cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
AKSIOLOGIYA : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
ISSN : 25284967     EISSN : 2548219X     DOI : -
Core Subject : Social,
Aksiologiya merupakan jurnal pengabdian kepada masyarakat yang menjadi wadah ilmiah untuk pengabdian. Artikel merupakan hasil dari IbM, IbW, IbPE, IbIKK, atau pengabdian lainnya yang berasal dari non dikti.
Arjuna Subject : -
Articles 19 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 4 (2021): November" : 19 Documents clear
Sosialisasi English for Young Learners (EYL) bagi Guru Sekolah Dasar di Gugus II Kecamatan Ciamis Lystiana Nurhayat Hakim; Tri Agustini Solihati
Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 4 (2021): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/aks.v5i4.3527

Abstract

Perubahan Kurikulum membuat mata pelajaran Bahasa Inggris di Sekolah Dasar berubah dari muatan lokal menjadi program ektrakurikuler. Berdasarkan data pra-observasi, di Kecamatan Ciamis pengajaran Bahasa Inggris mengalami beberapa kendala seperti kualifikasi guru yang bukan Sarjana Pendidikan Bahasa Inggris, pengunaan teknik serta metode mengajar Bahasa Inggris yang monoton dan menjenuhkan, kurangnya sumber ajar, serta tidak adanya pelatihan dan pembinaan pengajaran Bahasa Inggris bagi pembelajar anak. Melihat berbagai permasalahan tersebut maka penulis melakukan pengabdian kepada masyarakat dengan memberikan pelatihan pengajaran Bahasa Inggris dan Forum Group Discussion (FGD) bagi guru-guru Sekolah Dasar di Kecamatan Ciamis. Hasil pengabdian ini menunjukan bahwa guru memiliki motivasi yang baik dalam meningkatkan kompetensi mereka dalam pengajaran Bahasa Inggris, pemahaman mereka terhadap karakteristik pembelajar anak juga meningkat, serta adanya peningkatan kemampuan guru untuk menciptakan pengajaran yang bermakna dan menyenangkan.Kata kunci: Pengajaran, Bahasa Inggris, Sekolah Dasar Socialization of English for Young Learners (EYL) for Elementary School Teachers in Cluster II Ciamis Kecamatan District ABSTRACTThe change of curriculum makes English subjects in Elementary School move from local content to the extracurricular program. Based on pre-observation data, there are some obstacles face by the teacher in teaching English to young learners in Ciamis. Those are the unqualified English teachers, the monotonous of teaching techniques and methods, the lack of using teaching sources, and the unavailable of EYL workshops. Therefore, to solve those problems the author conducted a community service in the form of the EYL workshop and FGD.  The community service makes the teachers' motivation to improve their competency in English language teaching increase. Besides, their understanding of the characteristics of children and their ability to create meaningful and interesting teaching also increase.Keywords: Teaching, English, Elemntary School
Peningkatan Penjualan Melalui Pendampingan Online Selling pada Platform Digital Fatkur Huda; Sukadiono Sukadiono
Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 4 (2021): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/aks.v5i4.10161

