cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research)
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 2337621X     EISSN : 25810294     DOI : -
Journal of Fisheries and Marine Research (JFMR) is dedicated to published highest quality of research papers on all aspects of : Aquatic Resources, Aquaculture, Fisheries Resources Technology and Management, Fish Technology and Processing, Fisheries and Marine Social Economic and Marine Science. This journal is jointly published by Faculty of Fisheries and Marine Science, Brawijaya University Malang Indonesia and Ikatan Sarjana Perikanan Indonesia (Ispikani). JFMR is a new journal but related to the past journal of Faculty of Fisheries and Marine Science that is Jurnal Penelitian Perikanan (JPP) with ISSN: 2337-621X (print version) and website link of www.jpp.ub.ac.id
Arjuna Subject : -
Articles 640 Documents
APLIKASI STOCHASTIC PRODUCTION FRONTIER DALAM PENGUKURAN EFISIENSI TEKNIS BUDIDAYA UDANG VANAME DI JAWA TIMUR Lestariadi, Riski Agung; Asmarawati, Lina
JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research) Vol. 5 No. 2 (2021): JFMR
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Science, Brawijaya University, Malang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jfmr.2021.005.02.24

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efisiensi teknis diantara petambak udang dengan menggunakan pendekatan stochastic frontier yang digabungkan dengan model efek inefisiensi. Data dikumpulkan dari 245 sampel petambak udang di Kabupaten Lamongan, Banyuwangi, dan Pacitan menggunakan kuesioner terstruktur. Hasil empiris menunjukkan bahwa tenaga kerja, pupuk, pakan buatan dan padat penebaran adalah faktor-faktor yang mempengaruhi variasi dalam output. Hasil analisis menunjukkan bahwa 68% () kesalahan acak yang dihasilkan oleh model disebabkan oleh inefisiensi yang terjadi dalam proses produksi udang vaname. Skor efisiensi teknis petambak udang bervariasi, berkisar antara 0,77 - 0,97 dengan rata-rata 0,92. Faktor-faktor yang mempengaruhi inefisiensi teknis dalam budidaya udang vaname di daerah penelitian diduga berasal dari atribut yang melekat pada petambak udang seperti umur, tingkat pendidikan, dan pengalaman dalam budidaya vaname
KARAKTERISTIK KUALITAS AIR DAN KEBERADAAN BAKTERI Vibrio sp. PADA WILAYAH TAMBAK UDANG TRADISIONAL DI PESISIR WUNDULAKO DAN POMALAA KOLAKA Pariakan, Arman; Rahim, Mr.
JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research) Vol. 5 No. 3 (2021): JFMR
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Science, Brawijaya University, Malang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jfmr.2021.005.03.5

Abstract

Penurunan produksi tambak udang vaname telah merugikan para pembudidaya di Kecamatan Wundulako dan Pomalaa, serangan bakteri Vibrio sp. menjadi penyebab utama kejadian tersebut. Keberadaan bakteri Vibrio sp. sangat dipengaruhi oleh karakteristik salinitas, amoniak dan suhu air. Tujuan dari penelitian ini yaitu menganalisis hubungan antara kualitas air (salinitas, suhu, dan amonia) dengan Vibrio sp.  Penelitian ini menggunakan 40 data bakteri Vibrio sp. dan data  air yang diambil di wilayah tambak udang vaname pada bulan Juni dan Juli, untuk melihat hubungan antar parameter tersebut digunakan analisis statistik non-parametrik Model aditif yang digeneralisasi, sedangkan untuk melihat sebaran Vibrio sp. menggunakan analisis interpolasi Inverse Distance Weighted. Hasil Dari analisis diperoleh nilai hubungan antara kualitas air dengan keberadaan bakteri yang berbeda, yaitu salinitas 0,0302; suhu air 0,2602; dan 0,4759 amonia. Salinitas antara 20 - >30 ppt mempengaruhi keberadaan bakteri, dan semakin kuat pada salinitas >28 ppt. sedangkan suhu air berpengaruh terhadap keberadaan bakteri pada semua tingkatan. Konsentrasi amonia antara 1 – 1,5 mempengaruhi keberadaan bakteri. Ditemukan bahwa konsentrasi amonia lebih rendah pada salinitas tinggi dan sebaliknya. Sedangkan suhu air tidak menunjukkan pola pengaruh terhadap salinitas dan amonia air. Sebaran kondisi lingkungan perairan terhadap keberadaan Vibrio sp., menunjukkan variasi di setiap lokasi pada bulan Juni dan Juli dengan keberadaan Vibrio sp. Untuk menjaga salinitas tambak, penting untuk memperhatikan input air tawar dalam budidaya udang. Tingginya kandungan amonia di area tambak tradisional dapat mempengaruhi pertumbuhan dan kelangsungan hidup udang vaname yang dipelihara, oleh karena itu penting untuk menggunakan sistem resirkulasi pada budidaya udang vaname ditambah penggunaan bakteri nitrifikasi.
VALUASI EKONOMI WISATA PULAU RUPAT KABUPATEN BENGKALIS, PROVINSI RIAU DENGAN METODE TRAVEL COST METHOD Warningsih, Trisla; Deviasari, Kusai,; Bathara, Lamun; Manalu, Merry; Syahzanani S, Zahwa
JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research) Vol. 5 No. 3 (2021): JFMR
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Science, Brawijaya University, Malang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jfmr.2021.005.03.2

