cover
Contact Name
Rusdiyanyo
Contact Email
roesdysh@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jiep@iain-manado.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
Journal of Islamic Education Policy
ISSN : 25280295     EISSN : 25280309     DOI : -
Core Subject : Religion, Education,
Journal of Islamic Education Policy menerbitkan hasil penelitian yang memberikan kontribusi signifikan pada pemahaman dan praktek pendidikan Islam melalui tulisan dan laporan akademik dalam perspektif dan skop global. Tujuan utumanya adalah membuka akses bagi dunia internasional, dengan tidak melupakan tuntutan lokal, pada hasil penelitian, yang meliputi peneliti, praktisi, dan mahasiswa dalam bidang kebijakan pendidikan Islam. Karena itu, JIEP menyambut dengan baik tulisan-tulisan yang mendorong perdebatan akademik dari kalangan akademisi yunior dan senior dalam tiga bahasa, yaitu Indonesia, Arab, dan Inggeris
Arjuna Subject : -
Articles 124 Documents
Ibu Sebagai Madrasah Bagi Anaknya: Pemikiran Pendidikan R.A. Kartini Moh Rivaldi Abdul
Journal of Islamic Education Policy Vol 5, No 2 (2020)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/jiep.v5i2.1350

Abstract

Prodi Interdisciplinary Islamic Studies, Konsentrasi Islam Nusantara, Pascasarjana, UIN Sunan Kalijaga YogyakartaDesa Pinolosian, Kec. Pinolosian, Kab. Bol-Sel, Prov. Sulawesi Utarae-mail : Rivaldiabdul2@gmail.com Abstrak: Artikel ini menganalisis pemikiran pendidikan R.A. Kartini. Fokus kajian adalah seputar konsep pendidikan Kartini dan pandangan Kartini seputar peran ibu sebagai madrasah bagi anak-anaknya. Sehingga, rumusan masalah dalam artikel ini adalah 1) Bagaimanakah peran ibu sebagai madrasah bagi anaknya? 2) Bagaimanakah konsep pendidikan Kartini? 3) Bagaimanakah pandangan Kartini terhadap peran ibu sebagai madrasah bagi anaknya? Metode penelitian yang digunakan dalam menyusun artikel ini adalah library research, dengan teknik analisis data menggunakan content analysis. Artikel ini menggunakan surat-surat Kartini dalam buku Habis Gelap Terbitlah Terang sebagai sumber data primer. Peran ibu sangat penting dalam pendidikan informal. Konsep pendidikan Kartini mengacu pada konsep pendidikan budi pekerti atau pendidikan akhlak, yang adalah pendidikan tidak hanya mencerdaskan otak saja, namun juga harus membentuk akhlak baik pada diri peserta didik. Dalam upaya pembentukan akhlak, Kartini memandang kalau peran ibu sangatlah penting sebagai madrasah bagi anaknya. Abstract: Mother as a Madrasah for Her Son: R.A. Kartini's Educational Thinking. This article analyzes R.A. Kartini's educational thinking. The study's focus is around the concept of Kartini's education and Kartini's view around the role of motherhood as a madrassa for her children. Thus, the formulation of the problem in this article is 1) How is the mother's role as a madrassa for her child? 2) What is the concept of Kartini education? 3) What is Kartini's view of motherhood as a madrassa for her child? The research method used in compiling this article is library research, with data analysis techniques using content analysis. This article uses Kartini letters in the book Habis Gelap Terbitlah Terang as the primary data source. Motherhood is essential in informal education. Kartini education refers to the concept of ethics education or moral education, which is education not only the intelligent brain but also good morality in students. To establish morality, Kartini considered that motherhood is essential as a madrasah for her children. Kata Kunci: Pendidikan Keluarga, Peran Ibu, Pendidikan Akhlak. 
Pengaruh Perilaku Kepemimpinan dan Keterampilan Manajerial Kepala Madrasah Terhadap Kinerja Guru di Man 1 Kotamobagu Irwandi Mamonto; Rivai Bolotio; Ardianto Ardianto
Journal of Islamic Education Policy Vol 4, No 2 (2019)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/jiep.v4i2.1283

