cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota palopo,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Journal TABARO Agriculture Science
ISSN : 25806165     EISSN : 25978632     DOI : -
Artikel dapat berupa hasil-hasil penelitian mutakhir (paling lama 5 tahun yang lalu), ulasan (review) singkat, analisis kebijakan atau catatan penelitian singkat (research note) mengenai teknik percobaan, alat, pengamatan, dan hasil awal percobaan (preliminary result), yang mencakup salah satu disiplin ilmu dalam bidang teknologi budidaya pertanian, perikanan, kehutanan, peternakan, sosial ekonomi pertanian, dan biologi tanaman
Arjuna Subject : -
Articles 106 Documents
KELIMPAHAN POPULASI BAKTERI FILOSFER, RIZOSFER, DAN ENDOFIT TANAMAN KEMIRI SUNAN (REUTEALIS TRISPERMA (BLANCO) AIRY SHAW), SERTA POTENSINYA SEBAGAI AGENS BIOKONTROL Widi Amaria; Niken Nur Kasim; Abdul Munif
Journal TABARO Agriculture Science Vol 3, No 1: MEI 2019
Publisher : Universitas Andi Djemma Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1164.072 KB) | DOI: 10.35914/tabaro.v3i1.200

Abstract

Tanaman kemiri sunan (Reutealis trisperma (Blanco) Airy Shaw) merupakan tanaman potensial yang sebagai penghasil minyak nabati. Interaksi tanaman kemiri sunan dengan mikrob ditunjukkan dari potensinya sebagai sumber mikrob yang bermanfaat, baik berasal dari filosfer, rizosfer, dan endofit. Percobaan dilaksanakan di Laboratorium Nematologi, Departemen Proteksi Tanaman, Institut Pertanian Bogor, pada bulan Februari sampai Mei 2018. Penelitian meliputi (1) isolasi dan pemurnian bakteri filosfer, rizosfer, dan endofit; (2) uji keamanan hayati, yaitu uji hemolisis dan hipersensitif; (3) karakterisasi isolat bakteri, yaitu uji Gram, pelarut fosfat, dan kitinolitik; serta (4) uji antibiosis sebagai agens biokontrol terhadap patogen Fusarium oxysporum. Hasil isolasi bakteri dari tanaman kemiri sunan diperoleh sebanyak 35 isolat, yang terdiri dari filosfer 12, rizosfer 13, dan endofit 10. Kelimpahan populasi tertinggi adalah bakteri filosfer 75,9–82,0 x 104 cfu/ml. Pengujian keamanan hayati diperoleh informasi sebanyak 9% isolat bakteri berpotensi sebagai patogen mamalia dan 47,2% merupakan patogen tanaman sebesar 47,2%. Hasil uji Gram menunjukkan Gram positif lebih dominan (58,3%) dibandingkan dengan Gram negatif (41,6%). Isolat-isolat bakteri yang diperoleh belum menunjukkan potensinya sebagai pelarut fosfat dan kitinase, namun sebagai agens biokontrol terhadap patogen F. oxysporum penyebab penyakit layu pada tanaman tomat. Reaksi antibiosis dengan daya hambat tinggi adalah isolat bakteri endofit (b dan d), yaitu 72,5% dan 55%, sedangkan bakteri rizosfer (u) sebesar 60%, semuanya adalah Gram positif.
KLASIFIKASI KELEMBAGAAN PETANI DI KABUPATEN GOWA Mustafa Mustafa; Kaddas Kaddas; Shinta Andayani
Journal TABARO Agriculture Science Vol 3, No 1: MEI 2019
Publisher : Universitas Andi Djemma Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (682.971 KB) | DOI: 10.35914/tabaro.v3i1.201

