cover
Contact Name
Miftakhul Jannah
Contact Email
miftakhuljannah@unesa.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jptt@unesa.ac.id
Editorial Address
Universitas Negeri Surabaya Lidah Wetan Surabaya 60213 Jawa Timur - Indonesia
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan
ISSN : 20871708     EISSN : 25979035     DOI : https://doi.org/10.26740/jptt.v13n1
JPTT: Jurnal Psikologi Teori dan Terapan accepts manuscript research results in the fields of educational psychology, developmental psychology, clinical psychology, social psychology, industrial & organizational psychology, but not limited to: Personality and Learning Learning Interventions Teaching Strategies Education of Children with Special Needs Education of Gifted Children Counselling in Education Development of Children, Adolescents, Adults, and the Elderly Developmental Problems Parenting Strategies Quality of Life Personality Disorder Behaviour Modification Counselling and Psychotherapy Psychosis Disorders Psychological Intervention Social Transformation Social Intervention Employee Engagement Aggressive Behavior Prosocial Behavior Group Conformity Customer Satisfaction Organizational Leadership Organizational Commitment Work Motivation Work Stress
Articles 531 Documents
Efektifitas Penerapan Outbound Training Dalam Meningkatkan Kemampuan Resolusi Konflik Interpersonal Pada Remaja Ramadhani, Hetti Sari; Rahmasari, Diana
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 2, No 1 (2011): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (538.972 KB) | DOI: 10.26740/jptt.v2n1.p1-10

Abstract

This study aims to test the effectiveness of outbound training in improving interpersonal conflict resolution skills in adolescents. Subjects were adolescents outbound training participants with age ranges between 16-19 years old on the Team Survival Outbound Prigen Pasuruan. The design of this study was a true experiment, with 10 participants who were registered as outbound training participant was being assigned as experiment group and 10 participants who were not registered as outbound training participant was being assigned to control group Sampling technique used in this research was purposive sampling by selecting participants with low conflict resolution score. Data collecting method used was interpersonal conflict resolution questionnaire which resulting in an ordinal scale and was analysed using parametric statistic with t-test paired sample and independent t-test. Obtained score was t = 9.635 and p=0.000 (p<0.025), which means that the research hypothesis was accepted. In other words, there were a significant difference between adolescence interpersonal conflict resolution score prior- and post-intervention (outbound training) in α = 0.05%. Obtained score was t = 5.069 and p=0.000 (p<0.025), which means that the research hypothesis was accepted. It can be concluded, that there were a significant difference between adolescence interpersonal conflict resolution score prior- and post-intervention (outbound training) in α = 0.05%. Based on those results, it can be concluded that an effective implementation of outbound training can increase interpersonal conflict resolution skill in adolescence.Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menguji keefektifan outbound training dalam meningkatkan kemampuan resolusi konflik interpersonal pada remaja. Subjek penelitian adalah peserta remaja outbound training dengan rentang usia 16-19 tahun The Survival Outbound Team Prigen Pasuruan. Penelitian ini menggunakan true experiment yaitu kelompok eksperimen adalah 10 remaja yang terdaftar sebagai peserta outbound training dan kelompok kontrol adalah 10 remaja yang tidak terdaftar sebagai peserta outbound training. Pengambilan subjek penelitian menggunakan teknik purposive sampling yakni mereka yang memiliki skor resolusi konflik interpersonal rendah. Pengumpulan data menggunakan angket resolusi konflik interpersonal yang dinyatakan dalam bentuk ordinal dan menggunakan statistik  parametrik dengan paired sampel t test dan independent t test. Hasil analisis data diperoleh nilai t sebesar 9,635 dan p=0,000 (p<0,025) sehingga hipotesis penelitian diterima. Artinya, ada perbedaan yang signifikan terhadap skor resolusi konflik interpersonal remaja antara sebelum dan sesudah diberikan outbound training pada taraf α = 0,05%. Diperoleh nilai t sebesar 5,069 dan p=0,000 (p<0,025) sehingga hipotesis penelitian diterima. Artinya, ada perbedaan yang signifikan terhadap skor resolusi konflik interpersonal antara remaja yang mendapat outbound training dan remaja yang tidak mendapat outbound training pada taraf α = 0,05%. Dari data analisis, dapat disimpulkan bahwa penerapan outbound training efektif dalam meningkatkan kemampuan resolusi konflik interpersonal remaja.
GAMBARAN TEKANAN (STRESSORS) YANG DIHADAPI PASIEN SKIZOFRENIA RAWAT JALAN DAN STRATEGI COPING Susilawati, Sakti; Syafiq, Muhammad
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 5, No 2 (2015): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (417.513 KB) | DOI: 10.26740/jptt.v5n2.p119-134

