cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research)
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 2337621X     EISSN : 25810294     DOI : -
Journal of Fisheries and Marine Research (JFMR) is dedicated to published highest quality of research papers on all aspects of : Aquatic Resources, Aquaculture, Fisheries Resources Technology and Management, Fish Technology and Processing, Fisheries and Marine Social Economic and Marine Science. This journal is jointly published by Faculty of Fisheries and Marine Science, Brawijaya University Malang Indonesia and Ikatan Sarjana Perikanan Indonesia (Ispikani). JFMR is a new journal but related to the past journal of Faculty of Fisheries and Marine Science that is Jurnal Penelitian Perikanan (JPP) with ISSN: 2337-621X (print version) and website link of www.jpp.ub.ac.id
Arjuna Subject : -
Articles 640 Documents
GAM (Generalized Additive Model) Analysis for Predicting Potential Area of Lemuru in Bali Strait Bambang Semedi; Hardoko Hardoko; Setya Nuri Fatma Dewi; Putri Dila Nur Fatimah A.
JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research) Vol 6, No 1 (2022): JFMR VOL 6 NO.1
Publisher : JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jfmr.2022.006.01.5

Abstract

Lemuru is a potential fish in the Bali strait with 80% of the total catch. The fishing process is determined by the efficiency and effectiveness of improving the fishing area.  However, the lack of awareness of fishing areas by fishermen tend to be less optimal, waste of time and fuel. One of the alternatives is to use remote sensing data.  Fishing areas information can be obtained through oceanographic parameters. Sea surface temperature and chlorophyll-a are main factor determined fishing areas. This study aims to predict the fishing area of S. lemuru using GAM (Generalized Additive Model) analysis, the results of this model can show a range of oceanographic factors that significantly explain high fishing related to marine environmental parameters. Fishing data and coordinates were obtained from PPP Muncar, Banyuwangi on May 2021. Data used is from fishing data around two years in Bali strait. The optimum value of chlorophyll-a Lemuru fishing is at 0.1- 1.2 mg m-3 and sea surface temperatures around 27 - 31°C. According to GAM statistical modelling, the most appropriate fishing area was data combination among data fishing, sea surface temperature of AIC and CDE AIC around 23044.21, and CDE 8.18%.  The whole area of Bali strait is Lemuru fish distribution yet located in different areas each season such as west season at latitude (-8.26°)-(-8.59°) longitude (114.466°)-(114.449°), east season at latitude (-8.74°)-(-8.70°) longitude (114.299°)-(114.187°), while in transition season 1 at latitude (-8.50°)-(-8.78°) longitude (114.819°)-(115.070°) and season 2 at latitude (-8.27°)-(-8.56°) longitude (114.742°)-(114.819°
KERENTANAN PESISIR PULAU KECIL (STUDI KASUS: PULAU KARIMUNJAWA DAN KEMUJAN) Dzakwan Taufiq Nur Muhammad; Djati Mardiatno
JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research) Vol 6, No 1 (2022): JFMR VOL 6 NO.1
Publisher : JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jfmr.2022.006.01.11

Abstract

Pulau Karimunjawa dan Kemujan merupakan pulau kecil yang berpotensi rentan terhadap dampak perubahan iklim. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan tingkat kerentanan pesisir terhadap fenomena perubahan iklim. Kerentanan pesisir dipetakan dengan unit analisis tipologi pesisir dan memanfaatkan metode indeks kerentanan pesisir (IKP) yang terdiri dari parameter karakteristik biofisik (geomorfologi, struktur pertahanan pesisir, dan kemiringan lereng gisik / beting gisik), parameter karakteristik tenaga eksternal (ketinggian gelombang signifikan, rentang pasang surut, kenaikan muka air laut relatif, dan perubahan garis pantai), serta parameter karakteristik sosial ekonomi (penggunaan lahan). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelas kerentanan pesisir sangat rendah dengan geomorfologi pesisir bertebing sedang dan kelas kerentanan pesisir rendah dengan geomorfologi pesisir bertebing rendah sebagian besar berada di bagian timur Pulau Karimunjawa, kelas kerentanan pesisir sedang cenderung berada di wilayah kepesisiran yang memiliki penggunaan lahan mangrove, serta kelas kerentanan pesisir tinggi dengan penggunaan lahan perkebunan dan kelas kerentanan pesisir sangat tinggi dengan penggunaan lahan permukiman dan infrastruktur lain cenderung berada di bagian utara Pulau Kemujan.
Pengaruh Penambahan Kalsium Klorida (CaCl2) terhadap Karakteristik danTingkat Rehidrasi Pempek Kering Nadia Yasmin Nashita; Sumardianto Sumardianto; A. Suhaeli Fahmi
JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research) Vol 6, No 1 (2022): JFMR VOL 6 NO.1
Publisher : JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jfmr.2022.006.01.1

