cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
turbo@ojs.ummetro.ac.id
Editorial Address
Jl. Ki Hajar Dewantara No. 116 Kota Metro
Location
Kota metro,
Lampung
INDONESIA
Turbo : Jurnal Program Studi Teknik Mesin
ISSN : 23016663     EISSN : 2477250X     DOI : https://doi.org/10.24127
Core Subject : Engineering,
TURBO ISSN (print version) 2301-6663 & ISSN (online version) 2477-250X is a peer-reviewed journal that publishes scientific articles from the disciplines of mechanical engineering, which includes the field of study (peer) material, production and manufacturing, construction and energy conversion. Articles published in the journal Mechanical include results of original scientific research (original), and a scientific review article (review). Mechanical journal published by the Department of Mechanical Engineering, Faculty of Engineering, University Muhammadiyah of Metro for publishing two periods a year, in June and December with the number of articles 14-20 per year . Editors receive manuscripts in mechanical engineering from various academics, researchers and industry practitioners.
Articles 509 Documents
PENGARUH DIAMETER DAN JUMLAH SUDU RUNNER TERHADAP KINERJA TURBIN CROSS-FLOW Mafruddin, Mafruddin; Irawan, Dwi
TURBO [Tulisan Riset Berbasis Online] Vol 7, No 2 (2018): Desember 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (578.024 KB) | DOI: 10.24127/trb.v7i2.766

Abstract

Kebutuhan energi listrik di Indonesia saat ini masih didominasi oleh energi yang berasal dari bahan bakar fossil yang merupakan sumber energi tak terbarukan dan ketersediannya semakin berkurang, sehingga perlu dikembangkan sumber energi yang berasal dari energi terbarukan salah satunya yaitu pembangkit listrik tenaga mikro hidro (PLTMH). PLTMH umumnya menggunakan turbin Cross-flow sebagai mesin konversi energi. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh variasi perbandingan diameter dalam dengan diamater luar (D2/D1) yaitu 0.6, 0.66 dan 0.72 dan jumlah sudu runner yaitu 16, 18 dan 20 terhadap kinerja turbin Cross-flow yang diaplikasikan sebagai PLTMH di desa Rantau Fajar Kabupaten Lampung Timur. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu eksperimen nyata dengan empat tahapan yaitu 1. Tahap persiapan meliputi studi pustaka, observasi, pengolahan data lapangan dan desain turbin. 2. Tahap pembuatan alat meliputi tahap perencanaan dan pelaksanaan, 3. Tahap pengujian meliputi pengujian putaran turbin, daya dan efisiensi turbin. 4. Analisa dan kesimpulan. Pengujian turbin dilakukan dengan metode pengereman untuk mengetahui daya yang dihasilkan turbin. Dari hasil penelitian diketahui bahwa variasi perbandingan diameter dalam dengan diameter luar (D2/D1) dan jumlah sudu runner berpengaruh terhadap kinerja turbin. Putaran turbin maksimal sebesar 352 rpm, daya turbin sebesar 363,98 watt dan efisiensi maksimal turbin 62% diperoleh dengan perbandingan diameter dalam dengan diameter luar (D2/D1) runner yaitu 0,66 dan jumlah sudu 18. Daya listrik maksimal yang dihasilkan generator yaitu 202,5 watt.
PENGARUH JARAK ANTAR PIPA PADA KOLEKTOR TERHADAP PANAS YANG DIHASILKAN SOLAR WATER HEATER (SWH) Susanto, Helmi; Irawan, Dwi
TURBO [Tulisan Riset Berbasis Online] Vol 6, No 1 (2017): Juni 2017
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (879.935 KB) | DOI: 10.24127/trb.v6i1.470

