cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research)
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 2337621X     EISSN : 25810294     DOI : -
Journal of Fisheries and Marine Research (JFMR) is dedicated to published highest quality of research papers on all aspects of : Aquatic Resources, Aquaculture, Fisheries Resources Technology and Management, Fish Technology and Processing, Fisheries and Marine Social Economic and Marine Science. This journal is jointly published by Faculty of Fisheries and Marine Science, Brawijaya University Malang Indonesia and Ikatan Sarjana Perikanan Indonesia (Ispikani). JFMR is a new journal but related to the past journal of Faculty of Fisheries and Marine Science that is Jurnal Penelitian Perikanan (JPP) with ISSN: 2337-621X (print version) and website link of www.jpp.ub.ac.id
Arjuna Subject : -
Articles 640 Documents
KERENTANAN PESISIR PULAU KECIL (STUDI KASUS: PULAU KARIMUNJAWA DAN KEMUJAN) Muhammad, Dzakwan Taufiq Nur; Mardiatno, Djati
JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research) Vol. 6 No. 1 (2022): JFMR on April
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Science, Brawijaya University, Malang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jfmr.2022.006.01.11

Abstract

Pulau Karimunjawa dan Kemujan merupakan pulau kecil yang berpotensi rentan terhadap dampak perubahan iklim. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan tingkat kerentanan pesisir terhadap fenomena perubahan iklim. Kerentanan pesisir dipetakan dengan unit analisis tipologi pesisir dan memanfaatkan metode indeks kerentanan pesisir (IKP) yang terdiri dari parameter karakteristik biofisik (geomorfologi, struktur pertahanan pesisir, dan kemiringan lereng gisik / beting gisik), parameter karakteristik tenaga eksternal (ketinggian gelombang signifikan, rentang pasang surut, kenaikan muka air laut relatif, dan perubahan garis pantai), serta parameter karakteristik sosial ekonomi (penggunaan lahan). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelas kerentanan pesisir sangat rendah dengan geomorfologi pesisir bertebing sedang dan kelas kerentanan pesisir rendah dengan geomorfologi pesisir bertebing rendah sebagian besar berada di bagian timur Pulau Karimunjawa, kelas kerentanan pesisir sedang cenderung berada di wilayah kepesisiran yang memiliki penggunaan lahan mangrove, serta kelas kerentanan pesisir tinggi dengan penggunaan lahan perkebunan dan kelas kerentanan pesisir sangat tinggi dengan penggunaan lahan permukiman dan infrastruktur lain cenderung berada di bagian utara Pulau Kemujan.
Optimasi Waktu Pengukusan dan Suhu Penggorengan Kerupuk Ikan Patin Menggunakan Response Surface Methodology Hendrikayanti, Rahma Hutami; Fahmi, Ahmad Suhaeli; Kurniasih, Retno Ayu
JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research) Vol. 6 No. 1 (2022): JFMR on April
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Science, Brawijaya University, Malang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jfmr.2022.006.01.10

Abstract

Kerupuk ikan merupakan salah satu produk perikanan yang digemari masyarakat dikarenakan rasanya yang gurih dan teksturnya yang renyah. Ikan patin dipilih sebagai bahan tambahan pembuatan kerupuk dikarenakan kandungan gizi yang hampir sama dengan ikan tenggiri namun harganya lebih murah dari ikan tenggiri. Proses pengolahan kerupuk sangat mempengaruhi kualitas kerupuk yang dihasilkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh waktu pengukusan dan suhu penggorengan terhadap kualitas kerupuk ikan patin serta menentukan waktu pengukusan dan suhu penggorengan optimum menggunakan metode RSM (Response Surface Methodology). Waktu pengukusan yang digunakan yaitu 40 s.d. 60 menit sedangkan suhu penggorengan yang digunakan yaitu 160 s.d. 180℃. Data uji daya kemekaran, kerenyahan, kadar air, dan kadar protein dianalisis dengan metode RSM orde pertama menggunakan Design Expert 11, sedangkan nilai sensori hedonik menggunakan uji Kruskal-Wallis dan Mann-Whitney. Hasil penelitian menunjukkan bahwa waktu pengukusan dan suhu penggorengan berpengaruh nyata (p<0,05) terhadap nilai daya kemekaran, kerenyahan, kadar air, kadar protein, dan sensori hedonik. Daya kemekaran dan kerenyahan terbaik ditemukan pada waktu pengukusan 50 menit dan suhu penggorengan 170℃, sedangkan nilai kadar air dan protein terbaik pada waktu pengukusan 60 menit dan suhu penggorengan 180℃. Penggunaan waktu pengukusan dan suhu penggorengan yang tepat akan menghasilkan adonan kerupuk tergelatinisasi sempurna sehingga kerupuk mengembang ketika digoreng.  Hasil solusi formula optimasi diperoleh waktu pengukusan 55,8 menit dan suhu penggorengan 178,8℃ yang menghasilkan kerupuk dengan respon optimum yaitu daya kemekaran 230,04%, kerenyahan 2432,42gf, kadar air sesudah digoreng 3,54%, kadar protein sesudah digoreng 5,41% dengan nilai desirability 0,861.
POPULATION DYNAMIC OF SPOTTED SCAT (SCATOPHAGUS ARGUS LINN) IN SEMARANG BAY WATERS OF SEMARANG, CENTRAL JAVA Saputra, Suradi wijaya; Solichin, Anhar; Sabdaningsih, Aninditia
JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research) Vol. 5 No. 3 (2021): JFMR
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Science, Brawijaya University, Malang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jfmr.2021.005.03.19

