cover
Contact Name
Muhammad Ilham
Contact Email
muhammadilham@iainkendari.ac.id
Phone
+6285395492216
Journal Mail Official
jurnalatadib@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan IAIN Kendari Jln. Sultan Qaimuddin, No. 17 Baruga Kendari, Sulawesi Tenggara, Indonesia
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
Al-Ta'dib: Jurnal Kajian Ilmu Kependidikan
ISSN : 19794908     EISSN : 25983873     DOI : https://doi.org/10.31332/
Core Subject : Education,
Al-Tadib: Jurnal Kajian Ilmu Kependidikan is a forum publishing original articles related to research-based education or Islamic education. It is published by Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Institut Agama Islam Negeri Kendari (Faculty of Education and Teaching, IAIN Kendari). This journal is for professionals, academics, researchers, and scholars whose empirical work focuses on curriculum, teaching methodology, learning activity, teaching media, learning approaches, learning achievement, character education, evaluation in education and the relationship between Islam and education. Authors are welcomed to submit their manuscripts for publication. Al-Tadib: Jurnal Kajian Ilmu Kependidikan publishes articles on education in any area of study twice a year, every June and December. This journal charges no fees for publication.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 415 Documents
MENINGKATKAN MUTU PENDIDIKAN MELALUI PEMBERDAYAAN MASYARAKAT Kadir, Siti Fatimah
Al-TA'DIB: Jurnal Kajian Ilmu Kependidikan Vol. 6 No. 1 (2013)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31332/atdb.v6i1.298

Abstract

Sekolah merupakan lembaga sosial yang tidak dapat dipisahkandari lingkungan masyarakatnya, sebaliknya masyarakatpun tidakdapat dipisahkan dari sekolah. Karena keduanya sama-sama memilikikepentingan. Sekolah sebagai lembaga formal yang diserahi amanatuntuk mendidik, melatih dan membimbing anak bangsa (masyarakat)sementara masyarakat adalah stakeholder atau pengguna jasapendidikan.Keberhasilan pendidikan tidak hanya ditentukan oleh prosespendidikan di sekolah dan tersedianya sarana dan prasarana sajamelainkan juga ditentukan oleh peran keluarga dan masyarakat.Karena pendidikan adalah tanggung jawab bersama sekolah, keluargadan masyarakat. Maka masyarakat mempunyai peran untuk turutmemikirkan penyelenggaraan pendidikan di sekolah. Partisipasimasyarakat yang tinggi di sekolah menjadi indikator bahwamanajemen sekolah berjalan dengan baik. Ketika pemerintah dalamhal ini sekolah berdampingan mesra dengan masyarakat dan orang tuaakan memberikan dampak yang besar bagi kemajuan sekolah danakan memberi pengaruh yang besar pula bagi peningkatan prestasibelajar anak di sekolah (salah satu ukuran mutu pendidikan).Upaya melibatkan masyarakat dalam meningkatkan mutupendidikan di sekolah dapat ditempuh dengan cara (1) melakukansosialisasi kepada para pemimpin formal. (2) Melibatkan para pemimpinformal untuk ikut memiliki sekolah/madrasah sebab maju mundurnyalembaga pendidikan akan berdampak pula pada masyarakat setempat.(3) Menunjukkan program langsung, selain mendidik anak-anak dapatpula menunjukkan prestasi yang telah dicapai baik oleh siswa, guruataupun prestasi sekolah secara keseluruhan.Kata Kunci: Mutu Pendidikan dan Pemberdayaan masyarakat.
PERANAN KOMUNIKASI DALAM PENDIDIKAN Inah, Ety Nur
Al-TA'DIB: Jurnal Kajian Ilmu Kependidikan Vol. 6 No. 1 (2013)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31332/atdb.v6i1.299

