cover
Contact Name
Rusdiyanyo
Contact Email
roesdysh@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jiep@iain-manado.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
Journal of Islamic Education Policy
ISSN : 25280295     EISSN : 25280309     DOI : -
Core Subject : Religion, Education,
Journal of Islamic Education Policy menerbitkan hasil penelitian yang memberikan kontribusi signifikan pada pemahaman dan praktek pendidikan Islam melalui tulisan dan laporan akademik dalam perspektif dan skop global. Tujuan utumanya adalah membuka akses bagi dunia internasional, dengan tidak melupakan tuntutan lokal, pada hasil penelitian, yang meliputi peneliti, praktisi, dan mahasiswa dalam bidang kebijakan pendidikan Islam. Karena itu, JIEP menyambut dengan baik tulisan-tulisan yang mendorong perdebatan akademik dari kalangan akademisi yunior dan senior dalam tiga bahasa, yaitu Indonesia, Arab, dan Inggeris
Arjuna Subject : -
Articles 124 Documents
Pemikiran dan Peranan Sayyid Idrus Bin Salim Aljufri terhadap Perkembangan Pendidikan Islam di Manado Lisa Aisyiah Rasyid; Supriadi Supriadi; Siti Aisa
Journal of Islamic Education Policy Vol 3, No 1 (2018)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4090.61 KB) | DOI: 10.30984/j.v3i1.857

Abstract

Abstrack. As one of the scholars of the hadramain who played an important role in the development of islamic education in the eastern region of Indonesia, It is important to understand how the thinking and role of sayyid, the iraniacal bin salim aljufri, especially in the tower of the thousand churches, the city of manado. When Indonesia is beset by two themes of political persecution, fierce debate over islamic relations and countries between "secular" and religious nationalists, and the struggle between the hadrami of loyalty and integrity against the land between Indonesia or hadramaut. As one of the scholars of hadrami in the eastern region of Indonesia (kti), the old teacher did not get caught up in the political ideology of the political ideology, focusing on the movement: education, the preaching work, and the social empowerment, to the establishing of an alkhairaat islamic college in 1930. In 1934, the old master sent one of his disciples, muhammad qasim maragau for the preaching of the manado. In 1947 the official alkhairaat opened a branch in the town of manado, north sulawesi, to the rest of the istiqlal (Arab village), the following year in 1960 became a boarding school. From 1960 to 1996 the number of islamic islamic educational institutions of alkhairaate in sulut including manado steadily rises up to 167 branches, 2 of which is a boarding school located in the city of manado.Keywords:Guru Tua, Alkhairaat,Thought, role, Manado Abstrak. Sebagai salah satu ulama hadramain yang berperan penting terhadap perkembangan pendidikan Islam di Kawasan Timur Indonesia, penting kiranya untuk memahami bagaimana pemikiran dan peran Sayyid Idrus bin Salim Aljufri khususnya di wilayah Menara Seribu Gereja, Kota Manado. Ketika Indonesia dilanda oleh dua tema diskursus politik yang terjadi, yaitu perdebatan sengit tentang hubungan Islam dan negara antara kaum nasionalis “sekuler” dan nasionalis religious, dan pergumulan di kalangan Hadrami tentang loyalitas dan integritas terhadap tanah air antara Indonesia atau Hadramaut. Sebagai salah ulama Hadrami di wilayah Kawasan Timur Indonesia (KTI), Guru Tua tidak terjebak pada perdebatan ideologi politik tersebut, justru memfokuskan diri pada gerakan: pendidikan, dakwah, dan pemberdayaan sosial, hingga mendirikan sebuah perguruan Islam Alkhairaat pada tahun 1930. Pada tahun 1934, Guru Tua kemudian mengutus salah seorang muridnya, Muhammad Qasim Maragau untuk berdakwah ke Manado.Pada tahun 1947, Alkhairaat resmi membuka cabang di Kota Manado, Sulawesi Utara, tepatnya di Kelurahan Istiqlal (kampung Arab), yang selanjutnya pada tahun 1960 berkembang menjadi sebuah pondok pesantren. Sejak tahun 1960 hingga 1996 jumlah lembaga pendidikan Islam Alkhairaat di Sulut termasuk Manado terus meningkat hingga menjadi 167 cabang, 2 diantaranya adalah pondok pesantren yang berlokasi di kota Manado.Kata kunci: Guru Tua, Alkhairaat, Pemikiran, Peran, Manado.
Masjid Sebagai Pelestari dan Transformasi Kearifan Lokal, Seni, dan Ilmu Pengetahuan (Studi Kasus Masjid Jendral Sudirman Yogyakarta) Rusdiyanto Rusdiyanto
Journal of Islamic Education Policy Vol 3, No 2 (2018)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4009.118 KB) | DOI: 10.30984/j.v3i2.863

