cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
turbo@ojs.ummetro.ac.id
Editorial Address
Jl. Ki Hajar Dewantara No. 116 Kota Metro
Location
Kota metro,
Lampung
INDONESIA
Turbo : Jurnal Program Studi Teknik Mesin
ISSN : 23016663     EISSN : 2477250X     DOI : https://doi.org/10.24127
Core Subject : Engineering,
TURBO ISSN (print version) 2301-6663 & ISSN (online version) 2477-250X is a peer-reviewed journal that publishes scientific articles from the disciplines of mechanical engineering, which includes the field of study (peer) material, production and manufacturing, construction and energy conversion. Articles published in the journal Mechanical include results of original scientific research (original), and a scientific review article (review). Mechanical journal published by the Department of Mechanical Engineering, Faculty of Engineering, University Muhammadiyah of Metro for publishing two periods a year, in June and December with the number of articles 14-20 per year . Editors receive manuscripts in mechanical engineering from various academics, researchers and industry practitioners.
Articles 564 Documents
SISTEM KERJA PENGONTROL MENGGUNAKAN PPI 8255 BERBASIS PERSONAL COMPUTER (PC) SEBAGAI ALAT BANTU PENGUSIR SERANGGA Sudarmaji Sudarmaji
TURBO [Tulisan Riset Berbasis Online] Vol 2, No 2 (2013): Desember 2013
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (300.458 KB) | DOI: 10.24127/trb.v2i2.29

Abstract

Perkembangan teknologi saat ini penggunaan pengendali dimasyarakat pada umumnya sudah tidak tertarik lagi untuk menggunakannya padahal komputer ini sangat bermanfaat untuk suatu implementasi alat dengan pengendali. Pengendali ini menggunakan port paralel, port paralel dan slot ISA masih sering kita jumpai pada komputer P1 yang ada pada komputer tersebut dengan bantuan PPI 8255 yang dihubungkan pada slot ISA yang ada pada PC. Pengoperasian simulator pengusir seranngga ini tergolong unik dan sederhana, dimana sistem pengoperasiannya masih menggunakan program standar yaitu pascal, hanya saja keistimewaan yang dimiliki simulator ini dapat bekerja sesuai dengan printah yang kita inginkan. Untuk menjalankan simulator ini disamping program adalah bagian terpentingm peran sensor sangat menentukan untuk menjalankan alat ini. Fungsi sensor itu sendiri sebagai pendeteksi serangga. Sound bazz sebagai pengusir serangga dengan menggunakan penguat. System dirancang dalam perangkat keras dan perangkat lunak, prototype ini berupa gambaran kecil dari suatu implementasi yang menggunakan Personal Computer (PC). Kondisi simulator ini masih jauh dari kesempurnaan baik yang riil atau nyata, tapi harapan yang ada dengan pengimplementasian simulator ini dapat dijadikan acuan penulis ke masa yang akan datang.
ANALISIS PERFORMA SISTEM PENDINGIN RAMAH LINGKUNGAN UNTUK KABIN MOBIL CITY CAR MENGGUNAKAN MODUL TERMO ELECTRIC COOLER TERHADAP KONSUMSI BAHAN BAKAR Mirza Yusuf; Andika Wisnujati
TURBO [Tulisan Riset Berbasis Online] Vol 6, No 2 (2017): Desember 2017
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (713.05 KB) | DOI: 10.24127/trb.v6i2.580