Abstract

Pempek merupakan salah satu produk tradisional populer yang memiliki umur simpan cenderung pendek sehingga menjadi salah satu kendala dalam peningkatan potensi pasarnya. Pengeringan adalah pengolahan yang mampu mengurangi kadar air dalam bahan pangan sehingga dihasilkan produk kering yang lebih awet. Kalsium klorida (CaCl2) ialah zat higroskopis yang dapat dimanfaatkan dalam pra-pengolahan pengeringan sehingga diharapkan dapat melindungi kualitas dan mempercepat proses rehidrasi dari pempek kering. Tujuan dari penelitian ini untuk mengkaji pengaruh penambahan CaCl2 terhadap karakteristik pempek kering dan menentukan konsentrasi CaCl2 yang terbaik. Metode penelitian yang digunakan adalah experimental laboratories dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) degan 4 perlakuan konsenrasi CaCl2 yaitu 0%, 1,5%, 2,5% dan 3,5% yang dilakukan 3 kali pengulangan. Data parametrik dianalisis menggunakan ANOVA dan dilanjutkan uji Beda Nyata Jujur apabila terdapat beda nyata. Data non parametrik dianalisis dengan Kruskal Wallis dan Mann-Whitney. Hasil uji menunujukkan perbedaan konsentrasi CaCl2 berpengaruh nyata (P<5%) terhadap parameter kadar air, kadar protein dan laju rehidrasi. Secara keseluruhan, pempek kering memiliki karakteristik mutu fisik yang baik, namun penggunaan CaCl2 1,5% menghasilkan pempek kering terbaik. Pempek kering dengan pre-treatment CaCl2 1,5% memiliki hasil kadar air (9,130%), nilai aw (0,76), kadar protein (17, 788%) dan uji hedonik dengan selang kepercayaan 6,341 < ???? < 6,626 yang artinya agak disukai panelis. Mikrostruktur pempek kering pre-treatment CaCl2 1,5% menunjukkan struktur yang homogen dengaan kerusakan struktur yang lebih sedikit dan rasio rehidrasi yang lebih besar (120,04%) dibandingkan perlakuan lainnya.
ANALISIS KONSENTRASI LOGAM BERAT KADMIUM (Cd) DAN TIMBAL (Pb) PADA AIR, SEDIMEN, DAN TIRAM (Crassostrea sp.) DI SUNGAI TAPAK, KECAMATAN TUGU, KOTA SEMARANG Jessika Oktaviani Clara; Haeruddin Haeruddin; Diah Ayuningrum
JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research) Vol 6, No 1 (2022): JFMR VOL 6 NO.1
Publisher : JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jfmr.2022.006.01.7