Abstract

Data BPS di tahun 2019 menunjukkan ada sekitar 20% (atau 54,9 juta jiwa) penduduk Indonesia yang tergolong dalam kategori kelompok rentan miskin, dan lebih dari separuh penduduk tergolong dalam kategori menjelang kelas menengah (aspiring middle class). Kedua kelompok ini rentan untuk kembali jatuh miskin apabila mengalami guncangan, seperti kehilangan pekerjaan, sakit berkepanjangan, gejolak harga pangan, ataupun bencana seperti yang dialami selama krisis COVID-19. Sebagai upaya mitigasi dalam melakukan proses membangitkan ekonomi dikalangan muda, khususnya bagi Angkatan muda Muhammadiyah di kecamatan Gubeng yang merupakan masyarakat terdampak pandemi sehingga perlu adanya trobosan dalam upaya pendampingan dalam melakukan upaya mitigasi dampak pandemic khususnya pada sector ekonomi (UMKM). Pendampingan yang dialakukan adalah dalam bentuk memberikan wawasan tentang online selling dan meberikan praktik tentang aplikasi masketplace. Pengabdian ini menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR) yang merupakan pengabdian yang melibatkan secara aktif semua pihak-pihak yang relevan (stakeholders) dalam mengkaji tindakan yang sedang berlangsung (dimana pengalaman mereka sendiri sebagai persoalan) dalam rangka melakukan perubahan dan perbaikan ke arah yang lebih baik. Hasilnya adalah bahwa dalam upaya pendampingan online selling Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) Pimpinan Cabang Muhammadiyah Gubeng menunjukkan peran antusias untuk melakukan proses migrasi system penjualan dengan pendekatan konvensional menuju pendekatan digital yakni dengan melakukan online selling pada platform digital.Increased Sales Through Online Selling Assistance on Digital Platforms ABSTRAKBPS data in 2019 shows that there are around 20% (or 54.9 million people) of Indonesia's population belonging to the category of the poor vulnerable group, and more than half of the population belongs to the aspiring middle class category. These two groups are vulnerable to falling into poverty again if they experience shocks, such as job loss, prolonged illness, food price fluctuations, or disasters such as those experienced during the COVID-19 crisis. As a mitigation effort in carrying out the process of awakening the economy among young people, especially for Muhammadiyah youth in the Gubeng sub-district which is a community affected by the pandemic so there needs to be a breakthrough in assistance efforts in mitigating the impact of the pandemic, especially in the economic sector (MSMEs). The assistance he provides is in the form of providing insight into online selling and providing practices about masketplace applications. This service uses a Participatory Action Research (PAR) approach, which is a service that actively involves all relevant parties (stakeholders) in reviewing ongoing actions (where their own experience is a problem) in order to make changes and improvements to a better direction. good. The result is that in an effort to assist the online selling of the Muhammadiyah Youth (AMM) Muhammadiyah Branch Manager Gubeng shows an enthusiastic role in migrating the sales system with a conventional approach to a digital approach, namely by doing online selling on a digital platform.Keywords: economy; digital; on line; selling
Kolaborasi Multidisiplin Pelaksanaan Discharge Planning Helmi Juwita; Elly L.Sjattar; Abdul Majid; Sartika Lukman
Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 4 (2021): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/aks.v5i4.5079