Abstract

Abstact. The Jendral Sudirman mosque Yogyakarta through various activities which are held in the last few years has managed to win out the pattern and new colors in the mosque's world and compared to the common mosque. The novelty was seen from the various activities such as ngaji of Philosophy, ngaji of Quran The materialistic of a historical approach, ngajiof Tasawuf, ngaji of the ancient Javanese script, ngaji of postcolonial studies, macapatcourses, Literation activities, publication, and other unique activities. The ability to present something new in a mosque that becomes focused on this research/study. Through participation in activity, documentation, and informal conversation with a Jendral Sudirman mosque's perpetrator, this research/study indicates that through the variety of its unique activities, the JendralSudirman's mosque is attempting to offer and display other function of the unfocused mosque on the worship, but also as the central preservation of the local wisdom destruction, and the place of the art and science transformation without being stuck on the current population. All that activity is managed by management as a matter and run by the voluntary known ROMLI (Rombongan Lillahita'ala) who would share the idea and the energy to work together in serving the mosque.The key words: The Jendral Sudirman mosque, the science transformation, local wisdom, arts. Abstrak., Masjid Jendral Sudirman Yogyakarta melalui berbagai kegiatan yang dilangsungkan beberapa tahun terakhir ini, telah berhasil menampilkan corak dan warna baru dalam dunia kemasjidan jika dibandingkan dengan masjid pada umumnya. Kebaruan itu terlihat dari ragam kegiatan diantaranya Ngaji Filsafat, Ngaji al-Quran Pendekatan Materialisme-Historis, Ngaji Tasawuf, Ngaji Serat Jawa Kuno, Ngaji studi Postkolonial, kursus Macapat, kegiatan literasi, publikasi, dan kegiatan ‘unik’ lainnya. Kemampuan menghadirkan kabaruan dalam ranah masjid itulah yang menjadi fokus kajian ini. Melalui partisipasi dalam kegiatan, dokumentasi, dan bincang santai dengan pelaksana kegiatan Masjid Jendral Sudirman kajian ini menunjukkan bahwa melalui berbagai kegiatan unik tersebut, Masjid Jendral Sudirman berupaya untuk menawarkan dan menampilkan fungsi lain dari masjid yang tidak terfokus pada tempat ibadah ritual, melainkan juga sebagai pusat pelestarian kearifan lokal dan tempat transformasi seni dan ilmu pengetahuan tanpa terjebak pada arus populis. Semua aktifitas itu dikelola dengan manejemin ala kadarnya dan dijalankan oleh relawan-relewan yang dikenal ROMLI (Rombongan Lillahi Ta’ala) yang bersedia berbagi ide dan tenaga untuk kerja bersama mengabdi untuk memakmurkan masjid. Kata Kunci: Masjid Jendral Sudirman, Transformasi Ilmu Pengetahuan, Kearifan Lokal, Seni.
Strategi Pelestarian Tradisi Katoba sebagai Media Pendidikan Islam pada Masyarakat Etnis Muna di Sulawesi Tenggara Rukmina Gonibala; Ardianto Ardianto; Hadirman Hadirman
Journal of Islamic Education Policy Vol 3, No 1 (2018)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1066.566 KB) | DOI: 10.30984/j.v3i1.849

