Articles
366 Documents
PENERAPAN ORGANIZATIONAL CITIZENSHIP BEHAVIOR DOSEN DI STIE BINA BANGSA
Auliana, Sigit;
Nurasiah, Iis
Manajerial : Jurnal Manajemen dan Sistem Informasi Vol 16, No 1 (2017): Manajerial : Jurnal Manajemen dan Sistem Informasi
Publisher : Program Studi Pendidikan Manajemen Perkantoran
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.17509/manajerial.v16i1.10440
Masalah yang menjadi kajian dalam penelitian ini adalah mengenai Penerapan Organizational Citizenship Behavior (OCB) sebagai salah satu pendekatan manajemen sumber daya manusia untuk meningkatkan kinerja Dosen di STIE Bina Bangsa.Tujuan dari penelitian ini adalah menjelaskan pentingnya Organizational Citizenship Behavior  (OCB) sebagai salah satu pendekatan Manajemen Sumber Daya Manusia Dosen di STIE Bina Bangsa dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang berujung pada meningkatnya kualitas pelayanan atau service quality dengan fokus pada tiga aspek (anteseden) yaitu moral, komitmen dan motivasi Dosen di STIE Bina Bangsa. Hasil penelitian menunjukan bahwa Penerapan Organizational Citizenship Behavior  (OCB) sangat membantu seorang Dosen dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi seperti mengembangkan metode pengajaran, melakukan penelitian sesuai dengan minat dan bidang keilmuan, serta berkontribusi dalam program pengabdian masyarakat. Aspek moral, komitmen, dan motivasi merupakan aspek penting yang turut menunjang terciptanya Organizational Citizenship Behavior  (OCB) Dosen di STIE Bina Bangsa
PENGARUH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOLABORATIF TEKNIK GROUP INVESTIGATION TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR ANALISIS PESERTA DIDIK
Nisa, Hayatin;
Disman, D.;
Dahlan, Dadang
Manajerial : Jurnal Manajemen dan Sistem Informasi Vol 17, No 2 (2018): Manajerial : Jurnal Manajemen dan Sistem Informasi
Publisher : Program Studi Pendidikan Manajemen Perkantoran
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.17509/manajerial.v17i2.10277
Tiga tujuan pembelajaran yaitu domain kognitif, afektif dan psikomotor. Domain kognitif meliputi tujuan yang berhubungan dengan ingatan (recall), pengetahuan dan kemampuan intelektual. Kemampuan analisis merupakan kemampuan yang termasuk dalam tujuan belajar ranah kognitif setelah pengetahuan, pemahaman, dan aplikasi. Kemampuan analisis adalah kemampuan untuk merinci atau menguraikan suatu masalah (soal) menjadi bagian-bagian yang lebih kecil (komponen) serta mampu untuk memahami hubungan diantara bagian-bagian tersebut. Kemampuan analisis merupakan salah satu kemampuan berpikir tingkat tinggi yang penting dan harus dimiliki peserta didik. Kemampuan berpikir analisis dapat diasah dengan latihan. Semakin sering melakukan latihan, maka seseorang semakin terlatih dalam berpikir analisis. Melatih berpikir analisis bisa dengan menerapkan model pembelajaran kolaboratif. Pembelajaran kolaboratif dalam konteks pendidikan dipuji secara luas sebagai praktik yang mampu mengembangkan dan meningkatkan kualitas proses belajar mengajar. Model pembelajaran kolaboratif dengan teknik penyelesaian masalah (Problem Solving) seperti teknik Group Investigation (Investigasi Kelompok) dapat mendorong peserta didik berpikir analisis, serta terampil memecahkan masalah dan isu dunia nyata.Kata Kunci: Kemampuan Berpikir Analisis, Teknik Group Investigation
MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP SISWA MELALUI TEAMS GAMES TOURNAMENT (TGT): META ANALISIS
Rahmat, Fitriyane Laila Apriliani;
Suwatno, S.;
Rasto, R.
