cover
Contact Name
Miftakhul Jannah
Contact Email
miftakhuljannah@unesa.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jptt@unesa.ac.id
Editorial Address
Universitas Negeri Surabaya Lidah Wetan Surabaya 60213 Jawa Timur - Indonesia
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan
ISSN : 20871708     EISSN : 25979035     DOI : https://doi.org/10.26740/jptt.v13n1
JPTT: Jurnal Psikologi Teori dan Terapan accepts manuscript research results in the fields of educational psychology, developmental psychology, clinical psychology, social psychology, industrial & organizational psychology, but not limited to: Personality and Learning Learning Interventions Teaching Strategies Education of Children with Special Needs Education of Gifted Children Counselling in Education Development of Children, Adolescents, Adults, and the Elderly Developmental Problems Parenting Strategies Quality of Life Personality Disorder Behaviour Modification Counselling and Psychotherapy Psychosis Disorders Psychological Intervention Social Transformation Social Intervention Employee Engagement Aggressive Behavior Prosocial Behavior Group Conformity Customer Satisfaction Organizational Leadership Organizational Commitment Work Motivation Work Stress
Articles 531 Documents
Mengembangkan Psikologi Konservasi Melalui Model Perilaku Ekologis Mangrove Akhmad Fauzie
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 8 No. 1 (2017): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (406.129 KB) | DOI: 10.26740/jptt.v8n1.p11-23

Abstract

This study was aimed to examine the mangrove ecological behavior model and the influences of self-concept, environmental ethics, environmental attitude and behavior intention on mangrove ecological behavior. The mangrove ecological behavior model can be useful to promote conservation psychology. The mangrove ecological behavior is constructed based on  the theory of planned behavior that is combined with norm activation theory. Sample used in this study was 235 students in Hang Tuah University. Data were analyzed using path analysis to determine the direct and indirect effect of exogenous variables on endogenous variable. There are two structural equations that is direct and indirect effect of self-concept, environmental ethics, environmental attitude toward mangrove ecological behavior with behavior intention as a mediator variable. The results show that  all structural equations fulfill egilibility. The effect of self-concept, environmental ethics and environmental attitudes on behavior intention amounted to 47.2%, while environmental attitudes give the most effect on behavior intention of 55%. The combined effect of self-concept, environmental ethics, environmental attitudes and behavioral intentions toward mangrove ecological behavior is 27.2% and ecological behavior intention contributed 46.2% toward mangrove ecological behavior. The direct effect of the environmental ethics toward mangrove ecological behavior is 0126, while the indirect effect of environmental ethics towards mangrove ecological behavior through behavioral intention is 0.0549. It can be seen from the result that the effect of the environmental ethics on mangrove ecological behavior is minor. Thus, based on these results, to encourage mangrove ecological behavior, the environmental ethics teaching model needs to be applied. The  focus of this teaching model should be given on environmental attitudes that includes the incease of knowledge and value to the mangrove environment.Abstrak: Penelitian ini menguji model perilaku ekologis mangrove dengan mengukur pengaruh konsep diri, etika lingkungan, sikap lingkungan dan intensi perilaku terhadap perilaku ekologis mangrove. Model perilaku mangrove ini dapat berguna untuk mengembangkan psikologi konservasi. Rancangan model ini didasarkan pada teori perilaku terencana yang dikombinasikan dengan teori aktivasi norma. Sampel penelitian ini berjumlah 235 orang. Analisis data menggunakan analisis jalur (path analysis) karena bertujuan untuk mengetahui pengaruh langsung dan tidak langsung variabel-variabel exogenous terhadap variabel endogenous. Berdasar analisis data diperoleh hasil bahwa semua model persamaan struktur memenuhi kelayakan. Pengaruh konsep diri, etika lingkungan dan sikap lingkungan secara gabungan terhadap intensi perilaku sebesar 47.2% sedangkan pada besaran pengaruh parsial, sikap lingkungan memberi pengaruh paling besar terhadap intensi perilaku sebesar 55%. Pengaruh konsep diri, etika lingkungan, sikap lingkungan dan niatan perilaku terhadap perilaku ekologis secara gabungan sebesar 27.2% dan intensi perilaku ekologis memberi sumbangan terbesar yaitu 46.2%. Pengaruh langsung etika lingkungan terhadap perilaku ekologis adalah -0.126, sedangkan pengaruh tidak langsung etika lingkungan terhadap perilaku ekologis melalui niatan perilaku adalah 0.0549. Hal ini menunjukkan bahwa pengaruh etika lingkungan terhadap perilaku ekologis adalah kecil. Maka, berdasar hasil tersebut, untuk mendorong perilaku ekologis mangrove perlu diterapkan model pembelajaran etika lingkungan hidup difokuskan pada sikap lingkungan yang meliputi peningkatan pengetahuan dan nilai terhadap lingkungan. 
Asertivitas Perokok Pasif Ditinjau dari Tingkat Pengetahuan tentang Rokok dan Jenis Kelamin Rachmawati Rachmawati; Amalia Juniarly; Nurul Izati
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 8 No. 2 (2018): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (278.735 KB) | DOI: 10.26740/jptt.v8n2.p91-100