Abstract

ABSTRACT., The purpose of this study was to describe the preservation strategy of the katoba’s tradition as a medium of Islamic education in Muna ethnic communities at Southeast Sulawesi. Katoba was a life cycle tradition that deals with the practice of Islamic values which carried out hereditary by Muna ethnic communities. In Muna ethnic communities, the Katoba tradition was understood as a ritual of "repentance", or "child islamization" which aged 7-11 years old. In its implementation, the katoba tradition contains the values of Islamic education that are represented, both verbally and nonverbally. This study used a qualitative approach with the research location in Muna district and West Muna District, at Southeast Sulawesi Province. By using the interactive analysis, this study produced the facts about the preservation of the katoba tradition as a medium of Islamic education in the Muna community which carried out by (1) inheriting katoba values in the family environment, (2) preserving the Muna language, (2) increasing the professionalism of imamu, and (4) preservation through "Katoba-insightful" teaching and research.               Keywords: strategy of preservation, katoba tradition, Muna ethnic communities ABSTRAK., Tujuan penelitian ini adalah menggambarkan strategi pelestarian tradisi katoba sebagai media pendidikan Islam pada masyarakat etnis Muna di Sulawesi Tenggara. Katoba adalah tradisi siklus hidup yang bertalian dengan praktik nilai-nilai Islam yang dilaksanakan secara turun-temurun oleh masyarakat etnis Muna. Bagi masyarakat etnis Muna, tradisi katoba dipahami sebagai ritual “pertobatan”, atau “pengislaman anak” berusia 7-11 tahun. Dalam pelaksanaannya tradisi katoba mengandung nilai-nilai pendidikan Islam yang direpsentasikan, baik secara verbal maupun nonverbal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan lokasi penelitian di kabupaten Muna dan Kabupaten Muna Barat Propinsi Sulawesi Tenggara. Menggunakan analisis interaktif, penelitian ini menghasilkan fakta-fakta strategi pelestarian tradisi katoba sebagai media pendidikan Islam pada masyarakat Muna dilakukan dengan langkah-langkah (1) pewarisan nilai-nilai katoba di lingkungan keluarga, (2) pelestarian bahasa Muna, (2) peningkatan profesionalisme imamu, dan (4) pelestarian melalui pengajaran dan penelitian “Berwawasan Katoba”. Kata Kunci: strategi pelestarian, tradisi katoba, masyarakat etnis Muna
Pondok Pesantren Sebagai Model Pendidikan Islam Indonesia Pauzan Septiawan
Journal of Islamic Education Policy Vol 3, No 2 (2018)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5605.257 KB) | DOI: 10.30984/j.v3i2.868

Abstract

Abstract., Today's education problems are the responsibility of all parties. In terms of implementation and concept, education should be divided and provide a concrete solution for the growth and development of the human resources of Indonesian children. Islamic boarding schools are one of the original educational features based on the Indonesian character. Islamic boarding schools in a long period of time have proven that education is an effort to develop humanity as a whole, starting from morals, intellectuals and skills and provisions for students in navigating life. Educational patterns that use a boarding school system are able to provide comprehensive learning. The concept of Islamic boarding school education makes learning not only limited to classrooms and books, it covers all dimensions of life in the daily activities of students. Morals are cultivated through habitual practice, knowledge is given in every activity that is tightly arranged for a full day. Islamic boarding schools are the legacy of the scholars and the hopes of the founding fathers of the nation. In the end, Islamic boarding schools get attention and become a solution for the world of Islamic education in Indonesia. Keyword; Islamic education, Islamic boarding schools, Islamic Indonesia, character educationAbstraksi., Problematika pendidikan hari ini merupakan tanggung jawab semua pihak. Dari sisi penyelenggaraan serta konsep, pendidikan hendaklah terus berbebnah dan memberikan solusi yang kongkrit bagi tumbuh kembang sumber daya manusia anak Indonesia. Pondok pesantren merupakan salah satu corak pendidikan yang original  yang berbasis pada karakter keindonesiaan. Pondok pesantren dalam kurun masa yang cukup panjang telah membuktikan bahwa pendidikan merupakan sebuah upaya untuk mengembangkan manusia secara keseluruhan, mulai dari akhlak, intelektual maupun keterampilan dan bekal bagi para peserta didik dalam mengarungi kehidupan. Corak pendidikan yang menggunakan sistem boarding school mampu memberikan pembelajaran yang komprehensif. Konsep Pendidikan pondok pesantren menjadikan pembelajaran tidak terbatas pada ruang kelas dan buku semata, tetapi mencakup seluruh dimensi kehidupan dalam aktifitas keseharian para peserta didik. Akhlak dibina melalui pembiasaan laku, pengetahuan diberikan dalam setiap aktifitas-aktiftas yang tersusun dengan ketat selama sehari penuh. Pondok pesantren adalah warisan para ulama dan harapan para pendiri bangsa. Karena itu, pondok pesantren layak mendapatkan perhatian dan menjadi sebauh solusi bagi dunia pendidikan Islam di Indonesia.Keyword; pendidikan Islam, pondok pesantren, Islam Indonesia, pendidikan karakter
Etika dan Adab Menuntut Ilmu dalam Kitab Ta’lim al-Muta’allim Umi Hafsah
Journal of Islamic Education Policy Vol 3, No 1 (2018)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5749.614 KB) | DOI: 10.30984/j.v3i1.858

