cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota lhokseumawe,
Aceh
INDONESIA
Acta Aquatica: Aquatic Sciences Journal
ISSN : 24069825     EISSN : 26143178     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Acta Aquatica: Aquatic Sciences Journal is a scientific open access journal in the field of aquatic sciences, published periodically (April and October) by the Institute of Research and Community Service (LPPM) Universitas Malikussaleh (Malikussaleh University) in cooperation with Marine Center Universitas Malikussaleh, Department of Aquaculture Universitas Malikussaleh and Department of Marine Science Universitas Malikussaleh. Acta aquatica are publish original research, overviews and reviews relating to aquatic environments (wetlands, freshwater and marine waters) and the border limits of these environmental systems and the impacts of human activities on the environmental systems. Acta Aquatica has a related studies in aquatic bioecology, aquaculture, hydrology, biodiversity of aquatic biosphere, oceanology, exploitation and exploration technology of aquatic resources, fisheries product technology, aquatic microbiology, aquatic modeling, aquatic geographic information systems, and socio-economic of aquatic resources.
Arjuna Subject : -
Articles 341 Documents
Occurrence of the Histioteuthis reversa (Verrill 1880), (Cephalopoda/Histioteuthidae) in the Gulf of Mersin/ Turkey Gökoğlu, Mehmet; Teker, Serkan; Korun, Jale
Acta Aquatica: Aquatic Sciences Journal Acta Aquatica: Jurnal Ilmu Perairan, Vol. 8: No. 2 (August, 2021)
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/aa.v8i2.4783

Abstract

A different species of squid was caught during trawling (36°01390N; 033°44220E and 36°07080N; 034°00920E) in the Gulf of Mersin at average depth of 300-400 m. It was determined that this squid was Histioteuthis reversa (Verrill 1880). This is the first record of Histioteuthis reversa both for the Gulf of Mersin and Turkey's Mediterranean coast.Keywords: Coast of Turkey, Mediterranean, Priacanthus sagittarius, Spread.
Pengaruh penggunaan beberapa jenis filter alami terhadap pertumbuhan, sintasan dan kualitas air dalam pemeliharaan ikan mas (Cyprinus carpio) Nasir, Muhammad; Khalil, Munawar
Acta Aquatica: Aquatic Sciences Journal Acta Aquatica: Aquatic Sciences Journal, Vol. 3: No. 1 (April, 2016)
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/aa.v3i1.336

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas penggunaan beberapa jenis filter alami zeolit, arang dan sabut kelapa dalam menetralisir pH dan Amoniak untuk memperbaiki kualitas air pada wadah pemeliharaan ikan mas dan pengaruhnya terhadap pertumbuhan dan sintasan serta mengetahui media filter mana yang terbaik untuk pertumbuhan ikan mas. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan November - Desember 2015 yang bertempat di Laboratorium Hatchery dan Teknologi Budidaya Program Studi Budidaya Perairan Fakultas Pertanian, Universitas Malikussaleh, rancangan penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan 3 ulangan, dimana A: kontrol (tanpa filter), B: filter zeolit, C: filter arang, D: filter sabut kelapa dan E: kombinasi. Hasil penelitian menunjukkan Zeolit, Arang, Sabut kelapa dan Kombinasi dapat memperbaiki kualitas air untuk menetralisir pH dan amoniak. Pertumbuhan dan konversi pakan terbaik ditemukan pada perlakuan E (kombinasi) sedangkan untuk tingkat kelangsungan hidup terbaik ditemukan pada perlakuan D (sabut kelapa).This study aimed to determine the effectiveness of the use of several types of natural zeolite filter, charcoal and coconut fiber in neutralizing the pH and ammonia to improve the quality of water in the goldfish maintenance container and the effect on growth and survival rate and determine the best filter media for the growth of gold fish. This study was conducted on November to December 2015 at Laboratory of Aquaculture Hatchery and Technology Studies Program Aquaculture Faculty of Agriculture, University of Malikussaleh. The research design uses a completely randomized design (CRD) with 5 treatments 3 replications, that is A: control (without filter), B: zeolite filter, C: charcoal filters, D: coconut fiber filter and E: combination. The results showed zeolite, charcoal, coconut fiber and combination can improve water quality neutralize pH and ammonia. The best growth and feed conversion ratio are found in treatment E (combination) while for the best survival rate is found in treatment D (coconut fiber).
Pengaruh pemberian berbagai jenis keong terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup ikan patin (Pangasius pangasius) Mainisa, Mainisa
Acta Aquatica: Aquatic Sciences Journal Acta Aquatica: Aquatic Sciences Journal, Vol. 6: No. 2 (October, 2019)
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/aa.v6i2.1582