Abstract

Manusia merupakan makhluk sosial yang hidup berkelompoksaling membutuhkan satu sama lain. Sebagai makhluk sosial danhidup berkelompok dalam kehidupan sehari-hari tentu tidak luputdari interaksi atau komunikasi. komunikasi adalah prosespenyampaian pesan dari komunikator kepada komunikan atauaudiens baik itu dalam bentuk simbol, lambang dengan harapanbisa membawa atau memahamkan pesan itu kepada masyarakatserta berusaha mengubah sikap dan tingkah laku. Komunikasi jugadigunakan dalam dunia pendidikan dan memiliki peranan yangbegitu penting dalam pendidikan di antaranya, pertama fungsipengawasan, fungsi ini berupa peringatan dan kontrol maupunkegiatan persuasif. Pengawasan dan kontrol ini dapat dilakukanuntuk aktifitas prevensif untuk hal-hal yang tidak diinginkanseperti pemberian bahaya narkoba yang dilakukan melalui mediamasa dan ditunjukan kepada para pelajar dan lebih luas lagi kepadamasyarakat. Kedua fungsi sosial learning, fungsi sosial learning iniadalah melakukan guilding dan pendidikan sosial kepada semuaorang. Fungsi ini memberikan pencerahan kepada masyarakatdimana komunikasi massa itu berlangsung. Dan ketiga fungsipenyampaian informasi. Fungsi ini merupakan proses penyampaianinformasi kepada masyarakat luas umumnya dan khususnyakepada peserta didik dalam hal penyampaian pesan yang berupamateri yang relevan dengan tujuan instruksional pendidikan.Selanjutnya tujuan komunikasi dalam pendidikan, jika kita sebagaipengajar maka kita sering berhubungan dengan pelajar, olehkarena itu, kita bertujuan menyampaikan informasi tentang materipelajaran yang akan diajarkan, agar materi pelajaran yangdisampaikan dapat dimengerti dan dipahami sebagai komunikasiyang kita laksanakan dapat tercapai. Dan ada 6 komponen yangharus digunakan dalam pendidikan yang tidak dapat dipisahkansatu sama lain di antaranya yaitu: sumber (source), komunikator(encoder), pesan (massage), komunikan (decoder), media(channel), effek (hasil).Kata Kunci: Peranan, Komunikasi dan Pendidikan.
DIKOTOMI ILMU DAN DUALISME PENDIDIKAN Samrin, Samrin
Al-TA'DIB: Jurnal Kajian Ilmu Kependidikan Vol. 6 No. 1 (2013)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31332/atdb.v6i1.300

Abstract

Polemik di sekitar dikotomi dan dualisme pendidikandikalangan para ahli masih terus berlangsung. Diterimanya prinsipdikotomi antara ilmu-ilmu agama dan ilmu-ilmu umum adalah diantara indikasi kerapuhan dasar filosofis pendidikan Islam itu.Dikotomi terlihat dengan jelas pada dualisme sistem pendidikan dinegeri-negeri muslim, sistem pesantren dengan segala variasi danimplikasinya dalam pembentukan wawasan intektual keIslamanumat, dan sistem pendidikan sekuler dengan segala dampak danakibatnya dalam persepsi keagamaan. Dualisme dikotomi inidiperkuat oleh sistem penjajahan Barat atas dunia Islam yangberlangsung lama.Dengan adanya usaha Islamisasi pengetahuan yang marakdiperbincangkan, dianggap sebagai usaha untukmengspritualisasikan atau pemberian nilai-nilai rohaniah padaupaya penggalian dan pengamalan ilmu pengetahuan, sehinggamelahirkan ilmu pengetahuan yang tidak dikotomi dan tidaksekuler ( ilmu atau pengetahuan yang terpadu).Kata Kunci : Dikotomi, Dualisme, dan Pendidikan
SIGNIFIKANSI STRATEGI PEMBELAJARAN PENDIDIKAN LINGKUNGAN DALAM MEMBENTUK PRILAKU SISWA BERWAWASAN LINGKUNGAN Kadir, Abdul
Al-TA'DIB: Jurnal Kajian Ilmu Kependidikan Vol. 6 No. 2 (2013)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31332/atdb.v6i2.301

Abstract

Damage to the environment and natural resources, because of the additional population is notcontrolled, the knowledge and skills necessary having direct applications in everyday life,become a pattern of acts and mindset for handling specific problems faced by the nation.Education of demography and Environment (PKLH) is one response to the problem. PKLH’slearning, especially at the unit level education can be achieved through two approaches,namely the monolithic approach and integrative approach. PKLH learning strategies asprocedures used by educators /teachers in the learning process as a means to achieve thePKLH learning objectives. PKLH‘s Learning strategies has significance to changes studentbehavior who conception about demography and enviroment . The use of learning strategiesPKLH, educators /teachers need to incorporate some learning strategies that allow theongoing of clarification and internalization of values about demography and theenvironment in students.Keywords; PKLH, Strategic Learning, Significance, and Insight Student Population and theEnvironment.
QAWA’ID AL-TAFSIR HUBUNGANNYA DENGAN BAHASA ARAB (Kaidah-Kaidah Dasar yang Harus Dikuasai Dalam Pembelajaran Tafsir) Nur, Jabal
Al-TA'DIB: Jurnal Kajian Ilmu Kependidikan Vol. 6 No. 2 (2013)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31332/atdb.v6i2.302

