cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research)
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 2337621X     EISSN : 25810294     DOI : -
Journal of Fisheries and Marine Research (JFMR) is dedicated to published highest quality of research papers on all aspects of : Aquatic Resources, Aquaculture, Fisheries Resources Technology and Management, Fish Technology and Processing, Fisheries and Marine Social Economic and Marine Science. This journal is jointly published by Faculty of Fisheries and Marine Science, Brawijaya University Malang Indonesia and Ikatan Sarjana Perikanan Indonesia (Ispikani). JFMR is a new journal but related to the past journal of Faculty of Fisheries and Marine Science that is Jurnal Penelitian Perikanan (JPP) with ISSN: 2337-621X (print version) and website link of www.jpp.ub.ac.id
Arjuna Subject : -
Articles 26 Documents
Search results for , issue "Vol. 5 No. 3 (2021): JFMR" : 26 Documents clear
Intrinsic Vulnerability of Artisanal Fisheries Record from Banyusangka Fish Landing Port, Madura Island Yonvitner, Mr.; Syukri, Nandi; Akmal, Surya Gentha; Fadlian, Rizka
JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research) Vol. 5 No. 3 (2021): JFMR
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Science, Brawijaya University, Malang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jfmr.2021.005.03.25

Abstract

Fishery activities are currently dominant, causing production intensity and then potential to increase risk and vulnerability. The vulnerability study conducted in Banyusangka aims to know the effect of capture intensity on potential vulnerabilities. The results of the study shown that species vulnerability scores ranged from 15-83 with the highest risk of susceptibility are Sphyraena sp. While the vulnerability of fishing gear between 36-57 is the highest type of fishing gear trammel net. The increase of vulnerability also potential of risk and sustainability of stock.  These reasons why we need monitor every fishing operation to ensure fisheries activity manage well.
APLIKASI ASAP CAIR UNTUK MEREDUKSI LOGAM BERAT DAN BAKTERI PADA KERANG HIJAU (PERNA VIRIDIS) Kurniasih, Retno Ayu; Mujiyanto, Nevia Cahyani; Wildan, Muhammad Adam; Elian, Naufal Aufa
JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research) Vol. 5 No. 3 (2021): JFMR
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Science, Brawijaya University, Malang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jfmr.2021.003.05.8

Abstract

Kerang hijau mampu bertahan hidup di perairan tercemar, sehingga daging kerang hijau dapat terkontaminasi baik logam berat maupun bakteri. Oleh karena itu, diperlukan suatu teknologi untuk mereduksi logam berat dan bakteri untuk meningkatkan mutu dan keamanan pangan daging kerang hijau. Salah satu teknologi yang dapat diterapkan adalah perendaman daging kerang dalam asap cair. Senyawa fenol, karbonil, dan asam organik yang terkandung dalam asap cair dapat berfungsi mereduksi logam berat dan sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektifitas jenis asap cair berbeda (bonggol jagung, tempurung kelapa, dan sekam padi) terhadap kadar logam berat (Cadmium  dan Cuprum) dan total bakteri serta pengaruh perendaman asap cair terhadap kadar proksimat dan nilai organoleptik daging kerang hijau. Larutan asap cair 10% (v/v) dengan rasio 1:1 (b/v) digunakan untuk merendam daging kerang hijau selama 30 menit selanjutnya dilakukan pencucian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perendaman asap cair dapat mereduksi kadar Cadmium sebesar 14,58%, kadar Cuprum sebesar 46,29%, dan total bakteri sebesar 34,57 s.d. 50,57% pada daging kerang hijau. Perendaman asap cair tempurung kelapa menyebabkan daging kerang hijau memiliki kadar air terendah dan kadar protein tertinggi. Namun, perendaman asap cair juga menyebabkan penurunan nilai organoleptik terhadap rasa daging kerang hijau.
Identifikasi Fisikokimia Dan Gugus Fungsional Menggunakan FTIR Campuran Iota caragenan-FPM kulit ikan patin-Tepung buah Mangrove Sebagai Bahan Edible Film Setijawati, Dwi; Rudianto, Mr.; Mile, Lukman; ., Yahya
JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research) Vol. 5 No. 3 (2021): JFMR
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Science, Brawijaya University, Malang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jfmr.2021.005.03.26