Abstract

AbstrakIkan Patin (Pangasius pangasius) merupakan ikan air tawar yang memiliki nilai ekonomis yang tinggi. Untuk membantu mempercepat pertumbuhan selain dengan menggunakan pellet, ikan patin juga dapat diberikan pakan alami seperti keong mas (Pomacea canaliculata Lamarck), bekicot (Achatina fulica) dan siput air tawar (Lemnaea javanica). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pakan jenis keong-keongan yang berbeda terhadap pertumbuhan, kelangsungan hidup, dan konversi pakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan terbaik terdapat pada perlakuan A, yaitu dengan pemberian keong mas. terbaik kedua pada perlakuan B (pemberian bekicot) dan yang paling rendah pada perlakuan C (pemberian keong air tawar). Selanjutnya untuk tingkat kelangsungan hidup terbaik terdapat pada perlakuan A dan B yaitu sebesar 95.24%, dan yang terendah perlakuan C sebesar 90.47%. Rasio konversi pakan pada perlakuan A yaitu 3.45, sedangkan pada perlakuan C sebesar 7.44.Kata kunci: ikan patin; keong mas; bekicot, siput air tawar; pertumbuhanAbstractPangasius catfish (Pangasius pangasius) is a freshwater fish that has high economic value. To accelerate growth in addition by using pellet, this catfish can also be given live food such as the golden snail (Pomacea canaliculata Lamarck), edible snail (Achatina fulica), and freshwater snail (Lemnaea javanica). This study aims to determine the effect of different types of snail feeding on growth, survival rate, and feed conversion ratio. The results showed that the best growth was found in treatment A, by giving the golden snail, the second best growth in treatment B (by giving edible snail) and the lowest growth in treatment C (by giving freshwater snail). Furthermore, the best survival rate is in treatment A and B which is equal to 95.24%, and the lowest in treatment C (90.47%). Feed conversion ratio in treatment A was 3.45, while in treatment C was 7.44.Keywords: Pangasius catfish; The golden snail; edible snail; freshwater snail; growth
Effectiveness of fermented cabbage to increase storage time of Indian mackerel (Rastrelliger sp.) at room temperature Puspitasari, Dian; Desrita, Desrita
Acta Aquatica: Aquatic Sciences Journal Acta Aquatica: Jurnal Ilmu Perairan, Vol. 8: No. 1 (April 2021)
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/aa.v8i1.3830

