cover
Contact Name
Miftakhul Jannah
Contact Email
miftakhuljannah@unesa.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jptt@unesa.ac.id
Editorial Address
Universitas Negeri Surabaya Lidah Wetan Surabaya 60213 Jawa Timur - Indonesia
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan
ISSN : 20871708     EISSN : 25979035     DOI : https://doi.org/10.26740/jptt.v13n1
JPTT: Jurnal Psikologi Teori dan Terapan accepts manuscript research results in the fields of educational psychology, developmental psychology, clinical psychology, social psychology, industrial & organizational psychology, but not limited to: Personality and Learning Learning Interventions Teaching Strategies Education of Children with Special Needs Education of Gifted Children Counselling in Education Development of Children, Adolescents, Adults, and the Elderly Developmental Problems Parenting Strategies Quality of Life Personality Disorder Behaviour Modification Counselling and Psychotherapy Psychosis Disorders Psychological Intervention Social Transformation Social Intervention Employee Engagement Aggressive Behavior Prosocial Behavior Group Conformity Customer Satisfaction Organizational Leadership Organizational Commitment Work Motivation Work Stress
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol. 12 No. 1 (2021)" : 8 Documents clear
Pembentukan Identitas Kolektif pada Gerakan Konservasi Mangrove: The Collective Identity Formation of a Mangrove Conservation Movement Akhmad Fauzie; Suryanto Suryanto; Andik Matulessy
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 12 No. 1 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (584.201 KB) | DOI: 10.26740/jptt.v12n1.p19-36

Abstract

This study aims to understand the collective identity formation of Kelompok Pantai Lestari (KPL) as the mangrove conservation movement. This study employed a qualitative method with a constructivist grounded theory. The subjects of this study were 4 peoples who are the founders of KPL. Data were collected using in-depth interviews and analyzed through the steps from open, axial, and selective codings to the creation of a conceptual model of the collective identity formation in a mangrove conservation movement. The social representation theory was used as the framework that guided the data analysis. The results show that the foundation of the KPL as a conservation movement was related to the production of social knowledge among existing conservation groups on the importance of ecological values for improving welfare. KPL has been playing major role in producing local wisdom on environmental conservation and advocating the making of local regulations which put scientific knowledge into practice. The KPL’s mangrove conservation initiatives indicates that coastal communities have the potential to become a thinking society in environmental preservation; thus, it can be a reference for social engineering in environmental conservation that emphasizes on the collective action and identity. Keywords: Collective identity, conservation, social movement, social representation   Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk memahami pembentukan identitas kolektif pada Kelompok Pantai Lestari KPL) sebagai gerakan konservasi mangrove. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode constructivist grounded theory. Subjek penelitian adalah pendiri KPL berjumlah 4 orang. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan dianalisis mengikuti tahapan pengolahan data dari pengkodean open, axial, dan selektif hingga pembuatan model konseptual pembentukan identitas kolektif gerakan konservasi mangrove. Teori representasi sosial dimanfaatkan dalam interpretasi data. Hasil analisis menunjukkan lahirnya KPL sebagai gerakan konservasi menandai cara kerja representasi sosial yang berpusat pada produksi pengetahuan sosial tentang kelembagaan kelompok konservasi dan pentingnya nilai ekologis untuk peningkatan kesejahteraan. KPL berperan besar dalam memproduksi kearifan lokal dengan mengadvokasi lahirnya peraturan daerah yang mengkonstruksi pengetahuan ilmiah menjadi pengetahuan praktis dalam kehidupan sehari-hari. Keberhasilan KPL sebagai gerakan konservasi mangrove menunjukkan bahwa masyakat pesisir memiliki potensi sebagai sebuah masyarakat berpikir, dan dapat menjadi contoh rekayasa sosial dalam gerakan konservasi yang mengandalkan pada tindakan dan identitas kolektif.
Eksplorasi Implementasi Circle Time pada Sekolah Dasar yang Menerapkan Gerakan Sekolah Menyenangkan: Exploration of Circle Time Implementation in Elementary Schools of Gerakan Sekolah Menyenangkan Rizqi Hanabella; Theresia Novi Poespita Candra
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 12 No. 1 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (472.189 KB) | DOI: 10.26740/jptt.v12n1.p1-18

