cover
Contact Name
Muhammad Ilham
Contact Email
muhammadilham@iainkendari.ac.id
Phone
+6285395492216
Journal Mail Official
jurnalatadib@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan IAIN Kendari Jln. Sultan Qaimuddin, No. 17 Baruga Kendari, Sulawesi Tenggara, Indonesia
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
Al-Ta'dib: Jurnal Kajian Ilmu Kependidikan
ISSN : 19794908     EISSN : 25983873     DOI : https://doi.org/10.31332/
Core Subject : Education,
Al-Tadib: Jurnal Kajian Ilmu Kependidikan is a forum publishing original articles related to research-based education or Islamic education. It is published by Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Institut Agama Islam Negeri Kendari (Faculty of Education and Teaching, IAIN Kendari). This journal is for professionals, academics, researchers, and scholars whose empirical work focuses on curriculum, teaching methodology, learning activity, teaching media, learning approaches, learning achievement, character education, evaluation in education and the relationship between Islam and education. Authors are welcomed to submit their manuscripts for publication. Al-Tadib: Jurnal Kajian Ilmu Kependidikan publishes articles on education in any area of study twice a year, every June and December. This journal charges no fees for publication.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 415 Documents
PAULO FREIRE: BIOGRAFI SOSIAL INTELEKTUAL MODERNISME PENDIDIKAN Supriyanto, Supriyanto
Al-TA'DIB: Jurnal Kajian Ilmu Kependidikan Vol. 6 No. 2 (2013)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31332/atdb.v6i2.308

Abstract

Praktik pendidikan selama ini lebih menekankan parapengembangan otak kiri yang cenderung berpikir rigid, terstruktur,terikat oleh aturan formal dan sangat formalistic. Akibatnya semuaproses pendidikan harus dilaksanakan menurut garis lurus yangditentukan oleh pemegang dan penentu kebijakan yang miskinkreatifitas dan inovasi. Lagi-lagi ranah kognitif selalu menjaditumpuhan untuk mengukur tingkat keberhasilan proses pendidikan.Sungguhpun perangkat aturan telah menuntut penyeimbangan ketigaranah (kognitif, afektif dan psikomotorik) bahkan ranah spiritual,namun faktanya jauh dari harapan. Keterbatasan skill kompetensitenaga pendidik selalu menjadi alas an yang tak pernah ada ujungpangkalnya. Potensi kritis dan sikap humanis yang cenderungterdapat pada otak kanan justru nyaris tak tersentuh oleh prosespendidikan. Berpikir kritis, humanis, dan peka terhadap berbagaimasalah social inilah yang ditawarkan oleh Paulo Freire untukdijadikan alternatif pengembangan di dunia pendidikan.Kata Kunci: Pendidikan Yang Membebaskan
STRATA PERILAKU BELAJAR STATISTIK INFERENSIAL MAHASISWA STAIN SULTAN QAIMUDDIN KENDARI Burhan, Burhan
Al-TA'DIB: Jurnal Kajian Ilmu Kependidikan Vol. 6 No. 2 (2013)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31332/atdb.v6i2.309