Abstract

The aim of this study was to explore stressors faced by schizophrenic patients who have on-going treatments in Surabaya and to reveal strategies they employ to cope with the stressors. This was a qualitative research with a case study method. The participants of this study were two schizophrenic patients who have diagnosed by the expert as having paranoid and hebephrenic and schizophrenia have on going treatment. Data were collected through semi-structure interviews from main participants and their significant others and analyzed using thematic analysis. The results showed that the participants have experienced some stressors during on-going treatment process. Some of those stressors are: negative reaction from society, less attention from others, and loneliness. That stressors can become obstacles for schizophrenic patients to recover. To cope with the stressors, participants of this study employ two coping strategies, namely problem and emotion focused copings. The problem focused coping strategy helps participants to be directly active in solving the stressors. While, emotion focused coping strategy helps to control emotion and built their positive perspectives. In general, this study concludes that the participants use emotion focused coping when they are unable to solve stressors directly. Emotion focused coping helps participants to maintain their positive emotions. The participants’ coping ability indicates that they have opportunity to decrease the possibility of relapse risk and engage in normal life.Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran stressor yang dialami oleh penderita skizofrenia rawat jalan atau sudah pada tahap remisi di Surabaya serta strategi yang digunakan untuk menghadapi stressor tersebut. Pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus digunakan. Partisipan utama adalah tiga orang yang telah diagnosis oleh ahli sebagai penderita skizofrenia paranoid dan hebrefenik dalam tahap remisi. Data diperoleh melalui wawancara mendalam semiterstruktur dengan kedua partisipan dan significant others mereka. Data dianalisis menggunakan teknik analisis tematik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kedua partisipan mengalami beberapa stressor antara lain mendapatkan tanggapan negatif dari masyarakat, kurangnya perhatian dari orang terdekat, dan mengalami kesepian. Untuk menghadapi berbagai stressor tersebut, kedua partisipan menggunakan strategi berfokus pada masalah dan strategi berfokus pada emosi.  Strategi coping berfokus pada masalah membantu partisipan untuk bertindak aktif secara langsung menyelesaikan masalah, sedangkan strategi coping berfokus pada emosi digunakan untuk membantu mengelolah emosi secara positif. Secara umum, penelitian ini menyimpulkan bahwa partisipan penelitian ini lebih sering menggunakan strategi coping yang berfokus pada emosi. Coping berfokus emosi membantu partisipan untuk mengatur dan mengendalikan emosi mereka. Kemampuan ketiga partisipan dalam melakukan coping terhadap berbagai stressor yang dialaminya menunjukkan peluang yang besar bagi mereka untuk mengurangi risiko kekambuhan dan hidup secara normal.
Parents as Teachers: The Influence of Internal and External Factors on Parenting Style Differences Salim, Rose Mini Agoes; Safitri, Shahnaz
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 10, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jptt.v10n2.p95-104

