cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Jurnal Bimbingan dan Konseling Ar-Rahman
ISSN : -     EISSN : 24776300     DOI : -
Core Subject : Social,
Jurnal Bimbingan dan Konseling Ar-Rahman adalah jurnal peer-review yang diterbitkan oleh UPT Publikasi dan Pengelolaan Jurnal Universitas Islam Kalimantan MAB Banjarmasin. Jurnal ini terbit sebanyak dua kali setahun, yaitu pada bulan Juni dan Desember. Jurnal ini menerbitkan penelitian dan artikel konseptual yang berkaitan dengan bidang ilmu bimbingan dan konseling, pendidikan, dan psikologi pendidikan..
Arjuna Subject : -
Articles 19 Documents
Search results for , issue "Vol 11, No 1 (2025): June" : 19 Documents clear
Efektifitas Konseling Kelompok Teknik Cognitive Defusion Terhadap Self-Confidence Siswa Introvert Al Ridwan, Muhammad Faisal; Galugu, Nur Saqinah; Anuar, Arman Bin
Jurnal Bimbingan dan Konseling Ar-Rahman Vol 11, No 1 (2025): June
Publisher : UPT Publikasi dan Pengelolaan Jurnal Universitas Islam Kalimantan MAB Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jbkr.v11i1.19335

Abstract

This study aims to examine the effectiveness of group counseling services using cognitive defusion techniques in improving self-confidence among introverted students at SMAN 2 LUWU and to identify the differences in their self-confidence before and after the intervention. This quasi-experimental study used a one-group pre-test and post-test design to measure the level of self-confidence before and after the intervention. The sample was selected through purposive sampling and consisted of six students from class XI IPS 1 and XI IPS 2 who were identified as having low self-confidence. Data were collected using a self-confidence questionnaire, an interview, and observation. The results show that group counseling employing cognitive defusion techniques is effective in enhancing the self-confidence of introverted students, as demonstrated by the significant improvement in scores from the pre-test to the post-test (mean score before = 41.67; after = 94.17; improvement = 52.5). Furthermore, the paired sample T-test revealed a significance value (2-tailed) of 0.000 (p < 0.05), indicating a significant difference. Thus, the study confirms the hypothesis (H1) that group counseling with cognitive defusion techniques can significantly improve the self-confidence of introverted students. _____________________________________________________________Penelitian ini bertujuan untuk menguji keefektifan layanan konseling kelompok dengan teknik cognitive defusion dalam meningkatkan self-confidence pada siswa introvert di SMAN 2 Luwu. Latar belakang penelitian ini adalah rendahnya kepercayaan diri siswa introvert yang ditandai dengan keraguan dalam bertanya dan menjawab di kelas, ketakutan mengikuti kegiatan ekstrakurikuler, serta minimnya partisipasi sosial. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi-experiment tipe one group pretest-posttest. Sampel terdiri dari enam siswa kelas XI IPS 1 dan XI IPS 2 yang dipilih melalui purposive sampling. Teknik pengumpulan data meliputi angket skala self-confidence, wawancara, dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa layanan konseling kelompok dengan teknik cognitive defusion efektif dalam meningkatkan self-confidence. Hal ini terlihat dari peningkatan rata-rata skor self-confidence dari 41,67 pada pre-test menjadi 94,17 pada post-test, dengan kenaikan sebesar 52,5. Uji Paired Sample T-Test menunjukkan nilai signifikansi (2-tailed) sebesar 0,000 ≤ 0,05, yang berarti terdapat perbedaan signifikan antara sebelum dan sesudah perlakuan. Dengan demikian, hipotesis H1 diterima dan layanan yang diberikan terbukti efektif.
Academic Grit dan Self-Efficacy dalam Kaitannya dengan Resiliensi Mahasiswa Peserta KIP Kuliah Tarigan, Angeline Hosana Zefany; Purnamasari, Ayu; Fikri, Muhammad Zainal
Jurnal Bimbingan dan Konseling Ar-Rahman Vol 11, No 1 (2025): June
Publisher : UPT Publikasi dan Pengelolaan Jurnal Universitas Islam Kalimantan MAB Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jbkr.v11i1.17423

