Jurnal Psikologi Teori dan Terapan
JPTT: Jurnal Psikologi Teori dan Terapan accepts manuscript research results in the fields of educational psychology, developmental psychology, clinical psychology, social psychology, industrial & organizational psychology, but not limited to: Personality and Learning Learning Interventions Teaching Strategies Education of Children with Special Needs Education of Gifted Children Counselling in Education Development of Children, Adolescents, Adults, and the Elderly Developmental Problems Parenting Strategies Quality of Life Personality Disorder Behaviour Modification Counselling and Psychotherapy Psychosis Disorders Psychological Intervention Social Transformation Social Intervention Employee Engagement Aggressive Behavior Prosocial Behavior Group Conformity Customer Satisfaction Organizational Leadership Organizational Commitment Work Motivation Work Stress
Articles
531 Documents
Kualitas Pernikahan pada Keluarga yang Terdampak Ekonomi selama Pandemi COVID-19
Sholihah, Kholifah Umi;
Rahmadian, Laksmi
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 11, No 3 (2021): EDISI KHUSUS: Dimensi Psikologis Pandemi COVID-19
Publisher : Universitas Negeri Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (175.795 KB)
|
DOI: 10.26740/jptt.v11n3.p293-303
The quality of marriage is an important issue for every family. The marital quality depends on how each partner can manage the obstacles that were present in their life, one of which is the economic impact of the COVID-19 pandemic. The purpose of this research was to examine the quality of marriage of families who are economically affected during the pandemic. The method was a descriptive quantitative with the total number of 102 subjects who were recruited using convenience sampling. The main criteria used for selecting subjects was that they were married and economically affected due to the pandemic. Data were analyzed using cross-tabulation analysis. The result shows that people who are economically affected due to the COVID-19 pandemic has a moderate level of marital quality. The result of this study is expected to be used by the government as a basis for making programs to improve the quality of marriage among families who are economically affected during the COVID-19 pandemic.Keywords: Marital quality, COVID-19 pandemic, economic impact Abstrak: Kualitas pernikahan merupakan sesuatu yang penting bagi setiap keluarga. Baik tidaknya kualitas pernikahan tentu saja bergantung dari bagaimana setiap pasangan bisa mengelola rintangan yang hadir dalam kehidupannya, salah satunya seperti dampak ekonomi selama pandemi COVID-19. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menge-tahui gambaran kualitas pernikahan pada keluarga yang terdampak secara ekonomi selama pandemi. Metode penelitian ini adalah metode kuantitatif deskriptif dengan jumlah sampel 102 orang yang telah menikah dan terdampak secara ekonomi selama pandemi. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan convenience sampling. Data dianalisis menggunakan cross-tabulation dengan bantuan program statistik. Dari hasil yang didapatkan, dapat disimpulkan bahwa kualitas pernikahan keluarga yang terdampak ekonomi selama pandemi memiliki tingkat kualitas sedang. Hasil penelitian ini diharapkan bisa digunakan oleh pemerintah sebagai dasar untuk membuat program dalam rangka untuk meningkatkan kualitas pernikahan pada keluarga yang terdampak ekonomi selama pandemi COVID-19.
