cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
AKSIOLOGIYA : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
ISSN : 25284967     EISSN : 2548219X     DOI : -
Core Subject : Social,
Aksiologiya merupakan jurnal pengabdian kepada masyarakat yang menjadi wadah ilmiah untuk pengabdian. Artikel merupakan hasil dari IbM, IbW, IbPE, IbIKK, atau pengabdian lainnya yang berasal dari non dikti.
Arjuna Subject : -
Articles 19 Documents
Search results for , issue "Vol 5 No 4 (2021): November" : 19 Documents clear
Peningkatan Pengetahuan Masyarakat Kotagede dalam Pengelolaan Sampah Organik Budiyanto, Gunawan; Aini, Lis Noer
Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5 No 4 (2021): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/aks.v5i4.7357

Abstract

Sampah merupakan permasalahan klasik yang belum terpecahkan dengan baik. Kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan sampah masih rendah, termasuk dalam pengelolaan sampah organik. Daerah perkotaan, umumnya menjadi penyumbang sampah terbesar. Studi ini dilakukan untuk mengetahui tingkat pengetahuan masyarakat Kotagede terhadap pengelolaan sampah organik. Sasaran studi adalah anggota Muhammadiyah di lingkup PCM Kotagede. Metode studi yang digunakan adalah metode survei. Pelaksanaan survei dilakukan sebelum dan setelah dilaksanakan penyuluhan tentang peningkatan nilai ekonomi sampah organik. Survei dilakukan terhadap 55 orang peserta penyuluhan Upaya Peningkatan Nilai Ekonomi Sampah Organik. Hasil survei sebelum dilaksanakannya penyuluhan, 100% peserta mengetahui bahwa sampah organik dapat diolah kembali. Dari proses pengolahan sampah tersebut terdapat 23 orang (42%) responden paham tentang pengolahan sampah. Setelah penyuluhan dilaksanakan, sebanyak 84% paham tentang proses pengolahan sampah, sedangkan 16% belum memahami. Dari hasil tersebut, semua peserta menghendaki dilakukannya pengelolaan sampah organik yaitu dengan praktek pembuatan pupuk organik.Increasing Knowledge of the Kotagede CommunityIn Organic Waste ManagementABSTRACTGarbage is a classic problem that has not been resolved properly. Public awareness of waste management is still low, including in organic waste management. Urban areas are generally the largest contributor to waste. This study was conducted to determine the level of knowledge of the Kotagede community on organic waste management. The target of the study is Muhammadiyah members within the PCM Kotagede. The study method used was a survey method. The survey was carried out before and after counseling on the increase in the economic value of organic waste. The survey was conducted on 55 participants of counseling on Efforts to Increase the Economic Value of Organic Waste. From the survey results before the implementation of counseling, 100% of the participants knew that organic waste could be recycled. From the waste processing process, 23 people (42%) of respondents understand about waste processing. After counseling was carried out, as many as 84% understood about the waste processing process, while 16% did not understand. From these results, all participants wanted organic waste management to be carried out by practicing organic fertilizer production. Keywords:  Economic; compost; MPM Kotagede; Garbage
Peningkatan Kemampuan Bahasa Inggris Melalui Pelatihan Daring dengan Media Buku Anak Dwibahasa Lestari, Ika Wahyuni; Arfiandhani, Puput
Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5 No 4 (2021): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/aks.v5i4.8432

