cover
Contact Name
Miftakhul Jannah
Contact Email
miftakhuljannah@unesa.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jptt@unesa.ac.id
Editorial Address
Universitas Negeri Surabaya Lidah Wetan Surabaya 60213 Jawa Timur - Indonesia
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan
ISSN : 20871708     EISSN : 25979035     DOI : https://doi.org/10.26740/jptt.v13n1
JPTT: Jurnal Psikologi Teori dan Terapan accepts manuscript research results in the fields of educational psychology, developmental psychology, clinical psychology, social psychology, industrial & organizational psychology, but not limited to: Personality and Learning Learning Interventions Teaching Strategies Education of Children with Special Needs Education of Gifted Children Counselling in Education Development of Children, Adolescents, Adults, and the Elderly Developmental Problems Parenting Strategies Quality of Life Personality Disorder Behaviour Modification Counselling and Psychotherapy Psychosis Disorders Psychological Intervention Social Transformation Social Intervention Employee Engagement Aggressive Behavior Prosocial Behavior Group Conformity Customer Satisfaction Organizational Leadership Organizational Commitment Work Motivation Work Stress
Articles 531 Documents
Harga Diri dan Konformitas dengan Perilaku Bullying Pada Siswa Sekolah Menengah Pertama Ceilindri, Retindha Ayu; Budiani, Meita Santi
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 6, No 2 (2016): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (153.198 KB) | DOI: 10.26740/jptt.v6n2.p64-70

Abstract

The purpose of this research is to find out: (1) The correlation between self esteem and bullying behavior, (2) The correlation between conformity and bullying behavior, (3) The correlation between self esteem and conformity towards bullying behavior. The subjects of this research were 86 students on VIII grade of SMP Barunawati Surabaya, who are selected using population sampling technique. Data were collected using likert scales of self esteem, conformity, and bullying behavior. Data analysis technique of this research using multiple linier regression analysis. Results of this research are: (1) self esteem has a significant correlation towards bullying behavior with a negative correlation, can be seen from the significance value 0,000 and regression coefficientt -0,526, (2) conformity has a significance correlation towards bullying behavior with a positive  correlation that is shown from the significance value 0,003 and regression coefficientt 0,321, (3) Rsquare value 0,301 means that 30,1% variations on bullying behavior is influenced of self esteem and conformity, the other variable that has a value of 69,9% is caused of other variable that is not measured in this research. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menemukan: (1) Hubungan antara harga diri dengan perilaku bullying, (2) Hubungan antara konformitas dengan perilaku bullying, (3) Hubungan antara harga diri dan konformitas dengan perilaku bullying. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif korelasional. Subjek pada penelitian ini ialah 86 siswa kelas VIII SMP Barunawati Surabaya yang dipilih dengan menggunakan teknik sampel populasi. Data skala harga diri, skala konformitas dan skala perilaku bullying diperoleh menggunakan skala likert. Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah uji analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukan bahwa: (1) harga diri memiliki hubungan yang signifikan dengan perilaku bullying dengan arah hubungan yang negatif, dapat dilihat dari signifikansi sebesar 0,000 dan koefisien regresi -0,526. (2) konformitas memiliki hubungan yang signifiksn dengan perilaku bullying dengan arah hubungan  positif yang dapat dilihat dari signifikansi sebesar 0,003 dan koefisien regresi sebesar 0,321. (3) nilai Rsquare sebesar 0,301 artinya sebesar 30,1% variasi pada perilaku bullying dipengaruhi oleh harga diri dan konformitas, sisanya sebesar 69,9% disebabkan oleh variabel lain yang tidak diukur dalam penelitian ini.
Job Autonomy sebagai Moderator pada Pengaruh Job Insecurity terhadap Perilaku Kerja Inovatif Ardy, Ludi Prasetyo; Fajrianthi, Fajrianthi
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 9, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (66.091 KB) | DOI: 10.26740/jptt.v9n2.p101-111

