cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research)
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 2337621X     EISSN : 25810294     DOI : -
Journal of Fisheries and Marine Research (JFMR) is dedicated to published highest quality of research papers on all aspects of : Aquatic Resources, Aquaculture, Fisheries Resources Technology and Management, Fish Technology and Processing, Fisheries and Marine Social Economic and Marine Science. This journal is jointly published by Faculty of Fisheries and Marine Science, Brawijaya University Malang Indonesia and Ikatan Sarjana Perikanan Indonesia (Ispikani). JFMR is a new journal but related to the past journal of Faculty of Fisheries and Marine Science that is Jurnal Penelitian Perikanan (JPP) with ISSN: 2337-621X (print version) and website link of www.jpp.ub.ac.id
Arjuna Subject : -
Articles 640 Documents
Pengaruh Tata Guna Lahan di Sekitar Kali Karanggeneng. Rembang terhadap Kualitas dan Status Mutu Air Sungai dengan Metode STORET Ayu Luvitasari; Pujiono Wahyu Purnomo; Arif Rahman
JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research) Vol 5, No 2 (2021): JFMR VOL 5 NO.2
Publisher : JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jfmr.2021.005.02.9

Abstract

Kali Karanggeneng merupakan sungai yang berada di Kabupaten Rembang, Jawa Tengah. Penggunaan lahan di sekitar Kali Karanggeneng memberi dampak terhadap penurunan kualitas air sungai. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kondisi kualitas dan status mutu air sungai di Kali Karanggeneng. Penelitian ini dilaksanakan di Kali Karanggenneng, Rembang pada tanggal 27 November 2020 dan 01 Januari 2021. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah survei. Pengambilan sampel terdiri dari 3 stasiun yang masing-masing terdapat 3 titik sampling. Kualitas air yang diuji secara in situ meliputi temperatur, pH, DO, debit, dan pengukuran secara ex situ meliputi TSS, BOD, Nitrat, dan Fosfat dengan melakukan pengujian di Laboratorium Teknik Lingkungan, Universitas Diponegoro. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi kualitas air Kali Karanggeneng yang melebihi baku mutu kelas IV meliputi BOD pada semua sampling dan semua stasiun, serta parameter TSS pada sampling ke-2 di stasiun B. Berdasarkan analisis STORET menunjukkan bahwa nilai STORET pada sampling ke-1 dan ke-2 di semua stasiun adalah -10 yang termasuk dalam kategori tercemar ringan.
ADAPTASI MASYARAKAT NELAYAN TERHADAP KERENTANAN FISIK PESISIR PULAU BINTAN Yunia Witasari; Singgih Prasetyo; Helfinalis .
JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research) Vol 4, No 3 (2020): JFMR VOL 4 NO 3
Publisher : JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jfmr.2020.004.03.16

