cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
AKSIOLOGIYA : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
ISSN : 25284967     EISSN : 2548219X     DOI : -
Core Subject : Social,
Aksiologiya merupakan jurnal pengabdian kepada masyarakat yang menjadi wadah ilmiah untuk pengabdian. Artikel merupakan hasil dari IbM, IbW, IbPE, IbIKK, atau pengabdian lainnya yang berasal dari non dikti.
Arjuna Subject : -
Articles 16 Documents
Search results for , issue "Vol 6, No 3 (2022): Agustus" : 16 Documents clear
Peningkatan Kapasitas Produksi dan Pengembangan Kelembagaan pada Usaha Minuman Tradisional Kostfood Wawan Septiawan Damanik; Gustina Siregar; Dewi Andriany; Lila Bismala
Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 3 (2022): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/aks.v6i3.9209

Abstract

Minuman herbal merupakan warisan budaya yang di ajarkan oleh orang tua terdahulu yang sangat bermanfaat untuk meningkatkan kekebalan tubuh. Hingga saat ini masih banyak masyarakat yang memilih mengkonsumsi minuman herbal dikarenakan bersumber dari bahan yang alami sehingga tidak menyebabkan efek samping dan reaksi berbehaya terhadap tubuh. Mitra pada perogram pengabdian masyarakat merupakan pengerajin minuman herbal hingga dikenal kota Kisaran Sumatera Utara. Mitra memproduksi minuman herbal yang berbahan utama jahe untuk di jual kepada masyarakat sekitar. Semakin hari, permintaan minuman herbal yang di produksi mitra semakin meningkat dan mitra merasa sulit untuk memenuhi permintan karena minimnya alat produksi dan masih dikerjakan secara manual. Dengan memberikan mesin-mesin produksi, permasalahan yang dihadapi mitra saat ini dapat teratasi. Produksi minuman herbal yang di awal hanya mampu memproduksi 20 kg/hari, kini dengan menggunakan mesin penggiling basah, mesin pengaduk otomatis, dan mesin penggiling kering produksi minuman herbal meningkat 90% yaitu sekitar 180 kg/hari
Pembinaan Integrasi Keuangan Sosial Syariah pada Lembaga Filantropi Islam Tika Widiastuti; Puji Sucia Sukmaningrum; Sri Ningsih; Imron Mawardi; Sri Herianingrum; Hanifiyah Yuliatul Hijriah; Muhammad Wicaksono Hasdyani Putra
Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 3 (2022): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/aks.v6i3.9912

Abstract

Filantropi Islam di Indonesia memiliki tujuan yang relevan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), yaitu kesejahteraan. Disamping itu, potensi penghimpunan dana filantropi Islam di Indonesia menjadi keuntungan tersendiri. Namun, lembaga filantropi Islam memiliki beberapa permasalahan diantaranya: permasalahan di bidang kelembagaan, teknologi, sumber daya manusia, regulasi dan tata kelola. Salah satu cara untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah melakukan integrasi keuangan sosial syariah. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pembinaan integrasi keuangan sosial syariah kepada lembaga filantropi Islam dan stakeholder terkait. Pembinaan dilakukan sebanyak dua kali. Kegiatan pertama dilakukan secara online kepada Lembaga filantropi Islam dengan memanfaatkan media zoom. Kegiatan pertama menghadirkan para pakar dari perwakilan regulator, praktisi dan akademisi untuk memberikan arahan dan catatan penting terkait dengan materi pembinaan yang diberikan. Pembinaan kedua secara hybrid kepada masyarakat Desa Tambakrigadung, Lamongan. Hasil program pengabdian menujukkan telah terbina sejumlah lembaga filantropi Islam dalam integrasi keuangan sosial syariah, salah satunya pada implementasi program yang memberi dampak langsung terhadap masyarakat yang membutuhkan.
Analisis Cepat terhadap Budidaya Galo-Galo (Apidae: Meliponini) di Desa Suntur, Kecamatan Barangin, Kota Sawahlunto Henny Herwina; Muhammad Nazri Janra; Siti Salmah; Mairawita Mairawita; Jasmi Jasmi
Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 3 (2022): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/aks.v6i3.5168