Abstract

Ramah lingkungan menjadi isu yang gencar dalam penelitian. Cloro Fluoro Carbon (CFC) yang digunakan dalam AC konvensional akan menguap ke udara bebas  berdampak kerusakan lapisan ozon. Ditinjau secara micro dalam penggunaan sitem pendingin dapat diterapkan pada pendingin kabin mobil. System pendingin mobil konfensional menimbulkan 2 kerugian yaitu lebih boros bahan bakar karena couple pulley compressor AC membebani putaran mesin dan penggunaan CFC yang tidak ramah lingkungan.   System pendingin ramah lingkunagan dan mampu menghemat bahan bakar mesin tersebut dapat kita temukan pada modul thermoelectric.  terobosan baru sistem pendingin tersebut menggunakan modul pendingin Thermo Electric Cooler (TEC) yang memanfaatkan sisi dingin pada Thermo Electric Cooler (TEC) dengan memanfaatkan seaback effect .  Thermo Electric Cooler (TEC) ketika dialiri tegangan DC (arus searah) pada kedua jalur kabel penghubungnya maka salah satu sisi akan menjadi panas, sementara sisi satunya akan menjadi dingin. Salahsatu cara yang dapat ditempuh untuk memaksimalkan proses pendinginan, maka sisi panas Thermo Electric Cooler (TEC) harus diturunkan temperaturenya serendah mungkin mungkin dengan menggunakan alat penukar kalor heat sink serta dibantu kipas(fan). semakin lama proses pendinginan, maka semakin optimal suhu ruangan yang didinginkan. Dari data Hasil pengujian dapat diketahui perangkat pendingin tersebut mampu bekerja dengan rate penurunan temperature memadai. Selanjutnya dapat dapat diaplikasikan sebagai alat pendingin ruangan yang efektif, efisien dan ramah lingkungan.  Kata kunci:  Kabin mobil, Air Conditioner (AC) konvensional, Cloro Fluoro Carbon (CFC), Thermo Electric Cooler (TEC), komponen sistem pendingin.
RANCANG BANGUN ALAT UJI HEAD LOSSES DENGAN VARIASI DEBIT DAN JARAK ELBOW 90O UNTUK SISTEM PERPIPAAN YANG EFISIEN Arasy Fahruddin; Mulyadi Mulyadi
TURBO [Tulisan Riset Berbasis Online] Vol 7, No 1 (2018): Juni 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (550.353 KB) | DOI: 10.24127/trb.v7i1.680

Abstract

Salah satu masalah sistem perpipaan adalah rugi aliran (head lossess) akibat penggunaan reducer dan elbow. Kerugian head (head loss) sangat merugikan dalam sistem perpipaan, karena head loss yang besar menyebabkan tekanan fluida menjadi lebih rendah dari yang diharapkan sehingga suplai fluida tidak mencukupi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui jarak pemasangan reducer dan elbow yang optimal untuk mencapai headlosses minimal.Metode yang digunakan adalah true experiment research dengan membuat alat uji headlosses dengan variasi debit air sebesar: 20, 25, dan 30 L/min, serta variasi jarak elbow: 6, 12, 18 cm. Hasil pengambilan data secara eksperimen menunjukkan bahwa pressure drop dan head losses terbesar terjadi pada debit 20 L/min dengan jarak elbow 6 cm, yaitu sebesar 0,207 bar dan 2,115 m. Sedangkan pressure drop dan head losses terendah terjadi pada debit 30 L/min dengan jarak elbow 18 cm, yaitu sebesar 0,057 bar dan 0,580 m.
PEMANFAATAN UMBI GANYONG SEBAGAI BAHAN BAKAR ALTERNATIF BIOETANOL Kemas Ridhuan; Ahmad Sukamto
TURBO [Tulisan Riset Berbasis Online] Vol 1, No 2 (2012): Desember 2012
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (700.592 KB) | DOI: 10.24127/trb.v1i2.649

Abstract

Abstrak : Pengembangan energi merupakan hal yang mendesak untuk zaman sekarang ini. Salah satu sumber energi alternatif yang potensial yaitu umbi ganyong yang dapat diolah sebagai bahan bakar bioetanol. Bioetanol merupakan bahan bakar pengganti bensin yang dapat diolah dari bahan tumbuh – tumbuhan. Umbi ganyong cukup baik karena kandungan patinya cukup tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pengolahan umbi ganyong menjadi bioetanol pada proses penyulingan dengan kapasitas bioetanol yang dihasilkan dari umbi ganyong yang yang digunakan.Proses pengolahan umbi gayong dilakukan mulai dari pencucian, lalu umbi gayong digiling atau di parut menjadi bubur tepung, kemudian diperas dan menghasilka pati. Selanjutnya pati ditambah air lalu direbus (proses liquifikasi) kemudian dilanjutkan proses sakarifikasi. Setelah itu dikasih ragi untuk proses fermentasi. Lalu proses akhir pada penyulingan dengan destilasi untuk mendapatkan minyak bioetanol.Dari umbi ganyong sebanyak 45 kg menghasilkan pati 8,3 kg, pati tersebut ditambah air sebanyak 27 liter, sehingga menjadi 35,3 liter. Selanjutnya pati direbus untuk proses liquifikasi selama 30 menit dengan suhu 105 °C dan dilanjutkan proses sakarifikasi selama 75 menit dengan suhu 95 °C. Setelah selesai turunkan suhu hingga 40 °C dan ditambahkan ragi untuk difermentasi selama 7 hari. Proses penyulingan (distilasi) dengan suhu 78 °C. Hasil dari penyulingan mendapatkan bioetanol sebanyak 3,15 liter.Kata Kunci : Ganyong, energi, bioetanol
PENGARUH VARIASI PUTARAN CETAKAN, INOKULAN TI-B PADA CENTRIFUGAL CASTING TERHADAP SIFAT MEKANIK DAN STRUKTUR MIKRO PADUAN ALUMINIUM A356.0 Nugroho, Eko; Hudawan, Yulian
TURBO [Tulisan Riset Berbasis Online] Vol 4, No 1 (2015): Juni 2015
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/trb.v4i1.6

