cover
Contact Name
Muhammad Ilham
Contact Email
muhammadilham@iainkendari.ac.id
Phone
+6285395492216
Journal Mail Official
jurnalatadib@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan IAIN Kendari Jln. Sultan Qaimuddin, No. 17 Baruga Kendari, Sulawesi Tenggara, Indonesia
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
Al-Ta'dib: Jurnal Kajian Ilmu Kependidikan
ISSN : 19794908     EISSN : 25983873     DOI : https://doi.org/10.31332/
Core Subject : Education,
Al-Tadib: Jurnal Kajian Ilmu Kependidikan is a forum publishing original articles related to research-based education or Islamic education. It is published by Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Institut Agama Islam Negeri Kendari (Faculty of Education and Teaching, IAIN Kendari). This journal is for professionals, academics, researchers, and scholars whose empirical work focuses on curriculum, teaching methodology, learning activity, teaching media, learning approaches, learning achievement, character education, evaluation in education and the relationship between Islam and education. Authors are welcomed to submit their manuscripts for publication. Al-Tadib: Jurnal Kajian Ilmu Kependidikan publishes articles on education in any area of study twice a year, every June and December. This journal charges no fees for publication.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol. 9 No. 2 (2016)" : 10 Documents clear
PERBANDINGAN HASIL BELAJAR PENDIDIKAN AGAMA ISLAM MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAMS GAMES TOURNAMENT (TGT) DAN TIPE JIGSAW PADA SISWA KELAS X DI SMA NEGERI 2 WAKORUMBA SELATAN KABUPATEN MUNA Dewi, Sitti Ratna; Arifin, Arifin
Al-TA'DIB: Jurnal Kajian Ilmu Kependidikan Vol. 9 No. 2 (2016)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31332/atdb.v9i2.510

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimanakah hasil belajar siswa melalui model pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournament (TGT), tipe jigsaw, dan apakah ada perbedaan hasil belajar siswa melalui kedua model pembelajaran tersebut di SMA Negeri 2 Wakorumba Selatan Kabupaten Muna. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan teknik pengumpulan data dengan cara dokumentasi dan tes hasil belajar dengan metode pengolaan data yakni metode deskriptif kuantitatif yaitu penelitian dengan menggunakan data yang berkenaan dengan objek penelitian dalam bentuk tabel distribusi frekuensi dan presentase. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X di SMA Negeri 2 Wakorumba Selatan. Teknik pengambilan sampel menggunakan Random Sampling diambil sampel sebanyak 2 kelas yaitu siswa kelas X1 sebagai kelas perlakuan A melalui model pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournament (TGT) dan siswa kelas X3 sebagai kelas perlakuan B melalui model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw. Hasil analisis deskriptif menunjukan bahwa penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournament (TGT) lebih meningkatkan hasil belajar Pendidikan Agama Islam daripada penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw.Kata Kunci:    Hasil belajar Pendidikan Agama Islam; model pembelajaran  kooperatif tipe Teams Games Tournament (TGT); model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw
HUBUNGAN ANTARA KEBIASAAN SARAPAN PAGI, DUKUNGAN ORANG TUA, FASILITAS SEKOLAH DENGAN PRESTASI BELAJAR SISWA DI SD NEGERI 01 GUNUNG SARI KEC. BONEGUNU KAB. BUTON UTARA La Fua, Jumarddin; Nurlila, Ratna Umi
Al-TA'DIB: Jurnal Kajian Ilmu Kependidikan Vol. 9 No. 2 (2016)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31332/atdb.v9i2.511