Abstract

Galo-galo atau lebah madu tanpa sengat adalah kekayaan hayati yang dapat dioptimalkan sebagai penghasil madu dan propolis untuk meningkatkan kesejahteraan manusia. Indonesia diketahui memiliki jenis-jenis lebah madu tanpa sengat yang belum begitu maksimal diternakan untuk menghasilkan madu dan produk meliponikultur lainnya seperti propolis dan bee pollen. Untuk itu telah dilakukan kegiatan pengabdian masyarakat berupa peningkatan kesadaran masyarakat di Desa Suntur, Kecamatan Barangin, Kota Sawahlunto. Kegiatan ini dilaksanakan oleh dosen dan mahasiswa dari Jurusan Biologi, Fakultas MIPA, Universitas Andalas bekerjasama dengan dosen dari Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Indonesia pada tanggal 14 Juli 2019. Sebanyak lima peternak lebah tanpa sengat diwawancarai secara mendalam dengan menggunakan kuesioner untuk mendapatkan hal-hal kunci terkait dengan peternakan galo-galo di Desa Suntur, Sawahlunto. Kegiatan pengabdian yang dilakukan mengidentifikasi permasalahan berikut dengan kelebihan dan kekurangan dari kegiatan peternakan galo-galo di desa tersebut. Hal-hal ini kemudian digarisbawahi di dalam paper ini, sedangkan perkembangan peternakan galo-galo Sawahlunto yang dicapai paska kegiatan pengabdian ini juga dijabarkan, termasuk pembinaan kelompok ternak lebah, upaya peternakan terpadu, branding produk madu dan promosi hasil ternak galo-galo.
Efektivitas Program Sosialisasi Konsep Keamanan Pangan terhadap Peningkatan Pengetahuan Siswa SMA Okta Pringga Pakpahan; Desiana Nuriza Putri; Nadia Mardhiyah
Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 3 (2022): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/aks.v6i3.4109

Abstract

Keamanan pangan ialah keadaan dan usaha untuk mencegah pangan dari kemungkinan cemaran kimia, biologis, dan benda lain yang merugikan, mengganggu, dan membahayakan kesehatan manusia. Rendahnya tingkat keamanan Pangan Jajanan Anak Sekolah (PJAS) masih menjadi persoalan yang penting. Data pengawasan PJAS yang dilakukan BPOM RI Direktorat Inpeksi dan Sertifikasi Pangan menyatakan bahwa 45% PJAS tidak memenuhi ketentuan keamanan yaitu PJAS tersesbut ternyata mengandung bahan kimia seperti boraks, formalin, rhodamin, dan mengandung Bahan Tambahan Pangan (BTP), seperti benzoat dan siklamat yang  melebihi batas aman. Permasalahan di SMA Negeri 2 Batu yaitu di sekolah terdapat banyak jajanan tidak sehat, jajan di sekolah yang menjadi kebiasaan siswa, tidak ada media dari sekolah yang dapat digunakan sebagai media transfer pengetahuan jajanan sehat, dan pengetahuan pihak kantin yang kurang terhadap keamanan pangan. Kegiatan sosialisasi terdiri dari penyampaian materi mengenai keamanan pangan, praktek uji formalin dan boraks, serta evaluasi keberhasilan program melalui kuisoner. Pengabdian inimemiliki tujuan untuk mengetahui pengaruh program sosialisasi terhadap peningkatan pengetahuan siswa melalui pengukuran pre-test post-test melalui kuesioner. Data dianalisis menggunakan metode nonparametrik uji 2 sampel berhubungan Wilcoxon. Hasil dari pengabdian menunjukkan bahwa pogram sosialisasi konsep keamanan pangan dapat meningkatkan pemahaman siswa, guru, dan civitas akademika dalam memahami keamanan pangan.
Pemberdayaan UMKM Tas Batik dan UMKM Pot Sabut Kelapa Dalam Menentukan Biaya Produksi Sigit Widadi; Wisnu Kartika; Parwoto Parwoto; Hanifan Nuruddin Syafiin
Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 3 (2022): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/aks.v6i3.10850