Abstract

Abstrak : Artikel ini bertujuan untuk menguji pengaruh perilaku kepemimpinan dan keterampilan manajerial kepala madrasah terhadap kinerja guru di MAN 1 Kotamobagu. Jenis dan desain penelitian yang digunakan adalah kuantitatif. Pengumpulan data diolah menggunakan teknik statistik deskriptif yang diperoleh dari hasil kuisioner yang telah disebarkan oleh penulis kepada para guru di MAN 1 Kotamobagu. Teknik analisis data yang digunakan yaitu statistik deskriptif dan statistik inferensial. Penelitian ini membuktikan bahwa terdapat pengaruh yang negatif dan tidak signifikan antara perilaku kepemimpinan kepala madrasah dengan kinerja guru di MAN 1 Kotamobagu. Jika dikaitkan dengan keterampilan managerial terhadap kinerja guru di MAN 1 Kotamobagu memiliki pengaruh positif dan tidak signifikan. Maka kinerja guru di MAN I Kotamobagu dipengaruhi oleh keterampilan manajerial kepala sekolah. Sehingga dapat dismpulkan bahwa pengaruh perilaku kepemimpinan dan keterampilan manajerial setelah digabungkan memiliki pengaruh sedikit terhadap kinerja guru di MAN 1 Kotamobagu. Abstract: This article aims to examine the influence of madrasah principals leadership behavior and managerial skills on teacher performance in MAN 1 Kotamobagu. The type and research design used is quantitative. Data collection was processed using descriptive statistical techniques obtained from the questionnaires distributed by the author to teachers in MAN 1 Kotamobagu. The data analysis technique used is descriptive statistics and inferential statistics. This study proves a negative and insignificant influence between the leadership behavior of madrasah principals and teacher performance in MAN 1 Kotamobagu. If it is associated with managerial skills on teacher performance in MAN 1, Kotamobagu has a positive and insignificant effect. Then the performance of teachers in MAN I Kotamobagu is influenced by the managerial skills of the principal. So it can be concluded that the impact of leadership behavior and managerial skills after being combined has little effect on teacher performance in MAN 1 Kotamobagu. Kata Kunci : Perilaku Kepemimpinan; Keterampilan Manajerial; Kinerja Guru 
Perilaku Keagamaan Siswa Muslim di SMPN 1 Dan SMPN 2 Airmadidi (Studi Kasus Siswa Muslim Mayoritas dan Minoritas di Sekolah Negeri) Pahron Setiawan; Delmus P Salim; Muh Idris
Journal of Islamic Education Policy Vol 5, No 1 (2020)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/jiep.v5i1.1346

Abstract

Abstrak : Perilaku keagamaan merupakan serangkaian tingkah laku seseorang yang dilandasi oleh ajaran-ajaran agama Islam, penelitian ini di lakukan pada siswa muslim di SMPN  1 dan SMPN 2 Airmadidi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perilaku keagamaan siswa muslim dan bagaimana peran guru dalam pembentukan perilaku keagamaan siswa muslim di SMPN 1 dan SMPN 2 Airmadidi. Jenis penelitian yang dipakai adalah kualitatif bersifat deskriptif. Penelitian ini menyimpulkan perilaku keagamaan dalam artian pelaksanaan sholat siswa muslim di sekolah minoritas maupun di sekolah mayoritas tidak jauh berbeda. Peran guru di sekolah minoritas memberikan motivasi, sedangkan di sekolah bahwa guru tidak sama sekali sering memberikan motivasi kepada siswa untuk lebih giat shalat.Abstract : Religious Behavior Of Muslim Students In Airmadidi SMPN 1 And SMPN 2 (Case Studies Of Majority And Minority Muslim Students In Public Schools). Religious behavior is a series of one's behavior that is based on the teachings of Islam. This research was conducted on Muslim students at SMPN 1 and SMPN 2 Airmadidi. This study aimed to determine the religious behavior of Muslim students and how the teacher's role in shaping the religious behavior of Muslim students at SMPN 1 and SMPN 2 Airmadidi. The type of research used is descriptive qualitative. This study concludes that religious behavior in terms of prayer for Muslim students in minority and majority schools is not much different. Teachers' role in minority schools provides motivation, whereas in schools, teachers do not often motivate students to be more active in praying. Kaca Kunci :  Perilaku Keagamaan, Minoritas, Mayoritas.
Salat Sebagai Basis Pendidikan Agama Islam: Analisis Teori Cliffort Geertz Ahmad Riyadl Mauludi
Journal of Islamic Education Policy Vol 4, No 1 (2019)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/jiep.v4i1.1272

