cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
turbo@ojs.ummetro.ac.id
Editorial Address
Jl. Ki Hajar Dewantara No. 116 Kota Metro
Location
Kota metro,
Lampung
INDONESIA
Turbo : Jurnal Program Studi Teknik Mesin
ISSN : 23016663     EISSN : 2477250X     DOI : https://doi.org/10.24127
Core Subject : Engineering,
TURBO ISSN (print version) 2301-6663 & ISSN (online version) 2477-250X is a peer-reviewed journal that publishes scientific articles from the disciplines of mechanical engineering, which includes the field of study (peer) material, production and manufacturing, construction and energy conversion. Articles published in the journal Mechanical include results of original scientific research (original), and a scientific review article (review). Mechanical journal published by the Department of Mechanical Engineering, Faculty of Engineering, University Muhammadiyah of Metro for publishing two periods a year, in June and December with the number of articles 14-20 per year . Editors receive manuscripts in mechanical engineering from various academics, researchers and industry practitioners.
Articles 509 Documents
UNJUK KERJA TURBIN AIR TIPE CROSS FLOW DENGAN VARIASI DEBIT AIR DAN SUDUT SERANG NOSEL Yudi Setiawan; Irfan Wahyudi; Erwin Nandes
TURBO [Tulisan Riset Berbasis Online] Vol 2, No 1 (2013): Juni 2013
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (515.032 KB) | DOI: 10.24127/trb.v2i1.35

Abstract

Turbin air adalah suatu mesin yang menghasilkan energi mekanik berupa putaran poros dengan memanfaatkan energi potensial air. Energi ini selanjutnya diubah menjadi bentuk energi lain seperti energi listrik. Turbin air yang digunakan di Indonesia sebagian besar adalah turbin aliran silang (cross flow). Turbin cross flow memiliki kontruksi yang sederhana dan memberikan biaya operasional kecil. Pentingnya dilakukan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh debit air dan variasi sudut serang nosel terhadap unjuk kerja turbin cross flow. Penelitian ini dilakukan menggunakan instalasi penelitian yang tersusun atas beberapa peralatan utama. Diantaranya runner (piringan dan sudu), nosel, rotameter, tachometer, dan neraca pegas. Penelitian ini menggunakan debit 5 gpm dan 10 gpm dengan variasi sudut serang nosel mulai dari 10o, 20o, 30o, 40o, 50o, 60o, 70o, dan 80o menggunakan sudu berjumlah 18. Unjuk kerja turbin cross flow ditunjukkan berdasarkan daya, putaran dan efisiensi turbin yang dihasilkan dari percobaan. Hasil percobaan menunjukkan bahwa debit 10 gpm ternyata lebih baik dibandingkan debit 5 gpm yaitu pada putaran (131,7 rpm), daya (0,901 watt) dan efisiensi (72,90 %) terjadi pada sudut 30o.
PENGARUH TEMPERATUR DIGESTER SISTEM KONTINYU TERHADAP PRODUKSI BIOGAS BERBAHAN BAKU BLOTONG Untung Surya Dharma; Hamim Bustomi
TURBO [Tulisan Riset Berbasis Online] Vol 6, No 2 (2017): Desember 2017
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (443.756 KB) | DOI: 10.24127/trb.v6i2.640