Abstract

Pengkajian ini bertujuan untuk mengetahui klasifikasi kelembagaan petani yang ada di Kab. Gowa. Kabupaten Gowa terdari atas 18 Kecamatan, 167 Desa dan 3618 Kelompok Tani (Poktan). Berdasarkan hasil analisis data diketahui bahwa sebaran kelompok tani untuk setiap kecamatan adalah Kecamatan  Bontonompo 303 Kelompok Tani; Kecamatan  Bontonompo Selatan 233 Kelompok Tani; Kecamatan  Bontomarannu 173 Kelompok Tani; Kecamatan  Pattalassang 183 Poktan; Kecamatan  Somba Opu 94 Kelompok Tani; Kecamatan  Pallangga 267 Kelompok Tani; Kecamatan  Bajeng 313 Kelompok Tani; Kecamatan  Bajeng Barat 147 Kelompok Tani; Kecamatan  Barombong 139 Kelompok Tani; Kecamatan  Manuju 133 Kelompok Tani; Kecamatan  Parangloe 83 Kelompok Tani; Kecamatan  Tinggimoncong 173 Kelompok Tani; Kecamatan  Parigi 93 Kelompok Tani; Kecamatan  Tombolo Pao 221 Kelompok Tani; Kecamatan  Bungaya 182 Kelompok Tani; Kecamatan  Bonto Lempangan 119 Kelompok Tani; Kecamatan  Tompobulu 315 Kelompok Tani dan Kecamatan  Biringbulu 447 Kelompok Tani. Analisis data tentang klasifikasi Poktan menunjukkan bahwa dari 3618 kelompok tani yang ada di Kab. Gowa, 80,32% berada pada kelas pemula, 11,14% kelas lanjut, 7,57% kelas madya dan 0,97% kelas utama.
PENGARUH PEMOTONGAN PUCUK APIKAL DENGAN PEMBERIAN PUPUK FERMENTASI KOMPOS LIMBAH KAKAO TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN TERONG UNGU (Solanum melongena L) Makmur Makmur
Journal TABARO Agriculture Science Vol 3, No 2: DESEMBER 2019
Publisher : Universitas Andi Djemma Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (183.575 KB) | DOI: 10.35914/tabaro.v3i2.301

Abstract

Terong adalah jenis sayuran yang sangat populer dan disukai oleh banyak orang karena rasanya enak khususnya dijadikan sebagai bahan sayuran atau lalapan. Buah terong mempunyai khasiat sebagai obat karena mengandung alkaloid, solanin, dan solasodin.  Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak kelompok yang terdiri dari dua faktor. Faktor pertama adalah penggunaan pemotongan pucuk apikal yang terdiri dari 3 taraf yaitu kontrol, dipotong pucuknya 15 HST, dan dipotong pucuknya 30 HST. Sedangkan Faktor kedua adalah pemberian pupuk kompos daun kakao yang terdiri dari tiga taraf yaitu kontrol, kompos daun kakao 400 gr/tanaman, dan kompos daun kakao 600 gr/tanaman. Sehingga dalam penelitian ini terdapat 9 kombinasi perlakuan masing- masing diulang sebanyak 3 kali. Hasil penelitian bahwa pemotongan pucuk apikal setelah 30 HST memberikan pengaruh terbaik terhadap tinggi tanaman dan jumlah daun. Pemberian pupuk kompos daun kakao tidak memberikan pengaruh nyata pada tinggi tanaman, jumlah daun, waktu berbunga, jumlah buah dan berat buah pada pertumbuhan dan produksi tanaman terong. Sedangkan interakasi pemotongan pucuk apikal yang dipotong pucuknya 15 HST dan 30 HST dengan limbah daun kako 400gr/tanaman dan 600 gr/tanaman memberikan pengaruh baik terhadap dengan nilai rata-rata tertinggi
PERSFEKTIF SOSIAL EKONOMI PETANI PADI DI DESA KANJILO KECAMATAN BAROMBONG KABUPATEN GOWA Amruddin Amruddin; Asriyanti Syarif
Journal TABARO Agriculture Science Vol 3, No 2: DESEMBER 2019
Publisher : Universitas Andi Djemma Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (628.288 KB) | DOI: 10.35914/tabaro.v3i2.297