Abstract

Discharge planning adalah suatu proses multidisplin yang melibatkan Profesioanal Pemberi Asuhan (PPA) dan Manajer Pelayanan Pasien (MPP) yang bertujuan untuk mengurangi lama tinggal atau perawatan di rumah sakit, mencegah terjadinya readmisi dan meningkatkan kordinasi layanan setelah keluar dari rumah sakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kolaborasi multidisiplin pelaksanaan discharge planning di RSUD Haji Makassar dengan menggunakan pendekatan observasional pre-post implementasi pendokumentasian discharge planning dan metode wawancara dalam bentuk focus group discussion (FGD) terhadap kepala bidang keperawatan, kepala ruangan, ketua tim, perawat pelaksana dan tim pokja. Instrumen yang digunakan adalah instrumen wawancara dan instrumen discharge planning terintegrasi. Hasil yang didapatkan yaitu pendokumentasian discharge planning di RSUD Haji Makassar belum optimal sehingga dilakukan beberapa program kegiatan yaitu studi literature, penyegaran tim, pelatihan, pembuatan panduan, form dan SOP discharge planning, uji coba form dan evaluasi. Setelah implementasi didapatkan peningkatan pendokumentasian discharge planning menjadi 77.7%, Selain itu, discharge planning juga dilakukan pada saat pasien masuk di ruang rawat inap hingga pasien sebelum pulang. Oleh karena itu, pada penelitian selanjutnya dibutuhkan penelitian terkait pendokumenatsian discharge planning secara multidisiplin, serta perlunya monitoring dan evaluasi terhadap pelaksanaan discharge planning. Multidisciplinary Collaboration on Discharge Planning Implementation ABSTRACTDischarge planning is a multidisciplinary process that involves the Professional Care Provider (PPA) and the Patient Services Manager (MPP) aims to reduce the length of stay or treatment in the hospital, prevent readmissions and improve service coordination after discharge from the hospital. This research to evaluate multidisciplinary collaboration implementation of discharge planning in Haji Hospital Makassar using an observational approach pre-post implementation of discharge planning documentation and interview method in focus group discussions (FGD) of head nurse, chief nurse, team leader, nurse associate, and team. The instrument used was an interview instrument and an integrated discharge planning instrument. The results obtained were documentation of discharge planning in Haji Hospital Makassar was not optimal so that several program activities were literature study, team refreshment, training, making guidelines, form and SOP discharge planning, trial form, and evaluation. After implementation, there was an increase in the documentation of discharge planning to 77.7%. In addition, discharge planning was also carried out when the patient entered the inpatient room to the patient before leaving. Therefore, further research is needed in order to discharge planning documentation by a multidisciplinary team, monitoring, and evaluation of the discharge planning implementation. Keyword: Multidisciplinary Collaboration; Discharge Planning
Peningkatan Peranan Gugus Tugas Terhadap Penanganan Covid-19 Kelurahan Putat Jaya Kota Surabaya J.E. Sutanto; Natalia Yuwono; Damelina Basauli Tambunan
Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 4 (2021): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/aks.v5i4.8578

Abstract

Surabaya merupakan rangking tertinggi ketidakberhasilan penanganan Covid-19. Oleh sebab itu kesiapan Pemkot Kota Surabaya melakukan terobosan-terobosan dalam menemukan, menangani dan membatasi terjadinya mata rantai penyebaran COVID-19. Tahapan atau langkah untuk menghadapi COVID-19 yaitu: adanya usaha promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif. Sebagai pusat informasi terkait penanganan atau pemantauan protokol kesehatan, gugus tugas, gerak cepat mengatasi  COVID-19 Surabaya dalam hal ini Pemerintah Kota Surabaya sudah  memberikan fasilitas laman website bagi warga atau masyarakat Kota Surabaya, sehingga upaya promotif merupakan cara penanganan yang efektif. Berdasarkan pengalaman 3 bulan terakhir, diperlukan adanya peningkatan peranan Gugus Tugas, mengingat sampai saat ini belum ada tanda-tanda kapan berakhirnya pandemi COVID-19 tersebut, sehingga Gugus Tugas Kampung Tangguh RW 03, Kelurahan Putat Jaya, merencanakan penyiapan tenaga baru, memberikan pelatihan manajemen kerja kelompok/ shift, menambah peralatan baru. Kerjasama antara warga atau masyarakat di Kelurahan Putat Jaya, dengan Universitas Ciputra Surabaya, menjadi bagian dari kegiatan Tridharma Perguruan Tinggi.Kata Kunci: covid-19, gugus tugas, masyarakat, kelompok, nihil.Increasing the Role of the Task Force on Handling Covid 19, Putat Jaya Urban Village, Surabaya CityABSTRACTSurabaya is the highest ranking of the unsuccessful handling of COVID 19. Therefore, the readiness of the City Government of Surabaya to make breakthroughs in finding, dealing with and limiting the distribution chain COVID-19. The stages or steps to deal with COVID-19 are promotion, prevention, curative and rehabilitative efforts. As an information center related to the handling or monitoring of health protocols, a task force, to move quickly to overcome COVID-19 in Surabaya, in this case the Surabaya City Government has provided website facilities for residents or residents of the City of Surabaya, so that promotional efforts are an effective way of handling. Based on the experience of the last 3 months, it is necessary to increase the role of the Task Force, considering that until now there has been no sign of the end of the COVID-19 epidemic, so the Task Force for Kampung Tangguh RW 03, Putat Jaya Village, is planning to prepare new personnel, adding equipment. new health protocols. The collaboration between residents or the community in Putat Jaya Village, with Universitas Ciputra Surabaya, is part of the Tridharma Perguruan Tinggi activity.Key Words: covid-19, task force, society, group, zero.
Pondok Sehat sebagai Pencegahan Penyakit Skabies di Madrasah Berasrama Siti Aminah Tri Susila Estri; Muhammad Khotibudin
Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 4 (2021): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/aks.v5i4.3909