Abstract

Dewasa ini kebutuhan bahan bakar fosil sebagai sumber energi tidak sebanding dengan ketersediaannya yang semakin menipis. Untuk itu solusi terhadap permasalahan energi perlu menjadi perhatian yang intensif. Salah satu energi terbarukan yang dapat digunakan sebagai energi alternatif adalah biogas. Penelitian ini menggunakan blotong sebagai bahan baku biogas yang merupakan limbah padat pabrik gula. Tujuan penelitian adalah meningkatkan produksi biogas dengan menggunakan perbedaan temperatur digister sistem kontinyu pada saat proses fermentasi anaerob. Perlakuan suhu yang digunakan dalam penelitian ini adalah permentasi subtrat tanpa perlakuan suhu (T1), dengan suhu 350C (T2) dan 550C (T3). Pada setiap penurunan produksi yang melebihi batas tengah setelah produksi puncak akan di lakukan penggantian bahan baku sebanyak 2 liter untuk menjaga kesetabilan proses produksi biogas. Hasil penelitian menunjukkan, temperatur digester pada saat proses permentasi substrat sangat mempengaruhi kuantitas produksi biogas, Akumulasi volume produksi yang dihasilkan subtrat dengan berperlakuan suhu 350C menghasilkan biogas terbanyak dalam jangka waktu relatif singkat, dibandingkan substrat tanpa perlakuan suhu dan perlakuan suhu 55 oC, Rerata kesetabilan produksi terbaik juga terjadi pada subtrat berperlakuan suhu 350C dengan akumulasi laju produksi sebanyak 4108  .Kata kunci : Biogas, Digester Anaerob Sistim Kontinyu, Temperatur, Blotong.
DESAIN ULANG ALAT PENUKAR KALOR TIPE SHELL AND TUBE DENGAN MATERIAL TUBE CARBON STELL DAN STAINLESS STELL 304 Ratnawati Ratnawati; Amir Salim
TURBO [Tulisan Riset Berbasis Online] Vol 7, No 1 (2018): Juni 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (649.398 KB) | DOI: 10.24127/trb.v7i1.712

Abstract

Penukar  panas sangat luas dipakai dalam dunia serti,pembangkit listrik, kilang minyak, pabrik kimia maupun petrokimia , industri gas alam, refrigerasi, dan lain sebagainya . Salah satu contoh dari alat penukar panas ayng terdapat pada industri pupuk PT.Pupuk Kalimantan Timur adalah Lean Solution Cooler 1-E-303. Kajian dalam tulisan ini berisi gambaran tentang hasil analisis pengaruh perubahan material tube  dari carbon stell menjadi stainless stell 304 terhadap perpindahan panas, jatuh tekan, diameter dalam shell, jumlah tube, dll  Dari hasil analisa perhitungan diketahui bahwa terjadi penurunan nilai perpindahan kalor yang terjadi sebesar 2001.76 W/K – 1950.78 W/K (sisi tube) dan 5707.46 W/K-5256.5 W/K (sisi shell), jatuh tekan sebesar 2.35 psi – 2.26 psi (sisi tube) dan 1.19 psi – 0.98 psi (sisi shell), dan kenaikan pada diameter dalam shell sebesar 954 mm – 999 mm, dan jumlah tube dari 1183 buah -1300 buah .Kata Kunci : Alat penukar kalor, koefisien perpindahan panas, jatuh tekan, & jumlah tube.
PERILAKU RAMBAT API PREMIXED PENYALAAN BAWAH CAMPURAN GAS METANA-UDARA INHIBITOR NITROGEN (N2) Djoko Wahyudi
TURBO [Tulisan Riset Berbasis Online] Vol 2, No 2 (2013): Desember 2013
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (407.017 KB) | DOI: 10.24127/trb.v2i2.25

Abstract

Komposisi gas metana dalam kandungan biogas salah satu dengan menurunkan gas nitrogennya. Nitrogen dalam campuran bahan bakar gas merupakan inhibitor yang efektif. Misalkan pengaruh nitrogen pada kecepatan pembakaran dari gas metana-udara mengalami penurunan. Seberapa besar pengaruh kadar nitrogen jika ditinjau dari perilaku rambat api, maka perlu adanya suatu pengamatan atau penelitian. Dalam penelitian ini variabel bebasnya adalah prosentase campuran Nitrogen 10%-50% dan titik penyalaan dari bawah. Prosentase nitrogen diambil dari prosentase gas metana, misal 10% nitrogen maka 90% gas metana. Campuran udara dan CH4 tetap stoikiometri (9.5:1). Untuk mendapatkan nitrogen pada campuran stoikiometri dengan menghitung jumlah volume dari helle shaw cell, kemudian menentukan prosentase nitrogen yang masuk ke ruang bakar, sesuai variasi prosentase nitrogen. Pola rambat api yang dibentuk dari campuran gas metana-udara dan nitrogen menunjukkan perubahan yang beda-beda dan berbentuk parabola yang mendatar dan akhirnya pecah menjadi beberapa parabola yang kecil-kecil.
PENGELOMPOKAN DAN PERLAKUAN SERTA KEMAMPUAN BAKAR KULIT BIJI MENTE PADA TEKNOLOGI BAKAR KULIT BIJI MENTE Yohanes Benediktus Yokasing; Amiruddin Abdullah; Antonius Pangalinan
TURBO [Tulisan Riset Berbasis Online] Vol 6, No 2 (2017): Desember 2017
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (222.065 KB) | DOI: 10.24127/trb.v6i2.587