Abstract

Prestasi belajar adalah kemampuan seorang siswa dalam melakukan kegiatan belajar sesuai dengan bobot yang dicapainya. Prestasi belajar tidak semata-mata ditentukan oleh tingkat kemampuan intelektualnya, faktor-faktor lain yang mempengaruhi seperti kebiasaan sarapan pagi, dukungan orang tua, dan fasilitas sekolah serta faktor-faktor yang turut mempengaruhi prestasi belajar. Penelitian ini berupaya untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan prestasi belajar khususnya yang berkaitan dengan kebiasaan sarapan pagi, dukungan orang tua, dan fasilitas sekolah pada usia sekolah di Sekolah Dasar Negeri 01 Gunung Sari Kecamatan Bonegunu Kabupaten Buton Utara.            Jenis penelitian yang di gunakan adalah survai analitik dengan mengunakan pendekatan cross sectional yaitu penelitian yang melakukan  pengukuran variable independent dan dependent secara bersamaan pada satu saat tertentu. Populasi dalam penelitian ini adalah adalah  siswa  SDN 01 Gunung Sari kelas ( III, IV, dan V) yang berjumlah 85 siswa. Sampel penelitian ini 46 di tentukan dengan mengunakan rumus Slovin. Tehnik sampling yang digunakan adalah stratified random sampling. Analisa data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu analisis deskriptif dan analisis inferensial mengunakan uji statistic Square (X²) dengan tingkat kepercayaan 95% (α = 0,01). Hasil penelitian menunjukan bahwa ada hubungan antara kebiasaan sarapan pagi, dukungan orang tua, fasilitas sekolah dengan prestasi belajar siswa di SD Negeri 01 Gunung Sari kecamatan bonegunu kabupaten buton utara. Dengan mengunakan uji chis quare antara kebiasaan sarapan pagi dengan prestasi belajar di peroleh nilai p = 0,002, untuk dukungan orang tua di peroleh nilai p = 0,000, dan untuk fasilitas sekolah di peroleh nilaiu p = 0,006.Kata Kunci:  Prestasi Belajar, Kebiasaan Sarapan Pagi, Dukungan Orang Tua, Dan Fasilitas Sekolah
PENDEKATAN TRANSDISIPLINER (Suatu Alternatif Pemecahan Masalah Pendidikan) Batmang, Batmang
Al-TA'DIB: Jurnal Kajian Ilmu Kependidikan Vol. 9 No. 2 (2016)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31332/atdb.v9i2.512

Abstract

Pendidikan adalah masalah yang sangat mendasar untuk mendapat perhatian dari kita semua. Kompleksitas persoalan pendidikan yang dialami bangsa kita tidak dapat diselesaikan dengan menggunakan satu pendekatan, tetapi membutuhkan pendekatan transdisiplin untuk memecahkan masalah. Transdisiplin merupakan pendekatan kolektif yang memanfaatkan pengetahuan dan kemampuan analisis menusia dalam memahami sistem yang lebih besar dan kompleks. Makna pentingnya yang menandai transdisiplin adalah proses integrasi dari multidisiplin yang digunakan untuk membahas isu atau mengahadapi permasalahan. Implemetasi transdiplin mengandung makna adanya kerja “kooperatif” atau sinergi di antara orang-orang dan sektor-sektor yang terlibat di dalamnya. Penerapan transdisiplin digunakan untuk mencapai sesuatu di luar dimensi kuantitatif. Adanya sinergi dalam konsep transdisiplin dimaksudkan untuk mencapai tingkat harmoni yang lebih tinggi dari integrasi ilmu pengetahuan yang disebut dengan simponi.Kata Kunci : Pendidikan, Transdisipliner, Pendekatan
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR ASPEK KETERAMPILAN IPA KELAS VIII-3 SMPN 17 KENDARI MELALUI PEMANFAATAN ALAT EKSPERIMEN SEDERHANA Suhardin, Suhardin
Al-TA'DIB: Jurnal Kajian Ilmu Kependidikan Vol. 9 No. 2 (2016)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31332/atdb.v9i2.513