Abstract

Penelitian mengkaji pendapatan petani dan mengidentifikasi persfektif petani secara ekonomi dan sosial dalam usahatani padi di Desa Kanjilo Kecamatan Barombong Kabupaten Gowa.Penelitian dilakukan di Desa Kanjilo yang merupakan daerah perbatasan Kabupaten Gowa dan Kotamadya Makassar dengan pertimbangan bahwa daerah ini sebagian penduduknya masih mempertahankan lahan mereka untuk membudidayakan tanaman padi ditengah arus pembangunan daerah perbatasan dan adanya alih fungsi lahan dari pertanian ke perumahan atau industri. Populasi dalam penelitian ini adalah petani padi dan sampel yang diambil dilakukan secara sengaja (Purposive) dengan jumlah sampel 30 orang petani yang dijadikan responden dengan pertimbangan telah melakukan usahatani padi selama kurun waktu 10 tahun.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendapatan petani dari usahtani padi Rp.19.201.386/Ha/Musim, petani melakukan usahatani padi 2-3 kali selama setahun.Usahatani cukup menguntungkan bagi petani namun hasil yang diperoleh belum dapat memenuhi kebutuhan hidup mereka disebabkan tingginya biaya hidup.Oleh karena itu dari 30 responden melakukan kegiatan off farm sebagai tenaga buruh bangunan, supir, berdagang. Alasan mereka mempertahankan tanah pertanian untuk memenuhi konsumsi pangan, mempertahankan budaya dan tradisi dalam bercocok tanam, serta masih dianggap sebagai alat dalam stratifikasi sosial.
RESPON PERTUMBUHAN BIBIT KELAPA SAWIT (Elaeis guineensis jacq) TERHADAP INTERVAL PEMBERIAN PUPUK HAYATI Putu Wandika; Sukriming Sapareng; Sitti Maryam Yasin
Journal TABARO Agriculture Science Vol 3, No 2: DESEMBER 2019
Publisher : Universitas Andi Djemma Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (531.768 KB) | DOI: 10.35914/tabaro.v3i2.302

Abstract

Penelitian bertujuan mengetahui interval pemberian pupuk hayati bio nano yang terbaik pada pertumbuhan bibit kelapa sawit di pembibitan awal. Penelitian dilakukan dalam bentuk percobaan lapangan yang menggunakan Rancangan Acak Kelompok yang terdiri atas 5 perlakuan yaitu tanpa pemberian pupuk hayati, pemberian pupuk hayati tiap 1, 2, 3, dan 4 minggu. Masing-masing perlakuan diulang 3 kali dan terdiri atas 3 unit satuan percobaan sehingga terdapat 45 tanaman. Pemberian pupuk hayati bio nano tiap satu minggu memberikan pengaruh terbaik terhadap tinggi tanaman umur 1 – 3 BST, masing-masing 18.05 cm, 26.05 cm dan 35.55 cm, jumlah daun yaitu 4,00, 5,11 dan 7,11 helai, dan diameter batang yaitu 3.88 cm, 7.33 cm dan 11.22 cm, serta bobot yaitu 7,00 gram
PENGGUNAAN BERBAGAI KOMPOSISI MEDIA TANAM DAN KONSENTRASI PUPUK ORGANIK HAYATI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI BAWANG MERAH VARIETAS BIMA (Allium ascalonicum L.) Ambo Upe
Journal TABARO Agriculture Science Vol 3, No 2: DESEMBER 2019
Publisher : Universitas Andi Djemma Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (156.504 KB) | DOI: 10.35914/tabaro.v3i2.298