Abstract

This study aims to examine the role of job insecurity towards innovative work behavior with job autonomy as a moderator. The concept of the three variables were tested using the theoretical concepts of job demand and job control. In the condition of "active job", individuals can produce ideas and innovations in responding to work conditions. Previous studies show that active jobs can be obtained when there is a high interaction between high job demand and job control. Based on these studies it can be assumed that job insecurity (job demand) and job autonomy (job control) will influence innovative work behavior. This study used a quantitative approach by using SEM-PLS to analyze data. A total of 194 participants in a manufacturing industry, primarily from its production units, were involved in this study. The results show that job insecurity has a negative significant effect on innovative work behavior while job autonomy has a positive significant effect on the variable. The moderation test of job autonomy on the effect of job insecurity on innovative work behavior show no significant result. The strict operational standard procedure in the production unit is assumed as one of the factors that makes job autonomy does not play a role in reducing the negative influence of job insecurity on innovative work behavior.Keywords: Job autonomy, job insecurity, innovative work behavior, manufacturing
MEMPERSIAPKAN KEPEMIMPINAN DEMOKRATIS MASA DEPAN MELALUI PROGRAM PENGEMBANGAN KEMAMPUAN PERSPECTIVE TAKING DI SEKOLAH Yuliati, Nanik
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 3, No 2 (2013): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (575.751 KB) | DOI: 10.26740/jptt.v3n2.p125-140

Abstract

This paper presents a conceptual idea on using psychological approaches, more specifically the use of cognitive and developmental psychology paradigm to addressing leadership crisis that is currently concerned Indonesia. Many of the discussions and posts uploaded on the websites expressed a need for leaders who are more in line with the spirit of reform, namely a credible democratic leader, who sided with the people, egalitarian, and not in ways that authoritarian decision making and policy public. Judging from the paradigm of cognitive psychology, particularly social cognition, the ability to take the perspective of others (perspective taking) plays an important role in influencing the effectiveness of democratic leadership. Therefore, one way to obtain a democratic leader in the future is to develop the ability to take another person's perspective on the younger generation. In this case the educational institution (high school and university) is considered to be the most appropriate environment to host them. From a developmental perspective, perspective taking is a skill that can be developed because it is not an innate ability. Abstrak: Tulisan ini menyajikan suatu gagasan konseptual tentang penggunaan pendekatan psikologis, lebih khusus penggunaan paradigma psikologi kognitif dan perkembangan untuk menangani permasalahan krisis kepemimpinan yang saat ini dirasakan oleh bangsa Indonesia. Banyak kegiatan diskusi dan tulisan yang diunggah di website yang menyatakan adanya kebutuhan untuk memperoleh pemimpin yang lebih sesuai dengan spirit reformasi, yakni pemimpin yang demokratis yang kredibel, yang berpihak pada rakyat, egaliter, dan tidak menggunakan cara-cara yang otoriter dalam membuat keputusan dan kebijakan publik. Dilihat dari paradigma psikologi kognitif, khususnya kognisi sosial, kemampuan mengambil perspektif orang lain memainkan peran penting dalam mempengaruhi keefektifan kepemimpinan demokratis. Oleh karena itu salah satu cara untuk memperoleh pemimpin demokratis di masa depan adalah dengan mengembangkan kemampaun mengambil perspektif orang lain pada generasi muda. Dalam hal ini lembaga pendidikan (sekolah menengah dan universitas) dipandang menjadi lingkungan paling untuk menyelenggarakannya. Dari perspektif perkembangan, kemampuan ini dapat dikembangkan karena bukan merupakan kemampuan bawaan.
HUBUNGAN ANTARA SIBLING RIVALRY DENGAN STRES PADA ANAK Yanuari, Tenny; Rahmasari, Diana
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 2, No 1 (2011): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (548.391 KB) | DOI: 10.26740/jptt.v2n1.p46-57