Abstract

Abstract, The purpose of education is not only to improve human intellectuals, but also their behavior. However, along with the increasing number of educated people, these goals have not yet been reached. There is no consistency between acquired knowledge and human behavior. One of reason for emergence this problem is increasingly pracmatic and material educational orientation. So that, the character of education is become a serious problem. This problem is not much different from the reality of education in classical times. On this basis, one of muslim scholars namely al-Zarnuji, wrote a book about the method of learning to gain useful knowledge. The method offered by al-Zarnuji contains of technical learning dan athicak matters in studying. Then, to achieve eductional goals, students must carry out the good deed since the learning process.Keyword: Ethics and manners of learning, al-Zarnuji, Ta’lim Muta’allim Abstrak, Tujuan pendidikan semata-mata bukan hanya untuk meningkatkan intelektual manusia, tetapi juga memperbaiki perilaku mereka. Akan tetapi, seiring semakin bertambahnya manusia yang terdidik, tujuan pendidikan ini masih belum tercapai. Singkatnya, tidak ada kesinambungan antara pengetahuan yang didapat dengan perilaku manusia. Salah satu sebab munculnya masalah ini diantaranya adalah orientasi pendidikan yang semakin pragmatis dan materiil. Dalam proses menuntut ilmu manusia digiring untuk fokus pada pencapain-pencapain yang akan didapatkan ketika mereka menempuh proses pendidikan. Sehingga pendidikan budi pekerti semakin terlewatkan dan merupakan permasalahan serius dalam bidang pendidikan sekarang ini. Permasalahan yang ada dalam bidang pendidikan tersebut ternyata tidak jauh berbeda dengan realitas pendidikan di zaman klasik. Atas dasar ini, salah satu ulama’ yang hidup pada abad 12 M, yaitu al-Zarnuji menulis sebuah kitan berjudul Ta’lim Muta’allim, yang berisi metode belajar agar pelajar berhasil meraih kemanfaatan ilmu. Metode belajar yang ditawarkan al-Zarnuji tidak hanya berisi hal-hal teknis seperti giat belajar dengan mengulangi pelajaran, berdiskusi, menganalisis dan mencatat. Al-Zarnuji sangat menekankan etika dan adab menuntut ilmu, seperti menjaga diri, tidak tamak pada dunia, tawadhu’ dan wara’. Maka, agar mencapai tujuan pendidikan, pelajar juga harus melaksanakan hal-hal baik sejak dalam proses belajar.Kata kunci : Etika dan Adab belajar, al-Zarnuji, Ta’lim Muta’allim
Inovasi Pengembangan Kurikulum Berorientasi Continous Quality Improvement di Lembaga Pendidikan Islam Hannah Mahfuzhah
Journal of Islamic Education Policy Vol 3, No 2 (2018)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4048.838 KB) | DOI: 10.30984/j.v3i2.864

