Turbo : Jurnal Program Studi Teknik Mesin
TURBO ISSN (print version) 2301-6663 & ISSN (online version) 2477-250X is a peer-reviewed journal that publishes scientific articles from the disciplines of mechanical engineering, which includes the field of study (peer) material, production and manufacturing, construction and energy conversion. Articles published in the journal Mechanical include results of original scientific research (original), and a scientific review article (review). Mechanical journal published by the Department of Mechanical Engineering, Faculty of Engineering, University Muhammadiyah of Metro for publishing two periods a year, in June and December with the number of articles 14-20 per year . Editors receive manuscripts in mechanical engineering from various academics, researchers and industry practitioners.
Articles
509 Documents
RANCANG BANGUN MEKANIK ROBOT PHYSIO TERAPY UNTUK PENDERITA KELUMPUHAN PADA LENGAN
Ahmad Yani;
Joni Kasmara
TURBO [Tulisan Riset Berbasis Online] Vol 1, No 2 (2012): Desember 2012
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (720.033 KB)
|
DOI: 10.24127/trb.v1i2.648
Abstrak : Robot physio terapy adalah merupakan alat bantu dalam kedokteran yang difungsikan untuk membantu memulihkan kembali - organ tubuh penderita kelumpuhan yang diakibatkan kecelakaan atau penyakit strook yang mengakibatkan terjadinya disfungsi motorik pada otak sehingga anggota badan seperti tangan dan kaki tidak dapat digerakan lagi. Terapy fisik (physio terapy) pada pasien biasanya dilakukan secara manual, dengan cara memijit atau menggerak-gerakkan sendi, oleh karena itu dibutuhkan tenaga ahli yang selalu mendapingi pasien pada saat terapy. Sehingga membutuhkan banyak tenaga, waktu, dan biaya untuk perawatan.Jumlah pasien yang kecelakaan atau terkena penyakit strook sangat banyak sehingga dibutuhkan tenaga perawat yang super extra untuk menanggani pasien, untuk mengatasi kendala tersebut maka kita merancang alat bantu physio terapy untuk membantu paramedis dalam menangani terapy pada pasien.Kata Kunci : Physio terapy, Lengan tangan.
KARAKTRISTIK PEMBAKARAN BERBAGAI JENIS BAHAN LIMBAH BIOMASSA DENGAN MENGGUNAKAN PROSES NONKARBONISASI
Kemas Ridhuan;
Sepit Adya Putra
TURBO [Tulisan Riset Berbasis Online] Vol 4, No 1 (2015): Juni 2015
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (787.348 KB)
|
DOI: 10.24127/trb.v4i1.5
Limbah biomassa merupakan sisa dari proses produksi atau usaha seperti sisa pertanian. Biomassa sisa pertanian memiliki nilai kalori yang cukup besar sehingga cukup baik dibuat arang beriket. Pembuatan arang dengan cara pembakaran memerlukan waktu yang cukup lama, sehingga perlu pengaturan udara untuk pembakaran atau Nonkarbonisasi. Distribusi udara yang dibutuhkan sangat menentukan hasil arang yang didapat. Dan juga karaktristik limbah biomassa yang digunakan. Semakin banyak udara maka bahan bakar akan terbakan dan menjadi abu, sebaliknya semakin sedikit udara maka pembakarannya akan lebih lama. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui karaktristik pembakaran nonkarbonisasi dari limbah sekam padi, kulit kelapa muda dan kulit durian dan mengetahui distribusi udara ke reaktor pembakaran. Metode yang digunakan yaitu menggunakan limbah biomassa sekam padi, kulit kelapa muda dan kulit durian. Kemudian membakaranya pada sebuah reaktor tertutup dengan menggunakan variasi lubang saluran udara, yaitu berbagai bukaan : ¼, ½, ¾, dan bukaan penuh. Kemudian diukur suhu udara masuk, suhu pembakaran, suhu gas asap buang dan suhu dinding reaktor serta waktu pembakaran juga berat sebelum dibakar dan berat setelah dibakar. Adapu hasil yang diapat yaitu sekam padi sebanyak 12 kg, kulit kelapa muda 16 kg dan kulit durian kg. Semakin besar bukaan lubang udara maka suhu pembakaran lebih besar dan waktu pembakaran lebih cepat. Dan sebaliknya semakin kecil bukaan lubang udara maka suhu pembakaran akan lebih kecil dan waktu pembakaran akan lebih lama. Dan semakin kecil bentuk atau ukuran bahan bakar semakin lama waktu pembakaran dan suhunya cendrung stabil. Sebaliknya semakin besar bentuk atau ukuran bahan bakar maka waktu pembakarannya lebih cepat dan suhunya cendrung berubah-ubah.
