cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota salatiga,
Jawa tengah
INDONESIA
Satya Widya
ISSN : 08545995     EISSN : 2549967X     DOI : -
Core Subject : Education,
SATYA WIDYA is presenting diverse, yet still within major themes in education. Especially the study of theoretical education and results of descriptive research, classroom action research, experimental and development research, in the purpose of sustainable professionalism development.
Arjuna Subject : -
Articles 210 Documents
PERBANDINGAN HASIL BELAJAR SISWA DENGAN MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD DAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NHT TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN MATEMATIKA KELAS VIII DI SMP NEGERI 1 GETASAN Jonet Prasetyo; Sutriyono Sutriyono
Satya Widya Vol 29 No 2 (2013)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (148.475 KB) | DOI: 10.24246/j.sw.2013.v29.i2.p108-119

Abstract

Penelitian ini merupakan jenis penelitian eksperimen dengan menggunakan desain penelitian Quasi Experimental Nonequivalent Control Group Design. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui perbedaan hasil belajar siswa pada matapelajaran matematika, setelah diajar dengan menggunakan Model Pembelajaran Kooperatif tipe STAD dan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe NHT. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Getasan,dengan dua kelas eksperimen yaitu kelas VIII A yang memperoleh perlakuan berupa Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD dan Kelas V III F yang memperoleh perlakuan berupa Pembelajaran Kooperatif Tipe NHT. Teknik pengumpulan data menggunakan instrumen tes, yang meliputi pretes dan postes. Untuk analisis data menggunakan uji beda t-test. Dari hasil penelitian menyatakan bahwa, terdapat perbedaan signifikan antara hasil belajar siswa yang diajar menggunakan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD dan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe NHT pada mata pelajaran matematika. Nilai rata-rata hasil belajar matematika siswa yang diajar menggunakan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD lebih baik, daripada siswa yang diajar dengan menggunakan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe NHT.
SENI BERPIKIR KREATIF DALAM MATEMATIKA Tri Nova Hasti Yunianta
Satya Widya Vol 29 No 2 (2013)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (304.398 KB) | DOI: 10.24246/j.sw.2013.v29.i2.p120-126

Abstract

Mulai dari bangun tidur, seorang siswa memikirkan waktu akan berangkat sekolah, uang saku yang ia terima, biaya naik angkutan, harga makanan di kantin, rute jalan terpendek ketika pulang sekolah dan masih banyak lagi semua berkaitan dengan matematika. Akan tetapi masih banyak siswa yang belum mengerti dan menyadari manfaat matematika dalam kehidupan seharihari. Aktivitas matematika yang kreatif memberi ruang seseorang mencipta sesuatu melalui matematika dan membuat sesuatu yang kompleks menjadi sederhana serta menghasilkan gagasan yang luar biasa terhadap matematika. Inilah seni berpikir kreatif dalam matematika.
PERBEDAAN PENGARUH METODE PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TSTS (TWO STAY TWO STRAY) DAN METODE CERAMAH TERHADAP HASIL BELAJAR PKn PADA SISWA KELAS X SMA NEGERI 1 PABELAN KECAMATAN PABELAN KABUPATEN SEMARANG SEMESTER GANJIL TAHUN AJARAN 2012/2013 Prihartini Prihartini; Nani Mediatati
Satya Widya Vol 29 No 2 (2013)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (91.541 KB) | DOI: 10.24246/j.sw.2013.v29.i2.p127-133