Abstract

This study aims to explore the effectiveness of circle time method as perceived by both teachers and students in the elementary schools that implement "Joyful Learning Movement” or Gerakan Sekolah Menyenangkan (GSM). The participants consisted of 22 students and 7 teachers from four elementary schools that implement GSM in Yogyakarta, Indonesia. A qualitative method was used, and data were collected using interviews and focus group discussions. Content analysis was used to analyze the data. The findings can be categorized in three themes, namely the benefits, supporting factors, and challenges of the circle time implementation. The benefits of circle time are indicated by the perceived improvement of children in terms of self-confidence, self-management, academic motivation, empathy, social skills, and active learning style. The supporting factors for circle time implementation as reported by participants include GSM itself, the flexibility in implementing circle time, and the teachers’ open-mindedness. For the challenging factors, participants suggest that limited time, available space, solid learning materials or curriculum, and students’ internal conditions are the main factors. The research findings can contributes to the better implementation of circle time in elementary schools. Keywords: Circle time, emotional-social learning, elementary school   Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap efektivitas circle time di Sekolah Dasar yang mengikuti Gerakan Sekolah Menyenangkan (GSM) dari sudut pandang guru maupun murid. Partisipan penelitian terdiri atas 22 murid dan 7 guru dari empat sekolah dasar GSM di Yogyakarta, Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan wawancara dan focus group discussion sebagai teknik koleksi data. Analisis konten digunakan untuk menganalisis data. Hasil penelitian menunjukkan manfaat, faktor pendukung, dan penghambat dalam penerapan circle time. Manfaat circle time ditunjukkan dengan persepsi subjek atas peningkatan kualitas siswa dalam kepercayaan diri, manajemen diri, motivasi akademik, empati, keterampilan sosial, dan gaya belajar yang lebih aktif. Sedangkan faktor pendukung circle time adalah GSM itu sendiri, fleksibilitas dalam pelaksanaan circle time, dan keterbukaan pikiran dari guru. Adapun faktor penghambat adalah keterbatasan waktu, tempat, materi pembelajaran dan kurikulum yang padat, serta faktor internal dari siswa sendiri. Hasil penelitian ini dapat memberikan wawasan yang berguna untuk sekolah dasar yang menerapkan circle time di sekolahnya.
Perilaku Keselamatan Kerja sebagai Moderator Hubungan antara Motivasi dan Kepuasan Kerja pada Pekerja Konstruksi: The Occupational Safety Behavior as a Moderator of the Relationship between Motivation and Job Satisfaction in Construction Workers Hari Rarindo; Dian Bagus Mitreka Satata
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 12 No. 1 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (256.697 KB) | DOI: 10.26740/jptt.v12n1.p52-63

Abstract

Job satisfaction is a positive affective behavior related to emotions and psychological health in the field of work. Motivation is the desire to do something as a result of internal and external motivation. Work safety behavior is positive behavior towards work accident prevention measures. This study aims to determine the effect of moderation of work safety behavior on the relationships between motivation and job satisfaction in construction workers. The research used a quantitative approach with a correlational explanatory design. The total number of 159 respondents from construction companies were involved in this study. The sampling techniques were purposive and snowball samplings. Data were collected using work extrinsic and intrinsic motivation scale (WEIMS), work safety scale, and job satisfaction survey (JSS). Data were analyzed using moderated regression analysis (MRA). The results showed that there is a significant correlation between motivation and job satisfaction; and work safety behavior can moderate the motivation and job satisfaction relationships in construction workers. Keywords: Job satisfaction, motivation, work safety behavior, construction workers   Abstrak: Kepuasan kerja merupakan perilaku afektif positif yang berhubungan dengan emosi dan kesehatan psikologis pada bidang pekerjaannya. Motivasi adalah keinginan untuk melakukan sesuatu akibat dari dorongan internal maupun eksternal. Perilaku keselamatan kerja adalah perilaku positif terhadap tindakan pencegahan kecelakaan kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek moderasi perilaku keselamatan kerja pada hubungan motivasi dan kepuasan kerja pada pekerja kontraktor. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksplanatori korelasional. Teknik pengambilan sampel yaitu purposive sampling dan snowball sampling. Sejumlah 159 responden dari dua perusahaan konstruksi terlibat dalam penelitian ini. Pengambilan data dilakukan menggunakan work extrinsic and intrinsic motivation scale (WEIMS), skala keselamatan kerja, dan job satisfaction survey (JSS). Data dianalisis menggunakan moderated regression analysis (MRA). Hasil menunjukkan terdapat hubungan antara motivasi dengan kepuasan kerja dan perilaku keselamatan kerja dapat memoderasi hubungan motivasi dengan kepuasan kerja pada pekerja konstruksi.
Pengaruh Kelebihan Informasi Inkonsisten Terhadap Ketidakpedulian dengan Pembenaran Sistem Sebagai Kovariabel: The Effect of Inconsistent Information Overload on Ignorance with the System Justification as a Covariable Fakhirah Inayaturrobbani; Melani Jayanti; Latifatul Fazriyah; Pancaring Aruno; Rahmat Hidayat
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 12 No. 1 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (224.499 KB) | DOI: 10.26740/jptt.v12n1.p92-102

