cover
Contact Name
Rusdiyanyo
Contact Email
roesdysh@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jiep@iain-manado.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
Journal of Islamic Education Policy
ISSN : 25280295     EISSN : 25280309     DOI : -
Core Subject : Religion, Education,
Journal of Islamic Education Policy menerbitkan hasil penelitian yang memberikan kontribusi signifikan pada pemahaman dan praktek pendidikan Islam melalui tulisan dan laporan akademik dalam perspektif dan skop global. Tujuan utumanya adalah membuka akses bagi dunia internasional, dengan tidak melupakan tuntutan lokal, pada hasil penelitian, yang meliputi peneliti, praktisi, dan mahasiswa dalam bidang kebijakan pendidikan Islam. Karena itu, JIEP menyambut dengan baik tulisan-tulisan yang mendorong perdebatan akademik dari kalangan akademisi yunior dan senior dalam tiga bahasa, yaitu Indonesia, Arab, dan Inggeris
Arjuna Subject : -
Articles 124 Documents
THE PATTERNS OF ISLAMIC EDUCATION DURING THE TIME OF THE PROPHET MUHAMMAD Mokodenseho, Sabil; Rohmah, Siti; Idris, Muh; Aziz, Adit Mohammad; Rahman, Rahman
Journal of Islamic Education Policy Vol 9, No 1 (2024)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/jiep.v9i1.2921

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola pendidikan Islam pada masa Nabi Muhammad SAW. Kajian ini menjadi penting karena pendidikan Islam mempunyai arti penting bagi umat Islam dalam meneladani proses pendidikan Islam sejak zaman Nabi, yang bermanfaat untuk memahami pertumbuhan dan perkembangan pendidikan Islam, sehingga mampu menjawab persoalan-persoalan kontemporer dalam pendidikan Islam. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data mengenai sejarah pendidikan Islam pada masa Nabi Muhammad diperoleh melalui pembacaan dan kajian mendalam terhadap berbagai literatur. Penelitian ini menemukan pendidikan Islam di masa Rasulullah telah berlangsung di Mekah dan Madinah. Di Mekah, Nabi menjadikan lembaga pendidikan, yakni rumah, Dar al-Arqam dan Kuttab sebagai sarana yang efektif dan efisien. Materi pendidikan Islam berisi pendidikan akhlak dan budi pekerti, dan pendidikan jasmani (kesehatan), seperti menunggang kuda, memanah, dan menjaga kebersihan. Sementara pola pendidikan yang diterapkan Nabi di Madinah berorientasi pada pemantapan nilai-nilai persaudaraan antara kaum Muhajirin dan Anshar. Nabi mendirikan masjid dan Suffah sebagai sarana yang efektif. Muatan pendidikannya menekankan pada penanaman tauhid, pendidikan keluarga, pendidikan masyarakat, dan budi pekerti. Semua ini efektif karena motivasi dari dalam masyarakat Madinah dan karisma serta metode yang digunakan Nabi dalam menangani kepentingan masyarakat secara adil dan demokratis. Temuan ini menunjukkan pola pendidikan Islam yang diterapkan Nabi Muhammad SAW. di Mekah dan Madina. Kesimpulannya, pendidikan Islam dalam sejarahnya telah berkontribusi besar terhadap peradaban manusia terutama umat Muslim di dunia. This research aims to analyze the patterns of Islamic education during the time of the Prophet Muhammad. This study is important as Islamic education holds significance for Muslims in emulating the process of Islamic education since the time of the Prophet, which is beneficial for understanding the growth and development of Islamic education, thus addressing contemporary issues in Islamic education. The research methodology employed is qualitative with a descriptive approach. Data regarding the history of Islamic education during the time of the Prophet Muhammad was obtained through extensive reading and study of various literature sources. The study finds that Islamic education during the Prophet occurred in Mecca and Medina. In Mecca, the Prophet established educational institutions, such as homes, Dar al-Arqam and Kuttab as effective and efficient means. The curriculum of Islamic education included moral and character education, as well as physical education (health), such as horse riding, archery, and hygiene. Meanwhile, the educational pattern implemented by the Prophet in Medina focused on strengthening the values of brotherhood between the Muhajirin and the Ansar. The Prophet established mosques and Suffah as effective means. The educational content emphasized the cultivation of monotheism, family education, community education, and manners. All of these were effective due to the motivation from within the Medina community and the charisma and methods employed by the Prophet in fairly and democratically addressing the community's interests. These findings illustrate the pattern of Islamic education implemented by the Prophet Muhammad  in Mecca and Medina. In conclusion, throughout history, Islamic education has significantly contributed to human civilization, particularly for the Muslim community worldwide
LIBRARY MANAGERS’ STRATEGY IN INCREASING STUDENTS' READING INTEREST AT MIN 1 MANADO Mokodenseho, Sabil; Mokodenseho, Rahmat; Idris, Muh; Mamonto, Merdi F; Awumbas, Radiyastika
Journal of Islamic Education Policy Vol 8, No 1 (2023)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/jiep.v8i1.2288