Abstract

Paduan alumunium  A-356.0 merupakan  salah satu bahan material yang cocok untuk bahan baku pembuatan velg racing (cast wheel) mobil maupun sepeda motor. Karena memiliki beberapa kelebihan seperti: ringan, tahan korosi dan warnanya menarik, namun memiliki kekurangnan yaitu sifat mekanisnya belum memenuhi syarat. proses pembuatannya  menggunakan proses Vertical Centrifugal Casting (VCC) dengan penambahan inokulan Al-Ti-B sebagai unsur penghalus butir, inokulan Al-Ti-B akan dicampurkan kedalam 8 kg cairan aluminium dengan komposisi variasi campuran 0, 6, 9, dan 12 gram untuk selanjutnya dituangkan ke dalam cetakan dengan 2 variasi putaran yaitu 450 dan 850 rpm. Selanjutnya hasil dari pengecoran centrifugal casting diuji secara mekanis menggunakan pengujian standar yaitu; uji kekerasan, uji tarik dan struktur mikro nya mengunakan standar ASTM. Hasil pengujian di peroleh nilai kekerasan dan kekuatan tarik  yang paling tinggi pada spesimen A3 dan B3 yaitu 64.73 BHN dan 67.81 BHN, 182.18 Mpa  dan 188.28 Mpa. Titanium  yang  dikombinasikan  dengan  Boron  atau  Carbon  merupakan  unsur  paduan Al-Si  yang  berfungsi  untuk  menghaluskan butiran  (grain  refiner) Hal  inilah  yang mempengaruhi  adanya  perubahan  sifat mekanik  dan  struktur  mikro  tersebut.  Dengan semakin  halus  butiran,  maka  penjalaran dislokasinya  akan  semakin  sulit,  sehingga mempunyai ketahanan yang lebih besar, karena diperlukan  energi  yang  lebih  besar  untuk merusak  butiran  yang  halus  tersebut. adanya gaya sentrifugal (CF) selama proses penuangan kedalam cetakan. Logam cair akan dilempar oleh gaya sentrifugal sehingga menimbulkan tekanan pada setiap layer, hal ini juga menjelaskan bahwa .produk yang dibuat dengan menggunakan metode ini bebas cacat porosity, sisi terluar dari produk sentrifugal akan memiliki nilai kekerasan yang tinggi dibandingkan dengan sisi tengah produk, sifat mekanisnya juga akan memiliki nilai yang tinggi pada tekanan terbesar gaya sentrifugal (sisi terluar) dibandingkan bagian tengah.
PENGARUH KOMPOSISI SERAT TERHADAP KEKUATAN IMPAK KOMPOSIT YANG DIPERKUAT SERAT BAMBU Fachri Arif Wahyudi; Lukito Dwi Yuono
TURBO [Tulisan Riset Berbasis Online] Vol 4, No 2 (2015): Desember 2015
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (536.804 KB) | DOI: 10.24127/trb.v4i2.73