Abstract

Biji mente berukuran kecil, sedang dan besar, kulit biji mente yang keras, dan CNSL yang ada pada kulit biji, yang bersifat racun. Kacang mente yang bermutu harus bebas dari CNSL, utuh dan tetap berwarna putih. Untuk itu dibuat Teknologi Bakar Kulit Mente yang memiliki 3 Selinder Ruang Vertikal”. Untuk bahan bakar bambu prosentase CNSL terendah yakni 38,7 %, dengan perlakuan pengukusan 13 menit, pada dimensi biji kecil, sedangkan bahan bakar daun lontar terendah pada bahan bakar 44,7%, dengan perlakuan pengukusan 11 menit dan penjemuran selama 16 jam. Kacang mente berwarna kuning lebih banyak terjadi pada bahan bakau daun lontar. Prosentase CNSL tersedikit terdapat pada biji mente yang kecil, dibandingkan biji yang sedang, dan biji besar semakin tinggi prosentase.
PENGARUH TEMPERATUR HIDROLISIS ASAM DAN WAKTU FERMENTASI TERHADAP KADAR BIOETANOL TETES TEBU Mugiyono Saputra; Dwi Irawan; Mafruddin Mafruddin
TURBO [Tulisan Riset Berbasis Online] Vol 7, No 1 (2018): Juni 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (443.241 KB) | DOI: 10.24127/trb.v7i1.716

Abstract

Pada masa sekarang bahan bakar menjadi kebutuhan pokok masyarakat dan pemakaiannya cenderung meningkat setiap tahunnya sedangkan sumber bahan bakar minyak bumi yang dipakai saat ini semakin menipis. Oleh karena itu perlu bahan bakar alternatif yang dapat digunakan sebagai pengganti minyak bumi. Bioetanol merupakan salah satu bahan bakar alternatif yang dapat digunakan sebagai pengganti minyak bumi. Bioetanol dapat dihasilkan dari karbohidrat. Karbohidrat yang digunakan pada penelitian ini berasal dari tetes tebu. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh temperatur hidrolisis asam dan waktu fermentasi terhadap kadar bioetanol yang dihasilkan. Metode penelitian yang dilakukan yaitu eksperimen nyata dengan memveriasikan temperatur hidrolisis asam yaitu 60º C, 70º C, 80º C dan waktu fermentasi yaitu 5, 7, 9 hari. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa temperatur hidrolisis asam dan waktu fermentasi berpengaruh terhadap kadar bioetanol. Kadar bioetanol yang paling tinggi adalah hidrolisis asam dengan suhu 80ºC dengan kadar 58 % dan kadar bioetnol paling rendah terdapat pada hidrolisis asam dengan suhu 60ºC dengan kadar 22%. Kadar bioetanol yang paling tinggi terdapat pada fermentasi 7 hari memperoleh kadar sebesar 58%.Kata Kunci: Tetes Tebu, Hidrolisis Asam, Fermentasi, Bioetanol
Uji ketahanan fatik aluminium scrap hasil remelting piston bekas menggunakan alat uji fatik tipe rotary bending Eko Budiyanto; Eko Nugroho; Agus Zainudin
TURBO [Tulisan Riset Berbasis Online] Vol 7, No 1 (2018): Juni 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (591.925 KB) | DOI: 10.24127/trb.v7i1.717

