cover
Contact Name
Arfan Amrin
Contact Email
Arfan Amrin
Phone
-
Journal Mail Official
jep@stiem.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota palopo,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Ekonomi Pembangunan STIE Muhammadiyah Palopo
ISSN : 23391529     EISSN : 2580524X     DOI : https://doi.org/10.35906/jep
Jurnal Ekonomi Pembangunan dengan nomor ISSN 2339-1529 (cetak) dan 2580-524X (online) adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan dua kali dalam setahun (Januari-Juni & Juli-Desember) oleh Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Muhammadiyah Palopo. Jurnal Ekonomi Pembangunan memuat artikel-artikel hasil penelitian di bidang Ekonomi Pembangunan (Perencanaan dan Analisis Pembangunan; dan Bisnis. Jurnal ini menerima penyerahan naskah dengan berbagai topik dan tidak terbatas pada perencanaan anggaran sektor publik; perencanaan pembangunan desa; analisis kebijakan publik dan regional; akuntansi; manajemen investasi; perbankan; manajemen keuangan; pajak daerah dan retribusi; serta bisnis dan hukum bisnis.
Arjuna Subject : -
Articles 241 Documents
DETERMINAN EKONOMI, DEMOGRAFI, DAN SOSISOLOGI TERHADAP PERCERAIAN DI INDONESIA Dini Leonyta Agustin; Kukuh Arisetyawan
Jurnal Ekonomi Pembangunan STIE Muhammadiyah Palopo Vol 12, No 1 (2026)
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah (LPPI) Universitas Muhammadiyah Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35906/jep.v12i1.2848

Abstract

ABSTRAKPeningkatan angka perceraian di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan bahwa ketahanan keluarga menghadapi tekanan yang semakin kompleks akibat perubahan ekonomi, demografi, dan sosial masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis determinan perceraian di Indonesia menggunakan pendekatan regresi logistik dengan data Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) Kor 2023. Variabel independen yang dianalisis meliputi pengangguran, wilayah tempat tinggal, jenis kelamin, usia, tingkat pendidikan, dan kondisi kesehatan kepala rumah tangga. Sampel penelitian mencakup 261.830 individu pernah menikah berusia 15 tahun ke atas dengan data lengkap pada seluruh variabel penelitian. Hasil analisis menunjukkan bahwa seluruh variabel berpengaruh signifikan terhadap kemungkinan perceraian. Pengangguran menjadi faktor paling dominan yang meningkatkan risiko perceraian, diikuti oleh wilayah perkotaan dan gangguan kesehatan kepala rumah tangga. Sebaliknya, usia, pendidikan tinggi, dan jenis kelamin laki-laki berperan sebagai faktor protektif terhadap perceraian. Temuan ini menegaskan bahwa perceraian merupakan fenomena multidimensional yang dipengaruhi oleh interaksi faktor ekonomi, demografi, dan sosial. Penelitian ini memberikan kontribusi empiris melalui penggunaan pendekatan terintegrasi pada data nasional representatif untuk menjelaskan determinan perceraian di Indonesia. Oleh karena itu, diperlukan kebijakan yang berfokus pada perluasan kesempatan kerja, penguatan ketahanan ekonomi keluarga, dan peningkatan edukasi kesiapan pernikahan guna menekan angka perceraian.ABSTRACTThe increase in divorce rates in Indonesia in recent years indicates that family resilience is facing increasingly complex pressures due to economic, demographic, and social changes in society. This study aims to analyze the determinants of divorce in Indonesia using a logistic regression approach with data from the 2023 National Socioeconomic Survey (SUSENAS). The independent variables analyzed include unemployment, area of residence, gender, age, education level, and the health condition of the head of the household. The study sample included 261,830 ever-married individuals aged 15 years and above with complete data on all study variables. The analysis results show that all variables significantly influence the likelihood of divorce. Unemployment is the most dominant factor increasing the risk of divorce, followed by urban area and health problems of the head of the household. Conversely, age, higher education, and male gender act as protective factors against divorce. These findings confirm that divorce is a multidimensional phenomenon influenced by the interaction of economic, demographic, and social factors. This study provides an empirical contribution by using an integrated approach to representative national data to explain the determinants of divorce in Indonesia. Therefore, policies are needed that focus on expanding employment opportunities, strengthening family economic resilience, and improving marriage readiness education to reduce divorce rates.
PERAN FOREIGN OWNERSHIP DALAM HUBUNGAN ANTARA BOARD GENDER DIVERSITY DAN NILAI PERUSAHAAN Katarina Agnes; Chici Askotamiya; Vika Oktaviani Siboro
Jurnal Ekonomi Pembangunan STIE Muhammadiyah Palopo Vol 12, No 1 (2026)
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah (LPPI) Universitas Muhammadiyah Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35906/jep.v12i1.2925