Abstract

Being a college student certainly does not escape the academic burden that is greater than when you were a student. Especially for students participating in KIP Kuliah, the workload and academic responsibilities as a student are certainly not easy. The ability to deal with pressure is different for each individual. To manage and overcome the pressure they face, every student must be able to be resilient to survive and overcome the disappointment they face. This research aims to determine how academic grit and self-efficacy relate to resilience in students participating in KIP Kuliah. This research uses a quantitative approach. Three measuring instruments are used, namely the academic grit scale, self-efficacy scale, and resilience scale. The sampling technique used was simple random sampling, where the sample size was 164 respondents. The data analysis technique used Pearson' product moment and obtained a significance value of 0.000 (Pearson' correlation = 0.452) for the correlation between the academic grit variable and the resilience variable, as well as a significance value of 0.000 (Pearson' correlation = 0.576) for the correlation between the self-efficacy variable with resilience variables. The academic grit variable and the self-efficacy variable together have a significant correlation with the resilience variable, where the significance value is 0.000 (R Square = 0.890). Thus, it can be concluded that the academic grit variable and the self-efficacy variable are both positively correlated with the resilience variable._________________________________________________________Menjadi mahasiswa tentu tidak luput dari beban akademik yang lebih besar dibandingkan dengan saat menjadi siswa. Terutama bagi mahasiswa peserta KIP Kuliah, beban tugas dan tanggung jawab akademik sebagai mahasiswa tentu bukan hal yang mudah. Kemampuan untuk menghadapi tekanan berbeda bagi masing-masing individu. Untuk mengelola dan mengatasi tekanan yang dihadapi, maka setiap mahasiswa harus bisa menjadi resilien untuk bertahan dan memperbaiki kekecewaan yang dihadapinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana academic grit dan self-efficacy dalam kaitannya dengan resiliensi pada mahasiswa peserta KIP Kuliah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Terdapat tiga alat ukur yang digunakan, yakni skala academic grit, skala self-efficacy dan skala resiliensi. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah simple random sampling dimana jumlah sampel yaitu 164 responden. Teknik analisis data menggunakan pearson’ product moment dan didapatkan nilai signifikansi sebesar 0,000 (pearson’ correlation = 0, 452) untuk korelasi antara variabel academic grit dengan variabel resiliensi, serta nilai signifikansi sebesar 0,000 (pearson’ correlation = 0,576) untuk korelasi antara variabel self-efficacy dengan variabel resiliensi. Variabel academic grit dan variabel self-efficacy secara bersama-sama memiliki korelasi yang signifikan dengan variabel resiliensi dimana nilai signifikansi sebesar 0,000 (R Square = 0,890). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa variabel academic grit dan variabel self-efficacy sama-sama berkorelasi secara positif dengan variabel resiliensi. 
Pengaruh Religiusitas Terhadap Academic Integrity pada Remaja: Systematic Literature Review Chelmidar, Syarah; Muslikah, Muslikah; Sutoyo, Anwar
Jurnal Bimbingan dan Konseling Ar-Rahman Vol 11, No 1 (2025): June
Publisher : UPT Publikasi dan Pengelolaan Jurnal Universitas Islam Kalimantan MAB Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jbkr.v11i1.18753

