cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
EDUHUMANIORA: Jurnal Pendidikan Dasar
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Eduhumaniora is a peer-reviewed scientific journal that publishes different kinds of scientific articles based on the research-article and ideas-article. All topics that we received only articles relating to elementary education fields. For research category, articles can be written using quantitative and qualitative approaches, and can be made in a variety of research designs, such as action research, experiments, and case studies. This journal was published since 2009 twice a year every January and July, and published by the collaboration between Elementary Teacher Education Program, Kampus UPI di Cibiru and Himpunan Dosen PGSD Indonesia.
Arjuna Subject : -
Articles 324 Documents
Perubahan Sistem Manajemen Kepala Sekolah Dan Kinerja Guru Terhadap Kualitas Pembelajaran Di Sekolah Dasar Laboratorium PPL UPI Kecamatan Cileunyi Kabupaten Bandung Widaningsih, Ening
EduHumaniora | Jurnal Pendidikan Dasar Kampus Cibiru Vol 1, No 2: Juli 2009
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/eh.v1i2.2728

Abstract

AbstrakSistem manajemen kepala sekolah dengan memfungsikan fungsi manajemen yang meliputi: perencanaan (planning), pengorganisasian (organization), penggerakkan (actuating), pengkoordinasian (coordinating), pengarahan (directing), pengawasan (controlling), dapat mengefektifkan dan mengefisienkan sumber daya yang ada di sekolahnya diantaranya kinerja mengajar guru demikian juga kinerja guru mempengaruhi terhadap kualitas pembelajaran.   Tujuan penelitian untuk mengetahui gambaran empiris tentang: (1) pelaksanaan system manajemen kepala sekolah; (2) kinerja mengajar guru; (3) kualitas pembelajaran; (4) pengaruh system manajemen terhadap kinerja mengajar guru; (5) pengaruh kinerja    mengajar guru terhadap kualitas pembelajaran; (6) pengaruh system manajemen kepala sekolah terhadap kualitas pembelajaran; (7) pengeruh system manajemen kepala sekolah dan kinerja mengajar guru secara simultan terhadap kualitas pembelajaran. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) pelaksanaan system manajemen kepala sekolah menghasilkan angka rata rata 4,04 artinya system manajemen kepala sekolah di SD Laboratorium PPL UPI secara umum tergolong baik; (2) kinerja mengajar guru menghasilkan angka rata rata 4,09 artinya kinerja pengajar guru di SD Laboratorium PPLUPI secara umum tergolong baik; (3) kualitas pembelajaran dipresentasikan dalam nilai rata rata yang diperoleh seluruh siswa kelas I sampai dengan kelas VI pada sekolah yang bersangkutan adalah 6,97 pada skala 10, angka tersebut mendekati 7 sehingga dapat ditafsirkan bahwa kualitas pembelajaran pada SD Laboratorium PPL UPI termasuk katogori lebih dari cukup; (4) ada pengaruh positif signifikan system manajemen terhadap kinerja guru sebesar 15,70%; (5) terhadap kualitas pembelajaran sebesar 10,90 %; (6)    kinerja mengajar guru berpengaruh terhadap kualitas pembelajaran sebesar 25,00%; dan (7) sistem manajemen kepala sekolah dan kinerja mengajar guru berpengaruh positif terhadap pembelajaran sebesar 27,00%.  Kata Kunci: manajemen kepala sekolah; kinerja guru; kualitas pembelajaran
PENDIDIKAN KARAKTER GUNA MENANGGULANGI DEKADENSI MORAL YANG TERJADI PADA SISWA SEKOLAH DASAR Cahyo, Edo Dwi
EduHumaniora | Jurnal Pendidikan Dasar Kampus Cibiru Vol 9, No 1: Januari 2017
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/eh.v9i1.6150