Abstract

Keterbatasan ruang laboratorium IPA pada SMPN 17 Kendari yang tidak berimbang dengan jumlah rombongan belajar yang dimiliki serta pencapaian nilai aspek keterampilan peserta didik kelas VIII.3 yang belum optimal menjadi alasan utama untuk merancang alat praktek sederhana yang digunakan di ruang kelas VIII.3. Permasalahan pokok dalam pemanfaatan alat sederhana praktikum ini adalah Apakah pemanfaatan alat eksperimen sederhana dapat meningkatkan hasil belajar aspek keterampilan IPA pada siswa kelas VIII.3 SMPN 17 Kendari? Tujuan utama peneletian ini adalah Sebagai upaya meningkatkan hasil belajar aspek keterampilan dan mengetahui efektivitas penerapan pembelajaran IPA melalui pemanfaatan alat sederhana rancangan guru untuk kegiatan eksperimen dalam meningkatkan hasil belajar aspek keterampilan pada kelas VIII.3 SMPN 17 Kendari. Indikator keberhasilan dalam penelitian ini adalah ketercapaian rata-rata klasikal tes aspek keterampilan sebesar 3,30 dengan kategori B+ dan pencapaian ketuntasan belajar klasikal 85%. Nilai patokan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yang ditetapkan adalah 2,76 bedasarkan Panduan Penilaian yang mengacu pada Permen Dikbud Nomor 66 Tahun 2013.Hasil dari penelitian ini diperoleh data bahwa pemanfaatan alat eksperimen sederhana pada materi gerak mahluk hidup dan benda telah dapat meningkatkan hasil belajar IPA untuk aspek keterampilan pada kelas VIII.3 SMPN 17 Kendari. Pencapaian hasil pengamatan rekan kolaborasi dengan rata-rata secara umum diatas 80%, baik aktifitas guru maupun peserta didik telah dapat mengefektifkan pemanfaatan alat eksperimen sederhana di ruang kelas VIII.3 SMPN 17 Kendari dalam meningkatkan hasil belajar aspek keterampilan.                                   Kata kunci : alat eksperimen sederhana; hasil belajar; aspek keterampilan.
PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DALAM KONTEKS MULTIBUDAYA Anna, Haerun
Al-TA'DIB: Jurnal Kajian Ilmu Kependidikan Vol. 9 No. 2 (2016)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31332/atdb.v9i2.514

Abstract

Krisis multidimensional menjadi tantangan berat bagi bangsa Indonesia, menyadarkan kita betapa sistem pendidikan yang kita lakukan selama ini belum mampu membentuk pribadi yang tangguh serta mengembangkan pemikiran yang kreatif untuk memecahkan berbagai persoalan. Untuk mengantisipasi era globalisasi dengan krakteristik suku dan budaya yang beragam ini diperlukan suatu arah dan kebijakan pendidikan yang membumi dan realistik yang dapat dilaksanakan di sekolah.  Belum siap dan memadainya pelaksanaan sistem desentralisasi pendidikan dewasa ini disebabkan oleh  kewenangan pusat dan daerah yang belum optimal, melainkan perlu penataan sistem organisasi, manajemen, sumber daya finansial, dan sebagainya. Tugas pendidikan adalah membantu masyarakat menuju perubahan masyarakat Indonesia baru yang terbuka, demokratis, dan berbudaya, meliputi (1) pendidikan kepribadian, (2) pendidikan kewarganegaraan, dan (3) pendidikan intelektual. Untuk itu, peran sekolah dalam merekonstruksi masyarakat dapat berwujud dalam berbagai tata nilai yang telah ada dalam masyarakat dengan keunggulan lokalnya dapat didekatkan dan dikembangkan dalam pembelajaran di sekolah dengan strategi struktural, kultural, dan mobilitas sosial. Pentingnya dalam pembelajaran bahasa Indonesia konteks multikultur berkaitan dengan (1) hakikat belajar bahasa, (2) tujuan pembelajaran bahasa Indonesia, dan (3) fungsi pembelajaran bahasa Indonesia. Kata Kunci: pendidikan, multibudaya, desentralisasi, , strategi
NILAI-NILAI PENDIDIKAN MULTIKULTURAL PANDANGAN LELUHUR MASYARAKAT BUTON DALAM PERSPEKTIF PENDIDIKAN ISLAM Idris, Idris
Al-TA'DIB: Jurnal Kajian Ilmu Kependidikan Vol. 9 No. 2 (2016)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31332/atdb.v9i2.515

