cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota palopo,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Resona : Jurnal Ilmiah Pengabdian Masyarakat
ISSN : 25983946     EISSN : 26142481     DOI : https://doi.org/10.35906/resona
Core Subject : Humanities, Art,
Arjuna Subject : -
Articles 15 Documents
Search results for , issue "Vol 7, No 1 (2023)" : 15 Documents clear
PENINGKATAN PENGETAHUAN KADER MUDA PARTAI GOLONGAN KARYA (GOLKAR) TENTANG PERAN DAN FUNGSI PARTAI POLITIK DALAM KEBIJAKAN PUBLIK GUNA MEWUJUDKAN GOOD GOVERNACE Poni Sukaesih Kurniati
RESONA : Jurnal Ilmiah Pengabdian Masyarakat Vol 7, No 1 (2023)
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah (LPPI) Universitas Muhammadiyah Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35906/resona.v7i1.1007

Abstract

Tujuan dari kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan kader muda Partai Golongan Karya (GOLKAR) tentang peran dan fungsi partai politik dalam kebijakan Publik guna mewujudkan good governance di Indonesia. Metode Pelaksanaan Pengabdian Kepada Masyarakat yang digunakan adalah melalui pelatihan atau workshop yang dilaksanakan secara daring. Kegiatan dilaksanakan selama dua hari melalui workshop dengan tehnik focus gruf Discussion guna membahas masalah-masalah yang dihadapi kader muda partai golkar serta praktek dari materi yang diberikan terkait fungsi dari partai politik. Hasil Pengabdian Kepada Masyarakat menunjukkan bahwa fungsi partai GOLKAR belum berfungsi dengan optimal, terutama terkait fungsi pendidikan politik, komunikasi politik, artikulasi dan agregasi kepentingan serta pengatur dan pengendali konflik dalam kaitannya dengan tahapan kebijakan publik yang mengarah pada terwujudnya good governance di Indonesia. Kesimpulannya adalah Parpol memiliki peran penting dalam kebijakan publik melalui ketaatan dan komitmen menerapkan nilai-nilai dan etika politik yang berlaku. Parpol juga memiliki peran untuk mewujudkan kesejahteraan rakyat dengan cara mengusulkan kepentingan-kepentingan rakyat untuk dijadikan kebijakan publik. Kalau parpol tidak melaksanakan peran itu, maka ia dapat ditinggalkan oleh pemilihnya dan kehilangan alasan eksistensinya.  Abstract. The purpose of this Community Service activity is to increase the knowledge of young cadres of the Golkar Party (GOLKAR) about the role and function of political parties in public policy to realize good governance in Indonesia. The Community Service Implementation Method used is through online training or workshops. The activity was carried out for two days through a workshop with a focus group discussion technique to discuss the problems faced by young Golkar party cadres and the practice of the material provided related to the functions of political parties. The results of Community Service indicate that the function of the GOLKAR party has not functioned optimally, especially concerning the functions of political education, political communication, articulation and aggregation of interests as well as regulating and controlling conflict with the stages of public policy that lead to the realization of good governance in Indonesia. The conclusion is that political parties have an important role in public policy through obedience and commitment to implementing applicable political values and ethics. Political parties also have a role in realizing the welfare of the people by proposing the interests of the people to become public policies. If a political party does not carry out that role, then it can be abandoned by its voters and lose the reason for its existence
PENDAMPINGAN PERENCANAAN KEUANGAN KELUARGA (SAKINAH FINANCE) DI NASYIATUL AISYIYAH KOTA MALANG Arif Luqman Hakim; Afifah Nur Millatina
RESONA : Jurnal Ilmiah Pengabdian Masyarakat Vol 7, No 1 (2023)
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah (LPPI) Universitas Muhammadiyah Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35906/resona.v7i1.1428