Abstract

Energi surya yang sampai kepermukaan bumi dapat dikonversi menjadi energi panasdengan menggunakan kolektor surya. Didalam kolektor terdapat beberapa komponendiantaranya pipa pemanas sebagai media untuk mengalirkan air kedalam tangki penyimpanan.Ada beberapa faktor yang mempengaruhi kinerja kolektor surya diantaranya yaitu jarakataupun diameter belokan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perpindahan panas yangterjadi pada kolektor pemanas air tenaga surya dengan variasi jarak antar pipa tembaga sertamengetahui efisiensi perubahan panas yang terjadi dan mengetahui berapakah ukuran pipapemanas yang tepat pada pemanas air tenaga surya. Metode penelitiannya dilakukan denganbeberapa tahap yaitu studi pustaka, pembuatan alat, pengujian dan analisis hasil penelitian.Variasi jarak pipa tembaga yaitu 5 cm, 7 cm dan 9 cm. Dari hasil penelitian diperoleh bahwaperpindahan panas konveksi yang paling besar dengan jarak pipa tembaga 5 cm yaitu 549,73watt pada intensitas matahari tertinggi 723,33 W/m2 dengan efisiensi perubahan suhu sebesar33,33%. Sedangkan dengan jarak pipa 7 cm perpindahan panas konveksi yang terjadi sebesar256,33 watt pada intensitas tertinggi mencapai 758,67 W/m2 dengan efisiensi perubahan suhusebesar 21,98%. Dan jarak pipa 9 cm perpindahan panas konveksi yang terjadi sebesar 101,74watt pada intensitas matahari tertinggi 813,33 W/m2 dengan efisiensi perubahan suhu sebesar13,33%.Kata Kunci: Jarak Pipa, Kolektor Surya, Solar Water Heater.
PERANAN AERASI SEL ELEKTROLISIS DALAM PEMBENTUKAN PORI PADA PROSES ANODIZING LOGAM ALUMINIUM Eko Budiyanto; Lukito Dwi Yuono
TURBO [Tulisan Riset Berbasis Online] Vol 7, No 2 (2018): Desember 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (715.688 KB) | DOI: 10.24127/trb.v7i2.811

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peranan aerasi sel elektrolisis dalam pembentukan pori pada lapisan proses anodizing  logam Aluminium. Selain Beda potensial, Pembentukan lapisan oksida pada permukaan Aluminium juga dipengaruhi oleh jumlah oksigen yang terdapat pada larutan elektrolit. Pengaliran udara (aerasi) pada proses ini diharapkan akan menyuplai sejumlah oksigen pada sel elektrolisis sehingga larutan elektrolit tidak mengalami defisit oksigen. Tujuan lain penambahan aliran udara pada proses ini adalah untuk menciptakan rongga pori pada oksida Aluminium yang dibentuk. Kualitas produk hasil anodizing  ditentukan oleh ketebalan pori yang terbentuk serta jarak antar pori. Untuk keperluan yang membutuhkan material bersifat dekoratif, jarak antar pori yang terbentuk haruslah saling berdekatan untuk menghindari pewarnaan yang kurang merata. Material yang digunakan dalam penelitian ini adalah Aluminium paduan Mangan dan Silikon (Al-Mg-Si). Ukuran spesimen anodizing  Aluminium adalah 60 x 15 x 3 (mm). Tahap preparasi Aluminium dilakukan pembersihan secara fisik dan kimiawi, spesimen dicuci menggunakan alkohol dan aquadest yang selanjutnya dilakukan perendaman pada larutan Natrium Hidroksida (NaOH) selama 2 menit. Proses anodizing  Aluminium menggunakan asam sulfat (H2SO4) sebagai elektrolit dengan beda potensial 25 V selama 3 menit dan variasi aerasi 5, 10, dan 15 lpm. Jarak antar sel elektrolisis diatur sejauh 20 cm. Hasil dari proses anodizing , material diuji dan dianalisa karakteristik permukaannya menggunakan uji Scanning Electron Microscopy (SEM). Hasil yang diperoleh adalah debit aerasi pada proses anodizing  memberikan pengaruh yang signifikan terhadap nilai degradasi material Aluminium. Pada debit aerasi masing-masing 10 lpm, 15 lpm, dan 20 lpm diperoleh nilai degradasi sebesar 0.0009 gr (0.0123 %), 0.0095 gr (0.1319 %), 0.041 gr (0.5621 %). Sedangkan karakteristik permukaan, bentuk, dan jarak antar pori dapat dipresentasikan dalam gambar hasil pengamatan SEM. Kata Kunci : Aluminium, anodizing , aerasi, SEM, pori.
STRESS ANALYSIS PISTON SEPEDA MOTOR MENGGUNAKAN SOFTWARE AUTODESK INVENTOR 2015 Asroni Asroni; Dwi Irawan
TURBO [Tulisan Riset Berbasis Online] Vol 6, No 1 (2017): Juni 2017
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (754.563 KB) | DOI: 10.24127/trb.v6i1.465