Abstract

Abstrak: Salat lima waktu merupakan ibadah yang utama dalam Islam. Banyak kemuliaan dan keistimewaan dalam ibadah ini. Perintah wajib dan dilakukan sebanyak lima kali dalam semalam menjadikan salat sebagai ibadah yang sudah melekat di hati umat Islam. Bagi umat Islam yang beriman dan bertakwa, selain dihinggapi perasaan berdosa, meninggalkan salat juga menjadikan pelakunya menjadi tidak tenang. Sehingga dari sini secara tidak langsung salat sudah memberikan manfaat positif bagi siapa yang menjalankannya. Inilah yang dinamakan dengan pendidikan. Cliffort Geertz dengan teorinya Agama sebagai Budaya menempatkan ibadah salat sebagai simbol-simbol sakral yang akan memengaruhi proses sosial atau budaya. Proses sosial atau budaya inilah yang akan menjadi basis pendidikan agama bagi umat Islam dan tentu dengan sebuah pendidikan akan mengubah hasil budi daya seseorang, khususnya seorang muslim bahkan umat Islam. Hal ini menarik bagi peneliti untuk mencari titik temu antara kewajiban ibadah salat tersebut dengan teori yang dipaparkan oleh Geertz. Sehingga hal ini menjadi hal yang perlu untuk dianalisis lebih dalam. Metode penelitian ini menggunakan metode kepustakaan dengan mencari sumber-sumber yang membahas masalah salat dan teori Cliffort Geertz. Abstract : Prayer As a Basis for Islamic Education: an Analysis of The Theory of Cliffort Geertz: The five daily prayers are the main worship in Islam. Lots of glory and privilege in this worship. Mandatory orders and carried out five times a day make prayer as a worship that is inherent in the hearts of Muslims. For the faithful and pious Muslims, besides being infested with feelings of sin, leaving the prayers also makes the perpetrators uneasy. So that indirectly prayer has provided positive benefits for those who carry it out. This is what is called education. Cliffort Geertz with his theory of Religion as Culture places the prayer as sacred symbols that will influence social or cultural processes. This social or cultural process will be the basis of religious education for Muslims and certainly with an education will change the results of one's cultivation, especially a Muslim and even Muslims. This is interesting for researchers to look for a meeting point between the obligations of the prayer with the theory presented by Geertz. So this is something that needs to be analyzed more deeply. This research method uses the literature method by searching for sources that discuss the issue of prayer and Cliffort Geertz's theory. Kata Kunci : Salat, Pendidikan, Cliffort Geertz, Agama, Budaya
Penilaian Ranah Afektif Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Melalui Aplikasi Whatsapp Group Muhammad Zul Fadli; Rachma Nika Hidayati
Journal of Islamic Education Policy Vol 5, No 2 (2020)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/jiep.v5i2.1351

