cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
EDUHUMANIORA: Jurnal Pendidikan Dasar
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Eduhumaniora is a peer-reviewed scientific journal that publishes different kinds of scientific articles based on the research-article and ideas-article. All topics that we received only articles relating to elementary education fields. For research category, articles can be written using quantitative and qualitative approaches, and can be made in a variety of research designs, such as action research, experiments, and case studies. This journal was published since 2009 twice a year every January and July, and published by the collaboration between Elementary Teacher Education Program, Kampus UPI di Cibiru and Himpunan Dosen PGSD Indonesia.
Arjuna Subject : -
Articles 324 Documents
PENINGKATAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH SISWA SD DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA DENGAN MODEL DISKURSUS MULTY REPRESENTATION (DMR) Rostika, Deti; Junita, Herni
EduHumaniora | Jurnal Pendidikan Dasar Kampus Cibiru Vol 9, No 1: Januari 2017
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/eh.v9i1.6176

Abstract

Abstract: Mathematics is a science that is universal and able to integrate with other subjects. One of the goals of mathematics learning based on Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan is to understand, explain and apply mathematical concepts in the context of problem solving. But in the field, the students tend to difficulties in resolving problems related to problem solving in mathematics. This is due to the low ability students in mathematical problem solving in students' learning because not used to thinking creatively. It required a real effort to improve students' problem-solving abilities in mathematics. One of the measures taken namely through mathematics model Multy Discourse Representation (DMR). Learning with models DMR is one alternative that can be used because it exposes students to work in groups, in order to issue a power of representation held by the students.Keyword: Problem solving ability, DMR Model, Mathematic learning. Abstrak: Matematika merupakan suatu ilmu yang sifatnya universal dan mampu berintegrasi dengan mata pelajaran lain. Salah satu tujuan pembelajaran matematika berdasarkan kurikulum tingkat satuan pendidikan adalah memahami, menjelaskan dan mengaplikasikan konsep matematika dalam konteks pemecahan masalah. Namun dalam pelaksanaan di lapangan, siswa cenderung kesulitan dalam menyelesaikan persoalan terkait pemecahan masalah dalam pembelajaran matematika. Hal ini disebabkan rendahnya kemampuan siswa dalam pemecahan masalah matematis karena dalam pembelajaran siswa tidak terbiasa berpikir secara kreatif. Untuk itu diperlukan upaya nyata dalam meningkatkan kemampuan pemecahan masalah siswa dalam pembelajaran matematika. Salah satu upaya yang diambil yakni melalui pembelajaran matematika dengan model Diskursus Multy Representation (DMR). Pembelajaran dengan model DMR merupakan salah satu alternatif yang dapat digunakan karena menghadapkan siswa kepada bekerja secara berkelompok, supaya dapat mengeluarkan daya representasi yang dimiliki oleh diri siswa.Kata kunci: Kemampuan pemecahan masalah, Model DMR, Pembelajaran matematika
Tinjauan Terhadap Pelaksanaan Pendidikan Jasmani Di sekolah Dasar Kecamatan Cimahi Utara Kabupaten Bandung M. Arifin, Robandi Roni
EduHumaniora | Jurnal Pendidikan Dasar Kampus Cibiru Vol 2, No 2: Juli 2010
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/eh.v2i2.2764