Abstract

Integrity and religiosity play a crucial role in shaping adolescents' academic behavior, particularly in preventing academic dishonesty. Integrity, as a fundamental attribute, supports the development of responsible and productive individuals, while religiosity enhances moral awareness and self-control. Academic dishonesty, including cheating and plagiarism, is an ethical violation that negatively impacts both individuals and educational institutions. Research indicates that higher levels of religiosity are negatively correlated with academic dishonesty because religious individuals tend to uphold moral and ethical values. However, other factors, such as academic pressure, also influence dishonest behavior. Therefore, a holistic approach that strengthens integrity, fosters religiosity, and manages academic stress is necessary to cultivate a generation of youth with high integrity who uphold ethical values in education. This study reviewed seven articles selected based on predetermined inclusion criteria. The databases used for article searches included ScienceDirect, Taylor & Francis, and Google Scholar. The findings reveal that religiosity plays a significant role in shaping the ethical attitudes and behaviors of adolescents. Individuals with a deep understanding of religion tend to avoid academic dishonesty due to their belief in a higher moral oversight. ___________________________________________________________________Integritas dan religiusitas memainkan peran penting dalam membentuk perilaku akademik remaja, terutama dalam mencegah kecurangan akademik. Integritas, sebagai atribut fundamental, mendukung pengembangan individu yang bertanggung jawab dan produktif, sementara religiusitas membantu meningkatkan kesadaran moral dan kontrol diri. Kecurangan akademik, seperti menyontek dan plagiarisme, merupakan pelanggaran etika yang berdampak negatif pada individu dan institusi pendidikan. Penelitian menunjukkan bahwa tingkat religiusitas yang tinggi berkorelasi negatif dengan kecurangan akademik, karena individu yang religius cenderung menghormati nilai-nilai moral dan etika. Namun, faktor lain seperti tekanan akademik juga memengaruhi perilaku curang. Oleh karena itu, pendekatan holistik yang mencakup penguatan integritas, peningkatan religiusitas, dan pengelolaan tekanan akademik diperlukan untuk menciptakan generasi muda yang berintegritas tinggi dan menjunjung nilai-nilai etis dalam pendidikan. Penelitian ini menggunakan 7 artikel yang ditelaah dengan inklusi yang telah ditentukan. Database yang digunakan untuk memudahkan pencarian artikel adalah Sciencedirect, Taylor & Francis, dan Google Scholar. Hasil dari penelitian ini menemukan bahwa religiusitas memainkan peran penting dalam membentuk sikap dan perilaku etis remaja. Individu dengan pemahaman agama yang mendalam cenderung menghindari kecurangan akademik karena percaya akan adanya pengawasan moral yang leìbih tinggi.
Pengaruh Academic Self-Efficacy dan Dukungan Sosial Terhadap Academic Burnout Pravesti, Cindy Asli; Wulandari, Cindy Ayu
Jurnal Bimbingan dan Konseling Ar-Rahman Vol 11, No 1 (2025): June
Publisher : UPT Publikasi dan Pengelolaan Jurnal Universitas Islam Kalimantan MAB Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jbkr.v11i1.18712

Abstract

This study aimed to examine the relationship between academic self-efficacy and social support on learning burnout among students in Sidoarjo. Involving 160 participants, this quantitative research utilized three measurement instruments: an academic self-efficacy scale, a social support scale, and a learning burnout scale. Data were analyzed using multiple linear regression with SPSS version 26.0, following classical assumption tests including normality, heteroscedasticity, and multicollinearity tests. The results revealed a positive and significant correlation between academic self-efficacy and social support (r = 0.692; p = 0.000). However, the correlation between academic self-efficacy and learning burnout was negative but not statistically significant (r = -0.034; p = 0.797). Simultaneous analysis indicated that academic self-efficacy and social support collectively had a significant effect on learning burnout (F = 58.920 > F table = 3.05; p = 0.000), contributing 27.2% to the variance in burnout levels. Thus, while academic self-efficacy alone did not significantly predict learning burnout, the two variables together played an important role in explaining students’ burnout. These findings underscore the importance of fostering a supportive learning environment and strengthening students' academic self-efficacy to mitigate burnout in the learning process.____________________________________________________________________Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara keyakinan akademik dan dukungan sosial terhadap kejenuhan belajar pada peserta didik di Sidoarjo. Melibatkan 160 pelajar, studi kuantitatif ini menggunakan tiga skala pengukuran dan dianalisis melalui regresi linier berganda dengan bantuan SPSS versi 26.0. Hasil menunjukkan adanya hubungan positif dan signifikan antara keyakinan akademik dan dukungan sosial (r = 0,692; p = 0,000). Namun, korelasi antara keyakinan akademik dan kejenuhan belajar bersifat negatif tetapi tidak signifikan (r = -0,034; p = 0,797). Analisis simultan memperlihatkan bahwa keyakinan akademik dan dukungan sosial secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap kejenuhan belajar (F hitung = 58,920 > F tabel = 3,05; p = 0,000), dengan kontribusi sebesar 27,2%. Dengan demikian, meskipun secara individu pengaruh keyakinan akademik terhadap kejenuhan tidak signifikan, secara kolektif kedua variabel ini memiliki peran penting dalam menjelaskan tingkat kejenuhan belajar. Temuan ini menekankan pentingnya membangun lingkungan belajar yang mendukung serta memperkuat keyakinan akademik untuk mengurangi kejenuhan dalam proses pembelajaran.
Hubungan Self-Efficacy dengan Prokrastinasi Akademik Siswa SMP Pratama, Mesa Aliata; Dianto, Mori; Triyono, Triyono
Jurnal Bimbingan dan Konseling Ar-Rahman Vol 11, No 1 (2025): June
Publisher : UPT Publikasi dan Pengelolaan Jurnal Universitas Islam Kalimantan MAB Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jbkr.v11i1.19341