Abstract

Aluminium merupakan salah satu logam non-ferrous yang paling banyak dipergunakan dalam bidang keteknikan karena memiliki sifat yang ringan, tahan terhadap korosi, dan dapat didaur ulang. Daur ulang adalah proses untuk menjadikan suatu bahan bekas menjadikan suatu bahan bekas menjadi suatu yang berguna. Dalam penelitian ini dilakukan daur ulang dengan metode remelting aluminium piston bekas dengan harapan nantinya bahan piston bekas dapat dipergunakan kembali. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahai nilai kelelahan fatik aluminium hasil remelting piston bekas pada variasi beban yang berbeda. Metode penelitian memvariasikan beban 40%, 50%, dan 60% dari Yield Strength untuk menghasilkan nilai kelelahan. Nilai uji fatik dari pembebanan 40% Yield Strength diberi beban 1,2 kg mendapatkan nilai siklus putaran 171.026 dan waktu patah 01:34:01 detik. Pada pembebanan 50% Yield Strength diberi beban 1,5 kg mendapatkan nilai siklus putaran 56.796 dengan waktu patah 00:37:52 detik. Pada pembebanan 60% Yield Strength diberi beban 1,8 kg mendapatkan nilai siklus putaran 24.384 dan waktu patah 00:16:15 detik. Semakin besar beban yang diberikan semakin kecil siklus dan waktu yang dihasilkan, sebaliknya semakin kecil beban yang diberikan semakin besar siklus dan waktu yang dihasilkan.Kata kunci : Aluminium scrap, Piston bekas, Remelting, Uji fatik, Rotary bending.
APLIKASI INTERNET OF THINGS MONITORING SUHU ENGINE UNTUK MENCEGAH TERJADINYA OVER HEAT Randis, Randis; Sarminto, Sarminto
TURBO [Tulisan Riset Berbasis Online] Vol 7, No 2 (2018): Desember 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (470.056 KB) | DOI: 10.24127/trb.v7i2.791

Abstract

Tujuan dari penelitian ini untuk mendesain dan membuat sistem online monitoring temperature engine berbasis Internet of Things (IoT). Sistem ini didesain dan dikembangkan untuk memantau temperature engine baik melalui website thingspeak dan aplikasi android virtuino. Sistem terdiri dari beberapa komponen, komponen utama yaitu arduino uno yang akan memperoleh sinyal input dari sensor temperature DS18B20, setelah itu data disimpan di database menggunakan jaringan internet melalui wifi. Peningkatan temperatur ketika engine beroperasi direkam oleh sensor dan akan dikirim ke mikrokontroller yang dapat diakses melalui website ataupun perangkat mobile. Hasil percobaan menunjukkan bahwa selisih nilai pembacaan sensor dengan alat ukur yang terkalibrasi cukup kecil yaitu hanya sebesar 0,14ºc, sedangkan margin error diperoleh 0,14 %. Pengujian alat dilakukan dengan menjalankan engine dengan rentang waktu 1 jam, dan diperoleh temperatur tertinggi engine sebesar 69 ºc dan dapat diakses dengan website dan aplikasi pada perangkat mobile.
PENGARUH KOMPOSISI RESIN POLIESTER TERHADAP KEKERASAN DAN KEKUATAN TARIK KOMPOSIT PAPAN PARTIKEL ONGGOK LIMBAH SINGKONG Asroni, Asroni; Nurkholis, Deni
TURBO [Tulisan Riset Berbasis Online] Vol 5, No 1 (2016): Juni 2016
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (593.368 KB) | DOI: 10.24127/trb.v5i1.114