PENGARUH PENINGKATAN KUALITAS SERAT RESAM TERHADAP KEKUATAN TARIK, FLEXURE DAN IMPACT PADA MATRIKS POLYESTER SEBAGAI BAHAN PEMBUATAN DASHBOARD MOBIL
Herwandi Herwandi;
Robert Napitupulu
TURBO [Tulisan Riset Berbasis Online] Vol 4, No 2 (2015): Desember 2015
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (291.994 KB)
|
DOI: 10.24127/trb.v4i2.72
Tanaman resam (dicranopteris linearis) merupakan pakis hutan yang hidup di perkebunan karet dan tumbuh hampir diseluruh provinsi di Indonesia. Tumbuhan ini menjalar dan memiliki panjang kurang lebih 7 meter. Penelitian yang sudah dilakukan oleh peneliti lain menunjukkan bahwa penggunaan serat alam sebagai bahan komposit dapat ditingkatkan dengan NaOH. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapat bahan komposit baru, hasil dari perlakuan kimia dengan larutan NaOH terhadap serat resam. Tahapan proses penelitian ini yaitu pembuatan sampel uji, pengujian mekanik dan analisis data. Bahan-bahan untuk pembuatan sampel diantaranya adalah serat, resin Yukalac 157 BQTN-EX, MEKPO sebagai hardener, 5% NaOH dan wax glasses sebagai pencegah menempelnya resin ke cetakan. Benda uji dibuat dengan cara mencampurkan secara acak serat ke resin. Sebelumnya serat sudah dibuat tiga ukuran panjang yaitu: 20 mm, 40 mm, dan 60 mm. Ukuran benda uji dibuat berdasarkan standar uji tarik (ASTM D 638), uji flexure (ASTM D 790) dan uji impact (ISO-179). Nilai paling tinggi uji tarik 30,750 MPa, modulus elastisitasnya 9400 MPa. Nilai maksimum tegangan flexure 138 MPa dan nilai paling tinggi uji impact adalah 54,14 kJ/m2. Kesimpulan dari penelitian ini adalah hasil uji tarik, uji flexure dan uji impact sudah memenuhi standar plastic yang digunakan dashboard mobil.
ANALISA DEFORMASI CRASH BOX DENGAN VARIASI DIAMETER DENGAN SIMULASI SOFTWARE ANSYS 14.5
Nanang Tawaf;
Asroni Asroni
TURBO [Tulisan Riset Berbasis Online] Vol 2, No 1 (2013): Juni 2013
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (825.565 KB)
|
DOI: 10.24127/trb.v2i1.33
Perkembangan teknologi dan perkembangan sistem keamanan pada alat transportasi sangat diperlukan oleh industry otomotif. Berbicara mengenai alat transportasi maka tidak lepas dengan kemungkinan kecelakaan lalu lintas yang akan terjadi, tentunya hal ini merupakan sesuatu yang tidak diharapkan, sehingga para produsen alat transportasi selalu berpikir untuk memberikan solusi terhadap hal tersebut dengan cara menambahkan beberapa sistem keamanan pada produknya agar dapat meminimalisasi efek yang ditimbulkan akibat kecelakaan. Dengan variasi diameter crash box maka deformasi yang terjadi semakin besar, yaitu crash box I diameter 90 mm, crash box II diameter 85 mm, crash box III diameter 80 mm, crash box IV diameter 75 mm, masing – masing memiliki deformasi sebesar 0.021075 m, 0.028341 m, 0.028616 m dan 0.034857 m. Semakin berkurangnya rasio (D/L) maka efisiensi perpindahannya semakin kecil sehingga deformasi plastis yang dihasilkan makin besar pula sehingga penyerapan energinya makin maksimal dan efek deselerasi nya makin menurun, efisiensi gaya tabrak makin menurun dikarenakan perbandingan gaya puncak dan gaya rata-rata semakin kecil akibat pemadatan atau compaction yang terjadi akibat tumbukan hal ini berpengaruh terhadap meningkatnya efek deselerasi yang kurang menguntungkan. Semakin besar diameter crash box, maka luas permukaannya juga semakin besar sehingga momen inersia luasannya pun juga semakin besar, besarnya momen inersia luasan berpengaruh terhadap nilai beban kritis yang dihasilkan, semakin besar momen inersia luasannya maka beban kritis yang diperlukan untuk mendeformasi crash box juga semakin besar karena beban kritis berbanding lurus dengan momen inersia luasan, besar beban kritis sendiri berpengaruh terhadap gaya yang diterima oleh crash box semakin besar beban kritis maka gaya awal yang diterima crash box untuk mengalami buckling pada dinding juga semakin besar, gaya awal inilah yang mengawali terjadinya lipatan-lipatan pada dinding crash box.