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan berbagai komposisi  media dan konsentrasi pupuk organik hayati (POH) terhadap pertumbuhan dan produksi bawang merah varietas Bima. Penelitian dilaksanakan dalam bentuk rancangan acak kelompok (RAK)  dengan pola factorial dua factor. Faktor pertama komposisi media terdiri dari  media 1;1;1 (tanah, sekam padi, dan kotoran sapi), media 1;2;1 (tanah, sekam padi dan kotoran sapi) dan  media 1;1;2 (tanah, sekam padi dan kotoran sapi). Faktor kedua adalah konsentrasi POH terdiri dari Tanpa POH, POH 10 ml/liter air, dan POH 30 ml/liter air.  Hasil analisis data menunjukkan bahwa: Perlakuan berbagai komposisi media tanam terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman bawang merah terbaik pada perlakuan media 1;1;2 (tanah, sekam padi dan kotoran sapi).  dengan rata-rata bobot 145,67 gram/tanaman dan  perlakuan berbagai konsentrasi POH terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman bawang merah terbaik pada perlakuan POH 10 ml/liter air dengan rata-rata bobot 113,00 gram/tanaman. Sedangkan  interaksi antara komposisi media tanam dengan konsentrasi POH terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman bawang merah terbaik pada perlakuan media 1;1;2 (tanah, sekam padi dan kotoran sapi) dengan Tanpa POH, dengan rata-rata bobot 153,33 gram/tanaman
ANALISIS PENDAPATAN DAN EFESIENSI USAHA PEMBIBITAN UDANG VANAME (Litopenaeus vannamei) DI KABUPATEN TAKALAR Abdul Halil; Rahmawati Rahmawati
Journal TABARO Agriculture Science Vol 3, No 2: DESEMBER 2019
Publisher : Universitas Andi Djemma Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (537.499 KB) | DOI: 10.35914/tabaro.v3i2.299

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui produksi, biaya produksi, penerimaan, dan pendapatan usaha pembibitan udang vaname, di Kabupaten Takalar. Penentuan sampel dilakukan secara sensus dimana seluruh jumlah populasi dijadikan sebagai sampel. yaitu berjumlah 12 orang pengusaha pembibitan udang vaname. Analisis data menggunakan analisis penerimaan, biaya produksi dan pendapatan. Berdasarkan hasil perhitungan diketahui bahwa produksi usaha pembibitan udang vaname rata-rata per kolamnya sebesar 1.000.000 ekor dengan harga 1,3/ekor. Biaya produksi yaitu biaya variable, rata-rata sebesar Rp 8.383.335 dan biaya tetap, rata-rata sebesar Rp 10.100.981. Jadi, total biaya produksi rata-rata sebesar Rp 22.842.648. Total penerimaan petani yaitu produksi di kali dengan harga, rata- rata sebesar Rp 37.750.000; dengan pendapatan rata-rata sebesar Rp 15.343.315.
REKAYASA MUTU TANAH PASIR PANTAI MELALUI APLIKASI BAHAN ORGANIK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN SAWI (Brassica juncea L.) Hijria Hijria; Eka Febrianti; Arsy Aysyah Anas; La Ode Rustam; Muhammad Botek; Mirza Arsiaty Arsyad; La Ode Arfan Dedu
Journal TABARO Agriculture Science Vol 3, No 2: DESEMBER 2019
Publisher : Universitas Andi Djemma Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (647.978 KB) | DOI: 10.35914/tabaro.v3i2.295