Abstract

Abstrak : Evaluasi pembelajaran merupakan bagian terpenting dalam proses kegiatan belajar mengajar, baik yang berupa konsep, nilai sikap dan juga keterampilan dari bahan ajar yang disampaikan. Evaluasi pembelajaran yang berupa penilaian dapat dilakukan guru baik menggunakan paper atau tercetak maupun secara online melalui berbagai macam aplikasi seperti WhatsApp Group. Seluruh mata pelajaran dapat melakukan hal yang sama, tak terkecuali pendidikan agama Islam. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui proses penilaian ranah afektif dalam evaluasi pembelajaran yang berlaku dikelas online. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskritif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan dengan menggunakan teknik wawancara, observasi dan analisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses penilaian ranah afektif dalam kelas online pembelajaran pendidikan agama Islam melalui WhatsApp Group berjalan dengan baik, hal ini ditunjukkan dengan prosentase keberhasilan guru dalam melaksanakan penilaian ranah afektif mata pelajaran pendidikan agama Islam.Abstract : Assessment of The Effective Realm of Islamic Religious Education Learning Through Whatsapp Group App. Learning evaluation is an essential part of the learning process, both in concepts, attitude values, and the teaching materials' skills. Evaluation of learning in the way of assessment can be done by teachers either using paper or printed or online through various applications such as WhatsApp Group. All subjects can do the same, no exception to Islamic religious education. This study aims to find out the process of assessing the affective realm in the evaluation of learning that applies in the online class. This research uses qualitative research methods with case study methods. Data are collected through interviewing, observing, and analytical techniques. The results showed that assessing the affective realm in the online class of Islamic religious education learning through WhatsApp Group went well; this was demonstrated by the percentage of teachers' success in carrying out the affective field assessment of Islamic religious education subjects. Kata Kunci : Evaluasi, WhatsApp Group, Pendidikan Agama Islam. 
Representasi Pendidikan Karakter dalam Film Surau dan Silek (Analisis Semiotik Ferdinand De Saussure) Putra Chaniago
Journal of Islamic Education Policy Vol 4, No 2 (2019)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/jiep.v4i2.1284

Abstract

Abstrak : Penelitian ini membahas tentang nilai-nilai pendidikan karakter dalam ranah komunikasi Islam pada Film Surau dan Silek. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan menggunakan metode analisis semiotika Ferdinan de Saussure. Dalam metodenya ia mengembangkan dua sistem yaitu penanda, pertanda serta makna yang terkandung dan yang ingin disampaikan di dalamnya. Film ini merupakan film budaya berbahasa Minangkabau yang mengandung tutur nasihat. Film ini bercerita tentang kehidupan tiga remaja Minang yang sedang semangat berlatih silat, namun mereka ditinggalkan oleh Mak Rustam sang guru silat yang memutuskan untuk pergi merantau. Penelitian ini menemukan terdapat representasi pendidikan karakter dalam film surau dan silek, yaitu silek mengajarkan kesimbangan antara emosional question (kecerdasan emosional), spiritual question (kecerdasan spritual), intelegens question (kecerdasan intelejen) dan heart question (kecerdasan hati). Film Surau dan Silek mengandung banyak pesan moral, nilai-nilai agama dan budaya, sehingga mampu merubah persepsi tentang silat di Minang yang tak hanya sebagai aktifitas pemuda nagari untuk berkelahi, namun juga sebagai pendidikan karakter dari perspektif Islam dan adat Minang, yaitu mengamalkan agama Islam sebagai ajaran, dan melestarikan budaya surau dan silat sebagai aktifitas pemuda Minang.Abstract : This study discusses the value of character education values in the realm of Islamic communication studies in Surau and Silek films. This type of research is descriptive qualitative using the semiotic analysis method of Ferdinand de Saussure. In his method, he developed two systems, namely the signifier, the sign and the meaning that is contained and what is intended to be conveyed in it. This film is a cultural film in Minangkabau language which contains advice speech. This film tells the story of the lives of three Minang teenagers who are passionate about practicing silat, but they are left behind by Mak Rustam, the silat teacher, who decides to leave. In this study, it was found that there is a representation of character education in the surau and silek films, namely silek teaching a balance between emotional questions (emotional intelligence), spiritual questions (spiritual intelligence), intelligent questions (intelligence intelligence) and heart questions (intelligence). The Surau and Silek films contain many moral messages, religious and cultural values, so that they are able to change the perception of silat in Minang which is not only an activity of village youth for fighting, but also as character education from the perspective of Islam and Minang customs, namely practicing Islam. as teaching, and preserving the culture of surau and silat as Minang youth activities.Kata  Kunci : Semiotika, Representasi Pendidikan Karakter, Surau, Silek
Dinamika Pendidikan Islam Multikultural Perspektif Lembaga Pendidikan Muhammadiyah Artamin Hairit
Journal of Islamic Education Policy Vol 5, No 1 (2020)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/jiep.v5i1.1347

