cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
EDUHUMANIORA: Jurnal Pendidikan Dasar
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Eduhumaniora is a peer-reviewed scientific journal that publishes different kinds of scientific articles based on the research-article and ideas-article. All topics that we received only articles relating to elementary education fields. For research category, articles can be written using quantitative and qualitative approaches, and can be made in a variety of research designs, such as action research, experiments, and case studies. This journal was published since 2009 twice a year every January and July, and published by the collaboration between Elementary Teacher Education Program, Kampus UPI di Cibiru and Himpunan Dosen PGSD Indonesia.
Arjuna Subject : -
Articles 324 Documents
PENERAPAN PENDEKATAN SAINTIFIK UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIK PESERTA DIDIK di SEKOLAH DASAR Fadhilaturrahmi, Fadhilaturrahmi
EduHumaniora | Jurnal Pendidikan Dasar Kampus Cibiru Vol 9, No 2: Juli 2017
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/eh.v9i2.7078

Abstract

Abstract: This study aims to improve the ability of mathematical communication by applying scientific approach in primary school. This study is a classroom action research. The subject of this research is all students of grade V of SD 016 Bangkinang Kota. The instrument used in data collection is a mathematical communication test of the description form. Implementation of learning carried out with 5 steps scientific approach that is: observing, asking, reasoning, try and communicate. This research data obtained from the results by using tests, observations, interviews, and discussions. This research was conducted for two cycles, ie cycle I held two meetings (6 x 35 minutes) and cycle II was held in two meetings (6 x 35 minutes). Result of research from every cycle that have been implemented seen improvement. This can be seen in the first cycle, the average value of students' communication skills is 92.61% percentage of students, and the meeting 2 percentage 62.54%. In the second cycle of meeting 1, the average value of mathematical communication ability is 8.71 with the percentage of 86% of students and on the second cycle of meeting 2, the average score of students' mathematical communication ability is 85 with the percentage of 97.20 students. Based on the observations made also seen the increase of student activeness in the learning process. Thus it can be concluded that the research by using scientific approach can improve students' mathematical communication skills Keyword:  Saintific approach, mathematics of communication  Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk  meningkatkan kemampuan komunikasi matematik dengan menerapkan pendekatan saintifik di sekolah dasar. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas. Subjek penelitian ini  adalah seluruh siswa kelas V Sekolah dasar 016 Bangkinang Kota. Instrumen yang digunakan dalam pengumpulan data adalah tes komunikasi matematik bentuk uraian. Pelaksanaan pembelajaran dilaksanakan dengan  5 langkah pendekatan saintifik  yaitu: mengamati, menanya, menalar, mencoba dan mengkomunikasikan. Data penelitian ini diperoleh dari hasil dengan menggunakan tes, observasi, wawancara, dan diskusi. Penelitian ini dilaksanakan selama dua siklus, yaitu  siklus I dilaksanakan dua kali pertemuan (6 x 35 menit) dan siklus II dilaksanakan dalam dua kali pertemuan (6 x 35 menit). Hasil penelitian dari setiap siklus yang telah dilaksanakan terlihat adanya peningkatan. Hal ini dapat dilihat pada siklus I , nilai rata-rata kemampuan komunikasi siswa adalah persentase 92,61% siswa,dan pertemuan 2 persentasenya 62,54% . Pada siklus II pertemuan 1, nilai rata-rata kemampuan komunikasi matematik adalah 8,71 dengan persentase 86% siswa dan pada siklus II pertemuan 2, nilai rata-rata kemampuan komunikasi matematik siswa adalah 85 dengan persentase 97,20 siswa. Berdasarkan pengamatan yang dilakukan terlihat juga adanya peningkatan keaktifan siswa dalam proses pembelajaran. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pada penelitian dengan menggunakan pendekatan saintifik  dapat meningkatkan kemampuan komunikasi matematik siswa.Kata Kunci:  Pendekatan saintifik, Kemampuan Komunikasi Matematik
Model Pembelajaran Nondirective untuk Meningkatkan Kemampuan Berbicara dan Kepercayaan Didi Peserta Didik Rajai, M. Ali; Damaianti, Vismania S.
EduHumaniora | Jurnal Pendidikan Dasar Kampus Cibiru Vol 7, No 1: Januari 2015
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/eh.v7i1.2793