Abstract

ABSTRAKRealisasi investasi di Indonesia pasca dilanda oleh pandemi COVID-19 menunjukkan pertumbuhan yang sigifikan sehingga para investor tertarik untuk melakukan penanaman modal yang membuat perusahaan harus mampu bersaing dari sisi kinerja keuangan dan tata kelola yang baik. Dewan perusahaan memiliki peran inti dalam hal pengawasan manajemen dan kehadiran perempuan dalam dewan dipercaya mampu menghadirkan perspektif yang lebih beragam. Kepemilikan asing dapat memperkuat hubungan ini karena investor asing menuntut standar tata kelola yang lebih tinggi serta transparasi yang lebih besar dibandingkan investor domestik. Tujuan kajian ini ialah untuk menguji dampak board gender diversity pada nilai perusahaan yang diproksikan dengan Tobin’s Q serta peran foreign ownership sebagai variable moderasi. Populasi dan durasi kajian ini ialah sector consumer non-cyclical yang tercatat di Bursa Efek Indonesia selama tahun 2020 hingga 2024. Bentuk kajian ini ialah asosiatif hubungan kausal dengan metode kuantitatif. Jumlah sampel adalah 34 perusahaan. Pengujian regresi data panel menggunakan bantuan software Eviews 14. Perolehan pengujian data mengindikasikan bahwasanya tidak adanya dampak antara keberagaman gender dalam dewan pada nilai perusahaan, namun foreign ownership terbukti dapat memperkuat hubungan keduanya.ABSTRACTInvestment realization in Indonesia has experienced significant growth following the COVID-19 pandemic, attracting greater investor interest and encouraging companies to enhance both their financial performance and corporate governance practices. Corporate boards play a central role in overseeing management, and the presence of female directors is believed to contribute more diverse perspectives to the decision-making process. Foreign ownership may strengthen this relationship, as foreign investors generally demand higher standards of corporate governance and greater transparency than domestic investors. This study aims to examine the effect of board gender diversity on firm value, proxied by Tobin's Q, and to investigate the moderating role of foreign ownership. The population of this study consists of consumer non-cyclical companies listed on the Indonesia Stock Exchange during the 2020–2024 period. This research employs a causal associative design with a quantitative approach. The final sample comprises 34 companies. Panel data regression analysis was conducted using EViews 14 software. The findings indicate that board gender diversity has no significant effect on firm value. However, foreign ownership is found to strengthen the relationship between board gender diversity and firm value.
RELEVANSI KURVA PHILLIPS DALAM MENJELASKAN HUBUNGAN INFLASI DAN PENGANGGURAN DI INDONESIA PERIODE 2014–2024 Rudy Arfah; Bahruddin Bahruddin; Andi Nurhaeda
Jurnal Ekonomi Pembangunan STIE Muhammadiyah Palopo Vol 12, No 1 (2026)
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah (LPPI) Universitas Muhammadiyah Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35906/jep.v12i1.2930