Abstract

Makarel India adalah ikan air laut yang umum dikonsumsi. Keunggulan ikan tenggiri adalah memiliki cita rasa yang enak, harga yang terjangkau, dan dapat diolah menjadi berbagai macam masakan. Kelemahan dari ikan kembung India adalah mudah untuk mengalami penurunan kualitas. Salah satu cara untuk memperpendek umur simpan adalah dengan penambahan es. Cara pengawetan lainnya adalah dengan memanfaatkan bakteri asam laktat hasil fermentasi kubis. Kubis digunakan sebagai bahan starter fermentasi karena memiliki harga yang terjangkau dan mudah didapatkan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui umur simpan ikan tenggiri yang direndam menggunakan larutan fermentasi kubis dengan lama waktu 1 jam, 2 jam, dan 3 jam. Sampel ikan kembung India berasal dari pasar ikan. Ikan dicuci menggunakan air bersih, kemudian direndam menggunakan larutan fermentasi kubis dengan lama waktu perendaman 1 jam, 2 jam, dan 3 jam. Parameter yang diamati adalah kenampakan mata, insang, lendir pada permukaan tubuh, daging, bau, dan tekstur. Hasil penelitian menunjukkan umur simpan ikan tenggiri pada suhu ruang adalah 11 jam (untuk kontrol), sedangkan umur simpan ikan tenggiri direndam selama 1 jam, 2 jam, dan 3 jam adalah 14 jam. Pengujian menggunakan Anova menunjukkan nilai signifikan sebesar 0,351. Artinya lama perendaman menggunakan larutan fermentasi kubis tidak mempengaruhi umur simpan ikan tenggiri. Hasil penelitian menunjukkan umur simpan ikan tenggiri pada suhu ruang adalah 11 jam (untuk kontrol), sedangkan umur simpan ikan tenggiri direndam selama 1 jam, 2 jam, dan 3 jam adalah 14 jam. Pengujian menggunakan Anova menunjukkan nilai signifikan sebesar 0,351. Artinya lama perendaman menggunakan larutan fermentasi kubis tidak mempengaruhi umur simpan ikan tenggiri. Hasil penelitian menunjukkan umur simpan ikan tenggiri pada suhu ruang adalah 11 jam (untuk kontrol), sedangkan umur simpan ikan tenggiri direndam selama 1 jam, 2 jam, dan 3 jam adalah 14 jam. Pengujian menggunakan Anova menunjukkan nilai signifikan sebesar 0,351. Artinya lama perendaman menggunakan larutan fermentasi kubis tidak mempengaruhi umur simpan ikan tenggiri.
Pengaruh penggunaan probiotik pada media pemeliharaan terhadap benih maskoki (Carassius auratus) pada umur yang berbeda Julianti, Vivi; Salamah, Salamah; Muliani, Muliani
Acta Aquatica: Aquatic Sciences Journal Acta Aquatica: Aquatic Sciences Journal, Vol. 3: No. 2 (October, 2016)
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/aa.v3i2.326