Abstract

The purpose of this study is to examine the difference of passive smokers assertiveness in terms of their knowledge level of cigarette, and their sexes. The hypothesis is that there is a difference of passive smokers assertiveness in terms of their knowledge level of cigarettes, and their sexes. The sample of this study was 314 people divided into 157 male passive smokers and 157 female passive smokers. All participants are living in Palembang city, South Sumatra. Two instruments were used to collect data, namely the scale of assertiveness and the questionnaire of the level of cigarette knowledge. Data were analyzed using one-way anova and t-test. The result shows that there is a significant difference of passive smokers assertiveness in terms of the cigarette knowledge level, with p = 0,000 (p <0,05). Likewise, there is a significant difference of assertiveness between male and female passive smokers, with p = 0,000 (p <0.05). Thus, the hypothesis of this study is accepted.Key words: Assertiveness, passive smoker, knowledge of cigarettes, sex.Abstrak: Tujuan penelitian untuk mengetahui perbedaan asertivitas perokok pasif ditinjau dari tingkat pengetahuan tentang rokok dan jenis kelamin. Hipotesis penelitian yaitu ada perbedaan asertivitas perokok pasif ditinjau dari tingkat pengetahuan tentang rokok dan jenis kelamin.. Sampel penelitian adalah 314 orang yang terbagi menjadi 157 orang perokok pasif laki-laki dan 157 perokok pasif perempuan. Seluruh partisipan adalah warga kota Palembang, Sumatera Selatan. Alat ukur yang digunakan adalah skala asertivitas dan angket tingkat pengetahuan tentang rokok. Analisis data menggunakan one-way anova dan t-test. Hasil analisis menunjukkan ada perbedaan yang signifikan asertivitas perokok pasif ditinjau dari tingkat pengetahuan tentang rokok dengan nilai p=0,000 (p<0,05) dan ada perbedaan yang signifikan antara asertivitas perokok pasif laki-laki dan asertivitas perokok pasif perempuan, dengan nilai p=0,000 (p<0,05). Dengan demikian, hipotesis penelitian ini dapat diterima.
Pengaruh Ciri Kepribadian terhadap Intimacy pada Dewasa Muda yang Menjalin Hubungan Romantis Linda Setiawati; Fivi Nurwianti; Grace Kilis
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 8 No. 2 (2018): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (428.221 KB) | DOI: 10.26740/jptt.v8n2.p79-90