Abstract

ABSTRAKInflasi dan tingkat pengangguran merupakan indikator penting yang sering digunakan untuk menilai kondisi dan stabilitas perekonomian suatu negara. Dalam teori ekonomi makro, Kurva Phillips menggambarkan adanya hubungan yang berlawanan arah antara kedua variabel tersebut, yaitu peningkatan inflasi umumnya diikuti oleh penurunan tingkat pengangguran, begitu pula sebaliknya. Meskipun demikian, penerapan teori tersebut pada perekonomian Indonesia menunjukkan hasil yang tidak selalu sejalan dengan konsep teoritis. Berbagai faktor, seperti krisis ekonomi global, pandemi COVID-19, kebijakan moneter yang berubah, serta karakteristik struktural pasar tenaga kerja, diduga memengaruhi pola hubungan antara inflasi dan pengangguran. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji keterkaitan antara tingkat inflasi dan tingkat pengangguran di Indonesia dengan menggunakan perspektif Kurva Phillips. Penelitian menerapkan pendekatan kuantitatif dengan memanfaatkan data sekunder berbentuk deret waktu (time series) selama periode 2014–2024 yang bersumber dari Badan Pusat Statistik dan Bank Indonesia. Hubungan antarvariabel dianalisis menggunakan metode regresi linier sederhana untuk mengetahui arah serta besarnya pengaruh inflasi terhadap tingkat pengangguran. Hasil analisis mengindikasikan bahwa hubungan antara inflasi dan pengangguran cenderung negatif sebagaimana dijelaskan dalam teori Kurva Phillips, namun kekuatan hubungan tersebut relatif rendah dan tidak konsisten pada seluruh periode penelitian. Temuan ini menunjukkan bahwa dinamika inflasi dan pengangguran di Indonesia dipengaruhi pula oleh berbagai faktor ekonomi lainnya. Oleh sebab itu, perumusan kebijakan makroekonomi perlu dilakukan secara komprehensif melalui sinergi kebijakan fiskal dan moneter, pengendalian inflasi, peningkatan kesempatan kerja, serta penguatan produktivitas tenaga kerja guna mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.ABSTRACTInflation and unemployment are important indicators often used to assess the condition and stability of a country's economy. In macroeconomic theory, the Phillips Curve describes an inverse relationship between the two variables: an increase in inflation is generally followed by a decrease in the unemployment rate, and vice versa. However, the application of this theory to the Indonesian economy has shown results that do not always align with the theoretical concept. Various factors, such as the global economic crisis, the COVID-19 pandemic, changes in monetary policy, and the structural characteristics of the labor market, are thought to influence the relationship between inflation and unemployment. This study aims to examine the relationship between inflation and unemployment in Indonesia using the Phillips Curve perspective. The study applies a quantitative approach using secondary time series data from the Central Bureau of Statistics and Bank Indonesia for the 2014–2024 period. The relationship between variables is analyzed using simple linear regression to determine the direction and magnitude of inflation's influence on the unemployment rate. The analysis indicates that the relationship between inflation and unemployment tends to be negative, as explained in the Phillips Curve theory. However, the strength of this relationship is relatively weak and inconsistent across the study period. These findings indicate that the dynamics of inflation and unemployment in Indonesia are also influenced by various other economic factors. Therefore, macroeconomic policy formulation needs to be carried out comprehensively through synergy between fiscal and monetary policies, inflation control, increasing employment opportunities, and strengthening labor productivity to achieve sustainable economic growth.
MITIGASI FRAUDULENT FINANCIAL STATEMENT MELALUI PENERAPAN GOOD CORPORATE GOVERNANCE: BUKTI EMPIRIS PADA INDUSTRI FARMASI DI INDONESIA Berliana Aini Fitria; Gideon Setyo Budiwitjaksono
Jurnal Ekonomi Pembangunan STIE Muhammadiyah Palopo Vol 12, No 1 (2026)
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah (LPPI) Universitas Muhammadiyah Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35906/jep.v12i1.2908