Abstract

This study aims to investigate the relationship between self-efficacy and academic procrastination among junior high school students. The research method used is a correlational design with a sample of 8th-grade students selected using simple random sampling. Data were collected using self-efficacy scales and academic procrastination scales with a Likert scale type. Statistical analysis was performed using Pearson correlation analysis to examine the relationship between the two variables. The results showed a significant negative relationship between self-efficacy and academic procrastination among junior high school students, with r = -0.536 and p < 0.001. This means that the higher the students' self-efficacy, the lower their academic procrastination. The findings suggest that self-efficacy is a crucial factor influencing academic procrastination among junior high school students. Therefore, teachers and counselors can utilize the results of this study to develop appropriate intervention strategies to enhance students' self-efficacy and reduce academic procrastination. Consequently, this study contributes to the development of more effective educational programs to improve academic achievement among junior high school students. ___________________________________________________________Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan efikasi diri dengan prokrastinasi akademik siswa SMP. Metode penelitian yang digunakan adalah desain korelasional dengan sampel siswa kelas VIII yang dipilih menggunakan teknik simpel random sampling. Data dikumpulkan menggunakan skala efikasi diri dan skala prokrastinasi akademik dengan jenis skala likert. Analisis statistik yang digunakan yang digunakan untuk mengolah hasil penelitian adalah dengan analisis korelasi person untuk mengetahui hubungan antara kedua variabel. Hasil penelitian menunjukan terdapat hubungan negatif yang signifikan antara efikasi diri dengan prokrastinasi akademik siswa SMP yaitu r hitung = -0,536, p= <0.001. Artinya, semakin tinggi efikasi diri siswa, semakin rendah prokrastinasi akademik siswa. Hasil ini menunjukan bahwa efikasi diri merupakan faktor yang penting dalam mempengaruhi prokrastinasi akademik siswa SMP. Oleh karena itu, guru dan konselor dapat menggunakan hasil penelitian ini untuk mengembangkan strategi intervensi yang tepat untuk meningkatkan efikasi diri siswa dan mengurangi prokrastinasi akademik siswa. Dengan demikian, penelitian ini dapat memberikan kontribusi pada pengembangan prokgram pendidikan yang lebih efektif dalam meningkatkan prestasi akademik siswa SMP. 
Dampak Broken-Home Terhadap Perolehan Akademik Peserta Didik: Sebuah Studi Kasus Sinta, Pelagia; Yuline, Yuline; Halida, Halida
Jurnal Bimbingan dan Konseling Ar-Rahman Vol 11, No 1 (2025): June
Publisher : UPT Publikasi dan Pengelolaan Jurnal Universitas Islam Kalimantan MAB Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jbkr.v11i1.17192

