cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota palopo,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Journal TABARO Agriculture Science
ISSN : 25806165     EISSN : 25978632     DOI : -
Artikel dapat berupa hasil-hasil penelitian mutakhir (paling lama 5 tahun yang lalu), ulasan (review) singkat, analisis kebijakan atau catatan penelitian singkat (research note) mengenai teknik percobaan, alat, pengamatan, dan hasil awal percobaan (preliminary result), yang mencakup salah satu disiplin ilmu dalam bidang teknologi budidaya pertanian, perikanan, kehutanan, peternakan, sosial ekonomi pertanian, dan biologi tanaman
Arjuna Subject : -
Articles 106 Documents
ANALISIS SALURAN PEMASARAN KELAPA SAWIT DI DESA BAKU-BAKU KECAMATAN MALANGKE BARAT KABUPATEN LUWU UTARA Sumiati Sumiati; Rusida Rusida; Idawati Idawati
Journal TABARO Agriculture Science Vol 1, No 1: MEI 2017
Publisher : Universitas Andi Djemma Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (446.556 KB) | DOI: 10.35914/tabaro.v1i1.13

Abstract

The large amount of palm oil production has not reflected the efficient marketing system, especially when viewed from the profit received by farmers. Marketing efficiency term is often used in assessing job performance (performance) marketing process. It reflects a consensus that the implementation process should take place in an efficient marketing. Technology or a new procedure should only be implemented if it can improve the efficiency of the marketing process. Objective of this research is to analyze how oil palm marketing channels in the village of Baku-Baku Malangke Western District of North Luwu. The research method is observation and interviews using a questionnaire. Sampling is done on the basis of a direct approach to respondendengan using slovin formula. Analysis of the data used in this research is to use methods of analysis are obtained deskriptif.Hasil there is one marketing channel Signs Fresh Fruit oil palm farmers or homogeneous with the flow as follows: Farmers Traders Gatherer mills. Oil palm farmers in the village of Bau-Baku Malangke Western District of North Luwu only sell Signs Fresh Fruit  to the existing traders, Signs Fresh Fruit distributed by merchants collector to palm oil mill (end consumer). The total cost of the harvest to be incurred by the farmer is Rp 200 / kg. While the benefits received Rp 450 / kg and the farmer gets 72% of marketing channel due to the brevity of existing channels. 
ANALISIS SIKAP PETANI TERHADAP PROGRAM SEKOLAH LAPANG-PENGELOLAAN TANAMAN TERPADU (SL-PTT) PADI DI KOTA PALOPO Intisari Intisari; Hamja Abdul Halik
Journal TABARO Agriculture Science Vol 1, No 2: DESEMBER 2017
Publisher : Universitas Andi Djemma Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (293.309 KB) | DOI: 10.35914/tabaro.v1i2.26

Abstract

Sikap menyebabkan orang-orang berperilaku secara cukup konsisten terhadap suatu obyek. Sikap menggambarkan pula kecenderungan dari seseorang untuk melakukan tindakan tertentu yang berkaitan dengan objek sikap. SL-PTT adalah sebuah program yang dikeluarkan oleh pemerintah untuk mengembangkan kemampuan petani dalam mengolah lahan pertaniannya sehingga bisa meningkatkan kesejahteraan petani.  Apa yang diajarkan di sekolah lapang ini tentunya diharapkan dapat diaplikasikan dalam kegiatan usahataninya.  Ilmu yang diperoleh dalam sekolah lapang dapat ditransfer ke petani lainnya untuk pengembangan bersama. Oleh karena itu, sangatlah penting jika pemerintah ingin mengembangkan dan memperbaiki pelaksanaan program ini dapat mempelajari sikap petani terhadap program SL-PTT Padi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sikap petani terhadap program SL-PTT Padi di Kota Palopo. Sampel dalam penelitian ini diambil secara acak dimana akan dipilih tiga orang petani per kelompok tani yang melaksanakan program SL-PTT Padi di Kota Palopo, yaitu 80 x 3 petani = 240 responden.  Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah pengukuran sikap Model Fishbein dengan menggunakan model multiatribut yaitu :Attitudeo = å bi ei.Hasil penelitian menujukkan sikap petani terhadap Program SL-PTT Padi di Kota Palopo adalah 548,23 yang artinya positif atau suka, karena berada dalam inetrval 477,41 – 626,20 (positif / suka).  Sikap ini bisa dipengaruhi oleh pengetahuan petani akan program tersebut, atau pengetahuan lainnya yang terkait dengan program tersebut.  Pengetahuan atau informasi yang diperoleh petani tentang program ini atau kegiatan-kegiatan dalam program ini cukup baik, apakah itu diperoleh dari pengalaman pribadi atau informasi dari orang lain.
HUBUNGAN MOTIVASI KERJA DENGAN KINERJA PENDAMPING DALAM PROGRAM GERNAS KAKAO (KASUS KABUPATEN POLEWALI MANDAR, SULAWESI BARAT) Nurul Mukhlishah
Journal TABARO Agriculture Science Vol 1, No 2: DESEMBER 2017
Publisher : Universitas Andi Djemma Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (135.519 KB) | DOI: 10.35914/tabaro.v1i2.31