Abstract

Tujuan penelitian adalah melakukan identifikasi material atau bahan iota caragenan-FPM kulit ikan patin-Tepung buah mangrove spesies Bruguerra gymnoryza sebagai bahan pembuatan biocomposite edible film. Karakteristik fisiko-kimia  bahan dan interaksi bahan melalui ikatan gugus fungsi yang diamati dengan menggunakan FTIR dapat digunakan untuk mengetahui kualitas biocomposite edible film. Interaksi komponen protein, hidrokoloid sebagai polimer dan karbohidrat serta lipid dalam bentuk starch pada campuran bahan dapat mempengaruhi Tensile Strength, hardness, elongasi, kadar air, kelarutan dan Swelling power serta WVTR biocomposite edible film. Selain itu keberadaan gugus fungsional dalam bahan dan interaksi dalam campuran bahan bias juga digunakan untuk melihat hubungan kualitas biocomposite edible film. Metode penelitian adalah penelitian eksperimental dengan melakukan  identifikasi yang datanya disajikan secara deskriptif  meliputi data karakteristik kimia dan gugus fungsi  iota caragenan, FPM kulit ikan patin dan tepung buah Mangrove spesies Bruguerra gymnoryza. Hasil penelitian menunjukkan bahwa. Bahan campuran Iota caragenan-FPM kulit ikan patin-tepung buah Mangrove lindur (Bruguerra gymnoryza) memberikan kuat tarik tertinggi sebesar 0,9 (N/mm2), hardness tertinggi sebesar 18,07 (N), kadar air tertinggi sebesar 23,38%, elongasi tertinggi sebesar 76,03%, WVTR sebesar 20,34 (gr/m2/h). Kesimpulan penelitian adalah Penggunaan campuran antara karbohidrat  dan protein dapat memperbaiki kualitas biocomposite edible film. Interaksi bahan terhadap kualitas biocomposite dipengaruhi adanya ikatan hydrogen atau Hydrogen bonding yang dapat diamati melalui FTIR.Disarankan untuk melakukan uji kelarutan biocomposite edible film untuk penggunaan lebih lanjut pada bidang pangan.
BUDIDAYA UDANG VANAME (LITOPENAEUS VANNAMEI) SUPER INTENSIF DENGAN PADAT TEBAR BERBEDA MENGGUNAKAN SISTEM ZERO WATER DISCHARGE Rahim, Mr.; Almi Rukmana, Muhammad Reza; Landu, Anti; ., Asni
JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research) Vol. 5 No. 3 (2021): JFMR
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Science, Brawijaya University, Malang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jfmr.2021.005.03.12

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui laju pertumbuhan,kelangsungan hidup dan rasio konversi pakan pada budidaya udang vaname super intensif dengan padat tebar berbeda menggunakan sistem Zero Water Discharge. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Agustus-Oktober 2018, di Hatchery Windu Lestari Kel. Wolulu Kec. Watubangga Kab. Kolaka. Hewan uji yang digunakan adalah Benur udang vaname PL 10 yang diperoleh dari hatchery komersil. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan tiga perlakuan dan tiga ulangan. Perlakuan A : padat tebar 40 ekor/0.1m3, perlakuan B : padat tebar 50 ekor/0.1m3, perlakuan C : padat tebar 60 ekor/0.1m3. Parameter yang diukur adalah kelangsungan hidup, pertumbuhan berat mutlak, laju pertumbuhan spesifik, rasio konversi pakan dan kualitas air. Hasil analisis statistik dengan uji ANOVA menunjukkan bahwa padat tebar berbeda signifikan terhadap pertumbuhan berat mutlak, laju pertumbuhan spesifik dan rasio konversi pakan,namum tidak signifikan terhadap kelangsungan hidup dan parameter fisika-kimia air pada budidaya udang vaname super intensif menggunakan sistem ZWD.
PENGGUNAAN CUPRI SULFAT (CuSO4) UNTUK PENGENDALIAN INFEKSI LINTAH LAUT (Zeylanicobdella arugamensis) PADA IKAN KERAPU HIBRIDA CANTANG (Epinephelus fuscogutattus x E. lanceolatus) Mahardika, Ketut; Mastuti, Indah; Ismi, Suko; ., Zafran
JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research) Vol. 5 No. 3 (2021): JFMR
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Science, Brawijaya University, Malang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jfmr.2021.005.03.17