Abstract

Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Hatchery dan Teknologi Budidaya Perairan Program Studi Budidaya perairan Fakultas Pertanian Universitas Malikussaleh, dimulai dari tanggal 27 April - 26 Mei 2015. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui dosis probiotik yang tepat pada pemeliharaan untuk dapat menjaga kualitas air dan mengetahui umur benih yang tepat untuk dapat memanfaatkan probiotik dengan baik sehingga meningkatkan pertumbuhan dan kelangsungan hidup benih maskoki. Metode yang digunakan dalam penelitian ini dilakukan secara eksperimental dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial dengan dua faktor. Perlakuan yang digunakan yaitu enam perlakuan dan tiga ulangan dengan pemberian probiotik 1,5 mg/L-2,0 mg/L untuk benih maskoki berumur satu dan dua bulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan probiotik pada media pemeliharaan berpengaruh sangat nyata terhadap pertumbuhan berat dan kualitas air tetapi tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan panjang, kelangsungan hidup, dan konversi pakan benih maskoki (Carassius auratus) pada umur yang berbeda. Hasil pengamatan menunjukkan bawah parameter kualitas air yang diukur selama penelitian menunjukkan kisaran yang sesuai atau masih dapat ditolerir untuk pemeliharaan benih ikan maskoki yaitu dengan kisaran suhu 27,1-27,7 °C, DO 6,0-9,0 mg/L, pH 7,2-7,5, amonia 0,03-0,12 mg/L, nitrit 0,012-0,090 mg/L, dan nitrat 0,023-3,52 mg/L. Perlakuan A2B2 dengan dosis 1,5 ml/L pada benih berumur dua bulan merupakan dosis terbaik yang menghasilkan kelangsungan hidup tertinggi sebesar 73,33 %, namun laju pertumbuhan panjang, berat, dan nilai konversi tertinggi terdapat pada perlakuan A3B2 dengan dosis 2,0 ml/L pada benih berumur dua bulan yaitu sebesar 0,39 cm, 0,52 gr, dan 0,48 gr.The research was conducted at the Laboratory of Agriculture Hatchery and Technology Aquaculture Departement Faculty of Agriculture, Malikussaleh University, started on April 27th to Mey 26th 2015. The purpose of this study is know the dosage probiotics proper in maintenance for can keep of water quality and know age larvae proper to can use probiotics well raising growth and survival seed goldfish. The research used experimental method with factorials by using complete randommized design (CRD) with two factors. Those who used the six treatment and three remedial by the provision of probiotics 1.5 mg / l-2,0 mg / l for seed maskoki mature in one and two months. The research results show that the use of probiotics in a media maintenance influential very real on the growth of heavy and water quality but has not been affecting the growth long , survival , and conversion of the feed goldfish larvae at the age of different .Our observations showed under parameter a quality of water that measured for research shows a range appropriate or can still be tolerated for the maintenance of  goldfish larvae namely by the temperature range 27,1-27,7 °C, DO 6,0-9,0 mg/L, pH 7,2-7,5, ammonia 0,03-0,12 mg/L, nitrites 0,012-0,090 mg/L, and nitrate 0,023-3,52 mg/L. Treatment with doses A2B2 1.5 mg/L on larvae was two months is doses best that produces survival highest of 73,33 %, but growth rate long, heavy, and the conversion is highest in treatment A3B2 with doses 2,0 ml / l on larvae was two months is as much as 0.39 cm, 0,52 gr, and 0,48 gr.
Phtytochemical screening and thin layer choromatography (TLC) profiling of mangrove family Rhizophoraceae and Avicenniaceae Rafael, Andriani
Acta Aquatica: Aquatic Sciences Journal Acta Aquatica: Jurnal Ilmu Perairan, Vol. 8: No. 1 (April 2021)
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/aa.v8i1.2461

Abstract

 Abstrak Penelitian ini adalah dari melaksanakan Februari hingga April 2017. menyalak dari tujuh spesies bakau yaitu ,. Ceriops decandra (Griff.) Ding Hou;  Ceriops tagal ( Perr.) CB Rob .; dan Bruguiera cylindrica ; Bruguiera gymnorrhiza (kiri) Lam; Rhizophora stylosa Griff .; Rhizophora mucronata Lam .; dan Avicennia marina (Forsk.) Vierh. Analisis fitokimia dan profil KLT dari ekstrak kasar kulit kayu yang dibandingkan. Analisis kualitatif menunjukkan bahwa Gonggongan Ceriops decandra (Griff.) Ding Hou, Ceriops tagal ( Perr.) CB Rob.,Bruguiera cylindrica, Bru guiera gymnorrhiza ( Kiri ) Lam, Rhizophora stylosa Griff. , Rhizophora mucronata Lam ., Dan Avicennia marina (Forsk.) Vierh. memiliki beberapa metabolit sekunder yang penting, yaitu senyawa Fenol, Tanin, dan Flavonoid. Flavonoid hanya ada di Avicennia marina (Forsk.) Vierh. Profil KLT menunjukkan bahwa dibandingkan DENGAN Nilai R f standar , Terdapat doa Titik hati kromatogram Ekstrak kasar  Rhizophora stylosa Griff. sama dengan nilai standar (nilai RfFlavonoid-glikosida turun antara = 0,18; 0,26; 0,30) menunjukkan bahwa Rhizophora stylosa Griff mungkin mengandung Flavonoid-glikosida dan asam fenolat ( nilai R f asam fenolat, 0,63-0, 84). Sedangkan Avicennia marina (Forsk.) Vierh mungkin mengandung asam fenolat. Namun, masih ada senyawa yang belum diketahui yang perlu diidentifikasi dalam penelitian lebih lanjut. Kata kunci: mangrove, fitokimia, Kromatografi Lapis Tipis 
Pola pertumbuhan dan faktor kondisi ikan lemeduk (Barbodes schwanenfeldii) di Sungai Belumai Deli Serdang Provinsi Sumatera Utara Aisyah, Siti; Bakti, Darma; Desrita, Desrita
Acta Aquatica: Aquatic Sciences Journal Acta Aquatica: Aquatic Sciences Journal, Vol. 4: No. 1 (April, 2017)
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/aa.v4i1.317