Abstract

Abstrak Tujuan penelitian ini untuk mengetahui sejauh mana pelaksanaan pembelajaran pendidikan jasmani di SD, yang meliputi sarana dan peralatan yang digunakan, pencapaian materi progtam pendidikan, dan metoda pengajaran. Metoda yang digunakan adalah metoda deskriftif, dengan teknik observasi langsung kelapangan melalui pengukuran berupa kuestioner. Penelitian dilakukan kepada guru bidang studi Pendidikan Jasmani yang mengajar pada kelas tiga dan empat SD. Di kecamatan Cimahi Utara Kabupaten Bandung, diperoleh 15 SD. Dengan demikian penelitian ini menggunakan sampel random dan data yang terkumpul hanya 15 eksmplar. Hasil dari pengukuran dikumpulkan dan dianalisis dengan menggunakan prosentase. Dari hasil pengolahan data diperoleh; (1) Pencapaian program pendidikan jasmani di SD relatif kecil pada umumnya hanya mencapai 75%. Faktor kurangnya sarana dan peralatan, menjadi salah satu indikator kekurang berhasilanya program pendidikan jasmani di SD. (2) Sebagian besar guru pendidikan jasmani sudah melaksanakan program intrakurikuler sesuai dengan kurikulum. (3) Kreatifitas guru pendidikan jasmani, dalam menyajikan materi pelajaran pada umumnya sudah baik.Kata kunci: Tinjauan, Pelaksanaan, Pendidikan Jasmani, Sekolah Dasar.
Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa Sekolah Dasar Mulyati, Tita
EduHumaniora | Jurnal Pendidikan Dasar Kampus Cibiru Vol 3, No 2: Juli 2011
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/eh.v3i2.2807

Abstract

AbstrakPemecahan masalah merupakan salah satu kemampuan yang harus dikuasai siswa setelah belajar matematika. Kenyataannya, di SD, pembelajaran matematika yang mengembangkan kemampuan pemecahan masalah belum mendapat banyak perhatian dari guru-guru. Kurangnya perhatian guru terhadap pengembangan kemampuan pemecahan masalah dalam proses pembelajaran matematika mengakibatkan siswa kurang memiliki kemampuan pemecahan masalah. Kekurangan masalah non-rutin dalam buku sumber (teks) menjadi salah satu penyebabnya, selain itu guru terbiasa mengadopsi soal-soal yang terdapat pada buku sumber.Selain itu, pendekatan abstrak dengan metode ceramah dan pemberian tugas sangatlah dominan dari setiap kegiatan pembelajaran matematika di SD. Diperlukan pembelajaran yang mengintegrasikan pengetahuan, keterampilan, dan pemikiran yang kreatif serta lebih menekankan pada pengalaman dan keterlibatan siswa secara aktif dalam pemecahan masalah. Salah satu pembelajaran yang bisa dilakukan yaitu dengan menerapkan pendekatan pendidikan matematika realistik.Kata Kunci: Pemecahan Masalah, Matematis, Siswa SD
Tes Diagnostik Kesulitan Belajar Dan Pengajaran Remedial Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Matemetika Di SDN 7 Serang Tiurlina, -
EduHumaniora | Jurnal Pendidikan Dasar Kampus Cibiru Vol 5, No 2: Juli 2013
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/eh.v5i2.2844

Abstract

Pada pembelajaran matematika di SD guru dapat mengetahui letak kesulitan belajar siswa dengan menggunakan tes diagnostik kesulitan belajar. Berdasarkan tes diagnostik guru dapat mengetahui materi-materi matematika yang belum dipahami siswa dan kemudian melakukan pengajaran remedial pada materi-materi matematika tersebut. Penelitian ini bertujuan agar guru dapat membuat tes diagnostik kesulitan belajar yang sesuai standar dan untuk memperoleh data kesulitan belajar siswa pada matematika dengan menggunakan tes diagnostik kesulitan belajar serta untuk mengetahui perbedaan hasil belajar antara siswa sebelum mendapatkan pengajaran remedial dengan siswa sesudah mendapatkan pengajaran remedial. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif eksperimen yang dilakukan pada siswa kelas 4 sebanyak 40 orang. Data dikumpulkan melalui tes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembuatan tes diagnostik kesulitan belajar dimulai dengan membuat kisi-kisi soal pada pecahan yang mewakili topik penjumlahan dan pengurangan berpenyebut tidak sama, kemudian tes diagnostik diuji validitas dan reabilitasnya. Berdasarkan hasil tes diagnostik ternyata siswa masih kesulitan dalam menyelesaikan soal cerita penjumlahan berpenyebut tidak sama sebesar 75 % dan menyelesaikan soal cerita pengurangan berpenyebut tidak sama sebesar 84 %. Rata-rata hasil belajar siswa sebelum mendapatkan pengajaran remedial : 42,33 dan sesudah mendapatkan pengajaran remedial : 82,08. Setelah dilakukan perhitungan dengan uji t, diperoleh t hitung t tabel, berarti ada perbedaan hasil belajar antara siswa sebelum mendapatkan pengajaran remedial dengan siswa sesudah mendapatkan pengajaran remedial.Kata kunci : Tes diagnostik, kesulitan belajar, pengajaran remedial hasil belajar matematika.
Penerapan Model Inkuiri dalam Meningkatkan Pembelajaran IPS SD Kelas IV Sekolah Dasar Rustini, Hj. Tin
EduHumaniora | Jurnal Pendidikan Dasar Kampus Cibiru Vol 1, No 1: Januari 2009
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/eh.v1i1.2721