Abstract

The aim of this research is to examine the impact of vigilant, devoted, and self-sacrificing personality styles on intimacy (engagement, communication, shared friends) among young adults in romantic relationships (dating/married). A total of 1000 respondents aged 20-40 years old completed questionnaires on personality styles (Personality Self-Portrait) and intimacy (Personal Assessment of Intimacy in Relationships). Data analysis using Structural Equation Modeling (SEM) shows a significant impact of self-sacrificing personality styles on engagement (γ = -0,511, p < 0,01) and communication (γ = -0,361, p < 0,01). There are also significant influences of vigilant (γ = -0,225, p < 0,05) and devoted personality styles (γ = 0,132, p < 0,05) to shared friends. The impact of self-sacrificing personality styles indicates the importance of both parties involvement in influencing their relationship. Besides, being too sensitive (vigilant personality styles characteristic) and having a sense of comfort in relationships with others (devoted personality styles characteristic) could influence how individuals engage in social relationships outside their romantic relationships. Key words: Intimacy, personality styles, romantic relationshipsAbstrak: Penelitian ini bertujuan melihat pengaruh ciri kepribadian vigilant, devoted, dan self-sacrificing, terhadap intimacy (engagement, communication, shared friends) pada dewasa muda yang sedang menjalin hubungan romantis (berpacaran/menikah). Sebanyak 1000 responden berusia 20-40 tahun mengisi alat ukur ciri kepribadian (Personality Self-Portrait) dan intimacy (Personal Assessment of Intimacy in Relationships). Hasil analisis menggunakan Structural Equation Modeling (SEM) menunjukkan pengaruh ciri kepribadian self-sacrificing yang signifikan terhadap engagement (γ = -0,511, p < 0,01) dan communication (γ = -0,361, p < 0,01). Selain itu ditemukan pula pengaruh ciri kepribadian vigilant (γ = -0,225, p < 0,05) dan devoted (γ = 0,132, p < 0,05) yang signifikan terhadap shared friends, juga pengaruh status hubungan yang signifikan terhadap communication (γ = 0,102, p < 0,01). Pengaruh ciri kepribadian self-sacrificing yang signifikan menekankan pentingnya keterlibatan kedua pihak dalam mempengaruhi kualitas hubungan mereka. Selain itu, kepekaan yang terlalu tinggi (karakteristik ciri kepribadian vigilant) dan rasa nyaman akan hubungan dengan orang lain (karakteristik ciri kepribadian devoted) dapat mempengaruhi individu dalam menjalin hubungan dengan lingkungan sosial di luar hubungannya.
Pengaruh PETTLEP Imagery terhadap Efikasi Diri Atlet Lari 100 Meter Perorangan Yeni Ayu Wulandari; Miftakhul Jannah
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 8 No. 2 (2018): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (357.91 KB) | DOI: 10.26740/jptt.v8n2.p154-164

Abstract

Self-efficacy is an important mental aspect that affects the performance of athletes. High self-efficacy will enable athletes to face and handle  the hard situations during the game; thus, it allows them to reach their best performances. This study was aimed to examine the effect of PETTLEP imagery on self-efficacy among athletes of 100m sprint. PETTLEP is an acronym wiich each letter represents some important factors in imagery intervention namely physic, enviroment, task, timing, learning, emotion, and perspective. This research used experimental method with one group pre-and post-test design. The participants were 6 sprinters who are selected to join PRAPELATNAS B (one of pre-national training programs for national athlete candidates)). Data were collected through a self-efficacy scale  and analysed using Wilcoxon Test. The result shows that the PETTLEP Imagery intervention has an impact on the increase of the 100m sprinters self efficacy.Key words: PETTLEP Imagery, self-efficacy, sprintersAbstrak: Penelitian dilatabelakangi oleh pentingnya aspek mental berupa efikasi diri yang harus dimiliiki oleh atlet karena berpengaruh pada performa atlet. Salah satu treatment yang dapat dilakukan agar atlet yakin dengan kemampuannya sehingga bisa menghadapi situasi latihan dan perlombaan dengan performa yang maksimal adalah dengan melakukan PETTLEP Imagery. PETTLEP merupakan akronim dari physic (fisik), enviroment (lingkungan), task (tugas), timing (waktu), learning (belajar), emotion (emosi) dan perspective (perspektif). Penelitian ini berujuan untuk mengetahui pengaruh PETTLEP imagery terhadap efikasi diri atlet lari 100 meter perorangan. Penelitian ini menggunakan metode  eksperimen dengan one group pre-and post-test design. Partisipan adalah 6 orang atlet lari 100 meter yang tergabung dalam PRAPELATNAS B (Pra-Pelatihan Nasional B). Data diperoleh dari  hasil pretest dan posttest  skala efikasi. Analisis data menggunakan Uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan ada pengaruh PETTLEP Imagery terhadap peningkatan efikasi diri atlet lari 100 meter perorangan. 
Prompting dan Positive Reinforcement untuk Meningkatkan Keterampilan Berpakaian Pada Anak dengan Intellectual Disability Ika Agustina Murpratiwi; Mita Aswanti Tjakrawiralaksana
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 8 No. 2 (2018): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (374.648 KB) | DOI: 10.26740/jptt.v8n2.p112-123