Abstract

Pandemi Covid-19 memberikan banyak pelajaran bagi masyarakat, dari sisi kesehatan hingga ke ekonominya. Pengalaman dari pandemi mengharuskan kita untuk cepat beradaptasi dalam segala aktivitas, yang awalnya secara offline saat ini lebih terbiasa dengan online. Tidak hanya itu, dari sisi ekonomi juga sangat memberikan pengaruh yang sangat besar. Banyak masyarakat yang belum dan awam dalam mempersiapkan perencanaan keuangan, terlihat di saat pandemi banyak pengeluaran yang dibutuhkan, selain itu ada pembatasan aktivitas untuk bekerja atau berjualan yang berdampak pada berkurangnya pendapatan. Pengusul berencana mengadakan program pendampingan perencanaan keuangan keluarga di Nasyiatul Aisyiyah Kota Malang. Solusi yang bisa diberikan: (a) Penyuluhan tentang pentingnya mengatur perencanaan keuangan keluarga (sakinah finance) pada keluarga (b) Pembuatan perencanaan keuangan untuk keluarga. (c) Pendampingan terhadap mitra dalam pengisian buku perencanaan keuangan untuk keluarga. Metode yang akan digunakan; (1) Penyuluhan terhadap pengurus dan anggota Nasyiatul Aisyiyah Kota Malang, (2) Focus Group Discussion, (3) Pendampingan. Tujuan dari pengabdian ini adalah pada generasi muda dan bagi yang belum atau yang sudah berkeluarga di Nasyiatul Aisyiyah agar lebih mengenal rencana keuangan, karena dengan menambah wawasan mengenai rancangan keuangan akan jadi berkompeten ketika mengelola keuangan di dalam keluarga. Abstract.  The Covid-19 pandemic provides many lessons for society, from the health side to the economy. Experience from the pandemic requires us to adapt quickly in all activities, which were initially offline but are now more accustomed to online. Not only that, from an economic point of view it also has a very large influence. Many people are unfamiliar with preparing financial planning, it can be seen that during a pandemic a lot of expenses were needed, apart from that there were restrictions on activities for working or selling which had an impact on reduced income. The proposer plans to hold a family financial planning assistance program at Nasyiatul Aisyiyah Malang City. Solutions that can be given: (a) Counseling about the importance of managing family financial planning (sakinah finance) for families (b) Making financial planning for families. (c) Assistance to partners in completing a financial planning book for families. The method to be used; (1) Counseling for management and members of Nasyiatul Aisyiyah Malang City, (2) Focus Group Discussion, (3) Assistance. The purpose of this service is for the younger generation and for those who are not yet married in Nasyiatul Aisyiyah to become more familiar with financial plans, because by adding insight into financial planning they will become competent when managing finances in the family.
PENINGKATAN KAPASITAS DALAM KOMUNIKASI BISNIS BAGI PELAKU INDUSTRI KECIL DAN MENENGAH (IKM) DI LOMBOK TENGAH, NUSA TENGGARA BARAT Isdar Wahim; Anas Pattaray
RESONA : Jurnal Ilmiah Pengabdian Masyarakat Vol 7, No 1 (2023)
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah (LPPI) Universitas Muhammadiyah Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35906/resona.v7i1.1342

Abstract

Pengabdian masyarakat ini mengambil konsep pelatihan komunikasi bisnis bagi masyarakat pelaku Industri Kecil Menengah (IKM) di Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat. Tujuan dari kegiatan ini untuk memberikan penguatan kepada masyarakat untuk dapat bangkit pasca covid-19 dengan belajar kembali mengenai teknik komunikasi, interpretasi serta menganalisa tren dari segementasi pasar yang saat ini banyak diminati. Metode pelaksanaan kegiatan berupa seminar/workshop yang dilaksanakan selama satu hari penuh dan mendatangkan sekitar 45 orang peserta. Hasil dari kegiatan ini yakni; masyarakat telah mampu melakukan komunikasi bisnis, interpretasi produk dan melakukan praktik (Role Play) untuk meningkatkan jumlah pendapatan. Abstract. This community service takes the concept of business communication training for the Small and Medium Industry (IKM) community in Central Lombok , West Nusa Tenggara. The purpose of this activity is to provide reinforcement for the community to be able to rise after Covid-19 by learning again about communication techniques, interpretation, and analysis trends from market segmentation which are currently in great demand. The method of implementing the activities is in the form of seminars/workshops which are held for one full day and bring in about 45 participants. The results of this activity are; that the community has been able to carry out business communication, product interpretation, and practice (Role Play) to increase the amount of income
PROGRAM OUTDOOR ENGLISH MEETING CLUB (OEMC) DALAM MENDUKUNG AKTIVITAS PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS SISWA PADA KELOMPOK BELAJAR “AELBE ENGLISH PRIVATE” Khadijah Maming; Sudarmanto Sudarmanto
RESONA : Jurnal Ilmiah Pengabdian Masyarakat Vol 7, No 1 (2023)
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah (LPPI) Universitas Muhammadiyah Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35906/resona.v7i1.1022