Abstract

ABSTRAKKecurangan laporan keuangan merupakan permasalahan yang dapat menurunkan kualitas informasi keuangan, sehingga berpotensi menyebabkan kesalahan pengambilan keputusan oleh investor, kreditor, dan pemangku kepentingan lainnya serta menurunkan kepercayaan terhadap perusahaan. Tujuan penelitian ini berupaya untuk memahami pengaruh mekanisme Good Corporate Governance dan kompleksitas perusahaan terhadap fraudulent financial statement pada perusahaan sub sektor farmasi yang tercatat pada Bursa Efek Indonesia periode 2020–2024. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder yang diperoleh melalui laporan tahunan dan laporan keuangan perusahaan. Good Corporate Governance diukur menggunakan disclosure index berdasarkan prinsip transparansi, akuntabilitas, responsibilitas, independensi, dan kewajaran, sedangkan kompleksitas perusahaan diproksikan dengan jumlah anak perusahaan. Fraudulent financial statement diproksikan menggunakan Beneish M-Score. Analisis data dilakukan menggunakan regresi data panel. Temuan penelitian menunjukkan bahwa Good Corporate Governance berpengaruh negatif signifikan terhadap fraudulent financial statement dengan nilai koefisien sebesar -77,49306 serta tingkat probabilitasnya sebesar 0,0060, sehingga menjadi faktor penting dalam upaya pencegahan manipulasi laporan keuangan. Hasil ini memberikan masukan bagi OJK atau BEI untuk memperkuat pengawasan tata kelola pada perusahaan sub sektor farmasi. Sementara itu, kompleksitas perusahaan tidak berpengaruh signifikan terhadap fraudulent financial statement dengan nilai nilai koefisien sebesar 0,080252 serta nilai probabilitasnya sebesar 0,524. Secara simultan, Good Corporate Governance dan kompleksitas perusahaan berpengaruh terhadap fraudulent financial statement.ABSTRACTFinancial statement fraud remains a significant concern because it compromises the reliability of financial information, potentially leading to inappropriate decisions by investors, creditors, and other stakeholders. This study investigates the effect of Good Corporate Governance (GCG) and corporate complexity on fraudulent financial statements in pharmaceutical sub-sector companies listed on the Indonesia Stock Exchange during the 2020–2024 period. A quantitative approach was employed using secondary data obtained from annual reports and financial statements. GCG was measured using a disclosure index based on the principles of transparency, accountability, responsibility, independence, and fairness, while corporate complexity was proxied by the number of subsidiaries. Fraudulent financial statements were identified using the Beneish M-Score model. Panel data regression was applied to analyze the relationship among variables. The results indicate that Good Corporate Governance has a significant negative effect on fraudulent financial statements, with a coefficient value of -77.49306 and a probability value of 0.0060, highlighting the importance of effective governance mechanisms in reducing the risk of financial reporting manipulation. These findings provide practical implications for regulators, particularly the Financial Services Authority (OJK) and the Indonesia Stock Exchange (IDX), in strengthening corporate governance oversight within pharmaceutical sub-sector companies. In contrast, corporate complexity does not have a significant effect on fraudulent financial statements, with a coefficient value of 0.080252 and a probability value of 0.524. However, Good Corporate Governance and corporate complexity jointly have a significant effect on fraudulent financial statements.
PENGARUH TRANSPARANSI, AKUNTABILITAS, DAN KOMPETENSI MELALUI APLIKASI IMUT TERHADAP KUALITAS PROMOSI JABATAN PADA PEMERINTAH PROVINSI PAPUA BARAT DAYA Abraham Oktofianus Murafer; Wa Ode Likewati; Pahmi Pahmi; Andi Irwan
Jurnal Ekonomi Pembangunan STIE Muhammadiyah Palopo Vol 12, No 1 (2026)
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah (LPPI) Universitas Muhammadiyah Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35906/jep.v12i1.2941