Abstract

Children with intellectual disability (ID) have deficits in their cognitive and adaptive function. One of the important skills of adaptive function which need to be mastered is dressing up, especially wearing buttoned clothes. However, the limitations possessed by children with ID make them always in need of help from others. Based on this condition, it is necessary to provide interventions to improve the skill of buttoning clothes on children with ID. Using single case A-B design, this study evaluates whether behavior modification intervention improve the clothes buttoning skill of a 9-year-old child with moderate ID. The intervention used prompting technique, namely most-to-least prompting accompanied with the provision of positive reinforcement. Prompt techniques expected to be effective in enhancing dressing upskills; additionally, positive reinforcement was also used to keep the child motivated during the intervention sessions. The results showed an increasing trend on mastery of buttoning skill, decreasing trend for prompt intensity, and immediacy of effect influenced by intervention. The results proves that prompting and positive reinforcement technique was effective for improving the childs ability in buttoning clothes independently.  Key Words: Prompting, positive reinforcement, buttoning clothesAbstrak: Anak-anak dengan kondisi intellectual disability (ID) mengalami defisit pada fungsi kognitif dan fungsi adaptif. Salah satu keterampilan dari fungsi adaptif yang penting dikuasai adalah berpakaian, terutama memakai baju berkancing.  Akan tetapi, keterbatasan yang dimiliki oleh anak ID membuat mereka selalu membutuhkan bantuan dari orang lain. Berdasarkan kondisi tersebut, perlu dilakukan pemberian intervensi untuk meningkatkan keterampilan mengancingkan baju pada anak ID. Dengan menggunakan single case A-B design, penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi apakah intervensi modifikasi perilaku dapat meningkatkan keterampilan mengancingkan baju pada anak berusia 9 tahun dengan ID moderate. Intervensi ini menggunakan teknik prompting, yaitu most to least prompting disertai dengan pemberian positive reinforcement. Teknik prompting diharapkan efektif dalam meningkatkan keterampilan mengancingkan baju, sedangkan positive reinforcement digunakan untuk menjaga motivasi anak selama sesi intervensi. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan trend pada penguasaan keterampilan mengancingkan baju, penurunan trend untuk intensitas prompt yang digunakan serta immediacy of effect yang dipengaruhi oleh intervensi. Ini membuktikan bahwa teknik prompting dan positive reinforcement efektif meningkatkan keterampilan anak dalam mengancingkan baju secara mandiri.
Persepsi Iklim Sekolah dan Kesejahteraan Subjektif Siswa di Sekolah Ridwan Aji Budi Prasetyo
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 8 No. 2 (2018): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (338.815 KB) | DOI: 10.26740/jptt.v8n2.p133-144

Abstract

Abstract: This study aimed to investigate the relationship between perception of school climate and students subjective well-being at school. Two instruments were used to collect data, namely (1) Scale of Subjective Well-Being at School, which was developed based on Osgoods semantic differential mode; and (2) Scale of Perception of School Climate which was constructed based on Likerts summated rating model. Ninety senior high school students participated in this study. They were selected by means of convenience sampling method. Multivariate correlation technique (MANOVA) was then applied to examine the correlation between the two constructs. The result revealed that there is a significant positive correlation between perception of school climate and students subjective well-being at school (F = 11.561, Partial Eta Square = 0.210, and p = 0.00 (p < 0.01)). Meanwhile, perception of school climate has significant positive correlation with both cognitive and affective aspects of subjective well-being, with the value of correlation coefficient tends to be higher with cognitive aspect than with affective aspect.Keywords: School climate, subjective well-being, school, studentAbstrak: Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan antara persepsi terhadap iklim sekolah dengan kesejahteraan subjektif siswa di sekolah. Dua skala disusun untuk pengumpulan data, yaitu: (1) Skala Kesejahteraan Subjektif di Sekolah, yang disusun berdasarkan model semantic differential Osgood dan (2) Skala Persepsi Iklim Sekolah, yang disusun berdasarkan model summated rating Likert. Sembilan puluh siswa berpartisipasi dalam penelitian ini. Sampel tersebut dipilih dengan teknik convenience sampling. Teknik korelasi multivariat (MANOVA) kemudian digunakan untuk menilai korelasi antara kedua konstruk tersebut. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa terdapat korelasi positif yang signifikan antara persepsi terhadap iklim sekolah dengan kesejahteraan subjektif siswa di sekolah (F = 11.561, Partial Eta Square = 0.210, and p = 0.00 (p < 0.01)). Sementara itu, persepsi terhadap iklim sekolah memiliki korelasi positif yang signifikan dengan aspek kognitif dan afektif dari kesejahteraan subjektif siswa di sekolah, dengan kecenderungan lebih tinggi pada aspek kognitif dibandingkan pada aspek afektif.
Perilaku Prososial Sebagai Prediktor Status Teman Sebaya Pada Remaja Unita Werdi Rahajeng; Tri Yogi Adi Wigati
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 8 No. 2 (2018): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (337.2 KB) | DOI: 10.26740/jptt.v8n2.p124-132