Abstract

Di era normal baru pandemi Covid-19 saat ini, siswa mengalami keterbatasan dan keluhan dalam proses pembelajaran jarak jauh atau aktivitas belajar di rumah terkhusus pada mata pelajaran Bahasa Inggris. Mereka membutuhkan fasilitas berupa aktivitas pembelajaran langsung dan praktek untuk memacu keterampilan berbicara dan menulis Bahasa Inggris. Salah satu program pengabdian kepada masyarakat (PkM) yang dilakukan adalah menyajikan lingkungan dan suasana pembelajaran yang aktif, kreatif, asyik, terbuka dan divariasikan dengan games yang berbasis pembelajaran kolaboratif. Dalam hal ini, penerapan pendekatan pembelajaran kontekstual yang dikemas dalam Outdoor English Meeting Club (OEMC). Program OEMC dilaksanakan di sekitar kawasan wisata yang menarik. Program tersebut diawali dengan Opening Ceremony, Self Introduction, Conversation and Dialogue Practice, Guessing Words, Writing Practice, Quiz, Singing, and Closing Ceremony. Hasil yang dicapai dari PkM ini adalah kemampuan siswa sudah tergolong baik dalam mempraktekkan kemampuan berkomunikasi bahasa Inggris secara lisan dalam berdialog singkat meskipun masih dengan pengucapan dan struktur yang belum sempurna. perubahan yang signifikan juga terlihat pada diri anak-anak kelompok bimbingan belajar tersebut, dalam hal ini meningkatnya keinginan dan motivasi belajar mereka. Hal ini terlihat jelas ketika pelaksanaan program OEMC ini di lapangan, anak-anak sangat antusias dan bersemangat belajar. Rasa kepercayaan diri dan keberanian mereka dalam berbahasa Inggris juga meningkat.  Abstract. Abstract. In the new normal era of the current Covid-19 pandemic, students experience limitations and complaints in the remote instruction process or learning activities at home, especially in English subjects. They need facilities in the form of direct and practical learning activities to enhance their English speaking and writing skills. One of the community service programs carried out is to provide an active, creative, fun, open and varied learning environment and atmosphere with collaborative learning-based games. In this case, the application of a contextual learning approach is packaged in the Outdoor English Meeting Club (OEMC). The OEMC program is implemented around attractive tourist areas. The program begins with the opening ceremony, self-introduction, conversation and dialogue practice, guessing words, writing practice, quiz, singing, and closing ceremony. The results achieved from this program are that the students' ability is quite good in practicing their English communication skills orally in terms of short dialogues, although still with imperfect pronunciation and structure. Significant changes were also seen in the children in the tutoring group, in this case increasing their desire and motivation to learn. This can be seen clearly when the implementation of the OEMC program in the field, the children are very enthusiastic and eager to learn. Their confidence and courage in English competence also getting improvement.
PKM DIGITALISASI BAHAN AJAR BAGI BKR DI KAMPUNG KB BALA BATU Rigel Sampelolo; Perdy Karuru; Theresyam Kabanga
RESONA : Jurnal Ilmiah Pengabdian Masyarakat Vol 7, No 1 (2023)
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah (LPPI) Universitas Muhammadiyah Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35906/resona.v7i1.1430