Abstract

Abstract: The problem which occur in Indonesia is strongly related with level of society morality and education field particularly in elementary school is one of contributor of this problem, started from robbing, bullying, sexual harassment, even violence act which cause the death.  This matter is tendency of moral decadence which occur in Indonesian youth.  There are ten indication of moral decadences tendency in students which is deserved to get attention and action from various people in order the change happen toward the better.   To overcome that problem, character education is one way or means to improve student’s moral particularly in elementary school.  Constitution or Ministry Regulation and President Instruction also discuss about character education which is should be taught and modeled. In implementing character education, guidance or principle is needed in order that character education can work effective. In addition, the method and model which are used in teaching character education need to be noticed.Keywords: Character Education, Moral Decadence Abstrak: Problematika yang terjadi di Indonesia sangat berhubungan erat dengan tingkat moralitas masyarakat, dunia pendidikan khususnya di sekolah dasar merupakan salah satu penyumbang dari problematika tersebut, mulai dari pencurian, bullying, pencabulan, bahkan sampai tindak kekerasan yang mengakibatkan kematian. Hal tersebut merupakan gejala dari dekadensi moral yang terjadi pada generasi muda Indonesia. Ada sepuluh indikasi gejala dekadensi moral pada peserta didik yang perlu mendapatkan perhatian serta tindakan dari berbagai pihak agar terjadi perubahan ke arah yang lebih baik. Guna menanggulangi permasalahan tersebut pendidikan karakter merupakan salah satu cara atau sarana untuk memperbaiki moral siswa khususnya di sekolah dasar. Adapun dalam Undang-undang dan Peraturan Menteri serta Instruksi Presiden (Inpres) juga membahas mengenai pendidikan karakter yang harus di ajarkan dan diteladankan. Dalam melaksanakan pendidikan karakter diperlukan suatu petunjuk atau prinsip agar pendidikan karakter dapat berjalan efektif. Selain itu perlu juga memperhatikan metode serta model yang digunakan dalam mengajarkan pendidikan karakter.Kata kunci: Pendidikan Karakter, Dekadensi Moral
Pembelajaran Matematika Berbasis Keunggulan GlobalUntuk Anak di Kelas Awal Pendidikan Dasar Priatna, Dudung
EduHumaniora | Jurnal Pendidikan Dasar Kampus Cibiru Vol 2, No 2: Juli 2010
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/eh.v2i2.2760

Abstract

AbstrakSetiap anak mempunyai pemahaman pribadi (personal) yang unik tentang dunia. Interaksi fisik dengan objek-objek dan interaksi sosial dengan anak-anak yang telah dewasa dan teman sebayanya memberikan dasar yang kuat untuk membangun pengetahuan linguistik, sosial, ilmu pengetahuan (ilmiah) dan pengetahuan matematika. Anak-anak di kelas awal pendidikan dasar suka sekali untuk menjatuhkan segala sesuatu yang dia pegang, mengatakan tidak, membuka dan menutup pintu, dan mengerjakan sesuatu yang sama atau serupa yang mungkin bagi orang lain kurang begitu menyukai. Pengalaman aksi (tindakan) dan reaksi merupakan dasar dalam belajar anak tentang bagaimana dunianya. Mengembangkan kegiatan anak memerlukan kecukupan waktu untuk mengeksplorasi, mengembangkan gagasan dan menyelesaikan pekerjaan atas dasar gagasannya. Kegiatan berdasarkan pada pengalaman pertama ynag mendorong anak untuk bereksplorasi, mengamati, memecahkan masalah, memprediksi, berpikir kritis, dan diskusi. Anak yang terbiasa dengan berbagai kegiatan yang terfokus pada perkembangan matematis, logik, teknologis dalam kehidupan sehari-hari akan mengembangkan sensori motorik dan sekaligus pembentukan karakter anak. Pembelajaran matematika berbasis keunggulan global untuk anak di kelas awal pendidikan dasar dimulai oleh kebanyakan anak-anak sebelum mereka memulai sekolah; pengalaman-pengalaman awal mereka memberikan satu dasar untuk pembelajaran berikutnya; sehingga mereka harus mendapatkan aktivitas yang hampir serupa dengan permainan yang telah disampaikan di kelas awal pendidikan dasar. Pengalaman informal demikian membangun kemampuan berpikir dan pemahaman yang sangat fundamental dalam belajar matematika, baik dengan manipulatif material khusus maupun manipulatif material yang terus menerus ada.Kata Kunci: Pembelajaran Metmetika, Keunggulan Global, Kelas Awal SD
Storyteling In Teaching Vocabulary ( an EFL Seting In Indonesia Primary School Context) Ananthia, Winti
EduHumaniora | Jurnal Pendidikan Dasar Kampus Cibiru Vol 3, No 1: Januari 2011
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/eh.v3i1.2803