Abstract

Skabies adalah infeksi lapisan kulit epidermis yang disebabkan oleh tungauSarcoptes scabiei. Penyakit ini mudah menular dari manusia ke manusia, dan sering ditemui pada sekelompok populasi yang tinggal di tempat bersama. Madrasah Mu’alimin Muhammadiyah merupakan sekolah berasrama tingkat pertama dan atas yang menyediakan asrama untuk semua siswanya. Pada tahun 2018 terdapat 500 (36%) kejadian skabies dari 1370 santri. Usaha madrasah untuk menjaga kesehatan siswa dan lingkungan sekolah dengan menyediakan pos kesehatan pesantren (poskestren) dan kegiatan palang merah remaja. Berdasar wawancara dan observasi, belum ada sistem pengelolaan penyakit menular skabies yang komprehensif, sehingga santri yang sakit menular akan mudah menularkan penyakitnya ke santri sekitarnya. Pengelola madrasah dan poskestren menyatakan bahwa diperlukan usaha bersama dan terkoordinasi untuk mengelola penyakit menular. Melalui kegiatan pengabdian ini telah dilakukan penyusunan sistem pengelolaan penyakit menular, yang meliputi alur rujukan santri sakit, menetapkan petugas yang terlibat dalam alur rujukan dan membuat dokumen yang dibutuhkan untuk menjalankan sistem ini. Dengan kegiatan juga telah tersedia 22 santri husada sebagai salah satu petugas yang bertugas mendeteksi santri yang sakit menular dan telah dilatih penyakit skabies. Keberhasilan kegiatan ini ditunjukkan dari kemampuan santri husada, musyrif dan poskestren menjalankan sistem dalam ujicoba selama 2 bulan.Pondok Sehat as Prevention of Scabies Disease in Boarding SchoolABSTRACT Scabies is an infection of the epidermal skin caused by Sarcoptes scabiei mites. This disease is easily transmitted from human to human and is often found in populations that live in shared places. Madrasah Mu'alimin Muhammadiyah is a first and upper level boarding school that provides dorms for all students. In 2018 there were 500 (36%) scabies events from 1370 santri. Madrasa efforts to maintain the health of students and the school environment by providing pesantren health posts and youth red cross activities. Based on interviews and observations, there is no system for handling infectious diseases that is supported, so that students who are infectious will easily pass the disease to the surrounding students. Madrasah managers and pesantren health posts stated that joint and coordinated efforts are needed to manage infectious diseases. Through this service, the disease management system has been regulated, which includes the flow of referrals for sick students, the approval of officers involved in the referral flow and making the documents needed to run the system. With the activity, 22 Husada santri were also available as one of the officers who reversed the infectious students who had been infected with scabies. The success of this activity, increased the ability to run the santri husada, musyrif and poskestren program in the trial system for 2 months. Keywords: madrasa; husada student; scabies
Pendampingan UMKM di Kabupaten Karawang dalam Memaksimalkan Pemanfaatan Insentif Pajak Selama Masa Pandemi Endang Mahpudin; Annisa Agnia; Mineva Riskawati Vitaningrum
Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 4 (2021): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/aks.v5i4.10681

