cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research)
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 2337621X     EISSN : 25810294     DOI : -
Journal of Fisheries and Marine Research (JFMR) is dedicated to published highest quality of research papers on all aspects of : Aquatic Resources, Aquaculture, Fisheries Resources Technology and Management, Fish Technology and Processing, Fisheries and Marine Social Economic and Marine Science. This journal is jointly published by Faculty of Fisheries and Marine Science, Brawijaya University Malang Indonesia and Ikatan Sarjana Perikanan Indonesia (Ispikani). JFMR is a new journal but related to the past journal of Faculty of Fisheries and Marine Science that is Jurnal Penelitian Perikanan (JPP) with ISSN: 2337-621X (print version) and website link of www.jpp.ub.ac.id
Arjuna Subject : -
Articles 640 Documents
PENGARUH SALINITAS TERHADAP PERTUMBUHAN, BIOMASSA DAN KLOROFIL-a DUNALIELLA SP. Muhammad Fakhri; Arning Wilujeng Ekawati
JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research) Vol 4, No 3 (2020): JFMR VOL 4 NO 3
Publisher : JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jfmr.2020.004.03.12

Abstract

Dunaliella sp. merupakan mikroalga hijau yang kaya beta karoten dan klorofil, bersifat euryhaline, dan telah banyak dimanfaatkan untuk budidaya ikan dan udang. Salah satu strategi yang dilakukan untuk meningkatkan produktivas mikroalga adalah dengan melakukan optimasi kondisi lingkungan. Salinitas merupakan factor esensial yang mempengaruhi pertumbuhan dan kandungan biokimia Dunaliella. Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan pengaruh salinitas yang berbeda dan menentukan salinitas terbaik untuk pertumbuhan, produksi biomassa, dan klorofil-a Dunaliella sp. salinitas yang berbeda yaitu 5 ppt, 15 ppt, 25 ppt, dan 35 ppt digunakan pada penelitian ini. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa salinitas yang berbeda berpengaruh terhadap pertumbuhan, produksi biomassa, dan klorofil-a Dunaliella sp. (p<0,05). Salinitas terbaik untuk pertumbuhan, produksi biomassa dan klorofil-a Dunaliella sp. diperoleh pada salinitas 15 ppt yang menghasilkan konsentrasi sel maksimum sebesar 19,86 x 106 sel mL-1, biomassa 0,52 g l-1, dan klorofil-a 11,26 mg/l. Laju pertumbuhan yang tinggi berhubungan dengan biomassa dan kandungan klorofil-a Dunaliella sp. Dapat disimpulkan bahwa salinitas yang berbeda memberikan pengaruh signifikan terhadap pertumbuhan, produksi biomassa, dan klorofil-a Dunaliella sp. Disarankan menggunakan salinitas 15 ppt untuk menghasilkan pertumbuhan, produksi biomassa dan klorofil-a yang optimal.
ANALISIS PROKSIMAT, MINERAL ESENSIAL, DAN CEMARAN LOGAM BERAT PADA TERIPANG Acaudina molpadioides DARI PERAIRAN PALOH KALIMANTAN BARAT Ikha Safitri; Shifa Helena; Warsidah Warsidah; Mega Sari Juane Sofiana
JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research) Vol 5, No 3 (2021): JFMR VOL 5 NO.3
Publisher : JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jfmr.2021.005.03.15

Abstract

Acaudina molpadioides was found along the coast of Paloh, Sambas Regency, West Kalimantan in recent months. This sea cucumber known as one of the typical foods of the coastal community of Karimun. This species has similarities with Paracaudina sp. belonging to the Caudinidae family. Proximate content, essential minerals and heavy metal contamination have never been carried out on A. molpadioides from Paloh waters. Nutrition in this biota will varies in different places. It is due to different environmental influences in terms of physical and chemical parameters. Proximate analysis were carried out. They were content of water, ash, protein and fat. The essential minerals analyzed from the samples were zinc (Zn), copper (Cu), iron (Fe) and manganese (Mn) using Atomic Absorption Spectrophotometer (AAS). Heavy metal contamination of Pb and Cd was also measured by AAS. Moisture, ash, fat and protein content of A. molpadioides were 36.23%; 7.61%; 0.004% and 3.35% respectively. The essential minerals detected in A. molpadioides were Zn (0.054 ppm), Fe (3.35 ppm) and Mn (0.150). Heavy metal contamination of Pb and Cd was not detected from A. molpadioides samples.
KARAKTERISTIK KUALITAS AIR DAN KEBERADAAN BAKTERI Vibrio sp. PADA WILAYAH TAMBAK UDANG TRADISIONAL DI PESISIR WUNDULAKO DAN POMALAA KOLAKA Arman Pariakan; Mr. Rahim
JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research) Vol 5, No 3 (2021): JFMR VOL 5 NO.3
Publisher : JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jfmr.2021.005.03.5