Abstract

Abstrak : Dakwah multikultural sebagai suatu pendekatan dan strategi dakwah dalam konsep aktualisasi ajaran Islam di tengah dinamika kebudayaan dan perubahan sosial dalam suatu masyarakat, dijalankan secara bertahap sesuai dengan kondisi empirik yang diarahkan untuk menumbuh kembangkan kehidupan Islami sesuai dengan paham Muhammadiyah. Tujuan konseptual artikel ini untuk mengungkap dinamika pendidikan Islam multikultural perspektif lembaga pendidikan Muhammadiyah. Metode penulisan kualitatif dengan pendekatan historiografi untuk mengungkap sejarah kultural, praktik-praktik kultural dan penjelasan teks-teks kultural lembaga pendidikan Muhammadiya. Temuan penelitian konseptual pendidikan Islam multikultural ini adalah terungkapnya dinamika lembaga Muhammdiyah yang bercorak Islam moderat  dilihat dari nilai-nilai sikap yang ditanamkan kepada kader, siswa dan mahasiswa pada tiap lembaga pendidikan yang di kelolanya. Nilai-nilai multikultural di semaikan melalui mata pelajaran al-Islam dan Ke- Muhammadiyahan sebagai ciri khas pendidikan Muhammadiyah, yang berbeda dengan lembaga pendidikan lainnya. Karena mata pelajaran ini menjadi ciri khas, maka ia menjadi “identitas objektif” yang diterima publik di luar Muhammadiyah. Dalam konteks ini, ada lima identitas objektif sebagai elaborasi dari al-Islam dan Ke- Muhammadiyahan ke dalam sistem pendidikan Muhammadiyah, yakni; 1) menumbuhkan cara berfikir tajdîd/inovatif, 2) memiliki kemampuan antisipatif, 3) mengembangkan sikap pluralistik, 4) memupuk watak mandiri, dan 5) mengambil langkah moderat. Abstract : Dynamics of Multicultural Islamic Education The Perspective Of Muhammadiyah Education Institution. Multicultural da'wah as an approach and strategy of da'wah in the concept of actualizing Islamic teachings amid cultural dynamics and social change in a society is carried out gradually by empirical conditions directed at developing and developing Islamic life Muhammadiyah concept. The conceptual objective is to reveal the dynamics of multicultural Islamic education from the perspective of Muhammadiyah educational institutions. A qualitative method with a historiographical approach to show cultural history, cultural practices, and explanation of cultural texts of Muhammadiyah educational institutions. This multicultural Islamic education conceptual study's findings reveal the dynamics of Muhammadiyah institutions with moderate Islamic characteristics seen from the attitude values instilled in cadres, students at each educational institution they manage. Multicultural values are transmitted through al-Islam and Muhammadiyah as a characteristic of Muhammadiyah education, which is different from other educational institutions. Because this subject has become a distinctive feature, it has become an "objective identity" accepted by the public outside Muhammadiyah. In this context, there are five objective identities as an elaboration of al-Islam and Muhammadiyahan into the Muhammadiyah education system, namely; 1) fostering a tajdîd / innovative way of thinking, 2) having anticipatory abilities, 3) developing a pluralistic attitude, 4) promoting an independent character, and 5) taking reasonable steps. Kata Kunci: Lembaga Muhammadiyah, Pendidikan Islam Multikultural, Moderat  
Penerapan Evaluasi Ranah Afektif Siswa dalam Pembelajaran Berbasis Kurikulum 2013 di Madrasah Tsanawiyah Negeri 2 Kotamobagu Jubair Ali
Journal of Islamic Education Policy Vol 4, No 1 (2019)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/jiep.v4i1.1273