Abstract

Modifikasi adalah cara merubah bentuk suatu benda atau barang dari bentuk awaldengan bentuk selanjutnya yang berbeda agar berbeda tanpa menghilangkan fungsi asli daribenda atau barang tersebut. Objek yang sering digunakan biasanya sepeda motor, sebagaicontoh modifikasi ruang bakar. Melihat kondisi di lapangan seringkali pada saat modifikasitidak menghiraukan atau tidak mengetahui bagaimana kerusakan akibat dari hasil modifikasiruang bakar tersebut. Akibatnya kerusakan pada ruang bakar sering terjadi seperti rusaknyapiston akibat thermal ataupun tekanan yang berlebihan. Tujuan penelitian ini adalahmengetahui pengaruh modifikasi ruang bakar terhadap tegangan, regangan, dan deformasipada piston. Penelitian ini menggunakan metode simulasi, dengan jenis sepeda motor merkHonda tipe Revo 100cc tahun 2008, dengan cara mengikis pada head cylinder. Nilaipengikisan tidak dikikis (standard); 0,1; 0,2; 0,3; 0,4 dan 0,5 mm. Hasil penelitian inimengakibatkan perubahan nilai kompresi di tiap ukuran pengikisannya dan akibat daripengikisan tersebut yaitu: 147 Psi dengan nilai tegangan 633,64 Mpa, regangan 0,00573415ul, deformasi 0,0228577 mm. 156 Psi dengan nilai tegangan 672,434 Mpa, regangan0,00608522 ul, deformasi 0,0242572 mm. 167 Psi, dengan nilai tegangan 719,849 Mpa,regangan 0,0065143 ul, deformasi 0,025976 mm. 177 Psi, dengan nilai tegangan 762,954Mpa, regangan 0,00690438 ul, deformasi 0,0275228 mm. 186 Psi, dengan nilai tegangan801,748 Mpa, regangan 0,00725545 ul, deformasi 0,028922 mm. 192 Psi, dengan nilaitegangan 827,611 Mpa, regangan 0,0079895 ul, deformasi 0,029855 mm..Kata kunci: Piston, Motor Bakar, Simulasi, Autodesk Inventor 2015, Modifikasi RuangBakar.
ANALISIS SIFAT FISIK DAN MEKANIK PADUAN ALUMINIUM DENGAN VARIABEL SUHU CETAKAN LOGAM (DIES) 450 DAN 500 DERAJAT CELCIUS UNTUK MANUFAKTUR POROS BERULIR (SCREW) Andika Wisnujati; Chirtian Sepriansyah
TURBO [Tulisan Riset Berbasis Online] Vol 7, No 2 (2018): Desember 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (565.421 KB) | DOI: 10.24127/trb.v7i2.792