UNJUK KERJA CAMPURAN BRIKET ARANG AMPAS TEBU DAN TEMPURUNG KELAPA
Budi Setiawan;
Iman Syahrizal
TURBO [Tulisan Riset Berbasis Online] Vol 7, No 1 (2018): Juni 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (579.62 KB)
|
DOI: 10.24127/trb.v7i1.677
Kebutuhan dan konsumsi energi terus meningkat seiring dengan bertambahnya populasi dimuka bumi ini. Hal ini bertolak belakang dengan cadangan energi utama kita minyak bumi dan gas. Kedua bentuk energi tersebut semakin hari semakin berkurang. Maka bercermin dengan hal tersebutlah perlu dicari sebuah energi alternatif yang paling tidak dapat membantu ketergantungan kita terhadap sumber energi berupa minyak dan gas. Salah satu sumber energi tersebut adalah biomassa yang dibuat dalam bentuk briket arang. Briket arang dapat dibuat dari bermacam-macam bahan baku yang mengandung karbohidrat terutama selulosa, salah satunya adalah ampas tebu. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur unjuk kerja campuran briket arang ampas tebu dengan tempurung kelapa sebagai bahan bakar alternatif dalam bentuk briket arang. Penelitian ini dilakukan dengan 3 perlakuan campuran briket arang ampas tebu dan tempurung kelapa, 3 perlakuan komposisi perekat aci, dan perlakuan pengayakan 3 perlakuan perlakuan tingkat kekasaran. Data yang diamati dalam penelitian ini adalah lama proses pembakaran, temperatur pembakaran, dan unjuk kerja briket arang dalam mendidihkan air sebanyak 1 liter air dengan menggunakan kompor briket. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa komposisi perekat, tingkat kekasaran dan komposisi campuran antara arang ampas tebu dan arang tempurung memberikan pengaruh yang sangat signifikan terhadap kinerja briket. Kinerja terbaik dari briket didapatkan pada perlakuan komposisi perekat aci 20%, tingkat kekasaran wire mesh 60, dan komposisi campuran antara arang tempurung kelapa dan ampas tebu adalah sebesar 50%, dengan lama selama 128 menit, temperatur pembakaran sebesar 179oC dan kemampuan mendidih air selama 5 menit.
PENGARUH PERUBAHAN LAJU ALIRAN TERHADAP TEKANAN DAN JENIS ALIRAN YANG TERJADI PADA ALAT UJI PRAKTIIKUM MEKANIKA FLUIDA
Untung Surya Dharma;
Galih Prasetyo
TURBO [Tulisan Riset Berbasis Online] Vol 1, No 2 (2012): Desember 2012
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (759.45 KB)
|
DOI: 10.24127/trb.v1i2.653
Telah dibuat sebuat alat praktikum Mekanika Fluida di Laboratorium Mekanika Fluida Teknik Mesin Teknik Mesin Universitas Muhammadiyah Metro. Untuk mengetahui kinerja alat uji tersebut maka dilakukan penelitian tentang pengaruh perubahan laju aliran terhadap tekanan dan jenis aliran. Pipa uji yang digunakan adalah pipa pvc, pipa acrylic, dan pipa baja. Fluida yang digunakan adalah air, yang digunakan untuk mensirkulasikan fluida ke dalam pipa uji adalah pompa sentrifugal. Alat uji mekanika fluida ini dibuat dalam skala laboraturium atau alat praktikum, sehingga dapat digunakan untuk kegiatan praktikum. Pengujian dilakukan untuk mendapatkan laju aliran dan perubahan tekanan dengan menggunakan flowmeter dan manometer U. Jeniss aliran juga diketahui dengan pengamatan langsung pada saat pengujian dilakukan dan dari peritungan Bilangan Reynold. Dari hasil penelitian, diketahui bahwa perubahan tekanan yang terjadi pada bagian pipa lurus (P1), pipa pengecilan (ΔP3), pipa belokan (ΔP4), pipa beda bahan (ΔP5) dan pipa lurus (ΔP6) berbanding lurus dengan semakin bertambahnya laju aliran fluida. Sementara perubahan tekanan pada pipa pembesaran (ΔP2) berbanding terbalik dengan semakin bertambahnya laju aliran fluida. Bilangan Reynold yang didapat sebesar 12690,39 sehingga jenis aliran yang terjadi adalah jenis aliran turbulen. Perubahan tekanan paling besar terjadi pada satu titik bagian pipa lurus yaitu sebesar 2354 N/m2.Kata kunci : Laju aliran, tekanan, jenis aliran.