Abstract

Abstract.,Education always develops with the flow of time. Education must always be up to date to meet the need for education that is relevant to the needs of the times, education developers must do various kinds of efforts, including improvements in the curriculum.Efforts to improve curriculum are a necessity. Education managers cannot turn a blind eye to the flow of globalization, inevitably they have to innovate the curriculum so that it is relevant to the times, flexible and not troublesome, effective to implement, and efficient in time, cost and energy.These efforts can be carried out by applying the concept of Continuous Quality Improvement by adopting the Deming concept, namely PDCA (Plan, Do, Check, Act and Analyze).In the PDCA cycle there is a continuous link, it means that improvements will always occur during quality improvement is still a priority and aspiration with education managers Keyword: Continous Quality Improvement, Innovation, Education Curriculum. Abstrak., Pendidikan selalu berkembang setiap waktu, sehingga diharuskan untuk selalu melakukan pembaruan. Untuk memenuhi kebutuhan sistem pendidikan yang relevan dengan kebutuhan zaman, pengembangan pendidikan harus melakukan berbagai upaya, salah satunya adalah peningkatan kurikulum.Upaya untuk meningkatkan kurikulum adalah suatu keharusan. Pemangku pendidikan tidak dapat menutup diri terhadap arus globalisasi yang mengharuskan adanya inovasi agar relevan dengan perkembangan zaman, pembaruan tersebut meliputi fleksibelitas, mudah dipahami, efektif , efisien baik waktu, biaya dan energi. Upaya ini dapat dilakukan dengan menerapkan konsep Continuous Quality Improvementdengan mengadopsi konsep Deming, yaitu PDCA (Plan, Do, Check, Act and Analyze). Dalam siklus PDCA terdapat hubungan yang berkelanjutan yang menunjukkan bahwa perbaikan akan selalu terjadi selama peningkatan kualitas dijadikan prioritas dan aspirasi oleh pemangku pendidikan.Kata Kunci: Continous Quality Improvement,Inovasi, Kurikulum Pendidikan
Pemikiran Instrumentalisme Bruner dan Relevansinya terhadap Pembelajaran Bahasa Arab Manan Syah Putra Nasution
Journal of Islamic Education Policy Vol 3, No 1 (2018)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5552.795 KB) | DOI: 10.30984/j.v3i1.854

Abstract

ABSTRACT: Language problems to date have always been in three aspects: linguistic, method-logical and sociological. Jerome Seymour Bruner, a linguist, describes his language thinking through instrumentalism. Therefore this study attempts to look at the concept of learning Arabic from the perspective of Bruner's instrumentalism which includes how the concept of Bruner's language instrumentalism and how relevant Bruner's instrumentalism is in learning Arabic. This qualitative research model with literature review uses philosophical, historical and psycholingu-isttic approaches with critical analytical descriptive methods. The result is the first theory of ins-trumentalism Bruner states that language is a tool for communication. Both concepts of Bruner's instrumentalism theory have quite strong relevance to contextual language learning. KEYWORDS: Bruner, Instrumentalism, Arabic Language, Learning and Relevance ABSTRAKSI: Persoalan berbahasa sampai saat ini selalu berada pada tiga aspek yaitu linguis-tik, metodologis dan sosiologis. Jerome Seymour Bruner seorang ahli bahasa menguraikan pe-mikiran bahasanya melalui teori instrumentalisme. Oleh karena itu penelitian ini berupaya me-lihat konsep pembelajaran bahasa Arab dari kacamata instrumentalisme Bruner yang meliputi bagaimana konsep instrumentalisme bahasa Bruner dan bagaiman relevansi teori instrumen-talisme Bruner dalam pembelajaran bahasa Arab. Model penelitian kualitatif dengan kajian pus-taka ini menggunakan pendekatan filosofis, historis dan psikolinguistik dengan metode deskriptif analitis kritis. Hasilnya adalah pertama teori instrumentalisme Bruner menyatakan bahwa ba-hasa merupakan alat untuk berkomunikasi. Kedua konsep teori instrumentalisme Bruner me-miliki relevansi yang cukup kuat dengan pembelajaran bahasa kontekstual. KATA KUNCI: Bruner, Instrumentalisme, Bahasa Arab, Pembelajaran, dan Relevansi
Analisis Problematika Pendidikan Islam di Indonesia Abad 21 Ahmad Khozin
Journal of Islamic Education Policy Vol 3, No 1 (2018)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/j.v3i1.859