Abstract

Penurunan produksi tambak udang vaname telah merugikan para pembudidaya di Kecamatan Wundulako dan Pomalaa, serangan bakteri Vibrio sp. menjadi penyebab utama kejadian tersebut. Keberadaan bakteri Vibrio sp. sangat dipengaruhi oleh karakteristik salinitas, amoniak dan suhu air. Tujuan dari penelitian ini yaitu menganalisis hubungan antara kualitas air (salinitas, suhu, dan amonia) dengan Vibrio sp.  Penelitian ini menggunakan 40 data bakteri Vibrio sp. dan data  air yang diambil di wilayah tambak udang vaname pada bulan Juni dan Juli, untuk melihat hubungan antar parameter tersebut digunakan analisis statistik non-parametrik Model aditif yang digeneralisasi, sedangkan untuk melihat sebaran Vibrio sp. menggunakan analisis interpolasi Inverse Distance Weighted. Hasil Dari analisis diperoleh nilai hubungan antara kualitas air dengan keberadaan bakteri yang berbeda, yaitu salinitas 0,0302; suhu air 0,2602; dan 0,4759 amonia. Salinitas antara 20 - >30 ppt mempengaruhi keberadaan bakteri, dan semakin kuat pada salinitas >28 ppt. sedangkan suhu air berpengaruh terhadap keberadaan bakteri pada semua tingkatan. Konsentrasi amonia antara 1 – 1,5 mempengaruhi keberadaan bakteri. Ditemukan bahwa konsentrasi amonia lebih rendah pada salinitas tinggi dan sebaliknya. Sedangkan suhu air tidak menunjukkan pola pengaruh terhadap salinitas dan amonia air. Sebaran kondisi lingkungan perairan terhadap keberadaan Vibrio sp., menunjukkan variasi di setiap lokasi pada bulan Juni dan Juli dengan keberadaan Vibrio sp. Untuk menjaga salinitas tambak, penting untuk memperhatikan input air tawar dalam budidaya udang. Tingginya kandungan amonia di area tambak tradisional dapat mempengaruhi pertumbuhan dan kelangsungan hidup udang vaname yang dipelihara, oleh karena itu penting untuk menggunakan sistem resirkulasi pada budidaya udang vaname ditambah penggunaan bakteri nitrifikasi.
POPULATION DYNAMIC OF SPOTTED SCAT (SCATOPHAGUS ARGUS LINN) IN SEMARANG BAY WATERS OF SEMARANG, CENTRAL JAVA Suradi wijaya Saputra; Anhar Solichin; Aninditia Sabdaningsih
JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research) Vol 5, No 3 (2021): JFMR VOL 5 NO.3
Publisher : JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jfmr.2021.005.03.19