Abstract

Usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) mayoritas dikelola sebagai usaha skala rumah tangga yang melibatkan anggota keluarga pemilik usaha. Kerajinan tas batik dan kerajinan pot sabut kelapa merupakan mitra kegiatan ini. Hasil observasi menunjukkan pihak mitra belum cermat dalam menghitung biaya produksi dan harga pokok penjualan (HPP) sehingga perlu didampingi agar terhindar dari kerugian yang tidak disadari. Langkah pendampingan dilaksanakan dengan mengajak mitra untuk mencermati kembali proses produksi dan mencatat komponen bahan baku, alat, tenaga kerja, pengemasan hingga tahap siap dipasarkan. Alur proses produksi dicermati bersama oleh tim pengabdi dan mitra menggunakan diagram proses bisnis. Selanjutnya pihak mitra diajak melakukan perhitungan konversi biaya dari sumberdaya yang digunakan pada setiap proses. Pada proses pendampingan, pihak mitra mengirimkan contoh perhitungan biaya produksi dan HPP dari salah satu produk yang siap dipasarkan berdasarkan arahan dari tim pengabdi. Hasil yang diperoleh ternyata terdapat selisih antara 3 persen hingga 5 persen dari biaya produksi yang diperkirakan oleh pemilik usaha sebelum kegiatan ini. Hasil pendampingan diharapkan dapat meningkatkan kemampuan kedua mitra dalam menyusun komponen biaya produksi agar seluruh nilai variabel produksi masuk dalam perhitungan.
Pencegahan Obat Ilegal dengan Mengenal Logo Obat Tradisional dan Pembuatan Simplisia Sandi Kurniawan; Puput Putri Windasari; Ni Made Ayu Nila Septianingrum
Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 3 (2022): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/aks.v6i3.5437

Abstract

Indonesia terkenal akan adat dan budaya yang masih dijunjung dan dipertahankan hingga saat ini. Salah satu budaya yang masih dianut adalah budaya dalam mengkonsumsi obat dari tanaman tradisional baik untuk pengobatan maupun menjaga stamina tubuh. Tanaman tradisional yang dikonsumsi ialah jamu, yang dipercaya khasiat dan efektifitasnya pada generasi – generasi sebelumnya. Maraknya obat – obatan golongan obat tradisional yang beredar bebas dan mudah diperoleh di masyarakat membuat kita harus berhati – hati dalam menggunakannya karena banyak yang belum terregistrasi di BPOM. Kegiatan pengabdian ini mengenalkan logo obat tradisional ke masyarakat dan mengenalkan bagaimana cara memastikan obat asli sebagai salah satu cara untuk pencegahan dini dalam memperoleh obat ilegal atau palsu dan melatih masyarakat Dusun Bebengan Desa Sriwedari Kecamatan Salaman Kabupaten Magelang Jawa Tengah agar dapat mengolah tanaman herbal dari bentuk segar hingga dikonsumsi secara benar. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini ialah participatory rural apraissal (PRA), dimulai dari kegiatan sosialisasi hingga pendampingan di masyarakat. Sasaran kegiatan ini adalah ibu – ibu PKK setempat, sebanyak 35 orang mengikuti kegiatan ini. Warga Dusun Bebengan baru mengetahui tentang adanya logo obat tradisional dan cara mengolah TOGA yang benar setelah kegiatan ini. Hasil produk dari kegiatan ini berupa buku saku ramuan obat tradisional lengkap dengan dosisnya. Masyarakat menjadi tahu bagaimana cara mendapatkan dan mengolah tanaman obat dengan benar yang dapat digunakan sebagai terapi preventif, kuratif maupun rehabilitatif. 
Alternatif Penggunaan Obat Cacing Herbal dari Biji Buah Pinang untuk Ternak Sapi di Distrik Prafi Kabupaten Manokwari Purwaningsih Purwaningsih; Dwi Nurhayati
Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 3 (2022): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/aks.v6i3.5526