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan mendeskripsikan pandangan leluhur masyarakat Buton, Sulawesi Tenggara ditinjau dari perspektif pendidikan Islam. Masyarakat buton sebagai salah satu suku di Indonesia yang memiliki banyak khazanah budaya yang berada di Sulawesi Tenggara memiliki berbagai falsafah hidup yang bersumber dari pandangan para leluhur masyarakat Buton. Berbagai falsafah pandangan leluhur tersebut banyak mengandung nilai-nilai pendidikan multikultural khususnya nilai-nilai untuk menghargai keberagaman yang tentunya memiliki maksud serta harapan dapat berpengaruh menjadi pedoman bagi generasi masyarakat Buton dalam hidup bermasyarakat yang disampaikan secara oral sebagaimana yang bisa ditemui dalam berbagai tradisi lisan masyarakat nusantara lainnya yang dianggap punya relevansi dengan pendidikan multikultarisme. Berbagai pandangan leluhur masyarakat Buton tersebut juga memiliki relevansi atau paling tidak memiliki kesesuaian dengan misi pendidikan islam dalam membangun akhlak masyarakat yang berperadaban. Melalui penggunaan pendekatan deskriptif dan etnografi, dalam hasil penulusuran artikel ini ditemukan bahwa nilai-nilai pendidikan multikultural pandangan leluhur masyarakat Buton berupa saling menasehati dalam kebaikan, saling menyayangi, melawan hawa nafsu, menjaga silaturahim, dan tidak mencari dan membicarakan keburukan orang lain memiliki kesesuaian dengan pendidikan Islam. Kata kunci:     pendidikan Islam; pandangan leluhur masyarakat Buton; pendidikan multikultural
STRATEGI SUPERVISI KEPALA SEKOLAH DI SD IT AL-QALAM KOTA KENDARI Erdiyanti, Erdiyanti; Karimah, Ummi
Al-TA'DIB: Jurnal Kajian Ilmu Kependidikan Vol. 9 No. 2 (2016)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31332/atdb.v9i2.516

Abstract

Pelaksanaan supervisi Kepala Sekolah di SD IT Al-Qalam Kota Kendari sudah berjalan dengan baik. Grafik perkembangan jumlah siswa di sekolah ini cukup baik, setiap pendaftaran murid baru banyak calon siswa yang tidak diterima karena pendaftar sudah memenuhi kuota siswa baru. Sehingga tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui strategi supervisi kepala sekolah di SD IT AL QALAM Kota Kendari. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif. Data yang diperoleh berupa kata-kata dan perilaku yang dituangkan dalam bentuk kualitatif yang memiliki arti lebih kaya dan spesifik. Tekhnik pengumpulan data dilakukan secara triangulasi (gabungan), analisis data bersifat induktif/kualitatif, dan hasil penelitian kualitatif lebih menekankan makna daripada generalisasi. Sebagai supervisi kepala sekolah mensupervisi kurikulum Islam Terpadu, khususnya dengan mengadakan mata pelajaran ITQ pada setiap harinya sehingga kepala sekolah melakukan pelatihan untuk meningkatkan kompetensi guru. Dengan demikian, strategi supervisi kepala sekolah di SD IT Al-Qalam Kota Kendari, telah mencapai hasil yang maksimal. Kata kunci     : Kepala sekolah, Strategi, Supervisi
MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR MEMBACA PEMAHAMAN MURID KELAS VIA SD NEGERI 15 BARUGA MELALUI PENERAPAN MODEL KOOPERATIF TIPE STAD Mpika, Wa
Al-TA'DIB: Jurnal Kajian Ilmu Kependidikan Vol. 9 No. 2 (2016)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31332/atdb.v9i2.517

Abstract

Masalah penelitian ini adalah ”Apakah dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD prestasi belajar membaca pemahaman murid kelas VIa SD Negeri 15 Baruga dapat ditingkatkan?” Tujuannya adalah untuk meningkatkan prestasi belajar membaca pemahaman murid kelas VIa SD 15 Baruga. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus tindakan dengan prosedur sebagai berikut: (1) perencanaan (planning); (2) pelaksanaan tindakan (action); (3) observasi (observation); (4) evaluasi (evaluation); dan (5) refleksi (reflection). Tiap siklus dilaksanakan sesuai dengan perubahan yang dicapai, seperti apa yang telah didesain dalam faktor yang diselidiki. Target ketuntasan belajar yang dipersyaratkan sebagai patokan pemberhentian siklus adalah minimal 85% murid mencapai nilai paling rendah 7,0. Berdasarkan hasil penelitian di atas dapat disimpulkan bahwa melalui model pembelajaran kooperatif tipe STAD hasil belajar membaca murid kelas VIa SD 15 Baruga dapat ditingkatkan. Hasil rata-rata belajar membaca pemahaman murid menjadi 7,41 dengan ketuntasan belajar sebanyak 29 orang atau 85,29%. Berdasarkan hasil tersebut, penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD perlu dioptimalkan dalam pembelajaran, khususnya dalam pembelajaran bahasa Indonesia di SD 15 Baruga. Kata Kunci: model kooperatif tipe STAD; prestasi. 
PENGARUH STRATEGI PROBLEM BASED LEARNING DAN SIKAP KREATIF TERHADAP HASIL BELAJAR PKn Zulrahmat, Zulrahmat; Herlina, Herlina
Al-TA'DIB: Jurnal Kajian Ilmu Kependidikan Vol. 9 No. 2 (2016)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31332/atdb.v9i2.518