Abstract

Pembelajaran statistik inferensial sering berkesan sangatmembosankan dan menakutkan bagi mahasiswa. Perilaku belajarstatistik inferensial mahasiswa STAIN Sultan Qaimuddin Kendarisangat diperlukan dan perlu dianalisis lebih lanjut.Keperluan analisis lanjut dimaksud melibatkan data 274 orangmahasiswa Jurusan Tarbiyah STAIN Sultan Qaimuddin Kendaritahun 2013 angkatan 2009 dan 2010 digunakan sebagai populasi.Melalui populasi tersebut dipilih sebanyak 53 orang sebagairesonden penelitian, dengan 14 orang (26,42 %) berasal dariangkatan 2009 dan 39 orang (73,58 %) berasal dari angkatan 2010.Variabel yang digunakan adalah perilaku belajar statistik inferensialmahasiswa STAIN Sultan Qaimuddin Kendari, yaitu 1) X1 untukresponden yang berasal dari angkatan 2009 dan X2 untuk respondenyang berasal dari angkatan 2010.Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) analisis statistikinferensial terdapat perbedaan secara signifikan antara perilakubelajar statistik inferensial mahasiswa angkatan 2009 dan perilakubelajar statistik inferensial mahasiswa angkatan 2010, dan 2)Analisis statistik deskriptif perilaku belajar statistik inferensialmahasiswa angkatan 2009 lebih buruk dari perilaku belajar statistikinferensial mahasiswa angkatan 2010.Kata kunci: Analisis Statistik Inferensial, perilaku belajarmahasiswa, strata.
PENDIDIKAN ISLAM MASA PRA ISLAM DI INDONESIA Wahyuni, Imelda
Al-TA'DIB: Jurnal Kajian Ilmu Kependidikan Vol. 6 No. 2 (2013)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31332/atdb.v6i2.310

Abstract

Perkembangan pendidikan Islam pada masa pra Islam terkait denganproses masuknya Islam di Indonesia. Penyebaran Islam di Indonesiadiperkenalkan oleh para muballig pedagang yang melakukan kontakdagang dengan penduduk pribumi Nusantara sehingga perdaganganmembantu proses Islamisasi. Pendidikan Islam pada masa awalberlangsung tidak terbatas pada satu tempat dan waktu tertentu, tetapidimana dan kapan saja terjadi kontak antara muballig pedagang denganpenduduk pribumi, maka pada saat itu pula berlangsung pendidikanIslam. Sistem pendidikan pada mulanya berlangsung di lingkungankeluarga, kemudian bertempat di surau atau langgar, mesjid, dan rumahpara bangsawan dan hartawan.Kata kunci: Islam, Pendidikan, Pendidikan Islam, dan Sistempendidikan.
SEJARAH PESANTREN DI INDONESIA Herman, Herman
Al-TA'DIB: Jurnal Kajian Ilmu Kependidikan Vol. 6 No. 2 (2013)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31332/atdb.v6i2.311

Abstract

Salah satu lembaga pendidikan Islam di Indonesia adalahPondok Pesantren, ia merupakan system pendidikan pertamadan tertua di Indonesia, karena sifat keislaman dankeindonesiaan terintegrasi dalam pesantren menjadi dayatariknya. Belum lagi kesederhanaan, system manhaj yangterkesan apa adanya, hubungan kiyai dan santri serta keadaanfisik yang serba sederhana. Di tengah gagalnya systempendidikan dewasa ini, ada baiknya disimak kembali systempesantren, dimana didalamnya lebih mengedepankan ilmu etikadan pengetahuan. Kiyai adalah tempat betanya atau sumberrefrensi, tempat menyelesaikan semua urusan, tempat memintanasihat dan fatwa. Oleh karena itu, mesjid sebagai salah satutempat belajar dalam perkembangannya, pesantren dilengkapidengan pondok sebagai tempat tinggal santri yang menjadi cirrikhas dari lembaga tersebut adalah rasa keikhlasan yang dimilikioleh santri dan kiyai hubungan mereka tidak hanya sekedarsebagai murid dan guru, tapi lebih seperti anak dan orang tua.Bentuk, system dan metode pesantren di Indonesia dapat dibagimenjadi dua priode; pertama, Ampel (salafi) yang mencerminkankesederhanaan secara konprehensif. Kedua, priode Gontor yangmencerminkan kemoderenan dalam system metode dan fisikbangunan, sehingga pada hakikatnya pesantren memiliki tigaunsure yakni; santri, kiyai dan asrama.Kata Kunci: Pesantren, lembaga pendidikan Islam,
MODEL PEMBELAJARAN PAI BERBASIS TIK YANG VALID DAN PRAKTIS PADA SMA NEGERI 4 KOTA KENDARI PROVINSI SULAWESI TENGGARA Musthan, Zulkifli
Al-TA'DIB: Jurnal Kajian Ilmu Kependidikan Vol. 6 No. 2 (2013)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31332/atdb.v6i2.312