Abstract

Pulau Bintan sebagai salah satu pulau kecil yang secara geografis posisinya menghadap Laut Cina Selatan, sangat dipengaruhi oleh faktor meteorologi dan oseanografi.  Selain itu, intensitas pelapukan di daratan Pulau Bintan yang tinggi karena cuaca dan iklim yang ekstrim telah terjadi sejak jutaan tahun menyebabkan perubahan topografi pesisir. Perubahan garis pantai yang dinamis juga kerap terjadi di daerah kepulauan yang terletak menghadap laut lepas atau samudera. Faktor kegiatan manusia yang makin meningkat juga tidak bias diabaikan, seperti penambangan bauksit, pasir laut, konversi dan alih fungsi lahan di daratan, semua hal tersebut akan berdampak terhadap tingkat kerentanan fisik wilayah pantai, dan imbasnya adalah kesejahteraan masyarakat pesisir.Kajian mengenai perubahan fisik wilayah pesisir khususnya kawasan wisata, aspek kimiawi pelapukan batuan, dan aspek biologi perairan,  sangat diperlukan untuk mengetahui seberapa besar dampak perubahan tersebut terhadap sosial ekonomi masyarakat  pesisir di Pulau Bintan.Aspek penelitian berdasarkan data meteorologi (curah hujan, suhu, angin), pasang surut, turbiditas, elevasi kawasan pantai, statistik demografi dan kronologi sedimentasi. Analisis data yang dilakukan meliputi a) elevasi (ketinggian) kawasan pantai terhadap muka laut rata-rata menggunakan alat ukur theodolite; b) analisis anomali meteorologi (curah hujan, angin, suhu udara) hingga 30 tahun ke belakang dengan data dari BMKG; c) data pasang surut (hingga 10 tahun ke belakang) dari dishidros; d) data kekeruhan (turbiditas) menggunakan citra lansat secara temporal (hingga 30 tahun ke belakang); e) kimia unsur silikat, fosfat dan  nitrat untuk mengetahui dekomposisi  sedimen f) lapisan sedimen secara kronologis, g) data tingkat kesejahteraan masyarakat pesisir (melalui wawancara dan data statistik dari aparat daerah).Analisis tingkat kerentanan pantai dan pesisir mengacu pada metode CVI (Coastal Vunerability Indeks) dan SIDIK (Sistem Informasi data indeks kerentanan) berdasarkan bobot dan skor variable yang ditetapkan oleh USGS dan disesuaikan dengan area kajian. Hasil dari pembobotan skor diperoleh bahwa skor kerentanan lingkungan fisik kawasan wisata tergolong kategori rendah-sedang.  Faktor rentannya lebih dipengaruhi oleh faktor geomorfologi dan sifat fisik sedimen, sedangkan faktor oseanografi hanya berpengaruh besar pada puncak peralihan musim.Kerentanan masyarakat pesisir tergolong rendah di kawasan wisata, namun di kawasan perikanan tergolong tinggi (skor 4), yaitu di desa Kawal dan Berakit. Tingginya kerentanan masyarakat pesisir di kawasan perikanan ini lebih dipengaruhi oleh faktor sosial dan budaya daripada faktor alam/iklim. Oleh karena itu, strategi adaptasi yang tepat adalah strategi akomodatif, dengan pertimbangan sumber daya alam masih mendukung dan berada di kawasan ekonomis, sehingga masyarakat tetap bisa beraktifitas dikawasan ini dengan lebih adaptif dalam memaksimalkan fungsi lahan. Kata Kunci : Kerentanan Lingkungan Fisik, kawasan wisata bahari, masyarakat pesisir,  perubahan iklim  
KONDISI PADANG LAMUN DI PESISIR BALI UTARA BERDASARKAN JUMLAH SPESIES, JUMLAH ALGA, DAN PERSENTASE TUTUPAN Nuryani Wigdati; Gede Iwan Setiabudi; E. Elvan Ampou; I Nyoman Surana
JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research) Vol 5, No 2 (2021): JFMR VOL 5 NO.2
Publisher : JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jfmr.2021.005.02.33