Abstract

Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk mengedukasi Usaha Mikro, Kecil dan Menengah serta memberikan pendampingan dalam mendapatkan haknya yang berupa insentif pajak selama pandemi covid-19 yang berada di wilayah Kabupaten Karawang. Terdapat 3 tahap dalam metode pengabdian ini. Tahap pertama adalah metode focus group discussion dan sharing time.  Tahap kedua yaitu sosialisasi secara daring dengan menggunakan aplikasi berupa zoom. Tahap ketiga yaitu tahap aksi yang berupa pendampingan bagi UMKM Binaan. Berdasarkan kegiatan yang telah dilakukan UMKM Binaan mendapatkan hasil berupa surat keterangan PP 23 Final 0,5% ditanggung pemerintah, pengisian e-form secara online serta pembukuan secara sederhana. Kegiatan pengabdian ini harus dilakukan secara terus menerus setiap tahunnya untuk menciptakan UMKM yang naik kelas serta meningkatkan kepatuhan perpajakan baik bagi para pelaku UMKM maupun masyarakat publik.Assistance of MSMEs in Karawang Regency in Maximizing the Utilization of Tax Incentives During the PandemicABSTRACTThis service activity aims to educate Micro, Small, and Medium Enterprises and provide assistance in obtaining their rights in the form of tax incentives during the Covid-19 pandemic in the Karawang Regency area. I have only three stages in this method of devotion. The first stage is the focus group discussion method and time-sharing. The second stage is bold socialization using an application in the form of zoom. The third stage is the action stage in the form of mentoring-assisted MSME. Based on the Assisted MSME's activities, the results are in the form of a letter of PP 23 Final 0.5% borne by the government, filling out online forms, and simple bookkeeping. This service activity must be carried out continuously every year to create “UMKM Naik Kelas” and increase taxation for both MSME players and the public.Kata Kunci: Tax Insentive; Service; UMKM  
Peningkatan Kemampuan Bahasa Inggris Melalui Pelatihan Daring dengan Media Buku Anak Dwibahasa Ika Wahyuni Lestari; Puput Arfiandhani
Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 4 (2021): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/aks.v5i4.8432

Abstract

Program Kemitraan Masyarakat ini bertujuan mengukur peningkatan kemampuan bahasa Inggris dan pembentukan karakter moral “amanah” siswa melalui buku cerita anak dwibahasa seri 2 yang berjudul “Aisyah and Ahmad: Being Trustworthy” yang dibuat oleh tim dosen pengabdi. Sasaran dari program ini adalah siswa kelas 5 SD Muhammadiyah Ambarketawang 1 yang berjumlah 33 orang. Program dilakukan selama 4 pertemuan secara daring melalui Grup WhatsApp kelas dan video pembelajaran karena sekolah menerapkan pembelajaran dari rumah karena adanya kebijakan sekolah terkait wabah Covid-19. Dengan menggunakan tes kosakata bahasa Inggris yang dikembangkan oleh tim dosen pengabdi, kemampuan bahasa Inggris diukur saat sebelum diberikan pelatihan dan setelah pelatihan berakhir. Hasil dari pretest dan posttest menujukkan adanya peningkatan nilai tes kosakata bahasa Inggris siswa sebanyak 0,32. Hasil ini mengindikasikan adanya sedikit peningkatan dalam kosakata bahasa Inggris siswa kelas 5. Selain itu, siswa juga dapat menunjukkan pesan moral dari cerita yang minitikberatkan pentingnya menjaga amanah.Kata Kunci: amanah, buku cerita anak dwibahasa, pendidikan karakter, pengajaran Bahasa Inggris  Improving English Language Skills Through Online Training with Bilingual Children's Book Media ABSTRACTOur community development program aimed at developing elementary school students’ English competence while also promoting the character-building values of being amanah by utilizing a bilingual book, “Aisyah and Ahmad: Being Trustworthy”. This second book of Aisyah Ahmad series was developed by the two authors. The participants of the program were 33 fifth graders of SD Muhammadiyah Ambarketawang 1. Due to the current Study from Home policy during the Covid-19 pandemic, the program was conducted online in four meetings on class Whatsapp group. The meetings included videos, question and answer sessions and assignments. Pre-test and post test on students’ vocabulary development were done to measure the effectiveness of the program. The result indicated an improvement on students’ vocabulary development with the score of 0.32. Additionally, the students’ performance as a part of the assignment indicated that the moral value of trustworthiness was grasped and learned by the participants.  Kata Kunci: trustworthiness, bilingual story book, character-building, English   
Program Campus Social Responsibility (CSR) ONE TO ONE UM Surabaya sebagai Upaya Menekan Angka Anak Putus Sekolah di Kota Surabaya Aristiana Prihatining Rahayu; Agoes Poerwanto; Ngatmain Ngatmain
Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 4 (2021): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/aks.v5i4.5917