Abstract

Manfaat motivasi yang utama adalah menciptakan gairah kerja, sehingga produtivitas kerja meningkat. Sedangkan, manfaat yang diperoleh karena bekerja dengan orang-orang yang termotivasi adalah pekerjaan dapat diselesaikan dengan cepat dan tepat. Motivasi diharapkan mampu menumbuhkan kinerja pendamping, oleh karena itu menjadi perlu untuk dikaji bagaimana hubungan motivasi kerja pendamping Program Gernas dengan kinerja pendamping. Penelitian ini dilaksanakan di organisasi pelaksana program Gernas Kakao, yaitu Unit Pelayanan Pembinaan (UPP) Gernas yang berkantor di Sekretariat Program Gernas Kakao, di Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat. Pengambilan data dilaksanakan mulai dari April-Mei 2014. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, pengisian kuesioner, dan wawancara. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa Motivasi tingkat kebutuhan fisiologis memiliki hubungan positif dan nyata dengan dengan kualitas kerja pendamping, tingkat kebutuhan fisiologis memiliki hubungan positif dan nyata dengan kuantitas kerja pendamping, tingkat kebutuhan fisiologis berhubungan positif dengan ketepatan waktu pendamping, indikator tingkat kebutuhan prestasi memiliki hubungan positif dan nyata dengan dengan kualitas kerja pendamping, tingkat kebutuhan prestasi berhubungan positif dengan kuantitas kerja pendamping, tingkat kebutuhan prestasi memiliki hubungan positif dan sangat nyata dengan ketepatan waktu pendamping dalam bekerja, tingkat kebutuhan prestasi memiliki hubungan positif dan nyata dengan kinerja pendamping, serta tingkat kebutuhan harga diri memiliki hubungan positif dan nyata dengan kualitas kerja pendamping.
PEMANFAATAN Hydrilla verticillata (L.f.) Royle SEBAGAI PUPUK HIJAU UNTUK MEMACU PERTUMBUHAN BIBIT KAKAO (Theobroma cacao L.) Marwan Marwan; Sitti Maryam Yasin; Naima Haruna
Journal TABARO Agriculture Science Vol 1, No 1: MEI 2017
Publisher : Universitas Andi Djemma Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (540.189 KB) | DOI: 10.35914/tabaro.v1i1.14

Abstract

Hydrilla verticillata (L. f.) Royle adalah merupakan salah satu tumbuhan air yang banyak ditemukan tumbuh di perairan yang tergenang seperti sawah dan rawa-rawa. Keberadaan tanaman ini dalam jumlah banyak dapat menghalangi laju aliran air sehingga tumbuhan ini sering dicabut dan dibuang begitu saja. Tumbuhan hydrilla mengandung Nitrogen 1,37 % dan Karbon Organik 14,47% sehingga berpotensi untuk dijadikan sebagai pupuk hijau yang dapat diberikan pada tanaman baik dalam bentuk segar maupun dalam bentuk kompos. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek pemberian Hydrilla verticillata (L. f.) Royle sebagai pupuk hijau terhadap pertumbuhan bibit kakao (Theobroma cacao L). Penelitian dilaksanakan di Desa Bungadidi Kecamatan Tanalili Kabupaten Luwu Utara yang berlangsung pada bulan Juli-September 2016. Penelitian dilaksanakan dalam bentuk percobaan yang disusun berdasarkan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan perlakuan yaitu tanpa pemberian hydrilla (kontrol=P0), pemberian hydrilla segar 200 g/polybag (P1), 400 g/polybag (P2), dan 600 g/polybag (P3), pemberian hydrilla yang dikomposkan  200 g/polybag (P4), 400 g/polybag (P5), dan 600 g/polybag (P6).  Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian hydrilla yang dikomposkan dengan dosis 600 g/polybag mengakibatkan pertumbuhan bibit kakao menjadi lebih baik yaitu jumlah daun lebih banyak (9,6 helai), bibit lebih tinggi (30,3 cm), diameter batang lebih besar (5,2 mm) dan volume akar lebih banyak (6,6 ml).
PERBEDAAN SUHU PENYIMPANAN TERHADAP MUTU BUAH JERUK SELAYAR Arzam AR, Taruna Shafa; Baba, Basri
Journal TABARO Agriculture Science Vol 2, No 1 (2018): MEI 2018
Publisher : Journal TABARO Agriculture Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (27.231 KB)