Abstract

Pertanyaan penelitian ini adalah bagaimanakah modelpembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) berbasis TIK yangvalid dan praktis pada SMA Negeri 4 Kota Kendari? Tujuanpenelitian ini adalah dihasilkannya model pembelajaranPendidikan Agama Islam (PAI) berbasis TIK yang valid danpraktis pada SMA Negeri 4 Kota Kendari.Penelitian ini termasuk jenis penelitian pengembanganatau research and development in education). Produk yangdikehendaki dalam penelitian ini adalah model pembelajaranPendidikan Agama Islam (PAI) berbasis TIK yang valid danpraktis pada SMA Negeri 4 Kota Kendari. Produk tersebutmeliputi tiga komponen yaitu buku model, perangkatpembelajaran, dan instrument. Atas dasar pertimbangan efisiensiwaktu, pengembanan ketiga komponen tersebut dilaksanakansecara simultan. Maksudnya adalah pada saat mengembangkanmodel, dikembangkan pula perangkat pembelajaran yang sesuaidengan model beserta pengembangan instrument yangberkenaan dengan model dan perangkat pembelajaran.Proses pengembangan model pembelajaran PAI berbasisTIK melalui beberapa langkah yakni (1) Identifikasi kebutuhanawal yakni melakukan survey/need assessment; (2) Perencanaanmodel PAI TIK; (3) Menyiapkan dan mengembangkan model PAITIK yakni buku model, perangkat pembelajaran PAI(Silabus,RPP,Materi PAI pegangan guru dan siswa, Slidepresentation, LKS, petunjuk penggunaan moodle, dan tesevaluasi hasil belajar), uji validasi model dan perangkat; (4)Melakukan uji coba I pada kls.XI-IS-2 (IPS) SMA Negeri 4 KotaKendari, tentang uji kepraktisan/keterlaksanaan model danperangkat; (5) Merevisi produk hasil uji coba I; (6) Melakukanuji coba II pada Kls.XI-IA-1 (IPA) SMA Negeri 4 Kota Kendari,tentang uji kepraktisan/keterlaksanaan model dan perangkat; (7)merevisi produk hasil uji coba II sebagai produk akhir dalampenelitian ini.Hasil yang diperoleh pada uji coba I adalah Model PAITIK sudah praktis, karena sudah terlaksana seluruhnya yangmencapai rata-rata 2,55. Sedangkan pengelolaan pembelajaranmencapai 2,96 yang berarti sudah terlaksana seluruhnya. Hasilyang diperoleh pada uji coba II adalah Model PAI TIK sudahpraktis, karena sudah terlaksana sebagian besar yang mencapairata-rata 2,48. Sedangkan pengelolaan pembelajaran mencapai3,21 yang berarti sudah terlaksana seluruhnya.Dengan mengikuti langkah pengembangan di atas,diperoleh model pembelajaran PAI berbasis TIK yang valid danpraktis. Model pembelajaran PAI berbasis TIK ini memilikisintaks dengan lima fase, yakni (a) menyampaikan tujuanpembelajaran dan mempersiapkan siswa terarah jelas dalamprogram moodle (http://www.sman4kendari.sch.id) yang telahdiformat sedemikian rupa,. (b) Fase mendemonstrasikanpengetahuan atau keterampilan (siswa membaca danmempelajari dengan seksama materi yang telah disiapkan dalamprogram moodle(http://www.sman4kendari.sch.id), (c) Fasemembimbing pelatihan (guru/pengajar membimbing siswa jikamengalami kesulitan dalam memahami materi, baik melaluibimbingan langsung maupun melalui forum diskusi yang telahdisiapkan dalam programmoodle(http://www.sman4kendari.sch.id), (d) Fase mengecekpemahaman dan memberikan umpan balik (siswa mengerjakankuis dan uji kompetensi yang ada pada e-materi masing-masingKD), (e) Fase memberikan kesempatan untuk pelatihan lanjutandan penerapan.Kata Kunci: Model Pembelajaran PAI, TIK, Valid dan Praktis.
DIRECT METHOD DALAM PEMBELAJARAN BAHASA ARAB DI PESANTREN MODERN Batmang, Batmang
Al-TA'DIB: Jurnal Kajian Ilmu Kependidikan Vol. 6 No. 2 (2013)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31332/atdb.v6i2.313