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan ada tidaknya perbedaan pengaruh yang signifikan antara metode pembelajaran kooperatif tipe TSTS dan metode Ceramah terhadap hasil belajar PKn pada siswa kelas X SMA Negeri 1 Pabelan Kecamatan Pabelan Kabupaten Semarang semester ganjil tahun ajaran 2012/2013. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen, dengandesain penelitian Postest Only Control Design. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas X SMAN 1 Pabelan, yang terdiri dari lima kelas. Adapun sampel dalam penelitian ini kelas X-2 sebagai kelas eksperimen dan kelas X-1 sebagai kelas kontrol.Teknik yang digunakan dalam mengumpulkan data adalah tes. Hasil Uji validitas dan reliabilitas instrumen tes dari 45 soal yang diuji terdapat 37 soal yang valid dan 8 soal yang tidak valid sedangkan hasil ujireliabilitas sebesar 0,855. Teknik analisis data menggunakan uji Independent Samples T-test yang dilakukan dengan tahapan yaitu; Uji prasyarat analisis (Uji Normalitas dan Uji homogenitas) dan Uji hipotesis dengan bantuan program SPSS for window version 18. Hasil Uji normalitas berdasarkan uji Kolmorgorov-Smirnov menunjukkan bahwa distribusi nilai sampel pada kelas eksperimen dan kontrol berasal dari populasi yang normal.Pada taraf signifikansi kelas kontrol adalah 0,81, pada kelas eksperimen taraf signifikansinya 0,70. Uji homogenitas dengan Levene Statistic pada kelas eksperimen dan kontrol taraf signifikansinyaadalah 0,622 menunjukkan bahwa varians kelas eksperimen dan kontrol adalah homogen. Nilai rata-rata teshasil belajar pada kelas eksperimen (80,24) dan kelas kontrol (76,24) yang mempunyai selisih rata-rata 4 poin. Nilai rata-rata kelas eksperimen lebih tinggi dibandingkan dengan nilai rata-rata kelas kontrol. Hasil analisis uji hipotesis dengan uji Independent Sample T-Test menunjukkan bahwa dalam pengujian statistik uji T (T) ,pada taraf signifikansi 5%, df 40, dan T tabel = 1,684 diperoleh T hitung test = -2,131 sehingga -1,684 < -2,131 < 1,684. Hal ini menunjukkan H 0 ditolak dan H diterima, yang berarti ada perbedaan pengaruh yang signifikan antarametode pembelajaran kooperatif tipe TSTS dan metode Ceramah terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran PKn. 1
IDENTIFIKASI KEMAMPUAN MENGEMBANGKAN KURIKULUM DALAM IMPLEMENTASI KTSP DI KALANGAN GURU SMK – BM DI KOTA SALATIGA Sri Muryani; Entri Sulistari; Alex D Ch Mirakaho
Satya Widya Vol 29 No 2 (2013)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (86.481 KB) | DOI: 10.24246/j.sw.2013.v29.i2.p134-144

Abstract

Identifikasi kemampuan mengembangkan kurikulum merupakan langkah awal dari serangkaian kegiatan penelitian dan pengabdian masyarakat terpadu dan berkelanjutan. Penelitian ini bermuara pada pengembangan model-model pembelajaran untuk SMK khususnya SMK – Bisnis Manajemen. Hasil penelitian diharapkan memiliki makna strategis dalam pengembangan mutu pendidikan di SMK dan Program Studi Pendidikan Ekonomi penghasil guru SMK. Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan kemampuan mengembangkan kurikulum dalamimplementasi KTSP dikalangan Guru SMK di Kota Salatiga. Hasil pengembangan kurikulum berupa Silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Diskripsi pengembangan kurikulum dinilai berdasarkan; (1) Kesesuaian langkah dan pemahaman urgensi pengembangan kurikulum, (2) Kelengkapan perangkat dokumen hasil pengembangan, dan (3) Ketepatan dan kesesuaian isi dokumen hasil pengembangan kurikulum. Diskripsi kemampuan mengembangkan dinyatakan secara kuantitatif dalam lima tingkatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1)dalam hal kesesuaian langkah dan pemahaman urgensi pengembangan kurikulum pada umumnya guru-guru sudah melaksanakan pengembangan kurikulum sesuai dengan langkah pengembanganyang seharusnya, hasilnya lengkap, namun kurang dalam hal pemahaman terhadap urgensi pengembangan kurikulum baik secara menyeluruh maupun setiap langkah dari setiap proses. (2) dalam hal ketepatan dan kejelasan isi Silabus dan RPP guru-guru pada umumnya hanya mampu mengembangkan kurikulum pada kategori rendah. Hasil penelitian tersebut memberikangambaran bahwa, kekurangpahaman guru terhadap urgensi pengembangan kurikulum telah berdampak pada rendahnya kemampuan guru dalam mengembangkan Silabus dan RPP. Demikian halnya, lengkapnya hasil pengembangan kurikulum yang tidak diikuti dengan ketepatan dan kejelasan Silabus dan RPP, juga memberikan gambaran bahwa dalam mengembangkan kurikulum guru hanya sekedar untuk memenuhi kepentingan administratif dibanding dengan kepentingan pengembangan kualitas pembelajaran yang bermuara pada pengembangan profesionalitas.
PENGEMBANGAN PENGORGANISASIAN ISI PERKULIAHAN MELALUI MODEL ELABORASI MATA KULIAH PENGEMBANGAN KURIKULUM SD PROGRAM S1 PGSD FKIP UNIVERSITAS KRISTEN SATYA WACANA SALATIGA 2012 Slameto Slameto
Satya Widya Vol 29 No 1 (2013)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (255.21 KB) | DOI: 10.24246/j.sw.2013.v29.i1.p1-14