Abstract

ABSTRAKPromosi jabatan di lingkungan Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya masih menjadi perhatian dalam upaya mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik. Proses promosi jabatan sering dipersepsikan belum sepenuhnya dilakukan secara terbuka dan transparan. Sebagian pegawai menilai informasi mengenai persyaratan dan mekanisme promosi jabatan belum tersampaikan secara merata. Selain itu, aspek akuntabilitas dalam pengambilan keputusan promosi jabatan masih dipertanyakan oleh sebagian pegawai. Terdapat pula pandangan bahwa promosi jabatan belum sepenuhnya didasarkan pada pertanggungjawaban yang jelas dan objektif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Transparansi, akuntabilitas dan kompetensi terhadap kualitas promosi jabatan pada pemerintah provinsi papua barat daya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Populasi penelitian adalah seluruh pegawai pada secretariat daerah provinsi papua barat daya. Sampel ditentukan sebanyak 100 responden menggunakan rumus slovin. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner dengan skala Likert 1-4. Analisis data meliputi uji validitas, uji reliabilitas, analisis regresi berganda, uji t (parsial), uji F (simultan), dan koefisien determinasi (R²). Hasil penelitian menunjukkan bahwa transparansi berpengaruh signifikan terhadap kualitas promosi, akuntabilitas tidak berpengaruh signifikan terhadap kualitas promosi dan kompetensi berpengaruh signifikan terhadap kualitas promosi.ABSTRACTPromotions within the South West Papua Provincial Government remain a concern in efforts to achieve good governance. The promotion process is often perceived as not being fully open and transparent. Some employees believe that information regarding promotion requirements and mechanisms has not been communicated evenly. In addition, some employees question the accountability of decision-making regarding promotions. There is also a view that promotions are not yet fully based on clear and objective accountability. This study aims to analyze the influence of transparency, accountability, and competence on the quality of promotions in the West Papua Provincial Government. This study uses a quantitative approach with a survey method. The study population consists of all employees at the West Papua Provincial Secretariat. The sample consisted of 100 respondents, determined using the Slovin formula. Data collection employed a questionnaire with a 1–4 Likert scale. Data analysis included validity and reliability tests, multiple regression analysis, the t-test (partial), the F-test (simultaneous), and the coefficient of determination (R²). The results indicate that transparency has a significant effect on the quality of promotions, accountability has no significant effect on the quality of promotions, and competence has a significant effect on the quality of promotion
PENGARUH INTERNAL BANK DAN MAKROEKONOMI TERHADAP KREDIT BERMASALAH (NON-PERFORMING LOANS) DI INDONESIA Nicolaus Juan Adiputra; Vera Intanie Dewi; Chandra Utama; Budi Tjahja Halim
Jurnal Ekonomi Pembangunan STIE Muhammadiyah Palopo Vol 12, No 1 (2026)
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah (LPPI) Universitas Muhammadiyah Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35906/jep.v12i1.2957

Abstract

ABSTRAKRisiko kredit yang tercermin dalam rasio Non-Performing Loan (NPL) masih menjadi tantangan bagi stabilitas sistem perbankan di Indonesia, terutama di tengah ketidakpastian kondisi makroekonomi dan perbedaan temuan penelitian mengenai faktor-faktor yang memengaruhinya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh faktor-faktor internal bank, yaitu Biaya Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO), Capital Adequacy Ratio (CAR), Loan to Deposit Ratio (LDR), dan Net Interest Margin (NIM), serta faktor-faktor makroekonomi yang meliputi suku bunga, inflasi, pertumbuhan ekonomi, dan nilai tukar terhadap tingkat Non-Performing Loan (NPL). Populasi penelitian ini adalah seluruh bank kategori KBMI IV di Indonesia yang terdiri atas empat bank, yaitu Bank Mandiri, BRI, BNI, dan BCA. Penelitian menggunakan data panel triwulanan periode 2015Q1–2025Q1 dengan total 164 observasi yang dianalisis menggunakan Fixed Effect Model (FEM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa NIM, CAR, dan BOPO berpengaruh positif dan signifikan terhadap NPL, sedangkan BI Rate berpengaruh negatif dan signifikan. Sementara itu, LDR, inflasi, pertumbuhan ekonomi, dan nilai tukar tidak berpengaruh signifikan terhadap NPL. Model mampu menjelaskan 49,38% variasi NPL. Temuan ini memberikan implikasi bagi perbankan dan regulator dalam memperkuat manajemen risiko kredit serta menjaga stabilitas sistem keuangan.ABSTRACTCredit risk, reflected in the Non-Performing Loan (NPL) ratio, remains a major challenge to the stability of Indonesia’s banking system amid macroeconomic uncertainty and inconsistent findings regarding its determinants. This study aims to examine the effects of internal bank factors, namely Operating Expenses to Operating Income (BOPO), Capital Adequacy Ratio (CAR), Loan to Deposit Ratio (LDR), and Net Interest Margin (NIM), as well as macroeconomic factors, including interest rates, inflation, economic growth, and exchange rates, on the NPL ratio. The study population comprises all KBMI IV banks in Indonesia, consisting of four banks: Bank Mandiri, BRI, BNI, and BCA. Quarterly panel data covering the period from 2015Q1 to 2025Q1, with a total of 164 observations, were analyzed using the Fixed Effect Model (FEM). The results indicate that NIM, CAR, and BOPO have positive and significant effects on NPLs, whereas the BI Rate has a negative and significant effect. Meanwhile, LDR, inflation, economic growth, and the exchange rate have no significant effects on NPLs. The model explains 49.38% of the variation in NPLs. These findings provide important implications for banks and regulators in strengthening credit risk management and maintaining financial system stability.
ENTREPRENEURIAL MARKETING SEBAGAI MEDIATOR PENGARUH ENTREPRENEURIAL ORIENTATION TERHADAP BUSINESS SUSTAINABILITY PADA UKM KOTA BATAM Rizni Aulia Qadri; Aria Wibawa; Lady Lady
Jurnal Ekonomi Pembangunan STIE Muhammadiyah Palopo Vol 12, No 1 (2026)
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah (LPPI) Universitas Muhammadiyah Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35906/jep.v12i1.2926