Abstract

Produktivitas ternak sapi pada peternakan rakyat masih sangat rendah, salah satunya disebabkan oleh penyakit parasiter terutama parasit cacing. Hal ini perlu penanganan yang serius khususnya di Provinsi Papua Barat, mengingat kondisi geografis dan sarana prasarana termasuk transportasi serta fasilitas yang belum memadai sehingga mengakibatkan penyediaan obat sintetik untuk penanganan masalah tersebut membutuhkan biaya yang relatif lebih mahal dibandingkan daerah lain. Ditambah lagi sistem peternakan yang diterapkan oleh sebagian besar peternak masih tradisional, sehingga merupakan peluang besar bagi parasit untuk menyebar dan berkembang biak. Sistem pemeliharaan dengan penerapan manajemen kesehatan sangat penting untuk diperhatikan guna mengurangi penyebaran penyakit cacingan pada ternak. Tujuan dari kegiatan ini untuk meningkatkan kemampuan peternak dalam hal sistem pemeliharaan dengan penerapan manajemen kesehatan, serta aplikasi teknologi sederhana dengan memanfaatkan tanaman lokal biji buah pinang sebagai obat cacing herbal. Kegiatan ini dilakukan dengan cara penyuluhan dan pelatihan praktik langsung. Peternak sangat antusias mengikuti kegiatan ini dan mulai memahami tentang penyakit yang biasa menyerang ternak sapi serta cara pencegahannya. Hasil kegiatan ini dapat meningkatkan pengetahuan peternak tentang penyakit ternak, bagaimana cara memeriksa ternak secara makro, penerapan manajemen kesehatan yang baik dan sistem pemeliharaan yang benar. Peternak mampu memproduksi sendiri obat cacing herbal yang berasal dari tanaman lokal.
Peningkatan Kapasitas Pemerintah Desa Melalui Tata Kelola Aset Desa Toto Kushartono; Titin Rohayatin; Dadan Kurnia; Widuri Wulandari; Siti Munawaroh
Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 3 (2022): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/aks.v6i3.12963

Abstract

Pengelolaan aset desa merupakan sesuatu yang penting dan harus menjadi perhatian lebih dari Pemerintah Desa. Aset desa merupakan barang milik desa yang berasal dari kekayaan asli desa, dibeli atau diperoleh atas beban APBDes (Anggaran Pendapatan dan Belanja) Desa atau perolehan hak lainnya yang sah. Pengelolaan aset desa dilakukan untuk meningkatkan kesejahteraan dan taraf hidup masyarakat desa serta meningkatkan pendapatan Desa. Pengelolaan aset desa merupakan persoalan yang krusial, selain masalah anggaran dan keuangan desa. Apabila desa mampu melakukan pengelolaan aset secara baik dan berkelanjutan niscaya peran desa dalam pengentasan kemiskinan. Saat ini peran desa dalam mengelola assetnya masih belum berjalan maksimal. Hal ini dikarenakan beberapa factor seperti tingkat pemahaman, kepedulian, kepemimpinan dan tingkat pasrtisipasi masyarakat yang masih rendah. Pengelolaan aset desa selama ini hanya terbatas pada pencatatan saja. Belum sampai pada pengelolaan yang mampu menghasilkan pendapatan desa serta berdaya guna dalam jangka panjang. Program Studi Ilmu Pemerintahan melakukan pengabdian kepada masyarakat (Pengmas) berupa pendidikan dan pelatihan untuk memberikan wawasan kepada para aparatur pemerintah desa dalam mengelola aset desa. Pelaksanaan ini diikuti oleh berbagai perangkat desa yang berada di seluruh wilayah Indonesia.
Pelatihan Prosedur Pemeriksaan Aspirasi Jarum Halus (AJH) Sebagai Peningkatan Layanan di Kucala Medical Centre (KMC) Yogyakarta Asti Widuri; Indrayanti Indrayanti
Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 3 (2022): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/aks.v6i3.5466