Abstract

Pesatnya jumlah dan sebaran permasalahan sosial kota Surabaya, belum sebanding dengan daya jangkau, kapasitas, dan, kemampuan pelayanan sosial yang dilakukan pemerintah. Kewajiban pemerintah dalam memenuhi hak-hak dasar warganya belum dapat terlaksanakan secara maksimal, termasuk dalam persoalan pendidikan. Untuk itu, pemerintah kota Surabaya melalui Dinas Sosial bekerja sama dengan perguruan tinggi negeri dan swasta yang ada di kota Surabaya untuk memberikan pendampingan pendidikan kepada anak dari keluarga penyandang masalah kesejahteraan sosial (miskin), yang rentan atau putus sekolah melalui program Campus Social Responsibility (CSR) One to One.  Dalam proses pelaksanaannya, mahasiswa diterjunkan untuk melakukan berbagai program pendampingan yang mengarah pada tujuan besar yakni menekan angka anak rawan dan putus sekolah. Sasaran dari program adalah anak dari keluarga penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS) yang putus atau rentan putus sekolah, yang terdata Dinas Sosial Kota Surabaya.  Luarannya adalah  terbangunnya motivasi adik damping untuk tetap semangat sekolah, dan mengembalikan mereka yang putus sekolah untuk kembali ke bangku sekolah. Metode pelaksanaannya_ koordinasi antara dinas sosial dan PTN/PTS di Kota Surabaya , sosialisasi program ke mahasiswa, perekrutan tim CSR, pelaksanaan pendampingan dan evaluasi. Indikator program CSR ini adalah mahasiswa mampu mengembalikan adik damping mereka yang rentan maupun putus sekolah, untuk kembali dan makin termotivasi bersekolah.  kata kunci : campus social responsibility , dinas sosial, mahasiswa  One To One UM Surabaya Campus Social Responsibility (CSR) Program as an Effort to Reduce the Number of Children Dropping Out of School in the City of SurabayaABSTRACTThe rapid number and distribution of social problems in the city of Surabaya is not yet comparable to the reach, capacity and ability of social services provided by the government. The government's obligation to fulfill the basic rights of its citizens has not been maximally implemented, including in matters of education. For this reason, the Surabaya city government through the Social Service collaborates with public and private universities in the city of Surabaya to provide educational assistance to children from families with social welfare problems (poor), who are vulnerable or drop out of school through the One to One Campus Social Responsibility (CSR) program. In the implementation process, students are deployed to carry out various mentoring programs that aim at the big goal of reducing the number of vulnerable children and dropping out of school. The target of the program is children from families with social welfare problems (PMKS) who drop out or are prone to dropping out of school, which is recorded by the Surabaya City Social Service. The result is the awakening of the motivation of the assistants to keep up the spirit of school, and to return those who drop out of school to return to school. The method of implementation is coordination between social services and PTN / PTS in the city of Surabaya, socialization of the program to students, recruitment of CSR teams, implementation of mentoring and evaluation. The indicator of this CSR program is that students are able to return their siblings who are vulnerable or drop out of school, to return and be more motivated to go to school.keywords: campus social responsibility, social service, student 
Tembang Macapat: Penggerak Kelurahan Tunggulwulung Menuju Kampung Wisata Budaya Kota Malang Abdul Bashith; Ali Nashith; Saiful Amin
Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 4 (2021): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/aks.v5i4.3996