Abstract

Komposit merupakan material yang terbentuk dari kombinasi dua atau lebih, sehingga dihasilkan material komposit yang mempunyai sifat mekanik dan karekteristik yang berbeda. Salah satu contoh Bambu merupakan tanaman sebangsa rumput yang banyak tumbuh dinegara kita. Tanaman ini dapat tumbuh didaerah beriklim panas maupun dingin. Kebanyakan didareah pedesaan tanaman bambu dibiarkan tumbuh liar, akan tetapi walaupun tidak mendapatkan perawatan, bambu dapat tumbuh dengan baik. Serat bambu berpotensi menjadi penguat dalam komposit. Tujuan dari penelitian ini adalah Mengetahui pengaruh fraksi volume komposit yang diperkuat serat bambu terhadap kekuatan impak, dan mengetahui struktur penampang patahan dengan pengamatan uji SEM. Bahan penelitian adalah serat bambu dengan menggunakan serat bambu apus, unsaturated resin polyester YUKALAC 157 BQTN=EX. Komposit dibuat dengan cara manual dengan komposisi serat 5%, 10%, 15% dan 20%. Pembuatan dilakukan dilaboratorium teknik mesin fakultas teknik universitas muhammadiyah metro dan pengujian mekanik dilakukan di B4T Bandung. Hasil pengujian didapat bahwa, hasil kekuatan impak dengan fraksi serat 5%, 10%, 15% dan 20% sebesar 3,28 kJ/m2, 12,64 kJ/m2, 18,77 kJ/m2, dan 27,44 kJ/m2. Pada penampang patahan komposit masih terlihat terjadi kegagalan poll-out yang disebabkan bonding (daya ikat) antara serat dan matrik yang kurang sempurna sehingga pada saat terjadi pengujian, serat terlepas dari matrik. Pada spesimen uji impak, dijumpai adanya matrik cracking, yaitu retaknya matrik akibat matrik bersifat getas. Hal ini perlu menjadi perhatian karena jika retakan yang terjadi melebihi batas dapat menyebapkan debonding.
SISTEM KERJA PENGENDALI OTOMATIS LAMPU TRAFFIC LIGHT PADA PERSIMPANGAN 4 (EMPAT) JALAN RAYA MENGGUNAKAN PROGRAMMABLE LOGIC CONTROLLER (PLC) Sudarmaji, Sudarmaji
TURBO [Tulisan Riset Berbasis Online] Vol 2, No 1 (2013): Juni 2013
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (242.518 KB) | DOI: 10.24127/trb.v2i1.34

Abstract

Perkembangan penduduk ternyata berpengaruh dengan masalah kemacetan lalu -lintas terutama pada persimpangan - persimpangan dengan banyak kendaraan yang beroperasi dijalan raya sehingga mengganggu kelancaran lalu-lintas. Kondisi yang seperti ini membutuhkan pengaturan lalu-lintas, dalam pengamatan dan analisis mengenai laju jalur yang padat pada empat jalur dengan menggunakan gerakan tangan petugas Polantas (Polisi lalu-lintas) yang dirasa masih kurang efektif. Pengendali yang digunakan kurang efisien dalam pengoperasiannya, sehingga sering terjadi gangguan pada traffic light. Pengaturan Traffic Light menggunakan PLC yang dilengkapi sistem bahasa Logic, Digital, Timmer, Delay, dan Relay dan tidak membutuhkan piranti tambahan yang begitu besar dalam komponen, berbeda dengan pengendali lain masih menggunakan sistem ADC. Sistem pengoperasiannya sangat fleksibel dan mudah dalam pembuatan program bisa dilakukan pada software dengan menggunakan Logosoft, atau langsung pada PLC-nya. Teknologi pengendali PLC bisa mengatur semua jalur Traffic Light sesuai dengan kebutuhan, sehingga kemacetan tidak terjadi pada jalur utama.
STUDY KEGAGALAN AKIBAT KOROSI PADA PIPA ECONOMIZER Acep Wagiman; Gugun Gundara
TURBO [Tulisan Riset Berbasis Online] Vol 6, No 2 (2017): Desember 2017
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (541.356 KB) | DOI: 10.24127/trb.v6i2.625

Abstract

Failure analysis to the economizer tube of boiler with operation pressure ± 190 bar, in holding time 6 hour have been investigated. The economizer tube is carbon steel, ASTM A210 Grade C, outside diameter ± 51 mm and thickness ± 6 mm. The investigation cause of failure from the economizer tube included : chemical composition and metallography analysis, visual examination at outer and inner fire side, measuring thickness and densities of the scale at inner fire side and wall side, chemical composition analysis of the at surface crust the economizer tube. From the results of visual investigation to both outer and inner fire side of the economizer tube shown that at fire side occur decrease thickness of the wall tube, with minimum thickness are 1.37 mm and 2,50 mm, respectively. Those caused by erosion corrosion result from effect the fly ash. Beside that, at inner fire side of the economizer tube occur light pitting corrosion result by oxygen corrosion.Keywords : Economizer tube, boiler, fire side, fly ash, erosion corrosion, pitting corrosion, scale, oxygen
REKAYASA SLIDING SEAT PADA POMPA OBSERVASI UNTUK EFEKTIFITAS LABORATORIUM Widodo, Edi; Priyambudi, Gagah Deffi
TURBO [Tulisan Riset Berbasis Online] Vol 7, No 1 (2018): Juni 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1347.16 KB) | DOI: 10.24127/trb.v7i1.678