Abstract

Perkembangan dan ilmu pengetahuan dalam segala bidang telah menuntut ketersediaan bahan teknik sebagai pendukung utamanya. Bahan-bahan teknik konvensional dari alam yang tidak dapat diperbarui akan terbatas ketersediaanya sehingga perlu dicari alternative bahan-bahan teknik non konvensiaonal yang dapat diperbarui. Dalam membuat suatu perencanaan teknik memerlukan suatu bahan teknik yang kuat, tangguh, mudah dibentuk, ekonomis, tahan korosi serta ramah lingkungan. Sebagian besar material konvensional besifat homogeny dan isontropik, sedangkan material non konvensional yang bersifat homogeny dan anisotropic.Tujuan dari pnelitian ini adalah  mengetahui nilai komposisi yang baik resin poliester yang diperkuat bahan onggok (limbah singkong) dan mengetahui berapa nilai kekuatan tarik dan kekerasan komposisi yang diperkuat bahan onggok (limbah singkong).Komposit adalah material yang trbentuk dari kombinasi dua atau lebih material sehingga di hasilkan matrial komposit yang mempunyai sifat makanik dan karakteristik yang berbeda dari matrial pmbentuknya.Serbuk onggok yang digunakan sudah mengalami perlakuan penjemuran dan pengayakan untuk mencari ukuran 20 mesh unsaturated resin polyester YUKALAC 157 BQTN-EX. . Komposit dibuat dengan cara manual dengan komposisi resin 40%:60%,50%:50%,60%:40%. Dari hasil pengujian tarik yang didapat maka dapat disimpulkan bahwa fraksi volume 40%:60%, 50%:50% dan 60%:40% yaitu sebesar 21,68 N/mm2, 14,35N/mm2, dan 18,75N/mm2. Hal ini menyatakan bahwa pada komposit 50% memiliki nilai kuat tarik terendah yaitu 14,35N/mm2 dikarenakan timbul void (gelembung udara) sehingga, kerapatan partikel dan matrik rendah, sehingga daya ikat partikel sebagai penguat juga rendah hal ini juga bisa disebabkan ikatan antar partikel yang kurang kuat menyebabkan mudah terjadinya gelembung udara (Void). Adapun hasil pengujian yang didapat nilai kekerasan dengan fraksi volume 40% :60%, 50%:50% dan 60%:40% yaitu sebesar 116,77 HRR, 100,31 HRR, dan 97,9 HRR. Dari hasil pengujian yang dilakukan di di B4T Bandung didapat bahwa, hasil kekuatan tarik rata-rata dengan fraksi volume resin 40%:60%,50%:50%, 60%:40% sebesar 21,68 N/mm2, 14,35 N/mm2, dan 18,75 N/mm2. Hasil kekerasan rata-rata dengan fraksi volume resin 40%:60%,50%:50%, 60%:60% sebesar 116,77 HRR, 100,31 HRR dan 97,9 HRR.
Uji kesetimbangan kalor proses sterilisasi kumbung jamur merang kapasitas 1.2 ton media tanam menggunakan tungku gasifikasi K, Ahmad Maulana; Setiawan, Aa
TURBO [Tulisan Riset Berbasis Online] Vol 5, No 2 (2016): Desember 2016
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (587.906 KB) | DOI: 10.24127/trb.v5i2.251

Abstract

Pada setiap budidaya jamur merang memerlukan proses sterilisasi dengan menggunakan uap panas yang dihasilkan dari boiler sederhana dengan tungku tradisional berbahan bakar kayu bakar. Penggunaan tungku tradisional pada aplikasi proses sterilisasi tersebut dinilai kurang efisien karena efisiensi pembakaran yang masih sangat rendah dan emisi gas buang yang mengganggu. Tungku gasifikasi memiliki kinerja yang lebih baik dari pada tungku tradisional karena memiliki efisiensi yang relatif lebih tinggi dan bebas dari asap pembakaran yang mengganggu. Untuk menggantikan tungku tradisional tersebut dengan tunggku gasifikasi, harus dilakukan uji kesetimbangan kalor terlebih dahulu agar dapat diketahui kebutuhan energi yang diperlukan pada proses sterilisasi tersebut. Dengan uji kesetimbangan kalor dapat diketahui perbandingan energi input pada sisi bahan bakar dengan energi yang termanfaatkan (energi output) dan energi yang terbuang (heat losses) selama proses sterilisasi tersebut berlangsung. Pengujian dilakukan dengan menggunakan kumbung jamur ukuran sebenarnya yang ada di lapangan dengan jumlah media tanam jamur merang sekitar 1.2 ton limbah kapas menggunakan tungku gasifikasi yang dibuat dari drum bekas oli. Pengujian dilakukan dengan dua variasi bahan bakar pada reactor gasifikasinya yaitu bahan bakar limbah kapas dan bahan bakar limbah sekam padi. Dari hasil uji yang didapat, limbah kapas memiliki jumlah energi output yang lebih besar daripada limbah sekam padi (energi output pada limbah kapas sebesar 8.4% dari energi inputnya dan limbah sekam padi memiliki 7.9% energi output). Namun jika dilihat dari efisiensi pembakarannya, limbah sekam padi memiliki efisiensi yang lebih tinggi daripada limbah kapas (28.0% untuk limbah sekam padi dan 27.2% untuk limbah kapas).

Page 10 of 51 | Total Record : 509