Abstract

Program Kemitraan Masyarakat ini bertujuan mengukur peningkatan kemampuan bahasa Inggris dan pembentukan karakter moral “amanah” siswa melalui buku cerita anak dwibahasa seri 2 yang berjudul “Aisyah and Ahmad: Being Trustworthy” yang dibuat oleh tim dosen pengabdi. Sasaran dari program ini adalah siswa kelas 5 SD Muhammadiyah Ambarketawang 1 yang berjumlah 33 orang. Program dilakukan selama 4 pertemuan secara daring melalui Grup WhatsApp kelas dan video pembelajaran karena sekolah menerapkan pembelajaran dari rumah karena adanya kebijakan sekolah terkait wabah Covid-19. Dengan menggunakan tes kosakata bahasa Inggris yang dikembangkan oleh tim dosen pengabdi, kemampuan bahasa Inggris diukur saat sebelum diberikan pelatihan dan setelah pelatihan berakhir. Hasil dari pretest dan posttest menujukkan adanya peningkatan nilai tes kosakata bahasa Inggris siswa sebanyak 0,32. Hasil ini mengindikasikan adanya sedikit peningkatan dalam kosakata bahasa Inggris siswa kelas 5. Selain itu, siswa juga dapat menunjukkan pesan moral dari cerita yang minitikberatkan pentingnya menjaga amanah.Kata Kunci: amanah, buku cerita anak dwibahasa, pendidikan karakter, pengajaran Bahasa Inggris  Improving English Language Skills Through Online Training with Bilingual Children's Book Media ABSTRACTOur community development program aimed at developing elementary school students’ English competence while also promoting the character-building values of being amanah by utilizing a bilingual book, “Aisyah and Ahmad: Being Trustworthy”. This second book of Aisyah Ahmad series was developed by the two authors. The participants of the program were 33 fifth graders of SD Muhammadiyah Ambarketawang 1. Due to the current Study from Home policy during the Covid-19 pandemic, the program was conducted online in four meetings on class Whatsapp group. The meetings included videos, question and answer sessions and assignments. Pre-test and post test on students’ vocabulary development were done to measure the effectiveness of the program. The result indicated an improvement on students’ vocabulary development with the score of 0.32. Additionally, the students’ performance as a part of the assignment indicated that the moral value of trustworthiness was grasped and learned by the participants.  Kata Kunci: trustworthiness, bilingual story book, character-building, English   
Peningkatan Peranan Gugus Tugas Terhadap Penanganan Covid-19 Kelurahan Putat Jaya Kota Surabaya Sutanto, J.E.; Yuwono, Natalia; Tambunan, Damelina Basauli
Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5 No 4 (2021): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/aks.v5i4.8578

Abstract

Surabaya merupakan rangking tertinggi ketidakberhasilan penanganan Covid-19. Oleh sebab itu kesiapan Pemkot Kota Surabaya melakukan terobosan-terobosan dalam menemukan, menangani dan membatasi terjadinya mata rantai penyebaran COVID-19. Tahapan atau langkah untuk menghadapi COVID-19 yaitu: adanya usaha promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif. Sebagai pusat informasi terkait penanganan atau pemantauan protokol kesehatan, gugus tugas, gerak cepat mengatasi  COVID-19 Surabaya dalam hal ini Pemerintah Kota Surabaya sudah  memberikan fasilitas laman website bagi warga atau masyarakat Kota Surabaya, sehingga upaya promotif merupakan cara penanganan yang efektif. Berdasarkan pengalaman 3 bulan terakhir, diperlukan adanya peningkatan peranan Gugus Tugas, mengingat sampai saat ini belum ada tanda-tanda kapan berakhirnya pandemi COVID-19 tersebut, sehingga Gugus Tugas Kampung Tangguh RW 03, Kelurahan Putat Jaya, merencanakan penyiapan tenaga baru, memberikan pelatihan manajemen kerja kelompok/ shift, menambah peralatan baru. Kerjasama antara warga atau masyarakat di Kelurahan Putat Jaya, dengan Universitas Ciputra Surabaya, menjadi bagian dari kegiatan Tridharma Perguruan Tinggi.Kata Kunci: covid-19, gugus tugas, masyarakat, kelompok, nihil.Increasing the Role of the Task Force on Handling Covid 19, Putat Jaya Urban Village, Surabaya CityABSTRACTSurabaya is the highest ranking of the unsuccessful handling of COVID 19. Therefore, the readiness of the City Government of Surabaya to make breakthroughs in finding, dealing with and limiting the distribution chain COVID-19. The stages or steps to deal with COVID-19 are promotion, prevention, curative and rehabilitative efforts. As an information center related to the handling or monitoring of health protocols, a task force, to move quickly to overcome COVID-19 in Surabaya, in this case the Surabaya City Government has provided website facilities for residents or residents of the City of Surabaya, so that promotional efforts are an effective way of handling. Based on the experience of the last 3 months, it is necessary to increase the role of the Task Force, considering that until now there has been no sign of the end of the COVID-19 epidemic, so the Task Force for Kampung Tangguh RW 03, Putat Jaya Village, is planning to prepare new personnel, adding equipment. new health protocols. The collaboration between residents or the community in Putat Jaya Village, with Universitas Ciputra Surabaya, is part of the Tridharma Perguruan Tinggi activity.Key Words: covid-19, task force, society, group, zero.
Menurunkan Kecemasan Remaja pada Masa Pandemi Covid-9 Melalui Pendidikan Kesehatan Secara Daring di Dukuh Sutorejo Kecamatan Mulyorejo Mundakir, Mundakir; Masfiyah, I’in; Hasanah, Uswatun; Sukadiono, Sukadiono
Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5 No 4 (2021): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/aks.v5i4.9283