Abstract

Bahan kimia sering digunakan sebagai desinfektan untuk pengendalian infeksi parasit, bakteri dan jamur pada ikan budidaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dosis  cupri sulfat (CuSO4) yang efektif terhadap infeksi lintah laut (Zeylanicobdella arugamensis) pada ikan kerapu hibrida cantang (Epinephelus fuscogutattus x E. lanceolatus). Ikan kerapu hibrida cantang (panjang total 11,9±0,83 cm, dan berat 26,43±6,70 g) diinfeksikan dengan lintah laut melalui metode kohabitasi selama 1 bulan. Masing-masing sebanyak 10 ekor ikan sakit direndam dengan larutan CuSO4 dalam air laut dengan dosis 0, 25, 50, 75, 100 dan 150 ppm. Sebanyak 10 ekor ikan lainnya direndam dalam air tawar sebagai pembanding. Perendaman dilakukan selama 30 dan 60 menit dalam bak plastik dengan volume air 10 liter yang dilengkapi dengan aerasi. Masing-masing perlakuan menggunakan dua  buah bak plastik dengan 5 ekor ikan sakit/bak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa CuSO4 dosis 100 dan 150 ppm mampu melepaskan dan membunuh lintah laut yang menginfeksi ikan kerapu hibrida cantang dengan prevalensi 30% dan intensitas mencapai 0,40±0,73-0,30±0,50 setelah perendaman selama 30 menit. Prevalensi dan intensitas tersebut menurun hingga 0% setelah perendaman selama 60 menit.  Prevalensi dan intensitas lintah laut dengan perendaman CuSO4 dosis 100-150 ppm lebih kecil dibandingkan dengan perendaman CuSO4 dosis 25-75 ppm dan air tawar. Sintasan ikan setelah perlakuan dan satu hari dipelihara dalam air laut mencapai 100% di semua perlakuan.  Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa CuSO4 dosis 100-150 ppm efektif untuk pengendalian infeksi lintah laut pada ikan kerapu hibrida cantang dan dapat menjadi alternatif bahan kimia anti lintah laut pengganti air tawar.
SIZE TREND ANALYSIS OF BIGEYE TUNA (Thunnus obesus) AND YELLOWFIN TUNA (Thunnus albacares) AT PALABUHANRATU ARCHIPELAGO FISHING PORT Agustian, Dita; Megantara, Erri Noviar; Ihsan, Yudi Nurul; Cahyandito, Martha Fani
JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research) Vol. 5 No. 3 (2021): JFMR
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Science, Brawijaya University, Malang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jfmr.2021.005.03.21

Abstract

Bigeye tuna (Thunnus obesus) and Yellowfin tuna (Thunnus albacares) are a marine commodity that has high nutritional content and economic value in the market. However, based on data from Palabuhanratu Archipelago Fishing Port, there has been a high decrease in the catch of Bigeye tuna and Yellowfin tuna since 2016 although slightly increased in the following year, so it is necessary to analyze the size trends of them as a target fish of many fishermen at the port. The purpose of this study is to determine the size trend of Bigeye and Yellowfin tuna for the next few years and to determine the steps to maintain their sustainability. The method used in this research is a case study and analyzed using regression analysis. The results showed that the size trend of Bigeye tuna and Yellowfin tuna catch until 2022 will tend to decline. This indicates the occurrence of overfishing so that it does not provide opportunities for fish to grow and develop. Therefore, catch control efforts are needed to maintain the sustainability of fish stocks.
ANALISIS KANDUNGAN KLOROFIL MAKROALGA HIJAU DOMINAN DI PERAIRAN TELUK AWUR, JEPARA Maslahah, Nur Hikmah Mazroatum; Rudolf Muskananfola, Max; Purnomo, Pujiono Wahyu
JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research) Vol. 5 No. 3 (2021): JFMR
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Science, Brawijaya University, Malang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jfmr.2021.005.03.14