Abstract

Kelurahan Tunggulwulung merupakan salah daerah di Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang yang memiliki potensi daerah berupa kesenian budaya tradisional. Hal ini dapat menjadikan Kelurahan Tunggulwulung sebagai daerah yang berpotensi untuk dikembangkan menjadi kampung wisata budaya di Kota Malang. Perlu adanya pemberdayaan masyarakat Tunggulwulung melalui pelatihan tembang macapat. Melalui program kegiatan pengabdian masyarakat di Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang, diharapkan menjadi salah satu program yang tepat dalam membantu masyarakat Tunggulwulung meningkatkan potensi daerah sebagai Kampung Budaya Tunggulwulung Yang Berbhineka Tunggal Ika yang dikenal masyarakat luas, baik nasional maupun internasional. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk: (1) mengetahui perencanaan pelatihan tembang macapat; (2) terealisasikan pelaksanaan kegiatan pelatihan tembang macapat; (3) menumbuhkan kesadaran dari hasil kegiatan pelatihan tembang macapat; dan (4) mengetahui hambatan-hambatan kegiatan pelatihan tembang macapat. Penelitian ini menggunakan metode Partisipatory Action Research (PAR) dengan tahapan: Plan (Perencanaan), Action (Tindakan), Observe (Pengamatan), dan Reflect (Refleksi). Hasil pengabdian berbasis riset ini, yaitu (1) penyusunan materi kegiatan pelatihan tembang macapat pada tahap perencanaan; (2) pelaksanaan latihan tembang macapat bertempat di Sekolah Budaya Tunggulwulung; (3) kegiatan pelatihan ini dapat memberikan kontribusi terhadap Kelurahan Tunggulwulung dalam mendukung terciptanya kampung budaya; dan (4) hambatan pada pelatihan tembang macapat: a) sulit menemukan waktu dalam latihan,b) peserta pelatihan dari kalangan tertentu saja, dan c) warga Kelurahan Tunggulwulung tidak semua warga berasal dari Jawa, sehingga enggan mengikuti pelatihan. Tembang Macapat: Motivator of Tunggulwulung VillageTowards the Malang City Cultural Tourism Village ABSTRACT Tunggulwulung Village is one of the areas in Lowokwaru District, Malang City which has regional potential in the form of traditional cultural arts. This can make Tunggulwulung Village an area that has the potential to be developed into a cultural tourism village in Malang. The need for community empowerment in Tunggulwulung through macapat song training. Through the community service program at the State Islamic University of Maulana Malik Ibrahim Malang, it is expected to be one of the right programs to help the people of Tunggulwulung improve the potential of the region as the Diverse Single Cultural Community of Tunggulwulung, known to the wider community, both nationally and internationally. This community service activity aims to: (1) know the planning of a macapat song training; (2) the implementation of macapat song training activities is realized; (3) raising awareness of the results of macapat song training activities; and (4) know the obstacles of macapat song training activities. This research uses the Participatory Action Research (PAR) method with stages: Plan, Action, Observe, and Reflect. The results of this research-based service, namely (1) the preparation of material for macapat song training activities at the planning stage; (2) the macapat song training exercise takes place at the Tunggulwulung Cultural School; (3) this training activity can contribute to the Tunggulwulung Village in supporting the creation of a cultural village; and (4) barriers to macapat song training: a) it is difficult to find time in training, b) only certain participants, and c) not all residents of Tunggulwulung Kelurahan are from Java, so they are reluctant to attend training. Keywords: macapat song; Tunggulwulung Village; village of cultural tourism

Page 2 of 2 | Total Record : 19