Abstract

This research aimed intent on testing corelation between sibling rivalries stress on children at SD Muhammadiyah 15 Surabaya. Work hypothesis that proposed is there is significant corelation between sibling rivalries with stress on children. Researcher using sample as big as 34 students from SD Muhammadiyah 15 Surabaya, that chosen using purposive sampling. Namely with children criterion that aged 10-12 year on fifth grade and have sibling. This research applying quantitative correlation method. There are two scale that applied on this research, namely sibling rivalry and stress. Data collection method done by applying Likert scale. Instrument validity obtained by using content validity technique with assist from professional judgment. Data analysis technique that used on this research is Pearson product moment correlation analysis test. The instrument reliability test done by using alpha Cronbach reliability. From the result of sibling rivalry reliability scale test, obtained score as big as 0.935. It means that the score of measure is very reliable. And stress scale, obtained score as big as 0.925 that means the sore is very reliable. Based on the data analysis test that done by using product moment correlation by using signification rate 1%, it find out that sibling rivalry  have significant relation with stress for children as big as 0.000 and the direction of relation as big as 0.778. So there is corelation between sibling rivalries with stress on children.Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan antara sibling rivalry dengan tingkat stres pada anak di SD Muhammadiyah 15 Surabaya. Hipotesis kerja yang diajukan adalah ada hubungan yang signifikan antara sibling rivalry dengan stres pada anak. Penelitian ini menggunakan sampel sebanyak 34 murid SD Muhammadiyah 15 Surabaya, yang dipilih menggunakan purposive sampling dengan kriteria anak yang berusia 10-12 tahun, duduk di kelas 5 dan mempunyai saudara kandung. Terdapat dua skala yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu skala sibling rivalry dan skala stres yang disusun dengan menggunakan skala Likert. Validitas alat ukur diperoleh dengan menggunakan teknik validitas isi dengan bantuan profesional judgement. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini ialah uji analisis korelasi product moment Pearson. Pengujian reliabilitas instrumen dilakukan dengan menggunakan reliabilitas alpha cronbach’s. Uji reliabilitas skala sibling rivalry, mendapatkan hasil sebesar 0,935, sedangkan skala stres sebesar 0,925, yang berarti keduanya sangat reliabel. Berdasarkan uji analisis data yang dilakukan dengan menggunakan korelasi product moment dan dengan menggunakan taraf signifikansi 1%, maka diketahui bahwa sibling rivalry mempunyi hubungan yang signifikan dengan tingkat stres pada anak dengan besar korelasi sebesar 0,778. Maka dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara sibling rivalry dengan stres pada anak.
Self-Directed Learning dan Prokrastinasi Akademik Pada Mahasiswa yang Mengerjakan Tugas Akhir Apryani, Fransiska Dwi; Laksmiwati, Hermien
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 5, No 1 (2014): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (157.383 KB) | DOI: 10.26740/jptt.v5n1.p23-29

Abstract

This study aims to determine the relation between self-directed learning and  academic procrastination in completing their thesis assignments among university students. The population were psychology students of Universitas Negeri Surabaya with sample of 41 students who were recruited randomly from the cohort of 2008, 2009, and 2010 years. Data collected using Likert model self-directed learning and academic procrastination scales. Self-directed learning scale consists of 53 items, with reliability of scale r=0,953.in addition, the academic procrastination thesis assignment scale consists of 53 item, with reliability of scale is r=0,960. Data were analyzed using product moment correlation technique. The result shows that the coefficient correlation was -0,618 in the significance value of 0,000 (p<0,05. The result means that  there is a  significant negative correlation between self-directed learning and academic procrastination in completing thesis assignment. The result indicates that the higher the self-directed learning participants have, the lower their academic procrastination would be  and vice versa. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat hubungan yang signifikan antara self-directed in learning dengan prokrastinasi akademik tugas skripsi pada mahasiswa. Populasi penelitian ini adalah mahasiswa Psikologi Universitas Negeri Surabaya, dan sampel 41 siswa diambil dari angkatan 2008, 2009, dan 2010. Peneliti menggunakan dua skala Likert, yaitu skala self-directed in learning dan skala prokrastinasi akademik tugas skripsi. Skala self-directed in learning terdiri dari 53 aitem, dengan nilai reliabilitas sebesar  r=0.953. Skala prokrastinasi akademik tugas skripsi terdiri dari 53 aitem, dengan nilai reliabilitas sebesar r=0.960. Analisis data pada penelitian ini menggunakan korelasi product moment. Hasil penelitian menunjukkan nilai koefisien korelasi sebesar -0618 dengan nilai signifikansi 0,000 (p <0,05), yang berarti terdapat hubungan negatif yang signifikan antara self-directed in learning dengan prokrastinasi akademik tugas skripsi,terutama pada mahasiswa Psikologi Universitas Negeri Surabaya. Hasil ini menunjukkan bahwa semakin tinggi self-directed in learning, semakin rendah prokrastinasi akademik tugas skripsi, dan sebaliknya semakin rendah self-directed in learning, semakin tinggi prokrastinasi akademik tugas skripsi.
HUBUNGAN POLA ASUH DAN EKSPRESI EMOSI KELUARGA DENGAN KEKAMBUHAN PASIEN SKIZOFRENIA DI RUMAH SAKIT JIWA MENUR SURABAYA Handayani, Lestari; Nurwidawati, Desi
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 4, No 1 (2013): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (535.521 KB) | DOI: 10.26740/jptt.v4n1.p24-30