Abstract

Wilayah Sungai tapak secara geografis terletak di Kelurahan Tugurejo, Kecamatan Tugu, Kota Semarang, Provinsi Jawa Tengah. Sungai Tapak menerima limbah industri, rumah tangga, dan kegiatan perikanan yang menimbulkan pencemaran perairan, seperti logam berat timbal (Pb) dan kadmium (Cd). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan Pb dan Cd dalam Air, Sedimen dan Tiram serta mengetahui batas maksimum konsumsi mingguan Tiram, yang aman bagi kesehatan. Penelitian dilaksanakan pada Juni - September 2021. Metode penelitian yang digunakan ialah metode survei dengan analisis deskriptif. Pemilihan lokasi sampling menggunakan metode Purposive sampling. Sampel diambil di 3 stasiun dengan 3 kali pengulangan. Pengukuran in situ: temperatur, kedalaman, kecepatan arus, pH, DO, dan salinitas. Pengukuran ex situ: konsentrasi logam pada air, sedimen dan Tiram dengan metode Spektrofotometer Serapan Atom (SSA). Hasil penelitian menunjukkan kandungan Cd pada air berkisar 0,13 ml/l – 0,20 ml/l dan Pb pada air berkisar 2,18 ml/l – 2,77 ml/l. Kandungan Cd pada sedimen berkisar 1,34 mg/kg - 3,13 mg/kg dan Pb pada sedimen berkisar 12,24 mg/kg – 56,86 mg/kg. Kandungan Cd pada Tiram berkisar 0,76 – 1,47 mg/kg dan Pb pada Tiram berkisar 6,14 – 7,65 mg/kg. Kemampuan akumulasi Tiram masuk kedamalm kategori rendah (<100). Nilai batas aman konsumsi Tiram untuk orang dewasa dengan asumsi berat 50 kg pada logam Kadmium (Cd) berkisar antara 0,954 – 1,804 kg/minggu, sedangkan pada logam Timbal (Pb) berkisar antara 0,164 – 0,205 kg/minggu atau setara dengan 16 – 60 ekor kerang dengan berat jaringan 3 – 5 gram.
ANALISIS KANDUNGAN LOGAM BERAT (PB) DAN KELIMPAHAN MIKROPLASTIK DI ESTUARI SUNGAI BATURUSA PROVINSI KEPULAUAN BANGKA BELITUNG Susi Susanti; Fika Dewi Pratiwi; Mohammad Agung Nugraha
JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research) Vol 6, No 1 (2022): JFMR VOL 6 NO.1
Publisher : JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jfmr.2022.006.01.12

Abstract

Daerah Estuari Sungai Baturusa memiliki banyak sumber pencemaran dari kegiatan antropogenik. Hal ini dapat memicu terjadinya pencemaran seperti logam berat serta sampah plastik yang berbentuk makro maupun mikro. Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk mengetahui kandungan logam berat (Pb) dan mikroplastik di daerah Estuari Sungai Baturusa. Metode penelitian pengambilan air sampel logam berat (Pb) berdasarkan SNI 6989.57:2008, sedangkan sampel mikroplastik mengacu pada Palatinus et al., (2015). Analisis sampel air untuk uji logam berat (Pb) berdasarkan SNI 6989-84:2019. Ekstraksi mikroplastik dari bahan organik dengan menambahkan H2O2 30% dan penambahan NaCl untuk meningkatkan densitas mikroplastik. Kandungan logam berat (Pb) yang ditemukan yaitu <0,001 mg/l, sedangkan jenis mikroplastik yang ditemukan yaitu jenis fragmen, film, fiber dan foam dengan kelimpahan tertinggi ditemukan pada jenis fragmen yaitu  1,875 partikel/m3 dan stasiun yang memiliki kelimpahan tertinggi yaitu stasiun 2 dengan kelimpahan 1,101 partikel/m3. Berdasarkan analisis kandungan logam berat (Pb) air permukaan di Estuari Sungai Baturusa masih berada dibawah ambang batas baku mutu PP No 22 (2021) Tentang Penyelenggaraan Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. Kelimpahan rata-rata jenis mikroplastik dan kelimpahan total setiap stasiun memiliki perbedaan hal ini dikarenakan jenis mikroplastik memiliki massa jenis yang berbeda-beda serta setiap stasiun memiliki sumber pencemar dan kondisi eksisting yang berbeda.
KARAKTERISTIK ORGANOLEPTIK ABON IKAN TUNA (Thunnus sp.) DENGAN PENAMBAHAN JANTUNG PISANG Titik Dwi Sulistiyati; Jeny Ernawati Tambunan; Mr. Hardoko; Eddy Suprayitno; Bambang Budi Sasmito; Anies Chamidah; Mikchaell Alfanov Pardamean Panjaitan; Heder Djamaludin; Luh Ayu Hesa Frida Nanda Putri; Zulfia Rifka Ayu Kusuma
JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research) Vol 6, No 1 (2022): JFMR VOL 6 NO.1
Publisher : JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jfmr.2022.006.01.2