Abstract

Abstract., Indonesia is a country that is conducting educational development as mandated by the 1945 Constitution. In the course of the Law of the Republic of Indonesia Number 20 of 2003 on National Education System defines education as a conscious and planned effort to create an atmosphere of learning and learning process so that learners actively developing his potential to have spiritual spiritual strength, self-control, personality, intelligence, noble character, as well as the skills he needs, society, nation and state. In response, Islamic Education needs to get serious attention, especially among the intellectuals and thinkers of Islamic education in Indonesia. Various efforts are needed to restore Islamic education to its glory. To restore Islamic education to the glory, certainly not as easy as putting water on a cauldron. But there needs to be seriousness in reaching these ideals, including the seriousness in management and leadership of a reliable Islamic education institutions. In this paper the author will try to focus the discussion on the problems of Islamic education of the 21st century as well as solutions that can be offered in response to the problems of Islamic educationKeywords: Problematic Education, Islamic Education.          Abstrak., Indonesia merupakan negara  yang sedang melakukan pembangunan pendidikan sebagaimana yang diamanatkan Undang-Undang Dasar 1945.  Dalam perjalanannya Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional mendefinisikan pendidikan sebagai usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara. Menyikapi hal tersebut, Pendidikan Islam perlu mendapat perhatian yang serius, terutama kalangan cendekiawan dan pemikir pendidikan Islam di Indonesia. Diperlukan ragam upaya untuk mengembalikan pendidikan Islam kepada kejayaannya. Untuk mengembalikan pendidikan Islam kepada kejayaan tersebut, tentu tidak semudah menaruh air di atas kuali. Namun perlu ada keseriusan dalam menggapai cita-cita tersebut, diantaranya keseriusan dalam manajemen dan kepemimpinan lembaga pendidikan Islam yang handal. Dalam makalah ini penulis akan mencoba memfokuskan pembahasan pada problematika pendidikan Islam abad 21 serta solusi-solusi yang dapat ditawarkan dalam menanggapi problematika pendidikan Islam tersebutKata Kunci:Problematika Pendidikan, Pendidikan Islam.
Hubungan Antara Kecerdasan Interpersonal dan Kecerdasan Eksistensial-Spiritual Dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) Mahasiswa IAIN Manado Taufik Pasiak; Musdalifah Dachrud; Gina Nurvina Darise
Journal of Islamic Education Policy Vol 3, No 2 (2018)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3639.947 KB) | DOI: 10.30984/j.v3i2.865