Abstract

Pandemi COVID-19 membawa perubahan pada berbagai aspek kehidupan termasuk aspek kesehatan mental. Tak hanya orang dewasa, kondisi psikologis remaja pun rentan terganggu oleh situasi. Salah satu upaya mengatasinya dapat dilakukan dengan cara memberikan pendidikan kesehatan(health education) melalui media daring, sehingga dapat meminimalisir penyebaran Covid-19. Pendidikan kesehatan melalui daring ini diharapkandapat menurunkan kecemasan remaja akibat pandemi. Kegiatan memberikan Pendidikan Kesehatan ini dilaksanakan kepada remaja yang mengalami kecemasan. Remaja terlebih dahulu diskrining tingkat kecemasannya Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS). Remaja yang terlibat dalam kegiatan ini adalah remaja yang mengalami kecemasan ringan dan sedang. Jumlah remaja yang diberikan Pendidikan Kesehatan sebanyak 5 orang remaja dengan klasifikasi tiga partisipan mengalami kecemasan ringan dan dua partisipan lainnya mengalami kecemasan sedang. Pelaksanaan pendidikankesehatan melalui daring dilakukan sebanyak tiga kali pertemuan. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa terjadi penurunan tingkat kecemasanberdasarkan skor yang diperoleh partisipan yang diukur mengunakan HARS. Tiga partisipan yang mengalami kecemasan ringan menjadi tidak cemas dan dua partisipan dengan kecemasan sedang menjadi cemas ringan. Kata Kunci: Pendidikan Kesehatan, Daring, Kecemasan, Remaja, Covid-19Reducing Adolescent Anxiety during the Covid-9 Pandemic Through Online Health Education in Sutorejo, Mulyorejo DistrictABSTRACKThe COVID-19 pandemic has brought changes to various aspects of life, including aspects of mental health. Not only adults, the psychological condition of teenagers is also vulnerable to being disturbed by the situation. One of the efforts to overcome this can be done by providing health education through online media, so as to minimize the spread of Covid-19. This online health education is expected to reduce adolescent anxiety due to the pandemic. The activity of providing Health Education is carried out for adolescents who experience anxiety. Adolescents were first screened for anxiety levels on the Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS). Adolescents who are involved in this activity are teenagers who experience mild and moderate anxiety. The number of adolescents who were given Health Education was 5 adolescents with a classification of three participants experiencing mild anxiety and two other participants experiencing moderate anxiety. The implementation of health education through online was carried out in three meetings. The results of the evaluation showed that there was a decrease in the level of anxiety based on the scores obtained by the participants as measured using HARS. Three participants who experienced mild anxiety became less anxious and two participants with moderate anxiety became mildly anxious.Keywords: Health Education, Online, Anxiety, Youth, Covid-19
Pemberdayaan Siswa sebagai Peer Educator Pencegahan Perilaku Seksual Beresiko di SMK Negeri 28 Kabupaten Tangerang: Amaris Susanto, Bela Novita; Zayani, Nofri; Sari, Maylinda Indah
Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5 No 4 (2021): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/aks.v5i4.9413