Abstract

Aluminium merupakan logam ringan yang mempunyai sifat ketahanan korosi dan mampu alir yang baik sehingga banyak digunakan dalam aplikasi alat-alat rumah tangga, otomotif maupun industri saat ini. Piston bekas digunakan untuk mendapatkan unsur Si yang cukup tinggi pada piston. Ilmu pengecoran logam terus berkembang dengan pesat dalam dunia industri. Berbagai macam metode pengecoran telah ditemukan dan disempurnakan, diantaranya centrifugal casting , investment casting, dan sand casting serta masih banyak lagi metode-metode lainnya. Paduan Aluminium akan dicor pada 3 jenis variasi suhu cetakan sehingga dengan perlakuan panas terhadap cetakan logam (dies) yaitu 450oC dan 500oC diharapkan mampu memperbaiki sifat getas yang ada pada aluminium. Temperatur dari variasi pemanasan suhu cetakan logam (die casting) dapat mempengaruhi dari sifat mekanik atau nilai kekuatan tarik dari suatu bahan dalam pembebanan dan sifat fisik atau stukturmikro  pada paduan alumunium hasil peleburan. Pada penelitian ini dilakukan pengujian tarik dimana hasil pengujian maksimun terjadi pada pemanasan suhu cetakan 450˚C yang menghasilkan tegangan tarik maksimun rata-rata sebesar 774,74 N/mm2. Pengujian struktur mikro dengan hasil metalografi diperoleh stuktur mikro silikon austenit yang berbentuk jarum dan silikon primer yang berbentuk partikel kecil yang akan meningkatkan ketahanan aus material.Kata kunci : Aluminium, Cetakan logam (dies), Sifat Mekanik-Fisis, Paduan
APLIKASI MINYAK KELAPA SAWIT PADA PHOTOVOLTAIC YANG TERINTEGRASI PADA DINDING BANGUNAN SEBAGAI PENDINGIN PASIF UNTUK MENINGKATKAN EFISIENSI DAN MENURUNKAN BEBAN PENDINGIN RUANGAN A Yudi Eka Risano; M Dyan Susila E S; Yoga Pratama
TURBO [Tulisan Riset Berbasis Online] Vol 6, No 1 (2017): Juni 2017
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (921.88 KB) | DOI: 10.24127/trb.v6i1.460

Abstract

Menanggapi isu green building dan penggunaan clean energy yang sangat santer saat ini, pemanfaatan energi terbarukan menjadi meningkat. Penggunaan energi surya menggunakan photovoltaic (PV) pada sistem Building Intergated Photovoltaics (BIPV) akan menambah pasokan listrik dan mengurangi ketergantungan terhadap pembangkit listrik. Menurut M. Farid dan Abhat A. Low dalam jurnal MONEV Muhammad Irsyad, Penambahan Minyak Kelapa Sawit pada Photovoltaic yang Terintegrasi pada Dinding Bangunan untuk Meningkatkan Efisiensi dan Menurunkan Beban Pendingin Ruangan (2012), persoalan tiap kenaikan 1oC temperatur PV yang mengurangi efisiensi PV 0,4 – 0,5% dapat disiasati dengan integrasi Phase Change Material (PCM). Selain itu dengan sifatnya sebagai pendinginan pasif, masuknya kalor ke dalam ruangan juga akan direduksi. Penelitian ini dilakukan untuk melihat karakteristik efisiensi PV dan perambatan kalor pada ruangan model BIPV yang diintegrasikan dengan PCM CPO. Pengujian dilakukan dengan membandingkan dua model BIPV yang dengan dan tanpa PCM CPO. Variasi dilakukan dengan kemiringan BIPV 45º dan 30º masing-masing orientasi timur dan barat. Setelah dilakukan empat variasi percobaan, BIPV dengan kemiringan 30º lebih unggul dibanding dengan kemiringan 45º. Perbandingan perpindahan panas dinding dalam menuju ruang BIPV dengan PCM CPO kemiringan 30º orientasi barat lebih signifikan dan stabil, terutama pada intensitas 850 W/m² perbandingan panas dari dinding dalam menuju ruang yang sebesar 0,4012 W dapat diredam dengan menggunakan CPO hanya sebesar 0,2596 W. Kemudian pada puncak perpindahan panas tertinggi dari dinding dalam ke ruang model BIPV tanpa CPO dengan intensitas 923 W/m² mencapai 0,43426 W, dengan penambahan PCM CPO hanya 0,25913 W. Perbedaan efisiensi dengan pemakaian PCM CPO juga lebih unggul hingga menaikkan efisiensi 5,75% saat intensitas 982 W/m² sudut penyinaran 120 º dari timur.Kata kunci : green building, clean energy, photovoltaic, Bahan Perubah Fasa, Minyak Kelapa Sawit, pendingin pasif.
PENGARUH JARAK SILINDER, BAHAN BAKAR, DAN PERLAKUAN BIJI MENTE TERHADAP PROSENTASE CNSL Amiruddin Abdullah; Yohanes Benediktus Yokasing; Antonius Pangalinan
TURBO [Tulisan Riset Berbasis Online] Vol 7, No 2 (2018): Desember 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (275.818 KB) | DOI: 10.24127/trb.v7i2.769