Abstract

Schizophrenia is classified in severe mental disorders so that the possibility to recover from it is fairly minimal. Based on a study, 80% of schizophrenic patients experienced a relapse from schizophrenia and only about 20% of patients declared recovered on pre-morbid level (Arif, 2006). Many cases of relapse occurred when the patient returned to their family. Some studies suggest that the factor of interaction patterns within the family, such as parenting and emotional expression among the members of family, leads the patients to relapse. This study aims to determine the correlation between parenting and family emotional expression to the relapse of schizophrenic patients of Menur Mental Hospital, Surabaya. This study used a quantitative approach with a correlation method. The samples were 65 families of patients with schizophrenia who were treated at the Menur Mental Hospital, taken by purposive sampling technique. 35 samples are famillies of hospitalized patients and 30 samples are famillies of outpatient. Data analysed using binary logistic. The correlation between the variables measured using significant value of p <0.05 and the Odds Ratio (OR) with 95% Constant Interval (CI). The results shows a significant value of constant is 0.002,  a significant value of parenting is 0.001 and significant value of family emotional expression is 0.002. It means that there is a correlation between parenting and family emotional expression with relapse of schizophrenic patients. Family emotional expression was proven as the most variable responsible for the emergence of relapse which affect 16.9 times greater chance of relapse than other variable contribution.Abstrak: Skizofrenia digolongkan dalam gangguan mental berat, sehingga kemungkinan untuk sembuh terbilang kecil. Berdasarkan hasil sebuiah penelitian, sebanyak 80% pasien skizofrenia mengalami kekambuhan berulang dan hanya sekitar 20% pasien dinyatakan pulih pada tingkat premorbid (Arif, 2006). Banyak kasus kekambuhan terjadi ketika pasien dikembalikan kepada keluarga. Beberapa penelitian menyebutkan bahwa faktor pola interaksi didalam keluarga menyebabkan kekambuhan, seperti pola asuh dan ekspresi emosi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pola asuh dan ekspresi emosi keluarga  dengan kekambuhan pasien di Rumah Sakit Jiwa Menur Surabaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasional. Sampel adalah 65 keluarga dari pasien skizofrenia yang dirawat di Rumah Sakit Jiwa Menur, diambil dengan teknik purposive sampling. Sebanyak 35 sampel merupakan keluarga dari pasien rawat inap dan 30 sampel merupakan keluarga dari pasien rawat jalan di Rumah Sakit Jiwa Menur Surabaya. Analisis data menggunakan uji regresi logistik biner. Adanya hubungan antara variabel diukur dengan menggunakan nilai signifikan p<0,05 dan Odds Ratio (OR) dengan interval kepercayaan (CI) 95%. Hasil penelitian diperoleh nilai signifikan konstanta sebesar 0,002, nilai signifikan pola asuh sebesar 0,001 dan nilai signifikan ekspresi emosi keluarga sebesar 0,002. Hal tersebut berarti bahwa ada hubungan pola asuh dan ekspresi emosi keluarga dengan kekambuhan pasien skizofrenia. Ekspresi emosi keluarga merupakan variabel yang paling berperan terhadap munculnya kekambuhan karena memiliki peluang 16,9 kali lebih besar memunculkan kekambuhan dibandingkan dengan variabel yang lain.
Perbandingan Personality Traits, Rasa Bersalah dan Rasa Malu Pengedar Narkoba: Nonresidivis Versus Residivis Hamzah, Imaduddin; Santoso, Iman
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 11, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (570.885 KB) | DOI: 10.26740/jptt.v11n2.p141-157