Abstract

With the rising of digital innovation, the phenomenon of overload and inconsistent information has reached an alarming point. The inconsistent information overload will cause individual’s cognitive and psychological discomfort. Therefore, individuals tend to develop coping mechanisms such as ignoring the overload information deliberately and rely on the prevailing social norm. This study assessed the effect of the inconsistent and overloaded economic information on students' ignorance with the justification system as a covariable. A between-subjects experimental design was used with one control group and two treatment groups. The participants are 90 undergraduate students majoring in non-economics studies in Yogyakarta. The results of ancova showed that the inconsistent and overload information either at high or low-intensity levels, with system justification as a covariable, did not affect students' ignorance. Further, anova was employed to distinguish the mean between groups, and there are no significant differences between low and high-intensity information overload. Further research needs to involve more internal and external factors that influence ignorance. Keywords: information overload, inconsistency, ignorance, system justification   Abstrak: Maraknya inovasi digital membuat fenomena informasi yang berlebihan dan tidak konsisten telah mencapai titik yang mengkhawatirkan. Informasi yang berlebihan dan tidak konsisten akan menyebabkan ketidaknyamanan psikologis pada individu. Karena itu, individu cenderung mengembangkan mekanisme koping seperti mengabaikan informasi yang berlebihan dan mengandalkan norma sosial yang berlaku. Penelitian ini mengkaji pengaruh ketidakonsistenan dan kelebihan informasi ekonomi terhadap ketidakpedulian mahasiswa dengan sistem justifikasi sebagai kovariabel. Penelitian ini menggunakan desain eksperimen between subject design dengan satu kelompok kontrol dan dua kelompok perlakuan. Partisipan adalah 90 mahasiswa S1 berasal dari jurusan non ekonomi yang kuliah di Yogyakarta. Hasil analisis ANAKOVA menunjukkan bahwa informasi yang tidak konsisten dan berlebihan baik pada tingkat intensitas tinggi maupun rendah, dengan justifikasi sistem sebagai kovariabel, tidak mempengaruhi ketidaktahuan siswa. Selanjutnya, analisis anova digunakan untuk membedakan rata-rata antara kelompok, dan tidak ada perbedaan yang signifikan antara kelebihan informasi intensitas rendah dan tinggi. Penelitian selanjutnya perlu lebih banyak melibatkan faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi ketidakpedulian.
Budaya Organisasi Pembelajaran sebagai Moderator Hubungan antara Core Self-Evaluation dengan Kreativitas Karyawan: Organizational Learning Culture as a Moderator of the Relationship between Core Self-Evaluation and Employee Creativity Prita Adwi Minandarin Shamara; Arum Etikariena
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 12 No. 1 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (342.125 KB) | DOI: 10.26740/jptt.v12n1.p103-116