Abstract

Program Kemitraan Masyarakat (PKM) yang diusulkan berikut ini bermitra dengan Kampung KB Balabatu, Kecamatan Buntao, Rantepao, Toraja Utara sebagai Mitra sasaran masyarakat yang tidak produktif secara ekonomi. Tujuan Pelaksanaan  program PKM ini yaitu untuk menyelesaikan rangkaian permasalahan pedagogis dan teknologi pada Mitra Sasaran terkait penyediaan bahan atau Materi ajar berbasis Website. Permasalahan yang menjadi fokus pada PKM ini berangkat dari temuan pada studi pendahuluan yang dilakukan pada awal tahun 2021. Adapun permasalahan yang dimaksud antara lain: (a) belum tersedianya  materi ajar  Digital yang berorientasi pada Mitra Sasaran.  Solusi  yang akan ditawarkan dalam rangka pemecahan permasalahan mitra melalui PKM ini antara lain: (a) Pelatihan digitalisasi Bahan ajar bagi Kelompok BKR. Metode Pelaksanaan dari program PKM ini antara lain: (a) sosialisasi pengenalan gaya belajar dan desain materi Ajar berbasis websie (b) pelatihan yang meliputi kegiatan: (1) Pelatihan digitalisasi bahan ajar (c) Pendampingan meliputi (1) desain materi ajar berbasis Digital, serta (d) Evaluasi Keterlaksanan  Program. Adapun hasil dari PKM ini yaitu Tersedianya Bahan ajar bagi BKR di Kampung KB Bala Batu  Abstract. The following proposed Pengabdian Kepada Masyrakat (PKM) will partner with Balabatu KB Village, Buntao District, Rantepao, North Toraja as Partners targeting economically unproductive communities. The purpose of implementing this PKM program is to solve a series of pedagogical and technological problems in Target Partners related to the provision of Website-based teaching materials or materials. The focus issues of this PKM depart from the findings in a preliminary study conducted in early 2021. The issues include (a) the unavailability of Digital teaching materials oriented toward Target Partners. The solutions to solve partners' problems through this PKM include: (a) Training on digitizing teaching materials for the BKR Group. The implementation method of this PKM program includes: (a) socialization of the introduction of learning styles and the design of web-based teaching materials that are oriented towards student learning styles; (b) training which includes the following activities: (1) Training on digitizing teaching materials (c) Assistance includes (1) Digital-based material design, and (d) Program Implementation Evaluation. The result of this PKM is the provision of teaching materials for BKR in Kampung KB Bala Batu.
PELATIHAN PENGELOLAAN SAMPAH RUMAH TANGGA BERBASIS CIRCULAR ECONOMY DI KELURAHAN UNTIA KOTA MAKASSAR Mahmudin Mahmudin; Funty Septiyawati Polapa; Fajria Sari Sakaria
RESONA : Jurnal Ilmiah Pengabdian Masyarakat Vol 7, No 1 (2023)
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah (LPPI) Universitas Muhammadiyah Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35906/resona.v7i1.1348

Abstract

Kota makassar merupakan salah satu kota terbesar di Indonesia dengan jumlah penduduk yang terus meningkat mencapai 1,65% per tahun. Peningkatan jumlah penduduk yang terus meningkat secara tidak langsung akan berdampak pada peningkatan jumlah sampah yang akan dihasilkan pada setiap tahunnya. Berdasarkan Peraturan Daerah Kota Makassar Nomor 4 Tahun 2015 Tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Makassar 2015 – 2034 Kelurahan Untia merupakan pusat kegiatan perumahan kepadatan sedang, pusat kegiatan perumahan kepadatan tinggi, pusat pelayanan penelitian dan pendidikan tinggi, dan pusat kegiatan maritim. Hal ini menyebabkan Kelurahan Untia ditargetkan merupakan salah satu kelurahan dengan jumlah penduduk yang tinggi dimasa akan datang. Tujuan dari pelatihan ini yaitu agar masyarakat di Kota Makassar khususnya Kelurahan Untia dapat mengelola sampah rumah tangga mereka menjadi produk yang bernilai ekonomis tinggi. Sehingga kegiatan pelatihan ini memberikan dampak positif kepada masyarakat dan lingkungan perairan di kelurahan Untia. Metode yang digunakan dalam merealisasikan pengabdian masyarakat ini yaitu presentasi dan simulasi praktikum. Hasil yang dicapai dari pelatihan ini adalah terdapat beberapa peserta mampu  membuat  produk  berbahan limbah plastik (Sofa, Pupuk Organik Cair, dan Batako)  dalam  waktu  6  jam. Selain itu, dengan keterampilan pembuatan produk yang dimiliki setelah mengikuti pelatihan dapat menjadi modal untuk menambah penghasilan bagi keluarga.  Abstract. Makassar city is one of the largest cities in Indonesia with a population that continues to increase, reaching 1.65% per year. The increase in population which continues to increase indirectly will have an impact on increasing the amount of waste that will be produced each year. Based on Makassar City Regional Regulation No. 4 of 2015 concerning Makassar City Spatial Planning 2015 – 2034 Untia Village is a center for medium-density housing activities, a center for high-density housing activities, a center for research and higher education services, and a center for maritime activities. This has caused Untia Sub-District to be targeted as one of the sub-districts with a high population in the future. The aim of this training is for the people in Makassar City, especially the Untia Village, to be able to manage their household waste into products with high economic value. So that this training activity has a positive impact on the community and the aquatic environment in the Untia village. The methods used in realizing this community service are presentations and practicum simulations. The results achieved from this training were that several participants were able to make products made from plastic waste (Sofa, Liquid Organic Fertilizer, and Brick) within 6 hours. In addition, the skills in making products that are owned after attending the training can be capital to increase income for the family.
PENDAMPINGAN PENYUSUNAN ADMINISTRASI DAN LAPORAN KEUANGAN PADA SMP MUHAMMADIYAH 2 CURUP KABUPATEN REJANG LEBONG Upi Niarti; Paddery Paddery; Raden Gunawan; Martin Apriyaldi; Agnes Inka Renata
RESONA : Jurnal Ilmiah Pengabdian Masyarakat Vol 7, No 1 (2023)
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah (LPPI) Universitas Muhammadiyah Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35906/resona.v7i1.1118