Abstract

Kacang mente diperoleh dari biji jambu mente. Biji mente memiliki bentuk yang unik, kulit biji yang keras, dan mengandung cashew nut shell liquid (CNSL). CNSL bersifat racun, memiliki reaksi sangat kuat yang merusak dan melukai kulit bila tersentuh. Salah satu cara memudahkan pengupasan yakni membebaskan CNSL dan merapukan kulit biji mente dengan pembakaran. Sebelum dibakar biji mente mengalami perlakuan berupa dijemur, atau dikukus dan dijemur, dengan waktu yang direncanakan. Daun lontar dan batang bambu yang memiliki kemampuan nyala serta kecepatan pembakaran digunakan sebagai bahan bakar. Kecepatan pembakaran tergantung pada penguapan uap air dan zat-zat penguap tersebut tergantung dari besar kecilnya butir-butiran bahan bakar. Kajian dilakukan terhadap teknologi bakar kulit mente menggunakan 3 selinder dengan posisi horisontal menghasilkan prosentase CNSL tertinggi yakni 78,3 %. Dengan menggunakan bahan bakar daun lontar, dengan perlakuan biji mente dijemur 8 jam, kondisi kacang mente berwarna putih dan utuh. Prosentase basah terendah 36,7 % terjadi pada jarak silinder 30 mm, dengan bahan bakar yang digunakan batang bambu, mendapat perlakuan kukus selama 13 menit, dijemur 24 jam, warna kacang ada yang putih, ada pula kuning. Pada prosentase yang lain selain dari prosentase 36,7 % warna kacang mente tetap putih.Kata Kunci; Biji mente, teknologi, prosentase CNSL
Analisa Teoritis Berat Jenis dan Panas Spesifik Gas Pembakaran Pada Ketel Uap Mini Model Horizontal Di Tinjau Dari Susunan Pipa (Tubes) Legisnal Hakim
TURBO [Tulisan Riset Berbasis Online] Vol 5, No 2 (2016): Desember 2016
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (729.316 KB) | DOI: 10.24127/trb.v5i2.243