Abstract

The research was conducted in July 2021 on Rupat Island, Bengkalis Regency, Riau Province. This study aims to estimate the economic value obtained from the value of consumer surplus by using the travel cost method. The data required includes primary and secondary data. The population used is tourists who visit Rupat Island tourism. Determination of respondents by accidental sampling with a total of 33 people. Data were analyzed by regression model. The results of the analysis show that the regression model obtained is Y= 3,0562 – 0,4068X1 + 0,5273X2 – 0,6815X3 – 0,3971X4 – 0,6056X5 – 0,0290X6, meaning that the demand for tourist visits to Rupat Island is positively influenced by X2 (income). The variables that have a negative effect are X1 (travel cost), X3 (age), X4 (distance), X5 (education) and X6 (gender). The average travel cost per visitor is IDR533,636.00,- per visit. The economic value of Rupat Island tourism is IDR1,507,554,457.51,- with a consumer surplus of IDR427,140.43,- per indivisual per visit
EFEK PROBIOTIK Bacillus megaterium PTB 1.4 DAN Pediococcus pentosaceus E2211 TERHADAP REPONS IMUN DAN KELANGSUNGAN HIDUP IKAN LELE (Clarias sp.) SELAMA UJI TANTANG Aeromonas hydrophila Hamka, Muhammad Subhan; Meryandini, Anja; Widanarni, Widanarni; Kurniaji, Ardana
JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research) Vol. 5 No. 3 (2021): JFMR
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Science, Brawijaya University, Malang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jfmr.2021.005.03.9

Abstract

Penyakit bakterial pada kegiatan budidaya ikan sudah menjadi masalah yang sering dihadapi pembudidaya. Salah satu jenis bakteri yang menyebabkan penyakit pada ikan lele (Clarias sp.) adalah bakteri Aeromonas hydrophila. Tujuan penelitian ini untuk mengevaluasi efek pemberian probiotik B. megaterium PTB 1.4 dan P. pentosaceus E2211 terhadap respons imun dan kelangsungan hidup ikan lele selama uji tantang dengan bakteri A. hyrophila. Probiotik yang digunakan adalah kombinasi 0,5% B. megaterium PTB 1.4 dan 0,5%  P. pentosaceus E2211. Pemberian probiotik dilakukan pada hari ke-0 hingga hari ke-30 melalui pakan. Uji tantang dilakukan pada hari ke-30 hingga hari ke-40. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian probiotik dapat berpengaruh terhadap respons imun dan kelangsungan hidup ikan lele dalam menekan infeksi A. hydrophila. Total eritrosit, hemoglobin, hematokrit, total leukosit, aktivitas fagositik dan aktivitas lisozim signifikan (P<0,05) teramati meningkat pada hari ke-35 dan menurun pada hari ke-40. Kelangsungan hidup ikan lele berhasil dipertahankan pada 87,62±4,83%. Total bakteri A. hydrophila meningkat pada hari ke-35 dan menurun pada hari ke-40. Pemberian probiotik B. megaterium PTB 1.4 dan P. pentosaceus E2211 pada dosis 0,5% dapat menekan pertumbuhan bakteri A. hydrophila dan meningkatkan status kesehatan ikan lele.
APLIKASI FEEDBACK HARVEST CONTROL RULE SEBAGAI ALTERNATIF ATURAN KENDALI TANGKAP PERIKANAN LAYANG (Decapterus sp) DI PRIGI, TRENGGALEK Harlyan, Ledhyane Ika; Sari, Wahida Kartika; Sutjipto, Darmawan Ockto; Rhomadona, Wakhit; Rahman, Muhammad Arif
JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research) Vol. 5 No. 3 (2021): JFMR
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Science, Brawijaya University, Malang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jfmr.2021.005.03.6