Abstract

 Seksualitas merupakan salah satu resiko yang sering dihadapi oleh remaja. Perubahan gaya pacaran remaja yang lebih permisif terhadap seks seperti lebih suka menunjukkan rasa kasih sayang terhadap pasangannya, tidak hanya sebatas mengobrol saja namun lebih cenderung mengarah pada pergaulan bebas. Hal tersebut dapat memunculkan penyimpangan reproduksi, seperti seks pranikah, aborsi, dan HIV/AIDS. Namun untuk mencegah terjadinya penyimpangan seksual pada remaja, diperlukan upaya pemberian informasi yang benar pada remaja, Saat menghadapi kehidupan reproduksi remaja lebih banyak memilih teman sebagai sumber informasi. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk membentuk dan meningkatkan pengetahuan remaja peer educator. Metode yang digunakan yaitu bina suasana. Adapun kegiatan pengabdian meliputi 1) pengisian kuesioner, 2) Penyuluhan kesehatan terkait pencegahan perilaku seksual beresiko, 3) pelatihan sebagai peer educator dan melakukan role play, 4) melakukan focus group discussion (FGD) dengan pembahasan masalah yang sering terjadi pada remaja tentang perilaku seksual beresiko, 4) melakukan simulasi kepada teman sebaya. Hasil yang diperoleh adalah semakin meningkat pengetahuan peserta peserta, memahami mekanisme menjadi peer educator dan mampu mempraktekkan menjadi peer educator bagi teman sebayanya terkait pencegahan perilaku seksual beresiko.Kata kunci: peer educator; perilaku seksual beresiko; remajaEmpowering Students as Peer Educators to Prevent Risky Sexual Behavior at Public Vocational School 28 Tangerang Regency ABSTRACTSexuality is one of the risks often faced by adolescents. The dating habits of adolescents who are more focused on sexual behavior are more likely to express affection towards their partner and are more inclined towards free association behavior. There can lead to reproductive abnormalities, such as premarital sex, abortion, and HIV/AIDS. However, to prevent sexual misconduct in adolescents, it is necessary to provide the correct information in adolescents. The more preferred source of information in dealing with reproductive life is peers.There service activity aims to form and increase the knowledge of peer educators. The method used is atmosphere building. The service activities include 1) filling out a questionnaire, 2) health counseling related to the prevention of risky sexual behavior, 3) training as a peer educator and doing role play, 4) conducting focus group discussions (FGD) by discussing problems that often occur in adolescents about sexual behavior. at risk, 4) conducted simulations to peers. The results obtained are that the participants' knowledge increases, understand the mechanism of being a peer educator, and are can practice being a peer educator for their peers regarding the prevention of risky sexual behavior. Keywords: adolescent; peer educator; risky sexual behavior
Pendampingan Pasien Isolasi Mandiri Covid-19 di UM Surabaya Melalui Psychoreligius Care Setiyawan, Radius; Rohmayani, Vella; Nasrullah, Dede; Fitriyani, Vika Ramadhana; Firman Wijaya, M Febriyanto; Anam, Khoirul; Firman, Firman
Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5 No 4 (2021): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/aks.v5i4.9797