Abstract

Salah satu yang menentukan hasil proses pembelajaran dan proses penelitian pada perkuliahan adalah kelengkapan sarana dan prasarana. Pengembangan alat pengujian dalam laboratorium diperlukan dalam mendukung kemajuan teknologi. Diantaranya adalah perancangan sliding seat pada alat uji pompa sentrifugal. Dua pompa yang disusun salah satunya dapat digeser dengan sliding seat untuk arah pergeseran sumbu x dan menggunakan ulir daya untuk memindahkan posisi dalam arah sumbu y. Untuk rekayasa sliding seat dalam penelitian ini di perlukan komponen pendukung yaitu : bearing (sebagai pengganti roda), ulir daya (sebagai media perpindahan posisi  pompa) dan rel besi hollow (sebagai lintasan bearing). Sliding seat ini berfungsi untuk memindahkan posisi rangkaian pompa sentrifugal yang dapat dioperasikan secara susunan seri dan paralel, dilengkapi dengan pengunci untuk menjaga kedudukan pompa agar tetap stabil ketika dioperasikan. Asumsi pompa yang digunakan sebagai objek penelitian merupakan pompa, dengan memiliki massa 80 kilogram. Hasil perancangan dan perhitungan bearing dengan kode 6203 dapat berputar sebanyak 474,5 juta putaran dengan keandalan 90% dan dibutuhkan torsi sebesar 503 Nm untuk memutar ulir daya dengan beban 80 kilogram atau setara dengan 784 N, serta nilai gaya gesek statis (fs)  yang bekerja pada rel besi hollow sebesar 117 N, sedangkan nilai gaya gesek kinetis (fk) yaitu sebesar 54,8 N. Untuk asumsi Durasi rentang waktu keseluruhan proses yang di butuhkan untuk mengubah posisi pompa dari rangkaian paralel menjadi rangkaian seri atau sebalik nya yaitu 8,5 menit.
HUBUNGAN SIKLUS PUTARAN DAN BEBAN TERHADAP KEKUATAN BAHAN PADA UJI FATIK BENDING Tri Cahyo Wahyudi; Eko Nugroho
TURBO [Tulisan Riset Berbasis Online] Vol 3, No 1 (2014): Juni 2014
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (420.535 KB) | DOI: 10.24127/trb.v3i1.23

Abstract

Uji fatik bending merupakan salah satu alat uji  untuk mengetahui tingkat kelelahan suatu bahan yang akan digunakan sebagai konstruksi atau komponen yang akan menerima pembebanan . Fungsi uji fatik bending adalah menguji kekuatan patah berdasarkan beban bending yang berbeda- beda mulai dari beban rendah sampai beban yang besar. Mekanisme patah lelah terdiri atas 3 tahap yakni: Tahap awal terjadinya retakan, Tahap penjalaran retakan dan  Tahap akhir kerusakan / patah. Tujuan pengujian fatik bending Mengetahui hubungan siklus  putaran dan beban terhadap kekuatan bahan uji, Menentukan nilai hubungan dan tegangan yang terjadi siklus terhadap putaran, Menentukan Jenis bahan yang mana memiliki keuletan dan kegetasan  terhadap jenis patahan. Cara kerja uji fatik bending yaitu benda uji di jepit pada ragum penjepit yang dihubungkan dengan poros yang digerakan oleh motor listrik  dan pada poros  penjepit di beri  pemberat, kemudian benda uji tersebut di putar. pada waktu tertentu benda uji tersebut mengalami kelelahan fatik sehingga akan  putus (patah) dengan menggunakan  variasi beban 9,81 N, 14,72 N, 19,62 N, 24,53 N dan 29,43 N. Dan tiap-tiap benda uji memiliki ukuran diameter 4 mm,5 mm dan 6 mm bahan yang di gunakan yakni  bahan St 37 dan St 40 dengan putaran motor 1486 rpm. Hubungan siklus putaran dan beban terhadap kekuatan bahan uji ini menunjukan semakin kecil beban maka jumlah siklus putaran akan semakin besar dengan jumlah siklus tertinggi yakni 15085,9.  Putaran sangat erat hubungan nya dengan tegangan benda uji, Karena semakin besar tegangan maka akan semakin kecil jumlah siklus putaran,dan sebaliknya. Pada nilai hubungan tegangan dengan siklus putaran terlihat tegangan terkecil 0,34 N/mm2 untuk jumlah siklus tertinggi 15085,9. Dalam proses pengujian terlihat hasil bahwa nilai kekerasan yang tinggi yaitu 40,98 menunjukan patah getas pada bahan nya dan nilai kekerasan yang rendah  yaitu 39,90 yang memiliki bahan patah ulet.

Page 8 of 57 | Total Record : 564