Abstract

Mata Kuliah Pengembangan Kurikulum berfungsi untuk mengantar mahasiswa ke pemikiran yang logis, rasional, kritis, cermat, jujur, efektif dan efisien agar dapat memiliki kemampuan memperoleh, mengolah dan memanfaatkan informasi untuk bertahan, bahkan antisipasi terhadap keadaan yang selalu berubah, dan kompetitif. Isi perkuliahan yang diorganisasi dengan berpijak pada karakteristik isi perkuliahan diharapkan dapat me­ ningkat­ kan perolehan hasil belajar dan retensi yang lebih baik. Salah satu peng­ organisasi­ ­ an isi perkuliahan adalah dengan model elaborasi. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimanakah pengoraganisasian isi perkuliahan Pengembangan Kurikulum SD dengan model elaborasi untuk meningkatkan belajar mahasiswa menjadi lebih baik atau efektif; dengan demikian tujuan penelitian ini adalah untuk menghasilkan perangkat perkuliahan yang teruji efektif meningkatkan hasil belajar mahasiswa. Langkah pengembangan modelnya mulai dari 1) studi pendahuluan; 2) perencanaan dan pengembangan model; 3) validasi model melalui pengukuran hasil pembelajaran. Indikator keberhasilan dalam penelitian ini adalah dihasilkanya perangkat perkuliahan yang terbukti efektif atas hasil pengembangan pengorganisasian isi perkuliahan melalui model elaborasi mata kuliah pengembangan kurikulum SD. Pengembangan model elaborasi sebagai salah satu alternatif solusi untuk meningkatkan hasil belajar mahasiswa dengan mengorgani­ sasi isi perkuliahan terbukti valid, memiliki keefektifan, efisiensi dan daya tarik yang tinggi. Telah dihasilkannya model pengorganisasian isi perkuliahan dengan model elaborasi untuk Mata Kuliah Pengembangan Kurikulum SD yang teruji efektif meningkatkan hasil belajar mahasiswa.
DIFFERENT LEVEL OF LEARNED-HELPLESSNESS AMONG HIGH SCHOOL STUDENTS WITH LOWER GRADE AND HIGHER GRADE IN SALATIGA INDONESIA Berta Esti Ari Prasetya
Satya Widya Vol 29 No 1 (2013)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (79.473 KB) | DOI: 10.24246/j.sw.2013.v29.i1.p15-22

Abstract

This research aimed to investigate whether there is any significant difference in the tendency of experiencing learned-helplessness between high school students with lower grade and higher grade in Salatiga, Indonesia. Survey method was used in collecting the data,utilizing Perceived Influence Questionnaire (Holt, 1980) as the instrument of measurement. 317 participants were involved,consisted of 190 of higher grade students and 127 of lower grade students. Mann-Whitney U was used to analyse the data, considering that the data were not normally distributed. This test result showed that there was a significant difference between high school students with higher grade and lower grade (the Mann-Whitney U coefficient of 10,644, with z value of -1795, p <0.05 (p = 0036, 1-tailed)), with students of lower grade tend to be more prone to experience learned-helplessness. Additional results from their subjective perception on their achievement were also discussed and so were the implications of the study.
PERMASALAHAN DAN TANTANGAN GURU PKn MENGHADAPI PERUBAHAN KURIKULUM (2013) Yosaphat Haris Nusarastriya
Satya Widya Vol 29 No 1 (2013)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (88.631 KB) | DOI: 10.24246/j.sw.2013.v29.i1.p23-29