Abstract

Ikan Kiper (Scatophagus argus) adalah ikan hias dan ikan dikonsumsi. Ikan Kiper biasanya ditemukan di dekat perairan pantai Indo-Pasifik Barat dari India selatan dan Sri Lanka ke Jepang selatan dan utara ke tenggara Australia dan Filipina. Ikan Kiper dapat mentolerir berbagai salinitas, sehingga dapat hidup di perairan pantai, teluk, muara, dan perairan sungai. Ikan Kiper merupakan salah satu jenis ikan hias, karena warnanya yang indah. Penelitian ini dimaksudkan untuk mengkaji dinamika populasi ikan Kiper di perairan Teluk Semarang Jawa Tengah. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei. Sampel ikan diambil dari PPI yang menjadi pangkalan pendaratan bagi alat tangkap arad, yang daerah penangkapan di perairan Teluk Semarang, yaitu PPI Tanggulmalang dan Bandengan di Kabupaten Kendal dan PPI Tambaklorok Kota Semarang. Penelitian dilaksanakan mulai bulam April sampai dengan Agustus 2021. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ikan Kiper yang tertangkap selama penelitian memiliki panjang total berkisar antara 82 – 165 mm, dengan modus panjang total 127-136 mm. Ukuran pertamakali tertangkap (Lc) pada panjang total 106 mm. Puncak rekrutmen terjadi pada bulan Juli. Hubungan panjang – bobot ikan Kiper mengikuti persamaan W = 0,002* L2,58, dengan pola pertumbuhan allomatrik negatif. Ikan Kiper mengikuti persamaan pertumbuhan von Bertalanffy Lt = 178 (1-exp-0,73(t-0,06)). Laju mortalitas total (Z) 1,96/tahun, mortalitas penangkapan (F) 1,06/tahun dan mortalitas alami (M) 0,90/tahun. Tingkat pemanfaatan (E) adalah 0,54, berarti sudah sedikit di atas optimum (E = 0,5). 
Isolasi Bakteri Asam Laktat dari Bekasam Ikan Patin dan Potensi Antimikrobanya terhadap Beberapa Bakteri Patogen astuti, Retno Tri; Yufidasari, Hefti Salis; Nursyam, Happy; G.B, Jessica Della
JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research) Vol. 5 No. 3 (2021): JFMR
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Science, Brawijaya University, Malang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jfmr.2021.005.03.10