Abstract

Pembelajaran yang masih bersifat pemindahan isi melatarbelakangi rendahnya kemampuan berbicara dan kepercayaan diri peserta didik dalam pembelajaran bahasa indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kendala dan kesulitan peserta didik dan guru dalam pembelajaran, mengetahui rancangan pembelajaran dan rancangan perbaikan pembelajaran, serta mengetahui hasil belajar peserta didik setelah melaksanakan pembelajaran berbasis model nondirective untuk meningkatkan kemampuan berbicara dan kepercayaan diri peserta didik. Penelitian yang dilakukan merupakan penelitian tindakan kelas dengan subjek penelitian kelas IV SDN Rancabolang Kota Bandung. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes unjuk kerja dan tes otentik berupa lembar kerja siswa. Data hasil penelitian disajikan dari hasil prasiklus, siklus I dan siklus II secara deskriptif. Dari deskripsi tersebut dapat dilihat peningkatan kemampuan dan hasil belajar peserta didik dari mulai prasiklus, siklus I dan siklus II. Berdasarkan hasil analisis data ditarik kesimpulan bahwa kemampuan berbicara dan kepercayaan diri peserta didik meningkat setelah melakukan pembelajaran berbasis model nondirective.
Meningkatkan Kemampuan Representasi Matematika Siswa Sekolah Dasar Melalui Pembelajaran Matematika Dengan Strategi React Yuniawatika, - -
EduHumaniora | Jurnal Pendidikan Dasar Kampus Cibiru Vol 4, No 2: Juli 2012
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/eh.v4i2.2830

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk menelaah apakah pembelajaran matematika dengan strategi REACT lebih baik dalam meningkatkan kemampuan representasi matematik siswa dibandingkan dengan strategi konvensional, serta memperoleh informasi mengenai sikap siswa terhadap pembelajaran matematika dengan strategi REACT. Penelitian ini menggunakan desain “Nonequivalent Control Group Design”. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas V SD dari sekolah berlevel baik dan sedang sebanyak 4 kelas dengan 2 kelas kelompok eksperimen diberi perlakuan pembelajaran strategi REACT, dan 2 kelas kelompok kontrol mendapatkan pembelajaran konvensional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran matematika dengan strategi REACT secara signifikan lebih baik dalam meningkatkan kemampuan representasi matematik siswa sekolah dasar dibandingkan dengan siswa yang mengikuti pembelajaran dengan strategi konvensional ditinjau dari level sekolah maupun dari kemampuan matematika siswa. Selain itu, sebagian besar siswa menunjukkan respon yang positif terhadap pembelajaran yang telah dilakukan.Kata kunci: Strategi REACT, Kemampuan Representasi Matematik Siswa.
Analisis Kemunculan Sikap Spiritual dan Sikap Sosial dalam Kegiatan Pembelajaran IPA Kelas IV SD yang Menggunakan KTSP dan Kurikulum 2013 Gusviani, Evi
EduHumaniora | Jurnal Pendidikan Dasar Kampus Cibiru Vol 7, No 2: Juli 2015
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/eh.v7i2.2706