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pembelajaran problem based learning dan sikap kreatif terhadap hasil belajar siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah quasi eksperimen dengan rancangan treatment by level 2x2, Sampel penelitian berjumlah 48 orang yang terbagi dalam dua kelas perlakuan. Analisis data dilakukan dengan Analisis Varians (ANAVA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Strategi pembelajaran Problem Based Learning mampu memberikan dampak lebih baik bagi peningkatan hasil belajar dibanding strategi ekspositori; (2) terdapat pengaruh interaksi antara strategi pembelajaran dan sikap kreatif terhadap hasil belajar; (3) hasil belajar siswa yang memiliki sikap kreatif tinggi lebih tinggi daripada siswa yang memiliki sikap kreatif rendah jika diajarkan strategi problem based learning; (4) hasil belajar siswa yang memiliki sikap kreatif rendah lebih tinggi daripada siswa yang memiliki sikap kreatif tinggi jika diajar strategi ekspositori. Kata kunci: strategi problem based learning; strategi ekspositori; kreativitas; hasil belajar.
POLA KOMUNIKASI INTERPERSONAL KEPALA MADRASAH TSANAWIYAH TRIDANA MULYA KECAMATAN LANDONO KABUPATEN KONAWE SELATAN Inah, Ety Nur
Al-TA'DIB: Jurnal Kajian Ilmu Kependidikan Vol. 9 No. 2 (2016)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31332/atdb.v9i2.519

Abstract

Kepemimpinan seorang kepala sekolah dapat dilakukan dengan berbagai cara dalam kegiatan mempengaruhi atau memberi motivasi bawahan agar melakukan tindakan-tindakan yang selalu terarah terdapat pencapaian tujuan organisasi. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif yang bertujuan untuk mengungkapkan pola komunikasi interpersonal kepala madrasah Tridana Mulya Kecamatan Landono.  Sumber data dalam penelitian adalah guru dan kepala madrasah Tridana Mulya Kecamatan Landono. Hasil penelitian: 1) Pola komunikasi yang digunakan kepala Madrasah Tsanawiyah Tridana Mulya Kecamatan Landono adalah pola komunikasi linear, yaitu komunikasi yang dilakukan oleh kepala madrasah dengan cara memposisikan dirinya setara/ sederajat dengan guru. Bentuk komunikasi yang dilakukan oleh Kepala Madrasah dapat melalui bahasa lisan, seperti menyapa, bercerita, atau memberikan instruksi langsung kepada guru. Bentuk lain komunikasi interperosnal kepala madrasah adalah dengan melalui bahsa tubuh, seperti senyum, merangkul, dan bersalaman dengan guru. 2) Faktor pendukung komunikasi interpersonal kepala Madrasah Tsanawiyah Tridana Mulya Kecamatan Landono adalah: a) Iklim komunikasi yang baik antara kepala madrasah dengan guru, b) Media komunikasi sudah tersedia/ handphone, dan c) Loyalitas dan dedikasi dari masing-masing guru. 3) Faktor  penghambat komunikasi interpersonal kepala sekolah dan guru adalah masing-masing guru sulit menentukan waktu yang pas untuk menentukan waktu pelaksanaan komunikasi interpersonal. Kata Kunci : Kepemimpinan, Komunikasi Interpersonal

Page 1 of 1 | Total Record : 10