Abstract

Perairan Teluk Awur merupakan perairan dengan karakteristik gelombang yang tidak begitu besar dan daerah yang landai dengan substrat dasar berupa pasir dan pecahan karang, sehingga lokasi tersebut banyak ditemukan keanekaragaman sumber daya laut, diantaranya adalah makroalga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman jenis makroalga dan kandungan klorofil makroalga hijau dominan serta faktor fisika kimia yang mempengaruhi kandungan klorofil makroalga. Metode yang digunakan penelitian ini adalah metode studi kasus yang dianalisis secara deskriptif dan analisis statistik uji One Way ANOVA dan Principal Component Analysis. Pengambilan sampel menggunakan teknik sampling secara purposive random sampling. Kandungan klorofil diukur dengan menggunakan Spektrofotometer UV-Vis dengan panjang gelombang 645 dan 663 nm. Makroalga yang ditemukan di Perairan Teluk Awur, Jepara yaitu spesies Caulerpa racemosa, Halimeda opuntia, Halimeda macroloba, Sargassum polycystum, Padina australis dan Halymenia durvillaei. Hasil kandungan klorofil a, klorofil b, dan klorofil total berturut-turut dari makroalga hijau dominan spesies Caulerpa racemosa, Halimeda opuntia dan Halimeda macroloba berkisar antara 1,311-9,299 mg/L, 2,080-12,409 mg/L, dan 3,390-20,167 mg/L. Indeks keanekaragaman tergolong rendah (0-0,820), indeks keseragaman  sedang (0-0,458) dan indeks dominansi pada kategori tinggi (0-1). Hasil uji analisis statistik dengan One Way ANOVA bahwa tidak terdapat perbedaan signifikan antara jenis kandungan klorofil makroalga dengan jenis makroalga di Teluk awur, sedangkan hasil uji dengan metode PCA bahwa faktor yang paling berpengaruh terhadap kandungan klorofil diantaranya adalah variabel pH, DO, kecerahan, kecepatan arus, nitrat, dan fosfat, sedangkan faktor yang berpengaruh kecil terhadap kandungan klorofil a, klorofil b, dan klorofil total makroalga diantaranya adalah variabel suhu, intensitas cahaya, salinitas, dan kedalaman perairan.
HUBUNGAN PANJANG BERAT DAN MORTALITAS LOBSTER PASIR (Panulirus homarus LINNAEUS 1758) DI PERAIRAN KOTA BENGKULU Kholis, Muhammad Natsir; MZ, Novita
JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research) Vol. 5 No. 3 (2021): JFMR
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Science, Brawijaya University, Malang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jfmr.2021.005.03.7

Abstract

Lobster pasir (Panulirus homarus) merupakan salah satu komoditas yang memiliki banyak peminat sehingga memiliki kecenderungan mendapat tekanan penangkapan yang besar. Akibatnya, terjadi penurunan jumlah produksi dan ukuran tangkap. Hal ini juga diduga terjadi pada lobster pasir yang terdapat di perairan Bengkulu sehingga perlu dilakukan kajian mengenai biologinya. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis hubungan panjang berat dan mortalitas lobster pasir yang ditemukan di perairan Kota Bengkulu. Penelitian dilakukan terhadap 382 ekor lobster yang tertangkap dengan menggunakan jaring lobster. Hasil analisis menunjukkan bahwa ukuran rata-rata lobster yang tertangkap adalah 50-86 mm dengan lebih dari 70% berada pada ukuran kurang dari 80 mm. Adapun pola pertumbuhan lobster yang ditemukan adalah alometrik negatif. Laju mortalitas total lobster pasir adalah 1,66 dengan mortalitas alami dan penangkapan masing-masing 50%. 
SELEKTIVITAS ALAT TANGKAP PUKAT CINCIN (PURSE SEINE) DI PERAIRAN PASONGSONGAN SUMENEP Aisyaroh, Masrifatul; Zainuri, Muhammad
JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research) Vol. 5 No. 3 (2021): JFMR
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Science, Brawijaya University, Malang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jfmr.2021.005.03.13