Abstract

ABSTRAKStudi ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana entrepreneurial marketing dapat berperan sebagai mekanisme yang mengubah orientasi kewirausahaan menjadi hasil keberlanjutan bisnis yang konkret dalam lingkungan bisnis yang turbulent. Studi ini menggunakan desain penelitian kuantitatif, di mana data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner kepada pelaku Usaha Kecil dan Menengah (UKM) di Kota Batam dengan jumlah sampel ditentukan sebanyak 258 responden menggunakan rumus Hair et al. (n × 10), mengingat jumlah indikator dalam model adalah 21 indikator dikalikan dengan 10 menjadi 210 responden. Jadi jumlah sampel minimum 210 responden. Jumlah sampel yang melebihi jumlah sampel minimum hingga 258 responden untuk antisipasi adanya tidak valid pada saat pengujian data. Hasil studi ini menginterpretasikan bahwa konstruk-konstruk seperti Entrepreneurial Marketing, Customer Intensity, Innovativeness, Proactiveness, Resource Leveraging, dan Value Creation memiliki pengaruh yang signifikan terhadap keberlanjutan bisnis. ABSTRACTThis study aims to explore how entrepreneurial marketing can act as a mechanism that transforms entrepreneurial orientation into concrete business sustainability outcomes in a turbulent business environment.This study uses a quantitative research design, where data is collected through questionnaires distributed to Small and Medium Enterprises (SMEs) in Batam City with a sample size of 258 respondents using the Hair et al. formula (n × 10), considering the number of indicators in the model is 21 indicators multiplied by 10 to 210 respondents. So the minimum sample size is 210 respondents. The number of samples exceeding the minimum sample size of up to 258 respondents is to anticipate invalidity during data testing. The results of this study interpret that constructs such as Entrepreneurial Marketing, Customer Intensity, Innovativeness, Proactiveness, Resource Leveraging, and Value Creation have a significant influence on business sustainability.
PERAN KOMITE AUDIT, AUDIT TENURE, DAN KEBIJAKAN DIVIDEN SEBAGAI FAKTOR PENENTU KUALITAS LABA Salsabila Firdausi; Anisa Anisa
Jurnal Ekonomi Pembangunan STIE Muhammadiyah Palopo Vol 12, No 1 (2026)
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah (LPPI) Universitas Muhammadiyah Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35906/jep.v12i1.2944