Abstract

Qawaid al-Tafsir merupakan salah alat bantu untuk memahamimakna firman Allah swt. Menurut Imam al-Zarwaniy dikutip oleh Al-Zarqaniy mengatakan bahwa bagi seorang mufassir yang tidakmemenuhi syarat-syarat seorang mufassir (memahami ( قواعد التفسيرproduk tafsirnya dikategorikan kepada produk tafsir terendah, bahkanbelum bisa disebut tafsir.Qawaid al-tafsir sangat berkaitan erat dengan beberapakaidah bahasa Arab yang dapat membantu penafsiran al-Quran. Olehsebab itu penguasaan terhadap kaidah-kaidah kebahasaan itu harusdikuasai, sehingga penafsiran al-Quran mendekati makna yang akuratdan dapat dipertanggungjawabkan.Kata Kunci: Qawaid al-tafsir, bahasa Arab.
PEMEROLEHAN PRAGMATIK PADA ANAK USIA 3 TAHUN (Studi Pada Asysyifa Ibrahim Warga Kendari Barat) Wahab, Laode Abdul
Al-TA'DIB: Jurnal Kajian Ilmu Kependidikan Vol. 6 No. 2 (2013)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31332/atdb.v6i2.303

Abstract

Penelitian mengenai pemerolehan pragmatik pada anak usia tigatahun menarik. Penelitian ini telah dilakukan pada nara sumberAssyifa Ibrahim dipanggil Syifa seorang anak perempuan usia tigatahun tinggal di Kendari Barat pada tanggal 27 Mei 2013 denganteknik rekam, simak, dan catat. Nara sumber sehari-harinyamenggunakan bahasa Indonesia untuk berinteraksi dengan keluargadan teman sepermainannya. Hasil penyimakan, pencatatan dantranskrip perekaman dijadikan data dialog. Data yang tersediamenunjukan bahwa pada setiap konteks dialog terdapat pelanggaranterhadap maksim-maksim dengan frekuensi tertentu. Sebagianjawaban nara sumber bersifat lugas dan sangat informatif atau sudahmematuhi maksim kuantitas, kualitas, relevansi, dan cara.Pelanggaran maksim lebih disebabkan tidak memadainyapengetahuan nara sumber.Kata Kunci: Pemerolehan Pragmatik, Anak 3 Tahun, Syifa, KendariBarat
KONSEP PENDIDIKAN ANAK DALAM PERSPEKTIF AL-GHAZALI (Implikasinya dalam Pendidikan Agama Islam) Janna, Sitti Riadil
Al-TA'DIB: Jurnal Kajian Ilmu Kependidikan Vol. 6 No. 2 (2013)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31332/atdb.v6i2.304

Abstract

Pendidikan anak merupakan sesuatu yang urgen untuk diperhatikan.Karena anak terlahir dengan memiliki potensi yang perlu untuk ditumbuhkembangkan.Selain itu anak merupakan bagian terpenting dari seluruh prosespertumbuhan manusia. Berkualitas atau tidaknya ia dimasa dewasa sangatdipengaruhi oleh proses pengasuhan dan pendidikan yang diterima di masakanak-kanaknya. Oleh karena itu pendidikan anak berarti perencanaanperadaban dan kemajuan bangsa. Sehingga tanpa pendidikan anaksesungguhnya tidak akan pernah ada peradaban dan kemajuan bangsa.Al-Ghazali memiliki konsep pendidikan anak yang holistik yaitumencakup aspek spiritual, moral, sosial, kognitif dan fisik. Tujuanpendidikannya pun tidak terbatas pada taqorrub ila Allah tapi jugapengembangan potensi jasmani dan rohani. Hal itu karena Al-Ghazalimemandang anak sebagai pribadi yang dilahirkan dengan potensi-potensinyadan mempunyai kecenderungan fitrah ke arah baik dan buruk sehingga sangatmemerlukan pendidikan. Adapun materi pendidikan anak yang ditetapkan Al-Ghazali adalah berdasarkan aspek-aspek pendidikan yang dirumuskannya.Sedangkan metode pendidikan yang ditetapkannya adalah bervariasi dantentunya hal itu disesuaikan dengan periodisasi anak.Adapun implikasinya terhadap Pendidikan Agama Islam adalahhendaknya pendidikan selalu disesuaikan dengan tahap-tahap perkembanganpeserta didik seperti perkembangan kognitif dan moralnya. Karena pendidikanmerupakan proses sinergis antara pendidik, peserta didik, metode dan materidalam mencapai tujuan pendidikan Islam.Kata Kunci : Pendidikan Anak, Pendidikan Agama Islam
ETOS BELAJAR DALAM KITAB TA’LIIM AL-MUTA’ALLIM THAARIQ AL-TA’ALLUM KARYA IMAM AL-ZARNUJI Sodiman, Sodiman
Al-TA'DIB: Jurnal Kajian Ilmu Kependidikan Vol. 6 No. 2 (2013)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31332/atdb.v6i2.305