Abstract

Identifikasi kondisi padang lamun di perairan Bali Utara telah dilakukan pada Agustus dan September 2020 di Sumberkima, Lovina, Panimbangan, dan Pacung. Tujuan kajian ini untuk mengidentifikasi kondisi padang lamun di perairan Bali Utara berdasarkan jumlah jenis lamun, persentase tutupan lamun, dan jumlah jenis alga. Metode transek garis tegak lurus garis pantai serta foto atau video diaplikasikan untuk pengambilan ketiga jenis data tersebut. Analisis kondisi lamun dilakukan dengan metode penilaian dan pembobotan. Di keempat lokasi ditemukan sebanyak enam jenis lamun yang berasal dari dua famili yaitu Hydrocharitaceae dan Cymodoceaceae. Famili Hydrocharitaceae diwakili oleh Enhalus acoroides (Ea), Thalassia hemprichii (Th), Halophila ovalis (Ho), dan Cymodocea rotundata (Cr), sementara famili Cymodoceaceae terdiri dari Syringodium isoetifolium (Si) dan Halodule uninervis (Hu). Jenis paling beragam ditemukan di Lovina dengan rata-rata persentase tutupan 60% dan paling sedikit di Panimbangan dengan rata-rata tutupan 52%. Hasil pembobotan pada komponen jenis lamun, jenis alga, dan persentase tutupan menunjukan bahwa kondisi lamun di Lovina dalam kondisi paling baik dengan jumlah skor 13. Kondisi lamun di Sumberkima dalam kondisi sedang (skor 11), sedangkan di Panimbangan dan Pacung dalam kondisi buruk dengan skor 7. Kondisi kualitas air pada saat dilakukan pengamatan di keempat lokasi penelitian dalam kondisi yang baik untuk mendukung kehidupan lamun. Penelitian lanjutan dengan menambahkan dan mempertimbangkan parameter lingkungan lainnya sebagai komponen untuk menilai kondisi dan status lamun di Bali Utara. Identification of seagrass beds condition in North Bali waters (Sumberkima, Lovina, Panimbangan, and Pacung) was carried out in August and September 2020. This study aims to identify the condition of seagrass beds in North Bali waters based on the number of seagrass species, the percentage of seagrass cover, and the number of algae species. We performed line transects as well as photos or videos to collect data on seagrass and algae. Seagrass ecosystem condition was analyzed by using the scoring and weighting method. Six species originating from two families,  Hydrocharitaceae and Cymodoceaceae, have been identified.  Hydrocharitaceae family represented by Enhalus acoroides (Ea), Thalassia hemprichii (Th), Halophila ovalis (Ho), and Cymodocea rotundata (Cr), while the Cymodoceaceae consists of Syringodium isoetifolium (Si) and Halodule uninervis (Hu). The most diverse species were found in Lovina with an average percentage cover of 60% and the least is in Panimbangan (52%). The scoring and weighting results showed that the seagrass conditions in Lovina were in the best condition with a total score of 13. The condition of the seagrass in Sumberkima was moderate (score 11), while in Panimbangan and Pacung were in bad condition with a score of 7. The condition of water quality at the time of observation was in good condition to support seagrass life at all research sites. Further research by adding and considering other environmental parameters as a component in assessing the condition and status of seagrass in North Bali.
MODEL FUNGSI PRODUKSI DAN RISIKO JUST AND POPE PADA USAHA PEMBENIHAN LELE DUMBO (Clarias gariepinus) DI DESA JOHO, WATES, KEDIRI Mariyana Sari; Wildan Al Farizi; Supriyadi Supriyadi; Diana Aisyah; Chusnia Asshovani
JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research) Vol 4, No 3 (2020): JFMR VOL 4 NO 3
Publisher : JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jfmr.2020.004.03.7

Abstract

Penggunaan input produksi pada usaha pembenihan ikan lele dumbo dapat menambah risiko produksi dan juga dapat mengurangi risiko produksi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh input produksi terhadap risiko produksi yang dihadapi oleh pembudidaya benih ikan lele dumbo di Desa Joho, Wates, Kediri. Penelitian ini mengambil 30 responden yang dilakukan secara snowball sampling sedangkan metode analisis data menggunakan model Just and Pope. Pengolahan data menggunakan alat bantu Microsoft Excel 2016 dan software statistic R-Studio 4.0.1. Hasil perhitungan menunjukkan input produksi pakan buatan, indukan dan obat-obatan mempengaruhi produktivitas secara nyata, sedangkan tenaga kerja tidak mempengaruhi produktivitas secara nyata dengan nilai estimasi semua parameter bertanda positif. Peningkatan indukan secara nyata menurunkan risiko produksi, dan peningkatan obat-obatan secara nyata meningkatkan risiko produksi. Peningkatan pakan buatan secara tidak nyata meningkatkan risiko produksi, dan peningkatan tenaga kerja secara tidak nyata menurunkan risiko produksi. Rekomendasi kebijakan dari penelitian ini adalah pembatasan penggunaan input produksi yang dapat menimbulkan risiko produksi, dan penerapan CBIB (Cara Budidaya Ikan yang Baik) berdasarkan kebijakan dari Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya (DJPB)
IDENTIFIKASI LARVA IKAN PADA DAERAH MANGROVE DI KABUPATEN WAJO, SULAWESI SELATAN Agus Kurniawan B; Asriani Asriani; Ady Jufri
JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research) Vol 5, No 1 (2021): JFMR VOL 5 NO.1
Publisher : JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jfmr.2021.005.01.23