Abstract

Terjadinya pandemi Covid-19 gelombang 2 menimbulkan banyak masyarakat yang terkonfirmasi positif. Hal tersebut menyebabkan terjadinya over capacity di Pelayanan Kesehatan, sehingga pasien harus melakukan isolasi mandiri di rumah. Tuntutan berdiam diri di rumah dapat memicu terjadinya gangguan psikologis atau kondisi stres. Padahal kondisi stres sangat merugikan bagi tubuh, karena dapat membuat system imun menurun, serta menyebabkan gangguan kesehatan lainnya. Oleh karena itu perlu dilakukannya pendampingan psychoreligius care terhadap pasien Covid-19 yang sedang menjalani isolasi mandiri. Kegiatan pendampingan ini bertujuan untuk:  1) mengidentifikasi tingkat stres pada pasien Covid-19 yang sedang menjalani isolasi mandiri. 2) Memberikan pendampingan psikoreligius care untuk mengurangi tingkat stres pada pasien isoman. Metode pelaksanaan pertama dilakukan tahap penjaringan (pre-test), kemudian pengolahan data, implementasi pendampingan psychoreligius care dan terakhir tahap evaluasi kegiatan (post-test). Hasil pendampingan dan screening diperoleh data bahwa, 1) Pasien covid-19 mengalami kecemasan ketika sedang menjalani isolasi mandiri dengan tingkatan yang berbeda-beda. 2) Setelah dilakukan pendampingan psychoreligius care selama 14 hari terjadi penurunan tingkat kecemasan sebesar 82,86%. Kegiatan pendampingan berjalan dengan baik dan masih perlu dilakukan pendampingan berlanjut mengingat ada sebesar 17,14% pasien isoman yang membutuhkan durasi waktu lebih lama untuk mengatasi kondisi kecemasan maupun stres yang terjadi pada dirinya.Kata Kunci: Pendampingan, Isolasi Mandiri, Covid-19, Psychoreligius CareAssistance for Covid-19 Self-Isolation Patients at UM Surabaya with Psychoreligious CareABSTRACT The occurrence of the Covid-19 pandemic wave 2 caused many people who were confirmed positive. This causes overcapacity in health services, so patients must be self-isolate at home. The demand to stay at home can trigger psychological disorders or stressful conditions. Whereas stress conditions are very detrimental to the body, because it can make the immune system decrease, and it cause other health problems. Therefore, it is necessary to provide psychoreligious care assistance for Covid-19 patients who are undergoing self isolation. This mentoring activity aims to: 1) identify stress levels in Covid-19 patients who are undergoing self-isolation. 2) psychoreligious care assistance are given to reduce stress levels in isoman patients. The first implementation method is the screening stage (pre-test), then data processing, implementation of psychoreligious care assistance and finally the activity evaluation stage (post-test). The results of mentoring and screening obtained data that, 1) Covid-19 patients experienced anxiety while undergoing independent isolation with different levels. 2) After 14 days of psychoreligious care assistance, there was a decrease in anxiety levels of 82.86%. Mentoring activities are going well and there is still a need for continued assistance considering there are 17.14% of isoman patients who need a longer duration of time to deal with anxiety and stress conditions that occur to them.Keywords: Assistance, Self-Isolation, Covid-19, Psychoreligious Care
Penggunaan Pupuk Organik Cair sebagai Alternatif Pengendalian Biaya Produksi Petani Mauliddah, Nurullaili; Rosmaniar, Asyidatur
Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5 No 4 (2021): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/aks.v5i4.10160