Work Enjoyment dan Organizational Citizenship Behavior pada Karyawan PT. Petrokimia Kayaku
Nugroho, Septiyan;
Puspitadewi, Ni Wayan Sukmawati
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 6, No 1 (2015): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan
Publisher : Universitas Negeri Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (240.6 KB)
|
DOI: 10.26740/jptt.v6n1.p9-17
Organizational Citizenship Behavior is one form of behavior of employeesthat shows the tendency to be cooperative in an organization.This research holds a purpose to test the correlation between Work Enjoyment and Organizational Citizenship Behavior in PT Petrokimia Kayaku Gresik. This research used quantitative approach which focuses on correlational research design. The number of population in this research was 170 people and the samples obtained were 63 people that was selected using random sampling technique. Questionnaire was chosen as the way to collect the data needed in this research. There were two kinds of questionnaires whichwere developed by the researcher to determine Organizational Citizenship Behavior’s scale and workenjoyment’s scale. The data analysis used was product moment’s correlation. According to the data analysis, there is a significant correlation between work enjoyment and Organizational Citizenship Behavior, with the correlation coefficient 0,861 and p = 0,000 that indicates high and significant correlation. Abstrak: Organizational Citizenship Behavior merupakan salah satu bentuk perilaku dari karyawan yang menunjukkan kecenderungan untuk koperatif dalam suatu organisasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara Work Enjoyment dengan perilaku Organizational Citizenship Behavior pada Karyawan PT Petrokimia Kayaku Gresik. Penelitian dilakasanakan dengan pendekatan kuantitatif dengan rancangan penelitian korelasional. Jumlah populasi pada penelitian ini sebesar 170 orang, sampel diambil dengan menggunakan random sampling sehingga didapat jumlah sampel sebanyak 63 orang. Pengambilan data pada penelitian ini menggunakan kuesioner yang dikembangkan oleh peneliti yaitu skala Organizational Citizenship Behavior dan skala work enjoyment. Analisis data menggunakan korelasi product moment. Berdasarkan hasil analisis data ada hubungan yang signifikan antara work enjoyment dengan Organizational Citizenship Behavior dengan Â
Peran Perfeksionisme Orientasi Diri dalam Memediasi Pengaruh Gaya Pengasuhan Orang Tua terhadap Efikasi Diri Keputusan Karier Siswa
Utami, Annisa Nurul;
Suharso, Puji Lestari;
Salim, Rose Mini Agoes
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 10, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (127.648 KB)
|
DOI: 10.26740/jptt.v10n1.p15-30
This present study aimed to analyze the role of self-oriented perfectionism in mediating the effect of fathers’ and mothers’ parenting styles on Career Decision Self-Efficacy (CDSE) among students in Grade 11 Senior High School. The participants of the study comprised 179 students who were selected through convenience sampling method. This study employed three instruments, namely Career Decision Self-Efficacy Short Form, Parental Authority Questionnaire, and Multidimensional Perfectionism Scale. Data were analyzed by Hayes’s PROCESS Macro. Generally, the results show that fathers’ permissive parenting and mothers’ authoritarian parenting have an influence on the degree of CDSE among students which is mediated by self-oriented perfectionism. Moreover, the effect of fathers’ authoritative parenting predicts CDSE directly without the mediation effect of self-oriented perfectionism, whilst mothers’ authoritative parenting influences CDSE both directly and indirectly. Therefore, considering the actualization of proper parenting styles is necessary in order to build perfectionism personality which supports students’ effectiveness in career decision making.Keywords: Career decision self-efficacy, parenting styles, self-oriented perfectionism, studentsAbstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran perfeksionisme orientasi diri dalam memediasi pengaruh gaya pengasuhan ayah dan ibu terhadap Efikasi Keputusan Diri Keputusan Karir (Career Decision Self-Efficacy/CDSE)  siswa kelas XI SMA. Sebanyak 178 partisipan terkumpul melalui teknik convenience sampling dalam pengisian tiga macam skala, yaitu Career Decision Self-Efficacy Short Form, Parental Authority Questionnaire, dan Multidimensional Perfectionism Scale yang sudah dilakukan adaptasi ke dalam Bahasa Indonesia. Data dianalisis dengan menggunakan PROCESS Macro dari Hayes. Secara umum, hasil uji menemukan bahwa gaya pengasuhan permisif ayah dan gaya pengasuhan otoriter ibu berpengaruh terhadap tingkat CDSE siswa melalui perfeksionisme orientasi diri. Sementara itu, pengaruh dari gaya pengasuhan otoritatif ayah terhadap tingkat CDSE siswa hanya terjadi secara langsung. Adapun pengaruh dari gaya pengasuhan otoritatif ibu terhadap tingkat CDSE siswa dapat terjadi baik secara langsung atau tidak langsung melalui mediasi perfeksionisme orientasi diri. Untuk itu, dengan penerapan gaya pengasuhan yang tepat, perkembangan pribadi perfeksionisme siswa dapat mendukung kenaikan efektivitas keputusan karier masa depan.