Abstract

Pada rancangan ketel uap pipa api mini dari PDP 1 (2014) bahwa jumlah pipa api rencana adalah 7 buah dan belum dilakukan analisa teoritis, untuk itu perlu dilakukan analisa berat jenis dan panas spesifik gas pembakaran berdasarkan susunan dan jumlah pipa api. Dari PDP 1 sudah dihasilkan spesifikasi ketel dan modelnya, yaitu ketel uap pipa api dan berbentuk horizontal, yang memiliki spesifikasi diameter drum 1000 mm, panjang drum 1200 mm, tebal plat drum 5 mm, diameter pipa api 125 mm, tebal 2,5 mm, tebal tubesheet 5 mm, jarak antara pipa api 203,2 mm, jumlah tube 7 susunan sejajar parallel. untuk sumber kalor yang di gunakan adalah sumber kalor yang dihasilkan oleh dapur dari hasil rancangan PDP 2 ( 2016 dengan temperature dalam dapur diambil 980 0C, total laju perpindahaan panas untuk 7 buah tube 7,3 MW, kapasitas gas pembakaran 0,042 m3/s ( 42 kg/s), kecepatan gas dalam pipa api 3.415 m/s, berat jenis gas pembakaran 7,2 kg/m3, panas spesifik gas pembakaran untk 7 pipa api 0,23 kJ/kg.0C.Kata kunci : ketel uap,pipa api, berat jenis.
PEMANFAATAN LIMBAH BLOTONG DAN BAGASE MENJADI BIOBRIKET DENGAN PEREKAT BERBAHAN BAKU TETES TEBU DAN SETILAGE Untung Surya Dharma; Nurlaila Rajabiah; Chika Setyadi
TURBO [Tulisan Riset Berbasis Online] Vol 6, No 1 (2017): Juni 2017
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (612.498 KB) | DOI: 10.24127/trb.v6i1.472

Abstract

Biobriket adalah energi alternatif yang ramah lingkungan karena menggunakanlimbah-limbah sisa produksi baik itu rumah tangga, perkebunan maupun sampah dari prosesalam, seperti daun – daun yang gugur sebagai bahan bakunya. Bahan baku pembuatanbiobriket dalam penelitian ini adalah blotong dan bagase dengan perekat tetes tebu dansetilage. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan biobriket dengan jenis perekat danefesiensi pembakaran yang terbaik dari ketiga variasi persentase perekat yang berbeda.Metode yang digunakan adalah menggunakan metode eksperimental. Perbandingancampuran antara bahan baku limbah blotong dan bagasse, dengan perekat tetes tebu dansetilage menggunakan variasi sebagai berikut Blotong : Bagasse : Tetes Tebu = 1 : 1 : 4,Blotong : Bagasse : Setilage = 1 : 1 : 4 dan Blotong : Bagasse : Tetes Tebu : Setilage = 1 : 1 :2 : 2. Untuk mendapatkan karakteristik berupa nilai kalor, kadar air dan kadar abu daribiobriket yang dibuat, dilakukan uji aproksimasi di laboratorium. Pengujian pembakaranbiobriket di kompor briket juga dilakukan untuk mendapatkan efisiensi thermal dari hasilpembakaran. Hasil yang didapat adalah briket yang berbentuk silinder pejal, Nilai kalortertinggi dimiliki oleh briket dengan perekat campuran antara tetes tebu dan setilage yaitu4792,6769 kal/gr. Sedangkan efisiensi thermal tertinggi didapat dari hasil pembakaranbiobriket dengan perekat tetes tebu yaitu 9.33%.Kata kunci : Bagase, blotong, karakteristik biobriket, setilage, tetes tebu.
RANCANG BANGUN RODA TANPA UDARA (AIRLESS TYRE) UNTUK BEBAN MAKSIMAL KENDARAAN 40.000 N Agus Mulyono; Ardyanto Darmanto; Gunarko Gunarko; Harnyoto Harnyoto; Farid Hendro Wibowo
TURBO [Tulisan Riset Berbasis Online] Vol 7, No 2 (2018): Desember 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (382.838 KB) | DOI: 10.24127/trb.v7i2.813

Abstract

        Tyres without air / Airless Tyre do not have Tyres like most Tyres. Airless Tyre or airless Tyre designed to have a hexagonal / beehive spoke profile where this design will receive the same style as Tyres with air. Design of this airless Tyre using polyol and isocyanate material for flexible spoke wheel material, while the tread material uses natural rubber material added additive reinforcement.Before the spoke printing process is carried out a simulation to determine the strength of the material and the design that was designed, after which a mechanical test of rubber material was carried out to determine the physical strength of the material. After that, the printing process and the overall assembly are carried out and tested on the vehicle. Keywords:  Airless Tyre, Honey comb design,  Poliol and natural rubber.

Page 11 of 51 | Total Record : 509