Abstract

Perikanan layang yang didaratkan di Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Prigi merupakan perikanan pelagis yang disusun oleh tiga spesies sumber daya ikan layang yaitu layang anggur (Decapterus kuroides), layang benggol (Decapterus ruselli) dan layang deles (Decapterus macrosoma). Aturan kendali tangkap pada perikanan layang kerap menggunakan model konvensional spesies tunggal, meski secara teknis tidak sesuai digunakan pada perikanan layang tercampur yang disusun oleh lebih dari satu spesies (multispesies). Aplikasi feedback harvest control rule (HCR) merupakan alternatif aturan kendali tangkap yang tervalidasi yang dapat digunakan untuk perikanan multispesies. Pada penelitian ini dilakukan estimasi jumlah tangkapan yang diperbolehkan (allowable biological catch/ABCy) dengan menggunakan dua aturan kendali tangkap yaitu feedback HCR dan model konvensional surplus produksi Schaefer (1954) dengan menggunakan data hasil tangkapan dan upaya penangkapan (trip) dalam kurun waktu 2011 – 2020. Hasil estimasi model Schaefer (1954) menunjukkan ABCy bahwa hanya dapat diestimasi untuk layang anggur, sementara dua spesies layang lainnya, tidak memenuhi asumsi model Schaefer (1954). Penggunaan aplikasi feedback HCR pada ketiga spesies layang lebih praktis karena mampu mengestimasi ABCy tanpa perlu dilakukan pemisahan data hasil tangkapan dan upaya penangkapan berdasarkan spesies. 
Karakteristik Habitat Famili Carangidae di Padang Lamun Pesisir Kota Bontang-Indonesia Irawan, Aditya
JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research) Vol. 5 No. 3 (2021): JFMR
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Science, Brawijaya University, Malang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jfmr.2021.005.03.22

Abstract

The association of seagrass beds with river estuaries and other coastal ecosystems provides unique characteristics for the formation of seagrass habitats and the interaction of fish species with seagrass beds. The purpose of the study was to determine the habitat characteristics of the Carangidae family in the coastal seagrass beds of Bontang City. The study was carried out from March to December 2020. Sampling of fish from the Carangidae family was carried out based on the catch of the trap net fishing gear (belat: local name). Seagrass sampling was carried out using the transect method and water quality sampling was carried out in situ. Analysis of habitat characteristics, species of Carangidae used Correspondence Analysis and Pearson Moment Product correlation, spatial distribution characteristics of water quality variables used Principal Component Analysis. Characteristics of seagrass species that make up seagrass beds provide an niche for species of Carangidae in their biological phase.
PEMANFAATAN SELADA ROMAIN (Lactuca sativa L.) DAN Pseudomonas putida SEBAGAI BIOREMEDIATOR LIMBAH IKAN KOI (Cyprinus carpio L.) PADA SISTEM AKUAPONIK pratiwi, maharrani rahayu
JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research) Vol. 5 No. 3 (2021): JFMR
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Science, Brawijaya University, Malang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jfmr.2021.005.03.23