Abstract

Ikan tuna mengandung gizi yang tinggi yaitu protein 22,6 – 26 gram/100 gram dan lemak 0,2- 2,7 gram/100 gram dengan proporsi 50-60% bagian tubuh dapat dikonsumsi. Dengan kandungan gizi ini, ikan tuna berpotensi diolah menjadi berbagai produk olahan salah satunya adalah abon ikan. Abon ikan memiliki daya simpan (shelf-life) yang relatif lama, yaitu selama 50 hari pada suhu kamar. Namun, abon ikan masih memiliki kekurangan yakni rendahnya kadar serat. Alternatif sumber serat yang dapat ditambahkan adalah jantung pisang. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 taraf penambahan jantung pisang yaitu 20%, 25% dan 30% dengan 3 ulangan. Uji yang dilakukan adalah organoleptik untuk mengetahui tingkat kesuakaan panelis terhadap produk abon ikan. Uji organoleptik menggunakan 4 parameter yaitu penampakan, tektur, aroma dan rasa. Hasil perlakuan terbaik berdasarkan keempat parameter tersebut adalah konsentrasi penambahan jantung pisang sebanyak 25% dengan nilai kenampakan 4,067; aroma 3,956; tekstur 4,589; rasa 4,344 dan dengan penerimaan keseluruhan 4,389. Kata kunci: Abon ikan, Jantung pisang, Tuna
BEBERAPA ASPEK BIOLOGI IKAN SEMBILANG (Plotosus canius) DI PERAIRAN LANGSA Nur Fazillah; Agus Putra AS; Muhammad Fauzan Isma
JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research) Vol 6, No 1 (2022): JFMR VOL 6 NO.1
Publisher : JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jfmr.2022.006.01.8

Abstract

Abstrak: Ikan sembilang (Plotosus canius) adalah ikan konsumsi yang banyak  digemari oleh masyarakat pesisir. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis beberapa aspek biologi ikan sembilang di perairan estuaria langsa. Jumlah ikan yang diamati sebanyak 100 ekor ikan (78 ekor ikan jantan dan 22 ekor ikan betina). Pengamatan dilakukan pada hubungan panjang berat, faktor kondisi, tingkat kematangan gonad dan kebiasaan makan ikan. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan  bahwa ikan sembilang jantan berada pada kisaran 26 – 39 cm dan berat 95 – 280 gr. Sedangkan ikan betina berada pada kisaran panjang 28 – 36,3 dan berat 117 – 214 g. Hubungan panjang berat memiliki pola pertumbuhan alometrik negatif dimana nilai b= 2.582 untuk jantan dan b= 1.526 untuk betina dengan korelasi mendekati 1 mengindikasikan pola petumbuhan panjang selalu di ikuti dengan pertambahan beratnya (r =0,88) untuk jantan dan (r=0,71) untuk betina. Nilai rata-rata faktor kondisi jantan dan betina 1.1048 dan 1.0102 menunjukkan kondisi jantan lebih baik dari betina. Ditemukan tingkat kematangan gonad sembilang I dan II pada ukuran tubuh yang berbeda. Organisme yang ditemukan dalam saluran pencernaan terdiri atas lima jenis yakni udang, cacing, potongan ikan, kepiting dan tercerna. IP>40% pada jenis makanan udang 42% yang berarti sebagai makanan utama
KARAKTERISTIK ORGANOLEPTIK ES KRIM RUMPUT LAUT (E. spinosum) DENGAN PENAMBAHAN SARI JERUK LEMON (Citrus limon) SEBAGAI SUMBER VITAMIN C Nina Luki Aryani; Titik Dwi Sulistiyati
JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research) Vol 6, No 1 (2022): JFMR VOL 6 NO.1
Publisher : JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jfmr.2022.006.01.13

Abstract

Es krim merupakan makanan tambahan yang membutuhkan bahan penstabil. E. spinosum mengandung karaginan yang berfungsi sebagai bahan penstabil. Dilakukannya penambahan sari jeruk lemon untuk menambah nilai gizi es krim rumput laut. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pengaruh sari jeruk lemon yang ditambahkan terhadap sifat kimia dan organoleptik. Metode penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap dengan 4 perlakuan dan 5 ulangan. Untuk uji kimia menggunakan olah data ANOVA dengan uji lanjut DMRT dan uji organoleptik dengan Kruskal Wallis. Hasil penelitian yang didapatkan yaitu kadar vitamin C pada es krim rumput laut dengan penambahan sari jeruk lemon pada konsentrasi 0%, 5%, 10%, dan 15% secara berturut-turut adalah 0,02 mg/100gr ; 1,025 mg/100gr; 1,784 mg/100gr; 2,486 mg/100gr. Penambahan sari jeruk lemon dapat mempengaruhi organoleptik (aroma, rasa, warna dan tekstur) pada es krim rumput laut.
KOMODITAS UNGGULAN PERIKANAN BUDIDAYA KABUPATEN NUNUKAN Kurniawan Kurniawan; Maxi Sondakh; Cancy Alexiana; Melina Maharani Wijaya
JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research) Vol 6, No 1 (2022): JFMR VOL 6 NO.1
Publisher : JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jfmr.2022.006.01.3