Abstract

Larva ikan merupakan salah satu faktor utama dalam menentukan kelestarian sumberdaya hayati perikanan tawar dan perikanan laut. Stadia larva merupakan stadia yang penting bagi perkembangan, khususnya ikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis famili larva ikan, distribusi, kelimpahan, keseragaman, keanekaragaman dan dominansi larva ikan di ekosistem mangrove. Penelitian ini terdiri atas 3 perlakuan dengan masing-masing 3 ulangan. Ketiga jenis perlakuan tersebut adalah perbedaan umur mangrove yaitu: A. Stasiun I (umur mangrove >10 tahun), B. Stasiun II (umur mangrove 7 tahun), dan C. Stasiun III (umur mangrove 3 tahun). Hasil penelitian menunjukkan bahwa larva ikan yang tertangkap selama penelitian sebanyak 1.288 individu yang terdiri dari terdiri dari 7 famil yaitu Adrianichthyidae, Carangidae, Clupeidae, Engraulidae, Gerreidae, Gobiidae, dan Megalopidae. Larva ikan yang tertangkap memiliki sebaran yang berbeda-beda pada lokasi penelitian. Famili Gerreidae dan Gobiidae memiliki sebaran yang cukup luas, dimana dapat ditemukan di seluruh wilayah. Hasil analisis Indeks Keanekaragaman (H’), Indeks Keseragaman (e), dan Indeks Dominansi (D) larva ikan menunjukkan nilai yang berfluktuatif. Pada setiap wilayah nilai indeks keanekaragaman dari hasil analisis setiap wilayah menunjukkan keanekaragaman populasi yang rendah.
Peningkatan Nilai Pindang Tongkol (Euthynnus affinis) dengan Penambahan Varian Sambal Angga Wira; B. Kusuma; A.S.F.Q.R. Mubarok
JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research) Vol 5, No 2 (2021): JFMR VOL 5 NO.2
Publisher : JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jfmr.2021.005.02.23

Abstract

Pindang Tongkol merupakan salah satu produk olahan industri perikanan Indonesia. Peningkatan nilai dari pindang tongkol sangat dibutuhkan untuk memperluas pasar. Penambahan sambal yang merupakan kuliner asli Indonesia diharapkan mampu menjadi solusi. Penambahan variasi sambal berdasarkan perbedaan warna yang berbeda ditambahkan pada olahan pindang tongkol menggunakan metode menumis. Hasil uji sensori pasar menunjukkan bahwa varian sambal warna merah paling diterima oleh konsumen.
Spatiotemporal Analysis of Marine Debris Existence in Parangtritis Coastal Area, Yogyakarta, Indonesia Djati Mardiatno; Herjuna Wiratama
JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research) Vol 5, No 1 (2021): JFMR VOL 5 NO.1
Publisher : JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jfmr.2021.005.01.14

Abstract

This research is aimed to identify the marine debris types and their distribution based on morphological characteristic of the coastal area. It was conducted between Pantai Depok and Pantai Parangtritis, Yogyakarta. Specifically, the morphological identification was carried out to characterize the morphology of the location under study and its relation to the distribution of existing marine debris. This research used survey method, accompanied by systematic sampling techniques. Perpendicular line transects created in 100 meters intervals, accompanied by a 1x1 meter grid for marine debris identification. Descriptive qualitative analysis was done to explain the spatial temporal aspect of marine debris existence. The results of the study were presented in a cross-section morphological description, analysis table, and a map showing the distribution of marine debris along with a description of the type of debris and its density. The results showed that the distribution of marine debris was spatially clustered on the west side, especially on the coast of Depok. This fact reveals that the distribution of marine debris will indirectly follow the coastal morphology, i.e. the amount of debris will increase if it approaches the river mouth. Temporally, the highest amount of marine debris was obtained in March and the lowest was obtained in July. Degradable marine debris is dominated by wood, while non-degradable is dominated by plastics and straws. The greatest amount of marine debris occured during the west season, which indicates that the supply of debris coming from the Opak River, located in the western part of the study area.
KARAKTERISTIK BIOFISIK PERAIRAN LAUT, SOSIAL DAN EKONOMI PENDUKUNG PENGEMBANGAN EKOWISATA BAHARI DI TAMAN NASIONAL KEPULAUAN TOGEAN Alimudin Laapo
JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research) Vol 5, No 2 (2021): JFMR VOL 5 NO.2
Publisher : JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jfmr.2021.005.02.14