IDENTITAS “LAJANG†(SINGLE IDENTITY) DAN STIGMA: STUDI FENOMENOLOGI PEREMPUAN LAJANG DI SURABAYA
Septiana, Ema;
Syafiq, Muhammad
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 4, No 1 (2013): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan
Publisher : Universitas Negeri Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (560.463 KB)
|
DOI: 10.26740/jptt.v4n1.p71-86
This study was aimed to explore middle class single adult women's experience concerning their identity as a single in Surabaya. The number of single adult women in Surabaya has been increased since 2010 until recently. Phenomenological method was used in this study. Data collected using indepth semi-structured interviews and analysed using IPA (Interpretative Phenomenological Analysis). This study reveals three themes, namely the experience of being stigmatized, psychological impacts of the stigma, and strategies employed to cope with stigma and psychological discomforts. Most participants reported that they are called as “perawan tua† (spinster), “tidak laku†(leftover) by social surroundings. They are also blamed as having negative traits such as introvert because of their single status. The experience of being stigmatized has impacted on their psychological discomforts such as insecure feelings and loneliness. To cope with stigma and psychological discomforts, most participants employed some strategies, namely reevaluating single identity in positive ways, avoiding situations wich invite stigma, and accepting God's destiny and plan.Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengalaman perempuan lajang kelas menengah di Surabaya. Meningkatnya jumlah perempuan lajang di Surabaya dari tahun 2010 hingga tahun 2012 dan masih dijumpainya stigma negatif kepada perempuan lajang menjadi dasar dilakukannya penelitian ini. Metode yang digunakan adalah kualitatif fenomenologis dengan pengambilan data menggunakan wawancara semiterstruktur. Data yang telah diperoleh dianalisis menggunakan teknik analisis interpretative phenomenological analysis (IPA). Penelitian ini berhasil mengidentifikasi tiga tema utama, yaitu pengalaman terkait stigma terhadap identitas lajang; kondisi psikologis akibat stigma terhadap lajang, dan cara menghadapi tekanan dan stigma. Para partisipan melaporkan bahwa mereka dianggap dan diperbincangkan sebagai perawan tua, perempuan tidak laku, dan memiliki sifat tertutup yang tidak mendukung terjalinnya hubungan intim. Pengalaman stigma tersebut telah mempengaruhi kondisi psikologis sebagai perempuan lajang, yaitu perasaan tertekan dan kesepian. Dalam menghadapi tekanan akibat stigma dan upaya untuk mengatasi tekanan psikologis tersebut, para partisipan penelitian ini menempuh strategi untuk mempertahankan rasa identitas yang positif sebagai lajang, antara lain: memaknai kembali status lajang lebih positif, menghindari situasi yang menimbulkan stigma, dan menyerahkan diri pada takdir.
Perbedaan Perilaku Konsumtif Ditinjau dari Tipe Kepribadian Pada Siswa Sekolah Menengah Atas
Widyaningrum, Sandra;
Puspitadewi, Ni Wayan Sukmawati
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 6, No 2 (2016): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan
Publisher : Universitas Negeri Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (42.05 KB)
|
DOI: 10.26740/jptt.v6n2.p102-106
 The purpose of this research is to study the differences of consumptive behavior tendences between introvert and ekstrovert personality types among students. This research used quantitative method, involved 174 subjects from Senior high School students SMA Negeri 2 Surabaya Grade XI who were chosen by random sampling. The instruments used for collecting data were scales of consumptive behavior tendencies and personality types. Data analyzed by Independent Sample Test (t-test) with error level of 5%. The result of analysis showed a significance value of consumptive behavior tendencies and the  personality types is  0.049 (p<0.05), means there is a difference tendency of the consumptive behavior in terms of introvert and ekstrovert personality types among participants. This study also showed differences in the average (mean) value of the variable consumptive behavior tendencies of students who have extrovert personality at 102.63 and the student who have introvert personality at 97.91. This indicated that the tendencies of consumptive behavior on students who have extrovert personality is higher than the students who have introvert personality.Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji perbedaan kecenderungan perilaku konsumtif antara tipe kepribadian introvert dan ekstrovert pada siswa. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan sampel sebanyak 174 siswa yang berada di kelas XI SMA Negeri 2 Surabaya, yang dipilih berdasarkan teknik random sampling. Instrumen penelitian yang digunakan adalah skala kecenderungan perilaku konsumtif dan skala tipe kepribadian. Analisis data yang dalam penelitian ini adalah uji Independent Sample Test (uji-t) dengan tingkat kesalahan 5%. Hasil analisis data menunjukkan nilai signifikasi variabel kecenderungan perilaku konsumtif dengan tipe kepribadian sebesar 0,049 (p<0,05), yang berarti terdapat perbedaan kecenderungan perilaku konsumtif ditinjau dari tipe kepribadian introvert dan ekstrovert. Penelitian ini juga menunjukkan adanya perbedaan nilai rata-rata pada variabel kecenderungan perilaku konsumtif siswa yang bertipe kepribadian ekstrovert sebesar 102,63 dan pada siswa yang bertipe kepribadian introvert sebesar 97,91. Hal ini menunjukkan bahwa kecenderungan perilaku konsumtif pada siswa yang memiliki tipe kepribadian ekstrovert lebih tinggi daripada siswa yang memiliki tipe kepribadian introvert. Â
STUDI FENOMENOLOGI PENGALAMAN PENYESUAIAN DIRI MAHASISWA PAPUA DI SURABAYA
Wijanarko, Eri;
Syafiq, Muhammad
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 3, No 2 (2013): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan
Publisher : Universitas Negeri Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (536.695 KB)
|
DOI: 10.26740/jptt.v3n2.p79-92
This study was aimed to explore the Papua students' adaptation experience while they are studying in Surabaya. A qualitative approach with phenomenological method was applied. Seven participants were recruited using purposive and snowball sampling. Data collected using semi-structural interviews and analysed using interpretative phenomenological analysis (IPA). The results shows that Papua students face many difficulties in adapting to the local society. The difference in physical characteristics, language and cultural habit are the main reasons. These difficulties affect their personal and sosial life. At personal level, inferiority and sensitivity are the main issues, while at the social level, passivity and enclave formation are dominant tendencies. In order to solve the difficulties and its effects, participants apply some strategies, namely avoidance, self control, and active coping. These strategies are chosen by participants to gain self development and wellbeing. It can be concluded from the result that most partisipants are facing adaptation difficulties while they are studying in Surabaya; however, they make some efforts to cope the difficulties.Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengalaman penyesuaian dirivmahasiswa Papua di Surabaya. Pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologis digunakan. Tujuh partisipan berhasil direkrut dengan teknik purposive dan snowball sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur dan dianalisis menggunakan interpretative phenomenological analysis (IPA). Hasil penelitian menunjukan bahwa mahasiswa Papua di Surabaya mengalami berbagai hambatan dalam menyesuaikan diri ketika sedang menjalani kuliah. Penyebab hambatan itu adalah adalah perbedaan dalam bahasa dan kebiasaan budaya. Partisipan juga mempersepsi perbedaan fisik dan warna kulit sebagai penyebab hambatan interaksi. Hambatan interaksi yang dihadapi menimbulkan dampak personal maupun sosial bagi para partisipan. Inferioritas dan sensitifitas adalah di antara beberapa dampak personal yang dialami. Sedangkan kecenderungan untuk lebih bergaul hanya dengan sesama mahasiswa Papua dan keengganan berhubungan dekat dengan mahasiswa dan masyarakat lokal menjadi dampak sosialnya. Namun, adanya hambatan interaksi dan dampaknya tersebut disadari oleh partisipan cukup merugikan sehingga mereka menjalankan beberapa strategi penyesuaian diri untuk mengatasinya. Beberapa strategi yang dapat diidentifikasi adalah: menghindar dari masalah (avoidance), berupaya mengendalikan emosi, pikiran, dan perilaku (self control), dan menghadapi masalah secara aktif (active coping). Berbagai strategi tersebut dilakukan terutama didorong oleh dua tujuan, yaitu demi pengembangan diri dan untuk menjaga kesejahteraan psikologis mereka. Penelitian ini menyimpulkan bahwa partisipan penelitian ini menghadapi berbagai kesulitan dalam beradaptasi dengan masyarakat lokal di mana mereka sedang studi, namun mereka melakukan upaya untuk mengatasi hambatan-hambatan adaptasi tersebut.