Abstract

Bekasam merupakan produk fermentasi spontan asal Indonesia yang terbuat dari ikan air tawar dengan tambahan garam dan sumber karbohidrat. Salah satu jenis bakteri yang tumbuh pada bekasam dan menentukan keberhasilan proses fermentasinya adalah bakteri asam laktat. Bakteri asam laktat memproduksi berbagai senyawa yang berperan dalam pembentukan rasa dan aroma produk serta mencegah kerusakan/pembusukan produk. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk melakukan isolasi bakteri asam laktat asal bekasam serta potensinya sebagai antibakteri terhadap bakteri patogen pangan. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan isolasi bakteri asam laktat asal bekasam ikan patin dan menguji aktivitas antagonisnya terhadap E. coli, Salmonella dan S. aureus. Pengujian aktivitas antimikroba dilakukan dengan metode double layer pada media MRSA. Hasil uji antibakteri menunjukkan sebanyak 58,3%, 66,67% dan 91,67% total BAL memiliki aktivitas antibakteri terhadap E. coli, Salmonella dan S. aureus. Tiga isolat BAL dengan aktivitas tertinggi berturut-turut adalah isolat HRB.1.10; HRB.1.7; dan HRB.1.11. Ketiga isolat BAL tersebut merupakan bakteri gram positif, tidak memiliki aktivitas katalase dan tidak menghasilkan gas pada media mengandung glukosa.
KARAKTERISTIK ORGANOLEPTIK ABON IKAN TUNA (Thunnus sp.) DENGAN PENAMBAHAN JANTUNG PISANG Sulistiyati, Titik Dwi; Tambunan, Jeny Ernawati; Hardoko, Mr.; Suprayitno, Eddy; Sasmito, Bambang Budi; Chamidah, Anies; Panjaitan, Mikchaell Alfanov Pardamean; Djamaludin, Heder; Putri, Luh Ayu Hesa Frida Nanda; Kusuma, Zulfia Rifka Ayu
JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research) Vol. 6 No. 1 (2022): JFMR on April
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Science, Brawijaya University, Malang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jfmr.2022.006.01.2

Abstract

Ikan tuna mengandung gizi yang tinggi yaitu protein 22,6 – 26 gram/100 gram dan lemak 0,2- 2,7 gram/100 gram dengan proporsi 50-60% bagian tubuh dapat dikonsumsi. Dengan kandungan gizi ini, ikan tuna berpotensi diolah menjadi berbagai produk olahan salah satunya adalah abon ikan. Abon ikan memiliki daya simpan (shelf-life) yang relatif lama, yaitu selama 50 hari pada suhu kamar. Namun, abon ikan masih memiliki kekurangan yakni rendahnya kadar serat. Alternatif sumber serat yang dapat ditambahkan adalah jantung pisang. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 taraf penambahan jantung pisang yaitu 20%, 25% dan 30% dengan 3 ulangan. Uji yang dilakukan adalah organoleptik untuk mengetahui tingkat kesuakaan panelis terhadap produk abon ikan. Uji organoleptik menggunakan 4 parameter yaitu penampakan, tektur, aroma dan rasa. Hasil perlakuan terbaik berdasarkan keempat parameter tersebut adalah konsentrasi penambahan jantung pisang sebanyak 25% dengan nilai kenampakan 4,067; aroma 3,956; tekstur 4,589; rasa 4,344 dan dengan penerimaan keseluruhan 4,389. Kata kunci: Abon ikan, Jantung pisang, Tuna
MARKETING STRATEGY FOR SOFT BONED MILKFISH MSME PRODUCTS IN SEMARANG CITY DURING THE COVID-19 PANDEMIC Tutianvia, Aldise Kresna Dewi; Suherman, Agus; Mudzakir, Abdul Kohar
JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research) Vol. 5 No. 3 (2021): JFMR
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Science, Brawijaya University, Malang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jfmr.2021.005.03.24

Abstract

The Covid-19 pandemic has had a significant impact on various sectors, including Micro, Small and Medium Enterprises (MSMEs). One of the MSMEs affected is the soft boned milkfish MSME. This study aims to analyze the impact of the Covid-19 pandemic and determine the marketing strategy for soft boned milkfish products in Semarang. The method used in this research is a survey method. Primary data were obtained from 75 SMEs of soft boned milkfish in Semarang City, secondary data was obtained from related books and journals. The data analysis used is descriptive analysis and SWOT analysis. Descriptive analysis is used to determine the impact of the Covid-19 pandemic on the marketing of soft boned milkfish MSME products, SWOT analysis is used to develop alternative strategies for soft boned milkfish MSMEs during the COVID-19 pandemic. The results of the analysis show that the Covid-19 pandemic has an effect on the decline in the number of sales of production products, the number of customers and the number of requests by >50%. Alternative marketing strategies for soft boned milkfish MSME products in Semarang during the Covid-19 pandemic are: a) Branding (trademark) on each product packaging; b) Create attractive packaging designs; c) Registration of Business Permit, Submission for Issuance of SKP (Certificate of Eligibility Processing), Registration of SNI and legality; d) Cooperating with raw material suppliers to meet customer demands; e) Changing the atmosphere of sales outlets/stores by implementing health protocols.
PENGARUH LAMA EKSTRAKSI MENGGUNAKAN NaOH TERHADAP KARAKTERISTIK NANOKALSIUM DARI TULANG SOTONG (Sepia sp.) Sufiani, Nurfitri Lutfiah; Kurniasih, Retno Ayu; Suharto, Slamet
JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research) Vol. 6 No. 1 (2022): JFMR on April
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Science, Brawijaya University, Malang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jfmr.2022.006.01.15