Abstract

Pukat cincin merupakan alat tangkap yang paling umum digunakan nelayan di Pasongsongan. Pada pengoperasiannya biasanya menggunakan alat bantu penangkapan rumpon dengan target utama adalah ikan layang ( Decapterus ruselli ). Namun pada kenyataannya sangat jarang hasil tangkapan adalah ikan layang tetapi juga menangkap jenis-jenis ikan lainnya sebagai hasil tangkapan. Menariknya, proporsi untuk ikan sebagai hasil tangkapan utama dan tangkapan sampingan menjadi perhatian sehubungan dengan perlunya kesinambungan perikanan Purse Seine di Pasongsongan. Oleh karena itu, mengetahui tingkat selektivitas dan peringatan terhadap lingkungan dari alat tangkap Purse Seinemenjadi tujuan dari penelitian ini. Penelitian ini dilakukan mulai November 2020 sampai Januari 2021 terhadap 24 kapal sebagai sampel. Analisa dilakukan terhadap data komposisi jenis ikan hasil tangkapan, proporsi Tingkat Kematangan Gonad hasil tangkapan utama (ikan layang) sampel, analisis selektivitas alat tangkap berdasarkan nilai Indeks Keanekaragaman Hasil Tangkapan, dan tingkat lingkungan lingkungan. Hasil penelitian menunjukkan, bahwa Purse Seinemenangkap sebanyak 18 spesies dengan jumlah total hasil tangkapan yang bervariasi mulai November 2020 hingga Januari 2021 berturut-turut adalah 394.605 kg dengan jumlah ikan sebanyak 3.362.603 ekor, 73.681 kg dengan jumlah ikan sebanyak 1.190.112 ekor, dan 27.930 Kg dengan jumlah ikan sebanyak-banyaknya 358.167 ekor. Proporsi ikan layang yang tertangkap mengalami matang gonad adalah 1,4% pada bulan November 2020, 2,4% pada bulan Desember 2020, dan 3,8% pada bulan Januari 2021. Analisis tingkat selektivitas alat tangkap berdasarkan jumlah ikan hasil tangkapan tergolong ke dalam keanekaragaman tinggi dengan selektivitas rendah dengan nilai 1,55 (November 2020), 0,89 (Desember 2020), dan 0,77 (Januari 2021). untuk tingkat pendaftaran termasuk pada kategori kurang ramah lingkungan dengan skor 28,298.
PERBEDAAN MODEL BUDIDAYA DENGAN FLUKTUASI KUALITAS AIR UNTUK PERTUMBUHAN UDANG VANAME (LITOPENAEUS VANNAMEI) POLA INTENSIF Ilham, Mochammad Feryrul; Andayani, Sri; Suprastyani, Heny
JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research) Vol. 5 No. 3 (2021): JFMR
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Science, Brawijaya University, Malang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jfmr.2021.005.03.3

Abstract

Water quality can affect the survival and growth of aquatic organisms considering water is a living medium for fish. This study aims to determine how the effect of different models of different ponds on water quality fluctuations for the growth of white shrimp (L. vannamei) intensive pattern. The method used in this study is a comparative descriptive method. The statistical test used is using T test two samples (independent). The main parameters in this study were the results of measuring the growth of white shrimp (L. vannamei) while the supporting parameters in this study were measurements of water quality and total bacteria. The results of this study can be seen that differences in cultivation models have a significant effect on temperature, pH (Power of Hydrogen), DO (Dissolved oxygen), nitrate and have no significant effect on salinity, ammonia and nitrite. The average Specific Growth Rate (SGR) of vaname shrimp in the indoor culture model is 4.5±0.003%/day and the average Growth Rate (GR) is 0.29±0.024 g/day. While the outdoor cultivation model is 3.9±0.003%/day and the average Growth Rate (GR) is 0.26±0.017 g/day.

Page 1 of 3 | Total Record : 26