Abstract

Dewasa ini, dekadensi moral merupakan hal yang memerlukan penanganan serius mengingat pembentukan watak dan martabat bangsa bergantung pada pembentukan pribadi dari manusia itu sendiri. Upaya yang dapat dilakukan dalam lingkungan pendidikan yaitu membina karakter peserta didik dengan mengembangkan sikap spiritual dan sosial yang dijadikan komponen dalam penelitian ini. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan kemunculan sikap spiritual dan sosial pada kegiatan pembelajaran IPA kelas IV SD yang menggunakan KTSP dan Kurikulum 2013. Penelitian ini dilakukan secara kualitatif dengan metode deskriptif dan teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan berupa observasi kegiatan pembelajaran untuk menganalisis kemunculan sikap spiritual dan sosial menggunakan videograph. Berdasarkan hasil perhitungan total rata-rata kemunculan sikap spiritual dan sosial diperoleh SD yang menggunakan Kurikulum 2013 mendapatkan hasil yang lebih besar. Diharapkan dari penelitian ini dapat dijadikan sebagai dasar bagi penelitian selanjutnya dan sebagai motivasi bagi guru untuk dapat memunculkan sikap spiritual dan sikap sosial, khususnya dalam pembelajaran IPA.
PENERAPAN PENDEKATAN PEMBELAJARAN SAINTIFIK PENDIDIKAN JASMANI UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN SISWA SEKOLAH DASAR Suherman, Ayi
EduHumaniora | Jurnal Pendidikan Dasar Kampus Cibiru Vol 8, No 1: Januari 2016
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/eh.v8i1.5121

Abstract

Abstract: One of the efforts to improve the management of physical education learning through scientific approach which gives ample opportunity for students to critical thinking, analysis and precise in solving problems in teaching physical education. The purpose of this study is to improve student learning elementary school. This research method using Action Research (PTK) collaborative. Data collection techniques using field notes, interview sheets, observation sheets, and a photo camera. Location of the study conducted in SDN Jatihurip Sumedang District of the North with the studied subjects totaling 35 students of class VI student. The results of the study includes planning, teacher performance, student activities, student learning outcomes. In cycle 1, aspects of planning reached 74.16%, aspects of teacher performance reached 68.33%, aspects of student activity reached 42.10% of the overall target of 90% and aspects of learning outcomes that otherwise completed 47.38% of the target of 90%. In the cycle to two aspects of planning reached 88.83%, aspects of teacher performance reached 89.16%, aspects of student activity reached 55, 26% and aspects of learning outcomes expressed 87.57 although not reached the target of 90%. In the 3rd cycle, planning aspect only reached 97.75%, aspects of teacher performance only reached 99.16%, aspects of student activity shows the results of 97.36% and aspects of learning outcomes that otherwise completed reached 94.73% exceeded the target of 90%. The conclusion of this study is the use of physical education scientific approach to learning can be used to improve student learning outcomes.Keywords: Learning Approach, Sports Education, Learning outcomes Abstrak: Salah satu upaya memperbaiki pengelolaan pembelajaran pendidikan jasmani melalui pendekatan saintifik yang memberi kesempatan yang luas kepada siswa untuk berfikir secara kritis, analisis dan tepat dalam memecahkan masalah dalam pembelajaran pendidikan jasmani. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan pembelajaran siswa sekolah dasar. Metode penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas(PTK) kolaboratif. Teknik pengumpulan data menggunakan catatan lapangan, lembar wawancara, lembar pengamatan, dan kamera foto. Lokasi penelitian dilaksanakan di SDN Jatihurip Kecamatan Sumedang Utara dengan subjek yang diteliti siswa kelas VI berjumlah 35 siswa. Hasil penelitian meliputi perencanaan, kinerja guru, aktivitas siswa, hasil belajar siswa. Pada siklus 1, aspek perencanaan mencapai 74,16%, aspek kinerja guru mencapai 68,33%, aspek aktivitas siswa mencapai 42.10% dari keseluruhan target 90% dan aspek hasil belajar yang dinyatakan tuntas 47,38% dari target 90%. Pada siklus ke 2 aspek perencanaan mencapai 88,83%, aspek kinerja guru mencapai 89,16%, aspek aktivitas siswa mencapai 55, 26% dan aspek hasil belajar yang dinyatakan 87.57meskipun belum mencapai target 90%. Pada siklus ke3, aspek perencanaan hanya mencapai 97,75%, aspek kinerja guru hanya mencapai 99,16%, aspek aktivitas siswa menunjukkan hasil 97.36% dan aspek hasil belajar yang dinyatakan tuntas mencapai 94,73% melampai target 90%. Kesimpulan penelitian ini adalah penggunaan pendekatan pembelajaran saintifik pendidikan jasmani dapat digunakan untuk meningkatkan hasil belajar siswa. Kata Kunci: Pendekatan Pembelajaran, saintifik Penjas, hasil pembelajaran dan kurikulum 2013.
Model Pembelajaran Inovatif Berbasis Konsep Sekolah Ramah Anak Sudirjo, Encep
EduHumaniora | Jurnal Pendidikan Dasar Kampus Cibiru Vol 2, No 1: Januari 2010
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/eh.v2i1.2748