Abstract

Masalah kualitas pembelajaran IPS di Sekolah Dasar telah lama diperbincangkan. Hal ini menjadi satu syarat bahwa pendidik perlu melakukan inovasi untuk memperbaiki pembelajaran baik yang menyangkut proses maupun hasil. Penelitian ini merupakan salah satu realisasi dari upaya tersebut. Penelitian ini menawarkan alternatif model yang berorientasi pada model pembelajaran yang dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa. Prosedur Penelitian ini mengacu pada Kemmis Targant dalam bentuk siklus. Pada setiap siklus terdiri dari 4 kegiatan pokok yaitu perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi. Penelitian tindakan ini mampu mengembangkan suatu model pembelajaran sesuai kurikulum yang berlaku dan sesuai pula dengan kondisi lapangan. Hasil dari penelitian ini menyimpulkan bahwa model inkuiri terbimbing merupakan salah satu model pembelajaran yang dapat mengembangkan aktivitas belajar siswa sehingga proses dan hasil belajar siswa akan lebih baik. Oleh karena itu pembelajaran IPS dengan menggunakan model inkuiri terbimbing cukup efektif untuk meningkatkan kualitas proses dan hasil belajar siswa sekolah dasar. Pada akhirnya penelitian ini merekomendasikan agar dalam proses pembelajaran yang menantang dan menyenangkan siswa, melatih keterampilan siswa dalam pemecahan masalah, rasa ingin tahu dan motivasi belajar siswa lebih merasa tertantang untuk membantu, melayani dan mendorong siswa untuk lebih aktif dalam kegiatan belajar Kata Kunci: Model Inkuiri, Pemb
PENGARUH PENERAPAN PEMBELAJARAN BERBASIS PENGALAMAN MENGGUNAKAN PERCOBAAN SECARA INKUIRI TERHADAP PENINGKATAN KETERAMPILAN PROSES SAINS SISWA SEKOLAH DASAR PADA PEMBELAJARAN IPA Yusup, Meri; Suhandi, Andi
EduHumaniora | Jurnal Pendidikan Dasar Kampus Cibiru Vol 8, No 2: Juli 2016
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/eh.v8i2.5144