Abstract

Gugus Pulau Togean bagian dari Taman Nasional Kepulauan Togean yang memiliki potensi sumberdaya (biofisik dan sosial ekonomi) yang dimanfaatkan untuk kegiatan ekowisata bahari. Peningkatan aktivitas wisata bahari dan kegiatan terkait lainnya berpengaruh terhadap kualitas sumberdaya perairan di pulau-pulau kecil Kepulauan Togean. Paper ini bertujuan untuk mendeskripsikan kondisi biofisik, dan faktor sosial ekonomi yang mendukung kegiatan ekowisata bahari  sebagai kegiatan wisata yang mengutamakan sumberdaya alam dan budaya masyarakat pulau-pulau kecil di kawasan Taman Nasional Kepulauan Togean. Metode analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif dan Principal Component Analysis. Hasil penelitian menunjukkan karakteristik biofisik terumbu karang, mangrove, dan pantai sangat mendukung kegiatan ekowisata bahari. Puncak kunjungan turis terutama turis mancanegara yang terjadi pada Agustus setiap tahun berpengaruh terhadap kondisi sosial dan budaya masyarakat. Namun dari ekonomi lokal mampu mendukung kehidupan masyarakat di sekitar kawasan ekowisata bahari. Nilai parameter pencemaran air meningkat selama puncak kunjungan turis, sedangkan nilai parameter pendukung pertumbuhan karang dan mangrove mengalami penurunan. Peningkatan nilai kekeruhan, penurunan salinitas dan suhu pada periode rendah kunjungan turis terkait dengan musim penghujan dan gelombang yang tinggi. Indeks pencemaran lingkungan perairan meningkat selama musim puncak kunjungan turis, namun secara umum perairan gugus Pulau Togean masih dalam kategori baik (belum tercemar).
PERUBAHAN AKTIVITAS NELAYAN DI URK, PROVINSI FLEVOLAND SETELAH PEMBANGUNAN AFSLUITDIJK Shasa Chairunnisa; Dewi Susiloningtyas; Tuty Handayani; Titin Siswantining
JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research) Vol 5, No 1 (2021): JFMR VOL 5 NO.1
Publisher : JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jfmr.2021.005.01.5

Abstract

Afsluitdijk adalah tanggul laut terbesar yang dibangun oleh pemerintah untuk mengatasi masalah banjir di Belanda. Pembangunan Afsluitdijk menyebabkan beberapa perubahan pada lingkungan dan komunitas pesisir di sekitarnya, salah satunya adalah komunitas nelayan di Urk, Provinsi Flevoland, Belanda. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis perubahan kegiatan penangkapan ikan setelah pembangunan Afsluitdijk. Penelitian ini dilakukan di Desa Urk, Provinsi Flevoland, Belanda pada Mei - Juni 2019. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Data penelitian diperoleh dari wawancara mendalam dan studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan adanya perubahan lingkungan akuatik yang awalnya merupakan air asin menjadi air tawar. Terdapat beberapa nelayan yang masih bertahan hidup untuk menangkap ikan di perairan sekitar Urk dan Harlingen setelah pembangunan, tetapi ada juga yang beralih profesi dan pindah ke daerah lain di Belanda. Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat perubahan pada kondisi lingkungan perairan dan ekonomi nelayan, serta nelayan harus beradaptasi dengan kondisi baru setelah pembangunan Afsluitdijk.
PENAMBAHAN TEPUNG TULANG IKAN LELE TERHADAP KADAR KALSIUM DAN ORGANOLEPTIK COOKIES UBI JALAR KUNING Olvin Mawaddah; Titik Dwi Sulistiyanti
JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research) Vol 5, No 2 (2021): JFMR VOL 5 NO.2
Publisher : JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jfmr.2021.005.02.5

Abstract

Penambahan tepung tulang ikan pada pembuatan cookies ubi jalar kuning dapat dilakukan guna menjadi sumber kalsium pada cookies ubi jalar kuning, karena tepung tulang ikan diyakini mengandung kalsium yang tinggi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui konsentrasi penambahan tepung tulang ikan lele yang terbaik terhadap kadar kalsium dan organoleptik cookies ubi jalar kuning. Percobaan dirancang menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) sederhana. Hasil terbaik terdapat pada perlakuan E (penambahan 10% tepung tulang ikan lele) yang menghasilkan kadar kalsium 0,23%, hedonik warna 3,19, hedonik aroma 3,33, hedonik rasa 3,41  dan hedonik tekstur 3,25.