Abstract

Penelitian ini dilakukan di Sungai Belumai Kabupaten Deli Serdang Provinsi Sumatera Utara pada Bulan Mei dan juni 2014 di empat lokasi yang berbeda dengan menggunakan metode sensus. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui aspek pertumbuhan (sebaran frekuensi panjang, hubungan panjang bobot, faktor kondisi dan koefisien pertumbuhan). Jumlah ikan lemeduk yang tertangkap adalah 55 ekor. Hasil penelitian menggambarkan bahwa populasi ikan didominasi oleh sebaran ukuran kelas panjang 174-194 mm. Hasil hubungan panjang berat menunjukkan bahwa pola pertumbuhan ikan bersifat allometrik negatif (b=2,565) dimana pertambahan panjang lebih cepat dibandingkan pertambahan berat. Nilai faktor kondisi ikan lemeduk (Barbodes schwanenfeldii) berkisar 0,946-1,059.This research was done in Belumai River Deli Serdang District North Sumatera Province. This research was conducted in May until June 2014 in four different locations by using census method. The purpose of this research is to know the aspect of growt (length frequency distribution, length-weight relationship, condition factor and growth coefficient). The number of lemeduk fish which caught were 55 fish. Result shown that the population is dominate by length frequency distribution 174-194 mm. Result length-weight relationship shown that growth pattern was allometric negative (b=2,565) where the length is faster growth than the weight. The condition factor of lemeduk fish was around 0,946-1,059.
Evaluation of different natural foods on maturation of freshwater crayfish (Cherax quadricarinatus) Fatwana, Nurullah; Komariyah, Siti; Rosmaiti, Rosmaiti; Hasri, Iwan
Acta Aquatica: Aquatic Sciences Journal Acta Aquatica: Jurnal Ilmu Perairan, Vol. 8: No. 3 (December, 2021)
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/aa.v8i3.6030

Abstract

This study was aimed to examine the different natural feeds on the maturnity of freshwater crayfish. The study was conducted on November 20th - January 21th 2021 in the UPTD BBI Lukup Badak, Takengon, Aceh Tengah. Test fish used is seed of cherax quadricarinatus measuring 52-75 g. Methods used in this study was Completely Randomized Design (CRD) with 4 treatments and 3 replications. The treatments in this study were P1 (Tubifex), P2 (505 tubifex, 255 carrots, and 25% sweet potatoes), P3 (50% tubifex, 25% bean sprouts, and 25% sweet potatoes), and P4 (50% tubifex, 25% papaya, and 25% sweet potatoes). Seeds of fish was put in a container maintenance with 42 liters of water volume and density of 1 tails per container. Frequency of feeding was 3 times a day at 08.00 am, 16.00 pm and 20.00 pm. The results showed that different natural feeding teratments had a very significant effect on the absolute weight and gonad maturity indexs (IKG).Keywords: Absolute weight; Cherax quadricarinatus; Gonad; Natural feed.
Pertumbuhan benih ikan gurami (Osphronemus gouramy) yang dipelihara pada media bersalinitas 3 ppt dengan paparan medan listrik yang berbeda Husna, Rahmatul; Adhar, Saiful; Erlangga, Erlangga
Acta Aquatica: Aquatic Sciences Journal Acta Aquatica: Aquatic Sciences Journal, Vol. 2: No. 1 (April, 2015)
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/aa.v2i1.350