Abstract

Buah jeruk Selayar merupakan jeruk unggulan Sulawesi Selatan yang memiliki daya simpan rendah.  Penyimpanan suhu rendah merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan daya simpan produk hortikultura. Namun, setiap produk memiliki respon berbeda pada setiap tingkatan suhu. Penelitian ini bertujuan mempelajari suhu simpan yang tepat untuk memperpanjang daya simpan buah jeruk Selayar.  Penelitian ini menggunakan rancangan lingkungan Tersarang (Nested design) dengan perlakuan suhu simpan (suhu 18 oC, 20 oC dan suhu ruang). Hasil penelitian menunjukkan bahwa jeruk Selayar perlakuan penyimpanan suhu ruang, mengalami susut bobot dan kelunakan yang lebih tinggi dibandingkan perlakuan suhu 18 oC dan suhu 20 oC. Namun, suhu simpan (18, 20 oC dan suhu ruang) tidak berpengaruh pada kandungan gula (Total Padatan Terlarut) dan total asam tertitrasi buah jeruk selayar.
PERAN PENYULUH TERHADAP PENGUATAN KELOMPOK TANI DAN REGENERASI PETANI DI KABUPATEN BOGOR JAWA BARAT Wardani, Wardani; Anwarudin, Oeng
Journal TABARO Agriculture Science Vol 2, No 1 (2018): MEI 2018
Publisher : Journal TABARO Agriculture Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (27.231 KB)

Abstract

Penelitian bertujuan menganalisis peran penyuluh terhadap penguatan, kemandirian kelompok tani serta regenerasi petani dan menganalisis pengaruh penguatan, kemandirian kelompok tani terhadap regenerasi petani. Penelitian dilakukan di wilayah kerja Balai Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Caringin, Kabupaten Bogor pada Juni sampai November 2017. Populasi penelitian adalah petani muda yang menjadi anggota kelompok tani dan gabungan kelompok tani sebanyak 60 orang yang diambil menggunakan teknik acak sederhana. Data diambil menggunakan kuesioner dengan skala instrumen rating scale. Variabel penelitian terdiri atas peran penyuluh pertanian (X1), penguatan kelompok tani (X2), kemandirian kelompok tani (X3) dan regenerasi petani (Y). Analisis data menggunakan statistik deskriptif, korelasi dan regresi. Hasil penelitian disimpulkan bahwa peran penyuluh pertanian berpengaruh signifikan terhadap penguatan kelompok tani. Peran penyuluh dan penguatan kelompok tani berpengaruh nyata terhadap kemandirian kelompok tani. Peran penyuluh, penguatan kelompok dan kemandirian kelompok tani berpengaruh tidak nyata terhadap regenerasi petani.
RESPON PEMBERIAN ABU TANDAN KOSONG KELAPA SAWIT TERHADAP PRODUKSI TANAMAN MENTIMUN (Cucumis sativus L.) Akmal, Akmal
Journal TABARO Agriculture Science Vol 2, No 1 (2018): MEI 2018
Publisher : Journal TABARO Agriculture Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (27.231 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan dan produksi tanaman mentimun terhadap pemberian berbagai dosis abu tandan kosong kelapa sawit. Penelitian dilakukan dalam pemberian abu tandan kosong kelapa sawit dengan 5 dosis perlakuan yaitu; kontrol, 100 g, 200 g, 300 g, dan 400 g. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian abu tandan kosong kelapa sawit sebesar 200 g/polybag memberikan hasil terbaik terhadap jumlah buah dengan rata-rata 3,9 buah/pohon, berat buah dengan rata-rata berat 0,26 kg dan panjang buah rata-rata 14,67 cm, namun pada umur berbunga menunjukkan bahwa tidak berbeda nyata antara perlakuan 100 g/polybag dengan rata-rata 16,93 hst dan 200 g/polybag yang rata-rata 15,73 hst.
DETEKSI SOYBEAN MOSAIC VIRUS (SMV) TERBAWA BENIH KEDELAI DI SULAWESI TENGGARA Hasan, Asmar; Taufik, Muhammad; Kasim, Niken Kasim Nur; Hijria, Hijria
Journal TABARO Agriculture Science Vol 2, No 1 (2018): MEI 2018
Publisher : Journal TABARO Agriculture Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (27.231 KB)