Abstract

AbstrakAnak yang belajar dengan dimensi sekolah ramah anak selain anak merasa senang, potensinya tergali dan terkembangkan. Dengan model pembelajaran yang lebih mengutamakan aktifitas siswa, sekolah juga menyediakan lingkungan dan fasilitas yang mengakomodir apa yang diinginkan siswa sehingga siswa menjadi senang belajarnya. Siswa dilibatkan dalam berbagai aktifitas yang dapat mengembangkan kemampuannya (learning by doing). Siswa diberi kesempatan untuk menyampaikan gagasannya, memajangkan hasil karyanya diikutsertakan dalam pemeliharaan fasilitas sekolah. Dengan memperhatikan hal-hal tersebut akan memungkinkan menghasilkan lulusan yang berkualitas. Dengan demikian untuk tercapainya kualitas lulusan, pendidikan tidak harus dilakukan dengan kekerasan. Malahan kekerasan dapat menghambat bahkan hilangnya potensi yang dimiliki anak. Jadi betapa pentingnya sekolah ramah anak dimunculkan dalam pengembangan pendidikan dasar.Kata Kunci: Model Pembelajaran Inovatif, Sekolah Ramah Anak
Peningkatan Kemampuan Penalaran Matematis Siswa Sekolah Dasar dengan Penggunaan Media Cerita Bergambar Dibandingkan Media Dialog Narasi Windayana, Husen; Priatna, Dudung; Rostika, Deti; Kartika, Entang
EduHumaniora | Jurnal Pendidikan Dasar Kampus Cibiru Vol 7, No 1: Januari 2015
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/eh.v7i1.2784

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kenyataan bahwa pembelajaran matematika di sekolah dasar relatif tidak terlalu disenangi siswa. Salah satu penyebabnya adalah suasana belajar mengajarnya kurang menyenangkan, minat belajar yang rendah, dan siswa kurang terfokus pada konsep yang dipelajari. Media cerita bergambar dan media dialog narasi memungkinkan pembelajaran menjadi lebih rileks, menyenangkan, menumbuhkan rasa keingintahuan, serta siswa terfokus kepada konsep yang dipelajari. Tujuan penelitian ini mengungkap seberapa besar pengaruh penggunaan media cerita bergambar dan media dialog narasi terhadap peningkatan kemampuan penalaran matematis siswa dan apakah terjadi perbedaan pengaruh secara signifikan dari penggunaan dua jenis media berbeda tersebut terhadap peningkatan kemampuan penalaran matematis siswa sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kuantitatif dengan desain kontrabalance. Pada fase pertama kelompok ke satu memperoleh perlakuan dengan media cerita bergambar, sedangkan kelompok ke dua memperoleh perlakuan dengan media dialog narasi. Fase ke dua ditukar, kelompok ke satu menerima media dialog narasi, kelompok ke dua menerima media cerita bergambar. Hasil penelitian memberi kesimpulan bahwa terjadi pengaruh peningkatan terhadap kemampuan penalaran matematis siswa dalam taraf sedang bagi kelompok-kelompok yang belajarnya menggunakan media cerita bergambar, sedangkan hanya terjadi peningkatan dalam taraf cenderung rendah dan rendah terhadap kemampuan penalaran matematis bagi kelompok-kelompok yang belajarnya menggunakan media dialog narasi. Serta ada perbedaan peningkatan yang signifikan terhadap kemampuan penalaran matematis siswa antara kelompok yang belajarnya menggunakan media cerita bergambar dibandingkan kelompok yang belajarnya dengan media dialog narasi. Kelompok yang menggunakan media cerita bergambar lebih baik dibandingkan kelompok yang belajarnya dengan media dialog narasi.
Penguatan dan Hukum Pengaruh Terhadap Hasil Belajar IPS Siswa Kelas V Sekolah Dasar S, Uus Yusmantara
EduHumaniora | Jurnal Pendidikan Dasar Kampus Cibiru Vol 4, No 1: Januari 2012
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/eh.v4i1.2819