Abstract

Abstract:This study aims to analyze the relationship as a whole and individually between interpersonal intelligence and existential-spiritual intelligence (independent variables) with the Grade Point Average (dependent variable) of IAIN Manado students. In this study, researchers used quantitative research methods with multiple regression analysis techniques. Data collection techniques through questionnaires and documentation. Sample of this research are 76 persons who are undergraduate student of IAIN Manado at 6 th grade consist of students of Faculty of Sharia, Faculty of Tarbiyah, Faculty of Ushuluddin Adab and Da'wah and Faculty of Economics and Business.By using SPSS Version 22 support, the results are that together interpersonal intelligence and existential-spiritual intelligence have a linear and significant relationship with the IAIN Manado grade point average, and individually interpersonal intelligence and existential-spiritual intelligence in detail provide the contribution to the IAIN Manado Grade Cumulative Index is as follows: correlation between interpersonal intelligence (x1) and GPA (Y) of 0.985, and existential-spititual intelligence (x2) with GPA of 0.986. Overall the coefficient of determination or contribution / contribution of multiple intelligences variables to the GPA variable is 98.8% and the remaining 1.2% is influenced by other factors not examined in this study. Keywords: Interpersonal Intelligence, Existential-Spiritual Intelligence, GPA Students of IAIN Manado  Abstrak :Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan secara bersama-sama dan secara sendiri-sendiri antara kecerdasan interpersonal dan kecerdasan eksistensial-spiritual (variabel independen) dengan Indeks Prestasi Kumulatif (variabel dependen) mahasiswa IAIN Manado. Pada penelitian ini, peneliti menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan tekhnik analisis regresi ganda. Tekhnik pengumpulan data melalui angket dan dokumentasi. Jumlah sampel sebanyak 76 orang yang merupakan mahasiswa semester enam (VI) terdiri dari mahasiswa Fakultas Syariah, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Fakutas Ushuluddin Adab dan Dakwah serta Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Strata Satu IAIN Manado. Dengan mengggunakan bantuan SPSS Versi 22 maka didapatkan hasil yakni secara bersama-sama kecerdasan interpersonal dan kecerdasan eksistensial-spiritual mempunyai hubungan yang linear dan signifikan terhadap Indeks Prestasi Kumulatif mahasiswa IAIN Manado, dan secara sendiri-sendiri kecerdasan interpersonal dan kecerdasan eksistensial-spiritual secara rinci memberikan sumbangan terhadap Indeks Prestasi Kumulatif mahasiswa IAIN Manado sebagai berikut : korelasi antara kecerdasan interpersonal  (x1) dengan IPK (Y) sebesar 0,985,dan kecerdasan eksistensial-spititual  (x2) dengan IPK sebesar 0,986. Secara keseluruhan nilai koefisien determinasi atau sumbangan/kontribusi variable multiple intelligences terhadap variable IPK sebesar 98,8% dan sisanya 1,2 % dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Kata Kunci :Kecerdasan Interpersonal,Kecerdasan Eksistensial-Spiritual, IPK Mahasiswa IAIN Manado Abstract:This study aims to analyze the relationship as a whole and individually between interpersonal intelligence and existential-spiritual intelligence (independent variables) with the Grade Point Average (dependent variable) of IAIN Manado students. In this study, researchers used quantitative research methods with multiple regression analysis techniques. Data collection techniques through questionnaires and documentation. Sample of this research are 76 persons who are undergraduate student of IAIN Manado at 6 th grade consist of students of Faculty of Sharia, Faculty of Tarbiyah, Faculty of Ushuluddin Adab and Da'wah and Faculty of Economics and Business.By using SPSS Version 22 support, the results are that together interpersonal intelligence and existential-spiritual intelligence have a linear and significant relationship with the IAIN Manado grade point average, and individually interpersonal intelligence and existential-spiritual intelligence in detail provide the contribution to the IAIN Manado Grade Cumulative Index is as follows: correlation between interpersonal intelligence (x1) and GPA (Y) of 0.985, and existential-spititual intelligence (x2) with GPA of 0.986. Overall the coefficient of determination or contribution / contribution of multiple intelligences variables to the GPA variable is 98.8% and the remaining 1.2% is influenced by other factors not examined in this study. Keywords: Interpersonal Intelligence, Existential-Spiritual Intelligence, GPA Students of IAIN Manado  Abstrak :Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan secara bersama-sama dan secara sendiri-sendiri antara kecerdasan interpersonal dan kecerdasan eksistensial-spiritual (variabel independen) dengan Indeks Prestasi Kumulatif (variabel dependen) mahasiswa IAIN Manado. Pada penelitian ini, peneliti menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan tekhnik analisis regresi ganda. Tekhnik pengumpulan data melalui angket dan dokumentasi. Jumlah sampel sebanyak 76 orang yang merupakan mahasiswa semester enam (VI) terdiri dari mahasiswa Fakultas Syariah, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Fakutas Ushuluddin Adab dan Dakwah serta Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Strata Satu IAIN Manado. Dengan mengggunakan bantuan SPSS Versi 22 maka didapatkan hasil yakni secara bersama-sama kecerdasan interpersonal dan kecerdasan eksistensial-spiritual mempunyai hubungan yang linear dan signifikan terhadap Indeks Prestasi Kumulatif mahasiswa IAIN Manado, dan secara sendiri-sendiri kecerdasan interpersonal dan kecerdasan eksistensial-spiritual secara rinci memberikan sumbangan terhadap Indeks Prestasi Kumulatif mahasiswa IAIN Manado sebagai berikut : korelasi antara kecerdasan interpersonal  (x1) dengan IPK (Y) sebesar 0,985,dan kecerdasan eksistensial-spititual  (x2) dengan IPK sebesar 0,986. Secara keseluruhan nilai koefisien determinasi atau sumbangan/kontribusi variable multiple intelligences terhadap variable IPK sebesar 98,8% dan sisanya 1,2 % dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Kata Kunci :Kecerdasan Interpersonal,Kecerdasan Eksistensial-Spiritual, IPK Mahasiswa IAIN Manado Abstract:This study aims to analyze the relationship as a whole and individually between interpersonal intelligence and existential-spiritual intelligence (independent variables) with the Grade Point Average (dependent variable) of IAIN Manado students. In this study, researchers used quantitative research methods with multiple regression analysis techniques. Data collection techniques through questionnaires and documentation. Sample of this research are 76 persons who are undergraduate student of IAIN Manado at 6 th grade consist of students of Faculty of Sharia, Faculty of Tarbiyah, Faculty of Ushuluddin Adab and Da'wah and Faculty of Economics and Business.By using SPSS Version 22 support, the results are that together interpersonal intelligence and existential-spiritual intelligence have a linear and significant relationship with the IAIN Manado grade point average, and individually interpersonal intelligence and existential-spiritual intelligence in detail provide the contribution to the IAIN Manado Grade Cumulative Index is as follows: correlation between interpersonal intelligence (x1) and GPA (Y) of 0.985, and existential-spititual intelligence (x2) with GPA of 0.986. Overall the coefficient of determination or contribution / contribution of multiple intelligences variables to the GPA variable is 98.8% and the remaining 1.2% is influenced by other factors not examined in this study. Keywords: Interpersonal Intelligence, Existential-Spiritual Intelligence, GPA Students of IAIN Manado  Abstrak :Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan secara bersama-sama dan secara sendiri-sendiri antara kecerdasan interpersonal dan kecerdasan eksistensial-spiritual (variabel independen) dengan Indeks Prestasi Kumulatif (variabel dependen) mahasiswa IAIN Manado. Pada penelitian ini, peneliti menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan tekhnik analisis regresi ganda. Tekhnik pengumpulan data melalui angket dan dokumentasi. Jumlah sampel sebanyak 76 orang yang merupakan mahasiswa semester enam (VI) terdiri dari mahasiswa Fakultas Syariah, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Fakutas Ushuluddin Adab dan Dakwah serta Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Strata Satu IAIN Manado. Dengan mengggunakan bantuan SPSS Versi 22 maka didapatkan hasil yakni secara bersama-sama kecerdasan interpersonal dan kecerdasan eksistensial-spiritual mempunyai hubungan yang linear dan signifikan terhadap Indeks Prestasi Kumulatif mahasiswa IAIN Manado, dan secara sendiri-sendiri kecerdasan interpersonal dan kecerdasan eksistensial-spiritual secara rinci memberikan sumbangan terhadap Indeks Prestasi Kumulatif mahasiswa IAIN Manado sebagai berikut : korelasi antara kecerdasan interpersonal  (x1) dengan IPK (Y) sebesar 0,985,dan kecerdasan eksistensial-spititual  (x2) dengan IPK sebesar 0,986. Secara keseluruhan nilai koefisien determinasi atau sumbangan/kontribusi variable multiple intelligences terhadap variable IPK sebesar 98,8% dan sisanya 1,2 % dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Kata Kunci :Kecerdasan Interpersonal,Kecerdasan Eksistensial-Spiritual, IPK Mahasiswa IAIN Manado 
Pemikiran Instrumentalisme Bruner dan Relevansinya terhadap Pembelajaran Bahasa Arab Manan Syah Putra Nasution
Journal of Islamic Education Policy Vol 3, No 1 (2018)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5552.795 KB) | DOI: 10.30984/j.v3i1.855