Abstract

The aim of this research was to determine whether organizational learning culture plays a role as a moderator in the relationship between core self-evaluation and employee creativity. Data were gathered from three variety of industry in Indonesia, such as the state-owned bank industry, broadcast industry, and technology information industry, with N = 179 (52% woman, average age 22-30 years, average unmarried status, and S1 educational background) using cross sectional study. The analysis method for this study was a simple moderation technique from Hayes) and Harman’s single factor test technique for testing common method bias. The result of study showed that there were no significant interaction effect between core self-evaluation and organizational learning culture towards employee creativity. This result supports previous research which found that organizational learning culture had no significant role in strengthening the relationship between domain expertise, creative personality, and employee creativity.  Key words: Core self-evaluation, creativity, organizational learning culture   Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah budaya organisasi pembelajaran dapat menjadi moderator pada hubungan langsung antara core self-evaluation dengan kreativitas karyawan. Data diambil dari tiga jenis industri di Indonesia, seperti industri bank BUMN, industri penyiaran, dan industri teknologi dan informasi dengan N = 179 (52% perempuan; rata-rata usia 22-30 tahun, rata-rata berstatus lajang, dengan latar belakang pendidikan terakhir S1) melalui teknik penelitian cross sectional study. Proses analisis data menggunakan analisis moderasi sederhana dari Hayes dan teknik Harman’s single factor test untuk menguji common method bias. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa tidak adanya efek interaksi yang signifikan antara core self-evaluation dan budaya organisasi pembelajaran terhadap kreativitas karyawan. Hasil ini mendukung penelitian sebelumnya yang menyatakan bahwa budaya organisasi pembelajaran tidak memiliki peran secara signifikan dalam menguatkan hubungan antara domain expertise, creative personality dengan kreativitas karyawan.
Mengeksplorasi Hubungan Orientasi Pembelajaran, Persepsi Dukungan Organisasi, dan Perilaku Kerja Inovatif pada Karyawan Management Trainees: Exploring the Relationship between Learning Orientation, Perceived Organizational Support, and Innovative Work Behavior on Management Trainees Resta Maharani Adila Putri; Aditya Nanda Priyatama; Pratista Arya Satwika
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 12 No. 1 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (293.832 KB) | DOI: 10.26740/jptt.v12n1.p37-51

Abstract

Companies must prepare their workers so they can have a competitive advantage in order to face the industrial revolution 4.0 by increasing innovative work behavior. Innovative work behavior is influenced by internal and external factors, two of which are learning orientation and perceived organizational support. However, there are only few studies that examine the relationships of internal and external factors together with innovative work behavior. The purpose of this study was to explore the relationships between learning orientation, perceived organizational support, and innovative work behavior on management trainees in a state-owned construction company. A sample of 91 respondents were selected using a simple random sampling. Data were collected using the scales of innovative work behavior, learning orientation, and perceived organizational support, and analyzed using multiple linear regression. The results show that there is a positive significant correlation between learning orientation, perceived organizational support, and innovative work behavior simultaniously. The positive and significant correlation is also found in the partial relationships between learning orientation and innovative work behavior, as well as between perceived organizational support and innovative work behavior. Keywords: Innovative work behavior, learning orientation, organizational support   Abstrak: Perusahaan harus mempersiapkan pekerjanya agar dapat memiliki keunggulan kompetitif untuk menghadapi revolusi industri 4.0 dengan meningkatkan perilaku kerja inovatif. Perilaku kerja inovatif dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal, dua diantaranya adalah orientasi pembelajaran dan persepsi dukungan organisasi. Namun masih sedikit penelitian yang meneliti hubungan faktor internal dan eksternal secara bersama-sama dengan perilaku kerja inovatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara orientasi pembelajaran dan persepsi dukungan organisasi dengan perilaku kerja inovatif pada karyawan management trainee di sebuah perusahaan pemerintah bidang konstruksi. Sampel penelitian berjumlah 91 karyawan yang diseleksi menggunakan simple random sampling. Data dikumpulkan menggunakan skala perilaku kerja inovatif, orientasi pembelajaran, dan persepsi dukungan organisasi, dan dianalisis menggunakan regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara orientasi pembelajaran dan persepsi dukungan organisasi dengan perilaku kerja inovatif. Hasil analisis juga menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif signifikan baik antara orientasi pembelajaran dengan perilaku kerja inovatif, maupun antara persepsi dukungan organisasi dengan perilaku kerja inovatif.
Peran Kreativitas dalam Memediasi Hubungan Rasa Ingin Tahu dengan Motivasi Akademik Pada Mahasiswa Seni: The Role of Creativity in Mediating the Relationship between Curiosity and Academic Motivation in Art Students Wardah Arum Bayuningrum; Iswinarti Iswinarti; Muhammad Salis Yuniardi
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 12 No. 1 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (231.991 KB) | DOI: 10.26740/jptt.v12n1.p81-91