Abstract

Ikan Kiper (Scatophagus argus) adalah ikan hias dan ikan dikonsumsi. Ikan Kiper biasanya ditemukan di dekat perairan pantai Indo-Pasifik Barat dari India selatan dan Sri Lanka ke Jepang selatan dan utara ke tenggara Australia dan Filipina. Ikan Kiper dapat mentolerir berbagai salinitas, sehingga dapat hidup di perairan pantai, teluk, muara, dan perairan sungai. Ikan Kiper merupakan salah satu jenis ikan hias, karena warnanya yang indah. Penelitian ini dimaksudkan untuk mengkaji dinamika populasi ikan Kiper di perairan Teluk Semarang Jawa Tengah. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei. Sampel ikan diambil dari PPI yang menjadi pangkalan pendaratan bagi alat tangkap arad, yang daerah penangkapan di perairan Teluk Semarang, yaitu PPI Tanggulmalang dan Bandengan di Kabupaten Kendal dan PPI Tambaklorok Kota Semarang. Penelitian dilaksanakan mulai bulam April sampai dengan Agustus 2021. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ikan Kiper yang tertangkap selama penelitian memiliki panjang total berkisar antara 82 – 165 mm, dengan modus panjang total 127-136 mm. Ukuran pertamakali tertangkap (Lc) pada panjang total 106 mm. Puncak rekrutmen terjadi pada bulan Juli. Hubungan panjang – bobot ikan Kiper mengikuti persamaan W = 0,002* L2,58, dengan pola pertumbuhan allomatrik negatif. Ikan Kiper mengikuti persamaan pertumbuhan von Bertalanffy Lt = 178 (1-exp-0,73(t-0,06)). Laju mortalitas total (Z) 1,96/tahun, mortalitas penangkapan (F) 1,06/tahun dan mortalitas alami (M) 0,90/tahun. Tingkat pemanfaatan (E) adalah 0,54, berarti sudah sedikit di atas optimum (E = 0,5). 
BUDIDAYA UDANG VANAME (LITOPENAEUS VANNAMEI) SUPER INTENSIF DENGAN PADAT TEBAR BERBEDA MENGGUNAKAN SISTEM ZERO WATER DISCHARGE Mr. Rahim; Muhammad Reza Almi Rukmana; Anti Landu; Asni .
JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research) Vol 5, No 3 (2021): JFMR VOL 5 NO.3
Publisher : JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jfmr.2021.005.03.12

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui laju pertumbuhan,kelangsungan hidup dan rasio konversi pakan pada budidaya udang vaname super intensif dengan padat tebar berbeda menggunakan sistem Zero Water Discharge. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Agustus-Oktober 2018, di Hatchery Windu Lestari Kel. Wolulu Kec. Watubangga Kab. Kolaka. Hewan uji yang digunakan adalah Benur udang vaname PL 10 yang diperoleh dari hatchery komersil. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan tiga perlakuan dan tiga ulangan. Perlakuan A : padat tebar 40 ekor/0.1m3, perlakuan B : padat tebar 50 ekor/0.1m3, perlakuan C : padat tebar 60 ekor/0.1m3. Parameter yang diukur adalah kelangsungan hidup, pertumbuhan berat mutlak, laju pertumbuhan spesifik, rasio konversi pakan dan kualitas air. Hasil analisis statistik dengan uji ANOVA menunjukkan bahwa padat tebar berbeda signifikan terhadap pertumbuhan berat mutlak, laju pertumbuhan spesifik dan rasio konversi pakan,namum tidak signifikan terhadap kelangsungan hidup dan parameter fisika-kimia air pada budidaya udang vaname super intensif menggunakan sistem ZWD.
PEMANFAATAN SELADA ROMAIN (Lactuca sativa L.) DAN Pseudomonas putida SEBAGAI BIOREMEDIATOR LIMBAH IKAN KOI (Cyprinus carpio L.) PADA SISTEM AKUAPONIK maharrani rahayu pratiwi
JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research) Vol 5, No 3 (2021): JFMR VOL 5 NO.3
Publisher : JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jfmr.2021.005.03.23

Abstract

Indonesia merupakan salah satu sentra perikanan yang memberikan kontribusi signifikan terhadap produksi ikan secara internasional. Jumlah produksi ikan tersebut tak lepas dari kegiatan budidaya baik ikan konsumsi maupun ikan hias. Oleh karena itu perlu dilakukan penelitian mengenai pengaruh perbedaan pemberian pemanfaatan selada romain dan Pseudomonas putida terhadap kelangsunga hidup ikan Koi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen, yang kemudian masing-masing diulang 3 kali. Hasil uji pengaruh pemberian Pseudomonas putida pada penelitian ini menghasilkan bahwa pertambahan bobot ikan koi pada sistem akuaponik yang lebih tinggi yaitu 4,8±0,12%, yang terendah didapatkan hasil yaitu 3,6±0,12%. sedangakan pada pH rata-rata pH ikan koi yang lebih tinggi yaitu 8,36 yang terendah didapatkan hasil yaitu 8,25 dan Fosfat bahwa rata-rata Fosfat ikan koi yang lebih tinggi yaitu 2,58 mg/l, yang terendah didapatkan hasil yaitu 1,11 mg/l. SR ikan koi yang lebih tinggi yaitu 100% dengan kepadatan 5 dan 15 tanaman.  yang terendah didapatkan hasil yaitu 86% dengan kepadatan 10 dan 15 tanaman. pada suhu ikan koi yang lebih tinggi yaitu 25–290C dengan kepadatan 10 tanaman, yang terendah didapatkan hasil yaitu 22,6 - 25,7ºC dengan kepadatan 5 tanaman. pada DO diketahui bahwa rata-rata pH ikan koi pada sistem akuaponik yang lebih tinggi yaitu 7,33 mg/l dengan kepadatan 15 tanaman,  yang terendah didapatkan hasil yaitu 3,3 mg/l dengan kepadatan 10 tanaman. Dan pada amonia selama penelitian diketahui bahwa rata-rata Amonia ikan koi yang lebih tinggi yaitu 0,28 mg/l dengan kepadatan 5 tanaman, yang terendah didapatkan hasil yaitu 0,04 mg/l dengan kepadatan 15 tanaman.
KARAKTERISTIK SUHU, SALINITAS DAN KLOROFIL-A DI PULAU SIMEULUE PROVINSI ACEH UNTUK MENGESTIMASI ZONASI IKAN Mr. Edwarsyah; Nazli Raudhati; Afrizal Hendri; Nabil Zurba; Djumanto, Burhanis
JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research) Vol 5, No 3 (2021): JFMR VOL 5 NO.3
Publisher : JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jfmr.2021.005.03.1