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan benih ikan gurami yang dipelihara pada media bersalinitas dengan paparan medan listrik yang berbeda. Penelitian dilaksanakan pada bulan September hingga Oktober 2014 di Laboratorium Hatchery dan Teknologi Program Studi Budidaya Perairan Fakultas Pertanian Universitas Malikussaleh Aceh Utara. Perlakuan yang diberikan yaitu: perlakuan A (Kontrol), B (7,5 Volt), C (10 Volt) dan D (12,5 Volt). Pengambilan data dilakukan setiap 7 hari sekali. Adapun rancangan yang digunakan pada penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan 3 ulangan dan dilanjutkan dengan Uji Beda Nyata jika terdapat perbedaan. Parameter yang diamati adalah pertambahan bobot, pertambahan panjang, kelangsungan hidup dan efisiensi pakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ikan gurami yang diberi perlakuan 7,5 volt, 10 volt dan 12,5 volt mampu merespon medan listrik. Pemberian medan listrik 10 volt menghasilkan nilai pertambahan bobot, pertambahan panjang dan efisiensi paling baik, yaitu masing-masing sebesar 0,31 gram, 0,20 cm, 90,61 %, sedangkan untuk kelangsungan hidup menunjukkan hasil yang terbaik pada perlakuan kontrol yaitu 90 %. Selama penelitian ini suhu bekisar antara 26,62-27,81 áµ’C, dan pH 7,40-6,62.This research aimed to know the growth of cultivated gouramy fingerling in saline media with different electric voltage treatments. The study was carried out on September until Oktober 2014 at laboratorium of hatchery, major of aquaculture Malikussaleh University. The given treatments were A (control), B (7,5 volt), C (10 volt), and D 12,5 volt). Data were sample every 7 days. The research design used was completely randomized design non factorial with 4 treatment and 3 replications then it was continued by LSD test. Some parameters taken during experiment were growth of weight and length, survival rate, feed efficiency. The result showed that gouramy fish given treatments of 7,5 volt, 10 volt, and 12,5 volt could respond the electric voltages. Electric voltage of 10 volt yielded the best of growth and feed efficiency, in which they were weight 0,31 gr, length 0,20 cm, and feed efficiency 90,61 %. White the best survival rate was obtained at control treatment which was 90 %. Water quality during experiment ranged temperature 26,62-27,81 0C and pH 7,40-6,62. 
Penambahan ekstrak larutan kulit mangrove pada cat minyak sebagai antifouling Syahputra, Fauzi Syahputra; Haja Almuqaramah, Teuku Muhammad
Acta Aquatica: Aquatic Sciences Journal Acta Aquatica: Aquatic Sciences Journal, Vol. 6: No. 1 (April, 2019)
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/aa.v6i1.1062