Abstract

Abstrak : Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan, problematika, dan solusi  evaluasi ranah afektif siswa pada pembelajaran berbasis kurikulum 2013 di MTs Negeri 2 Kotamobagu. Metodologi penelitian menggunakan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumen. Hasil penelitian yaitu: 1)  Implementasi evaluasi ranah afektif di MTs Negeri 2 Kotamobagu secara umum sudah dilaksanakan namun belum maksimal 2) Problematika evaluasi ranah afektif di MTs Negeri 2 Kotamobagu, guru belum memahami dengan baik tentang pengukuran ranah afektif siswa, sehingga penilaian hanya berdasarkan pengamatan di dalam kelas, tanpa ada catatan tentang sikap siswa selama pembelajaran. 3) Solusi terhadap problematika evaluasi ranah afektif siswa di MTs Negeri 2 Kotamobagu berkaitan dengan teknik evaluasi, maka kepala madrasah menginstruksikan kepada guru untuk membuat laporan  evaluasi sikap. Untuk mengatasi permasalahan berkaitan dengan pelanggaran terhadap ranah afektif siswa, maka guru melakukan bimbingan terhadap siswa di MTs Negeri 2 Kotamobagu. Abstract : Research objectives to analyze the application,  problems, and solutions  to evaluation domain affective on learning based Kurikuum 2013 in MTs Negeri 2 Kotamobagu. Using techniques data collection observation, interviews and documents. The results are:  1) The implantation of the evaluation affective domain in MTS Negeri 2 Kotamobagu in generalization have been implementation, but unoptimized.  2) The problems of evaluation affective domain in MTs Negeri 2 Kotamobagu is teachers understand about measuring affective domain studen, that is implementation of assessment base direct observation in the classroom, without have note a students on the learning process. 3) The Solutions of problems to evaluation affective domain students in MTs Negeri 2 Kotamobagu relating to a technique evaluation, so the head madrasah instructed the teachers to make a report evaluation of attitude. To solve the problem pertaining to a violation of domain affective students, the teacher do guidance of students in MTs Negeri 2 Kotamobagu.Kata Kunci : Evaluasi, Ranah Kognitif, Kurikulum 2013
Penanaman Nilai-Nilai Moral Melalui Metode Movie Learning dalam Pembelajaran Aqidah Akhlak Siswa Kelas IX MTs N 2 Kotamobagu Rahmathias Jusuf; Muhammad Affandi Bahuwa
Journal of Islamic Education Policy Vol 5, No 2 (2020)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/jiep.v5i2.1352