Abstract

    Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui karakteristik sebaran suhu perairan laut, salinitas, klorofil-a dan mengestimasi keberadaan ikan karang (Paracanthurus hepatus, Amphiprion polymnus, Lutjanus argentimaculatus dan Epinephelus fuscoguttatus) di perairan Pulau Simeulue Provinsi Aceh berdasarkan suhu permukaan laut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dan kuantitatif. Data suhu, salinitas dan klorofil diolah menggunakan software Ocean Data View versi 4.4 (ODV), Pembuatan peta menggunakan Software ArcGis versi 10.2. Suhu perairan laut Pulau Simeulue pada Tahun 2017 relatif tinggi dengan nilai suhu 27.5-34°C dan rendah dengan nilai suhu 26-3°C. Salinitas permukaan laut Pulau Simeulue pada tahun 2017 relatif tinggi terjadi pada bulan Desember dengan nilai 31-36 psu, terendah terjadi pada bulan Januari dengan nilai 30–35.50 psu. Sebaran klorofil-a pada tahun 2017 Pulau Simeulue adalah 0–2.25mg/m³. Nilai sebaran klorofil-a terendah terjadi pada bulan November yaitu 0–0.4mg/m³, tertinggi terjadi pada bulan Januari yaitu 0–2.25 mg/m³. Sebaran Paracanthurus hepatusdi Pulau Simeulue diduga terdapat pada suhu minimum 28.50°C dan suhu maksimum 34.5°C. Sebaran  Amphirion polymnus di Pulau Simeulue diduga terdapat pada  suhu minimun 27°C dan maksimum 34.61°C. Sebaran Lutjanus argentimaculatu di Pulau Simeulue diduga terdapat pada suhu minimunm 21.42°C dan suhu maksimun 35.61°C. Sebaran  Epinephelus fuscoguttatus di Pulau Simeulue diduga terdapat pada suhu minimum 28°C dan suhu maksimun 34.61°C. 
Pengaruh Efisiensi Pakan dan Waktu Pemuasaan Yang Berbeda Terhadap Pertumbuhan dan Kelangsungan Hidup Ikan Nila (Oreochromis niloticus) Willem Hendry Siegers; Yudi Prayitno; Sudirman .
JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research) Vol 5, No 3 (2021): JFMR VOL 5 NO.3
Publisher : JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jfmr.2021.005.03.16

Abstract

Fasting is one strategy to overcome the problem by giving the minimum possible amount of feed but the growth of the fish is not hampered. Fasting also means feed with a predetermined time interval in the hope that the fish can experience an increase in appetite after the fish are fasted. This study aims to determine the fisting effect of tilapia and feed efficiency et growth which fasting is the best to do. The research method used a simple completely randomized design with four treatments and two repetitions each, namely feed without fasting (treatment A), one day of fasting one day of feed (treatment B), one day fasting two days of feed (treatment C) and one day of fasting and three days of feed (treatment D). Fish were to eating three times a day at 08.00, 12.00, 17.00 at satiation. Fish seeds were given pellet feed as much as 3% of body weight. The results of analysis of variance test showed that fish feeding had no significant effect (P<0.05) at growth in weight and length and feed efficiency but significantly (P>0.05) at survival rate. The results showed that the best weight and length growth values in tilapia were found in treatment D with an average weight growth value of 12.20±0.22 gram, length 2.41±0.24 cm. The best feed efficiency was found in treatment B, which was 60.83±6.60% and the best survival was found in treatment A a with an average value of 86.67±0,00%.
APLIKASI FEEDBACK HARVEST CONTROL RULE SEBAGAI ALTERNATIF ATURAN KENDALI TANGKAP PERIKANAN LAYANG (Decapterus sp) DI PRIGI, TRENGGALEK Ledhyane Ika Harlyan; Wahida Kartika Sari; Darmawan Ockto Sutjipto; Wakhit Rhomadona; Muhammad Arif Rahman
JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research) Vol 5, No 3 (2021): JFMR VOL 5 NO.3
Publisher : JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jfmr.2021.005.03.6