Abstract

This study aims to describe counseling teachers' characteristics, learning outcomes, impacts, and efforts in addressing the effects of broken homes on student learning outcomes at SMP Negeri 4 Pontianak. The research utilized a qualitative approach with a descriptive method. Data was collected through interviews, observations, and documentation, with the researcher as the primary instrument. The data analysis involved stages of data reduction, data presentation, and drawing/verifying conclusions. The results indicated that students from broken homes in the first case exhibited disruptive behavior in class, lacked focus during lessons, failed to complete assignments, frequently used harsh language, skipped classes, were often angry, and achieved low learning outcomes in mathematics, with daily assignment scores of 0 and 70, and test scores of 30 and 50, against the minimum passing grade of 75. In the second case, the students demonstrated a lack of concentration, failed to complete tasks, often isolated themselves, cried frequently, daydreamed, became easily angered, and also had low math scores, with daily assignment scores of 0 and 70, and test scores of 50 and 70, also below the passing grade of 75. The impact of broken homes on these students included decreased learning outcomes, diminished interest in learning, frequent episodes of anger, and a tendency to isolate themselves. Counseling teachers addressed these issues by providing individual counseling services.    ____________________________________________________________ Penelitian ini bertujuan untuk menguraikan karakteristik, hasil belajar, dampak, serta upaya yang dilakukan oleh guru BK dalam menangani dampak broken home terhadap hasil belajar siswa di SMP Negeri 4 Pontianak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif metode deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, dengan human instrument sebagai instrumen utama. Analisis data meliputi tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan/verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa yang mengalami broken home pada subjek pertama karakteristiknya sering mengganggu teman sekelas, kurang fokus saat belajar, tidak menyelesaikan tugas, sering berbicara kasar, membolos, sering marah, dan memiliki hasil belajar yang rendah dalam mata pelajaran matematika dengan nilai tugas harian 0 dan 70, serta nilai ulangan harian 30 dan 50 dari KKM 75. Pada subjek kedua, karakteristiknya mencakup kurang konsentrasi saat belajar, tidak menyelesaikan tugas, sering menyendiri, sering menangis, melamun, sering marah, dan juga memperoleh hasil belajar yang rendah dalam mata pelajaran matematika dengan nilai tugas harian 0 dan 70, serta nilai ulangan harian 50 dan 70 dari KKM 75. Dampak broken home pada siswa meliputi penurunan hasil belajar, menurunnya minat belajar, sering marah, dan kecenderungan untuk menyendiri. Guru BK mengatasi masalah ini dengan memberikan layanan konseling individual. 
Hubungan antara Religiusitas dan Psychological Well-Being pada Remaja: Studi Literatur Sistematik Fitrianti, Zahwa Arbiani; Muslikah, Muslikah; Sutoyo, Anwar
Jurnal Bimbingan dan Konseling Ar-Rahman Vol 11, No 1 (2025): June
Publisher : UPT Publikasi dan Pengelolaan Jurnal Universitas Islam Kalimantan MAB Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jbkr.v11i1.18763

Abstract

Adolescence is a complex developmental phase, where individuals face various emotional and social challenges that can affect their psychological well-being. Religiosity is believed to play a role in improving psychological well-being especially when individuals have meaning in life, emotional support, and stress management strategies. This study aims to explore the relationship between religiosity and psychological well-being in adolescents through a Systematic Literature Review (SLR) approach. This study analyzed 8 articles from the Scopus, Taylor & Francis, and Google Schoolar databases in the range of 2021-2024, which were selected through inclusion and exclusion criteria. The results showed that religiosity has a positive relationship with psychological well-being in adolescents at various levels of education, where adolescents who have high levels of religiosity tend to show better levels of psychological well-being, especially in aspects of self-acceptance, healthy social relationships, and clear life goals. However, religiosity is not the only factor that influences psychological well-being, as other variables such as social support, resilience, emotional intelligence, and economic conditions also play a significant role in shaping adolescent psychological well-being. _____________________________________________________________Masa remaja merupakan fase perkembangan yang kompleks, dimana individu menghadapi berbagai tantangan emosional dan sosial yang dapat mempengaruhi psychological well-being mereka. Religiusitas diyakini berperan dalam meningkatkan psychological well-being terlebih ketika individu memiliki makna hidup, dukungan emosional, serta strategi penanggulangan stres. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi hubungan antara religiusitas dan psychological well-being pada remaja melalui pendekatan Systematic Literature Review (SLR). Penelitian ini menganalisis 8 artikel dari database Scopus, Taylor & Francis, dan Google Schoolar dalam rentang tahun 2021-2024, yang dipilih melalui kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil kajian menunjukkan bahwa religiusitas memiliki hubungan positif dengan psychological well-being pada remaja diberbagai jenjang pendidikan, dimana remaja yang memiliki tingkat religiusitas tinggi cenderung menunjukkan tingkat psychological well-being yang lebih baik, khususnya dalam aspek penerimaan diri, hubungan sosial yang sehat, serta tujuan hidup yang jelas. Meskipun demikian, religiusitas bukan merupakan satu-satunya faktor yang memengaruhi psychological well-being, karena variabel lain seperti dukungan sosial, resiliensi, kecerdasan emosional, serta kondisi ekonomi turut berperan signifikan dalam membentuk psychological well-being remaja.
Kontribusi Empati dan Kepekaan Sosial terhadap Perilaku Prososial Remaja Jamain, Ririanti Rachmayanie; Hamidah, Hamidah
Jurnal Bimbingan dan Konseling Ar-Rahman Vol 11, No 1 (2025): June
Publisher : UPT Publikasi dan Pengelolaan Jurnal Universitas Islam Kalimantan MAB Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jbkr.v11i1.18825