Abstract

Various researches on drug abuse crimes have focused more on drug users or addicts. Meanwhile, investigations into drug dealers and producers have received very little attention. The majority of drug convicts in prisons are drug traffickers, which has resulted in a significant increase in drug trafficking cases in Indonesia. This study aimed to identify differences in personality traits, guilt, and shame of non-recidivists and drug dealers. The research was conducted on one hundred and fifty-five prisoners at the Cibinong Penitentiary, West Java, Indonesia. The measurement uses a scale of the big five personality traits which has been adapted into Indonesian, and the Guilt and Shame Proneness Scale (GASP) was developed by Cohen, Wolf, Panter, and Insko. This study found that there were differences in personality traits in terms of agreeableness and neuroticism between non-recidivists and recidivists. The difference test concluded that guilt and shame did not show any differences between the two groups of prisoners. This conclusion can provide a basis for consideration of developing a program to develop drug trafficking convicts to prevent the re-offense of crimes after being released.Keywords : Personality traits, guilt, shame, non-recidivists, recidivists Abstrak. Berbagai penelitian kejahatan penyalahgunaan narkoba selama ini lebih memfokuskan pada pengguna atau pecandu narkoba. Sedangkan penyelidikan terhadap para pengedar dan produsen  narkoba masih sangat kurang mendapatkan perhatian. Mayoritas  narapidana kejahatan narkoba di lembaga pemasyarakatan adalah para pengedar narkoba yang mengakibatkan peningkatan yang signifikan dalam kasus peredaran obat terlarang di Indonesia. Studi ini bertujuan mengidentifikasi perbedaan dalam sifat kepribadian, rasa bersalah, dan rasa malu nonresidivis dan residivis pengedar  narkoba.  Penelitian dilakukan pada seratus lima puluh lima narapidana di Lembaga Pemasyarakatan Cibinong, Jawa Barat, Indonesia, Pengukuran menggunakan skala the big five personality traits yang telah diadaptasi ke dalam bahasa Indonesia dan Guilt and Shame Proneness Scale (GASP) dikembangkan oleh Cohen, Wolf, Panter dan Insko. Studi ini menemukan ada perbedaan personality traits dalam aspek pada agreeableness dan neuroticism non-residivis dengan residivis. Uji perbedaan  menyimpulkan rasa bersalah dan rasa malu tidak menunjukkan perbedaan antara kedua kelompok narapidana. Kesimpulan ini dapat memberikan dasar pertimbangan pembuatan program pembinaan narapidana pengedar narkoba untuk mencegah pengulangan kejahatan setelah bebas.
Studi Kasus Penerimaan Seorang Ayah Terhadap Anak Autis Febrianto, Ade Surya; darmawanti, ira
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 7, No 1 (2016): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (326.934 KB) | DOI: 10.26740/jptt.v7n1.p50-61