Abstract

Motivation and curiosity are the important aspects of learning. For art students, curiosity can provide stimulation or encouragement to be more interested in active learning and making works of art. Art students can also be expected to have a high level of creativity in order to maximize their ideas, concepts, and representations of works. Supported by high curiosity and creativity, students' academic motivation can be increased. The purpose of this study was to determine the effect of curiosity on academic motivation mediated by creativity in art students. This study involved 180 art students. The quantitative cross-sectional research was used, and mediated regression analysis method was employed to nalayze the data. The instruments used were the Indonesian adaptation scale of the short version of the AMS (Academic Motivation Scale), the Curiosity and Exploration Inventory-II, and the Kaufman of Creativity Scale (K-DOCS). The results showed that there is a direct effect of curiosity on academic motivation, while creativity indirectly affect the relationship between curiosity and academic motivation. The result of this study indicates that a high curiosity and creativity are expected in art students because these aspects enable them to boost their motivation and create their art works. Key words: Curiosity, creativity, academic motivation, art students Abstrak: Motivasi dan rasa ingin tahu adalah aspek penting dalam pembelajaran. Pada mahasiswa seni, rasa ingin tahu dapat memberi rangsangan untuk aktif dalam pembelajaran maupun pembuatan karya seni. Mahasiswa seni diharapkan memiliki  kreativitas yang tinggi agar dapat memaksimalkan ide, konsep dan representasi karya. Dengan didukung rasa ingin tahu dan kreativitas yang tinggi, motivasi akademik mahasiswa juga dapat menjadi lebih meningkat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya peran rasa ingin tahu terhadap motivasi akademik yang dimediasi oleh kreativitas pada mahasiswa seni. Penelitian ini melibatkan 180 mahasiswa seni. Pendekatan kuantitatif cross-sectional digunakan, dan teknik mediated regression analysis dimanfaatkan untuk analisis data. Penelitian ini menggunakan alat ukur skala adaptasi berbahasa Indonesia versi singkat AMS (Academic Motivation Scale), The curiosity and exploration inventory-II, dan menggunakan Kaufman of Creativity Scale (K-DOCS). Hasil penelitian menunjukkan adanya peran langsung rasa ingin tahu terhadap motivasi akademik, dan kreativitas berperan tidak langsung dalam hubungan antara rasa ingin tahu dengan motivasi akademik. Hasil penelitian ini mengindikasikan bahwa mahasiswa seni diharapkan memiliki aspek rasa ingin tahu dan kreativitas yang tinggi agar motivasi belajar mereka meningkat dan dapat mencipatkan karya-karya seni sesuai tugas belajar mereka.
Aplikasi Teknik Shaping dan Token Ekonomi untuk Meningkatkan Durasi Perilaku On-Task pada Anak dengan ADHD : The Application of Shaping Technique and Token Economy to Increase On-Task Behavior in a Child with ADHD Ida Ayu Gede Kusumaastuti Widihapsari; Nono Hery Yoenanto
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 12 No. 1 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (301.145 KB) | DOI: 10.26740/jptt.v12n1.p64-80