Abstract

Research on the relationship between parents and children consistently shows that parents play a major role in developing the child's personality and skills. The influence of parents on children, among others, took place through parenting style. In the Indonesian context, teachers had also been viewed as an authority whose role was similar to parents in educating children, considering students spent a remarkable amount of time learning together with teachers at school. Based on this reason, this study explored whether the parenting styles adopted by teachers as parents at their homes were related to the parenting styles they applied to students at school. We also examined the extent to which gender and education levels influenced parenting. Using accidental sampling, this study was conducted on 501 teachers from five cities in Indonesia using the Parenting Style Scale. The analysis showed that there was a positive relationship between the teacher's parenting styles at home and school. Furthermore, gender was a significant factor in distinguishing one dimension of parenting style, in contrast to the level of education. Further analysis found that domicile influenced parenting behavior, which indicated the role of culture in parenting practices.Abstrak: Riset terkait hubungan orangtua dan anak secara konsisten menunjukkan bahwa orangtua berperan besar dalam mengembangkan kepribadian dan keterampilan anak. Pengaruh orangtua terhadap anak antara lain berlangsung melalui pola asuh yang diterapkan. Pada konteks Indonesia, guru juga dipandang sebagai pihak otoritas layaknya orangtua untuk mendidik anak, khususnya mengingat siswa menghabiskan waktu yang cukup lama untuk belajar bersama dengan guru di sekolah. Untuk itu, penelitian ini menelusuri apakah pola pengasuhan yang diadopsi oleh guru sebagai orangtua berkaitan dengan pola pengasuhan yang diterapkan pada siswa di sekolah. Lebih lanjut, ditelusuri pula seberapa jauh atribut demografi berupa gender dan tingkat pendidikan mempengaruhi pola asuh. Menggunakan teknik aksidental sampling, penelitian ini dilakukan pada 501 guru dari lima kota di Indonesia menggunakan Skala Pola Asuh dalam bentuk kuesioner cetak. Hasil analisis menunjukkan terdapat hubungan positif antara gaya pengasuhan guru di rumah dan di sekolah. Lebih lanjut, gender menjadi faktor yang signifikan membedakan pola asuh pada salah satu dimensi pengasuhan, sementara tidak demikian dengan tingkat pendidikan. Analisis lanjutan juga menemukan bahwa tempat tinggal memengaruhi perilaku pengasuhan, yang  mengindikasikan peran budaya di dalam praktik pengasuhan.Kata kunci: Gaya pengasuhan, guru, keluarga
Persepsi Terhadap Kohesivitas Kelompok Kerja dengan Intensi Turnover Pada Pramuniaga Permana, Muhammad Mahdi Ali; Mulyana, Olievia Prabandini
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 8, No 1 (2017): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (175.08 KB) | DOI: 10.26740/jptt.v8n1.p24-32

Abstract

The purpose of this study was to determine the relationship between perception of work group cohesiveness with turnover intention. The subjects were 154 sales associate of PT X who were chosen based on the following characteristics: the employees have worked for more than four months, and their status are contract employees . Data collected using group cohesiveness and turnover intention scales. The reliability of 32 items turnover intention scale was 0.94, whaile the 48 items group cohesiveness scale got the reliability coefficient of 0.93. the result of data analysis using Pearson’s Product Moment shows the correlation coefficient of -0.263 with significance value (p) = 0.002 < 0.05. it can be concluded from the result that  there is a negative relationship between perception of work group cohesiveness and the turnover intention among sales associate PT X.  Abstrak: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sebesar apa hubungan antara persepsi terhadap kohesivitas kelompok dengan intensi turnover. Subjek penelitian adalah Pramuniaga PT X. Sampel yang diambil berjumlah 154 karyawan dengan ciri-ciri Pramuniaga telah bekerja selama lebih dari empat bulan dan berstatus karyawan kontrak dengan menggunakan teknik incidental sampling. Pengambilan data dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan skala. Pada skala intensi turnover dihasilkan koefisien reliabilitas sebesar 0,94 dan dari 42 item didapatkan 38 item yang valid. Pada skala kohesivitas kelompok dihasilkan koefisien reliabilitas sebesar 0,93 dan dari 48 item didapatkan 39 item yang valid. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan negatif antara kohesivitas kelompok dengan intensi turnover pada Pramuniaga PT X. Nilai koefisien korelasi Product Moment sebesar -0,263 dengan signifikansi (p)= 0,002 < 0,05.
POLITIK IDENTITAS MAHASISWA ISLAM FUNDAMENTALIS Syafiq, Muhammad
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 1, No 1 (2010): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1553.628 KB) | DOI: 10.26740/jptt.v1n1.p46-54

Abstract

Tulisan ini mengkaji tentang politik identitas mahasiswa Islam fundamentalis. Politik identitas dalam tulisan ini diartikan sebagai strategi yang ditempuh oleh sekelompok orang untuk membentuk dan menegaskan identitasnya yang otentik di tengah berbagai serangan yang mengancam musnahnya identitas tersebut. Sementara mahasiswa Islam fundamentalis merujuk pada kelompok-kelompok aktivis dakwah di kampus perguruan tinggi. Sesuai dengan strategi berbagai gerakan fundamentalis lain, para aktivis dakwah membentuk dan menegaskan identitasnya melalui strategi pemisahan simbolik dan kognitif tapi tidak secara fisik. Namun strategi pemisahan ini tidak lepas dari ambivalensi karena sekalipun berjuang untuk memurnikan identitas Islam melalui pembentukan kelompok eksklusif, para aktivis dakwah juga berambisi untuk mengajak sebanyak mungkin mahasiswa Islam bergabung dalam kelompoknya sehingga harus tetap menjalin pergaulan secara luas.
Kepuasan Pernikahan Pasangan Beda Etnis ditentukan Resolusi Konflik dan Intimasi Spiritual Arvia, Alexandra; Setiawan, Jenny Lukito
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 11, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (190.462 KB) | DOI: 10.26740/jptt.v11n1.p17-31