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk menganalisis strategi pustakawan dalam meningkatkan minat baca siswa di MIN 1 Manado dan mengungkap faktor penghambatnya. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif dalam menganalisis data. Data primer diperoleh dari responden penelitian yaitu pustakawan, dan guru, sedangkan buku, artikel jurnal, dan dokumen digunakan sebagai data sekunder. Data penelitian dikumpulkan dengan teknik wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, serta dianalisis dengan teknik analisis induktif. Penelitian ini menemukan bahwa dalam meningkatkan minat baca siswa, pengelola perpustakaan membentuk kelompok belajar yang menjadwalkan kunjungan ke perpustakaan dan membuat tempat baca (pojok baca) di setiap kelas. Selain itu, kegiatan membaca dilakukan dengan mengadakan storytelling, berkunjung ke perpustakaan untuk membaca selama 1 jam, memberikan technical reading, serta memberikan penghargaan kepada siswa yang rajin berkunjung dan meminjam buku di perpustakaan. Kegiatan dan program membaca yang telah disebutkan sebelumnya menarik minat siswa untuk aktif membaca. Selain itu, pengelola perpustakaan bekerjasama dengan wali kelas dan guru mata pelajaran, serta alumni (1 alumni, 1 buku cerita) dalam meningkatkan minat baca siswa. Terakhir, ditemukan faktor penghambat peningkatan minat baca siswa adalah keterbatasan jumlah koleksi buku, minimnya jumlah pengelola perpustakaan, dan kecilnya ruang perpustakaan. Oleh karena itu, diperlukan peran pemerintah terutama dalam hal penambahan koleksi buku, perekrutan tenaga perpustakaan, dan perluasan ruangan perpustakaan. 
PERAN EKOLOGI MADRASAH DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER KERJA KERAS SISWA DI MAN 1 KERINCI Zuzana, Mira; Mandala, Ican
Journal of Islamic Education Policy Vol 8, No 2 (2023)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/jiep.v8i2.2643

Abstract

Lingkungan kehidupan sosial menjadi indikator yang menentukan kualitas kepribadian individu. Teori Bronfenbrenner menyatakan bahwa kontribusi ekologi memiliki kedudukan yang penting dalam membentuk karakter generasi muda.  Instansi pendidikan merupakan suatu upaya yang dilakukan dalam mendukung pembentukkan karakter generasi muda (peserta didik), terutama pada Madrasah Aliyah. Perhatian madrassah tidak hanya fokus pada kurikulum dalam mencapai tujuan tersebut, melainkan juga pada lingkungan peserta didik yang meliputi tenaga pendidik dan seluruh elemen yang berinteraksi dalam madrasah tersebut. Lingkungan madrasah yang memiliki karakteristik kompetensi maka akan berdampak dalam pembentukkan karakter kerja keras peserta didik. Dorongan untuk berkerja keras akan terbentuk dengan sendirinya pada setiap individu peserta didik. Maka peserta didik akan berupaya menyesuaikan diri dengan lingkungan interaksinya sesuai. Penelitian ini menggunakan metode penelitian lapangan (field research) dengan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data penelitian ini dilakukan di Marasah Aliyah Negeri 1 Kerinci dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data yang diperoleh tersebut kemudian di analisis dengan menggunakan tahap, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Penelitian ini diperoleh hasil bahwa ekologi pendidikan Madrasah memiliki peran dalam membentuk karakter kerja keras pada peserta didik. Keterlibatan berbagai komponen tidak dapat terlepas dalam upaya pembentukkan karater peserta didik di MAN 1 Kerinci. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berkontirbusi dalam pembetukkan karakter kerja keras peserta didik pada ekologi madrasah.
RELIGIOUS MODERATION IN SLOGANS, PRACTICES, AND MADRASAH REFLECTION Maspeke, Fithriyah
Journal of Islamic Education Policy Vol 8, No 1 (2023)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/jiep.v8i1.2469

Abstract

ABSTRACTThe lack of understanding of madrasah students about the concept of religious moderation and the lack of encounters between religions in society is the main basis for this research literature study. Religious moderation is a discourse as well as a practice needed in a multicultural society such as in North Sulawesi. This means that where there is diversity, that is where the value of moderation must be present and become the lifeblood of the link between members of the community. The results of the study indicate that there are solutions that can be implemented in strengthening religious moderation, including creating or using existing mottos in society as a basis for instilling religious moderation values, such as the mottos of torang samua basudara and torang samua created by God in North Sulawesi. Building houses of worship side by side, of course, can open meeting spaces and increase the intensity of encounters between religions as the main capital in strengthening religious moderation. In madrasas, madrasas can make madrasah moderation days and hold interfaith student exchanges so that religious moderation is familiar among madrasah students who are part of the millennial generation. Then, you can also make a religious moderation accompanying diploma as a sign of the maturity of student religious moderation which is oriented towards attitudes and moderation schools as an alternative to strengthening community religious moderation, especially the millennial generation.Keywords: Religious moderation and Madrasah

Page 13 of 13 | Total Record : 124