PENGARUH MEDIA PENDINGIN AIR PADA KONDENSOR TERHADAP KEMAMPUAN KERJA MESIN PENDINGIN
Ridhuan, Kemas;
Juniawan, I Gede Angga
TURBO [Tulisan Riset Berbasis Online] Vol 3, No 2 (2014): Desember 2014
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (218.287 KB)
|
DOI: 10.24127/trb.v3i2.11
Kondensor berfungsi untuk membuang panas yang ada pada refrigran, sehingga freon dapat diproses pada evaporator untuk menyerap panas kembali. Untuk meningkatkan proses pembuangan panas di kondensor perlu dilakukan penyerapan panas pada refrigran yang lebih optimal seperti penggunaan air sebagai media pendingin. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh media pendingin air terhadaop kemampuan kerja COP (Coefficient Of Performance) mesin pending. Penelitian dilakukan di Kampus II Universitas Muhammadiyah Metro, di Laboratorium Teknik Mesin. Metode yang digunakan penelitian ini adalah dengan pembuatan dan pengujian alat mesin pendingin. Pengujian dilakukan pada kondensor menggunakan air dan udara, dengan variasi beban pendingin ruangan 450W, 600W, 750W. Dan debit aliran air di kondensor 0,06 l/s, 0,075 l/s dan 0,09 l/s. Adapun hasil yang didapat dari penelitian ini yaitu COP (Coefficient Of Performance) yang tertinggi yaitu 15,43 terjadi pada pendingin air dengan beban 450 watt pada debit 0,09 l/s. sedangkan dengan pendingin udara COP 6,44 pada beban 450W. Dan temperatur air tertinggi sebesar 38°C terjadi pada debit 0,06 l/s dan pada beban pendingin 750watt. Ini temperatur airnya cukup tinggi sehingga cukup baik diguinakan untuk air mandi.
Pengolahan Limbah Cair Tahu Sebagai Energi Alternatif Biogas yang ramah lingkungan
Kemas Ridhuan
TURBO [Tulisan Riset Berbasis Online] Vol 1, No 1 (2012): Juni 2012
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (399.382 KB)
|
DOI: 10.24127/trb.v1i1.81
Cairan limbah tahu merupakan komponen yang berbahaya jika dibuang begitu saja ke lingkungan karena dapat menimbulkan bau busuk, penyakit dan mencemari air, juga pemicu gas rumah kaca. Maka limbah tersebut perlu diolah sebagai energi alternative biogas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui cara pengolahan limbah cair tesebut, banyak biogas yang dapat dihasilkan, lama waktu permentasi dan konstruksi reactornya. Metode penelitian ini yaitu pembuatan alat reaktor dan pengujiannya. Reaktor biogas terdiri dari tampungan utama limbah cair tahu dan tampungan biogas. saluran masuk dan keluar limbah, juga saluran keluar biogas. Proses fermentasi berlangsung pada kondisi anaerob yaitu proses pada kondisi tanpa oksigen. Prinsip Kerja Reaktor yaitu limbah cair tahu dimasukkan ke dalam reaktor yang kedap udara, memanfaatkan proses pencernaan yang dilakukan oleh bakteri methanogen yang produknya berupa gas methana (CH4). Proses fermentasi berlangsung selama 28 hari dengan hasil sebagai berikut dari 97 liter limbah cair tahu yang diolah maka didapat biogas sejumlah 0,0564 m3 atau 56,4 liter biogas
PENGARUH KOMPOSISI RESIN POLIYESTER TERHADAP KEKUATAN BENDING KOMPOSIT YANG DIPERKUAT SERAT BAMBU APUS
Adi Chandra;
Asroni Asroni
TURBO [Tulisan Riset Berbasis Online] Vol 4, No 2 (2015): Desember 2015
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (728.856 KB)
|
DOI: 10.24127/trb.v4i2.68