Abstract

Children with ADHD usually have difficulty on performing on-task behaviors, that relates to their ability of sustaining attention. This problem often results in poor academic performance and academic failure at school. Therefore, intervention is required to increase their on-task behavior that can improve the ability to sustain their attention. Behavior modification with shaping technique has been proved effective for treating ADHD children with attention problem. This study used shaping technique and token economy as the reinforcement technique to increase the duration of on-task behavior. The participant of this study was a 7-year-8-months-old boy who met some criteria of ADHD predominantly inattentive type in DSM V. The research method used is single subject with ABA design. This study used four instruments, namely ADHD-criterion checklist, ABC observation sheet, behavior observation sheet, and reinforcement inventory. The result showed that shaping technique can increase the duration of on-task behavior gradually from 3 until 16 minutes, but decreased until 13 minutes in post-intervention. This increase occurs since the shaping and token system were applied simultaneously, and extraneous variables were controlled. Keywords: ADHD, predominantly inattentive type, on-task behavior, shaping technique, token economy Abstrak: Anak-anak dengan ADHD mengalami kesulitan dalam menampilkan perilaku on-task yang berhubungan dengan kemampuan mempertahankan perhatian. Hal ini menyebabkan kinerja akademik yang lemah dan kegagalan akademik di sekolah. Untuk meminimalkan dampak tersebut, intervensi dibutuhkan untuk me-ningkatkan perilaku on-task yang dapat meningkatkan kemampuan mempertahankan perhatian. Penelitian ini menggunakan intervensi dengan teknik shaping dan token economy untuk meningkatkan durasi perilaku on-task. Seorang anak laki-laki yang didiagnosa ADHD predominantly inattentive type berdasarkan kriteria DSM V menjadi partisipan. Metode yang digunakan adalah single subject dengan desain ABA, meliputi pre test, intervensi, dan post-test. Empat jenis instrument digunakan untuk koleksi data, yaitu lembar checklist kriteria ADHD, lembar observasi ABC, lembar observasi perilaku, dan reinforcement inventory. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknik shaping dapat meningkatkan durasi perilaku secara bertahap dari 3 hingga 16 menit, namun menurun sampai 13 menit saat pasca intervensi. Peningkatan durasi perilaku on-task terjadi karena penerapan teknik shaping dan token economy secara bersamaan, serta adanya kontrol terhadap variabel eksternal yang dapat mengganggu atensi partisipan.

Page 1 of 1 | Total Record : 8


Filter by Year

2021 2021


Filter By Issues
All Issue Vol. 16 No. 03 (2025): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 16 No. 02 (2025): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 16 No. 01 (2025): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 15 No. 02 (2024): Vol. 15 No. 2 (2024): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 15 No. 01 (2024): Vol. 15 No. 1 (2024): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 15 No. 03 (2024): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 14 No. 03 (2023): Vol. 14 No. 3 (2023): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 14 No. 2 (2023): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 14 No. 1 (2023): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 13 No. 3 (2022): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 13 No. 2 (2022): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 13 No. 1 (2022): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 11 No. 3 (2021): EDISI KHUSUS: Dimensi Psikologis Pandemi COVID-19 Vol 11, No 3 (2021): EDISI KHUSUS: Dimensi Psikologis Pandemi COVID-19 Vol. 12 No. 1 (2021) Vol 11, No 2 (2021) Vol. 11 No. 2 (2021) Vol. 11 No. 1 (2020) Vol 11, No 1 (2020) Vol. 10 No. 2 (2020) Vol 10, No 2 (2020) Vol 10, No 1 (2019) Vol. 10 No. 1 (2019) Vol 9, No 2 (2019) Vol. 9 No. 2 (2019) Vol 9, No 1 (2018): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 9, No 1 (2018): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 9 No. 1 (2018): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 8, No 2 (2018): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 8 No. 2 (2018): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 8, No 2 (2018): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 8 No. 1 (2017): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 8, No 1 (2017): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 8, No 1 (2017): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 7, No 2 (2017): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 7 No. 2 (2017): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 7, No 2 (2017): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 7, No 1 (2016): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 7 No. 1 (2016): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 7, No 1 (2016): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 6, No 2 (2016): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 6 No. 2 (2016): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 6, No 2 (2016): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 6, No 1 (2015): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 6, No 1 (2015): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 6 No. 1 (2015): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 5, No 2 (2015): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 5, No 2 (2015): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 5 No. 2 (2015): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 5, No 1 (2014): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 5, No 1 (2014): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 5 No. 1 (2014): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 4, No 2 (2014): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 4 No. 2 (2014): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 4, No 2 (2014): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 4, No 1 (2013): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 4, No 1 (2013): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 4 No. 1 (2013): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 3, No 2 (2013): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 3 No. 2 (2013): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 3, No 2 (2013): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 3, No 1 (2012): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 3, No 1 (2012): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 3 No. 1 (2012): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 2, No 2 (2012): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 2 No. 2 (2012): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 2, No 2 (2012): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 2, No 1 (2011): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 2 No. 1 (2011): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 2, No 1 (2011): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 1 No. 2 (2011): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 1, No 2 (2011): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 1, No 2 (2011): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 1, No 1 (2010): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 1, No 1 (2010): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 1 No. 1 (2010): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan More Issue