Abstract

The aim of this study was to examine the effect of conflict resolution and spiritual intimacy on marital satisfaction among interracial married couples. Subjects in this study were 51 interracial married couples in one of the church synods in Indonesia. Data were collected using conflict resolution, spiritual intimacy and marital satisfaction scales. Data analysis techniques used in this study were multiple and partial regression analysis. The result showed that there is an effect of conflict resolution and spiritual intimacy to marital satisfaction simultaneously. On the other hand, both conflict resolution and spiritual intimacy has their own roles towards marital satisfaction among interracial married couples. Nevertheless, compared with conflict resolution, spiritual intimacy has a bigger impact towards marriage satisfaction.Keywords: Conflict resolution, marital satisfaction, spiritual intimacyAbstrak: Tujuan penelitian ini adalah menguji pengaruh resolusi konflik dan intimasi spiritual terhadap kepuasan pernikahan pada pasangan suami istri beda etnis. Subjek penelitian adalah 51 pasangan suami istri beda etnis pada salah satu sinode gereja di Indonesia. Penelitian ini menggunakan skala resolusi konflik, skala intimasi spiritual dan skala kepuasan pernikahan. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan uji regresi berganda. Analisis regresi linier berganda menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan dari resolusi konflik dan intimasi spiritual terhadap kepuasan pernikahan secara simultan. Selain itu, baik resolusi konflik ataupun intimasi spiritual masing-masing memiliki peran terhadap kepuasan pernikahan pada pasangan Kristiani beda etnis. Meski demikian, dibandingkan dengan resolusi konflik, intimasi spiritual memberikan pengaruh yang lebih besar terhadap kepuasan pernikahan.
Kecerdasan Emosi dan Perilaku Agresi di Social Media Pada Remaja Dewi, Waya Ratna; Savira, Siti Ina
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 7, No 2 (2017): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (150.237 KB) | DOI: 10.26740/jptt.v7n2.p82-87

Abstract

This study was aimed to examine the relationship betwen emotional intelligence and aggressive behavior on social media among students of state senior high school (SMA Negeri) 1 “X” in  Gresik regency. There were 232 students involved in this study. This study hypothesizes that emotional intelligence is correlated to aggressive behavior on social media among the subjects. Data collected using emotional intelligence and aggressive behavior scales and analyzed using Pearson’s product moment. The result shows that the correlation coefficient value is 0,859 (r = 0,859) with the significance level 0.000. The significance level is less than 0,005 (p < 0.005) which means that the hypothesis of this study is accepted. It can be concluded from the result that there is a significant correlation between emotional intelligence and aggressive behavior on social media among the subjects. The positive value of the coefficient shows that the higher the level of emotional intelligence of the students, the less aggressive their behaviors on social media will be, and vice versa.Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada hubungan antara kecerdasan emosi dengan perilaku agresivitas di social media pada remaja SMA Negeri 1 “X” Gresik. Hipotesis kerja (Ha) yang diajukan adalah sebagai berikut. Ada Hubungan antara kecerdasan emosi dengan perilaku agresi di social media pada remaja siswa SMAN 1 “X” Gresik. Subjek dalam penelitian ini adalah 232 siswa. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dalam bentuk skala kecerdasan emosi dan perilaku agresi di media sosial. Teknik analisis data menggunakan korelasi product moment. Hasil analisis data menunjukan nilai koefisien korelasi sebesar 0,859 (r = 0,859) dengan taraf signifikasi 0,000 (p<0,005). Hasil tersebut menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara kecerdasan emosi dengan perilaku agresi di social media pada subjek penelitian, dan nilai positif menunjukan hubungan searah antara dua variabel yaitu kecerdasan emosi dengan perilaku agresivitas di social media. Semakin tinggi tingkat kecerdasan emosi yang dimiliki siswa maka akan semakin rendah perilaku agresi di social media, begitu pula sebaliknya.
Depresi dan Kesejahteraan Spiritual pada Ibu Hamil Risiko Tinggi Handayani, Fitrias Putri; Fourianalistyawati, Endang
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 8, No 2 (2018): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jptt.v8n2.p145-153