Abstract

ABSTRAKKualitas laba merupakan salah satu faktor penting dalam pengambilan keputusan investasi pada sektor perbankan, namun dalam penerapannya masih seringkali terdistorsi oleh asimetri informasi dan konflik keagenan yang menjadi pemicu praktik manajemen laba. Meskipun OJK telah memberikan kebijakan relaksasi restrukturisasi kredit untuk menjaga stabilitas sektor keuangan, namun dilapangan masih menunjukkan terjadinya fluktuasi kualitas laba yang signifikan pada sub sektor perbankan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan memberikan bukti empiris pengaruh komite audit, audit tenure, dan kebijakan dividen sebagai faktor penentu kualitas laba, studi Empiris pada perusahaan sub sektor perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada periode 2020 - 2024. Penelitian ini menggunakan sampel sebanyak 10 perusahaan. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan data sekunder menggunakan data laporan keuangan yang telah diterbitkan perusahaan melalui website idx dan website masing-masing perusahaan. Metode penentuan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive sampling. Metode analisis data penelitian ini diuji dengan menggunakan analisis regresi data panel yang diproses menggunakan Eviews 12. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kebijakan dividen berpengaruh terhadap kualitas laba. Sedangkan komite audit dan audit tenure tidak berpengaruh terhadap kualitas laba. Secara simultan, model penelitian ini berpengaruh sebesar 18% sedangkan 82% sisanya dipengaruhi oleh variabel diluar model. Penelitian ini berkontribusi dalam memperluas literatur tata kelola perusahaan dan sinyal keuangan. Implikasinya, Kebijakan dividen terbukti menjadi faktor penentu kualitas laba dibandingakan pengawasan formal.ABSTRACTEarnings quality is an important factor in investment decision-making in the banking sector. However, in practice, it is often distorted by information asymmetry and agency conflicts that may trigger earnings management practices. Although the Financial Services Authority (OJK) implemented a credit restructuring relaxation policy to maintain the stability of the financial sector. However, in practice, significant fluctuations in earnings quality are still observed in the banking sub-sector. This study aims to determine and provide empirical evidence of the effect of the audit committee, audit tenure, and dividend policy as determinants of earnings quality, an empirical study on banking sub-sector companies listed on the Indonesia Stock Exchange during the 2020–2024 period. This study uses a sample of 10 companies. The quantitative study used secondary data, using financial report published by the companies on the IDX website and their respective websites. The sampling method in this research is purposive sampling. The data analysis method of this research was tested using panel data regression analysis processed using Eviews12. The results of this study indicate that dividend policy influences earnings quality. While audit committee and audit tenure has no effect on earnings quality. Simultaneously, the research model explains 18% while the remaining 82% is influenced by variables outside the model. This study contributes to expanding the literature on corporate governance and financial signaling. The implication of this study is that dividend policy has been proven to be a determinant of earnings quality compared to formal governance mechanisms.
PENGARUH MOTIVASI, DISIPLIN KERJA DAN LINGKUNGAN KERJA TERHADAP KINERJA PEGAWAI SEKRETARIAT MRP PROVINSI PAPUA BARAT DAYA Arlince Frasawi; Wa Ode Likewati; Andi Irwan
Jurnal Ekonomi Pembangunan STIE Muhammadiyah Palopo Vol 12, No 1 (2026)
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah (LPPI) Universitas Muhammadiyah Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35906/jep.v12i1.2940

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya peningkatan kinerja aparatur sipil negara dalam mendukung penyelenggaraan pemerintahan yang efektif dan berkualitas. Kinerja pegawai yang optimal menjadi salah satu indikator keberhasilan organisasi publik dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Namun, masih ditemukan berbagai kendala yang menyebabkan capaian kinerja pegawai belum optimal, baik yang berasal dari faktor individu maupun faktor lingkungan organisasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh masing-masing variabel baik secara parsial maupun simultan terhadap kinerja pegawai. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Populasi penelitian adalah seluruh pegawai Sekretariat MRP Provinsi Papua Barat Daya dan jumlah sampel ditentukan sebanyak 69 orang pegawai. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner yang disusun berdasarkan indikator masing-masing variabel penelitian. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis regresi linear berganda dengan bantuan program Statistical Package for Social Sciences (SPSS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi kerja tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai. Hal ini mengindikasikan bahwa peningkatan motivasi kerja belum mampu memberikan kontribusi yang nyata terhadap peningkatan kinerja pegawai. Disiplin kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai, yang menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkat kedisiplinan pegawai maka semakin tinggi pula kinerja yang dihasilkan. Sementara itu, lingkungan kerja tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai. Namun secara simultan, motivasi, disiplin kerja, dan lingkungan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai Sekretariat MRP Provinsi Papua Barat Daya.ABSTRACTThis study is motivated by the importance of improving the performance of civil servants in supporting effective and high-quality governance. Optimal employee performance is one of the indicators of a public organization’s success in providing services to the public. However, various obstacles still exist that prevent employees from achieving optimal performance, stemming from both individual factors and the organizational environment. This study aims to determine the influence of each variable both partially and simultaneously on employee performance. This study employs a quantitative approach using a survey method. The study population consists of all employees of the MRP Secretariat of Southwest Papua Province, and the sample size was determined to be 69 employees. Data collection was conducted by distributing questionnaires designed based on the indicators of each research variable. The data obtained were analyzed using multiple linear regression analysis with the assistance of the Statistical Package for Social Sciences (SPSS).The results of the study show that work motivation does not have a significant effect on employee performance. This indicates that increasing work motivation has not yet been able to make a tangible contribution to improving employee performance. Work discipline has a positive and significant effect on employee performance, indicating that the higher the level of employee discipline, the higher the resulting performance. Meanwhile, the work environment does not have a significant effect on employee performance. However, taken together, motivation, work discipline, and the work environment have a positive and significant effect on the performance of employees at the Secretariat of the Regional People’s Representative Council (MRP) of Southwest Papua Province. 
PENGARUH KOMPENSASI TERHADAP RETENSI KARYAWAN: PERAN MEDIASI BUDAYA ORGANISASI PADA PT UNGGUL JAYA BETON LAMONGAN Muhammad Haarits Nuzuul; Noer Rafikah Zulyanti; Abdul Majid
Jurnal Ekonomi Pembangunan STIE Muhammadiyah Palopo Vol 12, No 1 (2026)
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah (LPPI) Universitas Muhammadiyah Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35906/jep.v12i1.2960