Abstract

AbstrakBahasa Inggris telah menjadi salah satu bahasa yang memegang peranan penting pada pergaulan tingkat global, baik didalam konteks personal maupun profesional. Di Indonesia, hal ini berpengaruh terhadap kebijakan diberlakukannya pembelajaran bahasa Inggris di tingkat sekolah dasar sejak tahun 1994. Akan tetapi, kebijakan memasukkan pelajaran bahasa Inggris pada kurikulum SD bukan tanpa masalah. Masalah yang sering dihadapi pada konteks tersebut diantaranya adalah ketersediaan guru bahasa Inggris SD yang berkualitas, yang dapat menjalankan pembelajaran bahasa Inggris sesuai dengan karakteristik siswa SD. Penggunaan metode bercerita (storytelling) dalam pembelajaran bahasa Inggris sebagai bahasa asing telah direkomendasikan sebagai salah satu metode untuk membelajarkan vocabulary oleh para ahli di bidang English as a Second/Foreign Language (ESL/EFL). Brewster, Ellis dan Girard (2002) menyatakan bahwa penggunaan storytelling dapat memotivasi siswa SD untuk belajar bahasa asing, khususnya bahasa Inggris. Artikel ini membahas tentang penggunaan storytelling dalam membelajarkan vocabulary bagi siswa sekolah dasar, khususnya di kelas rendah dikaitkan dengan the four strands approach yang dicetuskan oleh Nation (2001). Selain itu artikel ini memuat pula contoh singkat kegiatan pembelajaran bahasa Inggris yang membelajarkan vocabulary pada siswa SD kelas 1 dengan mengadopsi cerita The Very Hungry Caterpillar karya Eric Carle.Kata Kunci: storytelling, vocabulary, Primary School
Penggunaan Lembar Kerja Seting Komik Dalam Meingkatkan Prestasi Belajar Matematika Siswa Sekolah Dasar Windayana, Husen; Priatna, Dudung; Kartika, Entang
EduHumaniora | Jurnal Pendidikan Dasar Kampus Cibiru Vol 5, No 2: Juli 2013
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/eh.v5i2.2840

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya prestasi belajar serta kurangnya minat siswa sekolah dasar dalam belajar matematika. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui seberapa besar Lembar Kerja Seting Komik dapat meningkatkan prestasi belajar matematika siswa dan mendorong sikap belajar siswa terhadap matematika, mengingat siswa sekolah dasar senang dengan buku-buku bergambar. Penelitian menggunakan metode kuasi eksperimen dengan kelas kontrol. Instrumen penelitian yang dipakai menggunakan soal tes dan skala sikap Lickert yang diujicoba terlebih dahulu. Hasil penelitian menunjukan bahwa Lembar Kerja Seting Komik meningkatkan prestasi belajar matematika siswa. Secara signifikan terdapat perbedaan prestasi belajar antara siswa yang belajarnya dengan Lembar Kerja Seting Komik dengan yang basa. Hal tersebut ditunjukkan oleh rerata nilai postes kelompok eksperimen sebesar 80,94 dan hanya sebesar 67,03 pada kelompok kontrolnya. Kemudian ada perbedaan sikap belajar yang signifikan antara kelompok siswa yang belajarnya menggunakan Lembar Kerja Seting Komik dibandingkan kelompok siswa yang belajarnya biasa. Kelompok siswa yang belajarnya dengan Lembar Kerja Seting Komik memiliki sikap belajar yang lebih baik dibandingkan kelompok siswa yang belajarnya biasa.Kata kunci: lembar kerja seting komik, prestasi belajar, dan sikap belajar
Menumbuhkan Rasa Percaya Diri Mahasiswa dalam Iklim Belajar Mengajar Melalui Kreativitas Seni Sutini, Ai
EduHumaniora | Jurnal Pendidikan Dasar Kampus Cibiru Vol 1, No 1: Januari 2009
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/eh.v1i1.2717

Abstract

Penelitian ini didasari karena rasa percaya diri mahasiswa belum tumbuh. Kreativitas kurang, malu, takut dalam bersikap. Maka melalui perkuliahan seni, diharapkan mahasiswa mendapat rangsangan (stimulus) untuk mencipta, mencoba sehingga ada kebebasan untuk berkreativitas seni.        Penelitian ini dilakukan di program D 2 PGTK Universitas Pendidikan Indonesia Kampus Cibiru dengan subjek mahasiswa semester 4 tahun akademik 2006‐2007 sebanyak 26 orang. Metode yang digunakan kreatif, praktek dan latihan. Hasil penelitian menunjukan : (1) mahasiswa lebih aktif dan kreatif dalam berekspresi dan bereksplorasi melalui seni (2) mahasiswa lebih percaya diri.
PENGARUH MOTIVASI BELAJAR, GAYA BELAJAR, DAN KEMANDIRIAN BELAJAR TERHADAP HASIL BELAJAR MAHASISWA S1 PGSD MASUKAN SARJANA DI UPBJJ UT BANDUNG S, Rasdjo Dedi; Hendrayana, Angga Sucitra; Erisyani, Erin; Setiana, Nana
EduHumaniora | Jurnal Pendidikan Dasar Kampus Cibiru Vol 8, No 2: Juli 2016
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/eh.v8i2.5139