Abstract

This study aims to investigate the relationship between depression and spiritual well-being among women with a high-risk pregnancy. A quantitative method with correlational design was employed. Eighty-five participants were recruited for this study using accidental sampling technique. All participants were pregnant women with a high-risk pregnancy (between 24 and 36 weeks of gestation). Data were collected using two instruments, namely an adapted CESD-R (Center for Epidemiological Studies-Depression Scale Revised) to measure depression and an adapted Gomez & Fisher’s SWBQ (Spiritual Well-Being Questionnaire) to measure spiritual well-being. Results shows that there is a significant negative relationship between depression and spiritual well-being (r = -0,422 in the significance level of 0.01). It can be concluded from the result that the low level of depression correlates with the high spiritual well-being. Key words: Depression, spiritual well-being, high-risk pregnancyAbstrak: Penelitian ini bertujuan untuk melihat depresi dan kesejahteraan spiritual pada ibu hamil risiko tinggi. Metode penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain korelasional. Dalam penelitian ini depresi dan kesejahteraan spiritual diukur dengan alat ukur yang telah diadaptasi, depresi diukur dengan Center For Epidemiological Studies - Depression Scale Revised (CESD-R) sedangkan kesejahteraan spiritual diukur dengan Spiritual Well-being Questionnaire (SWBQ). Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik accidental sampling dan sebanyak 89 ibu hamil risiko tinggi dengan usia kehamilan diatas 6 bulan (24 – 36 minggu) menjadi partisipan dalam penelitian ini. Hasil menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan dan bernilai negatif antara depresi dengan kesejahteraan spiritual sebesar r= - 0,422 (hubungan sedang) dengan signifikansi 0,01. Kesimpulan dari hasil penelitian ini adalah tingkat depresi yang rendah memiliki hubungan dengan kesejahteraan spiritual yang tinggi.
KONTRIBUSI METODE NEURO-LINGUISTIC PROGRAMMING TERHADAP KEMAMPUAN GOAL SETTING PELARI CEPAT PERORANGAN Jannah, Miftakhul
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 3, No 1 (2012): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (533.775 KB) | DOI: 10.26740/jptt.v3n1.p42-48

Abstract

This research was designed to test the contribution of Neuro-Linguistic Programming (NLP) to individual 100 meter sprinters’ goal setting abilities. There were fourteen individual 100 meter sprinters from Local Training Center of East Java participated in this research. Data were analysed using difference mean pretest and posttest goal setting ability score. The result obtained indicates that: (1) mean pretest goal setting ability score=6; (2) mean postest goal setting ability score=12,5; (3) mean gain score=6,5. There was difference individual 100 meters sprinters’ goal setting ability between before and after received NLP training. This study concluded that NLP training contributes to increase individual 100 meter sprinters’ goal setting abilities.Abstrak: Penelitian ini dirancang untuk menguji kontribusi Neuro-Linguistic Programming (NLP) terhdap kemampuan goal setting pelari cepat 100 meter. Ada empat belas pelari cepat individual 100 meter dari Pusat Latihan Daerah Jawa Timur yang berpartisipasi dalam penelitian ini. Data dianalisis dengan menggunakan skor rata-rata perbedaan antara pretest dan posttest kemampuan goal setting. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa: (1) skor rata-rata pretest kemampuan goal setting = 6; (2) skor rata-rata posttest kemampuan goal setting = 12,5; (3) sko rata-rata selisih antara pretes dan postes = 6,5. Hasil tersebut menunjukkan ada perbedaan kemampuan goal setting pelari cepat individual 100 meter antara sebelum dan sesudah pelatihan NLP diterima. Setelah pelatihan NLP, kemampuan goal setting partisipan meningkat. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pelatihan NLP dapat meningkatkan kemampuan goal setting pada pelari cepat 100 meter perorangan.
Awas pada Badan untuk Menurunkan Gejala Somatis di Tengah Pandemi COVID-19 Rahmandani, Amalia; La Kahija, Yohanis Franz
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 11, No 3 (2021): EDISI KHUSUS: Dimensi Psikologis Pandemi COVID-19
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (288.062 KB) | DOI: 10.26740/jptt.v11n3.p217-231