Abstract

AbstrakPendidikan Sebagai usaha normatif, memiliki kriteria keberhasilan tertentu, pada setiap proses pembelajaran dijumpai dua sisi yang berbeda, yakniterdapat sejumlah siswa yang tidak mampu dengan cepat mencapai tujuan pembelajaran yang disebabkan bukan karena rendahnya kemampuan intelektual, melaikan karena prilaku negatif yang kerap ditampilkan sehingga dapat mengganggu norma edukatif dan pencapaian tujuan pembelajaran/kompetensi dasar yang diharapkan. Terhadap kondisi tersebut, menuntut kompetensi keterampilan guru dalam masalah mengelola pembelajaran melalui pengimplementasian delapan keterampilan dasar mengajar. Salah satu dari keterampilan dasar mengajar antara lain keterampilan memberi penguatan ( reinforcement), bahkan memberi hukuman (funishment).Dalam proses pembelajaran, penguatan dan hukuman dapat berperan sebagai pendorong sosialisasi dan penguat perubahan prilaku siswa. penguat berperan mempertahankan prilaku positif siswa dan terdorong untuk mengulangi prilaku yang sama, sedangkan hukuman manpu memotivasi siswa untuk menghentikan prilaku negatif, dan terdorong untuk mengubah prilaku negatif menjadi prilaku positif.   
Optimalisasi Penggunaan Model Bengkel Sastra untuk Meningkatkan Kemampuan Mahasiswa PGSD Menulis dan Memusikalisasi Puisi Rohayati, Etty; Kurniawati, -
EduHumaniora | Jurnal Pendidikan Dasar Kampus Cibiru Vol 6, No 2: Juli 2014
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/eh.v6i2.4573

Abstract

Penelitian ini dilandasi oleh masalah utama yakni rendahnya kemampuan mahasiswa PGSD dalam berekspresi sastra baik ekspresi tulis maupun ekspresi performa. Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan perbedaan kemampuan menulis puisi antara mahasiswa PGSD UPI Kampus Cibiru yang mendapatkan pembelajaran dengan menggunakan model bengkel sastra dan yang tidak menggunakan model bengkel sastra; perbedaan kemampuan musikalisasi puisi antara mahasiswa PGSD UPI Kampus Cibiru yang mendapatkan pembelajaran dengan menggunakan model bengkel sastra dan yang tidak menggunakan model bengkel sastra; dan faktor yang paling dominan berperan dalam mengembangkan kemampuan mahasiswa PGSD UPI Kampus Cibiru menulis dan memusikalisasi puisi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) terdapat perbedaan yang signifikan antara kemampuan menulis puisi mahasiswa kelas eksperimen yang mendapatkan pembelajaran dengan model bengkel sastra dan kelas kontrol yang tidak mendapatkan pembelajaran dengan model bengkel sastra; (2) terdapat perbedaan yang signifikan antara kemampuan memusikalisasi puisi mahasiswa kelas eksperimen yang mendapatkan pembelajaran dengan model bengkel sastra dan kelas kontrol yang tidak mendapatkan pembelajaran dengan model bengkel sastra; dan (3) faktor utama yang memengaruhi kemampuan mahasiswa menulis puisi dapat dikategorikan menjadi 3 kategori utama dan faktor utama yang memengaruhi kemampuan mahasiswa memusikalisasi puisi dapat dikategorikan menjadi 3 kategori utama.
Mengembangkan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Siswa Melalui Menyelesaikan Soal Cerita Menggunakan Tahapan POLYA -, Komariah
EduHumaniora | Jurnal Pendidikan Dasar Kampus Cibiru Vol 1, No 2: Juli 2009
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/eh.v1i2.2733