Abstract

Indonesia merupakan salah satu sentra perikanan yang memberikan kontribusi signifikan terhadap produksi ikan secara internasional. Jumlah produksi ikan tersebut tak lepas dari kegiatan budidaya baik ikan konsumsi maupun ikan hias. Oleh karena itu perlu dilakukan penelitian mengenai pengaruh perbedaan pemberian pemanfaatan selada romain dan Pseudomonas putida terhadap kelangsunga hidup ikan Koi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen, yang kemudian masing-masing diulang 3 kali. Hasil uji pengaruh pemberian Pseudomonas putida pada penelitian ini menghasilkan bahwa pertambahan bobot ikan koi pada sistem akuaponik yang lebih tinggi yaitu 4,8±0,12%, yang terendah didapatkan hasil yaitu 3,6±0,12%. sedangakan pada pH rata-rata pH ikan koi yang lebih tinggi yaitu 8,36 yang terendah didapatkan hasil yaitu 8,25 dan Fosfat bahwa rata-rata Fosfat ikan koi yang lebih tinggi yaitu 2,58 mg/l, yang terendah didapatkan hasil yaitu 1,11 mg/l. SR ikan koi yang lebih tinggi yaitu 100% dengan kepadatan 5 dan 15 tanaman.  yang terendah didapatkan hasil yaitu 86% dengan kepadatan 10 dan 15 tanaman. pada suhu ikan koi yang lebih tinggi yaitu 25–290C dengan kepadatan 10 tanaman, yang terendah didapatkan hasil yaitu 22,6 - 25,7ºC dengan kepadatan 5 tanaman. pada DO diketahui bahwa rata-rata pH ikan koi pada sistem akuaponik yang lebih tinggi yaitu 7,33 mg/l dengan kepadatan 15 tanaman,  yang terendah didapatkan hasil yaitu 3,3 mg/l dengan kepadatan 10 tanaman. Dan pada amonia selama penelitian diketahui bahwa rata-rata Amonia ikan koi yang lebih tinggi yaitu 0,28 mg/l dengan kepadatan 5 tanaman, yang terendah didapatkan hasil yaitu 0,04 mg/l dengan kepadatan 15 tanaman.
PENGARUH PEMBERIAN PAKAN TAMBAHAN YANG BERBEDA TERHADAP PERTUMBUHAN LOBSTER AIR TAWAR (Cherax quadricarinatus) AS, Agus Putra; Hanisah, Hanisah; Hasri, Iwan; Santi, Fitriana
JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research) Vol. 5 No. 3 (2021): JFMR
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Science, Brawijaya University, Malang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jfmr.2021.005.03.11

Abstract

Abstrak          Lobster air tawar (Cherax quadricarinatus) merupakan kelompok crustacea yang hidup di perairan tawar. Lobster ini pada umumnya memiliki potensi yang bagus untuk dibudidayakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis pakan tambahan yang tepat untuk pertumbuhan lobster air tawar. Metode eksperimen yang digunakan adalahRancangan Acak Lengkap 4 perlakuan dan 3 pengulangan yaitu PL (kontrol), PW (pellet dan wortel), PK (pellet dan kentang) dan PJ (pellet dan ubi jalar putih). Lobster air tawar yang digunakan dalam penelitian ini yaitu ukuran 5-7cm dan berat 6-8g. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemberian pakan tambahan mempengaruhi peningkatan pertumbuhan Lobster air tawar, dimana  pertambahan bobot  mutlak (PBM), laju pertumbuhan harian (LPH) dan laju pertumbuhan berat (WG) yang terbaik di perlakuan PW yaitu (2,21 ± 0,06), (1,05 ± 0,03) dan (34,40 ± 1,15)  serta pertambahan panjang mutlak (PPM) tertinggi di perlakuan PJ yaitu (0,44 ± 0,02). Hal ini menjelaskan bahwa pakan tambahan wortel adalah pakan dengan kombinasi terbaik sehingga dapat mengoptimalkan pertumbuhan lobster air tawar.
Bungkil Kelapa Sawit Sebagai Bahan Baku Alternatif Pakan Buatan Untuk Pertumbuhan Ikan Lele Sangkuriang (Clarias Gariepinus) Nikhlani, Andi; Pagoray, Henny; Sulistyawati, Sulistyawati
JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research) Vol. 6 No. 2 (2022): JFMR on August
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Science, Brawijaya University, Malang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jfmr.2022.006.02.4