Abstract

The purpose of this study was to explore the process of  fathers’ acceptance to their children with autism. This study used a qualitative approach. Three participants who are fathers of  children  with autism were involved in this study. Data were collected using semi-structured interviews and analyzed using thematic analysis. This study reveals three themes, namely participants’ responses on their autistic children; the psychological experiences of having children with autism; and making efforts to accept their autistic children. In general, the result of this study shows that the participants have different experiences in raising their autistic children. This study also found various forms and aspects of acceptance that are experienced by participantsAbstrak: Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana proses penerimaan seorang ayah terhadap anaknya yang menyandang autisme. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Karateristik partisipan penelitian meliputi ayah yang memiliki anak dengan diagnosis autisme. Jumlah partisipan dalam penelitian ini sebanyak 3 orang. Teknik pengumpulan data dengan wawancara semi terstruktur, dan analisis data dilakukan dengan menggunakan analisis tematik. Penelitian ini mengungkapkan 3 (tiga) tema yaitu tanggapan terhadap autism anaknya; pengalaman psikologis memiliki anak autis; dan  upaya yang dilakukan untuk mencapai penerimaan terhadap anaknya. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa secara umum ketiga partisipan memiliki pengalaman berbeda dalam merawat  anak mereka yang didiagnosis autisme. Penelitian ini juga menemukan beberapa bentuk penerimaan yang dialami partisipan serta aspek-aspek penerimaan partisipan terhadap anaknya yang autis..
Pembelajaran E-Learning Perkembangan Anak di Jurusan Psikologi Khoirunnisa, Riza Noviana; Dewi, Damajanti Kusuma; Nurwidawati, Desi
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 9, No 1 (2018): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jptt.v9n1.p62-76

Abstract

Conventional learning method is viewed to be less effective because it poses the problems of space and time. Information Technology offers a method for more effective online learning called e-learning. This research aims to develop e-learning for the module of Child Development at Department of Psychology Universitas Negeri Surabaya. This study was a developmental research project that used the method of ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). This model was chosen because the stages of its development are deemed appropriate especially for the refinement and implementation of e-materials in online system which facilitates the interactions among students and between the students and lecturers. The subjects of this study were 34 undergraduate psychology students who participated in the module of Child Development. This study was conducted during four meetings. The results of this study were e-material products which were uploaded in online learning system. The e-materials have been validated by experts. A questionnaire to record students’ responses on the e-materials was used. The analysis on the data resulted from students’ responses shows that there is no significant effect of the  e-learning application in the module of Child Development on the students’ learning achievement. Keywords: Online learning, child development module, ADDIEAbstrak: Metode pembelajaran konvensional dirasakan menjadi kurang efektif karena terbentur masalah ruang dan waktu. Teknologi Informasi menawarkan metode pembelajaran yang dinamakan metode e-learning. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan pembelajaran e-learning pada mahasiswa yang memprogrram mata kuliah Perkembangan Anak di Jurusan Psikologi. Metode penelitian menggunakan Model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Model ini dipilih karena tahapan-tahapan pengembangannya dipandang sesuai terutama untuk penyempurnaan dan implementasi bahan ajar e-materi dalam sistem online dan fasilitas interaksi mahasiswa dengan dosen dan antar mahasiswa. Subjek penelitian ini adalah mahasiswa yang memprogram mata kuliah Perkembangan Anak sejumlah 34 mahasiswa. Pelaksanaan penelitian ini dilaksanakan selama empat kali pertemuan. Hasil penelitian ini adalah produk e-material yang telah divalidasi oleh ahli. Kuesioner disebarkan untuk diisi oleh mahasiswa dengan tujuan untuk mengukur respon mereka atas penggunaan e-learning dan e-material. Hasil analisis data menunjukkan bahwa tidak ada pengaruh signifikan dari penerapan pembelajaran e-learning terhadap hasil belajar mahasiswa.
Studi Kasus Dinamika Emosi Pada Anak Autis Khoirunnisa, Riza Noviana; Nursalim, Mochammad
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 2, No 2 (2012): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2005.208 KB) | DOI: 10.26740/jptt.v2n2.p108-120