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui metode langsung dalampembelajaran bahasa Arab di Pesantren modern, dan untuk mengetahuifaktor pendukung dan faktor penghambat serta solusinya. Denganpenelitian ini diharapkan dapat memberikan masukan baru kepadasemua pihak yang berkecimpung dalam pembelajaran bahasa Arab padaumumnya dan khusunya di Pondok Pesantren modern.Penelitian ini merupakan penelitian kombinasi antara kualitatifdan kuantitatif. Penelitian kualitatif merupakan penelitian utama danpenelitian kuantitatif adalah merupakan penelitian pelengkap untukmencari data-data dengan menggunakan angka. Pegumpulan datadilakukan dengan observasi, dokumentasi, wawancara,kuisioner denganmengorganisasikan fakta-fakta atau hadil pengamatan dan data-datakuantitatif sehingga kemudian ditarik kesimpulan dari hasil tersebut.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertama, metode langsungdalam pembelajaran bahasa Arab di Pesantren modern sudah baik. halini dapat dibuktikan dengan hasil angket yang telah penulis lakukan yaitu80 % peserta didik dapat memahami pelajaran yang diberikan. Keduaefektifitas belajar peserta didik dalam pembelajaran bahasa Arabmelalui metode langsung sudah efektif. Hal tersebut dapat dibuktikandengan hasil tes yang kemudian dihitung denga rumus statistikMx=Fx:N, dan diperoleh hasil 75,5. Angka tersebut termasuk kriteriaefektif dalam standar keberhasilan yang lazim digunakan.Kata Kunci: Bahasa Arab, Pembelajaran, Metode Langsung.
TAXONOMY OF LANGUAGE TEACHING TECHNIQUES IN TEACHING READING Humaera, Isna
Al-TA'DIB: Jurnal Kajian Ilmu Kependidikan Vol. 7 No. 2 (2014)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31332/atdb.v7i2.314

Abstract

English language teaching techniques have various categorization.Those techniques covering for main skills in English namely reading,listening, speaking and writing. The concept incorporatesclassification of type of activity that enables teachers to pick out thesequential activity within the lesson. Based on Behaviorism theory,language learning is a process of reinforcement repetition thatproposed three stages of learning that are called presentation,practice and production (PPP). The three step PPP aimed atdeveloping automatic habits largely through classroom processes ofmodeling, repetition, and controlled practice. Brown classifies thetaxonomy into three broad categories: controlled technique, semicontrolledtechnique, and free technique. Teachers have a dominantcontrol in controlled technique. In free technique, teachers are usuallyput into a less controlled role here, as students become free to becreative with their responses and interactions with other students.Semi controlled technique is the combination of the both categories.Keywords: taxonomy of language teaching, controlled technique,semi-controlled technique, free technique.
KETERAMPILAN MENGELOLA KELAS DAN IMPLEMENTASINYA DALAM PROSES PEMBELAJARAN Kadir, St. Fatimah
Al-TA'DIB: Jurnal Kajian Ilmu Kependidikan Vol. 7 No. 2 (2014)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31332/atdb.v7i2.315