Abstract

ABSTRACT: Language problems to date have always been in three aspects: linguistic, method-logical and sociological. Jerome Seymour Bruner, a linguist, describes his language thinking through instrumentalism. Therefore this study attempts to look at the concept of learning Arabic from the perspective of Bruner's instrumentalism which includes how the concept of Bruner's language instrumentalism and how relevant Bruner's instrumentalism is in learning Arabic. This qualitative research model with literature review uses philosophical, historical and psycholingu-isttic approaches with critical analytical descriptive methods. The result is the first theory of ins-trumentalism Bruner states that language is a tool for communication. Both concepts of Bruner's instrumentalism theory have quite strong relevance to contextual language learning. KEYWORDS: Bruner, Instrumentalism, Arabic Language, Learning and Relevance ABSTRAKSI: Persoalan berbahasa sampai saat ini selalu berada pada tiga aspek yaitu linguis-tik, metodologis dan sosiologis. Jerome Seymour Bruner seorang ahli bahasa menguraikan pe-mikiran bahasanya melalui teori instrumentalisme. Oleh karena itu penelitian ini berupaya me-lihat konsep pembelajaran bahasa Arab dari kacamata instrumentalisme Bruner yang meliputi bagaimana konsep instrumentalisme bahasa Bruner dan bagaiman relevansi teori instrumen-talisme Bruner dalam pembelajaran bahasa Arab. Model penelitian kualitatif dengan kajian pus-taka ini menggunakan pendekatan filosofis, historis dan psikolinguistik dengan metode deskriptif analitis kritis. Hasilnya adalah pertama teori instrumentalisme Bruner menyatakan bahwa ba-hasa merupakan alat untuk berkomunikasi. Kedua konsep teori instrumentalisme Bruner me-miliki relevansi yang cukup kuat dengan pembelajaran bahasa kontekstual. KATA KUNCI: Bruner, Instrumentalisme, Bahasa Arab, Pembelajaran, dan Relevansi

Page 4 of 13 | Total Record : 124