Aktualisasi Diri dan Persepsi Terhadap Pelaksanaan Pelatihan Pada Karyawan
Pratika, Ellyana;
Puspitadewi, Ni Wayan Sukmawati
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 5, No 1 (2014): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan
Publisher : Universitas Negeri Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (235.504 KB)
|
DOI: 10.26740/jptt.v5n1.p7-14
This study was aimed to determine the relation between self-actualization and the perception of employees’ training implementation in PT Pelindo III Gresik branch. This study method was a correlational research. The subjects were 46 employees of PT Pelindo III Gresik branch. Data collected using self-actualization and perception of training implementation Likert scale. Data analysis technique used in this study was Pearson correlation product moment with the help of SPSS 16 for windows. The result shows that the significant value (p) is 0.000, while the value of the correlation (r) is 0.651. The result shows that  the significance value of the correlation is less than 0.05 (p = 0.000 <0.05)which means the hypothesis of this study is significantly proven. It can be concluded from the result there is a significant relation between self-actualization and the perception of employees’  training implementation in PT Pelindo III Gresik branch.Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara aktualisasi diri dengan persepsi mengenai pelaksanaan pelatihan pada karyawan PT Pelindo III Cabang Gresik. Penelitian ini merupakan tipe penelitian korelasional. Subjek penelitian ini adalah karyawan PT Pelindo III Cabang Gresik. Jumlah subjek penelitian ini sebanyak 46 karyawan. Pengumpulan data menggunakan kuesioner aktualisasi diri dan kuesioner persepsi mengenai pelaksanaan pelatihan, kuesioner ini menggunakan skala likert. Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah teknik analisis korelasi “Pearson product moment†dengan bantuan program SPSS 18 for windows. Berdasarkan hasil analisis data yang diperoleh variable aktualisasi diri dan persepsi mengenai pelaksanaan pelatihan adalah p = 0,000 sedangkan nilai korelasinya sebesar (r = 0,651). Hal tersebut berarti p lebih kecil dari 0,05 (p = 0,000 < 0,05). Hasil tersebut menunjukan bahwa ada hubungan yang signifikan antara aktualisasi diri dengan persepsi mengenai pelaksanaan pelatihan pada karyawan PT Pelindo III Cabang Gresik. Dengan kata lain, hipotesis dalam penelitian ini diterima.
Dukungan Emosional Keluarga dan Teman Sebaya terhadap Self-Compassion pada Mahasiswa saat Pandemi COVID-19
Satwika, Pratista Arya;
Setyowati, Rini;
Anggawati, Fika
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 11, No 3 (2021): EDISI KHUSUS: Dimensi Psikologis Pandemi COVID-19
Publisher : Universitas Negeri Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (220.688 KB)
|
DOI: 10.26740/jptt.v11n3.p304-314
The purpose of this study was to determine the relationship between family and peer emotional support and self-compassion among the final year undergraduate students amid COVID-19 pandemic. A total number of 61 undergraduate students whose ages ranged from 19 to 26 years and who are completing their thesis at the time of this study were selected randomly. Data were collected using questionnaires of self-compassion, and family and peer emotional support which were distributed online. The results of multiple linear regression analysis show that there is a significant relationship between emotional support from family and peers with self-compassion. However, when the analysis was conducted partially, only the relationship between family emotional support and self-compassion that is significant; while, the relationship between peer emotional support and self-compassion is not proved. It can be concluded from the results that there is a simultaneous relationship between family emotional support and peer emotional support with self-compassion owned by students who are completing their thesis during the COVID-19 pandemic.Keywords: Emotional support, family, peer, self-compassion, students Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan antara dukungan emosional keluarga dan teman sebaya dengan self-compassion pada mahasiswa tingkat akhir pada masa pandemic COVID-19. Sejumlah 61 mahasiswa yang sedang menyelesaikan tugas akhir dengan rentang usia 19 sampai 26 tahun direkrut menggunakan teknik random sampling. Data dikumpulkan menggunakan skala self-compassion, dan dukungan emosional keluarga dan teman sebaya. Berdasarkan hasil analisis regresi linier berganda, diketahui bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan emosional keluarga dan teman sebaya dengan self-compassion. Secara parsial, terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan emosional keluarga dengan self-compassion, namun tidak terdapat hubungan antara dukungan emosional teman sebaya dengan self-compassion. Dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan secara simultan antara dukungan emosional keluarga dan dukungan emosional teman sebaya dengan self-compassion yang dimiliki oleh mahasiswa yang sedang menyelesaikan skripsi pada masa pandemi COVID-19.