Manajerial : Jurnal Manajemen dan Sistem Informasi Vol 17, No 2 (2018): Manajerial : Jurnal Manajemen dan Sistem Informasi
Publisher : Program Studi Pendidikan Manajemen Perkantoran
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.17509/manajerial.v17i2.11783
Tulisan ini bertujuan untuk menganalisis secara khusus tentang upaya meningkatkan pemahaman konsep siswa melalui metode pembelajaran Teams Games Tournament (TGT). Analisis ini didasarkan pada sejumlah artikel yang relevan sebanyak 30 artikel baik yang membahas secara parsial maupun korelasional. Hasil analisis terhadap seluruh artikel tersebut menunjukkan bahwa pembelajaran kooperatif metode Teams Games Tournament (TGT) dapat meningkatkan pemahaman konsep siswa. Tulisan ini dapat memberikan implikasi bagi guru, untuk menjadikan metode Teams Games Tournament (TGT) sebagai alternatif pilihan dalam meningkatkan pemahaman konsep siswa.
PENGARUH PENGGUNAAN METODE PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING (PBL) DAN INQUIRY BASED LEARNING (IBL) TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA
Kurniasih, Yuyun;
Disman, D.;
Sumartini, S.
Manajerial : Jurnal Manajemen dan Sistem Informasi Vol 17, No 2 (2018): Manajerial : Jurnal Manajemen dan Sistem Informasi
Publisher : Program Studi Pendidikan Manajemen Perkantoran
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.17509/manajerial.v17i2.11667
Berpikir kritis adalah berpikir dengan jelas dan rasional yang melibatkan berpikir tepat dan sistematis, mengikuti aturan logika serta penalaran ilmiah, Sehingga dalam pembelajaran seorang siswa harus mampu memecahkan masalah, dan keterampilan dalam berpikir kritis tersebut yang berada pada ranah C4 (menganalisis),C5 (mengevaluasi) dan C6 (mencipta). Hal ini sesuai dengan teori konstruktivisme dan teori pembelajaran kooperatif, yang didalamnya menyebutkan bahwa suatu pembelajaran yang bermakna adalah kegiatan pembelajaran aktif dan kreatif serta menumbuhkan kerja sama melalui diskusi dalam kelompok kecil. Sehingga pembelajaran tidak dapat dipenuhi olehpengajaran yang menggunakan metode tradisional, karena itu harus ada pergeseran dari metode teacher-centered ke metode yang lebih berpusat pada siswa (Student Centered) yang dirancang untuk meningkatkan keterlibatan siswa dan partisipasi belajar. Penggunaan metode adalah salah satu cara untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa. Metode yang telah diklaim untuk mempromosikan kemampuan berpikir kritis siswa adalah penggunaan metode Problem Based Learning (PBL) dan Inquiry Based Learning (IBL), sehingga menghasilkan suatu tujuan pembelajaran dan menciptakan sikap ilmiah dan juga keterampilan berpikir kritis pada siswa.
PENGARUH BI RATE DAN INFLASI TERHADAP INDEKS HARGA SAHAM GABUNGAN (Studi Pada Indeks Properti, Real Estate, Dan Building Construction, di BEI Periode 2013 - 2017)
Ningsih, Meidiana Mulya;
Waspada, Ikaputra
Manajerial : Jurnal Manajemen dan Sistem Informasi Vol 17, No 2 (2018): Manajerial : Jurnal Manajemen dan Sistem Informasi
Publisher : Program Studi Pendidikan Manajemen Perkantoran
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.17509/manajerial.v17i2.11664
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan dengan melihat faktor makro ekonomi seperti BI Rate dan inflasi. Penelitian dilakukan dengan melakukan kajian terhadap IHSG sektoral yaitu indeks properti, real estate, dan building construction. Desain penelitian ini secara umum menggunakan pendekatan kuantitatif dengan time horizon penelitian berupa time series dimana data utama merupakan data sekunder yang diperoleh dari hasil laporan yang dikeluarkan oleh Bank Indonesia atas data BI Rate dan inflasi, serta IHSG sektor properti, real estate dan building construction periode waktu 2013 – 2017. Analisis menggunakan analisis regresi berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial BI rate tidak berpengaruh signifikan dan negatif, sedangkan inflasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap IHSG. Secara simultan, BI rate dan inflasi berpengaruh signifikan dengan mempengaruhi sebesar 29,2 % sedangkan sisanya sebesar 70,8% dijelaskan oleh variabel yang lain yang tidak diteliti di penelitian ini.