Abstract

Perubahan kurikulum selalu untuk menjawab tantangan yang sedang dirisaukan masyarakat, salah satunya ialah karena siswa lebih cenderung memiliki (mendapatkan) kompetensi kognitif. Apa yang harus dijawab dengan kurikulum mendatang? Untuk menjawab pertanyaan itu harus mengerti benar tentang kelemahan dalam pendidikan pada umumnya di Indonesia. Banyak ahli menilai bahwa pendidikan di Indonesia lebih mengisi pikiran dari pada mengajarkan cara berpikir. Hasil berpikir dan bernalar siswa-siswa Indonesia masih rendah dan oleh karena itu tantangan terbesar pendidikan di Indonesia adalah bagaimana menerjemahkan konsepsuccessful intelligence (SI) ke dalam operasionalsistim pendidikan. Pendidikan di Indonesia nampaknya belum berhasil membentuk SI, khususnya dalam kemampuan berpikir tingkat tinggi. Dalam hal inilah tantangan guru PKn menghadapi kurikulum 2013 yang arahnya tidak hanya memberi pengetahuan tetapi juga mengajar cara berpikir. Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan memiliki kepentingan untuk menterjemahkan berpikir tingkat tinggi dalam proses pembelajarannya karena salah satu tujuan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan adalah membentuk kepribadian di mana berpikir kritis merupakan unsur penting dalam kepribadian itu.
REVISI TAKSONOMI PEMBELAJARAN BENYAMIN S. BLOOM I Putu Ayub Darmawan; Edy Sujoko
Satya Widya Vol 29 No 1 (2013)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (142.49 KB) | DOI: 10.24246/j.sw.2013.v29.i1.p30-39

Abstract

Fokus utama dalam tulisan ini adalah untuk mendeskripsikan perubahan Taksonomi Bloom diantaranya perubahan nama dalam taksonomi yang mengambil bentuk menjadi kata kerja, perubahan urutan taksonomi dimana evaluasi dalam taksonomi lama terdapat pada urutan akhir berubah menjadi urutan kelima dan sintesis dalam taksonomi lama diganti menjadi mencipta, dan perubahan sub kategori. Tulisan ini juga menguraikan tentang hal-hal penting dalam revisi taksonomi seperti pengetahuan metakognisi dan tabel taksonomi. Serta manfaat taksonomi revisi dalam belajar bermakna. Taksonomi Bloom menjadi kasifikasi pernyataan-pernyataan yang digunakan untuk memprediksi kemampuan peserta didik dalam belajar sebagai hasil dari kegiatan pembelajaran. Pengaruh taksonomi Bloom lama telah dirasakan sampai saat ini dan memberi manfaat yang sangat berharga. Revisi taksonomi Bloom meliputi perubahan nama dalam taksonomi dari kata benda menjadi kata kerja, urutan taksonomi yang melingkupi perubahan tata letak evaluasi,perubahan sintesa menjadi mencipta.
PENGETAHUAN METAKOGNITIF UNTUK PENDIDIK DAN PESERTA DIDIK Endang Indarini; Tri Sadono; Maria Evangeli Onate
Satya Widya Vol 29 No 1 (2013)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (70.21 KB) | DOI: 10.24246/j.sw.2013.v29.i1.p40-46