Kematangan Emosi dan Religiusitas Terhadap Kecenderungan Agresi Pada Siswa
Maharani, Putri;
Laksmiwati, Hermien
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 8, No 1 (2017): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan
Publisher : Universitas Negeri Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (189.46 KB)
|
DOI: 10.26740/jptt.v8n1.p33-42
The purpose of this research was to determine the correlation between emotional maturity and religiosity with aggressive tendency among students. This research used quantitative research method. The population was  grade 10  students of SMA "X" Mojokerto (120 students). Instruments used were the scales of emotional maturity, religiosity, and aggressive tendency. Pearson product moment was used to find a partial relationship between variables, while multiple linear regression was used to find the relationships of emotional maturity (X1) and religiosity (X2) to aggressive tendency (Y) simultaneously. The result of the analysis between X1 and Y shows correlation coefficient of -0.717, while  correlation coefficient  between X2 and Y was -0.601. The results also show that the partial relationship between X1 with Y and X2 with Y is at a high level. The results of multiple linear regression analysis shows that the correlation coefficient of X1 and X2 with Y was 0.613. The result means that the contribution of emotional maturity and religiosity variables on aggressive tendency is 61.3%. The negative coefficient values in emotional maturity and religiosity variables indicate that the higher emotional maturity and religiosity will result in the lower aggressive tendency. In contrast, when emotional maturity and religiosity is lower, then aggressive behavior tendency will be higher. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan antara kematanagan emosi dan reigiusitas dengan kecenderungan perilaku agresi pada siswa. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Populasinya adalah siswa kelas X SMA “X†Kota Mojokerto yang berjumlah 120 siswa. Instrumen yang digunakan adalah skala kematangan emosi, religiusitas, dan kecenderungan agresi. Teknik analisa data menggunakan product moment untuk mencari hubungan secara parsial, dan analisis regresi linier berganda untuk mencari hubungan secara simultan. Hasil analisis antara kematangan emosi dengan kecenderungan agresi menunjukkan koefisien korelasi-717, dan sebesar -601 antara religiusitas dengan kecenderungan agresi. Hasil tersebut menunjukkan bahwa hubungan parsial antara X1 dengan Y dan X2 dengan Y berada pada tingkat tinggi. Hasil analisis data secara bersama-sama variabel X1 dan X2 dengan Y menunjukkan koefisien korelasi sebesar 0,613 artinya kontribusi variabel kematangan emosi dan religiusitas secara bersama-sama terhadap kecenderungan perilaku agresi adalah sebesar 61,3%. Nilai koefisien pada variabel kematangan emosi dan religiusitas adalah negatif. Artinya semakin tinggi kematangan emosi dan religiusitas maka semakin rendah kecenderungan agresi siswa. Sebaliknya, kematangan emosi dan religiusitas rendah terkait dengan kecenderungan agresi tinggi.
DINAMIKA PSIKOLOGIS PEMBENTUKAN PARENTING SELF EFFICACY PADA ORANGTUA PENYANDANG TUNARUNGU YANG MEMILIKI ANAK BERPENDENGARAN NORMAL
Antawati, Dewi Ilma;
Murdiyani, Hetty
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 4, No 1 (2013): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan
Publisher : Universitas Negeri Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (761.651 KB)
|
DOI: 10.26740/jptt.v4n1.p31-47
Parenting self efficacy as a cognitive part of parenting competence has emerge as a salient predictor of positive parenting practice and as a mediator effect of many parenting qualities, including parental depression and child temperament. Unfortunately, there are limited research focused on the analysis of psychological dynamic that explain the process of parenting self efficacy, especially in parents with hearing impairment who has limited access and social support related to child rearing. The aim of this study was  to uncover the factors that form parent beliefs about their capabilities to perform child rearing. Seventeen parents with hearing impairment fill out the PSE questionnaire to see the estimation of their PSE degree. The result has discover that 5 of them have low level of PSE and 12 of them are in the middle level.Abstrak: Parenting self efficacy sebagai bagian dari faktor kognitif kompetensi pengasuhan telah diyakini sebagai prediktor yang jelas dari praktek pengasuhan yang positif dan efek mediator dari berbagai kualitas pengasuhan, termasuk depresi orangtua, dan temperamen anak. Namun belum banyak penelitian yang dilakukan untuk menganalisis bagaimana dinamika psikologis pembentukan aspek tersebut, terutama pada orangtua penyandang tunarungu yang memiliki keterbatasan akses informasi dan dukungan sosial dalam pengasuhan anak. Tujuan dari penelitian ini adalah mengungkap faktor-faktor yang membentuk keyakinan orangtua penyandang tunarungu akan kemampuannya dalam melakukan pengasuhan anak. Tujuhbelas orangtua tunarungu mengisi kuesioner untuk mengungkap tingkat parenting self efficacy subjek. Hasilnya 5 orang memiliki tingkat PSE dengan kategori rendah, dan 12 orang memiliki tingkat PSE dengan kategori sedang.