Abstract

The World Health Organization declared Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) as a pandemic disease. The psychological impacts of the pandemic can increase the risk of somatic symptoms among individuals. As a signal of alertness and adaptive action, prolonged somatic symptoms can affect overall psycho-physiological functions. When the symptoms continue with a decrease in individual immunity, COVID-19 infection can become riskier. This study aims to examine the effect of using body awareness to reduce somatic symptoms through a short intervention in people in the middle of COVID-19 pandemic. Intervention was conducted online in accordance with the directives of the Indonesian government concerning social restrictions. This study used one group pretest-posttest design. Data were collected using Somatic Symptom Scale (SSS-8) which was adapted into Indonesian. There were 34 subjects fully participated in this intervention based on convenience sampling through online publication (voluntary participation). Using the paired sample t-test, the results show that body awareness provides significant benefits in decreasing somatic symptoms.Keywords: Body awareness, COVID-19 pandemic, somatic symptoms Abstrak: World Health Organization menyatakan Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) sebagai penyakit pandemik. Dampak psikologis dari pandemi dapat meningkatkan risiko munculnya gejala somatis yang dirasakan oleh individu. Gejala somatis sebagai sinyal untuk waspada dan adaptif dapat berkepanjangan dan memengaruhi fungsi psikofisiologis secara menyeluruh. Gejala somatis yang berkepanjangan dan disertai penurunan imunitas individu dapat meningkatkan risiko terinfeksi COVID-19. Penelitian ini bertujuan menguji pengaruh intervensi singkat “awas pada badan” terhadap penurunan gejala somatis pada masyarakat di tengah pandemi COVID-19. Intervensi dilakukan secara daring sesuai arahan pemerintah terkait pembatasan sosial. Penelitian menggunakan one group pretest-posttest design dengan menggunakan Somatic Symptom Scale (SSS-8) yang telah diadaptasi ke dalam Bahasa Indonesia sebagai instrument pengumpul data. Terdapat 34 partisipan yang direkrut berdasarkan convenience sampling melalui publikasi online dan mengikuti intervensi secara penuh (partisipasi sukarela). Hasil analisis menggunakan paired sample t-test menunjukkan bahwa latihan “awas pada badan” memberikan manfaat signifikan bagi penurunan gejala somatik.

Filter by Year

2010 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 16 No. 03 (2025): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 16 No. 02 (2025): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 16 No. 01 (2025): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 15 No. 02 (2024): Vol. 15 No. 2 (2024): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 15 No. 01 (2024): Vol. 15 No. 1 (2024): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 15 No. 03 (2024): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 14 No. 03 (2023): Vol. 14 No. 3 (2023): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 14 No. 2 (2023): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 14 No. 1 (2023): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 13 No. 3 (2022): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 13 No. 2 (2022): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 13 No. 1 (2022): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 11 No. 3 (2021): EDISI KHUSUS: Dimensi Psikologis Pandemi COVID-19 Vol 11, No 3 (2021): EDISI KHUSUS: Dimensi Psikologis Pandemi COVID-19 Vol. 12 No. 1 (2021) Vol. 11 No. 2 (2021) Vol 11, No 2 (2021) Vol. 11 No. 1 (2020) Vol 11, No 1 (2020) Vol 10, No 2 (2020) Vol. 10 No. 2 (2020) Vol 10, No 1 (2019) Vol. 10 No. 1 (2019) Vol 9, No 2 (2019) Vol. 9 No. 2 (2019) Vol 9, No 1 (2018): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 9, No 1 (2018): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 9 No. 1 (2018): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 8, No 2 (2018): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 8 No. 2 (2018): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 8, No 2 (2018): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 8, No 1 (2017): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 8 No. 1 (2017): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 8, No 1 (2017): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 7, No 2 (2017): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 7, No 2 (2017): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 7 No. 2 (2017): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 7, No 1 (2016): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 7 No. 1 (2016): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 7, No 1 (2016): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 6 No. 2 (2016): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 6, No 2 (2016): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 6, No 2 (2016): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 6 No. 1 (2015): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 6, No 1 (2015): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 6, No 1 (2015): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 5, No 2 (2015): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 5, No 2 (2015): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 5 No. 2 (2015): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 5, No 1 (2014): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 5 No. 1 (2014): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 5, No 1 (2014): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 4, No 2 (2014): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 4 No. 2 (2014): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 4, No 2 (2014): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 4, No 1 (2013): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 4, No 1 (2013): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 4 No. 1 (2013): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 3, No 2 (2013): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 3, No 2 (2013): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 3 No. 2 (2013): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 3, No 1 (2012): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 3, No 1 (2012): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 3 No. 1 (2012): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 2, No 2 (2012): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 2 No. 2 (2012): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 2, No 2 (2012): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 2, No 1 (2011): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 2 No. 1 (2011): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 2, No 1 (2011): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 1, No 2 (2011): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 1, No 2 (2011): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 1 No. 2 (2011): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 1, No 1 (2010): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 1, No 1 (2010): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 1 No. 1 (2010): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan More Issue