Abstract

ABSTRAKTingginya tingkat pergantian karyawan pada sektor konstruksi menuntut pemahaman mengenai faktor-faktor yang dapat meningkatkan retensi karyawan, khususnya kompensasi dan budaya organisasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kompensasi terhadap retensi karyawan melalui peran mediasi budaya organisasi pada karyawan PT Unggul Jaya Beton Plant Babat Lamongan. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya mempertahankan karyawan melalui pemberian kompensasi yang sesuai serta pengembangan budaya organisasi yang positif dan kondusif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Populasi penelitian adalah seluruh karyawan PT Unggul Jaya Beton Plant Babat Lamongan dengan jumlah sampel sebanyak 36 responden. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner menggunakan skala Likert. Analisis data dilakukan menggunakan metode Structural Equation Modeling–Partial Least Square (SEM-PLS) dengan bantuan perangkat lunak SmartPLS 4. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompensasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap budaya organisasi maupun retensi karyawan, serta budaya organisasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap retensi karyawan. Budaya organisasi juga terbukti memediasi secara parsial (partial mediation) pengaruh kompensasi terhadap retensi karyawan. Oleh karena itu, peningkatan retensi karyawan dapat dicapai tidak hanya melalui pemberian kompensasi yang adil dan sesuai, tetapi juga melalui penguatan budaya organisasi yang positif, komunikasi yang efektif, kepemimpinan yang mendukung, serta lingkungan kerja yang kondusif. Penelitian ini memberikan kontribusi teoretis dengan memperkuat bukti empiris peran mediasi budaya organisasi dalam kerangka Social Exchange Theory, serta kontribusi praktis berupa rekomendasi kebijakan kompensasi dan penguatan budaya organisasi bagi perusahaan.ABSTRACTThe high employee turnover rate in the construction sector calls for an understanding of the factors that can improve employee retention, particularly compensation and organizational culture. This study aims to analyze the effect of compensation on employee retention through the mediating role of organizational culture among employees at PT Unggul Jaya Beton’s Babat Lamongan Plant. This study is motivated by the importance of retaining employees through appropriate compensation and the development of a positive and supportive organizational culture. This study employs a quantitative approach. The study population consists of all employees at PT Unggul Jaya Beton Plant Babat Lamongan, with a sample size of 36 respondents. Data were collected through the distribution of a questionnaire using a Likert scale. Data analysis was conducted using the Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS) method with the assistance of SmartPLS 4 software. The results indicate that compensation has a positive and significant effect on both organizational culture and employee retention, and that organizational culture has a positive and significant effect on employee retention. Organizational culture was also found to partially mediate the effect of compensation on employee retention. Therefore, improved employee retention can be achieved not only through fair and appropriate compensation but also through the strengthening of a positive organizational culture, effective communication, supportive leadership, and a conducive work environment. This study makes a theoretical contribution by strengthening the empirical evidence of the mediating role of organizational culture within the framework of Social Exchange Theory, as well as a practical contribution in the form of recommendations for compensation policies and organizational culture enhancement for companies.