Abstract

SMP Muhammadiyah 2 Curup mengalami kendala untuk melakukan penyusun administrasi dan laporan keuangan Sekolah dikarenakan staf keuangan  tidak berlatar belakang Akuntansi hal ini membuat penyusunan laporan keuangan disusun dengan cara sangat sederhana dan tidak berdasarkan aturan Ilmu Akuntansi sedangkan laporan keuangan sekolah harus dilaporkan pada para Stakeholders sebagai pertanggungjawaban pengelolaan keuangan sekolah. Kegiatan pendampingan dilakukan dengan tahapan memberikan pemaparan tentang siklus Akuntansi keuangan pada organisasi Nirlaba meliputi pencatatan transaksi, membuat jurnal umum, posting ke buku besar, membuat neraca, laporan realisasi anggaran  laporan posisi keuangan..Kegiatan pendampingan ini melibatkan pihak manajemen sekolah yakni kepala Sekolah, Wakil Kepala Sekolah, perwakilan dewan guru, dan Staf Tata Usaha. Pendampingan penyusunan administrasi dan laporan keuangan sekolah ini bertujuan untuk memberikan pemahaman tentang aturan baku sistem akuntansi organisasi nirlaba pada SMP Muhammadiyah 2 Curup sehingga dapat diterapkan mulai dari pemberian nama-nama akun untuk setiap transaksi , pencatatan transaksi, penjurnalan hingga menyusun laporan keuangan sekolah.  Abstract.. SMP Muhammadiyah 2 Curup experienced problems in preparing administration and school financial reports because the financial staff did not have an accounting background, this made the preparation of financial statements in a very simple way and not based on the rules of Accounting Science, while school financial reports must be reported to the stakeholders as management accountability. school finances. Mentoring activities are carried out with the stages of providing an explanation of the financial accounting cycle in non-profit organizations including recording transactions, making general journals, posting to ledgers, making balances, reports on budget realization reports on financial position. This mentoring activity involves school management namely the principal, vice Principal, teacher council representatives, and Administrative Staff. Assistance in the preparation of school administration and financial reports aims to provide an understanding of the standard rules of the accounting system for non-profit organizations at SMP Muhammadiyah 2 Curup so that it can be applied starting from giving account names for each transaction, recording transactions, journalizing to compiling school financial reports.
PKM SOSIALISASI PENCEGAHAN PENYALAHGUNAAN NARKOBA BAGI PPGT DI JEMAAT TALLUNGPITU Hans Lura; Rigel Sampelolo
RESONA : Jurnal Ilmiah Pengabdian Masyarakat Vol 7, No 1 (2023)
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah (LPPI) Universitas Muhammadiyah Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35906/resona.v7i1.1431