Abstract

This study aimed at exploring the emotional dynamics of children with autistic. A qualitative approach with case study method was employed. Two autistic children with average autism severity in Cita Hati Bunda School and Therapy Center for autistic children Sidoarjo were recruited as participants. Data were collected from interviews, observation, and relevant documents. The Plutchik’s concept of emotion components, namely stimulus event, inferred cognition, physiological arousal, feeling state, impulse to action, and overt behaviour and effect was used to invoke some psychological insight in the analysis. The study found that the dynamic of emotions that occurs in autistic children was influenced mainly by situational factors. The result suggested that autistic children need more times to perceive the contexts of stimuli. However, this study was not able to explain how these children make meanings of those stimuli.Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dinamika emosional pada anak-anak autis. Pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus diguna-kan. Dua anak autis dengan tingkat keparahan autisme rata-rata di Cita Hati Bunda Sekolah dan Terapi Pusat autis anak Sidoarjo direkrut sebagai partisipan. Data dikumpulkan dari wawancara, observasi, dan dokumen yang relevan. Konsep Plutchik tentang komponen emosi, yaitu stimulus event, inferred cogni-tion, physiological arousal, feeling state, impulse to action,  overt behaviour dan effect digunakan untuk memberikan wawasan psikologis dalam menganalisis data. Studi ini menemukan bahwa meskipun ketika emosi itu bangkit anak-anak autistik ini tidak mampu mengontrolnya, namun dinamika emosi yang terjadi pada anak autistik sesungguhnya dipengaruhi terutama oleh faktor situasional. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa anak-anak autis perlu waktu yang lebih banyak  untuk memahami konteks rangsangan. Namun, penelitian ini tidak dapat menjelaskan bagaimana anak-anak ini memaknai berbagai rangsangan yang mereka terima.  

Filter by Year

2010 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 16 No. 03 (2025): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 16 No. 02 (2025): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 16 No. 01 (2025): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 15 No. 02 (2024): Vol. 15 No. 2 (2024): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 15 No. 01 (2024): Vol. 15 No. 1 (2024): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 15 No. 03 (2024): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 14 No. 03 (2023): Vol. 14 No. 3 (2023): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 14 No. 2 (2023): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 14 No. 1 (2023): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 13 No. 3 (2022): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 13 No. 2 (2022): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 13 No. 1 (2022): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 11 No. 3 (2021): EDISI KHUSUS: Dimensi Psikologis Pandemi COVID-19 Vol 11, No 3 (2021): EDISI KHUSUS: Dimensi Psikologis Pandemi COVID-19 Vol. 12 No. 1 (2021) Vol. 11 No. 2 (2021) Vol 11, No 2 (2021) Vol. 11 No. 1 (2020) Vol 11, No 1 (2020) Vol 10, No 2 (2020) Vol. 10 No. 2 (2020) Vol 10, No 1 (2019) Vol. 10 No. 1 (2019) Vol 9, No 2 (2019) Vol. 9 No. 2 (2019) Vol 9, No 1 (2018): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 9, No 1 (2018): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 9 No. 1 (2018): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 8, No 2 (2018): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 8 No. 2 (2018): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 8, No 2 (2018): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 8, No 1 (2017): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 8 No. 1 (2017): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 8, No 1 (2017): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 7, No 2 (2017): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 7, No 2 (2017): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 7 No. 2 (2017): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 7, No 1 (2016): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 7 No. 1 (2016): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 7, No 1 (2016): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 6 No. 2 (2016): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 6, No 2 (2016): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 6, No 2 (2016): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 6 No. 1 (2015): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 6, No 1 (2015): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 6, No 1 (2015): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 5, No 2 (2015): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 5, No 2 (2015): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 5 No. 2 (2015): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 5, No 1 (2014): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 5 No. 1 (2014): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 5, No 1 (2014): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 4, No 2 (2014): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 4 No. 2 (2014): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 4, No 2 (2014): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 4, No 1 (2013): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 4, No 1 (2013): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 4 No. 1 (2013): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 3, No 2 (2013): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 3, No 2 (2013): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 3 No. 2 (2013): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 3, No 1 (2012): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 3, No 1 (2012): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 3 No. 1 (2012): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 2, No 2 (2012): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 2 No. 2 (2012): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 2, No 2 (2012): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 2, No 1 (2011): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 2 No. 1 (2011): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 2, No 1 (2011): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 1, No 2 (2011): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 1, No 2 (2011): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 1 No. 2 (2011): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 1, No 1 (2010): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 1, No 1 (2010): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 1 No. 1 (2010): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan More Issue