Abstract

Abstract: At the college level, students are the ones who are following the course of education has hope of success for the sake of his future studies. As one satutolok measuring student success is the high value obtained is calculated by the average value called Index Point Average (GPA) .Many factors affecting contribution to the achievement of the GPA student, one motivation belajar.Gaya learn to be one of the factors that can indeksprestasi cumulative affect students. In this case also included the learning style of teaching aids trivial factor. Learning on distance learning system are the basic principles of education at the Open University (UT) requires learners, learning activities independently. Such activity requires the learners, learning independence. Independent learning is the readiness of individuals who are willing and able to learn on their own initiative, with or without the help of others in terms of learning objectives, learning methods, and evaluation of learning outcomes. The sample in this study is 162 Degree Feedback S1PGSD student. From the research results can be found in learning motivation, learning styles, learning independence, an effect on learning outcomesKeywords: Motivation, Learning Styles, independence Learning, Learning OutcomesAbstrak: Pada tingkat perguruan tinggi mahasiswa adalah orang-orang yang sedang mengikuti pendidikan tentunya mempunyai harapan akan keberhasilan studi demi masa depannya. Sebagai salah satutolok ukur keberhasilan mahasiswa adalah nilai yang diperolehnya adalah tinggi yang dihitung dengan nilai ratarata disebut Indek Prestasi Kumulatif (IPK).Banyak faktor yang mempengaruhi kontribusi terhadap pencapaian Indeks Prestasi Kumulatif mahasiswa, salah satunya motivasi belajar.Gaya belajar menjadi salah satu faktor yang dapat mempengaruhi indeksprestasi kumulatif mahasiswa. Dalam hal ini gaya belajar juga termasuk faktor penunjang belajar yang pentig. Pembelajaran pada sistem belajar jarak jauh yang merupakan prinsip dasar pendidikan di Universitas Terbuka (UT) mengharuskan peserta ajar melakukan aktivitas belajar secara mandiri. Aktivitas tersebut mempersyaratkan kemandirian belajar pada peserta ajar. Kemandirian belajar merupakan kesiapan dari individu yang mau dan mampu untuk belajar dengan inisiatif sendiri, dengan atau tanpa bantuan pihak lain dalam hal penentuan tujuan belajar, metoda belajar, dan evaluasi hasil belajar. Sampel dalam penelitian ini adalah 162 mahasiswa S1PGSD Masukan Sarjana. Dari hasil penelitian di dapat bahwa motivasi belajar, gaya belajar, kemandirian belajar, berpengaruh terhadap hasil belajarKata Kunci: Motivasi Belajar, Gaya Belajar, kemandirian Belajar, Hasil Belajar
DAFTAR ISI VOLUME 9 NOMOR 2 JULI 2017 Editor, Humaniora
EduHumaniora | Jurnal Pendidikan Dasar Kampus Cibiru Vol 9, No 2: Juli 2017
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/eh.v9i2.7582

Abstract

Daftar isi Jurnal Eduhumaniora Vol 9, No 2 Juli 2017
Peningkatan Kemampuan Berfikir Matematis Siswa SD Kelas III Melalui Pembelajaran Matematika Realistik Berbasis Permainan Tradisional Nugraha, Eli; Suryadi, Didi
EduHumaniora | Jurnal Pendidikan Dasar Kampus Cibiru Vol 7, No 1: Januari 2015
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/eh.v7i1.2794