Abstract

Virus mosaik kedelai (SMV) adalah salah satu patogen paling penting dalam tanaman kedelai yang aktivitasnya bahkan dapat menyebabkan kerugian tanaman hingga 100%, sehingga menghambat upaya pemerintah untuk mewujudkan swasembada kedelai. Terkait hal ini, sekitar awal tahun 2015, gejala mosaik telah ditemukan pada kedelai yang dibudidayakan di kebun percobaan Fakultas Pertanian, Universitas Halu Oleo, Sulawesi Tenggara dan berdasarkan hasil deteksi serologi membuktikan bahwa daun kedelai gejala mosaik positif terinfeksi oleh virus mosaik seperti SMV. Hal ini menimbulkan pertanyaan apakah benih kedelai yang ditemukan di kalangan petani dan digunakan sebagai bibit juga telah terinfeksi oleh SMV. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mendeteksi keberadaan SMV pada benih kedelai petani menggunakan metode uji serodiagnosis dengan teknik ELISA (Enzyme-Linked Immunosorbent Assay). Hasil penelitian menunjukkan bahwa SMV positif menginfeksi biji kedelai varietas Dena dan Dega dari Desa Belatu, Kecamatan Pondidaha. Terdeteksi pada getah daun kedelai yang telah diunggulkan sedangkan getah biji kering tidak terdeteksi
ALOKASI WAKTU DAN TINGKAT PENDAPATAN PETANI MERICA DI DESA BANTIMURUNG KECAMATAN BONE BONE KABUPATEN LUWU UTARA Suryanto, Suryanto; Juniawan, Heri
Journal TABARO Agriculture Science Vol 2, No 1 (2018): MEI 2018
Publisher : Journal TABARO Agriculture Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (27.231 KB)

Abstract

Merica sebagai tanaman perkebunan  diharapkan dapat meningkatkan devisa negara. Sumbangan komoditi merica terhadap total ekspor non migas masih relatif kecil yaitu sebesar 1% tiap tahunnya. Namun sebagai komoditi ekspor pengembangan tanaman Merica masih sangat strategis walaupun setiap tahun selalu terjadi fluktuasi harga di pasaran internasional. Penelitian bertujuan mengetahui alokasi waktu dan besarnya pendapatan petani dalam usahatani merica di Desa Bantimurung, Kecamatan Bone Bone, Kabupaten Luwu Utara, dilaksanakan Juli sampai September 2017. Penentuan responden dengan metode simple random sampling yaitu 15% dari 160 populasi sehingga terdapat 35 responden. Data primer diperoleh melalui pengamatan langsung (observasi) dan melalui wawancara dengan kuisioner. Data sekunder diperoleh dari instansi yang terkait yang berhubungan dengan penelitian ini. Hasil penelitian berdasarkan perhitungan HOK per hektar menujukkan bahwa tanaman merica pada persiapan lahan adalah HKP 17.58, HKW 2.64, HKA 1.57, pengolahan lahan HKP 9.15, penanaman HKP 9.40, penyiangan HKP 3.40, HKW 1.55, pemupukan HKP 4.20, penyemprotan HKP 7, pemangkasan HKP 4.20, pengontrolan HKP 3.88, panen HKP 16.26, dan pasca panen HKP 5.10, HKW 0.88, HKA 0.30, dan total pendapatan bersih (TR) Rp. 41.468.884 per tahun atau Rp. 3.455.740,3. Usahatani tanaman merica menguntungkan dan layak untuk usahakan.
ADAPTASI KEBERAGAMAN VARIETAS TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI PADA WILAYAH MARGINAL PERTANAMAN BAWANG MERAH (Allium ascalanicum L.) Upe, Ambo; Tenri Sau, Tenri
Journal TABARO Agriculture Science Vol 2, No 1 (2018): MEI 2018
Publisher : Journal TABARO Agriculture Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (27.231 KB)

Abstract

Penelitian bertujuan mendapatkan varietas dengan adaptasi luas yang mampu tumbuh dan menghasilkan produksi optimal pada lahan marginal pertanaman bawang merah, yang dapat meningkatkan kesejahteraan petani, mengurangi ketergantungan impor bawang merah, menjadi pengekspor bawang merah menuju kedaulatan pangan. Metode yang akan dipakai adalah metode Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang teridiri dari lima varietas bawang merah sebagai perlakuan yaitu varietas Bima Brebes, Tajuk, Bauji, Super Philip, dan Lokal Enrekang. Setiap perlakuan diulang sebanyak tiga kali. Pengolahan data dengan SPSS Software, Versi 22, dan jika terdapat pengaruh yang nyata, maka dilakukan uji beda dengan Uji Duncan pada taraf α=0,05. Penelitian dilaksanakan pada  lahan percobaan STIP Puangrimaggalatung Sengkang. Parameter yang diamati terdiri atas pertumbuhan dan produksi tanaman bawang merah.  Hasil analisis menunjukan bahwa varietas bawang merah yang cukup adaptif adalah bawang merah varietas Bima Brebes dan mampu mengahasilkan rataan produksi sebesar 12.08 t ha-1.

Page 2 of 11 | Total Record : 106