Abstract

In social life, interactions between people are strongly influenced by the ability to understand and feel the conditions of others. Empathy and social sensitivity are two important factors that contribute to the emergence of prosocial behavior. This study aims to analyze prosocial behavior in students of SMAN 1 Gambut. This research uses a quantitative approach with a type of contribution research. Data collection tools using Likert Scale questionnaires, namely empathy, social sensitivity, and prosocial, were used to obtain a sample of 228 using proportionate stratified random sampling. Data analysis techniques using descriptive statistics and multiple linear regression. The results of this study are, there is a significant influence for the contribution of X1 on Y, is 0.000 <0.05, and the value of fcount 807.174> Ftable 2.843. So it can be concluded that Ho is rejected and Ha is accepted, which means (X1) and social sensitivity (X2) contribute to prosocial behavior (Y). The conclusion and this study is that empathy and social sensitivity have contributed to prosocial behavior. Furthermore, it is recommended that future researchers analyze factors that influence prosocial behavior other than empathy and social sensitivity. _____________________________________________________________Dalam kehidupan sosial, interaksi antar manusia sangat dipengaruhi oleh kemampuan untuk memahami dan merasakan kondisi orang lain. Empati dan kepekaan sosial merupakan dua faktor penting yang berkontribusi terhadap munculnya perilaku prososial. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis kontribusi empati dan kepekaan sosial terhadap perilaku prososial pada siswa SMAN 1 Gambut. penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian kontribusi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian kontribusi. Data dikumpulkan menggunakan angket berbasis skala Likert untuk mengukur empati, kepekaan sosial, dan perilaku prososial. Sampel sebanyak 228 siswa diperoleh melalui teknik proportionate stratified sampling. Analisis data dilakukan menggunakan regresi linear berganda.Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara empati (X1) dan kepekaan sosial (X2) terhadap perilaku prososial (Y), dengan nilai signifikansi 0,000 (< 0,05) dan Fhitung 807,174 (> Ftabel 2,834), dengan nilai koefisien kontribusi 87,8% yaitu kontribusi Empati (X1) dan Kepekaan Sosial (X2) terhadap Perilaku Prososial(Y). Empati dan kepekaan sosial secara signifikan berkontribusi terhadap perilaku prososial siswa. Temuan ini menunjukkan pentingnya mengembangkan empati dan kepekaan sosial dalamlingkungan pendidikan.Penelitian selanjutnya disarankan untuk mengeksplorasi faktor-faktor lain yang dapat mempengaruhi perilaku prososial.
Bimbingan Karier dalam Pemilihan Jurusan Perguruan Tinggi: Studi Kasus di SMAN 6 Bandar Lampung Asnanta, Rio; Nasution, Sri Ilham
Jurnal Bimbingan dan Konseling Ar-Rahman Vol 11, No 1 (2025): June
Publisher : UPT Publikasi dan Pengelolaan Jurnal Universitas Islam Kalimantan MAB Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jbkr.v11i1.18903

