanding mathematical concepts by applying ADAMMATH media was also good criteria, 0.62 (Sm ≥0.50). The result of this research indicated that ADAMMATH was effective on the students’ understanding of  mathematical concepts in the material Straight Line Equations.

Page 11 of 25 | Total Record : 249