Abstract

Abstract: The effect of the application of experience-based learning to increase understanding and science process skills of elementary school students in learning science. This study aimed to determine the effect of the use of experience-based learning that uses inquiry and experimental trials of traditional (verification) in science teaching in elementary school to the improvement of Science Process Skills students on a simple plane material in class V. This study uses quasi-experimental. Based on the results of the N-gain calculation Science Process Skills for the experimental class of 0.44 with the category of Medium and the control grade of 0.08 with the low category.Keywords: Experience Based Learning, Science process skills, Science EducationAbstrak: Pengaruh penerapan pembelajaran berbasis pengalaman terhadap peningkatan kemampuan memahami dan keterampilan proses sains siswa sekolah dasar pada pembelajaran IPA. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan pembelajaran berbasis pengalaman yang menggunakan percobaan secara inkuiri maupun percobaan tradisional (verifikatif) dalam pembelajaran IPA di Sekolah Dasar (SD) terhadap peningkatan Keterampilan Proses Sains (KPS) siswa pada materi pesawat sederhana di kelas V. penelitian ini menggunakan kuasi eksperimen. Berdasarkan hasil perhitungan N-gain Keterampilan Proses Sains untuk kelas eksperimen sebesar 0,44 dengan katagori Sedang dan pada kelas kontrol sebesar 0,08 dengan katagori rendah.Kata Kunci : Pembelajaran Berbasis Pengalaman, Keterampilan proses Sains, IPA
Pengembangan Model Pembinaan Profesionalisasi Guru Pendidikan Jasmani Di Sekolah Dasar Melalui Lesson Study Berbasis Kelompok Kerja Guru Safari, Indra
EduHumaniora | Jurnal Pendidikan Dasar Kampus Cibiru Vol 3, No 1: Januari 2011
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/eh.v3i1.2798

Abstract

AbstrakLesson study dilaksanakan melalui tiga tahapan yaitu perencanaan, observasi, dan refleksi. Lesson study adalah salah satu bentuk pembinaan guru (in-service) yang dapat dilakukan untuk meningkatkan profesionalisme guru yang pelaksanaannya dapat berbasis sekolah maupun MGMP/KKG. Mengingat lesson study adalah suatu model pembinaan profesi guru yang baru diimplementasikan di KKG/MGMP. Secara khusus ada beberapa tujuan penelitian sehubungan dengan permasalahan penelitian, antara lain sebagai berikut: 1) Mengembangkan model pembinaan profesionalisasi guru pendidikan jasmani SD melalui lesson studi yang berbasis KKG yang meliputi: desain perencanaan, implementasi, dan evaluasi hasil model pembinaan. 2) Menyusun program model pembinaan profesionalisasi guru pendidikan jasmani SD melalui lesson study berbasis KKG, terutama dalam hal: menyusun program perencanaan, pedoman pelaksanaan, dan pedoman penilaian, dan 3) Mengetahui keunggulan dan kelemahan pengembangan model pembinaan profesionalisasi guru pendidikan jasmani melalui lesson study berbasis kelompok kerja guru baik dari segi perencanaan model pembinaan, pelaksanaan model pembinaan maupun penilaian model pembinaan. Kesimpulan kegiatan Lesson Study materi melompat ini dapat tergambar menjadi : 1) Untuk lebih mengetahui perencanaan dalam upaya meningkatkan penguasaan keterampilan gerak dasar lompat jauh gaya jongkok pada siswa SDN Salamjajar Kecamatan Cisitu maka rancangan pembelajaran dikemas dalam bentuk kegiatan lompat kardus dan papan kayu dengan berbagai macam variasi bentuk atau formasi kegiatan. 2) Pelaksanaan proses pembelajaran lesson study untuk meningkatkan keterampilan gerak dasar lompat jauh gaya jongkok dilaksanakan melalui kegiatan lompat kardus, juga diberi tambahan papan kayu sebagai landasan untuk melakukan tolakan. Apabila masih belum berhasil juga maka proses pembelajaran dilaksanakan dengan bentuk permainan berpos, yang terdiri dari empat pos. 3) Hambatan-hambatan yang ditemui selama proses pembelajaran lesson study materi lompat jauh gaya jongkok melalui kegiatan lompat kardus dan papan kayu, hanya terdapat hambatan kecil yang tidak berarti, seperti kardus banyak yang rusak karena terinjak. 4) Pelaksanaan evaluasi dalam pembelajaran lompat jauh gaya jongkok dilakukan dalam bentuk tes keterampilan proses berdasarkan deskriptor yang telah disusun, dan tes keterampilan produk pada pertemuan terakhir.Kata Kunci : Lesson Study, pembinaan, profesi.
Persentasi Perkuliahan Perkembangan Peserta Didik Menggunaka Sistem Undian Meningkatkan Prestasi Belajar Mahasiswa Semester II Tahun 2011/2012 Herawati, Nenden
EduHumaniora | Jurnal Pendidikan Dasar Kampus Cibiru Vol 5, No 1: Januari 2013
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/eh.v5i1.2835