PENGARUH PENGGUNAAN METODE PEMBELAJARAN PROBLEM BASED INSTRUCTION (PBI) DAN GUIDED INQUIRY (GI) TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA
noviani, fitri istria;
Disman, D.;
Rasto, R.
Manajerial : Jurnal Manajemen dan Sistem Informasi Vol 17, No 2 (2018): Manajerial : Jurnal Manajemen dan Sistem Informasi
Publisher : Program Studi Pendidikan Manajemen Perkantoran
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.17509/manajerial.v17i2.11672
Education as a human process gains knowledge is vital in shaping the ability to think. Teachers, students, and teaching materials are the dominant elements in the learning process. The quality of teaching affects the effectiveness of the learning process and will impact on critical thinking skills. Learning is said to be effective when students are actively involved in organizing and finding information (knowledge) as well as linkage of information provided. Students not only passively receive the knowledge given by the teacher. Learning outcomes not only improve students 'understanding and absorption but also improve students' thinking skills. Thus in the learning needs to be considered how the involvement of students in organizing lessons and knowledge. The more active students in learning, the completeness of learning completeness is greater, so the more effectivelah learning Problem Based Instruction (PBI) and Guided Inquiry is one of the predicted learning model can improve students' critical thinking ability. Critical thinking skills are thinking of reasoning and reflective skills by pressing making decisions about what to believe and do.
PENGARUH LINGKUNGAN KELUARGA TERHADAP MINAT BERWIRAUSAHA PESERTA DIDIK SMK DI KABUPATEN SUBANG
Wiani, Anita;
Ahman, Eeng;
Machmud, Amir
Manajerial : Jurnal Manajemen dan Sistem Informasi Vol 17, No 2 (2018): Manajerial : Jurnal Manajemen dan Sistem Informasi
Publisher : Program Studi Pendidikan Manajemen Perkantoran
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.17509/manajerial.v17i2.11843
ABSTRAKKemunculan sebuah organisasi usaha baru disebabkan oleh faktor sumber daya manusia dan keputusan untuk berwirausaha ditentukan oleh faktor lingkungan yang mempengaruhi seseorang untuk menjadi wirausaha. Minat peserta didik untuk berwirausaha masih rendah sehingga masih perlu penelitian yang lebih lanjut guna meningkatkan minat peserta didik khususnya di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) untuk dapat menjadi wirausaha. Hal tesebut diperlukan guna untuk meningkatkan jumlah wirausaha sebagai salah satu penentu perkembangan suatu daerah maupun Negara. Adapun tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan antara lingkungan keluarga dengan minat berwirausaha peserta didik SMK di Kabupaten Subang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu survey dimana teknik pengolahan dan analisis data dalam penelitian ini menggunakan angket, wawancara, dan observasi langsung. Lingkungan keluarga dalam penelitian ini memiliki pengaruh yang signifikan terhadap minat berwirausaha peserta didik SMK di Kabupaten Subang dengan skor 0.000 – 0.043. Penelitian ini memiliki reliabilitas yang tinggi dengan skor mencapai 0.703.
DESAIN MODEL PEMBERDAYAAN DOSEN DI KOTA MEDAN
Agustini, Fauzia;
Amanah, Dita;
Harahap, Dedy Ansari
Manajerial : Jurnal Manajemen dan Sistem Informasi Vol 17, No 2 (2018): Manajerial : Jurnal Manajemen dan Sistem Informasi
Publisher : Program Studi Pendidikan Manajemen Perkantoran
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.17509/manajerial.v17i2.11660
Human resource management in universities especially for lecturers needs to be directed to lecturers empowerment which is an activity aimed to maintain and improve the ability, performance and productivity of lecturer's work in their role as academic staff. One of the factors that can encourage the improvement of work productivity is the empowerment of human resources, as one of the organizational resources.In terms of ensuring the success of the learning process in universities, it is necessary to have a model of human resource empowerment that describes a series of processes performed gradually in order to achieve optimal results so that it will succeed in improving the productivity of lecturer work on an ongoing basis.This model is only tailored to the needs of the college and lecturers who work at the college. This research has designed the lecturer empowerment model which is the development of the human resource empowerment model that has been applied for company employees. This research relates to the needs of lecturers and adapted to the tasks of lecturers at a university, especially in Medan.