Abstract

Peningkatan proporsi kalsium pada nanokalsium tulang sotong dapat dilakukan dengan metode ekstraksi menggunakan NaOH. Proses ekstraksi dengan menggunakan NaOH akan melarutkan protein dan lemak sehingga proporsi kalsium pada bahan akan meningkat. Tujuan dari penelitian ini adalah mengkaji pengaruh perbedaan lama ekstraksi menggunakan NaOH terhadap karakteristik nanokalsium tulang sotong, mengetahui ukuran partikel dari nanokalsium tulang sotong dan menentukan lama ekstraksi dalam mendapatkan nanokalsium tulang sotong dengan rasio kalsium dan fosfor terbaik. Metode penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dan data diolah menggunakan SPSS 16. Data parametrik dianalisis menggunakan ANOVA dan dilanjutkan dengan Uji Beda Nyata Jujur (BNJ) untuk melihat perlakuan mana yang berbeda. Perlakuan penelitian adalah lama esktraksi menggunakan NaOH 1 jam, 2 jam, dan 3 jam. Parameter yang diujikan adalah rendemen, kadar kalsium, kadar fosfor, derajat putih, kadar air, kadar protein, kadar lemak, kadar abu  dan ukuran partikel. Hasil penelitian menunjukan bahwa semakin lama esktraksi (hingga 3 jam) dapat meningkatkan nilai rendemen, kadar kalsium, kadar fosfor, derajat putih dan kadar abu, tetapi menurunkan nilai kadar protein dan kadar lemak (p<0,05). Nanokalsium tulang sotong dengan lama esktraksi 1 jam, 2 jam dan 3 jam memiliki rata-rata ukuran partikel berturut-turut 665,5; 686,8; dan 616,4 nm. Berdasarkan hasil penelitian dengan kesimpulan bahwa rasio kalsium dan fosfor tertinggi dihasilkan melalui lama ekstraksi dengan menggunakan NaOH selama 3 jam dengan perbandingan 148:1. 
KOMODITAS UNGGULAN PERIKANAN BUDIDAYA KABUPATEN NUNUKAN Kurniawan, Kurniawan; Sondakh, Maxi; Alexiana, Cancy; Wijaya, Melina Maharani
JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research) Vol. 6 No. 1 (2022): JFMR on April
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Science, Brawijaya University, Malang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jfmr.2022.006.01.3

Abstract

Pembangunan daerah dan strategi bisnis yang berkelanjutan di sektor produksi komoditas perikanan menjadi kompleks dan kompetitif antar daerah dan pelaku usaha. Memahami kondisi dan potensi komoditas unggulan serta kehidupan ekonomi pekerja di sektor perikanan merupakan hal yang mendasar. Selanjutnya, sebagai dasar untuk mengembangkan dan mengintegrasikan kebijakan yang membantu pekerja sektor perikanan meningkatkan produksinya, yang mayoritas merupakan komoditas ekspor. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi komoditas unggulan sektor perikanan di Kabupaten Nunukan untuk memberikan informasi kepada pihak terkait dan investor yang berminat pada sektor tersebut. Kabupaten Nunukan adalah salah satu kabupaten yang strategis di provinsi Kalimantan Utara karena berada di wilayah perbatasan. Analisis data menggunakan Location Quotient dengan memanfaatkan data nilai produksi perikanan budidaya yang tersedia dari statistik Kalimantan Utara tahun 2018-2019. Hasil analisis menjelaskan bahwa komoditas unggulan sektor perikanan di kabupaten Nunukan adalah rumput laut (SLQ 2,31), ikan Nila (SLQ 2,63), dan ikan Mas (SLQ 3,38). Komoditas dengan nilai produksi terbesar adalah rumput laut. Tahun 2019 jumlah rumah tangga perikanan budidaya tercatat 3.885 rumah tangga perikanan. Data produksi komoditas Gurame, Kakap, dan Karaputidak tersedia.
STRUKTUR TROFIK IKAN KARANG DAN HUBUNGANNYA DENGAN KONDISI SUBSTRAT DASAR PERAIRAN DI SELAT SEMPU, INDONESIA Andrimida, Anthon; Hardiyan, Fauzul Zain
JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research) Vol. 6 No. 1 (2022): JFMR on April
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Science, Brawijaya University, Malang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jfmr.2022.006.01.6