Abstract

ABSTRAK  Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memberikan pelatihan keterampilan menekan biaya produksi dan meningkatkan pendapatan petani sawi melalui penggunaan pupuk organik cair di Kelurahan Gunung Anyar Tambak Kecamatan Gunung Anyar Kota Surabaya. Pada masa pandemi covid 19 ini pasokan pupuk kimia tersendat dan mengakibatkan harga pupuk semakin mahal. Pada tahun 2010 pemerintah memunculkan wacana global untuk kembali ke alam (back to nature) di sektor pertanian, di antaranya dengan pemanfaatan bahan alam (bahan baku hayati). Untuk itu kegiatan ini memanfaatkan gulma yang terdapat diarea pertanian tumpang sari dimana area pertanian ini terdapat lahan untuk tanaman sawi, jeruk dan jambu kristal namun sebagian lagi merupakan area tambak ikan yang banyak terdapat gulma seperti kangkung liar dan buah yang sudah busuk. Dengan demikian, dilakukan pembuatan pupuk organik cair dengan menambahkan mikro organisme EM4 kepada bahan baku yaitu gulma. Diperoleh hasil bahwa penggunaan pupuk organik cair ini dapat menurunkan biaya produksi dan meningkatkan produktivitas sawi dan hasil pertanian lainnya. Berdasarkan hasil wawancara diperoleh adanya peningkatan pendapatan petani sebesar 22% dari penggunaan pupuk organik cair ini. Luaran dari kegiatan ini adalah produk berupa pupuk organik cair yang dibuat sendiri oleh peserta pelatihan dan meningkatkan motivasi para petani untuk mengembangkan secara mandiri alternatif pupuk organik sesuai dengan kebutuhan. Kata Kunci: Pupuk organik cair, biaya produksi, gulma ABSTRACT This service activity aims to provide skills training to reduce production costs and increase the income of mustard farmers through the use of liquid organic fertilizer in Gunung Anyar Tambak Village, Gunung Anyar District, Surabaya City. During the COVID-19 pandemic, the supply of chemical fertilizers stagnated and resulted in increasingly high fertilizer prices. In 2010 the government raised a global discourse to return to nature (back to nature) in the agricultural sector, including natural materials (biological raw materials). For this reason, this activity utilizes weeds found in the intercropping agricultural area. This agricultural area has land for mustard, citrus, and crystal guava plants but partly is a fish pond area with many weeds such as wild kale and rotten fruit. Thus, a liquid organic fertilizer was made by adding EM4 micro-organisms to the raw material, namely weeds. The results show that liquid organic fertilizer can reduce production costs and increase the productivity of mustard greens and other agricultural products. Based on the interview results, it was found that there was an increase in farmers' income by 22% from the use of this liquid organic fertilizer. The output of this activity is a product in the form of liquid organic fertilizer, which is made by the trainees themselves and increases the motivation of the farmers to develop alternative organic fertilizers according to their needs independently. Keywords: Liquid organic fertilizer, production costs, weeds
Peningkatan Penjualan Melalui Pendampingan Online Selling pada Platform Digital Huda, Fatkur; Sukadiono, Sukadiono
Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5 No 4 (2021): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/aks.v5i4.10161