Abstract

Program Kemitraan Masyarakat (PKM) yang diusulkan tahun anggaran 2022 bermitra dengan PPGT (Persekutuan Pemuda Gereja Toraja) Tallunglipu sebagai salah satu kelompok bentukan organisasi kepemudaan Gereja Toraja sebagai mitra yang bergerak di bidang kerohanian, dengan kegiatan dibidang kerohanian dan bidang sosial kemasyarakatan. PPGT Jemaat Tallunglipu ini berlokasi di Tallunglipu, kecamatan tallunglipu, kabupaten toraja utara, sulawesi selatan dengan jumlah anggota 600 orang. Permasalahan yang dihadapi ppgt adalah (a) belum adanya program preventif  penyalagunaan narkoba bagi ppgt di jemaat Tallunglipu. Solusi untuk menyelesaikan permasalahan yang dihadapi terkait masivenya pengruh narkoba yakni; (a) mengadakan sosialisasi pencegahan penyalagunaan narkoba bagi ppgt di jemaat Tallunglipu. Metode atau kegiatan untuk menyelesaikan masalah mitra akan dilaksanakan melalui langkah langkah sebagai berikut: (a) sosialisai program dan penyuluhan dengan menghadirkan anggota ppgt sebagai mitra dan pengurus jemaat; Luaran yang ditargetkan pada program pkm ini adalah luaran mitra, luaran  wajib dan luaran tambahan. Luaran mitra yang akan dihasilkan pada program ini adalah (a) terciptanya penguatan mental dan spiritual berdasarkan nilai nilai kristiani bagi (PPGT) di jemaat tallunglipu dalam pencegahan penyalagunaan narkoba.  Abstract. Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) proposed for the 2022 fiscal year is partnering with PPGT (Toraja Church Youth Association) Tallunglipu as one of the groups formed by the Toraja Church's youth organization as partners engaged in the spiritual field, with activities in the spiritual and social fields. PPGT Tallunglipu Congregation is located in Tallunglipu, Tallunglipu District, North Toraja Regency, South Sulawesi with 600 members. The problems faced by ppgt are (a) there is no drug abuse preventive program for ppgt in the Tallunglipu congregation. The solution to solving the problems faced is related to the massive drug influence, namely; (a) holding socialization on prevention of drug abuse for ppgt in the Tallunglipu congregation. Methods or activities to solve partners' problems will be carried out through the following steps: (a) program socialization and counseling by presenting PPGT members as partners and church administrators; The outputs targeted at this PKM program are partner outputs, mandatory outputs and additional outputs. The partners' outputs that will be produced in this program are (a) the creation of mental and spiritual strengthening based on Christian values for (PPGT) in the Talunglipu congregation in preventing drug abuse. outputs targeted at this PKM program are partner outputs, mandatory outputs and additional outputs. The partners' outputs that will be produced in this program are (a) the creation of mental and spiritual strengthening based on Christian values for (PPGT) in the Tallunglipu congregation in preventing drug abuse.
PENINGKATAN KAPASITAS MUBALLIGH DALAM PENGAJARAN MAKNA AL-QUR’AN Fahmi Irfanudin; Cahyo Setiadi Ramadhan; Fathurrahman Kamal
RESONA : Jurnal Ilmiah Pengabdian Masyarakat Vol 7, No 1 (2023)
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah (LPPI) Universitas Muhammadiyah Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35906/resona.v7i1.1360