Abstract

In the peer group of adolescence, peer status plays a crucial role. There are 5 kinds of peer status, namely  popular, rejected, neglected, controversial, and average status. Social competence of the youth can be a predictor of peer status, one of the youths social competences that becomes the focus of this research is prosocial behaviour. Prosocial behavior is generally acceptable in social environment; however, the significance of prosocial behaviour in predicting the status of adolescents in peer groups still needs to be studied. Prosocial behaviour was identified through Peer Assessment Prosocial Behaviour adapted from Greener (2000), while peer status was identified through sociometric techniques by categorizing peer status according to the techniques by Coie, Dodge, and Cappotelli (1982). There were 114 adolescents as research participants (57.9% male, Mean Age = 12.70 years). With multinomial logistic regression analysis, it was concluded that prosocial behaviour was able to predict peer status (χ2 (4) = 48.68, p <0.001) with prediction ability of 56.1%. The effect of prosocial behaviour on the establishment of each peer status will be discussed in more detail in this article.Key words: Adolescent, peer assessment, prosocial behaviour, peer status Abstrak: Status di kelompok sebayanya merupakan status sosial yang berperan penting di masa remaja. Adapun terdapat 5 macam status teman sebaya, yaitu populer, rejected (ditolak), neglected (diabaikan), controversial (kontroversial), dan average (rata-rata). Kompetensi sosial remaja dapat menjadi prediktor terhadap status teman sebaya, salah satu yang akan menjadi fokus penelitian ini adalah perilaku prososial. Sebagai bentuk perilaku yang secara umum dapat diterima dalam lingkungan sosial, peneliti ingin mengetahui seberapa signifikan peranannya dalam memprediksi status remaja dalam kelompok teman sebaya. Perilaku prososial diidentifikasikan melalui Peer Assessment Prosocial Behavior yang diadaptasi dari Greener (2000). Sedangkan status teman sebaya diidentifikasi melalui teknik sosiometri dengan pengkategorisasian status teman sebaya mengikuti teknik yang digagas oleh Coie, Dodge, dan Cappotelli (1982). Terdapat 114 orang remaja sebagai partisipan penelitian (57.9% laki-laki, Mean Usia = 12.70 tahun). Dengan teknik multinominal logistic regression disimpulkan bahwa perilaku prososial remaja mampu memprediksikan status teman sebaya (χ2(4) = 48.68, p<0.001) dengan kemampuan prediksi sebesar 56.1%. Efek perilaku prososial terhadap terbentuknya masing-masing status teman sebaya akan didiskusikan lebih rinci dalam artikel ini.
Penerapan Prompting dan Fading untuk Mengembangkan Tanggung Jawab Pada Anak Usia Sekolah Linda Mutiara Larassati; Fenny Hartiani
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 8 No. 2 (2018): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (355.483 KB) | DOI: 10.26740/jptt.v8n2.p101-111