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi adanya nilai akhir mata kuliah Psikologi Pendidikan pada semester satu (I) nilai yang dicapai mahasiswa pada umumnya rendah, maka harus diperbaiki pada semester dua(II)mata kuliah Perkembangan Peserta Didik, pembelajarannya menggunakan presentasi sistem undian yang rumusan masalahnya; bagaimana perencanaan, pelaksanaan, dan hasil belajar mahasiswa dengan menggunakan presentasi sistem undian.Tujuannya untuk mendapatkan gambaran perencanaan,pelaksanaan dan hasil belajar mahasiswa dengan menggunakan presentasi perkuliahan sistem undian, yang bermanfaat untuk mengembangkan potensi mahasiswa mencapai perkembangan yang optimal. Teori-teori yang menunjang tugas-tugas perkembangan mahasiswa, model-model pembelajaran dan layanan bimbingan. Sedangkan metode penelitiannya menggunakan metode penelitian tindakan kelas dari Carr dan Kemmis, yang karakteristiknya observasi, perencanaan,pelaksanaan, dan refleksi. Dengan subjek penelitian mahasiswa semester II (dua) tahun 2011/2012. Teknik penumpulan data observasi dan wawancara. Instrumen penelitiannya resume, presentasi, diskusi, UTS dan UAS. Hasil penelitian dan Pembahasan menunjukkan adanya kemajuan dan keberhasilan dalam penilaian diakhir perkuliahan dari membuat resume, lalu dari mempresentasikan materi perkuliahan, mahasiswa mampu memaparkan materi dengan lancar. Begitu halnya dari hasil UTS dan UAS pada umumnya memperoleh nilai yang cukup bagus. Kemudian nilai akhir mata kuliah perkembangan peserta didik ini nilai terendah 7,6 dan nilai tertinggi dapat dicapai 8,6. Maka dapat disimpulkan metode pembelajaran dengan menggunakan presentasi sistem undian dapat meningkatkan prestasi belajar mahasiswa. Olehkarena itu, disarankan mahasiswa sebaiknya secara rutin mempelajari semua mata kuliah yang ditempuh, sedikit demisedikit jangan belajar hanya akan menghadapi ujian. Bagi dosen selalu harus memfasilitasi dan mengembangkan potensi mahasiswa agar mencapai perkembangan dan hasil belajar yang optimal.Kata Kunci: Presentasi, Prestasi Belajar Mahasiswa, Mata Kuliah Perkembangan Peserta Didik, Sistem Undian
Peningkatan Pemahaman Konsep Matematika Siswa Sekolah Dasar Melalui Model Guided Discovery Learning Nurmalasari, Nia
EduHumaniora | Jurnal Pendidikan Dasar Kampus Cibiru Vol 7, No 2: Juli 2015
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/eh.v7i2.2711