Abstract

Data BPS di tahun 2019 menunjukkan ada sekitar 20% (atau 54,9 juta jiwa) penduduk Indonesia yang tergolong dalam kategori kelompok rentan miskin, dan lebih dari separuh penduduk tergolong dalam kategori menjelang kelas menengah (aspiring middle class). Kedua kelompok ini rentan untuk kembali jatuh miskin apabila mengalami guncangan, seperti kehilangan pekerjaan, sakit berkepanjangan, gejolak harga pangan, ataupun bencana seperti yang dialami selama krisis COVID-19. Sebagai upaya mitigasi dalam melakukan proses membangitkan ekonomi dikalangan muda, khususnya bagi Angkatan muda Muhammadiyah di kecamatan Gubeng yang merupakan masyarakat terdampak pandemi sehingga perlu adanya trobosan dalam upaya pendampingan dalam melakukan upaya mitigasi dampak pandemic khususnya pada sector ekonomi (UMKM). Pendampingan yang dialakukan adalah dalam bentuk memberikan wawasan tentang online selling dan meberikan praktik tentang aplikasi masketplace. Pengabdian ini menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR) yang merupakan pengabdian yang melibatkan secara aktif semua pihak-pihak yang relevan (stakeholders) dalam mengkaji tindakan yang sedang berlangsung (dimana pengalaman mereka sendiri sebagai persoalan) dalam rangka melakukan perubahan dan perbaikan ke arah yang lebih baik. Hasilnya adalah bahwa dalam upaya pendampingan online selling Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) Pimpinan Cabang Muhammadiyah Gubeng menunjukkan peran antusias untuk melakukan proses migrasi system penjualan dengan pendekatan konvensional menuju pendekatan digital yakni dengan melakukan online selling pada platform digital.Increased Sales Through Online Selling Assistance on Digital Platforms ABSTRAKBPS data in 2019 shows that there are around 20% (or 54.9 million people) of Indonesia's population belonging to the category of the poor vulnerable group, and more than half of the population belongs to the aspiring middle class category. These two groups are vulnerable to falling into poverty again if they experience shocks, such as job loss, prolonged illness, food price fluctuations, or disasters such as those experienced during the COVID-19 crisis. As a mitigation effort in carrying out the process of awakening the economy among young people, especially for Muhammadiyah youth in the Gubeng sub-district which is a community affected by the pandemic so there needs to be a breakthrough in assistance efforts in mitigating the impact of the pandemic, especially in the economic sector (MSMEs). The assistance he provides is in the form of providing insight into online selling and providing practices about masketplace applications. This service uses a Participatory Action Research (PAR) approach, which is a service that actively involves all relevant parties (stakeholders) in reviewing ongoing actions (where their own experience is a problem) in order to make changes and improvements to a better direction. good. The result is that in an effort to assist the online selling of the Muhammadiyah Youth (AMM) Muhammadiyah Branch Manager Gubeng shows an enthusiastic role in migrating the sales system with a conventional approach to a digital approach, namely by doing online selling on a digital platform.Keywords: economy; digital; on line; selling
Pendampingan UMKM di Kabupaten Karawang dalam Memaksimalkan Pemanfaatan Insentif Pajak Selama Masa Pandemi Mahpudin, Endang; Agnia, Annisa; Vitaningrum, Mineva Riskawati
Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5 No 4 (2021): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/aks.v5i4.10681

Abstract

Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk mengedukasi Usaha Mikro, Kecil dan Menengah serta memberikan pendampingan dalam mendapatkan haknya yang berupa insentif pajak selama pandemi covid-19 yang berada di wilayah Kabupaten Karawang. Terdapat 3 tahap dalam metode pengabdian ini. Tahap pertama adalah metode focus group discussion dan sharing time.  Tahap kedua yaitu sosialisasi secara daring dengan menggunakan aplikasi berupa zoom. Tahap ketiga yaitu tahap aksi yang berupa pendampingan bagi UMKM Binaan. Berdasarkan kegiatan yang telah dilakukan UMKM Binaan mendapatkan hasil berupa surat keterangan PP 23 Final 0,5% ditanggung pemerintah, pengisian e-form secara online serta pembukuan secara sederhana. Kegiatan pengabdian ini harus dilakukan secara terus menerus setiap tahunnya untuk menciptakan UMKM yang naik kelas serta meningkatkan kepatuhan perpajakan baik bagi para pelaku UMKM maupun masyarakat publik.Assistance of MSMEs in Karawang Regency in Maximizing the Utilization of Tax Incentives During the PandemicABSTRACTThis service activity aims to educate Micro, Small, and Medium Enterprises and provide assistance in obtaining their rights in the form of tax incentives during the Covid-19 pandemic in the Karawang Regency area. I have only three stages in this method of devotion. The first stage is the focus group discussion method and time-sharing. The second stage is bold socialization using an application in the form of zoom. The third stage is the action stage in the form of mentoring-assisted MSME. Based on the Assisted MSME's activities, the results are in the form of a letter of PP 23 Final 0.5% borne by the government, filling out online forms, and simple bookkeeping. This service activity must be carried out continuously every year to create “UMKM Naik Kelas” and increase taxation for both MSME players and the public.Kata Kunci: Tax Insentive; Service; UMKM  

Page 2 of 2 | Total Record : 19