Abstract

Salah satu lahan marjinal yang memiliki polibagensi tinggi untuk dikembangkan di Indonesia adalah lahan pantai. Sulawesi Tenggara memiliki panjang garis pantai sebesar 1.740 km, namun masyarakat belum memanfaatkan lahan pasir pantai tersebut secara optimal, terutama untuk kegiatan pertanian. Tanaman yang berpolibagensi untuk dikembangkan di lahan pesisir adalah tanaman sawi mengingat permintaan yang terus meningkat dari tahun ke tahun. Secara nasional kemampuan produksi tanaman sawi Indonesia 8-10 ton ha-1. Di Sulawesi Tenggara produksi sawi rata-rata hanya 3,84 ton ha-1 dengan luas panen 165 ha. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh rekayasa mutu tanah pasir pantai melalui aplikasi bahan organik terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman sawi. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan 4 perlakuan dengan 5 ulangan. Perlakuan yaitu tanpa pemberian pupuk organik, pupuk kompos kotoran sapi, pupuk organik Gaksi, dan kombinasi pupuk organik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi pupuk organik kompos kotoran sapi dan pupuk organik Gaksi terbaik pada perlakuan 100 g pupuk kompos kotoran sapi dengan 10 g pupuk organik Gaksi memberikan hasil terbaik terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman sawi pada tanah pasir pantai.
PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN SAWI (Brassica juncea L.) PADA BERBAGAI BOKASHI ECENG GONDOK Asrijal Asrijal
Journal TABARO Agriculture Science Vol 3, No 2: DESEMBER 2019
Publisher : Universitas Andi Djemma Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (534.666 KB) | DOI: 10.35914/tabaro.v3i2.300

Abstract

Penelitian bertujuan mengetahui pertumbuhan dan produksi tanaman sawi (Brassica juncea L.), pada berbagai bokashi eceng gondok.  Penelitian dilaksanakan dengan menggunakan Rancangan Acak kelompok terhadap empat macam bokashi eceng gondok yaitu tanpa bokashi eceng gondok, bokashi eceng gondok kotoran ayam pedaging, bokashi eceng gondok kotoran sapi, dan bokashi eceng gondok kotoran ayam kampung. Setiap perlakuan diulang sebanyak tiga kali sehingga jumlah kombinasi perlakuan sebanyak 12 kombinasi.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa Aplikasi bokashi eceng gondok kotoran ternak ayam kampung memperlihatkan hasil yang nyata dan tertinggi pada jumlah daun dan bobot segar tanaman sawi masing-masing sebesar 9.51 helai dan 27,79 g/tanaman, dibandingkan dengan perlakuan lainnya
ANALISIS PERSEPSI PETANI TERHADAP PUPUK ORGANIK DI KECAMATAN WALENRANG UTARA KABUPATEN LUWU UTARA Intisari Intisari; Srida Mitra Ayu; Rosnina Rosnina; Dewi Marwati Nuryanti
Journal TABARO Agriculture Science Vol 3, No 2: DESEMBER 2019
Publisher : Universitas Andi Djemma Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (646.011 KB) | DOI: 10.35914/tabaro.v3i2.296

Abstract

Persepsi dapat mempengaruhi petani dalam mengambil keputusan pada kegiatan usahataninya.  Persepsi yang keliru atau negatif terhadap suatu produk akan menyebabkan sikap yang negatif, perilaku yang kurang bagus terhadap produk tersebut dan tentunya akan mempengaruhi pada keputusan untuk menggunakan atau tidak menggunakan produk tersebut.  Oleh karena itu, sangatlah penting untuk menganalisis persepsi tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi petani terhadap pupuk organik. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 258 orang petani padi yang ada di Kecamatan Walenrang Utara Kabupaten Luwu. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa persepsi petani terhadap pupuk organik adalah ramah lingkungan, tidak ada kandungan zat kimianya, harganya lebih murah,  mudah di dapat, mudah di buat, produk yang dihasilkan lebih banyak di cari orang, simbol dari gaya hidup yang sehat, harga dari produk yang dihasilkan lebih mahal, hasil yang banyak dalam jangka panjang, pupuk yang dianjurkan oleh pemerintah, harga dari produk yang dihasilkan mahal, produk yang dihasilkan lebih bergengsi, pupuk yang terbuat dari kotoran hewan dan bahan alami lainnya serta tidak mengandung bahan kimia, pupuk organik terbatas produksinya dan susah didapatkan apabila dibutuhkan dalam jumlah yang banyak sekaligus.  Dan tingkat persepsi petani terhadap pupuk organik adalah negatif (35,3).

Page 5 of 11 | Total Record : 106