Abstract

Tulisan ini akan menghadirkan pemaparan singkat mengenai pengetahuan metakognitif yang merupakan dimensi terpenting dari Revisi Taksonomi Bloom. Pengetahuan Metakognitif sekiranya perlu menjadi perhatian penting di dalam mewujudkan pendidikan yang berkualitas di Indonesia yang sebenarnyamampu diterapkan di dalam Kurikulum 2013. Hal itu bisa dilihat dari tujuan kurikulum 2013 yaitu untuk mendorong peserta didik atau siswa, mampu lebih baik dalam melakukan observasi, bertanya, bernalar, dan mengkomunikasikan (mempresentasikan), apa yang mereka peroleh atau mereka ketahuisetelah menerima materi pembelajaran. Oleh karena itu, menjadi penting apabila para pendidik dan peserta didik mempunyai pengetahuan metakognitif dalam dirinya. Pengetahuan metakognitif merupakan salah satu dimensi pengetahuan dari Taksonomi Revisi. Pengetahuan metakognitif meliputipengetahuan tentang strategi umum yang dapat digunakan untuk tugas yang berbeda, pengetahuan tentang kondisi di mana strategi ini dapat digunakan, pengetahuan tentang sejauh mana strategi yang efektif, dan pengetahuan tentang diri. Pengetahuan Metakognitif terdiri dari pengetahuan akan strategibelajar, Pengetahuan tentang tugas-tugas kognitif dan pengetahuan diri.
UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PKn DENGAN METODE THINK PAIR SHARE (TPS) PADA SISWA KELAS 7 D SMP NEGERI 1 JAPAH KECAMATAN JAPAH KABUPATEN BLORA SEMESTER GENAP TAHUN PELAJARAN 2012/2013 Nani Mediatati; Sayudi Riawan
Satya Widya Vol 29 No 1 (2013)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (114.664 KB) | DOI: 10.24246/j.sw.2013.v29.i1.p47-52

Abstract

Dalam pembelajaran PKn guru kelas 7 D SMP Negeri 1 Japah sering menggunakan metode ceramah yang lebih terpusat pada guru sehingga guru yang lebih aktif dan siswanya bersifat pasif. Hal ini mengakibatkan hasil belajar PKn siswa kelas 7 D SMP Negeri 1 Japah banyak yang belum mencapai KKM e”72. Dari data hasil belajar siswa dalam pembelajaran PKn materi “Sikap Positif Terhadap Perlindungan dan Penegakan Hak Asasi Manusia”(Pra siklus) diketemukan 25 siswa (67,57%) belum tuntas dan yang sudah tuntas sebanyak 12 siswa (32,43%). Berdasarkan data tersebut maka dilakukan tindakan perbaikan melalui Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan menggunakan metode Think Pair Share (TPS) dalam pembelajaran PKn. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peningkatan hasil belajar PKn dengan menggunakan metode Think Pair Share (TPS) pada siswa kelas 7 D semester 2 SMP Negeri 1 Japah Kecamatan Japah Kabupaten Blora. Penelitian ini dilakukan dalam 2 siklus dan setiap siklusnya terdiri dari 2 kali pertemuan/tatap muka. Adapun hipotesis tindakannya adalah apabila dalam pembelajaran PKn digunakan metode Think Pair Share (TPS) maka diharapkan hasil belajar siswa meningkat. Indikator keberhasilan tindakan adalah 80 persen dari seluruh siswa mencapai ketuntasan belajar denganKKM e”72. Teknik pengumpulan data digunakan observasi dan tes.Teknik analisis data digunakan teknik deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan menggunakan metode Think Pair Share (TPS) dapat meningkatkan hasil belajar PKn pada siswa kelas 7 D SMP N 1 Japah. Peningkatan hasil belajar siswa terjadi pada siklus 1 dan siklus 2. Pada tahap pra siklus hanya 12 siswa (32,43%) yang telah tuntas mencapai KKM, setelah dilakukan tindakan perbaikan melalui metode Think Pair Share (TPS)pada siklus I hasil belajar siswa meningkat menjadi 28 siswa (75,68%) yang tuntas mencapai KKM. Pada siklus II tindakan perbaikan lanjut, hasil belajar siswa meningkat lagi menjadi 34 siswa (91,9%)yang telah tuntas mencapai KKM.

Page 6 of 21 | Total Record : 210