Abstract

Abstrak  Salah satu tujuan dari pembelajaran matematika di tingkat SD menurut kurikulum 2004 dan KTSP adalah mengembangkan kemampuan memecahkan masalah.Berdasarkan orientasi lapangan pada salah satu  SD di dari hasil tes kemampuan pemecahan masalah matematika siswa masih tergolong rendah    Masalah pada penelitian ini (1) bagaimana kualitas kemampuan pemecahan masalah matematika siswa ditinjau dari setiap tahap pemecahan masalah dan secara keseluruhan selama proses pembelajaran berlangsung? (2) bagaimana aktivitas siswa pada kegiatan diskusi kelompok selama proses pembelajaran berlangsung? (3) bagaiman tanggapan siswa terhadap pembelajaran pemecahan masalah matematika melalui diskusi kelompok? Pembelajaran pemecahan masalah matematika pada penelitian ini ditinjau dari setiap tahap pemecahan masalah dan secara keseluruhan langkah selama proses pembelajaran berlangsung. Langkah pemecahan masalah menurut Polya meliputi (1) memahami masalah, (2) merencanakan penyelesaian, (3) melaksanakan penyelesaian, (4) memeriksa kembali hasil, serta secara keseluruhan.   Metoda yang dipergunakan penelitian tindakan kelas terhadap siswa kelas VI SD CIbiru VII Bandung terdiri dari 38 orang siswa dengan setting kelas kegiatan diskusi kelompok. Instrumen dalam penelitian ini tes, observasi, angket.   Hasil penelitian menunjukkan pada siklus I kualitas kemampuan pemecahan masalah matematika siswa masih rendah, sebagian kelompok salah mengartikan soal pada tahap memahami masalah, tahap merencanakan penyelesaian dan secara keseluruhan langkah. Pada siklus II ada kemajuan semua kelompok siswa dapat menyelesaikan soal namun ada kelompok siswa yang masih salah mengartikan soal pada tahap memahami masalah dan dan secara keseluruhan langkah masih salah menghitung. Pada siklus III semua kelompok dapat menyelesaikan soal namun pada tahap secara keseluruhan masih ada kelompok siswa yang salah dalam menghitung terutama dalam membagi dan membulatkan. Hasil tes akhir menunjukkan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa secara keseluruhan tergolong baik dan relative homogen mendekati rata‐rata. Aktivitas siswa pada kegiatan diskusi kelompok pada siklus I siswa belum dapat menyesuaikan diri dengan situasi pembelajaran yang diciptakan pada akhir siklus I dan pada siklus II serta III kegiatan diskusi lebih hidup dan kondusif yang dapat mengembangkan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa. Siswa memberikan respon positif terhadap pembelajaranpemecahan masalah matematika. Kesulitan yang dihadapi siswa pada tahap memahami masalah dan pada tahap merencanakan penyelesaian.Kata Kunci: Kemampuan pemecahan masalah matematika, Soal Cerita, Langkah Polya

Page 2 of 33 | Total Record : 324