Abstract

Al-Quran merupakan sekumpulan firman Allah yang turun kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Al-Qur'an juga diyakini sebagai pengajaran ataupun petunjuk bagi setiap manusia khususnya umat muslim, yaitu yang membacanya ataupun yang memahami maknanya. Kondisi tersebut menjadikan setiap umat muslim perlu bisa memahami makna dari ayat-ayat al-Qur’an. Namun faktanya masih banyak umat Islam yang kurang memahami isi al-Qur'an. Kondisi tersebut dapat terjadi dikarenakan beberapa faktor. Salah satunya karena kurangnya pengajar yang mampu mengajarkan makna al-Qur'an secara ringkas dan baik. Salah satu metode yang ringkas dalam pengajaran makna al-Qur’an yaitu metode TablighQu. Para muballigh perlu diajarkan metode tersebut sehingga mereka dapat mengajarkan makna al-Qur'an dengan lebih optimal kepada masyarakat. Program ini memfasilitasi pelatihan pengajaran metode tersebut bagi para muballigh Muhammadiyah di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta. Setelah dilaksanakan kegiatan, para muballigh menilai positif kegiatan pelatihan yang dilaksanakan, baik dari sisi metode, penjelasan pemateri, dan juga fasilitas pelatihan. Mayoritas memahami materi yang disampaikan dan berkomitmen untuk mengajarkannya pada masyarakat. Dapat disimpulkan bahwa kegiatan yang dilaksanakan berhasil dan bermanfaat.  Abstract. Al-Quran is a collection of God's words that came down to the Prophet Muhammad sallallaahu 'alaihi wa sallam. Al-Qur'an is also believed to be teaching or guidance for every human being, especially Muslims, namely those who read it or who understand its meaning. These conditions make every Muslim need to be able to understand the meaning of the verses of the Koran. But in fact there are still many Muslims who do not understand the contents of the Qur'an. This condition can occur due to several factors. One of them is due to the lack of teachers who are able to teach the meaning of the Qur'an in a concise and good manner. One of the concise methods in teaching the meaning of the Qur'an is the TablighQu method. The preachers need to be taught this method so that they can teach the meaning of the Qur'an more optimally to the public. This program facilitates training in teaching this method for Muhammadiyah preachers in the Special Region of Yogyakarta. After the activities were carried out, the preachers positively assessed the training activities carried out, both in terms of methods, explanations from the speakers, and also training facilities. The majority understand the material presented and are committed to teaching it to the public. It can be concluded that the activities carried out were successful and useful.
PENINGKATAN KAPASITAS SDM KEUANGAN MELALUI IMPLEMENTASI TRI PANTANGAN DI KALURAHAN BANGUNJIWO, KASIHAN, BANTUL Sri Ayem; Titisa Ballerina; Umi Wahidah; Agaphe Christian Abinowo; Sri Mujiyanti; Atik Hermawati
RESONA : Jurnal Ilmiah Pengabdian Masyarakat Vol 7, No 1 (2023)
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah (LPPI) Universitas Muhammadiyah Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35906/resona.v7i1.1247

Abstract

Kelurahan Bangunjiwo merupakan salah satu kelurahan yang ada di wilayah Kecamatan Kasihan, Kabupaten Bantul yang menerima pendanaan dana desa paling besar pada tahun 2021. Pemberian dana desa tersebut harus dibarengi dengan kompetensi agar mampu mengelola sesuai dengan peraturan yang berlaku, sehingga mampu mewujudkan tata kelola keuangan yang baik. Permasalahan yang dihadapi Kelurahan Bangunjiwo dalam pengelolaan keuangan dana desa yaitu keterbatasan kompetensi sumberdaya bidang keuangan. Tujuan dari kegiatan abdimas ini adalah untuk pengembangan kapasitas sumberdaya keuangan agar memahami peraturan pengelolaan dana desa, memperoleh pemahaman prinsip akuntansi, serta menyelenggarakan pelatihan dengan abdimas skema kemitraan. Selain itu pengabdi juga akan memberikan sosialisasi implementasi Tri Pantangan dalam pengelolaan keuangan dana desa, sebagai bekal moral PPKD. Pelaksanaan pengabdian masyarakat menggunakan metode observasi, sosialisasi, dan pelatihan yang dihadiri 22 peserta yang terdiri unsur PPKD. Tindaklanjut dari Abdimas ini antara lain dapat dilakukan pendampingan pengelolaan keuangan desa, terutama menggunakan accrual basis dimana Kementrian Keuangan RI mewacanakan pelaporan keuangan dana desa akan berubah dari kas basis menjadi accrual basis akrual.  Abstract. Bangunjiwo Village is one of the sub-districts in the Kasihan District area, Bantul Regency which has received the largest village fund funding in 2021. The provision of village funds must be accompanied by competence so that they are able to manage in accordance with applicable regulations, so as to be able to realize good financial governance. Good. The problem faced by the Bangunjiwo Village in the financial management of village funds is the limited competence of financial resources. The purpose of this abdimas activity is to develop the capacity of financial resources to understand village fund management regulations, gain an understanding of accounting principles, and organize training with partnership scheme abdimas. In addition, the servant will also provide socialization on the implementation of the Tri Abstinence in managing village fund finances, as a moral provision for PPKD. The implementation of community service used observation, socialization, and training methods which were attended by 22 participants consisting of PPKD elements. The follow-up from Abdimas includes assisting village financial management, especially using an accrual basis where the Ministry of Finance of the Republic of Indonesia discussed that the financial reporting of village funds would change from a cash basis to an accrual basis.

Page 1 of 2 | Total Record : 15