Abstract

The cultivation of responsibility values in children is not often the main focus for parents. Whereas, the responsibility plays an important role for the development of self esteem, self-identity, and children well-being. The purpose of this study was to evaluate the effectiveness of prompting and fading techniques to develop responsibility in school-aged children starting from the simple behavior that is, putting objects that have been used in appropiate places. This study was conducted on a 7 years old child in second grade elementary school, using single case A-B design and implemented in 8 sessions. The results show that the application of behavior modification program with prompting and fading techniques can develop responsibility in a 7-years old child primarily in the case of putting an object in its place after using it.Key words : Prompting, fading, responsibilityAbstrak : Penanaman nilai-nilai tanggung jawab pada anak seringkali tidak menjadi fokus utama bagi orang tua. Padahal, rasa tanggung jawab berperan penting bagi perkembangan self esteem, pembentukan identitas diri, serta kesejahteraan mental anak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi efektivitas teknik prompting dan fading dalam mengembangkan rasa tanggung jawab pada anak usia sekolah dimulai dari perilaku yang sederhana yaitu, meletakkan barang yang telah digunakan di tempatnya. Perilaku tersebut merupakan manifestasi dari tanggung jawab terhadap barang pribadinya. Partisipan dalam intervensi ini adalah satu anak perempuan berinisial K, berusia 7 tahun, dan duduk di bangku kelas 2 SD. Penelitian ini menggunakan single case experimental A-B design. Intervensi dilakukan sebanyak 8 sesi menggunakan teknik modifikasi perilaku yaitu, prompting, transfer of stimulus control (fading), dan positive reinforcement. Analisis dilakukan dengan melihat perbandingan kemunculan perilaku meletakkan barang sebelum dan sesudah intervensi dilakukan. Hasil menunjukkan bahwa teknik prompting dan fading berhasil meningkatkan tanggung jawab berupa perilaku meletakkan barang di tempatnya secara konsisten pada anak usia 7 tahun.
Kematangan Emosi, Kontrol Diri, dan Perilaku Agresif Pada Anggota Korps Brigade Mobil Dalam Menangani Huru Hara Agung Rian Asmoro; Andik Matulessy; Tatik Meiyuntariningsih
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 9 No. 1 (2018): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (258.434 KB) | DOI: 10.26740/jptt.v9n1.p39-48

Abstract

This study aims to investigate the relationship between emotional maturity, self-control, and aggressive behavior among members of the Mobile Brigade Corps 2 Battalion A Pioneer of Mobile Brigade Corps Unit of the Regional Police in East Java. The total number of participants involved in this study was 110. Data collected using emotional maturity, self control, and aggressive behavior scales. Multiple reggression was used to analyze the data. The result shows that correlation value R = is 0.195 and F-value = 9,341 with significance value (p) of 0.000 (p <0.05).  The result indicates that there is a significant relationship between emotional maturity, self control, and aggressive behavior of members of Mobile Brigade (Brimob) in handling riots. Thus, the main hypothesis of this study is accepted.Key words: Emotional maturity, self control, aggressive behaviorAbstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kematangan emosi, kontrol diri dan perilaku agresif. Populasi dalam penelitian ini adalah anggota Satuan Polisi Khusus Brigade Mobil (Brimob) 2 Batalyon A Perintis Satuan Brigade Mobil (Brimob) Kepolisian Daerah (Satbrimob Polda) Jawa Timur. Terdapat 110 subjek terlibat dalam penelitian ini. Instrumen pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan skala yaitu skala kematangan emosi, skala kontrol diri dan skala perilaku agresif. Data dianalisis menggunakan regresi berganda (multiple regression). Hasil penelitian menunjukkan nilai korelasi R = 0,195 dan F-value = 9,341 dengan nilai signifikansi (p) 0,000 (p <0,05). Dapat disimpulkan dari hasil analisis data ini bahwa ada hubungan yang signifikan antara kematangan emosi dan kontrol diri dengan perilaku agresif anggota Brimob dalam menangani kerusuhan. Dengan demikian, hipotesis utama penelitian ini dapat diterima.
Peran Coping Berfokus Emosi sebagai Mediator Pada Hubungan antara Kepribadian dan Penggunaan Internet Bermasalah Lucky Aura Sandiana; Imelda Ika Dian Oriza
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 9 No. 1 (2018): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (514.125 KB) | DOI: 10.26740/jptt.v9n1.p49-61