Komposit adalah suatu material yang terbentuk dari kombinasi antara dua atau lebih material pembentuknya melalui pencampuran yang tidak homogen. Dimana sifat mekanik dari masing-masing material pembentukanya berbeda-beda. Dari pencampuran tersebut akan dihasilkan material komposit yang mempunyai sifat mekanik dan karakteristik yang berbeda dari material pembentuknya. Material yang dipakai adalah bambu apus dan bambu petung yang dimana modulus elastisitas bambu apus lebih besar dengan bambu petung. Bambu apus memiliki modulus elastisitas sebesar 23171,66 MPa, dan bambu petung mempunyai modulus elastisitas adalah 14439,64 Mpa. Alasan pemilihan serat bambu sebagai bahan baku komposit adalah mudah diperoleh dalam jumlah banyak, berkualitas, ramah lingkungan dan bernilai ekonomis. Jenis matrik yang digunakan adalah resin polyester. Jenis pengujianya adalah uji bending ASTM D-790-03. Komposisi serat dan resin 5% : 95%, 10% : 90%, 15% : 85%, 20% : 80%. Variasi fraksi volume serat mempengaruhi kekuatan bending komposit, dimana kekuatan bending komposit tertinggi diperoleh pada komposit dengan fraksi volume resin 80% dan serat 20% yaitu sebesar 97,71 N/mm2, sedangkan nilai kekuatan bending terendah diperoleh pada dengan fraksi volume resin 95% dan serat 5% yaitu sebesar 54,11 N/mm2. Pada pola patahan komposit bending yang di uji secara mikro atau menggunakan SEM (scaning electro miscroscope) volume resin 95% dan 80% menunjukan debonding dimana lepasnya daya ikat serat dengan matrik. Matrik cracking (retak) dan fiber pull- out.
ANALISA PEMANFAATAN SERABUT SAWIT SEBAGAI BAHAN BAKAR ALTERNATIF PADA BOILER
Dharma, Untung Surya
TURBO [Tulisan Riset Berbasis Online] Vol 3, No 1 (2014): Juni 2014
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (437.791 KB)
|
DOI: 10.24127/trb.v3i1.643
Dengan semakin berkurangnya persediaan minyak dan energi dunia mengakibatkan terjadinya gejolak harga yang kurang stabil, kemudian fenomena tersebut turut berpengaruh di dalam Negeri hingga menimbulkan keresahan konsumen bahkan situasinya menjadi dilematis bagi kalangan industri. Menghadapi situasi dan kondisi ini akhirnya Pemerintah mengeluarkan himbauan untuk penghematan Energi dan Bahan Bakar Minyak (BBM). Selain itu kalangan industri pengolahan minyak sawit (CPO) juga menghadapi permasalahan yang baru lagi, baik bersifat Teknis dan Non Teknis. Permasalahannya yang terjadi adalah bagaimana penghematan biaya produksi industry, seperti industri pengolahan minyak sawit. Penelitian ini dilaksanakan di PT. Kalirejo Lestari yang beralamat di Kalirejo kabupaten Lampung Tengah Propinsi Lampung. Dari hasil yang telah dianalisa diketahui bahwa perbandingan udara dan bahan bakar adalah sebesar 8,58 kg udara/kg bahan bakar, hal ini menunjukkan bahwa setiap 1 kg bahan bakar terdapat 8,58 kg udara pada proses pembakarannya, sehingga dapat dikatakan bahwa campuran udara dan bahan bakarnya memenuhi kriteria efisiensi termalnya. Hal inidigambarkan pada neraca panas total, terdapat 61702890 ð‘˜ð‘—/ð‘—ð‘Žð‘šð‘˜ð‘”ð‘œð¶ energi panas yang tersisa. Dalam hal ini, untuk memperkecil sisa energi panas dengan cara memperkecil pemasokan bahan bakarnya. Karakteristik pada bahan bakar serabut sawit ini cukup untuk menghasilkan energi panas yang besar. Energi panas yang dihasilkan 21177,36 ð‘€ð‘—/ð‘—ð‘Žð‘šð‘˜ð‘”ð‘œð¶.Kata Kunci: pemanfaatan, serabut sawit, bahan bakar alternatif.