Abstract

Bungkil  kelapa sawit dapat dimanfaatkan  sebagai pakan ikan dengan kandungan protein sebesar 14%, namun kandungan ini masih rendah sehingga untuk mengatasi  masalah  ini  perlunya  dikaji  tentang  pengolahan  bungkil kelapa dengan  mencampurkan pakan  komersial,  sehingga  bungkil  inti  sawit  mempunyai nilai tambah sebagai bahan baku pakan ikan. Tujuan penelitian menganalisis perbedaan pertumbuhan ikan lele sangkuriang (Clarias  gariepinus) yang diberikan pakan pelet berbahan bungkil sawit dan berbahan dedak.  Rancangan penelitian dengan menggunakan 2 perlakuan, yaitu: perlakuan pertama (P1) pakan berbahan dasar bungkil sawit dan perlakuan kedua (P2) pakan berbahan dasar dedak. Data dianalisis  menggunakan uji 2 sampel bebas (tidak berpasangan). Data  hasil pengamatan dimasukkan dalam tabel dan dianalisis menggunakan uji z (z-Test: Two Sample for Means).Hasil penelitian  pada hari ke-35 pertumbuhan berat total P1 (88,,11 g) relatif lebih tinggi dibandingkan P2 (51,96 g), pertumbuhan panjang total P1 (5.90 cm) relatif lebih tinggi dibandingkan P2 (3,93 cm). Laju pertumbuhan harian P1 (2.51 g) relatif lebih tinggi dibandingkan P2 (1.43 g), konversi pakan P1 (2.03) relatif lebih rendah dibandingkan P2 (3,18%). Kualitas air media pemeliharaan yang diukur adalah suhu berkisar antara 26,74 - 26,76 oC,  pH 7,10 – 7,14, DO 4,6 – 4,9 mg/l, TAN 0,75 – 0,82 mg/l.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa pakan pelet berbahan bungkil sawit memberikan hasil pertumbuhan berat dan panjang ikan lele sangkuriang (Clarias gariepinus) lebih tinggi jika dibandingkan dengan pertumbuhan ikan lele sangkuriang (Clarias gariepinus) yang diberikan pakan berbahan dedak. Sedangkan konversi pakan penambahan dedak lebih tinggi jika dibandingkan dengan  penambahan bungkil sawit. 
ANALISIS KESESUAIAN KUALITAS PERAIRAN LAHAN TAMBAK UNTUK BUDIDAYA RUMPUT LAUT (Gracilaria sp.) DI KECAMATAN LANGSA BARAT, KOTA LANGSA Susanto, AB; Siregar, Rinawati; Hanisah, Hanisah; Faisal, Teuku Muhammad; Harahap, Antoni
JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research) Vol. 5 No. 3 (2021): JFMR
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Science, Brawijaya University, Malang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jfmr.2021.005.03.18

Abstract

Rumput laut (Gracilaria sp.) merupakan salah satu hasil perairan yang memiliki peluang cukup besar di bidang budidaya. Kualitas perairan di lahan tambak yang sesuai untuk tempat budidaya akan menunjang hasil produksi rumput laut meningkat. Tujuan dari penelitian ini ingin mengkaji kesesuaian kualitas perairan lahan berupa tambak budidaya di Kecamatan Langsa Barat, Kota Langsa, Aceh. Metode yang digunakan adalah survey dilapangan dengan melihat karakteristik dan tingkat kelayakan lahan tambak budidaya rumput laut berdasarkan parameter fisika (suhu, kecerahan, kedalaman, kecerahan, substrat dan pasang surut) dan parameter kimia (salinitas, pH, oksigen terlarut, fosfat dan nitrat). Pengambilan sampel sebanyak 5 stasiun dengan 3 titik ditentukan dengan pengambilan sampel berdasarkan letak dan sumber air tambak. Data hasil penelitian dianalisis dengan menggunakan metode pembobotan. Setelah diperoleh nilai skor dari setiap parameter pada setiap titik pengamatan, kemudian dilakukan penilaian sesuai (S1) dengan kisaran nilai 68–87, cukup sesuai (S2) dengan kisaran nilai 48–67 dan tidak sesuai (N) dengan kisaran nilai 28–47. Dari hasil analisis data diperoleh hasil bahwa stasiun I, II dan IV dalam kategori sesuai (S1) sedangkan stasiun III dan V dalam kategori cukup sesuai.