Abstract

Keragaman latar belakang siswa dan kemampuan belajarnyamenjadi fokus dalam mengelola kelas. perbedaan kemampuan dankecendrungan yang dimiliki siswa berkaitan dengan sikap belajarsiswa, kondisi seperti ini menjadi bagian yang terpenting yang harusdiperhatikan karena aktivitas belajar banyak ditentukan oleh sikapbelajar peserta didik. Ketika pembelajaran dimulai peserta didiksering menunjukkan sikap penolakan berarti siswa kurang bisamerespon pembelajaran yang dilakukan oleh guru ketika siswamenunjukkan sikap menerima berarti secara emosional ada kesediaanuntuk menerima pembelajaran yang dilakukan oleh guru kenyataanseperti ini diperlukan kemampuan mengelola kelas dengan baik agartercipta kondisi belajar yang kreatif, aktif, menyenangkan, gembiradan berbobot.Pengelolaan kelas terdiri dari dua kata; pengelolaan dan kelas.Pengelolaan diambil dari akar kata “kelola” yang diberi awalam“pe” dan akhiran “an” berati pengelolaan adalah pengaturan danpenataan kegiatan. Kelas adalah tempat untuk memperolehtransformasi ilmu pengetahuan bagi siswa yang berlangsung secarakondusif, dialogis, dan menyenangkan.Kelas diartikan juga sekelompok orang yang melakukankegiatan bersama untuk mendapatkan ilmu pengetahuan dari guru.Dengan demikian pengelolaan kelas adalah keterampilan guru untukmenciptakan iklim pembelajaran yang kondusif dan mengendalikanjika terjadi gangguan dalam pembelajaran. Kelas ketika dikelolasecara baik akan menimbulkan kehangatan dan antusiasme belajarpeserta didik.Kata Kunci: Pembelajaran, mengelola kelas, dan guru.
MENGHADIRKAN NILAI-NILAI SPIRITUAL TASAWUF DALAM PROSES MENDIDIK Sodiman, Sodiman
Al-TA'DIB: Jurnal Kajian Ilmu Kependidikan Vol. 7 No. 2 (2014)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31332/atdb.v7i2.316

Abstract

Mendidik sejatinya adalah merubah. Merubah ketidaktahuanmenjadi tahu; merubah ketidakbisaan menjadi bisa; merubahketidakterampilan menjadi terampil; merubah ketidakberadabanmenjadi berkeadaban. Dengan demikian, proses mendidik merupakanupaya mulia untuk semakin memanusiakan manusia.Pendidikan idealnya menyentuh seluruh aspek dan potensipeserta didik. Namun sayangnya, pendidikan yang dijalankan saat inidi negeri kita lebih cenderung berorientasi pada dimensi kognitifmaterialistik.Pendidikan mengalami materialisasi tujuan! Orientasipendidikan hanya kuantitatif lulusan dan lapangan kerja. Pendidikantidak mampu menghasilkan manusia utuh. Akibatnya, krisis terbesardi dunia saat ini adalah krisis spiritualitas dan inegritas. Oleh karenaitu, tulisan ini berupaya mendiskusikan format sulusi yang bisaditawarkan untuk mengatasi kekurangan dan disorientasi dalampendidikan tersebut.Kata Kunci : Tasawuf, Mendidik, Nilai-nilai Spiritual Tasawuf.
MENUMBUHKAN SIKAP SAINS CALON GURU ANAK USIA DINI MELALUI PEMBELAJARAN BERBASIS KONTEKSTUAL Burhan, Burhan
Al-TA'DIB: Jurnal Kajian Ilmu Kependidikan Vol. 7 No. 2 (2014)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31332/atdb.v7i2.317

Abstract

Attitude grown early science student teachers to early childhood, does notmean they have to be a60n expert science education or science teachersare experts. This attitude is not developed for the purpose of short-term,but the long-term. Learning is expected to take effect in early childhoodwould be a knowledge base, which leads them into a golden generation inthe future. The generation that has sensitivity to the surroundingenvironment, sensitive to the environment that gave birth to generationsof defenders surrounding environment. Learning science contextuallyfacilitate student understanding of science. Students are able to explainverbally about the material they are learning. Science materials that areabundant and free in their natural laboratories facilitate peace with thefamous natural complex. They were able to assemble independently ofscience in oral form, though still very limited, if knowledge gained ispresented in written form. Difficulty wrote early science knowledgepossessed lies in their inability to describe what has been done by usingthe active voice.Keywords : Early science, science attitude, contextual-based learning.