Abstract

Ikan karang merupakan salah satu komponen biotik yang menjadi tolak ukur kondisi keanekaragaman hayati di ekosistem terumbu karang. Perubahan kondisi dasar perairan yang disebabkan baik oleh aktivitas alami maupun antropogenik mampu mengubah kondisi kelimpahan dan keragaman ikan karang yang ada di suatu wilayah. Begitu juga dengan perubahan kelimpahan ikan karang yang dapat berdampak pada penurunan kualitas ekosistem itu sendiri. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memberikan gambaran mengenai kondisi tingkatan trofik ikan karang  dan hubungannya dengan kondisi dasar perairan di Selat Sempu. Pengambilan data dilaksanakan di Selat Sempu pada Bulan November 2019 pada tiga stasiun menggunakan metode Roving Diver Technique (RDT). Hasil penelitian menemukan 721 individu ikan karang dari 76 spesies dan 25 famili, dimana famili Chaetodontidae, Pomacentridae, dan Labridae yang merupakan famili dengan kelimpahan spesies tertinggi. Stasiun Tiga Warna memiliki tutupan karang hidup tertinggi, yang berhubungan dengan kelimpahan ikan corallivore yang tinggi. Meski demikian, korelasi antara tutupan karang keras dan ikan corallivore menunjukkan hubungan yang lemah (R2=0,2045). Sementara korelasi antara kelimpahan ikan herbivore dan tutupan karang dengan alga menunjukkan korelasi yang kuat (R2=0,9843). Dengan demikian, diketahui bahwa keragaman tutupan dasar perairan memiliki pengaruh terhadap kelimpahan tingkat trofik ikan karang tertentu di suatu wilayah.
AKTIVITAS ANTIMIKROBIA EKSTRAK Padina gymnospora TERHADAP FILLET IKAN TENGGIRI (Scomberomorus commerson) PADA SUHU DINGIN SELAMA PENYIMPANAN 9 HARI Chamidah, Anies; Burhana, Gaby Shinta
JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research) Vol. 6 No. 1 (2022): JFMR on April
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Science, Brawijaya University, Malang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jfmr.2022.006.01.16

Abstract

Fillet ikan segar merupakan produk yang tergolong perisable food yaitu bahan pangan yang mudah rusak. Penjualan  fillet ikan umumnya dilakukan hanya di outlet-outlet supermarket yang ada fasilitas pendinginan yang sangat memadahi yang tentunya membutuhkan modal besar. Untuk memasyarakatkan “gemar makan ikan” maka harus dilakukan terobosan-terobosan inovatif, supaya pemasaran ikan dapat sampai menembus daerah atau kampung-kampung salah satunya adalah penjualan ikan-ikan yang tergolong eksklusif dengan harga yang relative “miring” karena fasilitas yang digunakan lebih sederhana tetapi tidak mengurangi kualitas produknya. Salah satu penyebab kerusakan ikan adalah adanya mikroorganisme pembusuk, alternative yang ditawarkan adalah dengan menambahkan zat antimikroba yang aman. Rumput  laut Padina gymnospora mengandung zat antimikroba. Oleh  karena itu penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh zat antimikroba/antibakteri ekstrak P. gymnospora pada perlakuan lama masa simpan fillet ikan tenggiri segar. Denga harapan  masa simpannya lebih lama dengan kualitas tetap terjaga.Tahap pertama yang dilakukan adalah mencari konsentrasi terbaik ekstrak P. gymnospora dengan uji antibakteri pada bakteri Salmonella sp. dan Escerichia coli, dan diperoleh konsentrasi terbaik yaitu700mg/ml. Selanjutnya  tahap kedua, ekstrak diaplikasikan pada fillet ikan tenggiri dan dilakukan penyimpanan yang dibandingkan dengan kontrol (tanpa penambahan ekstrak P. gymnospora) dan disimpan selama 9 hari dan setiap 3 hari  dilakukan pengamatan mutu ikan. Meliputi  TVBN, pH, TPC dan Organoleptik. Hasil penelitian menunjukkan beda nyata (p<0,05) antara fillet yang ditambahi ekstrak dan tanpa ekstrak. Ekstrak P. gmnospora mampu mempertahankan kesegaran fillet ikan tenggiri yang disimpan pada suhu dingin ±4 ºC dengan es batu mampu bertahan selama 6 hari dibandingkan dengan fillet ikan tenggiri tanpa diberi ekstrak Padina gmnospora hanya bertahan selama 3 hari.Â