Abstract

Perikanan layang yang didaratkan di Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Prigi merupakan perikanan pelagis yang disusun oleh tiga spesies sumber daya ikan layang yaitu layang anggur (Decapterus kuroides), layang benggol (Decapterus ruselli) dan layang deles (Decapterus macrosoma). Aturan kendali tangkap pada perikanan layang kerap menggunakan model konvensional spesies tunggal, meski secara teknis tidak sesuai digunakan pada perikanan layang tercampur yang disusun oleh lebih dari satu spesies (multispesies). Aplikasi feedback harvest control rule (HCR) merupakan alternatif aturan kendali tangkap yang tervalidasi yang dapat digunakan untuk perikanan multispesies. Pada penelitian ini dilakukan estimasi jumlah tangkapan yang diperbolehkan (allowable biological catch/ABCy) dengan menggunakan dua aturan kendali tangkap yaitu feedback HCR dan model konvensional surplus produksi Schaefer (1954) dengan menggunakan data hasil tangkapan dan upaya penangkapan (trip) dalam kurun waktu 2011 – 2020. Hasil estimasi model Schaefer (1954) menunjukkan ABCy bahwa hanya dapat diestimasi untuk layang anggur, sementara dua spesies layang lainnya, tidak memenuhi asumsi model Schaefer (1954). Penggunaan aplikasi feedback HCR pada ketiga spesies layang lebih praktis karena mampu mengestimasi ABCy tanpa perlu dilakukan pemisahan data hasil tangkapan dan upaya penangkapan berdasarkan spesies. 
ANALISIS KESESUAIAN KUALITAS PERAIRAN LAHAN TAMBAK UNTUK BUDIDAYA RUMPUT LAUT (Gracilaria sp.) DI KECAMATAN LANGSA BARAT, KOTA LANGSA AB Susanto; Rinawati Siregar; Hanisah Hanisah; Teuku Muhammad Faisal; Antoni Harahap
JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research) Vol 5, No 3 (2021): JFMR VOL 5 NO.3
Publisher : JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jfmr.2021.005.03.18

Abstract

Rumput laut (Gracilaria sp.) merupakan salah satu hasil perairan yang memiliki peluang cukup besar di bidang budidaya. Kualitas perairan di lahan tambak yang sesuai untuk tempat budidaya akan menunjang hasil produksi rumput laut meningkat. Tujuan dari penelitian ini ingin mengkaji kesesuaian kualitas perairan lahan berupa tambak budidaya di Kecamatan Langsa Barat, Kota Langsa, Aceh. Metode yang digunakan adalah survey dilapangan dengan melihat karakteristik dan tingkat kelayakan lahan tambak budidaya rumput laut berdasarkan parameter fisika (suhu, kecerahan, kedalaman, kecerahan, substrat dan pasang surut) dan parameter kimia (salinitas, pH, oksigen terlarut, fosfat dan nitrat). Pengambilan sampel sebanyak 5 stasiun dengan 3 titik ditentukan dengan pengambilan sampel berdasarkan letak dan sumber air tambak. Data hasil penelitian dianalisis dengan menggunakan metode pembobotan. Setelah diperoleh nilai skor dari setiap parameter pada setiap titik pengamatan, kemudian dilakukan penilaian sesuai (S1) dengan kisaran nilai 68–87, cukup sesuai (S2) dengan kisaran nilai 48–67 dan tidak sesuai (N) dengan kisaran nilai 28–47. Dari hasil analisis data diperoleh hasil bahwa stasiun I, II dan IV dalam kategori sesuai (S1) sedangkan stasiun III dan V dalam kategori cukup sesuai.