Abstract

Penelitian ini bermaksud memperoleh sebuah bukti empiris tentang peningkatan kemampuan berpikir matematis siswa SD kelas III melalui pembelajaran matematika realistik berbasis permainan tradisional. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa SD kelas III di SDN Girimukti II Kecamatan Cibatu Kabupaten Garut dengan sampel kelas IIIA sebagai kelas eksperimen dan kelas IIIB sebagai kelas kontrol pada tahun pelajaran 2014-2015. Metode penelitian yang digunakan adalah kuasi eksperimen, dengan desain penelitian non equivalent control group desingn. Pengumpulan data penelitian ini dilakukan melalui pretes dan postes sebelum dan sesudah perlakuan. Analisis data dilakukan mulai dari penyekoran, uji normalitas, uji homogenitas serta menguji setiap hipotesis yang telah dirumuskan dengan uji t. Berdasarkan analisis data dalam penelitian ini diperoleh kesimpulan bahwa: 1) Kemampuan berpikir matematis siswa yang mendapat pembelajaran matematika realistik berbasis permainan tradisional lebih baik daripada kemampuan berpikir matematis siswa yang mendapat pembelajaran konvensional. 2) Peningkatan kemampuan berpikir matematis siswa yang mendapat pembelajaran matematika realistik berbasis permainan tradisional lebih baik daripada peningkatan kemampuan berpikir matematis siswa yang mendapat pembelajaran konvensional.
Pembelajaran Berbasis Masalah Dalam Meningkatkan Kemampuan Mencari Solusi Altenatif Pada Penyelesaian SoalMatematika Sekolah Dasar Rostika, Deti; Windayana, Husen; Komariah, -
EduHumaniora | Jurnal Pendidikan Dasar Kampus Cibiru Vol 5, No 1: Januari 2013
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/eh.v5i1.2831

Abstract

Latar belakang dari penelitian ini berdasarkan hasil observasi ke SD di lingkungan Cileunyi Bandung, pada umumnya pembentukan keterampilan mencari solusi alternatif dari sebuah penyelesaian soal dalam pembelajaran matematika kurang diberikan pada siswa. Umumnya penyelesaian soal matematika, siswa digiring pada satu penyelesaian yang ada. Biasanya siswa diarahkan untuk menyelesaikan soal matematika dengan menggunakan cara yang biasa, yang diketahui guru dan cara tersebut merupakan satu-satunya cara yang harus dikuasai oleh siswa. Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini adalah “Bagaimana kemampuan siswa dalam mencari solusi alternatif terhadap soal-soal matematika yang diberikan sebelum dan setelah belajar dengan menggunakan pembelajaran berbasis masalah?” dan Apakah pembelajaran berbasis masalah berpengaruh signifikan terhadap kemampuan siswa dalam mencari solusi alternatif ketika menyelesaikan soal-soal matematika? Tujuan penelitian adalah untuk meningkatkan kemampuan mencari solusi alternatif dari sebuah penyelesaian soal matematika melalui pembelajaran berbasis masalah. Metode penelitian adalah penelitian kuantitatif jenis eksperimen dengan desain penelitian pre-test pos-test tanpa kelas kontrol. Instrumen yang digunakan adalah tes untuk melihat kemampuan siswa dalam mencari solusi alternatif terhadap soal-soal matematika, dan lembar observasi untuk melihat pembelajaran matematika berbasis masalah. Populasinya adalah seluruh siswa kelas III Sekolah Dasar yang terdapat di lingkungan Kecamatan Cileunyi Kabupaten Bandung. Sampel penelitiannya dipilih secara acak berdasarkan sekolah, bukan berdasarkan siswa. Untuk kebutuhan pengujian hipotesis penelitian dilakukan uji statistik menggunakan uji t ketika memenuhi persyaratan uji t, yaitu normal dan homogen. Ketika tidak dipenuhi persyaratan untuk uji t, maka dilakukan uji nonparametrik menggunakan uji Mann Whitney. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kemampuan siswa dalam mencari solusi alternatif, terhadap soal-soal matematika yang diberikan, sebelum belajar menggunakan pembelajaran matematika berbasis masalah tergolong rendah. Kemampuan siswa dalam mencari solusi alternatif, terhadap soal-soal matematika yang diberikan, setelah belajar menggunakan pembelajaran berbasis masalah mengalami peningkatan yang signifikan, yaitu dari rendah menjadi sangat tinggi. Pembelajaran berbasis masalah berpengaruh secara signifikan terhadap kemampuan siswa dalam mencari solusi alternatif terhadap penyelesaian soal-soal matematika.    Kata Kunci: Pembelajaran Berbasis Masalah, Kemampuan Mencari Solusi Alternatif

Page 5 of 33 | Total Record : 324