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa berbagai isu dan permasalahan dalam ruang lingkup pendidikan terutama mengurai tentang fenomena “Degradasi Moral Siswa Kelas IX Madrasah Tsanawiyah Negeri 2 Kotamobagu”. Dari segi seriousness, hal tersebut dianggap sangat gawat untuk ditindak lanjuti, guna pembuatan analisa dalam pencegahan degradasi moral siswa sehingga penanaman nilai-nilai moral dalam proses pembelajaran dapat terlaksana dengan baik. Selain itu, dari sisi growth, hal ini dianggap cukup cepat menyebar dan berpotensi meningkat karena proses dalam pembelajaran di sekolah saling mempengaruhi satu sama lain. Penulis menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dalam penelitian dengan skala pengukuran atau rating scale melalui observasi untuk memperoleh dan mengumpulkan data penelitian. Penyebaran angket dilakukan sebagai identifikasi penilaian skala kecenderungan perubahan nilai moral siswa pada tahapan pre-test dan post-test. Instrumen yang digunakan dalam pengumpulan data mengukur tingkat kecerdasan moral yang terdiri dari Moral Knowing, Moral Feeling dan Moral Acting siswa dalam pembelajaran di Madrasah Tsanawiyah Negeri 2 Kotamobagu. Hasil penelitian menunjukan perubahan secara signifikan pada tahapan pre-test dan post-test dengan tingkat kecenderungan nilai moral siswa pada presentase 66,675 % menjadi 80,425% sering berperilaku sesuai dengan nilai-nilai moral dalam proses sosial-pendidikan di MTs N 2 Kotamobagu. Abstract: Building Moral Values Through A Method Of Movie Learning At Aqidah Akhlak Learning Students Grade Ix Mts N 2 Kotamobagu. This research aims to analyze various issues and problems in the scope of education, especially unraveling the phenomenon of "Moral Degradation of Grade IX Students Madrasah Tsanawiyah Negeri 2 Kotamobagu". In terms of seriousness, it is considered very difficult to follow up to analyze the prevention of students' moral degradation so that the planting of moral values in the learning process can be carried out correctly. Also, in terms of growth, this is considered to spread quite quickly and potentially increase because learning in schools affects each other. The authors used a qualitative descriptive approach in research with a measurement scale or rating scale through observation to obtain and collect research data. The questionnaire's spread is carried out as identification of the scale assessment of the tendency to change students' moral values at the pre-test and post-test stages. Instruments used in data collection measure the level of moral intelligence consisting of Moral Knowing, Moral Feeling, and Moral Acting students in learning at Madrasah Tsanawiyah Negeri 2 Kotamobagu. The results showed a significant change in the pre-test and post-test stages with the level of a trend of students' moral grades at 66.675% to 80.425%, often behaving by moral values in the socio-educational process in MTs N 2 Kotamobagu. Kata Kunci: Moral, Aqidah Akhlak, Learning and Movie LearningPendahuluan
Aliran Filsafat dalam Pendidikan Islam Ditinjau dari Perspektif Muhammad Jawwad Ridla Miptah Parid; Rosadi Rosadi
Journal of Islamic Education Policy Vol 4, No 2 (2019)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/jiep.v4i2.1285

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk membahas pengertian, tokoh-tokoh dan aliran filsafat dalam pendidikan Islam ditinjau dari prespektif Muhammad Jawwad Ridla. Metode penelitian menggunakan penelitian literatur melalui analisis dokumen berupa studi pustaka. Bentuk penelitian ini adalah kualitatif dengan metode deskriptif yang berupa penggambaran dari suatu keadaan atau fenomena tertentu dengan menggunakan metode interaktif. Metode interaktif digunakan untuk menelaah isi dari suatu dokumen, tulisan, atau hasil penelitian yang relevan dengan tulisan ini.  Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah analisis isi. Analisis isi yaitu dengan mencatat dokumen atau arsip yang berkaitan erat dengan tujuan penelitian. Penelitian ini menyimpulkan aliran filsafat dalam pendidikan Islam ditinjau dari prespektif Muhammad Jawwad Ridla terdapat tiga aliran filsafat pendidikan Islam, yaitu: 1) Aliran Konservatif, dengan tokoh utamanya adalah al-Ghazali, 2) Aliran Religius-Rasional, dengan tokoh utamanya yaitu Ikhwan al-Shafa, dan 3) Aliran Pragmatis, dengan tokoh utamanya adalah Ibnu Khaldun Abstract: The purpose of writing articles of philosophy in Islamic education is viewed from the perspective of Muhammad Jawwad Ridla, namely discussing the understanding of the philosophy of Islamic education, figures in the philosophy of Islamic education and philosophy in Islamic education from the perspective of Muhammad jawwad ridla. The research method in this article uses literature research through document analysis in the form of literature study. The form of this research is qualitative with a descriptive method in the form of a depiction of a certain condition or phenomenon using interactive methods. Interactive methods are used to examine the contents of a document, writing, or research results that are relevant to this paper. The data collection technique in this research is content analysis. Content analysis, namely by recording documents or archives that are closely related to the research objectives. The conclusion of the philosophical school in Islamic education in terms of Muhammad Jawwad Ridla's perspective, there are three schools of Islamic education philosophy, namely: 1) The Conservative School, with the main character being al-Ghazali, 2) The Religious-Rational School, with the main character being Ikhwan al-Shafa, and 3) Pragmatic school, with the main character is Ibn Khaldun Kata Kunci: Aliran Fisafat, Pendidikan Islam, Muhammad Jawwad Ridla 

Page 6 of 13 | Total Record : 124