cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Jurnal Bimbingan dan Konseling Ar-Rahman
ISSN : -     EISSN : 24776300     DOI : -
Core Subject : Social,
Jurnal Bimbingan dan Konseling Ar-Rahman adalah jurnal peer-review yang diterbitkan oleh UPT Publikasi dan Pengelolaan Jurnal Universitas Islam Kalimantan MAB Banjarmasin. Jurnal ini terbit sebanyak dua kali setahun, yaitu pada bulan Juni dan Desember. Jurnal ini menerbitkan penelitian dan artikel konseptual yang berkaitan dengan bidang ilmu bimbingan dan konseling, pendidikan, dan psikologi pendidikan..
Arjuna Subject : -
Articles 262 Documents
Self-Objectification dan Kepuasan Hidup Pada Dewasa Awal Pengguna Aktif Media Sosial Instagram Sari, Mulya Puspita; Appulembang, Yeni Anna
Jurnal Bimbingan dan Konseling Ar-Rahman Vol 11, No 2 (2025): December
Publisher : UPT Publikasi dan Pengelolaan Jurnal Universitas Islam Kalimantan MAB Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jbkr.v11i2.21347

Abstract

Many young adults use Instagram due to its convenience. However, excessive use can negatively impact life satisfaction. A decrease in life satisfaction occurs when individuals excessively self-evaluate and internalize unrealistic beauty standards. The subjects in this study were 260 female young adults aged 18-22 who actively used Instagram for at least 3 hours a day and utilized Instagram's beauty filters. This study employed a non-probability sampling technique. This research utilized two psychological scales: (1) a Self-objectification scale developed by the researchers based on the theory of Dahl et al. (2014), and (2) a life satisfaction scale used in this study based on the aspects of life satisfaction proposed by Diener et al. (1999). The results of this study indicate a relationship between self-objectification and life satisfaction, with a significance of 0.040 (p < 0.05) and showing a negative correlation (r = -0.127), meaning that higher self-objectification is associated with lower life satisfaction. Based on these findings, it can be concluded that the hypothesis of this study is accepted. This research can provide knowledge to young adults about the importance of building self-awareness regarding the negative impacts of excessive internet use. ___________________________________________________________________Banyak dewasa awal yang menggunakan instagram karena memberikan kemudahan. Namun jika digunakan berlebihan akan memberikan terhadap kepuasan hidup. Penurunan kepuasan hidup terjadi ketika individu secara berlebihan menilai diri dan memicu internalisasi standar kecantikan yang tidak realistis. Subyek dalam penelitian ini sebanyak 260 dewasa awal perempuan berusia 18-22 tahun yang aktif menggunakan instagram minimal 3 jam sehari dan menggunakan filter percantik Instagram. Pada penelitian ini teknik pengambilan sampel yang nonprobability sampling. Penelitian ini menggunakan 2 (dua) skala psikologi yaitu (1) alat ukur Self Objectification disusun oleh peneliti berdasarkan teori Dahl dkk. (2014) dan alat ukur kepuasan hidup yang digunakan pada penelitian ini berdasarkan aspek kepuasan hidup yang dikemukakan oleh Diener dkk. (1999). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara self-objectification dan kepuasan hidup yaitu sig 0,040 (p < 0,05) dan menunjukkan arah hubungan yang negatif (r = -0,127) yang berarti semakin tinggi self-objectification maka semakin rendah kepuasan hidup. Berdasarkan hasil tersebut maka dapat disimpulkan bahwa hipotesis pada penelitian ini diterima. Melalui penelitian ini maka dapat memberikan pengetahuan kepada dewasa awal bahwa penting untuk membangun kesadaran diri terhadap dampak negatif dari penggunaan internet yang berlebihan
Peningkatan Kepercayaan Diri melalui Bimbingan Klasikal Berbasis Group Discussion dan Media Bamboozle Nadhifah, Hafsya Afra; Sucipto, Muhammad Arif Budiman; Nugraha, Rahmad Agung
Jurnal Bimbingan dan Konseling Ar-Rahman Vol 11, No 2 (2025): December
Publisher : UPT Publikasi dan Pengelolaan Jurnal Universitas Islam Kalimantan MAB Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jbkr.v11i2.20226

Abstract

The analysis of the Student Needs Assessment Questionnaire (AKPD) indicated that 3.26% of respondents experienced problems related to low self-confidence. This study aims to examine students’ understanding of self-confidence before and after receiving classical guidance through the group discussion method assisted by Bamboozle Media, as well as to evaluate its effectiveness in enhancing self-confidence among seventh-grade students of class VII B at SMP Negeri 12 Kota Tegal. The research employed a quantitative approach with a pre-experimental one-group pre-test and post-test design, involving 32 students with low self-confidence who were selected using purposive sampling. Data were collected through questionnaires, observation, and documentation. The research instrument showed high reliability, with a Cronbach’s Alpha score of 0.945. Data analysis employed normality tests, homogeneity tests, and a paired sample t-test. Findings revealed that the mean self-confidence score increased from the pre-test average of 78.21 (moderate category) to the post-test average of 170.18 (high category). Statistical testing showed a significant difference with a t-value of -40.096 and a Sig. (2-tailed) value of 0.000 < 0.05, thus Ha was accepted. Effect size analysis using Cohen’s d yielded a score of 9.566, which indicates very large practical significance. This study provides strong empirical evidence that classical guidance through group discussion, supported by interactive digital media, is highly effective in improving students’ self-confidence, thereby offering innovative strategies for school counselors in the digital era. ____________________________________________________________Analisis Angket Kebutuhan Peserta Didik (AKPD) menunjukkan 3,26% responden menghadapi masalah kepercayaan diri rendah. Penelitian ini bertujuan mengetahui tingkat pemahaman kepercayaan diri peserta didik sebelum dan sesudah diberikan bimbingan klasikal melalui metode group discussion berbantuan media Bamboozle, serta menguji efektivitasnya dalam meningkatkan pemahaman kepercayaan diri siswa kelas VII B SMP Negeri 12 Kota Tegal. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pre-experimental one group pre-test dan post-test, melibatkan 32 siswa dengan kepercayaan diri rendah yang dipilih melalui purposive sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan angket, observasi, dan dokumentasi, dengan instrumen reliabel (Cronbach’s Alpha 0,945). Analisis data mencakup uji normalitas, homogenitas, dan paired sample t-test. Hasil menunjukkan rata-rata skor kepercayaan diri meningkat dari 78,21 (kategori sedang) pada pre-test menjadi 170,18 (kategori tinggi) pada post-test. Uji statistik menemukan perbedaan signifikan (t = -40,096; Sig. 0,000 < 0,05), sehingga Ha diterima. Analisis effect size menunjukkan Cohen’s d = 9,566 yang mengindikasikan signifikansi praktis sangat besar. Penelitian ini menegaskan bahwa bimbingan klasikal dengan metode group discussion berbantuan media digital interaktif Bamboozle terbukti sangat efektif meningkatkan pemahaman kepercayaan diri siswa, serta memberikan kontribusi nyata pada praktik bimbingan dan konseling di sekolah.