Abstract

Choosing a suitable college major remains a challenge for many high school students. Career guidance, as part of counseling services, plays a crucial role in helping students prepare and plan their future careers. This study aims to explore the implementation of career guidance in supporting students’ decision-making when selecting college majors at SMA Negeri 6 Bandar Lampung. This research employed a qualitative descriptive method with data collected through interviews and observations involving one guidance and counseling teacher and four 12th-grade students. Data were analyzed using Miles and Huberman’s interactive model, which includes data reduction, data display, and conclusion drawing. The results indicate that the teacher has implemented structured career guidance using various media tools. This approach significantly helped students understand their interests and make informed choices regarding college majors. The guidance process not only addressed students’ confusion but also aligned their decisions with personal potential and academic goals. ____________________________________________________________________Pemilihan jurusan kuliah yang tepat masih menjadi tantangan bagi banyak siswa SMA. Bimbingan karier sebagai bagian dari layanan konseling memiliki peran penting dalam membantu siswa mempersiapkan dan merencanakan masa depan karier mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pelaksanaan bimbingan karier dalam mendukung pengambilan keputusan siswa dalam memilih jurusan kuliah di SMA Negeri 6 Bandar Lampung. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara dan observasi terhadap satu guru bimbingan dan konseling serta empat siswa kelas XII. Analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru telah melaksanakan bimbingan karier secara terstruktur dengan bantuan media bimbingan. Pendekatan ini sangat membantu siswa dalam memahami minat dan menentukan pilihan jurusan secara tepat. Proses bimbingan tidak hanya mengurangi kebingungan siswa, tetapi juga membantu mereka menyesuaikan pilihan dengan potensi diri dan tujuan akademik.
Persepsi Mahasiswa terhadap Dampak Bullying dalam Relasi Sosial: Studi di Universitas PGRI Wiranegara Karisma, Nurul; Yasmin, Yasmin; Farodillah, Rufkah Ayu
Jurnal Bimbingan dan Konseling Ar-Rahman Vol 11, No 1 (2025): June
Publisher : UPT Publikasi dan Pengelolaan Jurnal Universitas Islam Kalimantan MAB Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jbkr.v11i1.17926

Abstract

This study aims to analyze students' perceptions of the impact of bullying on social relations at Universitas PGRI Wiranegara (Uniwara). Using a qualitative approach with a Colaizzi phenomenological design, through in-depth semi-structured interviews with 7 active students from the 2021-2024 intake from various study programs selected purposively, the data were analyzed thematically with the help of NVivo 12 Plus and validated via member check. The results show that verbal bullying (taunts, insults, gossip) is dominant, causing decreased self-confidence, difficulty interacting, alienation, and interpersonal conflict. These impacts disrupt long-term social integration, including decreased sense of belonging and academic participation. Students develop various coping strategies, including prevention efforts such as avoiding perpetrators and guarding their tongues, as well as handling efforts such as providing emotional support to victims. Coping strategies include avoiding perpetrators, emotional support between peers, and preventive efforts such as guarding their tongues. This study concludes the need for the implementation of comprehensive anti-bullying policies at the university level, including the need for integrated anti-bullying policies such as prevention through emotional literacy training, counseling-based handling, and safe victim reporting mechanisms, as well as strict sanctions to create a safe and conducive campus environment for all students._____________________________________________________________Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi mahasiswa terhadap dampak bullying dalam relasi sosial di Universitas PGRI Wiranegara (Uniwara). Menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologi Colaizzi, melalui wawancara mendalam semi-terstruktur terhadap 7 mahasiswa aktif angkatan 2021-2024 dari berbagai program studi yang dipilih secara purposive, data dianalisis secara tematik dengan bantuan NVivo 12 Plus dan divalidasi via member check. Hasil menunjukkan bullying verbal (ejekan, hinaan, gosip) dominan terjadi, menyebabkan penurunan kepercayaan diri, kesulitan berinteraksi, keterasingan, dan konflik interpersonal. Dampak tersebut mengganggu integrasi sosial jangka, termasuk penurunan sense of belonging dan partisipasi akademik. Mahasiswa mengembangkan beragam strategi coping, meliputi upaya pencegahan seperti menghindari pelaku dan menjaga lisan, serta upaya penanganan seperti memberikan dukungan emosional kepada korban. Strategi coping meliputi penghindaran pelaku, dukungan emosional antarrekan, serta upaya preventif seperti menjaga lisan. Penelitian ini menyimpulkan perlunya implementasi kebijakan anti-bullying yang komprehensif di tingkat universitas, termasuk diperlukan kebijakan anti-bullying terpadu seperti pencegahan melalui pelatihan literasi emosional, penanganan berbasis konseling dan mekanisme pelaporan korban yang aman, serta sanksi tegas untuk menciptakan lingkungan kampus yang aman dan kondusif bagi seluruh mahasiswa.

Page 1 of 2 | Total Record : 19