Articles
366 Documents
ANALISIS PENGARUH BESARNYA TINGKAT LEVERAGE DAN UKURAN PERUSAHAAN TERHADAP TINGKAT PENGUNGKAPAN INFORMASI LAPORAN TAHUNAN (DISCLOSURE LEVEL ANNUAL REPORT)
., Muchtarudin
Manajerial : Jurnal Manajemen dan Sistem Informasi Vol 11, No 1 (2012): Manajerial : Jurnal Manajemen dan Sistem Informasi
Publisher : Program Studi Pendidikan Manajemen Perkantoran
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.17509/manajerial.v11i1.2125
Tingkat leverage mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap tingkat pengungkapan informasilaporan tahunan karena tingkat leverage akan mempengaruhi keputusan investasi investor. Turunnyatingkat leverage akan menurunkan tingkat resiko dan menaikkan kemampuan pengembalian investasiperusahaan. Karena itu perusahaan akan memberikan pengungkapan yang lebih pada item-item yangmempengaruhi tingkat leverage supaya semakin banyak investor yang mengenal dan mengetahuikeadaan perusahaan sehingga semakin banyak investor yang menanamkan modalnya diperusahaantersebut.
PENINGKATAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA MELALUI METODE PEMBELAJARAN TEAM GAMES TOURNAMENTS DAN TEAM ASSISTED INDIVIDUALIZATION
Putri, Dita Amelia;
Suwatno, S.;
Sobandi, A.
Manajerial : Jurnal Manajemen dan Sistem Informasi Vol 17, No 1 (2018): Manajerial : Jurnal Manajemen dan Sistem Informasi
Publisher : Program Studi Pendidikan Manajemen Perkantoran
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.17509/manajerial.v17i1.9739
Fokus masalah pada penelitian ini adalah kurang berkembangnya kemampuan berpikir kritis siswa pada mata pelajaran Kearsipan program keahlian otomatisasi tata kelola perkantoran SMKN 1 Garut yang terlihat dari nilai ulangan di bawah KKM. Adapun tujuan dari penelitian ini untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa dengan menggunakan metode Team Games Tournaments dan Metode Team Assisted Individualization. Metode penelitian menggunakan quasi eksperiment dengan Pretest-Posttes Nonequivalent Design. Subjek penelitian yaitu kelas X OTP 2 sebagai kelas eksperimen I dengan metode Team Assisted Individualization dan X OTP 3 sebagai kelas eksperimen II. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan kemampuan berpikir kritis siswa pada kelas Eksperimen I dengan kelas Eksperimen II, namun kedua metode tersebut sama-sama dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa di SMKN 1 Garut. Hal ini terbukti dari N-Gain pada kelas eksperimen I sebesar 0.776 dan pada kelas eksperimen II sebesar 0.664 yang termasuk kategori sedang. Terlihat pada T-Test for Equality of Means bahwa nilai t-hitung 5.361 1.99444 t tabel, artinya ada perbedaan kemampuan berpikir kritis siswa antara metode TGT dengan metode TAI.
SERVICE EXCELLENT DALAM RANGKA MEMBENTUK LOYALITAS PELANGGAN
Bastiar, Zein
Manajerial : Jurnal Manajemen dan Sistem Informasi Vol 9, No 1 (2010): Manajerial : Jurnal Manajemen dan Sistem Informasi
Publisher : Program Studi Pendidikan Manajemen Perkantoran
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.17509/manajerial.v9i1.1211
Pemasaran merupakan hal yang mendasar dan penting untuk dipahami oleh perusahaan yang berkecimpung di dunia bisnis karena berhasil tidaknya perusahaan dalam mempertahankan dan mengembangkan usahanya sangat tergantung pada bagaimana cara perusahaan memasarkan produknya sehigga dapat diterima oleh pelanggan. Dalam persaingan dunia bisnis seperti sekarang perusahaan harus mengutamakan kepuasan pelanggan yang mana  merupakan salah satu rahasia keberhasilan bisnis dan dapat survive bersaing dan menguasai pasar. Banyak kegagalan bisnis terjadi karena pelanggan dikecewakan sehingga mereka mencari alternatif ke produk sejenis lainnya. Konsumen makin berani untuk protes dan mengeluh bilamana pelayanan yang didapatkannya buruk. Konsumen mempunyai standar lebih tinggi terhadap pelayanan dan kepuasan yang berarti konsumen makin sulit merasa puas. Pendekatan berdasarkan kepentingan pelanggan sebaiknya dilakukan secara lebih sistematis dan efektif. Petinggi perusahaan harus mengetahui kebutuhan pelanggan dan perusahaan berusaha untuk menghasilkan kinerja sebaik mungkin serta meningkatkan kualitas pelayanan yang baik sehingga dapat memuaskan pelanggan dan produknya  dijadikan sebagai tolok ukur keunggulan daya saing perusahaan.
PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN KURSUS KEWIRAUSAHAAN DALAM KEMANDIRIAN WARGA BELAJAR (Studi pada Kursus Wirausaha Kota Bandung, Kota Cimahi, Kabupaten Bandung dan Kabupaten Bandung Barat )
M.Pd, Adman,
Manajerial : Jurnal Manajemen dan Sistem Informasi Vol 10, No 1 (2011): Manajerial : Jurnal Manajemen dan Sistem Informasi
Publisher : Program Studi Pendidikan Manajemen Perkantoran
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.17509/manajerial.v10i1.1826
Masalah yang dikaji dalam penelitian ini adalah Model pembelajaran Kewirausahaandalam meningkatkan kemandirian warga belajar di Jawa Barat Hasil temuan dari penelitianakan dirumuskan model pembelajaran wirausaha alternatif yang cocok dikembangkan untukmeningkatkan kemandirian warga belajar terutama warga belajar kursus di Jawa Barat.Adapun target yang ingin dicapai pada tahun pertama adalah identifikasi permasalahan dankebutuhan model pembelajaran. Target tahun kedua adalah Desain dan uji model pembelajarankewirausahaan berbasis kursus di Jawa Barat. Target tahun ketiga adalah tahap implementasimodel.Metode penelitian yang akan digunakan adalah riset dan pengembangan (R&D) sertasurvey eksploratif. Sumber data adalah para pelaku kewirausahaan terutama lembaga kursusdi Kota Bandung, Kota Cimahi, Kabupaten Bandug dan Kabupaten Bandung Barat. Subjekpenelitian adalah perserta kursus pada lembaga kursus: LKP Ariyanti, LKP Al Amanah, LKPBarliyanti dan LKP BIHTI Pengumpulan data dilakukan melalui teknik wawancara, observasi,studi dokumentasi, dan penyebaran angket.Model Pembelajaran kursus kewirausahaan dapat dipahami dan dilaksanakan oleh praktisipembelajaran kursus, dapat diterima peserta kursus, dan dapat menghasilkan peningkatankemandirian peserta kursus sebagaimana yang diharapkan. Berdasarkan uji coba lapangan, jugadidapatkan bahan-bahan untuk melakukan revisi ulang terhadap rumusan model, khususnyayang berkaitan dengan redaksional kalimat. Selanjutnya dilakukan penghalusan modelsebagaimana masukan dan hasil-hasil konkret yang didapat dari uji coba model.
MODEL DESAIN KURIKULUM PENDIDIKAN DAN PELATIHAN BERBASIS MASALAH BAGI GURU SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN (Studi Terhadap Kurikulum Pendidikan dan Pelatihan Bidang Agroindustri di PPPPTK Pertanian Cianjur)
Prabandari, Endang
Manajerial : Jurnal Manajemen dan Sistem Informasi Vol 15, No 1 (2016): Manajerial : Jurnal Manajemen dan Sistem Informasi
Publisher : Program Studi Pendidikan Manajemen Perkantoran
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.17509/manajerial.v15i1.9470
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya melakukan penyempurnaan kurikulum diklat agar hasil diklat dapat lebih bermakna terhadap peningkatan mutu pendidik (guru) dan sekolah, dengan fokus masalah yaitu bagaimanakah mengembangkan model desain kurikulum pelatihan berbasis masalah yang sesuai untuk meningkatkan kemampuan guru SMK. Tujuan penelitian ini untuk: 1) menemukan kekuatan dan kelemahan kurikulum diklat di PPPPTK Pertanian, 2) mengkaji penerapan hasil penilaian kebutuhan dalam perencanaan kurikulum, dan 3) mengkaji penerapan konsep pelatihan berbasis masalah dalam penyusunan model desain kurikulum diklat.Penelitian dilakukan dengan metoda Research and Development. Tahapan yang dilakukan, yaitu: 1) studi pendahuluan, 2) pengembangan model, dan 3) validasi produk penelitian. Data dijaring melalui wawancara dan kuesioner, kemudian dianalisis dan diolah dengan cara mereduksi data, mengelompokkan data, dan menginterpretasikan data. Analisis data dilakukan secara deskriptif.Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa produk penelitian berupa model kurikulum diklat berbasis masalah bagi guru SMK Program Studi Keahlian Teknologi Pengolahan Hasil Pertanian (TPHP) telah disusun sesuai dengan langkah-langkah dan kaidah pengembangan kurikulum berbasis masalah, serta telah memenuhi karakteritistik sebagai kurikulum diklat berbasis masalah, sehingga dapat untuk meningkatkan kebermaknaan hasil diklat.