PERILAKU KEWARGAAN ORGANISASI (ORGANIZATIONAL CITIZENSHIP BEHAVIOR) SEBAGAI FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KINERJA PEGAWAI
Sandhika, Deviandra;
Sobandi, Ade
Manajerial : Jurnal Manajemen dan Sistem Informasi Vol 17, No 2 (2018): Manajerial : Jurnal Manajemen dan Sistem Informasi
Publisher : Program Studi Pendidikan Manajemen Perkantoran
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.17509/manajerial.v17i2.11787
ABSTRAKKinerja pegawai merupakan salah satu kunci keberhasilan suatu organisasi. Setiap organisasi selalu berusaha meningkatkan kinerja pegawai untuk mencapai tujuan. Tujuan organisasi akan tercapai jika organisasi dapat mengoptimalkan kinerja para pegawainya. Perilaku kewargaan organisasi merupakan salah satu faktor yang telah terbukti secara empiris memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kinerja. Artikel ini membahas hasil penelitian yang ditujukan untuk mengetahui pengaruh diantara kedua variabel tersebut. Objek penelitian ini adalah sub bagian dari suatu instansi kedinasan di Kota Bandung. Penelitian menggunakan metode survey eksplanasi, kemudian data dikumpulkan dengan cara menyebarkan kuesioner yang dikembangkan dengan model skala likert kepada 27 orang pegawai. Hasil analisis menunjukkan bahwa perilaku kewargaan organisasi (organizational citizenship behavior) dan kinerja pegawai berada pada kondisi cukup baik, dan perilaku kewargaan organisasi (organizational citizenship behavior) memiliki pengaruh positif terhadap kinerja pegawai. Untuk meningkatkan keterkaitan pengaruh diantara dua variabel, hubungan sesama rekan kerja harus terus diperbaiki sehingga lingkungan kerja sosial yang terbangun dapat secara maksimal mendukung kinerja karyawan. Kata Kunci: Perilaku Kewargaan Organisasi, Kinerja Pegawai
KAJIAN DAN STRATEGI PENDUKUNG PERKEMBANGAN E-COMMERCE BAGI UMKM DI INDONESIA
Febriantoro, Wicaksono
Manajerial : Jurnal Manajemen dan Sistem Informasi Vol 17, No 2 (2018): Manajerial : Jurnal Manajemen dan Sistem Informasi
Publisher : Program Studi Pendidikan Manajemen Perkantoran
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.17509/manajerial.v17i2.10441
Menghadapi Asean Economic Community (AEC) yang telah dimulai pada tahun 2016, Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) diharapkan semakin produktif dan berdaya saing. Salah satu cara untuk meningkatkan daya saing yaitu melalui adopsi ICT (information, communication and technology) termasuk adopsi e-commerce . Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi eksisting, potensi e-commerce, mengetahui faktor pendukung dan penghambat adopsi e-commerce bagi UMKM serta merumuskan strategi pendukung perkembangan e-commerce bagi UMKM. Metode Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan induktif. Faktor pendukung dan Penghambat serta strategi pendukung berdasarkan survei perilaku konsumen dan riset perkembangan adopsi e-commerce telah dipetakan dalam analisis SWOT kualitatif dan kuantitatif. Hal ini bermanfaat sebagai masukan bagi stakeholder khususnya pemerintah dan pelaku UMKM untuk memperkuat sektor UMKM terutama dalam hal peningkatan adopsi e-commerceKata Kunci: e-commerce, UMKM, strategi pendukung, Analisis SWOT