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mengetahui peningkatan pemahaman konsep matematika siswa kelas V SD yang memperoleh pembelajaran dengan model Guided Discovery Learning. (2) Mengetahui peningkatan pemahaman konsep matematika siswa kelas V SD yang memperoleh pembelajaran matematika dengan model pembelajaran langsung? (3) Mengetahui peningkatan pemahaman konsep matematika siswa kelas V SD yang memperoleh pembelajaran dengan model Guided Discovery Learning lebih baik dibandingkan dengan siswa yang memperoleh pembelajaran langsung. Penelitian ini menggunakan metode kuasieksperimen dengan desain kontrol pretest posttest. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas V sekolah dasar di kecamatan Batujajar, tahun ajaran 2014-2015. Sampel penelitian yaitu siswa kelas V dari 2 sekolah di wilayah tersebut. Data penelitian ini diperoleh melalui tes kemampuan pemahaman konsep matematika siswa. Dari keseluruhan proses dapat disimpulkan bahwa hasil penelitian ini adalah: (1) Dengan menggunakan model pembelajaran guided discovery learning, pemahaman konsep matematika siswa kelas V SD meningkat, (2) Dengan menggunakan model pembelajaran langsung, pemahaman konsep matematika siswa kelas V SD meningkat. (3) Peningkatan pemahaman konsep matematika siswa yang memperoleh pembelajaran dengan model pembelajaran guided discovery learning lebih baik daripada siswa yang memperoleh pembelajaran langsung”. Model pembelajaran yang diterapkan dalam penelitian ini memberikan pengaruh secara signifikan terhadap kemampuan pemahaman konsep matematika siswa
ANALISIS KEMUNCULAN SIKAP SPIRITUAL DAN SIKAP SOSIAL DALAM KEGIATAN PEMBELAJARAN IPA KELAS IV SD YANG MENGGUNAKAN KTSP DAN KURIKULUM 2013 Gusviani, Evi
EduHumaniora | Jurnal Pendidikan Dasar Kampus Cibiru Vol 8, No 1: Januari 2016
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/eh.v8i1.5127

Abstract

Abstract: Nowadays, moral decadence is a serious handling requires the formamation of character and dignity of the nation depended on the establisment of the man himself. The efforts can be done in the educational environment that is built the character of learners by developing an attitude of spiritual and social components used in this study. The goals of this study are to describe of spiritual and social attitudes on science learning activities on fourth grade that use KTSP and 2013 curriculum. The study was conducted with qualitative descriptive method and purposive sampling technique. Instruments used in the form of observational learning activities to analyze the emergence of the spiritual and social attitudes using videograph. Based on the results of the average total spiritual and social attitudes acquired elemtary used 2013 curriculum get bigger results. Expected from this research can serve as a basis for further research and as a motivation for teachers to be able to bring up an spiritual and social attitudes, especially in science learning. Keywords: spiritual attitudes, social attitudes, KTSP, and Curriculum 2013 Abtrak: Dewasa ini, dekadensi moral merupakan hal yang memerlukan penanganan serius mengingat pembentukan watak dan martabat bangsa bergantung pada pembentukan pribadi dari manusia itu sendiri. Upaya yang dapat dilakukan dalam lingkungan pendidikan yaitu membina karakter peserta didik dengan mengembangkan sikap spiritual dan sosial yang dijadikan komponen dalam penelitian ini. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan kemunculan sikap spiritual dan sosial pada kegiatan pembelajaran IPA kelas IV SD yang menggunakan KTSP dan Kurikulum 2013. Penelitian ini dilakukan secara kualitatif dengan metode deskriptif dan teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan berupa observasi kegiatan pembelajaran untuk menganalisis kemunculan sikap spiritual dan sosial menggunakan videograph. Berdasarkan hasil perhitungan total rata-rata kemunculan sikap spiritual dan sosial diperoleh SD yang menggunakan Kurikulum 2013 mendapatkan hasil yang lebih besar. Diharapkan dari penelitian ini dapat dijadikan sebagai dasar bagi penelitian selanjutnya dan sebagai motivasi bagi guru untuk dapat memunculkan sikap spiritual dan sikap sosial, khususnya dalam pembelajaran IPA.Kata kunci:sikap spiritual, sikap sosial, KTSP, dan Kurikulum 2013

Page 3 of 33 | Total Record : 324