HUBUNGAN KARAKTERISTIK WIRAUSAHA TERHADAP KEBERHASILAN USAHA (Studi Kasus pada Pengusaha Kecil di Pekalongan)
Jumaedi, Heri
Manajerial : Jurnal Manajemen dan Sistem Informasi Vol 11, No 2 (2012): Manajerial : Jurnal Manajemen dan Sistem Informasi
Publisher : Program Studi Pendidikan Manajemen Perkantoran
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.17509/manajerial.v11i2.2171
Wirausaha adalah kegiatan menciptakan barang atau jasa melalui proses yang salingberkesinambungan, antara proses produksi sebagai proses inti dengan proses-proses pendukung yaituproses sumber daya manusia, proses perencanaan, proses pemasaran dan proses-proses yang lain.Sedangkan pelaku dari wirausaha disebut Wirausahawan. Para Wirausahawan biasanya memilikikarakter penunjang yang membuat sebuah usaha berhasil atau tidak, sejauh mana karakter tersebutmelekat pada Wirausahawan dan pengaruhnya terhadap keberhasilan mengelola usaha tentunya perludi teliti lebih lanjut.Untuk menjawab pernyataan tersebut serta untuk mengetahui seberapa besar peranankarakteristik Wirausaha terhadap keberhasilan usaha maka perlu diadakan penelitian mengenai"Hubungan Karakteristik Wirausaha terhadap keberhasilan usaha". Penelitian ini dilakukan diPekalongan dengan mengambil sample dari personil pelaku usaha kecil. Metode dalam penelitian iniadalah deskriftif dimana penelitian yang bertujuan memperoleh deskriftif tentang ciri-ciri variabelbebas Karakteristik Wirausaha yang terdiri dari Percaya Diri, Pengambil Resiko, dan Kepemimpinandan Variabel terikat Keberhasilan Usaha.
PENGARUH GAYA KEPEMIMPINAN DAN BUDAYA ORGANISASI TERHADAP PRODUKTIVITAS KERJA PEGAWAI DINAS OLAH RAGA DAN PEMUDA PROVINSI JAWA BARAT
Setiawan, Yana
Manajerial : Jurnal Manajemen dan Sistem Informasi Vol 9, No 2 (2010): Manajerial : Jurnal Manajemen dan Sistem Informasi
Publisher : Program Studi Pendidikan Manajemen Perkantoran
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.17509/manajerial.v9i2.1805
Masalah-masalah yang berkaitan dengan perilaku tidak produktif yang terjadi pada pegawaiDinas Olah Raga Pemuda Provinsi Jawa Barat yaitu masih terdapat pegawai yang belummentaati sepenuhnya terhadap ketentuan jam kerja yang telah ditentukan dan masih terdapatpekerjaan yang belum terlaksana dengan baik serta masih terdapat pegawai yang berada di luarruangan kerja pada saat kerja berlangsung). Tujuan penelitian ini untuk memperoleh gambarantentang (1)efektivitas gaya kepemimpinan (2)kuat lemahnya budaya organisasi (3)tingkatproduktifitas pegawai (4)pengaruh efektivitas gaya kepemimpinan terhadap tingkat produktivitaskerja pegawai (5)pengaruh kuat lemahnya budaya organisasi terhadap tingkat produktivitaskerja pegawai pada Dinas Olah Raga dan Pemuda Provinsi Jawa Barat.Populasi penelitian ini yaitu pegawai di Dinas olah raga dan pemuda Provinsi Jawa Baratsebanyal 160 orang, dengan sampel 100 orang. Penelitian ini bersifat deskriptif dan verifikatif,melalui metode descriptive survey dan metode explanatory survey. Teknik analisis data inimenggunakan regresi ganda.Hasil penelitian adalah (1)efektifitas gaya kepemimpinan berada pada kategori sangatbaik/sangat tinggi begitu juga kuat lemahnya budaya organisasi dan produktivitas pegawai (2)terdapat pengaruh antara variabel gaya kepemimpinan, budaya organisasi terhadap produktivitaskerja pegawai. Rekomendasi (1) Dinas harus memberikan tugas serinci mungkin sehinggatugas, fungsi peran pegawai dapat dilaksanakan dengan baik (2) adanya keterlibatan pihakekternal dari berbagai unsur akademisi, praktisi dan organisasi kepemudaan dalam menyusunprogram.