Abstract

Kitab Ta’liim al-Muta’allim Thariiq al-Ta’allum karyaImam Al-Zarnuji sangat populer di pesantren-pesantren(tradisional). Sedangkan di madrasah luar pesantren, apalagi disekolah-sekolah negeri, kitab tersebut tidak pernah dikenal; danbaru sebagian kecil mulai mengenalnya setelah diterjemahkan kedalam bahasa Indonesia.Banyak pihak yang menduga bahwa kitab Ta’liim al-Muta’allim Thariiq al-Ta’allum sebagai kitab yang mendasariterjadinya pengkultusan terhadap guru (kiyai) di berbagaipondok pesantren di Indonesia, dianggap kitab yang penuhkontroversi, berisi “teori sadis” kepada pencari ilmu, tidakmasuk akal, dan membuat peserta didik pasif dan tidak kritis.Meskipun demikian, kenyataannya kitab tersebut masih saja terusdibaca dan bahkan di beberapa pesantren menjadi kitab wajib.Tulisan ini mencoba menggali nilai-nilai etos belajar yangterkandung dalam kitab Ta’liim al-Muta’allim Thariiq al-Ta’allum karya Al-Zarnuji tersebut. Penulis memahami bahwanilai-nilai etos belajar yang terdapat dalam kitab ini harus digalidan “dikeluarkan” dari nilai lokalitasnya agar diketahui nilaiuniversalitasnya yang aktual.Kata kunci: Al-Zarnuji, Kitab Ta’liim Al-Muta’allim, dan etosbelajar.
FENOMENA BULLYING DALAM PENDIDIKAN Masdin, Masdin
Al-TA'DIB: Jurnal Kajian Ilmu Kependidikan Vol. 6 No. 2 (2013)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31332/atdb.v6i2.306

Abstract

Bullying merupakan perilaku yang tidak diinginkan,agresif dikalangan anak-anak usia sekolah yangmelibatkan ketidakseimbangan kekuasaan antarapembully dan korbannya, perilaku selalu diulang.Bullying, ketika seseorang atau sekelompok orangberulang kali mencoba untuk menyakiti seseorang yanglemah, seperti memukul, menendang, atau denganmenggunakan nama panggilan yang kurang baik,mengejek, menghina serta menggoda atau dengancemoohan seksual, menyebarkan rumor atau mencobauntuk membuat orang lain menolak seseorang. Bullyingsebagai "tindakan negatif secara fisik atau lisan yangmenunjukkan sikap permusuhan.Kara Kunci: Bullying, kekuasaan dan permusuhan.
PEMBELAJARAN MULTIMEDIA Lestari, Ambar Sri
Al-TA'DIB: Jurnal Kajian Ilmu Kependidikan Vol. 6 No. 2 (2013)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31332/atdb.v6i2.307

Abstract

Multimedia is a combination of text, graphics, animation,sound and video. The combination of multiple mediapreviously done manually, such as slide projector and tape.Today's media mix has been emphasized as a driver ofoverall computer control combined media. Thus the meaningof a multimedia, commonly known today is a combination ofvarious graphics, text, voice, video and animation. Thebusiness case is an entity that is jointly display information,messaging and content.Key Words: Multimedia, Learning.