Abstract

Pembangunan daerah dan strategi bisnis yang berkelanjutan di sektor produksi komoditas perikanan menjadi kompleks dan kompetitif antar daerah dan pelaku usaha. Memahami kondisi dan potensi komoditas unggulan serta kehidupan ekonomi pekerja di sektor perikanan merupakan hal yang mendasar. Selanjutnya, sebagai dasar untuk mengembangkan dan mengintegrasikan kebijakan yang membantu pekerja sektor perikanan meningkatkan produksinya, yang mayoritas merupakan komoditas ekspor. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi komoditas unggulan sektor perikanan di Kabupaten Nunukan untuk memberikan informasi kepada pihak terkait dan investor yang berminat pada sektor tersebut. Kabupaten Nunukan adalah salah satu kabupaten yang strategis di provinsi Kalimantan Utara karena berada di wilayah perbatasan. Analisis data menggunakan Location Quotient dengan memanfaatkan data nilai produksi perikanan budidaya yang tersedia dari statistik Kalimantan Utara tahun 2018-2019. Hasil analisis menjelaskan bahwa komoditas unggulan sektor perikanan di kabupaten Nunukan adalah rumput laut (SLQ 2,31), ikan Nila (SLQ 2,63), dan ikan Mas (SLQ 3,38). Komoditas dengan nilai produksi terbesar adalah rumput laut. Tahun 2019 jumlah rumah tangga perikanan budidaya tercatat 3.885 rumah tangga perikanan. Data produksi komoditas Gurame, Kakap, dan Karaputidak tersedia.
Optimasi Waktu Pengukusan dan Suhu Penggorengan Kerupuk Ikan Patin Menggunakan Response Surface Methodology Rahma Hutami Hendrikayanti; Ahmad Suhaeli Fahmi; Retno Ayu Kurniasih
JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research) Vol 6, No 1 (2022): JFMR VOL 6 NO.1
Publisher : JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jfmr.2022.006.01.10

Abstract

Kerupuk ikan merupakan salah satu produk perikanan yang digemari masyarakat dikarenakan rasanya yang gurih dan teksturnya yang renyah. Ikan patin dipilih sebagai bahan tambahan pembuatan kerupuk dikarenakan kandungan gizi yang hampir sama dengan ikan tenggiri namun harganya lebih murah dari ikan tenggiri. Proses pengolahan kerupuk sangat mempengaruhi kualitas kerupuk yang dihasilkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh waktu pengukusan dan suhu penggorengan terhadap kualitas kerupuk ikan patin serta menentukan waktu pengukusan dan suhu penggorengan optimum menggunakan metode RSM (Response Surface Methodology). Waktu pengukusan yang digunakan yaitu 40 s.d. 60 menit sedangkan suhu penggorengan yang digunakan yaitu 160 s.d. 180℃. Data uji daya kemekaran, kerenyahan, kadar air, dan kadar protein dianalisis dengan metode RSM orde pertama menggunakan Design Expert 11, sedangkan nilai sensori hedonik menggunakan uji Kruskal-Wallis dan Mann-Whitney. Hasil penelitian menunjukkan bahwa waktu pengukusan dan suhu penggorengan berpengaruh nyata (p<0,05) terhadap nilai daya kemekaran, kerenyahan, kadar air, kadar protein, dan sensori hedonik. Daya kemekaran dan kerenyahan terbaik ditemukan pada waktu pengukusan 50 menit dan suhu penggorengan 170℃, sedangkan nilai kadar air dan protein terbaik pada waktu pengukusan 60 menit dan suhu penggorengan 180℃. Penggunaan waktu pengukusan dan suhu penggorengan yang tepat akan menghasilkan adonan kerupuk tergelatinisasi sempurna sehingga kerupuk mengembang ketika digoreng.  Hasil solusi formula optimasi diperoleh waktu pengukusan 55,8 menit dan suhu penggorengan 178,8℃ yang menghasilkan kerupuk dengan respon optimum yaitu daya kemekaran 230,04%, kerenyahan 2432,42gf, kadar air sesudah digoreng 3,54%, kadar protein sesudah digoreng 5,41% dengan nilai desirability 0,861.