Abstract

This study was conducted to examine the role of emotion-focused coping as mediator of the relationship between personality traits and the level of problematic internet use. A total of 174 participants in the age range 18-29 (M = 23.1, SD = 2.7) have completed online questionnaires. The instruments used were Generalized Problematic Internet Use Scale 2 (GPIUS2), Big Five Inventory 44, and Brief COPE. The findings of this study show that emotional-focused coping did not work as a mediator in the three personality trait relationships (neuroticism, extraversion, & openness) with problematic internet use. Nevertheless, this study found that the direction of the relationship between the three variables has aligned with previous theories and findings. Allegations about the possibility of no significance are discussed.Key words: Emotional-focused coping, personality traits, problematic internet useAbstrak: Penelitian ini dilakukan untuk melihat peran mediasi coping berfokus emosi pada hubungan trait kepribadian dan tingkat penggunaan internet bermasalah. Sebanyak 174 orang partisipan dengan rentang usia 18-29 tahun (M = 23,1, SD = 2,7) telah mengisi kuesioner secara online. Terdapat tiga alat ukur untuk mengukur ketiga variabel, yakni Generalized Problematic Internet Use Scale 2 (GPIUS2), Big Five Inventory 44, dan Brief COPE. Hasil temuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa coping berfokus emosi tidak dapat bekerja sebagai mediator dalam hubungan tiga trait kepribadian (neuroticism, extraversion, dan openness) dengan penggunaan internet bermasalah. Meskipun demikian, penelitian ini menemukan bahwa arah hubungan antara ketiga variabel telah sejalan dengan teori dan temuan sebelumnya. Dugaan mengenai kemungkinan tidak terjadi signifikansi didiskusikan.

Filter by Year

2010 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 16 No. 03 (2025): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 16 No. 02 (2025): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 16 No. 01 (2025): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 15 No. 02 (2024): Vol. 15 No. 2 (2024): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 15 No. 01 (2024): Vol. 15 No. 1 (2024): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 15 No. 03 (2024): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 14 No. 03 (2023): Vol. 14 No. 3 (2023): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 14 No. 2 (2023): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 14 No. 1 (2023): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 13 No. 3 (2022): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 13 No. 2 (2022): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 13 No. 1 (2022): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 11, No 3 (2021): EDISI KHUSUS: Dimensi Psikologis Pandemi COVID-19 Vol. 11 No. 3 (2021): EDISI KHUSUS: Dimensi Psikologis Pandemi COVID-19 Vol. 12 No. 1 (2021) Vol 11, No 2 (2021) Vol. 11 No. 2 (2021) Vol 11, No 1 (2020) Vol. 11 No. 1 (2020) Vol. 10 No. 2 (2020) Vol 10, No 2 (2020) Vol 10, No 1 (2019) Vol. 10 No. 1 (2019) Vol 9, No 2 (2019) Vol. 9 No. 2 (2019) Vol 9, No 1 (2018): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 9, No 1 (2018): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 9 No. 1 (2018): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 8, No 2 (2018): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 8 No. 2 (2018): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 8, No 2 (2018): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 8 No. 1 (2017): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 8, No 1 (2017): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 8, No 1 (2017): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 7, No 2 (2017): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 7 No. 2 (2017): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 7, No 2 (2017): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 7, No 1 (2016): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 7 No. 1 (2016): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 7, No 1 (2016): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 6, No 2 (2016): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 6 No. 2 (2016): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 6, No 2 (2016): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 6, No 1 (2015): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 6, No 1 (2015): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 6 No. 1 (2015): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 5, No 2 (2015): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 5, No 2 (2015): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 5 No. 2 (2015): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 5, No 1 (2014): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 5, No 1 (2014): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 5 No. 1 (2014): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 4, No 2 (2014): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 4, No 2 (2014): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 4 No. 2 (2014): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 4, No 1 (2013): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 4, No 1 (2013): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 4 No. 1 (2013): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 3, No 2 (2013): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 3 No. 2 (2013): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 3, No 2 (2013): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 3 No. 1 (2012): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 3, No 1 (2012): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 3, No 1 (2012): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 2, No 2 (2012): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 2 No. 2 (2012): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 2, No 2 (2012): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 2, No 1 (2011): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 2 No. 1 (2011): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 2, No 1 (2011): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 1, No 2 (2011): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 1, No 2 (2011): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 1 No. 2 (2011): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 1 No. 1 (2010): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 1, No 1 (2010): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 1, No 1 (2010): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan More Issue