Abstract

Aspirasi jarum halus (AJH) merupakan langkah diagnostik berupa prosedur pengambilan sampel dari sel tubuh dengan jarum untuk pemeriksaan laboratorium. AJH dapat membantu proses diagnosis suatu penyakit, menyingkirkan kemungkinan suatu penyakit, dan menilai perkembangan penyakit dalam proses pengobatan. Tehnik pemeriksaan AJH cukup aman, murah, dapat dipercaya dan resiko komplikasi kecil, dengan catatan harus dilakukan oleh operator dan dinilai oleh ahli sitologi yang berpengalaman. Pemeriksaan AJH dapat dilakukan pada pasien rawat jalan dengan resiko yang sangat kecil. Kucala Medical Center (KMC) memberikan pelayanan konsultasi dan deteksi dini keganasan pada wanita, akan tetapi kemampuan tenaga medis melakukan prosedur AJH belum standar untuk semua tenaga medis. Pelatihan prosedur pemeriksaan AJH diharapkan dapat meningkatkan layanan KMC dengan cara 1. Focus group discussion indikasi dan prosedur pemeriksaan AJH dengan dokter ahli Patologi Anatomi dan pembuatan standar operating procedure (SOP) 2. Hands on teknik pengambilan Aspirasi Jarum Halus sesuai dengan prosedur 3. Hands on pembuatan apusan dan pengiriman sampel AJH. Luaran yang dihasilkan pada program pengabdian ini adalah peningkatan pengetahuan dan ketrampilan dokter KMC dalam prosedur pemeriksaan AJH dan video prosedur untuk sarana pembelajaran dan promosi.
Upaya Pencegahan Penyebaran Covid-19 di Lingkungan Stikes Jenderal Achmad Yani Cimahi dengan Pemeriksaan Antibodi SARS-COV-2 Patricia Gita Naully; Perdina Nursidika; Prina Puspa Kania; Firdha Rachmawati
Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 3 (2022): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/aks.v6i3.6781

Abstract

Peningkatan angka kejadian Covid-19 terjadi disebabkan akibat beban populasi yang cukup tinggi di wilayah Jawa Barat. Cluster-cluster baru terdiri dari kasus di pemukiman penduduk, di mana rata-rata saat dilakukan penelusuran bisa menginfeksi anggota keluarga lainnya. Peningkatan cluster di pemukiman penduduk cukup dikhawatirkan karena beberapa penduduk sudah kurang menerapkan protokol kesehatan untuk Covid-19. Penduduk di daerah lingkungan Stikes Jenderal Achmad Yani pun termasuk kurang menerapkan protokol kesehatan, seperti sering terlihat kerumuman warga dan lalai menggunakan masker, sehingga dikhawatirkan menjadi pembawa penyakit untuk keluarga dan menimbulkan cluster baru. Lingkungan Stikes Jenderal Achmad Yani dekat dengan Rumah Sakit Pusat Rujukan Covid-19 di Jawa Barat. Program Studi Teknologi Laboratorium Medis (TLM) D-4 sebagai salah satu program studi yang terlibat dalam diagnosis penyakit, berinisiatif untuk melakukan pemeriksaan skrining Covid-19. Kegiatan ini dilakukan dengan memeriksa antibodi SARS-COV-2 dengan metode imunokromatografi terhadap 50 warga di sekitar kampus. Semua kegiatan pemeriksaan dilakukan sesuai dengan protokol yang diberlakukan oleh Kementrian Kesehatan Republik Indonesia dan World Health Organization. Hasil pemeriksaan menunjukkan 98% sampel non reaktif dan 2% reaktif. Sampel dengan hasil reaktif ditindaklanjuti dengan pemeriksaan lanjut menggunakan teknik Polymerase Chain Reaction. Selain pemeriksaan, sampel diberikan edukasi untuk tetap mengikuti protokol kesehatan dan menjaga lingkungan dari penularan Covid-19.

Page 1 of 2 | Total Record : 16