PENGARUH FAKTOR SISWA, KOMPETENSI GURU DANLINGKUNGAN KELUARGA, TERHADAP SIKAP KREATIF DAN SIKAP INOVATIF DAN IMPLIKASINYA TERHADAP MOTIVASI KEWIRAUSAHAAN
Kurjono, Dr
Manajerial : Jurnal Manajemen dan Sistem Informasi Vol 10, No 2 (2011): Manajerial : Jurnal Manajemen dan Sistem Informasi
Publisher : Program Studi Pendidikan Manajemen Perkantoran
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.17509/manajerial.v10i2.2162
Rendahnya motivasi kewirausahaan siswa SMK menjadi sangat penting dikaji. Meskipunproses pembelajaran sebagai media penanaman sikap, namun mempersiapkan siswa menjadiwirausahawan tidak hanya berhenti sampai evaluasi yang berbentuk sikap. Dalam halini diperlukan analisis dorongan-dorongan untuk bertindak wirausaha. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa faktor siswa, kompetensi guru lingkungan keluarga, sikap kreatif dansikap inovatif berpengaruh terhadap motivasi kewirausahaan baik secara langsung maupuntidak langsung. Dalam membentuk sikap kreatif, pengaruh kompetensi guru menjadi sangatdominan, sementara untuk pembentukan sikap inovatif dan motivasi kewirausahaan, pengaruhsikap kreatif menjadi sangat dominan.
GAYA KEPEMIMPINAN SITUASIONAL KEPALA SEKOLAH DAN MOTIVASI KERJA GURU SEBAGAI DETERMINAN KINERJA GURU
Diwiyani, Dini;
Sarino, Alit
Manajerial : Jurnal Manajemen dan Sistem Informasi Vol 17, No 1 (2018): Manajerial : Jurnal Manajemen dan Sistem Informasi
Publisher : Program Studi Pendidikan Manajemen Perkantoran
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.17509/manajerial.v17i1.9763
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh gaya kepemimpinan situasional kepala sekolah dan motivasi kerja guru terhadap kinerja guru. Metode penelitian menggunakan metode survey. Teknik pengumpulan data menggunakan angket model rating scale dengan skor yang terentang antara 1 sampai dengan 5. Responden adalah 66 guru Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 11 di Kota Bandung. Teknik analisis data menggunakan regresi. Hasil penelitian menunjukkan gaya kepemimpinan situasional dan motivasi kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja guru, baik secara parsial maupun secara simultan. Dengan demikian kinerja guru dapat ditingkatkan melalui peningkatan gaya kepemimpinan situiasional kepala sekolah dan motivasi kerja guru. The purpose of this study was to analyze the influence of principals’ situational leadership style and teachers’ motivation on teachers’job performance. The research method used survey method. Data collection techniques used a rating scale questionnaire with scores ranging from 1 to 5. Respondents are 66 teachers of State Vocational High School 11 in Bandung. Data analysis technique using regression. The results showed that situational leadership style and job motivation have a positive and significant influence on teachers’ job performance, either partially or simultaneously. Thus the performance of teachers can be improved through improving the principals’ situational leadership style and teachers’ motivation.
Pengembangan Profesionalisme Guru
Dasuki, Achmad
Manajerial : Jurnal Manajemen dan Sistem Informasi Vol 9, No 2 (2010): Manajerial : Jurnal Manajemen dan Sistem Informasi
Publisher : Program Studi Pendidikan Manajemen Perkantoran
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.17509/manajerial.v9i2.1264
Memperhatikan peran guru dan tugas guru sebagai salah satu faktor determinan bagi keberhasilan pendidikan, maka keberadaan dan peningkatan profesi guru menjadi wacana yang sangat penting. Pendidikan di abad pengetahuan menuntut adanya manajemen pendidikan modern dan profesional dengan bernuansa pendidikan. Guru yang profesional pada dasarnya ditentukan oleh attitude-nya yang berarti pada tataran kematangan yang mempersyaratkan willingness dan ability, baik secara intelektual maupun pada kondisi yang prima. Profesionalisasi harus dipandang sebagai proses yang terus menerus. Usaha meningkatkan profesionalisme guru merupakan tanggung jawab bersama antara LPTK sebagai pencetak guru, instansi yang membina guru (dalam hal ini Depdiknas atau yayasan swasta), PGRI dan masyarakat.