Abstract

AbstrakBiofouling merupakan akumulasi pertumbuhan dari organisme laut yang hidupnya menempel pada material terendam oleh air laut. Akumulasi biofouling yang terjadi secara berkelanjutan dapat menimbulkan masalah baik secara ekonomis dan operasional khususnya pada kapal yang digunakan sebagai alat transportasi. hal ini dapat menyebabkan kecepatan kapal berkurang hingga 40% sehingga konsumsi bahan bakar meningkat sampai dengan 30%. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh penambahan ekstrak larutan kulit mangrove pada cat minyak sebagai antifouling. Hasil penelitian menunjukan bahwa penambahan ekstrak larutan kulit mangrove memiliki pengaruh terhadap jumlah penempelan biofouling.  Hal ini dapat dilihat dari data yang didapatkan dimana pada material bahan uji yang menggunakan campuran tanin lebih sedikit terjadi penempelan pada material yaitu sebanyak 4 individu, sedangkan jika dibandingkan dengan sampel uji yang tidak menggunakan campuran tanin jumlah yang terdata sebanyak 9 individu.Kata kunci: biofauling; antifauling; mangroveAbstractBiofouling is the accumulation of marine organisms whose life is attached to material submerged by sea water. Accumulation of biofouling that occurs on an ongoing basis can cause problems both economically and operationally, especially on ships that used as a means of transportation. This particular problem can cause ship speed to decrease by 40% so that fuel consumption increases by up to 30%. This study aims to determine the effect of adding extracts of mangrove bark solution to oil paint as antifouling. The results showed that the addition of mangrove bark solution extract influenced the amount of biofouling attachment. Where in the test material using a mixture of tannins, there was less attachment to the material as much as four individuals, whereas when compared with the test sample which did not use a mixture of tannins the amount recorded was nine individuals.Keywords: biofauling; antifauling; mangrove

Page 9 of 35 | Total Record : 341


Filter by Year

2014 2025


Filter By Issues
All Issue Acta Aquatica, Vol. 12: No. 3 (December, 2025) Acta Aquatica, Vol. 12: No. 2 (August, 2025) Acta Aquatica, Vol. 12: No. 1 (April, 2025) Acta Aquatica, Vol. 11: No. 3 (December, 2024) Acta Aquatica, Vol. 11: No. 2 (August, 2024) Acta Aquatica, Vol. 11: No. 1 (April, 2024) Acta Aquatica: Jurnal Ilmu Perairan, Vol. 10: No. 3 (December, 2023) Acta Aquatica: Jurnal Ilmu Perairan, Vol. 10: No. 2 (August, 2023) Acta Aquatica: Jurnal Ilmu Perairan, Vol. 10: No. 1 (April, 2023) Acta Aquatica: Jurnal Ilmu Perairan, Vol. 9: No. 3 (December, 2022) Acta Aquatica: Jurnal Ilmu Perairan, Vol. 9: No. 2 (August, 2022) Acta Aquatica: Jurnal Ilmu Perairan, Vol. 9: No. 1 (April, 2022) Acta Aquatica: Jurnal Ilmu Perairan, Vol. 8: No. 3 (December, 2021) Acta Aquatica: Jurnal Ilmu Perairan, Vol. 8: No. 2 (August, 2021) Acta Aquatica: Jurnal Ilmu Perairan, Vol. 8: No. 1 (April 2021) Acta Aquatica: Aquatic Sciences Journal, Vol. 7: No. 2 (October, 2020) Acta Aquatica: Aquatic Sciences Journal, Vol. 7: No. 1 (April, 2020) Acta Aquatica: Aquatic Sciences Journal, Vol. 6: No. 2 (October, 2019) Acta Aquatica: Aquatic Sciences Journal, Vol. 6: No. 1 (April, 2019) Acta Aquatica: Aquatic Sciences Journal, Vol. 5: No. 2 (October, 2018) Acta Aquatica: Aquatic Sciences Journal, Vol. 5: No. 1 (April, 2018) Acta Aquatica: Aquatic Sciences Journal, Vol. 4: No. 2 (October, 2017) Acta Aquatica: Aquatic Sciences Journal, Vol. 4: No. 1 (April, 2017) Acta Aquatica: Aquatic Sciences Journal, Vol. 3: No. 2 (October, 2016) Acta Aquatica: Aquatic Sciences Journal, Vol. 3: No. 1 (April, 2016) Acta Aquatica: Aquatic Sciences Journal, Vol. 2: No. 2 (October, 2015) Acta Aquatica: Aquatic Sciences Journal, Vol. 2: No. 1 (April, 2015) Acta Aquatica: Aquatic Sciences Journal, Vol. 1: No. 1 (October, 2014) More Issue